Saturday, March 7, 2026
spot_img
Home Blog Page 144

MUI Sumut Lahirkan Pusat Pengembangan Wakaf Produktif

0

muisumut.or.id, Medan  Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara membentuk Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP). Pembentukan ini dilegalkan dengan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara Nomor: Kep -019/DP-P II/II/2022 tentang Pusat Pengembangan Wakaf Produktif MUI Provinsi Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Direktur P2WP Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum setelah rapat perdana di MUI Sumatera Utara, 10 Februari 2022.

Pembentukan Pusat Pengembangan  Wakaf Produktif ini tidaklah muncul secara instan. MUI Sumatera Utara telah mendirikan gerai wakaf produktif sejak tahun 2018 di kawasan kantor MUI Sumatera Utara, jalan Majelis Ulama No.3 Sutomo Ujung Medan. Gerai wakaf produktif saat ini telah memiliki empat bidang usaha, yakni mini market, coffee shop, studio dan advertising. Gerai yang lebih dikenal dengan Kedai Wakaf ini juga dipergunakan sebagai laboratorium entrepreneurship Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU MUI Sumut)

Dalam rapat perdana dirumuskan beberapa hal di antaranya:  visi  Pusat Pengembangan Wakaf Produktif yaitu mensejahterakan umat Islam melalui wakaf produktif; dan misinya yaitu (1) mengembangkan ekonomi umat berbasis wakaf produktif dan (2) memberikan pelayanan publik yang mudah diakses secara gratis.

Pada periode pertama ini (2022- 2027), P2WP memiliki progam memfasilitasi dan mengembangkan 100 gerai wakaf produktif, membuat produk sendiri bekerjasama dengan UMKM muslim. “Pada periode ini juga insyaAllah kita akan membangun Baitul Mal (BMT) Wakaf Produktif serta Stasion   Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang juga dikelola secara wakaf,” ujar Akmal.

Akmaluddin yang juga merupakan ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara selanjutnya menyampaikan bahwa “kedepan kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi dengan berbagai strategi pengembangan yakni mengumpulkan dana wakaf baik abadi maupun wakaf berjangka serta gerai bisnis wakaf. Untuk gerai bisnis wakaf kita punya Tagline “kami memudahkan anda berwakaf” tutupnya.

PPP Silaturrahim dengan MUI Serdang Bedagai

0

muisumut.or.id, Medan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sergai dipimpin Ketua H. Haspul Huznain menerima kunjungan silaturrahim dari pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Serdang Bedagai.

Silaturrahim ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan peran masing-masing dalam menangani permasalahan ke-ummatan.

Pada kunjungan itu, Pengurus PPP Sergai dipimpin Ketuanya Sugiatik dan Hari Ananda MSP selaku sekretaris diterima Ketua MUI Sergai H. Haspul Huznain didampingi Wakil Ketua Kiai Sunarto, Sekretaris Ahmad Zaky dan Bendahara H. Abdul Malik. Pertemuan berlangsung di Kantor MUI Sergai, Sabtu (5/2) kemarin.

Ketua PPP Sergai, Sugiatik, S.Ag mengatakan sangat berterima kasih kepada MUI Sergai yang menerima PPP, kami hadir dalam rangka program keummatan karena PPP partai yang didirikan oleh ulama, sepantasnya kami hadir meminta nasehat kepada pada ulama demi demi kemaslahatan ummat tukasnya.

H. Haspul Huznain ketua MUI Sergai mengungkap bersyukur dipertemukan dengan PPP hari ini dan berharap agar PPP berjuang untuk kepentingan ummat dan selamat atas pengurus baru PPP 2022-2027.

Pertemuan diakhiri dengan saling bertugas cinderamata antara PPP dan MUI Sergai. (shd)

Menanam Pohon, Kolaborasi SOSBEN MUI SU Dengan BPDASHL Sumut

0

muisumut.or.id, Medan Menanam pohon itu berpahala. Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim).

Manusia tidak bisa terlepas dari tanaman dan pepohonan. Apalagi pohon juga menghasilkan oksigen.
Sebagai wujud pelestarian lingkungan serta meminimalisir terjadinya abrasi sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), Bidang Komisi Sosial Bencana MUI Sumatera Utara melakukan kegiatan penanaman pohon yang berfungsi sebagai pelindung dan penahanan tanah.

Bidang Komisi Sosial dan Bencana MUI Sumatera Utara bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai /Hutan Lindung (BPDASHL) Wampu Sei Ular Sumatera Utara dengan memberi pohon dan buah bersertifikat seperti pohon nyemlung, mangga, durian, lengkeng, rambutan, Jambu madu untuk ditanam sekitar Daerah Aliran Sungai.

Pada Hari Jum’at, tanggal 4 Februari 2022 tim Sosben MUI SU di bawah pimpinan Laila Rohani dan Nani Ayum Panggabean berangkat ke DAS Rawan Banjir, Kampung Badur jalan Mongonsidi pada wilayah Sanggar Pendidikan Silaturrahmi dan menanam pohon pohon itu disana dibantu oleh komunitas BKPRMI dan Karang Taruna. Dilanjutkan penanaman pohon ke DAS Jalan Brigjen Katamso gang Ksatria juga daerah rawan banjir, dibantu komunitas Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)

Sebagian Pohon juga didistribusikan ke wilayah De Flamboyan dan sekitarnya yang pada banjir tahun 2020 ditemukan korban tewas. Juga pepohonan dikirim ke DAS sekitar Kabupaten Sergai.

MUI SUMUT adalah tenda besar umat Islam, maka Komisi Sosial dan Bencana MUI SU juga mendistribusikan pohon ke Masjid, Madrasah, seperti Islamic Centre, MTsN 2 Medan, Masjid Al Amin Komplek Barokah dan MIS Al Marwa.

“Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” , kata Nani Ayum Panggabean, maka Komisi Sosial dan Bencana MUI SU juga sekalian membawa sumbangan sembako sebanyak 22 paket dari sisa dana Sumbangan MUI SU untuk Korban Banjir Di Sumatera Utara. Dananya berjumlah Rp 1.200.000.Bantuan itu diserahkan kepada para Dhu’afa yang ada di sekitar DAS Rawan Banjir Kota Medan. Kemudian juga membawa bantuan pakaian dalam dari Seorang Pengusaha Pak Atak teman dari Prof Muhammad Hatta Ketua Bidang Dakwah MUI SU.

Alhamdulillah berkat kerja sama tim Sosben yang semangat, ikhlas, niatkan ibadah, semua kegiatan berjalan lancar, Ujar Laila Rohani. Semoga MUI SUMUT semakin bermanfaat untuk umat.

Tim Majalah Media Ulama MUI Sumut Temukan Pondok Persulukan Tertua di Mandailing Natal

0

muisumut.or.id, Medan. Panyabungan, Persulukan atau orang Mandailing Natal (Madina) menyebutnya Parsulukan, merupakan tempat belajar dan mendalami agama Islam.
Kamis, 3 Februari 2022 Tim Majalah Media Ulama MUI Sumut berkunjung ke Parsulukan atau pondok Huraba pada tahun 1902 yang dipimpin Syekh Haji Husin Nasution (1866-1932) lahir di Huraba Kecamatan Siabu. 

Syekh Husin Nasution menikah dengan gadis asli Melayu di Perak, bernama Zainab. Mereka dianugrahi dua orang putera bernama Abdul Malik dan Ahmad Zein. Kaum kereabat Syekh Husin Nasution datang ke Perak untuk mengajaknya kembali ke kampung halaman Huraba.Isterinya tidak bersedia ikut. Setelah bermukim lima tahun di Perak, Syekh Husin Nasution kembali ke Huraba, kemudian menikah dengan gadis sekampungya, Masdaur, yang melahirkan seorang putera dan tiga orang puteri, masing-masing: Asmah, Halimah dan Abdul Jawad Nasution.

Pada tahun 1890 naik haji dan belajar di Masjidil Haram selama tujuh tahun. Setibanya di Huraba pada tahun 1902, Syekh Husin Nasution mendirikan Pondok Huraba. Muridnya datang dari berbagai tempat seperti Siabu, Barumun dan Padang Sidimpuan. Setelah mengasuh Pondok Huraba selama 24 tahun. Syekh Husin Nasution pindah ke Padangsidimpuan dan mengajar di Masjidil Raya Lamo. Beberapa orang di anatar muridnya anatar lain: Haji Abdul Wahab, Ratal, Haji Abdul Gani, Haji Kari, Haji Shomad dan Syekh Abdul Manan Siregar.

Dr. Akmaluddin Syahputra M. Hum mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui jejak pendidikan Islam di Kab. Madina

“Ini penting bagi kami, sebab Majalah Media Ulama ini akan kami terbitkan dengan tujuan memberitahu kepada khalayak bahwasanya di Madina ini banyak tempat-tempat yang menjadi sejarah bagi agama Islam”, ungkapnya.

Ali Azmi Nasution, selaku keturunan pendiri Parsulukan  mengungkapkan bahwa kegiatan di Parsulukan ini bertujuan untuk mendalami ilmu tentang Islam khususnya Tauhid dan menjadikan tempat Halaqah

“Dulu ini dibuat leluhur kami untuk wadah orang-orang yang ingin mendalami ilmu Tauhid, di sini belajarnya”

Selain Ali, H. Damri Pulungan, Lc yang juga keturuanan pendiri Parsulukan mengungkapkan bahwa masih ada bukti sejarah yang tertinggal yakni bangunan teras Masjid as Sakinah yang bernuansa Melayu Kuno dan masih adanya tiang Masjid pertama yang menjadi pondasi Masjid tempat beribadah para jamaah parsulukan 120 tahun silam

“Atap mesjid yang di teras merupakan bukti sejarah, karena leluhur kami dulu belajar agama Islam sampai ke Malaysia sana. Masjid ini sedang di Renovasi, namun untuk pondasi tiang tengahnya tetap kami buat tiang yang pertama kali saat Masjid ini berdiri”, ungkapnya.

H Damri LC

Damri mengaku, sejak leluhurnya yang merupakan pendiri Parsulukan berdomisili ke Padangsidempuan,Tapanulis Selatan, Parsulukan ini mengalami penurunan jama’ah sehingga akhirnya vakum dan tidak beroperasi
“Sejak leluhur kami menikah dan berdomisili di Padangsidempuan, vakum lah pesantren ini karena kajian-kajian Islam jarang di syiarkan lagi”, akuinya.

Rustam Pakpahan, MA selaku Pemimpin Redaksi Media Majalah MUI Sumut menyampaikan harapannya terkait Parsulukan As-Sakinah untuk dihidupkan kembali sebagai wadah belajar umat Islam

“Sangat disayangkan sekali jika Parsulukan ini harus Vakum. Mungkin banyak di sini tempo dulu orang belajar di sini, semoga para leluhur dapat menghidupkannya kembali agar wadah belajar Umat Islam di Madina ini terus bertambah”, harapnya.

Masih di Madina, Tim Majalah MUI Sumut Bertolak ke Kec. Siabu Kunjungi Pesantren Darul Hadist

0

muisumut.or.id, Medan Memasuki hari keempat, Tim Majalah MUI Sumut berkunjung ke pesantren Darul Hadist di Huta Baringin, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (3/2).

Kepala Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M. Hum mengatakan kunjungan ini sengaja dilakukan karena Tim Majalah Ulama MUI Sumut akan menjadikan Kabupaten Mandailing Natal sebagai liputan khusus Majalah Media Ulama periode pertama di tahun 2022.

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplor tentang keIslaman di Kab. Madina termasuk salah satunya pesantren. Memang ada 24 pesantren di sini, namun tidak dapat semua kami kunjungi karena keterbatasan waktu,” terangnya.

Perjalanan menuju lokasi pesantren, Tim Majalah MUI Sumut turut didampingi ketua MUI Madina, H. Nasir, Lc, M.Pd dan Kabid Infokom MUI Madina, H. Alwin Tanjung, M.Th.

Kedatangan Tim Majalah Media Ulama ini pun disambut hangat oleh Ali Amri Lubis selaku salah satu pengajar yang masih aktif sejak awal Pesantren Darul Hadits beroperasi.

Ali Amri Lubis mengatakan, pesantren yang didirikan sejak 1998 ini difokuskan untuk belajar Kitab Kuning mengikuti materi yang ada di Arab Saudi.

“Pesantren ini dibangun pada tahun 1998, namun mulai beroperasi pada tahun 2000, kami para pengajar fokus memberikan ilmu terkait membaca Kitab Kuning dengan materi yang berasal dari Arab Saudi yakni hadist dan tafsir, sebagian materi juga mengikuti dari pesantren Musthafawiyah Purba Baru,” ungkapnya.

Ali Umri juga mengaku bahwa alumni dari pesantren Darul Hadist banyak yang melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar Magister dan Doktor baik lulusan dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Alhamdulillah alumni dari pesantren ini mencapai 2000an dan banyak yang melanjutkan pendidikannya sehingga berhasil meraih gelar Magister dan Doktor. Ada yang di Indonesia, ada juga yang ke Iran dan Malaysia”, ungkapnya.

Meski demikian, Ali Umri juga tidak menampik bahwa di pesantren ini pun masih terdapat kekurangan. “Kekurangan pesantren kita ini adalah tidak adanya pakaiannya khas dari pesantren, bisa dibilang ya belum ada, mungkin kedepan bisa kita berbenah untuk itu,” kata Ali Umri.

Sebelum berkunjung ke pesantren Darul Hadits, Tim Majalah MUI Sumut sudah lebih dulu melakukan kunjungan ke pesantren lain yang juga berada di Kab. Mandailing Natal. Mulai dari pesantren Musthafawiyah sebagai pesantren tertua dan juga pesantren Aljunai-Diyah yang memiliki pasar wakaf produktif.

MUI Sumut Apresiasi Respon Bijak Ketua Umum MUI Madina Terkait Video Tari Ular

0

muisumut.or.id, Medan MUI Sumatera Utara mengapresiasi Tindakan cepat dan bijak yang dilakukan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Mandailing Natal, dengan mengeluarkan tausiyah serta silaturrahim ke pihak terkait. Respon ini terkait  viralnya sebuah video tari ular yang dilakukan oleh Iqbal (Rihana) Komunitas Waria di café Dapur Nenek, Panyabunan, Mandailing Natal. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum kepada muisumut.com di Panyabunan Selasa 02/02/2022.

Ketua Umum MUI Mandailing Natal H. Nasir, LC, M.Pd dan rombongan mendatangi Polres Mandailing Natal, pada Kamis 27/01/22. Kedatangan pengurus MUI ini selain menjalin hubungan Silaturahmi, juga berkodinasi terkait hal tersebut.

Kapolres Mandailing Natal AKBP.H.M.Reza Chairul pada pertemuan itu langsung menerima pengurus MUI di ruang kerjanya.

Dikatakan Kapolres dalam pres rilis nya, perilaku yang tidak senonoh oleh sekelompok orang dalam merayakan ulang tahun itu adalah salah satu prilaku yang bisa berefek Guantibmas yang akan menjadi besar nantinya,”mari kita jaga bersama Kamtibmas tetap aman dan kondusif di Kabupaten Mandailing Natal” sambung AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, S.I.K, S.H, M.H

Kapolres mengaku sudah melakukan antisipasi dengan memanggil pemilik cafe untuk klarifikasi.

“Alhamdulillah koordinasi kami Polres Madina dan Ketua MUI sekapat yaitu membuat video pernyataan maaf kepada warga masyarakat Mandailing Natal dari penyelenggara Ultah dan para komunitas waria yang pada giat tersebut, kemudian dari MUI juga akan membuat video tanggapan atas kejadian tersebut, yang terpenting adalah warga masyarakat ‘Kamtibmas Di kabupaten Mandailing Natal Harus Konfusif” tutup AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, S.I.K, S.H, M.H

Viralnya video perayaan ulang tahun Ikbal alias Rihana di salah satu cafe memang membuat resah masyarakat, sehingga MUI berkewajiban memberikan respon yang cepat dan bijak.

Dalam tausiyahnya MUI Madina menyayangkan atas kejadian tersebut yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal yang  menyinggung perasaan umat Islam ulama tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan umat Islam di kabupaten Mandailing Natal. Hal tersebut bertentangan dengan syariat Islam umat Islam dan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 57 tahun 2014 tentang lesbian dan gay.

DP MUI Kab Mandailing Natal merekomendasikan kepada pemerintah daerah kabupaten Mandailing Natal dan aparat hukum lainnya untuk menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tidak mengganggu ketentraman umat Islam dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Mandailing Natal

MUI juga meminta kepada para ulama tokoh agama tokoh adat dan masyarakat umat Islam untuk menahan diri jangan sampai kejadian tersebut menyebabkan terciptanya ketidaknyamanan terutama umat Islam di kabupaten Mandailing Natal

Nasir juga meminta kepada yang terkait dan yang terlibat dan dalam acara tersebut agar membuat perminta maafan kepada umat Islam Kabupaten Mandailing Natal secara khusus.

Tim Majalah Media Ulama Telusuri Kampung Halaman Ketum MUI Sumut Maratua Simanjuntak

0

muisumut.or.id, Medan Panyabungan, Tim Majalah Media Ulama Infokom MUI Sumut mengunjungi Desa Bandar Limabung, Lingga Bayu, Kab. Mandailing Natal yang merupakan kampung halaman Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak pada Selasa, (1/2).

Tujuan utama kedatangan tim infokom ke Bandar Limabung, kampung halaman Maratua, adalah untuk mengumpulkan data  terkait biografi ketum MUI Sumut tersebut.

“Kunjungan ini bermaksud untuk mendokumentasikan biografi Dr. H. Maratua Simanjuntak dalam bentuk tayangan video dokumenter,” ucap Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum selaku Kabid Infokom MUI Sumut.

Tim infokom pun melakukan perjalanan sekitar tiga jam dari kota Panyabungan menuju Simpang Gambir. Setelah  melintasi jalan berbatu dan curam melewati  perkebunan PT. PSU (Perkebunan Sumatera Utara) eks perkebunan Belanda yang berjarak 7 km dari kampung  Limabung, jarak ini harus ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Infokom MUI Mandailing Natal H. Alwin Tanjung, M.Th, ikut mendampingi tim Infokom MUI Sumut sekaligus menjadi pemandu jalan menuju Bandar Limabung.

Sesampai di Simpang Gambir (nama kampung sebelum kampung Dr. Maratua), Tim Infokom MUI Sumut juga turut didampingi oleh Ketua MUI Kecamatan Lingga Bayu, Uwais Al Qorni.

Tiba di kampung halaman Limabong Kec. Lingga Bayu, tim infokom MUI Sumut mendapatkan bait kesan dari orang-orang terdekat. yang memanggil Dr. Maratua Simanjuntak dengan  sebutan “Mora”

Bertua Simanjuntak, yang merupakan keponakan ketum MUI Sumut itu menyampaikan bahwa ia mendengar kisah tentang Maratua dari orang tuanya.

“Menurut cerita orang-orang tuaku dulu, orang tua Pak Maratua ini muallaf. Namanya Dimuallafkan sama Khalifah Arifin yang merupakan pembuka jalan kampung ini,” ucapnya.

Berziarah Khalifah Arifin Simanjuntak

Dari Nurhayati Panjaitan, yang merupakan bibi Maratua, kami mendapati informasi bahwa ia lebih mengenal Maratua sebagai anak yang giat belajar sejak kecil.

“Dia itu dari dulu memang giat belajar. Yang paling ku ingat dulu dia sekolah arab di daerah Batu Loting, rajinlah memang anaknya,” ungkapnya.

dirumah tempat dimana Dr. Maratua Simanjuntak dilahirkan, Desa LImabong Kec. Lingga Bayu, saat ini rumah tersebut dihuni oleh Ibu Zahara Siregar  istri dari almarhum Maharuddin Lubis yang merupakan Ipar dari Dr. Maratua

Untuk mendapatkan data lengkap tentang biografi Maratua, tim infokom masih harus mengunjungi beberapa lokasi lagi sebagai informasi tambahan.

Dr. Akmaluddin Syahputra menyampaikan bahwa tim infokom sudah mendatangi sekolah Ketum MUI Sumut itu. Meski tentunya sekolah tersbut telah mengalami banyak perubahan namun semoga bisa memberikan informasi terkait dokumentasi biografi

Sekolah Dasar Dr. Maratua saat ini dikenal dengan UPTD SD Negeri 288 Simpang Bajole Wilayah XII Kec. Lingga Bayu. Sekolah Arab tempat beliau mengaji yang jaraknya cukup jauh, hampir 1 jam dengan mengendarai mobil Tim Infokom barulah tiba di Madrasah Diniyah Awaliyah MDA Simpang Duku Kec. Lingga Bayu

“Tim Infokom  mendatangi sekolah beliau di Lingga Bayu yang merupakan tempat Dr. Maratua menuntut ilmu kemudian juga sekolah Arabnya di Batu Loting,” ucap Akmaluddin.

Akmaluddin berharap data-data yang akan dikumpulkan nantinya bisa segera rampung. “Semoga bisa rampung datanya biar bisa segera kita hasilkan dalam bentuk biografi,” harapnya.

(YLT)

Hadir Dalam Halaqah Kebangsaan, MUI Sumut Siap Cegah Paham Radikal-Terorisme

0

muisumut.or.id, Medan MUI Sumatera Utara siap berpartisipasi dalam mencegah paham radikal-terorisme yang beredar di masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan para Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara pada acara Halaqah Kebangsaan, Rabu (26/1).

Digelar secara hybrid, Halaqah Kebangsaan yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Ekstremisme Terorisme (BPET) MUI Pusat tersebut  mengahadirkan 100 orang secara luring bertempat di Ballroom Singosari, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Sedangkan melalui daring diundang 100 orang termasuk Ketua Umum MUI Provinsi se Indonesia.

Dalam hal ini Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak mengajak seluruh Dewan Pimpiniana MUI untuk secara bersama mengadiri kegiatan tersebut di Aula Lantai 2  melalui aplikasi zoom.  Dr. H. Maratua Simanjuntak dalam hal ini menyampaikan “bahwa acara ini sangat penting dan sangat strategis pada saat ini, sehingga saya mengundang seluruh Dewan Pimpinan untuk bersama mengikuti acara halaqah ini secara bersama.”

Tentang diadakannya Halaqah Kebangsaan ini, Ketua BPET MUI PUSAT, M. Syauqillah, Ph.D menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan dalam rangka membangun kesadaran masyarakat dan umat Islam terhadap pencegahan tindakan terorisme.

“Gerakan radikal-terorisme merupakan pemahaman dan tindakan yang terlarang dalam agama. Melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2004 tentang Terorisme, BPET MUI memiliki kepentingan untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan radikal-terorisme,” jelasnya.

Syauqillah juga melanjutkan bahwa salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi ragam tantangan kebangsaan tersebut dengan melakukan optimalisasi penguatan Islam wasathiyah (moderat) di semua level.

“Islam wasathiyah bisa menjadi solusi bagi umat Islam Indonesia dan dunia untuk mewujudkan kehidupan beragama yang berkemajuan, toleran,” lanjutnya.

Ia berharap dengan adanya Islam Wasathiyah kehidupan bermasyarakat kan damai.

“Islam Wasathiyah diharapkan mampu membentuk kehidupan kemasyarakatan yang damai dan saling menghargai, mengejawantahkan ajaran agama yang inklusif, bersatu dan berkeadaban, serta menciptakan kehidupan kenegaraan yang demokratis,” tutupnya.

Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk:
1. Mensosialisasikan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa
2. Meneguhkan identitas islam keindonesiaan yang ramah dan toleran dalam
perbedaan piliihan dan aliran.
3. Menumbuhkembangkan kesadaran dalam ber-Indonesia melalui penguatan
nilai-nilai Islam wasathiyah.
4. Membangun ketahanan kolektif ideologi berbangsa guna menjaga Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Peduli Kesehatan Perempuan, MUI Sumut Adakan Tes IVA Gratis Bagi Masyarakat

0

muisumut.or.id, Medan Menaruh perhatian kepada kesehatan perempuan, MUI Sumatera Utara melalui Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) mengadakan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) bagi masyarakat secara gratis, Rabu (26/1).

Kegiatan ini digelar secara serentak di 34 Provinsi yang ada di Indonesia dan MUI Sumut menjadi salah satu lokasi digelarnya tes IVA ini.

Dengan menggandeng BAZNAS, MUI Sumut membuka peluang bagi masyarakat luas untuk mengikuti kegiatan tes IVA ini dengan melakukan pendaftaran.

Terdata sebanyak 200 orang yang akan mengikuti kegiatan tes ini. Masing-masing berasal dari perwakilan ormas perempuan dan juga masyarakat umum.

Diadakannya tes IVA ini menjadi hal penting bagi Ketua Komisi KPRK MUI Sumut, Dr. Hj. Sukiati, MA. Ia mengatakan bahwa masalah kesehatan reproduksi perempuan sudah menjadi wacana sejak lama dan sudah menjadi isu nasional yang membutuhkan penanganan khusus dan serius.

“Untuk kesehatan reproduksi perempuan menjadi hal yang penting, terutama ini berkaitan dengan penyakit yang menyerang kesehatan reproduksi perempuan,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan dengan adanya tes IVA ini setidaknya ada dua poin penting yang menjadi fokus saat ini.

“Pertama, kita gelar tes IVA secara gratis agar terbuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk mendeteksi sejak dini tentang penyakit kanker serviks. Kedua, memberikan informasi, pengalaman, dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga organ reproduksi perempuan,” jelasnya.

Sejalan dengan hal itu, Ketua MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, juga turut menyampaikan bahwa Islam peduli tentang pentingnya menjaga kesehatan.

“Sudah jelas sekali Islam menjaga kesehatan, utamanya dalam hal ini menjaga kesehatan reproduksi perempuan yang memiliki hubungan erat dengan keturunan. MUI punya peran untuk memastikan bagaimana umat Islam itu sehat dan mampu memiliki keturunan,” ucapnya.

Ia pun berharap dengan diadakan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal sebagai ikhtiar menjaga kesehatan.

“Harapannya ini juga dapat menjadi titik awal pembinaan ibu-ibu di organisasi masing-masing bagaimana menjaga kesehatan. Semoga Allah memberikan keberkahan,” ujar Maratua.

Kegiatan ini pun dibuka secara resmi oleh Dra. Hj. Siti Ma’rifah, M.M selaku Ketua Komisi KPRK MUI Pusat. Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan terkait tes IVA.

“Tes IVA menjadi langkah awal untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Dari tes IVA ini kemudian dilakukan tindak lanjut pemeriksaan jika diterdeteksi penyakit kanker serviks,” ucapnya.

Siti Ma’rifah juga mengapresiasi diadakannya kegiatan ini. Ia mengaku bahwa perempuan begitu berhak memiliki perhatian khusus karena peranan pentingnya.

“Perempuan Indonesia harus menjadi perempuan yang sehat karena dengan sehatnya perempuan maka akan melahirkan generasi yang berkualiatas,” ujarnya.

Ia berharap kedepan hadir pula berbagai kegiatan lain yang juga memperhatikan kesehatan perempuan. “Mudah-mudahan kegiatan semacam ini bisa berlanjut mengingat banyak lagi penyakit yang mengancam perempuan seperti kanker payudara,” harapnya.

Sebelum tes IVA diadakan, para peserta terlebih dahulu diberikan arahan tentang Pencegahan Penyakit Kanker Seviks oleh dr. H. Bayu Wahyudi, MD, S.pOG, MPHM, MHKes, MM(RS). Usai dipaparkan penjelasan, kemudian pemeriksaan tes IVA kepada peserta pun dilakukan.

MUI Sumatera Utara Respon Kesalahan Tulis Buku Majmu’ Syarif’ dengan Somasi

0

muisumut.or.id, Medan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara merespon dengan cepat atas terjadinya kesalahan tulis pada buku Majmu’ Syarif yang diterbitkan oleh Penerbit Nidya Pustaka, Surabaya, Jawa Timur. Buku Majmu’ Syarif yang ditulis oleh Amirul Fiqih dicetak (dipesan) oleh keluarga Almarhum Prof. Dr. H. Abdullah Syah MA untuk digunakan pada proses tahlilan pada malam ke-40. Ternyata setelah dilakukan pembacaan tahlil pada buku Majmu’ Syarif itu ditemukan berbagai kesalahan yang sangat mengganggu.

Demkian Ketua Umum DP MUI Sumut Dr. Maratua Simanjuntak didampingi Ketua Bidang Infokom  Dr. Akmaluddin Syahputra M.Hum menjelaskan kepada media di Medan.

Somasi yang disampaikan MUI Sumut melalui Bidang Fatwa kepada penerbit Nidya Pustaka disampaikan melalui surat Nomor: C.047/DPP-II/I/2022 bertanggal 22 Jumadil Akhir 1443 H/ 25 Januari 2022 yang tembusannya disampaikan kepada Menteri Agama, DP MUI, Gubernur Sumatera Utara dan beberapa pihak lain.

Surat Bidang Fatwa ditandatangani Ketua Bidang Fatwa Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman Lc, MA dan Sekretaris Dr. Irwansyah M.H.I. surat itu juga ditandatangani oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara  oleh Ketua Umum Dr. Maratua Simanjuntak sebagai mengetahui.

Irwansyah menambahkan bahwa surat Somasi itu dilayangkan setelah terlebih dahulu dibahas dan disepakati dalam rapat Komisi Fatwa, Selasa tanggal 25 Januari 2022. MUI sebagai lembaga yang salah satu peran dan tugasnya sebagai pelindung Umat (Himayah Al Ummah) harus tanggap atas berbagai persoalan Umat Islam.

Tahlilan malam ke-40 yang dihadiri banyak tokoh Islam Sumatera Utara itu juga dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi setelah melakukan diskusi dengan berbagai ulama kemudian meminta MUI Sumut untuk merespon persoalan kesalahan yang terjadi pada buku Majmu’ Syarif yang sempat beredar di Medan.

Sesalkan Kesalahan Tulis

Ketua MUI Sumatera Utara. Dr. Maratua Simanjuntak menyesalkan beredarnya buku Majmu’ Syarif yang memiliki banyak kesalahan. DP MUI Sumut melalui Bidang Fatwa telah melakukan pengkajian atas kesalahan yang terjadi. Dijelaskan, kesalahan yang ditemukan antara lain:

  1. Halaman 55 pada surah Yasin ayat 19 tertulis     قلوا طائركم seharusnya قالوا طائركم
  2. Halaman 58 Pada surah Yasin ayat ke 26 tertulis يعملون seharusnya يعلمون
  3. Halaman 124 pada surah al-Kahfi ayat ke 82 tertulis لم تستطع seharusnya لم تسطع
  4. Halaman 192 pada surah al-Waqi’ah ayat ke 6 tertulis منبشا seharusnya منبثا

Untuk itu, Majelis Ulama Indonesia Sumut lewat surat somasinya meminta kepada penerbit Nidya Pustaka Surabaya untuk secepatnya:

  1. Menarik semua Buku Majmu’Syarif terbitan “Penerbit Nidya Pustaka Surabaya”  yang terdapat banyak kesalahan penulisan ayat Alquran yang sebahagiannya telah disebutkan di atas.
  2. Atas buku yang telah terlanjur dicetak dan beredar di masyarakat, Penerbit harus membuat dan mem-publish ralatnya ke publik.
  3. Memeriksa semua buku terbitan Penerbit Nidya Pustaka Surabaya yang memuat ayat Alquran dan membuat Ralat jika terdapat kesalahan.
  4. Kepada seluruh Penerbit yang akan mencetak buku yang memuat ayat-ayat Alquran wajib menyesuaikannya terlebih dahulu dengan mushaf Alquran terbitan Kemenag RI yang telah di tashih.

DP MUI Sumut selain mengirim surat somasi kepada penerbit Nidya Pustaka Surabaya, juga mengirim surat kepada Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur agar menindaklanjuti surat somasi demi menjaga kehormatan AL-Qur’an dan kesalahan berkesinambungan bagi masyarakat.

Ketua MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak mengkhawatirkan buku Majmu’ Syarif yang memiliki banyak kesalahan yang sangat prinsipil itu telah beredar di tangah masyarakat dalam jumlah yang banyak. Untuk itulah kemudian, MUI Sumut perlu merespon persoalan ini secepatnya. (*)