Friday, March 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 48

MUI Sumut Adakan Pembinaan Kehidupan Beragama untuk Penguatan Nilai Moderasi Beragama bagi BKM di Nias Utara

Nias Utara,muisumut.ot.id., 12 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar acara Pembinaan Kehidupan Beragama dalam Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama yang ditujukan bagi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Nias Utara, Drs. Juliadi Zurdani Harahap, M.Si, dan diikuti oleh 33 BKM dari berbagai kecamatan di Nias Utara.

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Nias Utara, Drs. Juliadi Zurdani Harahap, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif MUI Sumut dalam mengadakan kegiatan ini. Beliau mengingatkan pentingnya ketulusan dalam melayani umat, seraya mengutip ajaran Rasulullah agar setiap majelis yang berkumpul untuk kebaikan senantiasa dinaungi doa malaikat. “Keikhlasan adalah yang utama dalam melayani umat,” ungkapnya. Pjs. Bupati juga membagikan pengalamannya saat membantu masyarakat Nias pasca gempa tahun 2004, menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus selalu menjadi dasar dalam membantu masyarakat, bahkan dalam hal-hal kecil seperti menyediakan fasilitas yang memadai di masjid, termasuk kamar mandi yang bersih dan nyaman.

Ia juga mengingatkan BKM untuk memberikan pelayanan yang ramah dan bersahabat, karena hal itu akan menumbuhkan rasa nyaman di hati masyarakat. Di penghujung sambutannya, Pjs. Bupati mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu mendatang, khususnya di Nias Utara, sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.

Pesan dari Ketua Umum MUI Sumut Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya yang diwakili oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, menyampaikan empat pesan utama kepada para pengurus BKM. Pesan-pesan tersebut antara lain:

  1. Perbaiki Pola Pikir dalam Mengelola Masjid
    Masjid bukan hanya tempat untuk ibadah mahdhah (ritual), tetapi juga untuk berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi umat, termasuk tempat berkumpul untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
  2. Perhatikan Fasilitas dan Status Masjid
    Para pengurus diimbau untuk memastikan masjid memiliki fasilitas yang ramah bagi para musafir, sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk singgah dan beribadah.
  3. Beri Layanan Terbaik untuk Semua Pengunjung
    Dr. Akmaluddin mengajak BKM untuk membuka pintu bagi siapa saja yang datang ke masjid. Misalnya, memastikan pengunjung merasa disambut dengan hangat, bahkan menawarkan bantuan dan fasilitas yang membuat mereka merasa nyaman sebelum melanjutkan kegiatan ibadah.
  4. Ciptakan Masjid yang Nyaman untuk Semua Kalangan
    Masjid diharapkan dapat menjadi tempat yang nyaman dan ramah bagi generasi muda, misalnya dengan menyediakan fasilitas WiFi dan area ngopi agar mereka merasa betah berada di lingkungan masjid.

Delegasi MUI Sumatera Utara Bertolak ke Turkiye untuk Misi Kependidikan dan Silaturrahim

Medan, muisumut.or.id., 13 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengirimkan delegasi rihlah ilmiyah ke Turkiye dalam misi kependidikan dan silaturrahim. Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 13 hingga 22 November 2024 dengan pendampingan Travel Gadika Mandiri Islami di bawah Pimpinan Al-Ustadz Dr. H. Muhammad Nasir Karim, Lc., MA.

Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak sebagai Penanggungjawab dalam rihlah ilmiyah ini berharap perjalanan ini akan membawak pulang ide-ide dalam dunia pendidikan Islam yang lebih baik untuk diterapkan di Sumatera Utara.
Tour Leader Dr. H. M. Tohir Ritonga, menjelaskan dalam rihlah ilmiyah menuju Turkiye ini berjumlah 37 peserta yang terdiri dari pengurus MUI dan pendamping.

“Keberangkatan delegasi ini diharapkan dapat mempererat hubungan internasional dan membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan antar umat Muslim”. ujarnya

Delegasi berangkat dari Bandara Internasional Kualanamu pada Rabu malam, 13 November 2024, pukul 20.15 WIB, menggunakan maskapai Singapore Airlines. Setelah tiba di Istanbul pada pagi hari 14 November, rombongan akan menjalani serangkaian program yang dirancang untuk memperluas wawasan pendidikan Islam dan mempererat hubungan antar negara Muslim, termasuk berdiskusi dengan ulama serta akademisi Islam di Turki​ye.

Rangkaian Kegiatan di Turkiye Delegasi akan mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan situs pendidikan Islam yang sarat dengan nilai keagamaan dan budaya Islam. Hari pertama di Istanbul diisi dengan tur Bosphorus Cruise dan kunjungan ke Hagia Sophia, Topkapi, Blue Mosque, serta Hippodrome, yang mencerminkan warisan sejarah peradaban Islam dan Byzantium. Delegasi kemudian melanjutkan perjalanan ke Sakarya untuk bermalam.

Hari-hari berikutnya diisi dengan kegiatan di sejumlah kota seperti Sakarya, Ankara, Cappadocia, Pamukkale, Kusadasi, dan Bursa. Di Ankara, delegasi mengunjungi Mausoleum Ataturk, sedangkan di Cappadocia mereka akan menikmati keindahan alam di Pigeon Valley, Uchisar Castle, dan Dervent Valley. Delegasi juga berkesempatan mengikuti aktivitas opsional seperti balon udara dan safari jeep​.

Pada 20 November, delegasi MUI Sumut akan melaksanakan kegiatan khusus di Istanbul untuk mempererat silaturrahim dengan komunitas Muslim di Turkiye Kegiatan ini mencakup pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam setempat, diskusi terkait pengembangan pendidikan Islam, dan pembahasan mengenai kerja sama dalam program-program dakwah dan pendidikan lintas negara.

Misi dan Harapan MUI Sumut Misi utama kunjungan ini adalah mempererat hubungan persaudaraan Islam serta memperluas wawasan dalam pengembangan pendidikan di Sumatera Utara. Melalui diskusi dan interaksi dengan para pemimpin dan akademisi Muslim di Turkiye, MUI Sumut berharap dapat menggali wawasan baru untuk memperkuat program pendidikan keagamaan yang berkelanjutan di Sumut. Ketua delegasi mengungkapkan bahwa silaturrahim ini diharapkan akan memperkaya program-program MUI yang bermanfaat bagi umat di Indonesia.

Delegasi juga berharap bahwa kunjungan ini akan membuka jalan bagi pertukaran pelajar dan pelatihan akademis, serta menambah pemahaman lintas budaya yang harmonis dan damai. Dengan menjalin hubungan yang erat, diharapkan tercipta kerjasama yang saling menguntungkan dalam bidang pendidikan Islam.

Kepulangan Delegasi Rombongan dijadwalkan kembali ke Medan pada 22 November 2024, setelah transit di Singapura. MUI Sumut berharap hasil dari perjalanan ini dapat diterapkan dalam pengembangan peran MUI, baik di tingkat lokal maupun internasional, serta mempererat tali silaturrahim antara masyarakat Islam Indonesia dan Turkiye.

Hadapi Perubahan Digital, Bidang Infokom MUI Siapkan Convergensi Media

Medan, muisumut.or.id, 13 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia terus berupaya meningkatan perannya dalam menjawab perubahan teknologi informasi dalam kehidupan umat manusia. Digitalisasi yang mengubat lifestyle umat harus dijawab dengan berbagai aksi terkait dengan pengelolaan media yang dikelola Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pendapat itu mengemuka pada kegiatan  Forum Konsolidasi Bidang Informasi dan Komunikasi MUI yang berlangsung Rabu (13/11) di Gedung MUI Jakarta. Forum Konsoilidasi yang diikuti penyurus Bidang Infokom dari seluruh provonsi itu diharapkan dapat menyamakan visi dan gerak (aksi) dalam menghadapi perubahan itu. Forum Konsolidasi itu mengusung tema : Optimasi Media MUI Pusat dan Daerah.

Hadir pada forum itu konsultasi itu,  Ketua MUI Jakarta Gus Muhammad Faiz,  Mabroer MS Ketua Komisi Infokom Pusat, Masduki Baidlowi, Ketua Bidang Infokom Pusat, dan empat narasumber.

Pengurus MUI Sumut yang hadir pada forum konsolidasi itu, Ketua Bidang Infokom Dr. Akmaluddin Syahputra M.Hum,  dan anggota pengelola media.

Ketua Bidang Infokom MUI Pusat Maduki Baidlowi pada pengantar pertemuan itu menjelaskan untuk menghadapi perubahan yang terjadi maka seluruh insan infokom harus memahami 4 pilar, yakni Digital Skill, Digital Etik, Sifting Digital dan Digital Change. Perkembangan dunia digital dengan hadirnya AI ( Artifisial Intelegent) telah mengubat banyak hal dalam kehiduan ini. Untuk itu insan Majelis Ulama Indonesia harus menyikapi dengan ikut melakukan perubahan. ” Substansinya tetap, tapi teknolologi ( perangkat) telah beruubah,” kata Masduki.

Masduki mengingatjkan bahwa digital skill harus menjadi perhatian. Metoda dakwah hari ini sudah berubah dibanding lima tahun lalu. Dan kita tidak bisa memagami, seperti apa metoda dakwah 5 atau 10 tahun mendatang. ” Kalau ulama tidak melakukan perubahan, maka dakwah yang disampaikan, takutnya tidak lagi didengar generisi Gen-Z,” sebut Masduki

Kolaborasi dan Sinergi Pusat dan Daerah

Empat nara sumber yang hadir menyampaikan presentasinya adalah pakar komunikasi yang menjadi pengurus Bidang Infokom MUI Pusat, seperti, A. Muis Sobri menjelasjkan terkait pengelolaan media sosial. Kemudian A. Nashih Nasrullah menyampaikan materi pengelolaan media cyber. Tatan Hermansah menyampaikan materi Media Watch, terkait dunia penyiaran televisi terutama pada bulan Ramadan. Dan terakhir, materi media penyiaran, khusus televisi (MUI Tv) disampaikan oleh Edy Kuscahyanto yang juga Direktur MUI TV.

Keempat narasumber menegaskan, Bidang Infokom  MUI Pusat  menekankan pentingnya dilakukan kolaborasi dan sinergisitas antara MUI Pusat dengan MUI Daerah. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan  antara potensi pusat dan daerah untuk memperkuat i pengelolaan informasi yang dikelola Majelis Ulama Indonesia.

Saat ini, Majelis Ulama Indonesia dalam melakukan kegiatan komunikasinya, mengelola berbagai platform media, seperti website, beberapa media sosial seperti tik-tok, instagram, youtube dan televisi.

Pada akhir konsolidasi itu, dibahas terait dengan strategi penyiaran, dan aksi kolaborasi dan sinergi antara pusat dan daerah.

Konsolidasi tidak hanya selesai melalui kegiatan zoom yang berlangsung sekitar empat jam tapi harus ditindaklanjuti dengan koordinast yang lebih intens dari insan komunukasi MUI dari seluruh tanah air. ( Syaifulh )

MUI Sumatera Utara Hadiri Tabligh Akbar “Doa Bersama untuk Pilkada Damai” Bersama Kapolda Sumut

0

Medan, muisumut.or.id., 12 November 2024 – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumatera Utara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menghadiri undangan Kapolda Sumut dalam acara Tabligh Akbar bertajuk “Doa Bersama untuk Pilkada Damai”. Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Al-Baraqah Sat Brimob ini diprakarsai oleh CNN Indonesia TV sebagai upaya menciptakan suasana damai dan kondusif menjelang Pilkada.

Hadir dalam acara ini Wakapolda Sumut, Brigjend Pol Roni Samtana, S.I.K., M.T.C.P., yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan selama Pilkada berlangsung. Dari MUI Sumut, hadir Ketua Bidang Hukum dan HAM, Dr. Abdul Hamid Ritonga; Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah, Drs. Hatta Siregar, M.A., yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut; serta Ketua Bidang Dakwah, Prof. Dr. Mohd Hatta, yang juga menjabat sebagai Ketua Baznas Sumatera Utara.

Dalam keterangannya Drs. Hatta Siregar menyampaikan pentingnya peran ulama dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan di tengah perbedaan pilihan politik. “Kami dari MUI Sumut mendukung penuh upaya menciptakan suasana damai menjelang Pilkada. Doa bersama ini adalah wujud komitmen kami untuk menjaga persatuan dan keutuhan masyarakat tanpa terpecah oleh perbedaan politik,” ujarnya.

Prof. Dr. Mohd Hatta menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk menjadikan Pilkada sebagai momentum mempererat persatuan, bukan sebagai pemicu perpecahan. “Sebagai umat yang beriman, kita harus menjunjung tinggi etika dalam berpolitik. Kita berharap dengan adanya doa bersama ini, Sumatera Utara dapat menjalani Pilkada yang aman dan damai, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Dr. Abdul Hamid Ritonga juga menekankan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa memilih pemimpin hukumnya adalah wajib. Dalam ha ini penting menjauhi segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, dan money politics. “Pilkada adalah kesempatan memilih pemimpin terbaik, yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran agar hasilnya mencerminkan aspirasi rakyat,” imbuhnya.

Tabligh Akbar ini diisi dengan doa bersama dan tausiyah, yang diharapkan dapat membawa kesejukan di masyarakat, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kesadaran untuk menjaga kedamaian selama proses Pilkada. Dengan dukungan MUI Sumut dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara, acara ini diharapkan dapat memastikan Pilkada serentak tahun ini berjalan lancar, aman, dan damai.

MUI Sumut Keluarkan Himbauan Terkait Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024

Medan, muisumut.or.id., 12 November 2024 – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 di Provinsi Sumatera Utara, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan himbauan kepada umat Islam untuk menggunakan hak pilih dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi ini.

Dalam himbauannya, MUI Sumut menekankan bahwa memilih pemimpin (Nashbul Imam) merupakan kewajiban dalam Islam untuk menjaga agama (hirasah ad-dien) dan mengatur kehidupan dunia (siyasat ad-dunya). Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, bersama Sekretaris Umum, Prof. Dr. H. Asmuni, MA, menandatangani himbauan ini dengan mengacu pada keputusan Ijtimak Ulama 2009 yang menetapkan bahwa memilih pemimpin yang beriman, jujur, amanah, dan mampu memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya wajib. MUI mengingatkan bahwa umat Islam tidak boleh golput.

MUI Sumut juga menegaskan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi, terutama di media sosial. Umat Islam diminta menghindari ujaran kebencian, fitnah, dan perilaku negatif lainnya, sesuai Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang bermuamalah melalui media sosial. Selain itu, MUI Sumut menolak keras praktik politik uang yang dianggap sebagai suap dan mencederai sistem demokrasi Indonesia.

Perbedaan pilihan politik, menurut MUI Sumut, harus tetap disikapi dengan menjaga persatuan dan ukhuwah. MUI menekankan bahwa menjaga kebersamaan adalah tanggung jawab bersama seluruh umat Islam, tanpa membiarkan perbedaan pilihan memecah belah masyarakat.

MUI Sumut juga meminta MUI Kabupaten/Kota di Sumatera Utara untuk menyebarluaskan himbauan ini sebagai pedoman bagi masyarakat dalam menghadapi Pilkada. Dengan himbauan ini, MUI berharap pelaksanaan Pilkada serentak dapat berjalan damai, aman, dan mempererat persatuan umat

RAKERDA MUI Kabupaten Dairi 2024: Berkhidmat untuk Umat Meraih Ridho Ilahi

Sidikalang, muisumut.or.id., 12 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dairi menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) tahun 2024 di Balai Budaya Kabupaten Dairi, Sidikalang, Selasa, 12 November 2024. Mengusung tema “Berkhidmat untuk Umat Meraih Ridho Ilahi,” acara ini mencerminkan komitmen MUI dalam melayani umat demi meraih keridhaan Allah SWT.

Acara dihadiri Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Ketua Bidang Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan, Prof. Dr. H. Fahruddin Azmi, MA, Ketua MUI Kabupaten Dairi, PJ Bupati Kabupaten Dairi, Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Ketua DPRD Kabupaten Dairi, serta Forkopimda Kabupaten Dairi. Perwakilan MUI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Dairi juga turut hadir, menambah semarak acara ini.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua MUI Kabupaten Dairi yang berharap RAKERDA dapat menghasilkan program-program bermanfaat bagi umat dan memperkuat sinergi antara MUI dan elemen masyarakat demi kemaslahatan bersama. Kepala Kemenag Kabupaten Dairi dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya peran MUI dalam menjaga kerukunan beragama dan mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada umat.

PJ Bupati Kabupaten Dairi memberikan apresiasi atas kontribusi MUI dalam membangun masyarakat religius dan sejahtera, serta berharap kemitraan antara pemerintah dan MUI terus berjalan harmonis demi kemajuan daerah.

Arahan dari Prof. Dr. H. Fahruddin Azmi, MA

Prof. Dr. H. Fahruddin Azmi, MA dalam bimbingannya menekankan pentingnya prinsip “berkhidmat untuk umat” dalam setiap langkah yang diambil. Beliau mengingatkan, “Dengan niat tulus dan kerja sama antar elemen masyarakat, kita dapat meraih ridho Ilahi dalam setiap perjuangan.” Prof. Fahruddin juga menyampaikan bahwa RAKERDA ini sejalan dengan kewajiban organisasi untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring yang mencerminkan visi dan peran MUI dalam melayani umat.

Ia menilai tema RAKERDA sangat relevan dan menginspirasi MUI Dairi untuk terus memperkuat pelayanan dalam peningkatan aqidah, ukhuwah Islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah, sehingga menjadi komunitas teladan yang mencerminkan keluhuran ajaran Islam. Beliau mengapresiasi dukungan pemerintah yang terus berlanjut dan mendorong MUI untuk semakin mendekatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah.

Penguatan Peran dan Program Strategis

Dalam sesi RAKERDA, Prof. Fahruddin juga mendorong penguatan peran MUI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan dakwah yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta mendukung kebijakan yang mendorong kemajuan umat dan masyarakat luas.

Melalui RAKERDA ini, MUI Kabupaten Dairi diharapkan mampu merumuskan program-program strategis yang menjawab tantangan dan kebutuhan umat. Dengan semangat kebersamaan, MUI terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan meningkatkan kualitas hidup umat di Kabupaten Dairi. (sy)

MUI Sumut Adakan Lokakarya Pemberdayaan Manajemen MDTA se-Sumatera Utara

Medan, muisumut.or.id., 5 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang Pendidikan, Pemuda, dan Kaderisasi menyelenggarakan “Lokakarya Pemberdayaan Manajemen Madrasah Diniyah Ta’miliyah Awaliyah (MDTA) se-Sumatera Utara” pada Selasa, 12 November 2024, bertempat di Aula Balai Diklat Keagamaan Medan. Acara ini dihadiri oleh para Kepala MDTA dan tenaga pendidik yang diundang dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Dengan agenda utama meningkatkan kualitas manajemen MDTA, acara ini dibuka oleh  Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, serta dihadiri oleh Ketua Bidang Pendidikan, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA. Prof. Hasan Bakti Nasution menyampaikan keynote speech bertajuk “Peluang dan Tantangan Lembaga Pendidikan Islam Hari Ini,” yang menggugah peserta untuk memahami tantangan terkini dalam pengelolaan pendidikan Islam.

Para narasumber lain, seperti Prof. Dr. Amiruddin, M.Pd, membawakan materi tentang konsep deep learning, yang ia gambarkan sebagai paradigma baru dalam pembelajaran. Konsep ini sejalan dengan perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial masyarakat yang semakin dinamis dalam kehidupan global. Prof. Amiruddin menekankan bahwa penerapan deep learning memungkinkan proses belajar yang lebih mendalam, memfasilitasi siswa dalam mengembangkan pemahaman kritis dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Selain itu, Adlin, peraih juara I pengelola MDTA terbaik Sumut, berbagi pengalaman tentang praktik terbaik dalam manajemen MDTA. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang diadakan selama lokakarya memperkaya pemahaman peserta mengenai pengelolaan yang efektif dan efisien di lingkungan MDTA.

Panitia juga menyediakan fasilitas konsumsi dan bantuan transportasi bagi para peserta. Diharapkan, lokakarya ini dapat menjadi langkah awal peningkatan mutu pendidikan madrasah diniyah di Sumatera Utara secara berkelanjutan.

MUI Sumut Gelar Dialog Interaktif Penguatan Moderasi Beragama untuk Pelajar SLTA se-Kota Medan

Medan, muisumut.or.id.,  11 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) menyelenggarakan kegiatan Dialog Interaktif bertema “Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama untuk Meneguhkan NKRI” di Grand Kanaya Hotel, Senin (11/11). Kegiatan yang dihadiri oleh 100 pelajar dari berbagai SMA di Kota Medan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para peserta, yang berasal dari SMA Harapan, SMA Shafiatul Amaliyah, SMA UNIVA, SMA NU, SMA Muhammadiyah, SMA Darmawangsa, dan SMA Eria, tampak antusias mendengarkan arahan dari Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Dalam sambutannya, Dr. Maratua menekankan pentingnya pemahaman akan moderasi beragama, ukhuwah islamiyah, dan larangan terhadap segala bentuk penistaan agama. “Generasi muda, terutama pelajar, harus berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial. Sikap dan tutur kata kita harus mencerminkan nilai-nilai agama dan tidak menyinggung keyakinan pihak lain,” ujar Dr. Maratua.

Dr. Maratua juga menjelaskan pentingnya menumbuhkan tiga aspek ukhuwah, yaitu:

  1. Ukhuwah Diniyah – persaudaraan berdasarkan iman dan aqidah.
  2. Ukhuwah Wathaniyah – cinta dan loyalitas terhadap NKRI serta semangat untuk mempertahankan kedaulatan bangsa.
  3. Ukhuwah Basyariah – persaudaraan sesama manusia tanpa memandang perbedaan agama, suku, dan bahasa.

Dipandu oleh moderator Drs. Suaidi, dialog ini menghadirkan dua tokoh moderasi beragama, Prof. Dr. Mesiono dan Dr. Arifinsyah, yang memberikan paparan penting. Prof. Dr. Mesiono mengajak para pelajar untuk mempelajari agama Islam secara menyeluruh agar hidup mereka berlandaskan petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW. “Jaga etika dalam bergaul, hindari pergaulan bebas, dan jangan sampai melakukan tindakan yang menodai agama, seperti curhat berlebihan di media sosial, tawuran, atau tindakan bullying,” pesan Prof. Mesiono kepada para pelajar.

Turut hadir dalam acara ini Ustadz H. Arifin Umar dan Ali Nafiah Harahap dari Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Sumut, yang menambahkan bahwa dialog ini adalah langkah penting dalam memperkuat kerukunan dan moderasi beragama di kalangan generasi muda.

KPRK MUI Sumut Gelar Pelatihan Fardu Kifayah Jenazah Perempuan di Tanah Karo

0

Kabanjahe, muisumut.or.id., 10 November 2024 – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Sumatera Utara menyelenggarakan pelatihan Fardu Kifayah khusus untuk jenazah perempuan pada Ahad, 10 November 2024, di Masjid Al-Muhajirin, Kabanjahe, Tanah Karo. Pelatihan ini bertujuan memperbanyak jumlah bilal mayit perempuan, sehingga pelaksanaan Fardu Kifayah di kalangan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan syariat Islam.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri atas tokoh masyarakat, para daiyah, ustazah, dan perempuan yang peduli terhadap ajaran Islam. Hadir sebagai narasumber, Ketua KPRK MUI Sumut, Dra. Rusmini, MA, yang memberikan materi secara langsung bersama Nurhayati Ahmad. Dalam sesi ini, peserta diberi pemahaman mendalam mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah yang benar dan sesuai syariat, mulai dari memandikan hingga mengkafani jenazah perempuan.

Dra. Rusmini, MA, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran perempuan dalam pelaksanaan Fardu Kifayah bagi jenazah perempuan. “Dengan meningkatnya jumlah bilal mayit perempuan yang memiliki pemahaman Fardu Kifayah sesuai syariat, kita berharap masyarakat lebih siap dan tenang dalam menghadapi kewajiban ini,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperkokoh keimanan dan kepedulian masyarakat terhadap kewajiban Fardu Kifayah, terutama bagi kalangan perempuan.

Ketua Umum MUI Sumut Ucapkan Selamat Hari Pahlawan: “Mari Menjadi Penerus Perjuangan yang Terbaik”

Medan, muisumut.or.id, 10 Novemver 2024 — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Dalam pesan yang disampaikan kepada Tim Infokom MUI Sumut pada Ahad (10/11/2024), Buya Maratua menyatakan penghormatan dan doa bagi para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

“Perkenankan seluruh Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara dengan ini mengucapkan selamat Hari Pahlawan Nasional,” ujar Buya Maratua. Ia mendoakan agar arwah para syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia diterima di sisi Allah SWT dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Buya Maratua menekankan pentingnya peran generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan. Ia mengajak seluruh umat, khususnya kaum muda, untuk memperkuat semangat nasionalisme dan berkontribusi positif bagi bangsa, agama, dan umat. “Semoga kita semua sebagai penerusnya diberikan kekuatan lahir dan batin untuk menjadi penerus perjuangan yang terbaik. Terbaik bagi bangsa, terbaik bagi agama, dan terbaik bagi seluruh umat di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam peringatan ini, Buya Maratua juga mengingatkan bahwa nilai-nilai kepahlawanan harus terus ditanamkan dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Semangat juang mereka hendaknya menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman dan memperkokoh persatuan serta keharmonisan di tengah masyarakat.