Saturday, March 7, 2026
spot_img
Home Blog Page 53

MUI Sumatera Utara Bersiap Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya dengan tekad untuk memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015. Sebagai langkah awal, MUI Pusat dan MUI Sumut mengadakan Rapat Koordinasi daring pada Senin, 28 Oktober 2024, pukul 20.00-21.00 WIB. Rapat ini turut dihadiri oleh Korwil MUI Pusat untuk Sumut, Ketua BPPO MUI K.H. Sholahuddin Al Ayyub, serta jajaran pimpinan MUI Sumut yang meliputi Ketua Umum Dr. H. Maratua Simanjuntak, Sekretaris Umum Prof. Dr. Asmuni, dan beberapa pimpinan bidang lainnya. Tim ISO MUI Pusat juga hadir sebagai pendamping dalam rapat ini.

Sekjen MUI Pusat, Buya Amirsyah Tambunan, membuka rapat dengan pengantar yang menekankan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) untuk meningkatkan kinerja organisasi MUI di berbagai daerah, khususnya di Sumatera Utara yang telah menunjukkan kesiapan tinggi dalam implementasi standar ini. Sholahuddin Al Ayyub selaku Ketua BPPO MUI memberikan apresiasi terhadap komitmen MUI Sumut dan menyatakan, “Meskipun belum bisa diterapkan di semua daerah, kami menilai MUI Sumatera Utara sudah sangat layak untuk melangkah ke arah ini. Kami siap mendukung penuh upaya ini untuk memperkuat organisasi dan pelayanan MUI.”

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menggarisbawahi kesiapan MUI Sumut dalam mencapai ISO 9001:2015. “MUI Sumut telah membentuk tim khusus sejak 2023 di lima lokasi untuk mempersiapkan segala aspek yang dibutuhkan. Meskipun belum tersertifikasi, kami sudah menerapkan banyak prinsip ISO seperti disiplin administrasi, sistem persuratan, dan pembukuan keuangan yang lebih terstruktur,” ungkapnya. Beliau menambahkan harapannya agar tim ISO MUI Pusat memberikan bimbingan dan arahan yang diperlukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Dalam sesi presentasi, Koordinator Tim ISO MUI Pusat, Hasan Suharna, menjelaskan tahapan yang akan diikuti MUI Sumut, mengacu pada pengalaman MUI Banten dan Riau dalam meraih sertifikasi serupa. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama penerapan ISO bukan sekadar sertifikat, melainkan untuk membangun budaya kerja yang profesional, pelayanan berkualitas, serta kesinambungan organisasi dalam melayani umat.

Penanggung jawab program ISO di MUI Sumut, Prof. Dr. Asmuni, dan Dr. Saparuddin Siregar, berkomitmen untuk melanjutkan upaya-upaya penerapan SMM di seluruh divisi. Diharapkan, dengan implementasi ISO 9001:2015, MUI Sumut dapat mengikuti jejak MUI Pusat dalam membangun manajemen organisasi yang tangguh dan terpercaya, guna melayani umat secara optimal dan berkelanjutan.

MUI Sumut Ajak Pemuda Istiqomah Bersatu, Menggugah Semangat Sumpah Pemuda

Medan, muisumut.or.id,  28 Oktober 2024 – Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengajak seluruh pemuda di Indonesia untuk tetap istiqomah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sebagaimana yang telah dicetuskan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. Dr. H. Asmuni, M.Ag., menyampaikan pesan ini dalam wawancara dengan Tim Infokom pada Senin, 28 Oktober 2024.
Prof. Dr. H. Asmuni mengingatkan pentingnya makna sumpah yang diikrarkan para pemuda tahun 1928, yakni bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. “Kita menghimbau para pemuda untuk istiqomah dalam persatuan ini, karena ini adalah pondasi kebhinekaan bangsa yang terus harus kita jaga dan pertahankan. Persatuan ini tanpa memandang agama maupun suku, karena Indonesia adalah rumah besar bagi kita semua,” ungkapnya.
Pesan ini disampaikan secara khusus sebagai pengingat di tahun politik, terutama menjelang Pilkada serentak. Prof. Asmuni mengimbau para pemuda dan masyarakat luas agar tetap menjaga persatuan, meskipun terdapat perbedaan dalam pilihan politik. “Berbeda pilihan adalah hak, tetapi kita jangan sampai terpecah belah. Pilihlah pemimpin yang kita yakini bisa memajukan bangsa dan tetap menjaga kerukunan,” tambahnya.
MUI Sumut juga berharap agar pemuda Indonesia menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan merawat nilai-nilai kebangsaan, sebagaimana diamanatkan dalam Sumpah Pemuda. Melalui peringatan ini, MUI Sumut menegaskan pentingnya peran pemuda lintas etnis dan agama untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Muzakarah Komisi Fatwa MUI Bahas Kedudukan Harta Yayasan dalam Hukum Waris Islam

Medan, muisumut.or.id, Ahad 27 Oktober 2024 — Muzakarah Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diadakan secara rutin membahas berbagai isu hukum Islam. Salah satu sesi kali ini menyoroti kedudukan harta benda yayasan dalam perspektif hukum waris Islam, dengan pemaparan dari Dr. Hasan Matsum, M.Ag, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum MUI Kota Medan.

Dalam Islam, hukum waris dikenal dengan istilah faraid dan bertujuan memberikan pembagian harta peninggalan kepada ahli waris setelah pewaris meninggal dunia. Hukum faraid telah menjadi hukum positif di berbagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi. Namun, di Indonesia, hukum ini hanya berlaku bagi Muslim sesuai ketentuan yang tertuang dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Muzakarah kali ini fokus pada kedudukan harta benda yayasan dalam hukum waris, suatu isu kontemporer yang sering menimbulkan perdebatan. Yayasan, menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001, merupakan badan hukum yang memiliki kekayaan terpisah dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan tanpa adanya pemilik pribadi.

Dr. Hasan Matsum menjelaskan bahwa konsekuensi yayasan sebagai badan hukum membuat harta yayasan dipisahkan dari kepemilikan pribadi pendiri atau pengurusnya. “Elemen utama dalam yayasan adalah pemisahan harta dari kekayaan pribadi. Saat harta diserahkan untuk yayasan, ia terlepas dari kepemilikan pribadi, sehingga tidak menjadi bagian dari harta waris,” jelas Dr. Hasan.

Dalam hukum waris, harta peninggalan seorang pewaris harus bersih dari segala kewajiban seperti utang, wasiat, dan biaya penyelenggaraan jenazah sebelum dibagikan kepada ahli waris. Berbeda dengan harta pribadi, kekayaan yayasan telah dialihkan statusnya menjadi badan hukum dan tidak lagi dapat diwarisi.

Penjelasan ini menegaskan bahwa harta yayasan tidak menjadi bagian waris yang dapat diturunkan kepada ahli waris. Muzakarah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kedudukan hukum harta yayasan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.

Komisi Fatwa MUI terus mengupayakan kajian hukum Islam yang relevan dengan konteks kekinian, salah satunya melalui pembahasan isu seperti ini yang menyentuh aspek filantropi dan kepastian hukum dalam pengelolaan yayasan.

Ketua Umum MUI Sumut Hadiri Majelis Taklim dan Zikir Darul Iman dalam Acara Sumut Berzikir dan Reuni Akbar Jamaah

Muisumut.or.id, Medan,  27 Oktober 2024 — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, turut hadir dalam acara Sumut Berzikir dan Reuni Akbar Jamaah Darul Iman yang diselenggarakan di Masjid Agung Sumatera Utara pada Ahad, 27 Oktober 2024. Acara yang diikuti sekitar 2000 jamaah ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota, seperti Simalungun, Siantar, Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang, dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Dr. H. Maratua Simanjuntak mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen MUI Sumatera Utara untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan keagamaan yang mempererat silaturahmi umat. “Sebagai organisasi yang menjadi tenda besar umat Islam, MUI Sumatera Utara sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan keagamaan, terlebih zikir yang mampu mengumpulkan lebih banyak umat Islam dalam suasana khusyuk dan penuh berkah. Kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah silaturrahim yang sangat bernilai,” ungkapnya.

Ketua Umum Majelis Taklim dan Zikir Darul Iman, Ustadz Dr. H. Maulana Andi Surya, Lc, menyampaikan bahwa acara Sumut Berzikir dan Reuni Akbar ini dirancang untuk mempererat hubungan di antara jamaah yang tersebar di berbagai daerah. “Acara zikir hari ini dipandu oleh Ustadz Zul Arafah, dan penceramah utama diisi oleh Habib Hayqal Husein Alayidrus,” jelas Ustadz Maulana Andi Surya.

Majelis Taklim dan Zikir Darul Iman bernaung di bawah PT. Darul Iman Travel yang telah berdiri sejak tahun 2010. Kegiatan zikir rutin diadakan setiap minggu di berbagai kota, dengan jadwal yang telah ditetapkan. Minggu pertama dilaksanakan di daerah Siantar, minggu kedua di Simalungun, dan minggu kelima di Medan.

Acara Sumut Berzikir ini menjadi ajang silaturahmi yang menguatkan hubungan ukhuwah Islamiyah antarjamaah, serta memperkokoh semangat berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan sambutan yang positif dan partisipasi besar dari umat, kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan di masa mendatang.

Pengajian Komisi Perempuan Bahas Sirah Nabawi: Meneladani Akhlak Nabi untuk Meraih Mimpi

muisumut.or.id., Medan, 26 Oktober 2024 — Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI kembali menggelar pengajian rutin bertema Meneladani Sirah Nabawi untuk Meraih Mimpi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 26 Oktober 2024 ini menghadirkan Ustaz Khairul Fahmi Harahap, MA, sebagai narasumber utama. Dalam ceramahnya, Ustaz Khairul mengajak para pemuda untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam meraih impian dan tujuan hidup.

Ustaz Khairul Fahmi Harahap, MA, menekankan pentingnya mencontoh perilaku mulia Nabi Muhammad SAW yang mendapat gelar “Al-Amin” atau orang yang terpercaya. Gelar tersebut diberikan oleh masyarakat Quraisy karena Nabi dikenal memiliki akhlak luhur dan kejujuran luar biasa. “Pemuda masa kini harus mengambil hikmah dari sifat Nabi yang selalu menjunjung kepercayaan dan kejujuran. Dengan meneladani akhlak beliau, kita tidak hanya meraih kesuksesan di dunia, tetapi juga kebaikan di akhirat,” jelas Ustaz Khairul.

Selain itu, Ustaz Khairul juga menyoroti keagungan akhlak Nabi Muhammad SAW terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah, bukan hanya kepada sesama manusia. Nabi dikenal sangat penyayang dan penuh perhatian bahkan terhadap hewan dan alam sekitarnya. Beliau selalu memperlakukan makhluk lain dengan kasih sayang, seperti memberi makan hewan yang kelaparan dan melarang penganiayaan terhadap mereka. “Inilah yang perlu kita teladani, bahwa kasih sayang dan perhatian Nabi melampaui batas manusia dan mencakup seluruh makhluk hidup,” tambahnya.

Acara ini mendapat respons positif dari peserta, terutama kalangan remaja yang antusias mengikuti materi sirah nabawi dan memahami bagaimana akhlak mulia dapat menjadi modal utama dalam membangun masa depan yang lebih baik. Komisi Perempuan MUI berharap, melalui pengajian ini, generasi muda semakin terdorong untuk mengaplikasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan sempurna dalam berakhlak terhadap seluruh makhluk Allah.

Peran MUI Sumut dalam Menyikapi Pilkada Serentak: Pandangan Prof. Jamil Dalam Muzakarah Komisi Fatwa

Medan, musiumut.or.id, Ahad, 27 Oktober, 2024 – Menjelang Pilkada Serentak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menunjukkan peran strategisnya dalam memberikan panduan dan edukasi terkait pemilihan pemimpin yang sesuai dengan prinsip Islam. Menurut Prof. Jamil, MUI memandang pentingnya menghadirkan calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi serta kemampuan untuk membawa kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.

Prof. Jamil dalam muzakrah komisi fatwa MUI Sumatera Utaramenekankan bahwa, menurut ajaran Islam, seorang pemimpin ideal harus memiliki sifat amanah dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. “Kita membutuhkan pemimpin yang kuat dalam iman dan takwa, adil dalam perbuatan, serta memiliki ilmu yang mendalam,” ujarnya, seraya mengutip ayat-ayat suci yang menggarisbawahi pentingnya kualitas kepemimpinan dalam Islam​.

Lebih lanjut, MUI Sumut juga berkomitmen memberikan taujihat atau nasihat kepada masyarakat, khususnya dalam menentukan pilihan pemimpin yang terbaik. Prof. Jamil menegaskan bahwa pemilihan pemimpin bukan sekadar proses politik, tetapi bagian dari ibadah dalam mewujudkan tatanan sosial yang harmonis dan berlandaskan nilai agama.

Melalui kegiatan ini, MUI Sumut berharap dapat meningkatkan kesadaran umat dalam memilih calon pemimpin yang bukan hanya memiliki visi untuk kemajuan daerah, tetapi juga berkomitmen pada nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan umat.

RAKORDA MUI Sumut: Penguatan Peran Ulama dalam Pilkada, Etika, dan Sertifikasi Halal

muisumut.or.id., Medan, 25 Oktober 2024 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Live Streaming Penyampaian Materi Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) MUI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara dari Ballroom Grand Inna Hotel, Medan, pada Jumat malam, 22 Rabi’ul Akhir 1445 H/25 Oktober 2024. Acara yang dimulai pukul 20.15 WIB ini menghadirkan jajaran Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara sebagai narasumber dalam diskusi tematik seputar peran dan kontribusi MUI dalam masyarakat, khususnya terkait pemilu, kode etik, dan sertifikasi halal.

Dipandu oleh Drs. H. Palit Muda Harahap, MA., Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI Sumatera Utara, diskusi berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang hadir secara langsung maupun virtual. Sebagai moderator, Drs. H. Palit Muda Harahap menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen MUI dalam menjalankan amanah demi kemaslahatan umat.

Narasumber pertama, Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, menyampaikan materi bertema “MUI dalam Mensukseskan Pilkada 2024.” Dalam pemaparannya, Dr. Maratua menggarisbawahi peran strategis MUI sebagai penjaga moral yang berfungsi untuk memastikan proses Pilkada berjalan lancar, jujur, dan adil. “MUI harus hadir di garda depan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas selama proses Pilkada,” ujar Dr. Maratua.

Prof. Dr. H. Asmuni, MA., Sekretaris Umum MUI Sumut, bertindak sebagai narasumber kedua dengan tema “Sosialisasi Kode Etik MUI.” Prof. Asmuni menekankan bahwa kode etik ini bertujuan untuk membangun disiplin dan kehormatan di kalangan anggota MUI, baik dalam menjalankan tugas organisasi maupun interaksi dengan masyarakat. “Kode etik ini menjadi landasan untuk memastikan setiap anggota MUI bertindak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan amanah umat,” jelas Prof. Asmuni.

Sebagai narasumber ketiga, Prof. Dr. H. Ir. Basyaruddin, MS., Direktur LPPOM MUI Sumut, membahas “Posisi LPPOM MUI dalam Sertifikasi Halal.” Prof. Basyaruddin menekankan pentingnya sertifikasi halal dalam memberikan jaminan kepada masyarakat mengenai kehalalan produk, terutama di era globalisasi dan meningkatnya kesadaran konsumen Muslim. “LPPOM MUI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk halal, baik lokal maupun impor,” ungkapnya.

Acara yang diikuti secara luas oleh para pengurus MUI dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara ini memberikan wawasan mendalam mengenai peran MUI dalam Pilkada, penguatan kode etik, dan pentingnya sertifikasi halal. Diharapkan, melalui RAKORDA ini, MUI Sumatera Utara semakin mampu menjalankan tugasnya sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah, demi kemaslahatan bersama.

RAKORDA MUI Sumatera Utara: Perkuat Peran Ulama sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah

muisumut.or.id, Medan, 26 Oktober 2024 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) MUI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Grand Inna Hotel, Medan, pada 25-26 Oktober 2024. Mengusung tema “Penguatan Organisasi untuk Peningkatan Peran MUI sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah,” acara ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi MUI di seluruh wilayah Sumatera Utara dalam memperkokoh peran ulama sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah.

Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara, KH. Dr. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya, menegaskan peran penting MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Dalam pidatonya, ia menyatakan, “MUI bukan hanya sekadar organisasi keagamaan, melainkan penjaga moral bangsa. Kita harus berada di garis depan dalam menjaga integritas sosial, mendorong kemaslahatan, dan menjadi mitra strategis pemerintah. Semoga dengan RAKORDA ini, MUI di seluruh kabupaten/kota semakin mampu memperkuat kapabilitasnya sehingga dapat mewujudkan peran tersebut secara optimal.”

KH. Dr. Maratua juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan MUI dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Partisipasi aktif ini, menurutnya, menunjukkan komitmen kuat MUI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat dan kolaborasi bersama pemerintah.

Selain memperkuat sinergi, RAKORDA ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat MUI kabupaten/kota dalam memperkuat peran mereka sebagai khadimul ummah. Acara ini menjadi kesempatan penting, khususnya bagi MUI Mandailing Natal, untuk mempertegas misi dalam melayani umat dan bersinergi dengan pemerintah demi terciptanya kemajuan sosial, agama, dan bangsa.

GAPAI Sumut Silaturahim ke MUI Sumut, Bahas Maraknya Penistaan Agama Islam di Media Sosial

muisumut.id, Medan,  Kamis, 24 Oktober 2024 — Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumatera Utara bersilaturahim ke Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Kunjungan ini diterima langsung oleh Ketua Umum MUI Sumut, Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, serta Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. Dr. H. Asmuni, MA. Turut hadir Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, Dr. Muhammad Natsir, Lc, MA, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sumut, Dr. Irwansyah, MA, dan Wakil Direktur LADUI Sumut, Raja Makayasa Harahap, SH.

Dalam pertemuan ini, GAPAI Sumut menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya kasus penistaan agama Islam yang terjadi di Sumatera Utara, terutama melalui platform media sosial. Salah satu kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah penetapan Rudy Simamora, pemilik akun TikTok bernama Anak Batak Part2, sebagai tersangka penistaan agama Islam oleh Polrestabes Medan.

Ketua GAPAI Sumut, Ust. Rahmad Gustin, SE, yang didampingi oleh Pembina GAPAI, Ust. Drs. H. Aidan Nazwir Panggabean, mengungkapkan bahwa umat Islam merasa resah dengan banyaknya akun media sosial yang secara vulgar menghina agama Islam. Beberapa akun telah diidentifikasi dan akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

“Umat kecewa dengan lambannya penanganan kasus penistaan agama Islam oleh aparat kepolisian. Fenomena No Viral No Justice telah menjadi tren dalam penegakan hukum saat ini, sehingga umat mengambil langkah berbeda dari prosedur hukum yang ada,” ujar Ust. Rahmad.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh pengurus GAPAI lainnya, termasuk Sekretaris OK Agung Syahputra, Jubir Taufik Ismail, serta anggota Riswan, ST, Muhammad Ibrahim Sinambela, Riki, ST, dan Iqbal Nasution.

Ketua Umum MUI Sumut, Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, menyambut baik kehadiran GAPAI Sumut dan mengapresiasi upaya organisasi ini dalam mengawal serta mengawasi tindakan penistaan agama. Buya Maratua juga menyampaikan dukungan MUI Sumut agar GAPAI terus bermanfaat bagi umat.

“MUI Sumut siap berkolaborasi dengan GAPAI melalui LADUI dalam mengadvokasi kasus-kasus serupa. Kami berharap agar aparat penegak hukum lebih proaktif dalam menangani isu-isu ini demi menjaga kondusifitas daerah, khususnya menjelang pilkada serentak November mendatang,” pungkas Buya Maratua.

Silaturahim ini menandai langkah awal kolaborasi antara GAPAI Sumut dan MUI Sumut dalam upaya menjaga kehormatan agama Islam serta menciptakan stabilitas sosial di Sumatera Utara.

Pengurus Komisi Infokom MUI Arifatul Choiri Fauzi Resmi Jadi Menteri PPPA, Infokom MUI Sumut Ucapkan Selamat

Medan, muisumut.or.id — 23 Oktober 2024 — Arifatul Choiri Fauzi, Pengurus Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI), resmi dilantik sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Pelantikan ini mendapat respon positif dari MUI Sumatera Utara, terutama dari Tim Infokom.

Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Arifatul Choiri Fauzi. “Kami atas nama MUI Sumatera Utara, khususnya Tim Infokom, mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan kepada Ibu Arifatul. Semoga beliau diberikan kekuatan oleh Allah SWT dalam mengemban tugas yang sangat mulia ini,” ujar Akmaluddin.

Arifatul Choiri Fauzi menjadi salah satu dari sedikit perempuan yang dipercaya sebagai menteri di Kabinet Merah Putih. Sebelum ditunjuk sebagai Menteri PPPA, Arifatul menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Lahir di Madura pada 28 Juli 1969, Arifatul tidak hanya aktif di MUI, tetapi juga berperan penting dalam organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muslimat NU dan telah menerbitkan buku berjudul Kabar-kabar Kekerasan dari Bali, yang membahas peran media dalam pemberitaan peristiwa bom Bali.

Pengalaman panjangnya di organisasi seperti Infokom MUI, NU, dan PMII memberikan Arifatul landasan yang kuat untuk menjalankan tugas sebagai Menteri PPPA. Akmaluddin berharap, Arifatul mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di Indonesia. “Wanita adalah pilar utama bangsa, dan kami yakin beliau akan berperan besar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, khususnya dalam memberdayakan perempuan,” tambah Akmaluddin.

Dengan pengalaman yang luas, Arifatul Choiri Fauzi diharapkan dapat membawa perubahan positif di bidang perlindungan perempuan dan anak, serta menjadi teladan bagi pemimpin perempuan lainnya di Indonesia.