Wednesday, April 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 52

MUI Sumut Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayahanda Tuan Guru H. Mawardi Lubis Ad-Dary

Medan, muisumut.or.id, 20 November 2024 Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengucapkan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ayahanda Tuan Guru al-Alim al-Allamah, H. Mawardi Lubis Ad-Dary, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais, Jambur, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, pada hari ini Selasa, 19 November 2024 sekitar pukul 15:10 WIB.

Beliau merupakan putra dari Tuan Syekh Muara Mais dan juga Mustasyar PWNU Sumatera Utara dalam beberapa periode terakhir. Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar ulama, pesantren, dan masyarakat Sumatera Utara.

MUI Sumut mengajak seluruh umat Islam untuk mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan husnul khotimah. Mari bersama-sama menghadiahkan bacaan Al-Fatihah untuk almarhum.

Jejak dan Dedikasi dalam Dunia Pendidikan
H. Mawardi Lubis Ad-Dary merupakan pendiri Pesantren Darul Ulum Muara Mais yang didirikan pada tahun 1980. Pada masa awal, lembaga pendidikan ini masih berbentuk Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA). Kemudian, pada tahun 1990, lembaga ini diresmikan sebagai pesantren dengan nomor statistik 510312130008 yang terdaftar di Pangkalan Data Kementerian Agama.

Saat ini, Pesantren Darul Ulum Muara Mais telah berkembang pesat dengan jumlah santri mencapai 1.100 orang. Pesantren ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Kabupaten Mandailing Natal, yang terus melahirkan generasi Qurani dan berakhlak mulia.

Kenangan Bersama Tim Infokom MUI Sumut
Pada tahun 2022, Tim Infokom MUI Sumut berkesempatan mengunjungi Pesantren Darul Ulum dalam rangka liputan daerah ke Mandailing Natal. Dalam pertemuan tersebut, almarhum berbagi pandangannya tentang perkembangan pendidikan pesantren di Madina dan Indonesia.

Beliau juga menyampaikan kenangan tentang masa-masa bersekolah di Mustafawiyah Purba Baru bersama Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Almarhum memuji sosok Dr. Maratua sebagai pribadi yang cerdas dan berdedikasi tinggi dalam dunia keulamaan dan pendidikan.

Kepergian almarhum meninggalkan kenangan dan teladan yang akan terus hidup di hati masyarakat, khususnya keluarga besar Pesantren Darul Ulum. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada almarhum dan menerima seluruh amal kebaikannya.

Doa Kami untuk Almarhum
MUI Sumut mengajak seluruh umat Islam untuk bersama-sama berdoa:
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di surga, berkumpul bersama Rasulullah SAW. Aamiin.

Jelang Pilkada Komisi Fatwa MUI Sumut Bahas Ijtihad Politik dan Pilkada 2024

0

Medan, muismut.or.id.,  19 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Komisi Fatwa menyelenggarakan Muzakarah pada Ahad 24 November 2024  bertajuk “Ijtihad Politik Umat Islam” di Aula MUI Sumut, Jalan Sutomo Ujung, Medan. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama yang membahas isu strategis terkait peran umat Islam dalam politik dan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

Topik pertama, “Ijtihad Politik Umat Islam,” disampaikan oleh Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA. Dalam pemaparannya, Dr. Ardiansyah akan membahas pentingnya umat Islam memahami konsep ijtihad politik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam serta urgensi partisipasi aktif dalam proses politik demi terciptanya kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat.

Sementara itu, topik kedua, “MUI dan Pilkada Serentak Tahun 2024,” dibawakan oleh Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA. Beliau akan menguraikan peran strategis MUI dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak agar berjalan sesuai prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan moralitas yang Islami. Selain itu, Prof. Hasyimsyah diharapkan dapat berbicara dan menekankan pentingnya panduan dari ulama kepada umat agar memilih pemimpin yang amanah, kompeten, dan berkomitmen terhadap kepentingan masyarakat luas.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube MUI Sumut, sehingga diharapkan yang tidak bisa hadir langsung dapat mengaksesnya bahkan oleh masyarakat umum dimananpun berada. Muzakarah ini merupakan upaya MUI Sumut untuk memberikan pencerahan kepada umat Islam di Sumatera Utara dalam menghadapi dinamika politik nasional, khususnya menjelang Pilkada Serentak 2024.

Melalui kegiatan ini, MUI Sumut berharap agar umat Islam dapat memahami peran politiknya secara benar, tidak hanya sebagai partisipan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Komisi Fatwa MUI Sumut Sidangkan Permohonan Fatwa Halal dari Lima Perusahaan

0

Medan, muisumut.or.id., 19 November 2024 – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Sumut telah mengadakan sidang pada Selasa, 19 November 2024. Agenda utama rapat tersebut adalah membahas permohonan fatwa halal dari beberapa perusahaan yang telah diajukan oleh LPPOM MUI Sumut.

Sidang tersebut menghasilkan keputusan terkait lima perusahaan dengan rincian sebagai berikut:

  1. Bika Ambon Ati – Produk bakeri, dengan status baru, dinyatakan halal.
  2. PT. Freight Liner Medan – Jasa pendistribusian, dengan status baru, dinyatakan halal.
  3. Transportasi Leslie – Jasa pendistribusian, dengan status baru, dinyatakan halal.
  4. PT. Mudial Rasa Indonesia – Tumbuhan dan produk tumbuhan olahan, dengan status perpanjangan, dinyatakan halal.
  5. Salim Food – Produk saus, dengan status pengembangan, dinyatakan halal.

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, Dr. H. Amar Adly, dan didampingi oleh Sekretaris Komisi Fatwa, Dr. Iqbal Habibi Siregar, M.Pd.I. Keputusan ini menegaskan komitmen MUI Sumut dalam memastikan kehalalan produk dan jasa yang beredar di masyarakat sesuai dengan syariat Islam.

Selain memastikan produk halal, sidang ini juga menjadi bagian dari upaya MUI Sumut dalam mendukung pelaku usaha untuk memberikan produk dan jasa yang berkualitas serta memenuhi standar halal yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini berlangsung di kantor MUI Sumatera Utara, Jalan Sutomo Ujung, Medan. Dengan dukungan penuh dari LPPOM MUI, proses sertifikasi halal ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat Muslim dalam mengonsumsi dan menggunakan produk yang terjamin kehalalannya.

UMKM Harus Naik Kelas: PINBAS MUI Sumatera Utara Gelar Pendampingan UMKM Bersama Bank Mega Syariah

0

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara kembali memperkuat komitmennya untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pendampingan yang bertajuk “Peran PINBAS MUI Sumatera Utara Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas UMKM Menjadi Suatu Usaha yang Tangguh dan Naik Kelas”. Acara ini berlangsung di Aula MUI Sumatera Utara pada hari Jumat, 15 November 2024.

Acara yang dihadiri oleh pelaku UMKM dari berbagai sektor ini menghadirkan beberapa narasumber ahli, salah satunya Freddy Siswanto dari Bank Mega Syariah. Dalam sesi interaktif, Freddy menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan UMKM dalam meningkatkan produktivitas adalah kemampuan untuk mengelola keuangan dengan bijak, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai alat bantu.

Freddy juga mengingatkan para peserta tentang pentingnya teknologi seperti QRIS, dompet digital, dan pencatatan keuangan secara terstruktur yang dapat membantu UMKM dalam mengelola transaksi dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Beberapa peserta turut mengajukan pertanyaan yang mencerminkan tantangan sehari-hari yang mereka hadapi dalam mengelola usaha mereka, antara lain:

1. Rizky Aulia, pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan ringan kripik, bertanya tentang model investasi dan modal kerja yang tepat bagi UMKM. Freddy menjelaskan bahwa UMKM perlu memahami strategi alokasi modal yang efektif, termasuk mengelola dana investasi untuk memastikan keberlanjutan usaha dan keuntungan yang optimal.

2. Eko Purwanto, pengusaha UMKM, menanyakan cara untuk menjaga keuangan tetap rapi. Freddy menanggapi dengan menggarisbawahi pentingnya pencatatan keuangan harian yang akurat. Ia juga menyarankan agar para pelaku UMKM memanfaatkan aplikasi keuangan digital untuk memantau arus kas dan pengeluaran.

3. Yudha, seorang pengusaha yang bergerak di sektor produk madu dan ikan teri, meminta solusi terkait pengelolaan logistik dan pembayaran COD bagi konsumen lansia. Freddy memberikan penekanan pada pentingnya membangun sistem logistik yang efisien dan mempertimbangkan kerjasama dengan reseller untuk memperluas pasar dan mempermudah distribusi produk.

Sebagai bentuk apresiasi, PINBAS MUI Sumut memberikan hadiah berupa parfum kepada para peserta yang aktif bertanya. Hadiah ini disambut antusias oleh peserta dan semakin memotivasi mereka untuk terus berpartisipasi dalam sesi diskusi.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, PINBAS MUI Sumut menegaskan komitmennya untuk membantu UMKM agar dapat lebih tangguh dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Kolaborasi antara PINBAS MUI Sumut dan Bank Mega Syariah dalam memberikan pendampingan serta edukasi tentang teknologi dan keuangan syariah diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa UMKM di Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk naik kelas, asalkan mereka diberikan pendampingan dan dukungan yang tepat dari berbagai pihak terkait. Dengan upaya bersama, UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas, serta bersaing di pasar yang lebih luas. (Fa)

MUI Sumut Laksanakan FGD Pemetaan Dakwah di Perkebunan Kabupaten Simalungun

Simalungun, muisumut.or.id., 16 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, melalui Bidang/Komisi Dakwah, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Problematika Dakwah Masyarakat Muslim di Daerah Perkebunan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian pemetaan dakwah Tahun 2024 yang difokuskan pada wilayah Kabupaten Simalungun.

Dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Dakwah, Prof. Dr. H. Mohd. Hatta, FGD ini dilaksanakan di Mess Staf Perkebunan Bah Jambi dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Sub Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Bapak Fardi Nanda Sanjaya, SH, MH, yang menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sangat relevan untuk membantu para dai dalam memahami dan menangani problematika dakwah yang ada di wilayah perkebunan, khususnya di bawah naungan PTPN IV Regional 2,” ujar Fardi Nanda Sanjaya dalam sambutannya.

Peserta dan Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Simalungun, pengurus MUI Kabupaten Simalungun, perangkat pemerintahan desa (pangulu), serta perwakilan organisasi masyarakat Islam seperti Nahdlatul Ulama, Al Jam’iyatul Washliyah, dan Muhammadiyah. Selain itu, turut hadir para da’i, da’iyah, penyuluh Kementerian Agama, mudim perkebunan, dan pengurus MTSI Perkebunan.

Acara ini berlangsung di lima lokasi perkebunan, yaitu:

  1. Perkebunan Bah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi
  2. Perkebunan Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa
  3. Perkebunan Bahbutong, Kecamatan Sidamanik
  4. Perkebunan Dolsin, Kecamatan Hutabayu Raja
  5. Perkebunan Sei Manke, Kecamatan Bosar Maligas

Hasil Diskusi dan Rencana Dokumentasi
FGD ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para dai yang merasa kunjungan ini menunjukkan perhatian besar dari MUI Sumatera Utara terhadap kondisi dakwah di wilayah perkebunan. Diskusi yang berlangsung interaktif mengidentifikasi berbagai tantangan dakwah, termasuk minimnya akses sarana dakwah dan perbedaan budaya di komunitas perkebunan.

Sebagai tindak lanjut, hasil dari penelitian ini akan didokumentasikan dalam sebuah buku. Buku ini diharapkan menjadi panduan bagi semua pihak dalam menyusun strategi dan solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dakwah di kawasan perkebunan.

Komitmen MUI Sumut
MUI Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperhatikan kondisi dakwah di daerah-daerah terpencil, termasuk di wilayah perkebunan. Dengan adanya data yang terstruktur, diharapkan strategi dakwah ke depan dapat lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi umat.

Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara ulama, dai, dan masyarakat dalam mendukung dakwah Islam di Kabupaten Simalungun, khususnya di daerah perkebunan yang memiliki tantangan unik. (Sug)

KBRI Turkiye di Ankara Terima Kunjungan Delegasi MUI Sumatera Utara

Ankara, 15 November 2024 – muisumut.or.id  Delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara diterima dengan hangat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, Turkiye. Kunjungan ini disambut oleh Pejabat KBRI, Bapak Yudhi Ardian dan Bapak Adi, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara MUI Sumut dan komunitas Muslim global, khususnya di Turkiye.

Ketua rombongan, Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, membuka pertemuan dengan memperkenalkan anggota delegasi. Kemudian, Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan sambutan utama yang menjelaskan tujuan kunjungan, yaitu untuk memahami lebih dalam peran Turkiye sebagai pusat peradaban Islam di masa kejayaan Dinasti Utsmaniyah.

“Kunjungan ini adalah kunjungan ilmiah. Kami ingin mempelajari metode dan perkembangan lembaga tahfiz Al-Qur’an serta perguruan tinggi di Turkiye, termasuk silabusnya. Hal ini relevan dengan misi MUI Sumatera Utara melalui Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) untuk mencetak generasi ulama di Sumatera Utara,” ungkap Dr. Maratua.

Delegasi MUI Sumut juga berbagi pengalaman mereka selama dua hari sebelumnya di Turkiye, termasuk kunjungan ke Masjid Ayasofia, simbol peradaban Islam, dan rencana kunjungan ke sekolah-sekolah tahfiz serta perguruan tinggi di Istanbul.

Pejabat KBRI, Bapak Yudhi Ardian, menyambut baik kunjungan ini dan memberikan gambaran tentang kondisi umat Islam di Turkiye, peran komunitas Indonesia di sana, serta keberadaan mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas inisiatif MUI Sumut untuk memperluas wawasan tentang budaya Islam di Turkiye, yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Pada akhir pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 3 KBRI Ankara, delegasi MUI Sumut menyerahkan sejumlah karya mereka, seperti buku-buku fatwa, 25 Hadis tentang Konstantinopel, majalah Media Ulama, serta publikasi terkait PTKU MUI Sumut. Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Dr. Maratua Simanjuntak, didampingi Prof. Asmuni, dan anggota delegasi lainnya.

Dr. Maratua juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dubes RI untuk Turkiye, Bapak Achmad Rizal Purnama, atas sambutan dan dukungan terhadap kunjungan delegasi MUI Sumatera Utara. “KBRI merupakan pintu penting bagi rakyat Indonesia untuk memahami budaya dan peradaban negara lain. Kami berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan bilateral dan memberikan manfaat bagi umat,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis bagi MUI Sumut dalam memperluas jaringan internasional dan meningkatkan mutu pendidikan Islam di tanah air.

(Ir)

Rombongan MUI Sumut Ditemani Guide Profesional Yusuf dalam Kunjungan Sejarah ke Turki

0

Ankara,  muisumut.or.id., 15 November 2024,  Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, yang tengah melakukan kunjungan ke Turki, dipandu oleh Yusuf, seorang guide profesional yang fasih berbahasa Indonesia. Yusuf, yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana ekonomi dan sarjana pariwisata, memimpin perjalanan rombongan MUI Sumut dengan penuh semangat dan pengetahuan mendalam tentang sejarah peradaban Turki.

Dalam perjalanan tersebut, Yusuf dengan cermat menjelaskan tentang beberapa ikon terkenal Turki, termasuk Masjid Ayasofia, Masjid Biru, Topkapi Palace, dan Stadion Turki. Setiap tempat yang dikunjungi memiliki cerita dan sejarah yang kaya, yang diceritakan oleh Yusuf secara detail. Banyak peserta yang terlibat dalam diskusi seputar sejarah, termasuk tokoh-tokoh seperti Prof. Arifinsyah, Prof. Abdullah Jamil, Prof. Hasan Bakti, dan Hatta Siregar, yang semua aktif bertanya dan berdialog dengan Yusuf selama perjalanan.

Yusuf yang sangat fasih berbahasa Indonesia mengungkapkan bahwa ia pernah belajar bahasa Indonesia selama tiga bulan di Indonesia, yang memudahkan komunikasi dengan rombongan. Keahliannya dalam bahasa Indonesia ini semakin mendalamkan koneksi antara peserta dan guide, serta menambah kualitas perjalanan edukatif tersebut.

Sebagai seorang guide senior, Yusuf tidak hanya memandu dengan pengetahuan yang luas, tetapi juga dengan rasa hormat dan apresiasi terhadap rombongan MUI Sumut. “Saya sangat senang bisa membersamai rombongan ulama dari Sumatera Utara dalam perjalanan ini. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Yusuf dengan tulus.

Yusuf juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah dan budaya, yang menurutnya merupakan bagian penting dari perjalanan spiritual. “Saya berharap kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga memberikan inspirasi dan semangat bagi para ulama dalam menjalankan tugasnya di Indonesia,” tambah Yusuf.

Rombongan MUI Sumut pun merasa sangat terbantu dengan kepiawaian Yusuf dalam membimbing mereka, dan mereka berharap perjalanan ini bisa mempererat hubungan antara Indonesia dan Turki, terutama dalam konteks penguatan pendidikan dan pemahaman sejarah Islam. (Ir)

Bidang Penelitian MUI Sumut Lakukan Penelitian Peran Masjid dalam Menanggulangi Khilafiyah dan Peningkatan Kualitas Hidup Umat

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – Bidang Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara rapat persiapan  penelitian bertema “Peran Masjid dalam Menanggulangi Masalah Khilafiyah dan Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Umat di Sumatera Utara.” Penelitian yang akan berlangsung dari bulan Oktober untuk tahap persiapan dan berakhir pada 5 Desember 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data komprehensif yang mendukung pengembangan dan optimalisasi peran masjid di wilayah ini.

Ketua Bidang Penelitian MUI Sumut, Prof. Fachruddin Azmi, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mengumpulkan data lengkap mengenai profil masjid di Sumatera Utara.
  2. Mengidentifikasi informasi terkait isu-isu khilafiyah yang terjadi di tengah umat.
  3. Menganalisis upaya-upaya peningkatan kualitas hidup umat melalui masjid.
  4. Menyusun basis data sebagai landasan pengembangan dan peningkatan masjid di Sumatera Utara.

“Penelitian ini menjadi langkah strategis untuk memahami lebih dalam potensi dan tantangan yang dihadapi masjid, sehingga ke depannya masjid dapat berperan lebih signifikan sebagai pusat pembinaan umat,” ujar Prof. Fachruddin.

Penyerahan Data Masjid di Nias Utara

Dalam rangka mendukung penelitian ini, Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, menyerahkan data hasil pembinaan Badan Kenaziran Masjid (BKM) yang dilakukan di Kabupaten Nias Utara. Dari total 35 masjid yang ada di wilayah tersebut, sebanyak 33 masjid telah terdata secara rinci.

“Data ini merupakan hasil dari kegiatan pembinaan BKM yang telah dilaksanakan oleh MUI Sumut pada 13 November lalu. Informasi ini diharapkan menjadi bahan penting dalam penelitian, khususnya terkait pengembangan masjid di daerah-daerah terpencil,” kata Dr. Akmaluddin.

Langkah Strategis Pengembangan Masjid

Penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan solusi terhadap isu-isu khilafiyah yang sering kali menjadi tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, masjid diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan umat, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun ekonomi.

MUI Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat dan pengurus masjid untuk berperan aktif mendukung penelitian ini. Data yang dihimpun akan menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pengembangan masjid di Sumatera Utara.

Dengan langkah ini, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan, dan harmoni umat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial.

PINBAS MUI Sumut dorong UMKM naik kelas melalui seminar manajemen dan digital marketing

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar seminar bertema “Peran PINBAS MUI Sumatera Utara Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas UMKM Menjadi Suatu Usaha Yang Tangguh dan Naik Kelas.” Acara ini berlangsung di Aula MUI Sumut dan dihadiri oleh pelaku UMKM lokal yang antusias mengikuti kegiatan pendampingan tersebut.

Dalam seminar ini, Eko Purwanto, M.Kom, seorang ahli digital marketing, menyampaikan materi yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Ia menjelaskan tentang pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk memasarkan produk. Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business disebutkan sebagai platform yang efektif untuk membangun kesadaran merek, menarik pelanggan, dan meningkatkan penjualan. Eko juga memperkenalkan tahapan penting dalam pemasaran digital, termasuk cara membangun perhatian, mempertahankan loyalitas konsumen, dan mendorong keputusan pembelian melalui konten yang tepat.

Seminar ini juga menghadirkan sesi interaktif yang menarik perhatian peserta. Beberapa pelaku UMKM yang aktif bertanya antara lain Aidil Harbi dari UrbanFarm yang membahas strategi pemasaran produk pertanian organik, Siti Khadijah Siregar dari Pudding Art yang bertanya tentang promosi visual melalui media sosial, serta Muhammad Rony Pratama dari Angkringan yang meminta saran untuk memaksimalkan penggunaan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan pemasaran.

Acara ini ditutup dengan pesan inspiratif dari narasumber yang mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus konsisten dalam membuat konten pemasaran, terutama di media sosial. “Tetaplah berkarya dan buat konten secara rutin. Kita tidak pernah tahu kapan sebuah konten bisa viral atau masuk FYP, tetapi konsistensi adalah kunci untuk menarik perhatian pasar dan memperkuat brand Anda,” ujar Eko Purwanto. Pesan ini diharapkan dapat memotivasi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan aktif dalam memanfaatkan peluang digital demi kemajuan usaha mereka.

Sertifikasi Halal: Kunci Sukses UMKM Sumut, Direktur LPPOM, Prof. Basyaruddin Berikan Pendampingan

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – PINBAS MUI Sumatera Utara menggelar seminar pendampingan bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara dengan fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas usaha melalui proses produksi halal. Dalam acara ini, Prof. Dr. Ir. Basyaruddin, MSc, Direktur LPPOM MUI Sumut, menjadi narasumber utama dan menyampaikan sejumlah poin penting terkait langkah-langkah dan manfaat sertifikasi halal.

Dalam paparannya, Prof. Basyaruddin menegaskan bahwa sertifikasi halal kini menjadi elemen penting bagi UMKM untuk dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional. “Sertifikasi halal tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memastikan bahwa produk UMKM memiliki kualitas yang dipercaya oleh konsumen, baik Muslim maupun non-Muslim,” jelasnya.

Beliau juga menguraikan tahapan pendampingan yang harus dilakukan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, meliputi:

Analisis bahan baku dan proses produksi untuk memastikan kesesuaiannya dengan syariat.
Penyusunan dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH) sebagai panduan dan kontrol kehalalan.
Pelatihan kepada karyawan agar memahami prinsip dan praktik kehalalan.
Pendampingan dalam proses pengajuan sertifikasi kepada lembaga resmi hingga audit selesai.
Monitoring dan evaluasi berkala untuk menjaga keberlanjutan implementasi kehalalan.
Menurut Prof. Basyaruddin, proses ini bertujuan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk UMKM tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga terjamin kualitasnya. “Produk halal itu tidak hanya bicara soal keimanan, tetapi juga kualitas dan kredibilitas di pasar global,” tambahnya.

Manfaat sertifikasi halal, lanjutnya, sangat signifikan bagi UMKM. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, sertifikasi ini membuka peluang lebih luas untuk ekspor, khususnya ke negara-negara yang mensyaratkan produk halal. “UMKM yang bersertifikat halal memiliki keunggulan kompetitif yang bisa menjadi aset besar dalam menghadapi persaingan pasar,” ungkap Prof. Basyaruddin.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi UMKM di Sumatera Utara, baik dalam hal pemahaman proses produksi halal maupun strategi untuk memperluas pasar. PINBAS MUI Sumut berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian berbasis syariah.

Acara ini mendapat sambutan antusias dari peserta yang hadir, terdiri dari pelaku UMKM berbagai sektor di Sumatera Utara, yang berharap agar program pendampingan seperti ini bisa terus dilaksanakan.