Medan, muisumut.or.id., 9 Agustus 2026, — Bidang dan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali melaksanakan kegiatan Safari Dakwah, Ahad, 9 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-51 MUI tersebut dilaksanakan di dua masjid, yakni Masjid Al Anshor, Jalan Medan–Batang Kuis, P.S. Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dan Masjid Arif Billah, Jalan Garu 2B, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
Safari Dakwah ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara MUI Sumut dengan para ulama, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta jamaah sekaligus menghadirkan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.
Di Masjid Al Anshor, tim Safari Dakwah MUI Sumut terdiri dari Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si., Dr. Hendra Kurniawan, M.Pd., dan Fachruddin Nasution, S.Pd. Sementara itu, Safari Dakwah di Masjid Arif Billah diisi oleh Dr. H. Muniruddin, M.Ag.
Dalam acara ta’aruf bersama jamaah Masjid Al Anshor, Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan Safari Dakwah merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Milad ke-51 MUI.

Menurutnya, Safari Dakwah tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan-pesan keagamaan, tetapi juga merupakan upaya MUI untuk semakin mendekatkan diri dengan umat serta membangun komunikasi dan silaturahmi secara langsung dengan masyarakat.
Tujuh Misi Kehidupan Muslim
Dalam ceramahnya, Prof. Abdullah menyampaikan sejumlah prinsip penting yang perlu menjadi perhatian seorang Muslim untuk meraih kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Ia menjelaskan setidaknya terdapat tujuh hal penting yang perlu dijalankan secara seimbang dalam kehidupan seorang Muslim.
Pertama, beribadah kepada Allah SWT. Ibadah merupakan tujuan utama kehidupan manusia sekaligus landasan dalam menjalankan seluruh aktivitas. Seorang Muslim tidak boleh memisahkan kehidupan dunia dari nilai-nilai pengabdian kepada Allah SWT.
Kedua, bekerja secara profesional dengan mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang tinggi. Menurutnya, Islam mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang produktif, memiliki kompetensi, bekerja sungguh-sungguh, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Ketiga, menuntut ilmu dan terus menambah wawasan. Perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat menuntut umat Islam untuk terus belajar. Ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas akan membantu seorang Muslim menghadapi berbagai persoalan kehidupan secara bijaksana.
Keempat, membina keluarga yang Islami. Keluarga merupakan fondasi utama pembentukan generasi. Karena itu, kehidupan keluarga harus dibangun dengan nilai keimanan, keteladanan, kasih sayang, pendidikan, dan akhlak yang baik.
Kelima, bermasyarakat dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial. Seorang Muslim tidak boleh hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Keenam, berdakwah serta mendukung berbagai kegiatan dakwah. Dakwah bukan hanya tugas ulama dan mubalig, tetapi merupakan tanggung jawab bersama sesuai dengan kapasitas masing-masing. Dukungan terhadap kegiatan dakwah menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berakhlak.
Ketujuh, menjaga kesehatan. Prof. Abdullah mengingatkan bahwa kesehatan merupakan nikmat Allah yang harus dijaga. Menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui olahraga, tidur yang cukup, pola hidup yang baik, serta segera berobat ketika mengalami sakit.
Ketujuh aspek tersebut, menurut Prof. Abdullah, perlu dijalankan secara seimbang. Kehidupan seorang Muslim tidak cukup hanya dengan memperkuat ibadah ritual, tetapi juga harus dibarengi dengan ilmu, profesionalitas, keluarga yang baik, kepedulian sosial, dakwah, dan kesehatan.
Serahkan Bingkisan kepada Jamaah
Pada akhir kegiatan, Prof. Dr. H. Abdullah menyerahkan bingkisan kepada pihak masjid yang berisi sajadah, buku hasil Muzakarah MUI Sumut, serta Majalah Media Ulama.
Penyerahan bingkisan tersebut menjadi bagian dari upaya MUI Sumut untuk terus memperkenalkan berbagai produk pemikiran, informasi, dan publikasi keislaman yang dihasilkan MUI kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua BKM Masjid Al Anshor, Ustaz Muhammad Ikbal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MUI Sumatera Utara atas pelaksanaan Safari Dakwah di masjid tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga silaturahmi antara MUI Sumut dengan masjid dan jamaah semakin kuat.
Safari Dakwah MUI Sumut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam membangun kedekatan ulama dengan umat, memperkuat pemahaman keislaman, serta menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.





