Monday, July 20, 2026
spot_img

Ketua dan Sekretaris MUI SU Bidang Seni Budaya Menghadiri Gelar Maestro Summit 2026 dan Rakornas LSPBI MUI Pusat di Banten

Banten,  muisumut.or., 20  Juli  2026, Ketua dan Sekretaris MUI SU Bidang Seni Budaya Wan Khairunnisah dan Nani Ayum Panggabean menghadiri acara Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Kegiatan Maestro Summit, Multaqa’ dan Musyawarah Tokoh Seniman dan Budayawan Muslim se-Indonesia, serta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LSBPI MUI pada hari Sabtu dan Ahad pada tanggal 18–19 Juli 2026 di Pesantren Modern Daarul El Qolam, Gintung, Provinsi Banten.

Kegiatan Maestro Summit 2026 dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) semua pengurus LSPBI se Indonesia dan Bidang / Komisi Seni Budaya bagi provinsi yang belum mempunyai LSBPI . Rakornas ini menjadi bagian dari rangkaian pra-Kongres Umat Islam Indonesia.2026

Ketua LSBPI MUI, Habiburrahman El Shirazy, mengatakan kegiatan ini merupakan program prioritas LSBPI pada bulan ini yang bertujuan mempertemukan para seniman, budayawan, maestro dan ulama dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus dikemas menjadi Rakornas yang merupakan bagian dari Pra-Kongres Umat Islam Indonesia VIII.

Selain musyawarah, multaqa dan Rakornas, ada juga kegiatan yang diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema Sejarah Umat Islam Indonesia, Forum Dialog “Santri Bertanya, Ulama Menjawab”

Pembukaan Maestro Summit LSBPI 2026 ini dihadiri Waketum MUI Buya Anwar Abbas , Buya AmirsyahTambunan Sekjen MUI , para pejabat pemerintah provinsi Banten guru dan santri Ponpes Modern Darul El Qolam Gintung Banten.

Acara menjadi meriah karena dihadiri para maestro sastrawan, seniman , budayawan kenamaan seperti Ahmad Tohari, Helvy Tiana Rosa, Oki Setiana Dewi, Neno Warisman , Dwiki Darmawan, Fikar W. Eda dari Aceh, Fatin Hamama, Ahmadun Yosi Herfanda Habiburrahman El-Shirazy, Agus Irawan, Jose Rizal Manua, serta banyak tokoh seperti maestro kaligrafi dan tokoh lainnya yang selama ini dikenal aktif mengembangkan seni dan budaya yang bernafaskan nilai-nilai Islami. Para Sastrawan tersebut membacakan puisi ciptaannya sendiri dengan penampilan yang sangat memukau .

Buya AmirsyahTambunan Sekretaris Jenderal MUI Pusat dalam sambutannya pada pembukaan mengatakan ,
“Mungkin sudah terlalu lama maestro-maestro tenggelam. Bangkitlah, perlihatkan bahwa Anda mau menyelamatkan bangsa,”

Dia menegaskan, seni dan kebudayaan seharusnya menjadi kekuatan untuk menanamkan nilai-nilai luhur sekaligus memperkokoh karakter bangsa. Nilai Islam rahmatan lil ‘alamin perlu menjadi karakter kebudayaan yang mampu menjaga pilar-pilar kehidupan berbangsa.

Maestro Summit (Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim Se-Indonesia ke-2) dirangkaikan dengan Pra-Kongres Umat Islam Indonesia VIII serta Rapat Koordinasi Nasional LSBPI-MUI.

Kegiatan di Banten ini mengangkat tema : “Arah Baru Budaya Indonesia: Budaya Islam sebagai Kekuatan Dakwah, Akar Persatuan, dan Kemajuan Bangsa.” Sekaligus menjadi momentum penting dalam mempertemukan para ulama dengan insan seni dan budaya untuk memperkuat peran kebudayaan sebagai media dakwah, pembinaan karakter bangsa, serta pengokoh persatuan nasional. Forum ini melahirkan gagasan-gagasan strategi mengenai arah pembangunan kebudayaan Indonesia yang berpijak pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles