Saturday, March 7, 2026
spot_img
Home Blog Page 146

LPTQ SU melaksanakan BIMTEK & WORKSHOP Dewan Hakim Se Sumut.

0

muisumut.or.id, Medan. Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi dan integritas hakim MTQ, LPTQ SU melaksanakan Bimtek selama dua hari sabtu-ahad 29-30 Januari 2022 di BPSDM SU. Pada ahadnya tanggal 30 juga dilaksanakan Workshop para dewan hakim MTQ SU. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengupgrade pengetahuan para dewan hakim terkaig juknis permusabaqahan tahun 2022.

Kedua acara ini menghadirkan narasumber dari LPTQ Nasional Prof. Dr. H. Said Agil Husein al-Munawwar, M. A. Dan Dr. Hj. Umi Husnul Khotimah, M. A. Acara ini dibuka oleh ketua umum LPTQ SU Dr. H. Asren Nasution M. A. Dalam sambutannya Asren menyebutkan bahwa LPTQ akan selalu membuat kegiatan-kegiatan untuk upgradisasi pengetahuan dewan hakim dengan menghadirkan pakar-pakar dari LPTQ Nasional.

Asren juga menambahkan bahwa tidak ada satu keberhasilan tanpa melalui persiapan yang terencana dan matang. Sejak 2017 LPTQ mulai membuat perencanaan untuk prestasi Sumut di event Nasional dan pada tahun itu kafilah Sumut meraih III besar pada STQ nasional di Tarakan, Kalimantan Utara. Pada tahun 2018 Sumut kembali meraih III besar pada MTQ Nasional yang diadakan di Medan, Sumatera Utara. Tahun 2021 Sumatera Utara Kembali meraih juara III Nasional pada STQ Nasional di Sofifi, Maluku Utara.

Peserta Bimtek & Workshop sangat antusias dan apresiasi terhadap LPTQ yang melaksanakan kegiatan ini, mereka berharap kegiatan seperti ini terus dibuat begitu yang disampaikan oleh salah seorang peserta dari Medan Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti dan Muhammad Syafiq utusan Batubara serta Anwar Efendi utusan LPTQ Kab Langkat.

Peserta yang antusias berdialog dengan para Narasumber menyatakan waktu dua hari terasa kurang untuk menimba ilmu dari paka-pakar Alquran Nasional.
Malamnya sabtu, haflah dilaksanakan dengan Tampilan Grup Nasyidatul Fuad H Gamal Abd Naser dan H Zaini Lubis. Dengan menampilkan Qari /Qariah berorestasi seperti Hj. Nurjannah, MHI, Ahmad Khairi Novandra, SH dan Qariah Senior Hj. Samsiar…. Acara haflah berlansgung sampai tengah malam.

Dalam penutupan acara yang berlangsung khidmat dengan tampilnya Qori Nasional asal sumut H. Darwin Hasibuan membaca Alquran menambah gegap gempita dan haru suasana. Drs. H. M. Yusuf Rekso pada acara penutupan menyampaikan suksesnya dua acara ini tak terlepas dari kerja keras panitia Dr. H. Milhan Yusuf M. A., Dr. H. Muaz Tanjung M. A., Dr. Mardian Idris M. A, Dr. Hj. Masdalena M. Kes dan H. Ikhwan Lubis sebagai pengarah. Ketika ditemui awak media sekretaris Panitia Dr. Irwansyah M. H. I. acara LPTQ kali ini di desain dengan teknologi modern dengan menampilkan vidio cinematografi prestasi emas LPTQ 202. Dia menambahkan, Keterlibatan tim infokom MUI SU sangat berperan. Mulyo, Yogo, Alfi dan Naufal yang juga merupakan kader-kader Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara yang saat ini diberdayakan MUI SU. Ungkapnya… []

Tim Majalah Media Ulama MUI Sumut Liput Islam di Kab. Madina

0

muisumut.or.id, Medan Tim majalah Media Ulama MUI Sumut di bawah bidang Infokom melaksanakan liputan selama 5 hari dari tanggal 31 Januari hingga 4 Februari 2022. Tim yang dipimpin Rustam, MA  selaku Pimpinan Redaksi majalah Media Ulama berjumlah 6 orang yaitu Akmaluddin Syahputra, Ali Suman, Ari Syahputra, Mhd. Mulyo Ponconiti, dan Yogo L. Tobing.

Rustam menyampaikan  bahwa  salah satu fungsi majalah media ulama adalah memberitakan dan mengulas isu sosial keagamaan di Sumatera Utara. Untuk itu dibutuhkan ketersediaan data lapangan yang merujuk ke sumber data pertama, baik dalam bentuk dokumen, audio, dan visual.

“Perjalanan liputan ini begitu penting untuk keberlanjutan berita keagamaan di Sumatera Utara” tuturnya kepada muisumut.com

Pada kesempatan itu Ketua  Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, Akmaluddin menyampaikan bahwa Bidang Infokom memiliki program liputan ke daerah kab/kota se-Sumatera Utara yang dilaksanakan secara periodik sesuai dengan kebutuhan. Di tahun 2021 yang lalu Tim Infokom MUI Sumut melaksanakan liputan di kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Dari hasil perjalanan tersebut menghasilkan 2 produk yakni, liputan di majalah media ulama, video tentang Islam di kota kab/kota tersebut yang telah dipublikasikan  di channel youtube MUI Sumut.

“Pada awal tahun 2022 Bidang Infokom akan meliput  Kabupaten Mandailing Natal. Dari hasil perjalanan  ini insyaAllah akan menghasilkan yakni liputan di majalah media ulama dan video tentang Islam di daerah tersebut. Khusus untuk perjalanan ke Kab. Mandailing Natal Tim Infokom akan menyempatkan berkunjung ke Batang Natal tempat kelahiran Ketua Umum MUI Sumut, diharapkan juga akan menghasilkan “video biografi Dr. H. Maratua Simanjuntak”   tuturnya.

Tim Majalah Media Ulama akan melakukan silaturrahim dengan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Mandailing Natal,  audiensi degan Bupati Madina, meliput ke Pondok Pesantren Mustafawiyah, serta ke Simpang Gambir dan Muara Soma

Direktur Kedaiwakaf MUI Sumut Siap Berkolaborasi Dengan Forum Bisnis Sumatera Utara

0

muisumut.com Medan, Direktur Kedai Wakaf MUI Sumatera Utara  Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum  menghadiri Silaturrahim produktif Forum Bisnis Indonesia Sumatera Utara,  Ahad 30  Januari  2022 di Raz Plaza Jalan Dr. Mansyur Medan. Akmaluddin yang juga merupakan ketua Bidang Informatika dan Komunikasi MUI Sumatera Utara menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Forum Bisnis, “insyaAllah Kedaiwakaf MUI Sumut siap berkolaborasi dengan kawan kawan intrepreneur lainnya”

Kegiatan yang dihadiri hampir 100 orang bertujuan untuk penguatan program  Forum Bisnis Indonesia dalam 5 hal yakni; mengakses  pelayanan perizinan  usaha, sertifikat halal MUI dan lainya,  mengakses bantuan pemerintah, mendampingi bantuan KUR Perbankkan, pendampingan digital marketing dan bekerjasama membentuk  jaringan.

Dalama sambutannya  Ketua Forum Bisnis  H. IR. Erwin Afrizal, MM  mengatakan bahwa Acara hari ini  agak berbeda dengan yg biasa kita laksanakan.

“Hari jni kita berkolaborasi dengan keluarga besar alumni mualimin  dan mualimat Muhammadiyah Yogyakarta  serta koperasi forum bisnis Indonesia

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dinamika bisnis  Pasca krisis ekonomi ditambah hantaman pandemi covid 19 mengharuskan dunia usaha dan para professional untuk melakukan penguatan dan membangun kerjasama, kolaborasi dan  sinergi terhadap semua kegiatan bisnis. Harus banyak pintu dibuka untuk mendapatkan pendapatan, baik pendapatan tetap maupun tidak tetap dengan beragam usaha dengan banyak melakukan silaturahmi produktif.

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ust Dr. Amhar  Nasution  serta santunan uang dan sembako kepada anak yatim. Dalam ceramahnya ia menegaskan bahwa orang Islam harus kaya karena ibadah butuh harta seperti zakat dan haji. Di akhir cemarah ia sempatkan  menyampaikan  apesiasi  terhapap pemerkasa  acara silaturraim produktif yaitu Ir.  Putrama alkhairi  yg juga sekretaris komisi  pemberdyaaan ekonomi  umat MUI Sumatera Utara

Kartu Forbis Diluncurkan

“Pada kegiatan Silaturrahim ini juga diluncurkan kartu Forbis yang akan menjadi penghubung di antara kita sehingga memudahkan untuk berkolaborasi.” Ucap Putrama.

Dia menyampaikan bahwa UMKM adalah pelaku bisnis yang sedang berjuang membangun kelas menengah yang tangguh, perlu kepastian dana dan market permanen untuk menunjang daya tahan UMKM dengan pemasukan income lain dan tetap dan terus berkembang.Diperlukan kekuatan kerjasama yang saling mendukung. Dibutuhkan inovasi  agar pengembangan bisnis terukur sehingga terbangun ekosistem bisnis yang memadai.

Adapun Konsep Rencana Kerjasama Musyarakah

  1. Forum Bisnis menghimpun semua komunitas untuk focus bicara bisnis dan aktifitas bisnis, mengelola bisnis secara professional , dan bersilaturahmi produktif.
  2. Para UMKM, Pengusaha, Profesional, Politisi, Aktifis Sosial dan para tokoh masyarakat saling membesarkan dan bersinergi antara satu dan yang lain termasuk dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
  3. Forum Bisnis Indonesia mengembangan bisnis UMKM yg potensial untuk diadvokasi,dibina dan dikerjasamakan dengan investor dengan pola kerjasama yang saling menguntungkan.
  4. Forum Bisnis Indonesia familiar dengan perkembangan bisnis dipasar modal, star up,uang digital,Metavers, youtuber, inflenser ,buzzer produktif, survey survey politik, dan lainnya serta mencoba membangun ekosistem bisnisnya.

Bantuan Pasca Banjir, Warga Sergai Apresiasi Bantuan MUI Sumut

0

muisumut.or.id, Medan Sei Rampah- Majelis Ulama Indonesia Serdang Bedagai menyerahkan bantuan kepada 30 warga pasca banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai beberapa waktu lalu. Bantuan diserahkan MUI Sergai melalui Bendahara MUI H. Abdul Malik, Sabtu (29/1) di Kantor MUI Jalan Protokol Firdaus, Sei Rampah.

Banjir yang melanda beberapa kabupaten di Sumatera Utara, salah satunya Serdang Bedagai memberi keprihatinan kepada pengurus MUI Sumut dan kemudian melalui penggalangan dana dan disalurkan melalui MUI di daerah, salah satunya untuk korban banjir di Serdang Bedagai.

Bendahara MUI Sergai, H. Abdul Malik menjelaskan bantuan dari MUI Sumut itu berupa beras, telur, minyak, gula, susu kepada 30 penerima. Total bantuan senilai Rp 5 juta itu diapresiasi oleh penerima., ” Terima kasih Majelis Ulama Sumut,”  kata Kamaluddin, penerima di desa Cempedak Lobang, Sei Rampah. ” Semoga menjadi amal jariah kepada para donator yang yang peduli kepada korban banjir di sini,” tambah Kamaluddin.

Hal yang sama disampaikan H. Abdul Malik dan Fahmi selaku Kepala Kantor MUI Sergai, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang selama musibah banjir telah memberikan banyak bantuan logistik sehingga banyak penduduk yang terisolasi dapat disantuni dengan baik. (shd)

Komisi HLN-KI MUI Sumut Bangun Jejaring dengan Komunitas Internasional

0

muisumut.or.id, Medan – Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLN-KI) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI-SU) memberi perhatian pada upaya membangun jejaring internasional. Diharapkan dengan semakin luasnya jejaring itu dapat membuka pintu bagi pendidikan anak bangsa, khususnya calon ulama, bisa kuliah di luar negeri.

Penjelasan itu disampaikan KH Akhyar Nasution Lc MA, Ketua MUI yang membidangi HLN-KI terkait program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2022.

Jelas KH Akhyar, membangun jejaring internasional perlu mendapat prioritas HLN-KI karena dengan jejaring itu kita mendapatkan berbagai informasi dan peluang untuk dilakukannya kerjasama internasional. HLN-KI MUI Sumatea Utara telah melakukan upaya itu pada program kerjasa tahun 2021 lalu dan akan melanjutkan kerjasama yang lebih luar di tahun 2022.

Dari rapat Komisi HLN-KI MUI Sumut diputuskan beberapa program kerja di tahun 2022 mendatang, diantaranya adalah membangun silaturrahim dengan konsulat jendral / kedutaan besar negara-negara Islam yang ada di Indonesia. Selain dengan konsulat jendral, kerjasama juga dilakukan dengan institusi keagamaan dan pendidikan, dan  institusi ormas Islam internasional.

Jelas KH Akhyar Nasution, membangun jejaring dengan pusat informasi pendidikan di luar negeri dan menghubungkan mereka dengan berbagai pusat pendidikan, khususnya pesantren di Sumatera Utara, harus mendapat perhatian serius. Karena dengan jalan ini, kita bisa mengirimkan banyak lulusan pesantren untuk kuliah di berbagai negara, khususnya di Timur Tengah.

Program lain adalah, HLN-KI terus membangun komunikasi dengan menyelenggarakan webinar internasional dengan berbagai topik terkini. Selain webinar, HLN-KI juga memberi perhatian pada kondisi pengungsi luar negeri, khususnya pengungsi dari negara muslim yang terdampar atau ditempatkan sementara di Sumatera Utara. (shd)

Refleksi Akhir Tahun, MUI Sumut Evaluasi Kinerja dan Persiapkan Raih ISO 2022

0

muisumut.or.id, Medan Dipenghujung tahun 2021, MUI Sumatera Utara menggelar rapat evaluasi program kerja tahun 2021, Rabu (29/12).

Digelar di Grand Inna Hotel Medan, berbagai evaluasi program dilakukan mulai dari program Dewan Pimpinan, Program Komisi, dan Program Lembaga-lembaga yang berada di MUI Sumut.

Dari keterangan Ketua Panitia, Prof. Dr. H. Asmuni, MA, menyampaikan bahwa pada kegiatan evaluasi ini juga memiliki cita-cita untuk meraih ISO pada tahun 2022.

“Tema yang digagas yaitu ‘Mewujudkan Peningkatan MUI Provinsi Sumatera Utara untuk meraih ISO 2022’ tentun ini sebagai penyemangat dalam meningkatkan potensi kita,” ucapnya.

Kepada para peserta yang terdiri dari Ketua bidang, Sekretaris Bidang, dan Ketua Komisi, Asmuni juga mengucapkan terima kasih atas kinerja satu tahun ini.

“Ucapan terima kasih tentunya kita sampaikan kepada seluruh peserta yang hadir di sini dan juga terima kasih atas kinerjanya selama satu tahun belakangan ini,” ucap Asmuni.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Sumut, Drs. H. A. Muin Isma juga ikut memberikan sambutannya.

Ia mengatakan bahwa evaluasi kinerja menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan.

“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan sistem manajemen kita. Sebab evaluasi akan menunjukkan apakah kinerja kita sudah sampai kepada yang kita tuju atau belum,” ucapnya.

Ia melanjutkan, evaluasi kinerja ini juga akan membantu kita dalam bertindak kedepan.

“Kalau sudah tepat kinerja kita maka yang kita lakukan adalah peningkatan atau mempertahankan. Tapi jika tidak, mari kita bersama lebih bersungguh-sungguh lagi,” ucap Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Sumut itu.

Disamping itu, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti tersendiri bagi ia pribadi.

“Kegiatan refleksi ditahun ini sangat berarti bagi saya. Tahun 2021 cukup menantang bagi kita. Intinya kita harus tetap merapatkan barisan. Supaya apa yang di tuduhkan kepada kita bisa kita nafikan,” ucap Maratua.

Maratua juga mengingatkan tentang peraihan ISO di tahun mendatang bukan hanya sekedar meraih penghargaan.

“Di samping mendapatkan ISO, kita memang harus meningkatkan kinerja kita demi menjaga citra dan wibawa di tengah fitnah yang ditujukan kepada kita. Berdoa kita kepada Allah agar mendapat ridho dan berkah,” imbaunya.

Sesuai dengan yang sudah dijadwalkan, acara ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 26-27 Desember 2021 dan disiarkan secara live streaming melalui channel youtube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam.

Ulama, Tokoh dan Cendekiawan Muslim Sumut Dukung Penuh MUI Sumut dalam Setiap Fatwa dan Putusannya

0

muisumut.or.id, Medan MUI Provinsi Sumut menggelar silaturahim yang dihadiri oleh ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim di Aula MUI Provinsi Sumatera Utara, Selasa,  (28/12).

Adapun pertemuan ini ditujukan sebagai ruang diskusi bersama untuk mengulik kembali tema pertemuan tentang Islam Wasathiyah MUI, Harapan, dan Tantangan Dalam Bingkai NKRI.

Dari keterangan Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Dr. Asmuni, MA, ia mengatakan bahwa tujuan utama diadakan kegiatan ini untuk merawat silaturahim antar ulama, ormas Islam, dan cendekiawan muslim.

“Kegiatan ini diprogramkan untuk silaturahim, setelah itu kita berdiskusi berembuk sesuai dengan tema yang akan kita bahas. Sengaja ormas Islam kami undang, cendikiawan muslim pun juga, agar diskusi kita berkah dan melahirkan sesuatu yang baik”, ucap Prof. Asmuni yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Sumut.

Prof Asmuni pun menyampaikan harapannya semoga kegiatan ini bisa melahirkan sebuah konklusi yang menjawab permasalahan ummat terkait moderasi versi MUI Sumut untuk dipedomani ummat. “Saya memohon kepada saudara-saudara untuk kita gunakan pertemuan ini sebagai ruang diskusi eksklusif, terbuka, dan hasil dari diskusi kita menjawab permasalahan umat Islam tentang apa itu wasathiyah, moderasi, dan juga toleransi”, ungkap Prof. Asmuni.

Selain itu, Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan alasan tersendiri mengapa kegiatan silaturahim ini penting dilaksanakan. “Salah satu yang melatarbelakangi acara ini digelar karena ramainya tagar Bubarkan MUI. Bagaimana kita menyusun barisan untuk mempertahankan MUI, mempertahankan akidah kita dan menjadikan umat muslim tidak mudah dipecah belah,” ucap Maratua.

Kaitannya dengan tema kegiatan ini, Maratua menjelaskan bahwa konsep wasathiyah itu harus benar-benar bisa dipahami agar tidak mudah muncul perdebatan dan mudah dipecah belah. “Wasathiyah itu berada di tengah, bukan liberal, bukan radikal. Kita diajarkan menjunjung toleransi di tengah kehidupan bersosial tanpa harus merusak keimanan kita,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, MUI Sumut mengundang dua narasumber yang berasal dari kalangan akademisi. Prof. Dr. Suhaidi, SH, MH yang merupakan Guru Besar Fakultas Hukum USU membahas perihal Eksistensi Lembaga MUI Pasca Pro-Kontra Pembubarannya. Sedangkan Drs. H. Shohibul Anshor Siregar, M.Si yang merupakan Dosen Fisip UMSU membahas Islam Wasathiyah, harapan, dan tantangan dalam bingkai NKRI.

Rumusan dan Rekomendasi

Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara yang diselenggarakan Majelis  Ulama  Indonesia Provinsi Sumatera Utara di Medan, pada Selasa, 24 Jumadilawal 1443 H bertepatan dengan 28 Desember 2021 dengan tema, “Islam Washatiyah MUI, Harapan dan Tantangan dalam Bingkai NKRI”  menghasilkan  rumusan dan rekomendasi sebagai berikut :

  1. Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah silaturahim , dan kerjasama antara ulama, zuama,  dan organisasi-organisasi ke-Agamaan Islam yang ada di Indonesia, MUI mem   iliki fungsi dan peran sebagai pelindung umat (himayah al-ummah) serta pada saat yang sama berperan sebagai mitra pemerintah (shadiqul hukumah).
  2. Majelis Ulama Indonesia adalah lembaga yang secara Yuridis memiliki Dasar Hukum yang kuat melalui UUD 1945, UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, UU No. 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Perpu No. 2 Tahun 2017 menjadi UU, Akte Notaris No. 034 Tahun 2014, Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. AHU-00085.60.10.2014, serta diakui melalui Perpres No. 151 Tahun 2014 tentang Bantuan Pendanaan Kegiatan Majelis Ulama Indonesia, yang secara tegas  menyebutkan pada Pasal 2 bahwa “MUI merupakan Mitra Pemerintah”
  3. Akan perannya sebagai mitra pemerintah, tujuan MUI didirikan adalah untuk mewujudkan masyarakat yang terbaik (khaira ummah), Negara yang aman, damai, adil dan Makmur Rohaniyah dan Jasmaniyah yang diridhai Allah  swt.
  4. Salah satu Metode Pengabdian (Manhajul Khidmah) MUI adalah Perlindungan dan Penguatan Negara (Himayah wa Taqwiyatud Daulah), karena itu keberadaan Majelis Ulama Indonesia serta peran pentingnya  dalam menjaga, melindungi dan pedoman umat Islam untuk menjaga keutuhan NKRI adalah suatu hal yang tidak  terbantahkan.
  5. Tugas dan Peran MUI sebagai Mitra Pemerintah (shadiqul hukumah) tetap dilaksanakan namun dalam rangka untuk melindungi umat (himayah al-ummah), dan  dalam Fatwanya  MUI tetap Independen.
  6. Islam Washtiyah MUI adalah sebagai arus utama dan pokok serta cara pandang dalam menerapkan ajaran Islam yang sesuai dengan konteks budaya dan kemajemukan bangsa. Islam Washatiyah MUI dimaksud terkandung dalam sepuluh prinsip yakni : Prinsip tawassuth (mengambil jalan tengah), at-Tawazun (Seimbang), I’tidal (lurus dan tegas), at-Tasamuh (toleransi),  al-Musawah (egaliter), as-Syura (musyawarah), al-Islah (reformasi), al-Aulawiyah (mendahulukan prioritas), at-Thatawwur wa al-Ibtikar (dinamis dan inovatif),  dan at-Tahadhur  (berkeadaban).
  7. Seluruh Peserta Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara mendukung sepenuhnya eksistensi MUI dalam setiap Fatwa dan Putusannya dalam rangka untuk melindungi umat dan menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  8. MUI Sumatera Utara menyadari bahwa eksistensi MUI belum dapat dirasakan masyarakat sampai ke “masyarakat bawah”. Karenanya, MUI perlu lebih meningkatkan kegiatan yang secara langsung dirasakan masyarakat. Dalam memaksimalkan pelaksanaan kegiatan tersebut, MUI perlu dibentuk  di Tingkat Desa dan Kelurahan.
  9. Peserta Pertemuan Silaturahim Ulama juga merekomendasikan kepada Perguruan Tinggi Islam untuk menyuarakan hal yang sama dengan yang telah diputuskan Majelis Ulama Indonesia.

Medan, 24 Jumadilawal 1443 H/28   Desember   2021 M

TIM PERUMUS :

  1. Prof. Dr. H. Mohd Hatta
  2. Prof. Dr. H. Asmuni, MA
  3. Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum
  4. Dr. Irwansyah, M.H.I

Rakor Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum MUI Se Sumatera Utara Hasilkan 9 Komitmen

0

muisumut.or.id, Medan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara mengadakan rapat koordinasi dan konsolidasi organisasi MUI Se-Sumatera Utara menuju penguatan MUI sebagai Himayah Al Ummah dan Shadiqul Ummah di Aula I BPSDM Jalan Ngalengko No. 1 Medan, pada Senin 27 Desember.

Dr. H Asren Nasution, MA selaku wakil ketua II MUI Sumut sekaligus koordinator kegiatan penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyatukan persepsi MUI Provinsi dan Kab/Kota dalam menjalankan tugas dan esensi MUI di tengah umat.

“Selain silaturahim, ini akan menyatukan pemahaman kita dalam menjalankan tugas sebagai Himayah Al Ummah dan Shadiqul Ummah, kita rapatkan shaf agar kuat dan kita wujudkan keinginan pak Gubernur Sumatera Utara yaitu menjadikan sumut bermartabat”, ucapnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dr. H. Maratua Simanjuntak.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H Maratua Simanjuntak dalam sambutannya ketika membuka kegiatan itu menjelaskan visi misi dari majelis ulama guna terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang terbaik berdasarkan ketentuan Allah, yaitu baldatun thayibah warabbun ghafur.

Dalam arahannya, Dr. Maratua mengapresiasi panitia penyelenggara karena rapat koordinasi ketua umum dan wakil ketua umum Se Sumatera Utara merupakan terobosan baik dan harus berkelanjutan.

“Biasa rakor itu perkomisi antar kabupaten kota. Tapi kali ini seluruh Pimpinan MUI Se Sumatera Utara mengadakan rakor, semoga kegiatan ini berlanjut, jangan hanya satu kali dalam satu masa jabatan”, Ungkapnya.

Dr. Maratua juga menghimbau kepada pimpinan MUI Kab/Kota untuk selalu melaporkan kegiatan dan kendala yang ada di Kab/Kota kepada MUI Sumut. Hal ini menurutnya penting untuk mengetahui kegiatan dan permasalahan yang berkembang untuk di diskusikan.

“Saya rindu mendapat laporan kegiatan dan kendala dari Kabupaten Kota. Silakan lapor saja, agar kita selalu terhubung dan tau kami apa permasalahan kalian yang ada di Kabupaten Kota. Laporkan, kita diskuikan, kalau memang perlu solusi, insyaAllah MUI Provinsi Sumatera Utara siap memberikan solusinya”, Ungkapnya.

Pada kegiatan ini, adapun yang menjadi narasumbernya yaitu Dr. H. Maratua Simanjuntak dan Prof. Dr. H. Asmuni, MA yang merupakan pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara.

Rapat koordinasi ini diadakan secara hybrid, MUI Sumut memberikan link Zoom untuk ketua umum kab/kota yang berhalangan untuk hadir agar tetap bisa bergabung dan berdialog pada rapat koordinasi.

KOMITMEN BERSAMA
Rapat Kordinasi Ketua Umum/Wakil Ketua Umum MUI se-Sumatera Utara dengan tema “Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi MUI se-Sumatera Utara menuju penguatan MUI sebagai pelindung umat (Himayah al-Ummah) dan Mitra Pemerintah (Shadiqul Hukumah)”.
Dengan ini membuat Komitmen Bersama sebagai berikut :

  1. Dalam rangka untuk mewujudkan tugas dan fungsi Majelis Ulama Indonesia sebagai pelindung umat (Himayah al-Ummah) dan mitra Pemerintah (Shadiqul Hukumah), maka MUI se-Sumatera Utara perlu tanggap dan respon atas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.
  2. Dalam rangka mewujudkan salah satu tugas MUI untuk melindungi dan menjaga akidah umat Islam, maka MUI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara harus tanggap terhadap Aliran dan Faham ke-Agamaan yang muncul dan terindikasi menyimpang.
  3. Dalam merespon persoalan umat sebagaimana tersebut di atas dapat dilakukan dalam bentuk menerbitkan Taushiyah, Himbauan, Penjelasan atas Pertanyaan atau Fatwa minimal sekali dalam setahun.
  4. Terhadap persoalan keumatan di satu Daerah yang berpotensi ada di Daerah lain, maka sebelum menerbitkan fatwa, MUI Daerah Kabupaten/Kota sebaiknya berkoordinasi dengan MUI Provinsi dalam rangka untuk konsolidasi organisasi dan saling menguatkan.
  5. Dalam menyikapi persoalan keumatan dan kebangsaan yang menyangkut dengan kerukunan, khususnya antar umat beragama, agar tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengambil langkah strategis degan tetap berpedoman kepada pronsip-prinsip, tugas dan fungsi Majelis Ulama Indonesia.
  6. Pada persoalan yang telah di-Fatwakan/Taushiyah/Himbauan MUI Provinsi Sumatera Utara, maka MUI Daerah Kabupaten/Kota bersama-sama mendukung dan tidak boleh mengeluarkan Fatwa/Taushiyah/Himbauan yang bertentangan.
  7. Demi menjaga nama baik organisasi, serta mewujudkan “Panca Tertib Diwal” (tertib diri, ibadah, waktu, administrasi dan lingkungan), Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, maka MUI Kabupaten/Kota perlu memberikan penekanan kepada seluruh pengurus untuk taat asas organisasi serta menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pengurus MUI dengan tugas pokok pelindung umat (Himayah al-Ummah) dan Mitra Pemerintah (Shadiqul Hukumah).
  8. Setiap MUI Kabupaten/Kota memberikan Laporan Tertulis kepada MUI Provinsi Sumatera Utara setiap 3 (tiga) bulan tentang keberadaan organisasi, kegiatan yang dilakukan, dukungan dan hambatan dengan lebih dahulu melakukan Rapat Pleno.
  9. Pimpinan Umum MUI (Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum) berusaha mendapatkan dana melalui APBD, bantuan Donatur dan usaha yang halal untuk kegiatan MUI Daerah masing-masing.

9 Poin di atas merupakan hasil rumusan dari tim perumus, diantaranya, Dr. Asren Nasution, MA, Dr. H. Arso, SH., M.Ag, Dr. H. Wirman L Tobing, MA, dan Dr. Irwansyah, M.H.I .

Lewat Agenda Silaturahim, LPTQ Sumut Siapkan Perwakilan Peserta Untuk Ajang MTQ Provinsi 2022

0

muisumut.or.id, Medan Menutup akhir tahun 2021, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara mengadakan kegiatan silaturahim bersama 20 Qari/Qariah berprestasi tingkat provinsi di Masjid Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Sabtu (25/12).

Melalui agenda silaturahim ini, keduapuluh qari dan qariah berprestasi di tahun 2017-2021 dipersiapkan untuk menjadi perwakilan peserta pada ajang MTQ Provinsi di Labura Tahun 2022 mendatang.

Hal ini pun diutarakan secara langsung oleh Ketua Panita, H. Mar’i Muhammad, saat menyampaikan laporannya terkait kegiatan acara. Ia mengatakan bahwa ada dua poin penting dalam pelaksanaan acara ini.

“Yang pertama, acara silaturahim sengaja kami undang para qari/qariah berprestasi tingkat provinsi di tahun 2017-2021 untuk bersilaturahim dengan seluruh pengurus LPTQ, kemudian poin kedua kita juga adakan kegiatan ini untuk mengukur kesiapan mereka dalam mengikuti MTQ Provinsi Tahun 2022,” ucapnya.

Dalam kegiatan silaturahim ini, persiapan untuk MTQ Tahun 2022 dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada keduapuluh qari dan qariah untuk membacakan bacaan alqurannya di depan dewan hakim.

“Kami juga sengaja mengundang para dewan hakim untuk nantinya diberikan catatan-catatan kepada para qari dan qariah agar dapat belajar mempersiapkan latihannya secara matang,” ucapnya.

Disamping itu, Ketua Umum LPTQ Sumatera Utara, Dr. H. Asren Nasution, MA pada saat acara silaturahim tersebut mengatakan bahwa Tahun 2022 mendatang sudah diputuskan secara final terkait pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi akan diadakan tanggal 20 Maret.

“Jadi tanggal 19, seluruh peserta yang mengikuti MTQ Tingkat Provinsi sudah berada di Aekanopan, kita masih punya waktu kurang lebih tiga bulan lagi untuk mempersiapkan MTQ Provinsi,” ucapnya.

Dikatakan oleh Asren, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan bagi qari dan qariah yang telah meraih prestasi sepanjang tahun 2017-2021.

“Kepada mereka para qari dan qariah yang telah berprestasi, maka LPTQ tentunya tetap memelihara dan merawat mereka sebagai bagian dari proses pembinaan,” ucapnya.

Asren juga meminta keseriusan kepada seluruh qari dan qariah tersebut agar pada MTQ Provinsi 2022 nantinya dapat membawa nama harum Sumatera Utara.

“Optimis saya, wajah-wajah mereka ini jugalah yang nantinya akan masuk ke babak final. Semoga memang bisa benar-benar serius untuk mengikuti MTQ tahun depan,” ucap Asren.

Acara silaturahim ini merupakan agenda penutup LPTQ Sumut di tahun 2021. Usai digelar MTQ Provinsi Tahun 2022, agenda berikutnya para qari dan qariah akan mengikuti (Training Center) TC sebagai bagian dari persiapan MTQ Nasional yang akan diadakan di Kalimantan Selatan.

LABURA SIAP TUAN RUMAH MTQ SUMUT 2022

0

muisumut.or.id Labura.

Ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ tahun 2022, Bupati Labura tegaskan bahwa Labura tidak ada mengecewakan Pemerintah Sumatera Utara.. Komitmen itu disampaikan Bupati Labura Hendriyanto SE.,MM pada saat membuka acara Rapat Koordinasi Khusus LPTQ Sumatera Utara Bersama kabupaten/Kota dan Kafilah Khusus Se-Sumatera Utara.

Acara Rakorsus ini juga dihadiri dan diberi kata sambutan oleh Kepala Biro Kesra Provinsi Sumatera Utara Rita Tavip Megawati dan Kepada BPKAD Provinsi Sumatera Utara, Dr. Drs. M. Ismael P. Sinaga, M.Si.

Sekda Labura, juga paparkan lokasi arena musabaqah dan kesiapan Labura sebagai Tuan Rumah MTQ Tahun 2022 di Labura.

Dalam sambutannya Ketua Umum LPTQ Sumatera Utara, Dr. H. Asren Nasution, MA menyampaikan bahwa LPTQ Sumatera Utara dalam mencari bibit dan generasi Qurani ke daerah-daerah untuk dilatih dan nantinya akan mewakili Sumatera Utara pada ajang MTQ Nasional tahun 2022. Disela-sela acara juga diperlihatkan kepada seluruh peserta Rakorsus Video Cimenatic Dokumentasi Kegiatan LPTQ Sumatera Utara tahun 2021 mulai dari persiapan-persiapan LPTQ menuju Nasional, kegiatan-kegiatan pembinaan di Daerah sampai pada prestasi LPTQ tampil sebagai juara umum ke III pada ajang STQ Nasional
Sofifi Maluku Utara tahun 2021. Wakil Ketua Umum Dr Arso juga ikut dalam penyambutan kafilah dari nasional dan memberikan apresiasi kepada LPTQ atas capaian ini.

Dalam paparannya Dr. Asren Nasution, MA menyampaikan bahwa Gubernur sangat apresiasi dan support atas kegiatan LPTQ bahkan dalam berbagai even Gubernur langsung turun untuk memberikan dukungan kepada peserta, seperti hadirnya Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi di Sofifi Maluku Utara.

“EDY Rahmayadi selaku Gubernur berharap, bahwa Sumatera Utara ini bermartabat dengan Alquran.” Ujar Asren.

Acara yang berlangsung di Aula Pendopo kantor Bupati Labura pada 22 Desember 2021 ini dihadiri oleh: LPTQ Kabupaten/Kota, Ka. Kan Kemenag, dan Kafilah Khusus se-Sumatera Utara yang terdiri dari Perguruan Tinggi, PTPN, BUMD, BUMN, TNI/POLRI dan lain lain.

Ketua panitia pelaksana acara Rakorsus LPTQ SU tahun 2021 Dr. H. Milhan Yusuf, MA didampingi Sekretaris Panitia Dr. Irwansyah, M.H.I menyampaikan terimakasih kepada LPTQ Sumatera Utara yang telah memberikan kepercayaan kepada panitia untuk melaksanakan acara penting sebagai dalam rangka Persiapan Menghadapi MTQ Sumatera Utara tahun 2022 di Labura.
Milhan juga menyampaikan mohon maaf kepada LPTQ dan seluruh peserta jika dalam pelaksanaan terdapat kekurangan-kekurangan. Ujarnya.

Di akhir acara, Dilakukan penandatanganan keputusan dan ketetapan oleh pimpinan sidang. Keputusan itu juga ditandatangani perwakilan Daerah yakni Ketua LPTQ Labura. Di antara Rekomendasi dari Hasil Putusan adalah merekomendasikan kepada Gubernur agar Melaksanakan MTQ Tingkat Internasional di Sumatera Utara. Di poin lain rekomendasi juga memuat agar BUMN/BUMD/TNI-POLRI memberdayakan Qari/Hafiz sebagai Imam/Muzin tetap di Masjid/musalla instansi tersebut atau bahkan menjadikan Qari/qari’ah Hafiz/hafizah yang berprestasi dijadikan ASN/pegawai Non ASN sebagai penghargaan. Khusus kepada Perguruan Tinggi juga direkomendasikan agar qari/qariah, hafiz/hafizah yang berprestasi diberikan beasiswa.

(Irwansyah)