Saturday, March 7, 2026
spot_img
Home Blog Page 147

MUI Sumatera Utara Kembali Berduka

0

muisumut.or.id, Medan Belum genap sepekan MUI Kehilangan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA, kini Sekretaris Bidang Hukum dan HAM sekaligus Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI) MUI Sumatera Utara Dr. Abdul Hakim Siagian meninggal dunia pada Sabtu sore pukul 15.50 (13 Jumadil Ula 1443) berketepatan pada tanggal 18 Desember 2021 di RSU Haji Adam Malik.

MUI mendapat Kabar duka berpulangnya Abdul Hakim Siagian melalui Drs. Putrama Alkhairi yang menyampaikan kepada grup WhatsApp seluruh komisi MUI Provinsi Sumatera Utara . Menanggapi kabar tersebut, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Ayahanda Dr. H. Maratua Simanjuntak menyahuti dengan mendoakan beliau dan merasakan kehilangan yang mendalam.

“Ya Alloh Engkau panggil lagi tokoh Islam yg tegas,berani dan ikhlas salah seorang DP MUI sekretaris Bidang Hukum Dan HAM jadikanlah amal shalehnya mendapatkan keampunanMu dan keridhoanMu ya Rob dan jadikan kuburnya dari taman Surga dan keluarga yg ditinggalkan tàbah dan sabar.amiiin”, balas Ayahanda Maratua menanggapi kabar tersebut.

Selain Ketua Umum MUI, Sekretaris LADUI MUI Sumut Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum mengaku sangat kehilangan sosok Abdul Hakim yang ikhlas, tegas, dan berani.

“Saya sekretarisnya di LADUI, beliau itu orangnya ikhlas, pemberani, dan tegas. Untuk di LADUI sendiri, susah mencari pengganti beliau, yang jelas saya merasa sangat kehilangan. Saya bersaksi beliau orang baik”, Ungkap Akmal yang juga merupakan Kabid Infokom MUI Sumatera Utara.

Selain pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Abdul Hakim juga merupakan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara, Pengurus Yayasan Masjid Agung Medan dan pengurus beberapa organisasi/lembaga lainnya. Salah satu tugas yang masih diembannya adalah anggota Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (USU).

Abdul Hakim banyak terlibat dengan para aktivis terkait dengan pembelaan terhadap masjid-masjid yang sedang menghadapi masalah. Salah satunya, ia ikut berjuang membela keberadaan Masjid Amal Silaturrahim yang menghadapi masalah hukum dengan PT. Perumnas. Banyak kasus-kasus wakaf lain yang menjadi pembelaan Hakim Siagian.

Abdul Hakim merupakan sarjana alumni Fakultas Hukum UMSU tahun 1989, Alumni Magister di USU tahun 1995 dan mendapat gelar doktoral pada tahun 2013 di USU.

Abdul Hakim meninggalkan satu istri yaitu Maini Lini Butar-butar dan lima orang anak diantaranya Putri Rumondang Siagian, Balqis Siagian, Fitria Longgom Siagian, Fajar Hasonangan Siagian dan Syafira Aini Siagian.

Prof. Dr. Abdullah Syah MA Tutup Usia, Sumut Berduka Kehilangan Ulama

0

muisumut.or.id, Medan – Duka mendalam menyelimuti ummat di Sumatera Utara ketika mendapat kabar kepulangan Prof. Abdullah Syah MA yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara, Sabtu (11/11).

Belum lama ini memang Prof. Abdullah sempat menjalani perawatan di rumah sakit Colombia Medan. Setelah beberapa hari dirawat, Prof. Abdullah menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu pukul 23.00 WIB.

Dalamnya duka ini pun turut dirasakan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat menghampiri rumah duka. Dengan raut wajah pilu, Gubernur Edy memberikan penghormatan terakhirnya.

“Kalau saya meninggal besok, gampang mencari penggantinya. Tapi, beliau ini ulama, susah untuk mencari yang seperti beliau,” ucap Gubernur Edy.

Semasa hidup Edy, ia mengaku bahwa sosok Prof. Abdullah yang tidak alpa memberikannya nasihat. “Beliau ini selalu memberikan nasehat kepada saya, sangat sering. Begitu kehilangannya saya,” ucap Gubernur Edy yang saat ini juga menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut.

Diakhir, Gubernur Edy pun tidak sanggup menutupi kesedihannya. “Selamat jalan guru ku, selamat jalan ulama ku, selamat jalan uwak ku,” ucap Gubernur Edy seraya meneteskan air mata.

Prof. Abdullah memang begitu memiliki peran besar bagi warga di Sumatera Utara. Tercatat selama 15 tahun lamanya beliau mengemban amanah sebagai ketua MUI Sumatera Utara.

Kontribusinya untuk umat pun bukan hanya melalui lembaga MUI saja, melainkan ia juga pernah menjabat sebagai anggota MPR RI (anggota badan pekerja).

Selain Gubsu Edy, Ketua Umum MUI Sumatera, Ayahanda Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan bahwa Prof. Abdullah juga memiliki peran penting dalam hidupnya.

“Beliau ini merupakan guru saya, salah satu orang yang mendorong saya  untuk menjadi sarjana yang bukan asal sarjana. Banyak sekali beliau mendidik saya,” ucap Ayahanda Maratua.

Ayahanda Maratua juga memberikan pengakuannya bahwa semasa hidup Prof. Abdullah Syah banyak dihabiskan untuk kepentingan agama.

“Beliau mengabdi di majelis ulama, yang mana apabila kita mengabdi di majelis, merupakan ibadah kata Allah melalui rasulnya. Tentu beliau banyak menghabiskan waktunya untuk ibadah,” ucapnya.

Kepergian Prof. Abdullah ini pun menjadi satu pelajaran besar bagi Ayahanda Maratua. “Sekarang saya menjadi pengganti beliau sebagai Ketua Umum MUI, tidak mudah untuk bisa menjalankan amanah sebagaimana beliau saat menjadi ketua umum,“ ungkapnya.

Prof. Abdullah Syah dimakamkan di tanah  kelahirannya di Desa Pematang Serai, Tanjung Pura tepatnya di pemakaman keluarga Tengku Desa Pematang Serai, Tanjung Pura.

Lahir pada 14 Juni 1939, Prof. Abdullah Syah tutup usia di usianya yang memasuki 82 tahun.

Lagi, MUI Sabet Sertifikat ISO Sebagai Organisasi Profesional dan Akuntabel

0

muisumut.or.id, Medan, The International Organization for Standardization (ISO) merupakan salah satu badan pengaturan standar internasional yang terdiri dari perwakilan badan standarisasi nasional masing-masing negara untuk mengukur kualitas organisasi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menerima Sertifikat ISO 9001: 2015. Sertifikat ini menandakan bahwa MUI memiliki komitmen untuk menjadi organisasi yang profesional dan akuntabel.

Sertifikat ISO 9001: 2015 diserahkan Iskandar Zulkarnain selaku Komisaris WQA Regional Pasifik secara simbolik kepada Ketua Umum MUI saat ini, KH Miftachul Akhyar. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh beberapa tokoh penting antara lain Zainut Tauhid Sa’adi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Agama, Bambang Soesatyo selaku Ketua MPR RI, sejumlah duta besar negara sahabat, dan segenap dewan pimpinan harian MUI.

Komisaris WQA Regional Asia Pasifik, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan selamat kepada MUI atas keberhasilannya mempertahankan maintenance ISO. Sertifikat ini merupakan penghargaan dan bentuk pengakuan lembaga sertifikasi internasional.
Iskandar berpendapat bahwa MUI terapkan sistem manajemen mutu, sertifikat ini menunjukkan komitmen MUI dan semua pengurusnya menjalankan persyaratan dari sertifikat ISO 9001: 2015.

Iskandar berahap melalui sertifikat ini akan meningkatkan pelayanan MUI terhadap umat dan mitra kerja, meningkatkan produktivitas dan budaya kerja MUI, meningkatkan kinerja selama pandemi sekaligus wujudkan MUI menjadi organisasi modern, profesional, akuntabel, dan transparan.

“pencapaian ini bukan tujuan akhir, melainkan langkah keberlanjutan MUI untuk proses perbaikan berkesinambungan, dengan pencapaian ini diharapkan semangat motivasi dan menularkannya kepada seluruh MUI provinsi dan ormas Islam melakukan perbaikan jadi organisasi modern, bersih, dan profesinoal”, tuturnya.

Pernyataan tersebut direspon langsung oleh Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas. Dalam pengarahannya, mewakili Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Buya Anwar Abbas, mengatakan MUI ingin menjadi organisasi modern. Salah satu ciri modern tersebut adalah dalam bertindak bersifat efesian dan efektif.

Masih dalam pengarahannya, Buya Anwar Abbas mengaku MUI sudah berusaha untuk terus menjalankan perannya dengan sebaik mungkin dan tetap menerima kritik sebagai evaluasi kinerja. “Tetap kritik kita dengar dan mencoba berbenah, dan kritik kita jadikan alat evaluasi diri dan kinerja”, kata dia.

Terkait acara penyerahan sertifikat, Ketua MUI Bidang Organisasi , Prof KH Noor Achmad, mengatakan bahwa untuk kali kedua MUI berhasil meraih sertifikat ISO. Sertifikat yang sama berhasil didapatkan sejak 2017 lalu.
Kiai Noor mengaku, sertifikat ini menunjukkan bahwa MUI adalah salah satu lembaga keagamaan yang mempunyai kinerja, tata kerja, sistem organisasi,yang tidak hanya dinilai nasional tetapi juga mendapat pengakuan lembaga internasional.

Kiai Noor juga mengaku, upaya ini dirintis secara sungguh-sungguh salah satunya oleh Buya Anwar Abbas dan sejumlah tokoh di Baznas seperti Prof Bambang Sudibyo.
Dengan demikian, kata dia, dirinya berharap Baznas dan MUI, jadi organisasi keagamaan yang terbaik di Indonesia, khususnya kinerja pelaksanaan organisasi, sehingga kepercayaan kepada lembaga keagamaan meningkat. “Itu terus kita lakukan bersama”, ucap Kiai Noor.

Kiai Noor melanjutkan, pengurus MUI dan lingkungan MUI termasuk semua karyawan pegawai merupakan orang yang memiliki kredebilitas, profesionalitas dan dapat dipercaya
“Sekarang ini, di lingkungan MUI, tidak hanya pengurusnya, tetapi semua karyawan pegawai, adalah orang yang punya profesionalitas dan bisa dipercaya”.

Tak lupa untuk berterima kasih, Kiai Noor juga berharap MUI dapat mempertahankan prestasi yang sudah dicapai.
“Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada WQA yang telah beri kepercayaan kepada MUI, kerjasama ini, berharap terus berlanjut. Dan insya Allah MUI terus pertahankan kepercayaan ini,” Ungkapnya.

Bangkitkan Sektor UMKMK, PINBAS MUI Sumut Fokus Bentuk PINBAS di Kab/Kota

0

muisumut.or.id, Medan Menaruh perhatian pada sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumatera Utara berfokus membentuk PINBAS perwakilan di Kab/Kota, Minggu (5/12).

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua PINBAS MUI Sumatera Utara, Dr. H. Sakhira Zandi, M.Si dalam acara Sosialisasi Pembentukan PINBAS di Kabupaten/Kota yang berlangsung di Hotel Madani Medan.

Shakira menyampaikan di sejak tahun 2021 ini PINBAS sudah memfokuskan untuk membentuk PINBAS di perwakilan Kab/Kota dengan tujuan membangkitkan sektor UMKMK.

“Sebuah cita-cita mulia untuk membangkitkan ekonomi melalui UMKMK, karena dengan bangkitnya sektor UMKMK adalah salah satu caranya. Maka, mulai tahun 2021 ini sudah fokus kita bentuk PINBAS perwakilan yakni ada dari Serdang Bedagai dan Langkat sebagai awalan,” ucap Shakira.

Ia pun juga menyampaikan, usai digelar acara sosialisasi ini akan langsung memantau untuk proses pembentukan PINBAS di berbagai Kabupaten/Kota lainnya.

“Pada kesempatan ini sudah kita undang dari daerah lainnya untuk segera membentuk PINBAS agar memiliki satu kesatuan untuk pelaku UKM dalam menjalankan usahanya,” ucapnya.

Terkait Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS MUI) sendiri merupakan suatu lembaga intermediasi yang melakukan proses inkubasi terhadap peserta Inkubasi (Tenant) yaitu Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).

Menyauti hal ini, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedudukan PINBAS memiliki peran penting dalam mewujudkan perekonomian umat.

“Dalam hal perekonomian, umat Islam memang harus bersatu untuk bisa mencapaikan, melalui PINBAS sebagai pusat inkubasinya punya peran penting untuk tercapai harapan tersebut,” ucap Maratua.

Lebih lanjut, Maratua juga menyampaikan bahwa tidak cukup dengan adanya PINBAS saja melainkan kegigihan dalam diri umat itu sendiri juga harus dibentuk.

“Ekonomi ini butuh kegigihan, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam jati diri umat yakni jangan sampai lemah fisik, lemah ilmu, dan lemah materi,” ucap Maratua berpesan.

Untuk memperjelas tentang pembentukan PINBAS ini, diskusi pun dilakukan dengan diisi oleh tiga narasumber yakni Dr. Sakhira Zandi, M.Si selaku Kepala Cabang PINBAS MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum selaku Wakil Kepala Cabang PINBAS MUI Sumut, dan Dr. Wirman L. Tobing, MA selaku Wakil Kepala Cabang PINBAS MUI Sumut.

Mewakili peserta, Ridwan, yang berasal dari Serdang Bedagai menyampaikan proses perkembangan PINBAS di sana. Ia menyampaikan bahwa kegiatan di sana sudah berjalan dan menghasilkan omset.

“Alhamdulillah omset yang kita capai sudah 10-15 juta per bulan dengan usaha berbagai olahan kripik. Kehadiran kita di sana juga bisa mempekerjakan warga walau tidak banyak,” ucapnya.

Ia berharap kedepan PINBAS dari berbagai daerah lainnya yang akan dibentuk untuk bersama memiliki semangat dalam mengembangkan UMKM.

“Sudah ada PINBAS sebagai wadahnya, kita ingin sama-sama bisa bangkit jadi ayo lakukan apa yang bisa kita lakukan, jangan sampai nanti ketika dibentuk kita terhenti tidak ada pergerakan. Harapannya juga agar PINBAS MUI Sumut terus lakukan pantauan, untuk tidak lepas tangan,” pungkasnya.

Merdeka

0

Salam Redaksi

DSN MUI Perwakilan Sumut Perkuat Tupoksi Lewat FGD

0

muisumut.or.id, Medan Setelah resmi dibentuk pada tahun 2020 lalu, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Perwakilan Sumatera Utara kini memperkuat tugas pokok dan fungsinya melalui kegiatan Forum Grup Discussion (FGD) yang digelar secara hybrid melalui zoom dan di Hotel Garuda Plaza, Minggu (28/11).

Dalam kegiatan tersebut, para stakeholder yang berasal dari berbagai latar belakang seperti pihak perbankan, akademisi, dan praktisi turut diundang untuk berdiskusi dan memberi masukan.

Dr. H. Ardiansyah, Lc. MA, selaku ketua panitia yang juga menjabat sebagai koordinator DSN MUI Perwakilan Sumut dalam hal ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting DSN MUI untuk menyosialisasikan keberadaan DSN MUI Perwakilan sekaligus membahas tupoksi.

“Seharusnya kegiatan ini diadakan tahun lalu namun tertunda karena pandemi covid maka inilah momentum waktu yang tepat untuk bagaimana agar DSN MUI Perwakilan MUI Sumut bisa menyosialiasikan, membahas tupoksi, serta menerima masukan termasuk apa-apa yang bisa kita sinergikan,” ucapnya.

Ardiansyah juga mengatakan bahwa fokus ke depan hadirnya DSN ini untuk membuat ujian sertifikasi. “Fokus ke depan akan membentuk ujian sertifikasi hal ini berkaitan dengan banyak rumah sakit yang meminta sertifikat terkait penerapan syariahnya dan butuh Dewan Pengurus Syariah (DPS),” ucap Ardiansyah.

Mewakili BPH DSN MUI Dr. H. Asep Supyadillah, M. Ag menyampaikan kedudukan DSN Perwakilan yang ada di berbagai daerah. “DSN Perwakilan merupakan perpanjang tangan DSN MUI untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, DSN MUI tidak bisa berjalan sendiri,” terangnya.

Asep juga mengatakan bahwa dengan kehadiran DSN MUI Perwakilan mampu memberi pencerahan kepada masyarakat sebagaimana menumbuhkembangkan ekonomi, keuangan, dan bisnis syariah di Indonesia.

“Kehadiran DSN perwakilan ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan terkait masalah-masalah syariah, mereka jadi tahu tidak kebingungan lagi,” ucapnya.

Dalam kegiatan diskusi ini juga, AD dan ART DSN MUI Perwakilan secara gamblang dipaparkan dan dijelaskan guna memberikan pemahaman kepada seluruh peserta.

Diskusi ini pun mengundang respon dari para peserta, salah satunya dari Pemimpin Unit Usaha Syariah, M Hakim Sitompul, yang menyampaikan bahwa minimnya literasi terkait perbankan syariah di masyarakat.

“Literasi perbankan syariah sangat minim hanya berkisar 8 % di masyakarat, dan itu kecil sekali, kita sebagai pelaku industri miris terhadap hal ini,” ucapnya.

Hakim Sitompul menginginkan bahwa kedepan proses sosialisasi ini bisa lebih baik. “Harapannya DSN MUI Perwakilan ini bisa merancang strategi khusus untuk meningkatkan literasi ini bersama kami pelaku industri,” kata Hakim.

Terkait informasi tentang DSN MUI, sampai saat ini ada enam daerah yang sudah memiliki DSN Perwakilan yakni DSN MUI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, DSN MUI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, DSN MUI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat, DSN MUI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, DSN MUI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, dan DSN MUI Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Komisi Fatwa MUI Sumut Adakan Rakor, Bahas Masalah Umat

0

muisumut.or.id, Medan – Guna membahas permasalahan umat, Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi Fatwa MUI se-Sumatera Utara di Aula MUI Provinsi Sumatera Utara, Ahad (21/11).

Hal ini diakui oleh Drs. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA selaku ketua panitia sekaligus Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara bahwa keberadaan Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara harus mampu menyelesaikan persoalan umat.

“Untuk menyelesaikan persoalan umat perlu ada diskusi, saling memberi masukan, sehingga mampu menyelesaikan masalah keummatan,” jelasnya.

Selain itu Komisi Fatwa MUI yang menjadi inti dan ruh di MUI harus didukung dengan SDM yang berkualitas.

“Oleh karena itu pengelolaannya harus jelas dan yang mengelola harus berilmu sehingga mampu mendalami tentang kinerjanya agar bisa bekerja dengan baik,” kata Ahmad Sanusi.

Kegiatan rakor ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak.

Dalam sambutannya, Maratua menyampaikan melalui rakor ini, Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara bisa memberikan jawaban dan pemahaman dalam menyikapi masalah dasar hukum bagi umat Islam.

“Rakor ini penting untuk menyatukan visi dan persepsi karena kita membahas tugas dan tanggung jawab di Komisi Fatwa,” ucap Maratua.

Maratua juga berharap Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara bisa mengkoordinir kepada Komisi Fatwa yang ada di tiap komisi kabupaten kota.

“Untuk komisi Fatwa kita berharap bisa membuat fatwa minimal 1 dalam 1 periode,” harapnya.

Pada kegiatan rakor ini, Ketua MUI Pusat bidang Fatwa, Dr. H. Asrorun Niam Sholeh, MA yang menjadi keynote speaker tergabung dalam rapat melalui aplikasi Zoom Meeting. Asrorun menyampaikan bahwa Komisi Fatwa MUI memiliki peran yang strategis.

“MUI ini gabungan dari ormas-ormas Islam. Dan jika menetapkan fatwa, harus melahirkan fatwa tunggal. Betul-betul berdiskusi demi mengeluarkan satu fatwa yang tujuannya untuk kemaslahatan umat,” ucapnya.

Selain Asrorun, Drs. KH. Sholahuddin al-Ayyubi, M.Si selaku narasumber ikut serta juga melalui aplikasi Zoom. Sebagai narasumber, Sholahuddin membahas Optimalisasi Fatwa MUI Menjawab Persoalan Keumatan Kontemporer

Kegiatan rakor diikuti secara langsung oleh pengurus Komisi Fatwa MUI Sumut dan Kabupaten/Kota.

Acara pembukaan kegiatan ini disiarkan langsung di Facebook dan kanal YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam.

MUI Sumut Gelar Seminar Terkait Kajian Thariqat Naqsabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa

0

muisumut.or.id, Medan MUI Sumatera Utara yang merupakan wadah musyawarah para ulama zu’ama dan cendikiawan muslim menggelar Seminar dengan tema Mengkaji Aliran Keagamaan Tentang Thariqat Naqsabandiyah Jabal Qubis pada Sabtu, 20 November 2021 di Aula MUI Propinsi Sumatera Utara.

Terkait kegiatan ini, Ketua panitia acara, Dr. H. Arso, MA menyampaikan bahwa acara seperti ini mengimplementasikan fungsi MUI Sumut sebagai tenda besar umat Islam yang harus menampung aspirasi dan diajak berdiskusi demi kepentingan umat.

“Sudah sepatutnya MUI Sumatera Utara merangkul dan menampung aspirasi, pendapat, ide, gagasan, bahkan menyediakan tempat untuk kegiatan berdiskusi. Karena MUI Sumut merupakan tenda besar umat Islam. Kita sambut baik jika ada yang ingin berdiskusi dan kita kaji bersama demi kepentingan umat”, ucapnya.

Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak. Dalam pidatonya, Maratua menegaskan bahwa MUI sebagai Tenda Besar Umat Islam tidak hanya sekadar mendengar aspirasi. Namun ikut memperbaiki jika ada kekeliruan dalam pemahaman agama.

“Tugas MUI lebih dari sekadar menampung aspirasi. Kita ajak berdiskusi. Jika ditemukan kekeliriuan atau penyimpangan dalam memahami ilmu agama, MUI tidak bisa langsung menjauhinya, harus kembali mendakwahinya dengan cara persuasif. Mudah-mudahan dengan itu alirannya bisa dapat di perbaiki,” ucap Maratua.

Maratua juga berharap agar peserta aktif berdiskusi agar mendapatkan wawasan lebih mendalam terkait ilmu thariqat naqsabandiyah. “Semoga dengan acara ini kita dapat menambah wawasan kita tentang tarekah naqsabandiyah khususnya kali ini naqsabandiyah jabal qubis”, ujarnya.

Dalam Sambutannya Saidi Syekh H. Ghazali An-Naqsyabandi selaku Pimpinan Yayasan Jabal Qubis, Tanjung Morawa menyampaikan rasa terima kasih kepada MUI karena sudah memberikan waktu dan fasilitas untuk berdiskusi mendalam terkait ajaran thariqat naqsabandiyah.

“Saya terharu, perdana ke MUI Sumut dan disambut dengan baik, diberikan fasilitas untuk berdiskusi mengenai thariqat naqsabandiyah khususnya di Jabal Qubis, Tanjung Morawa di tempat yang nyaman dan tentram”, ungkapnya.

Seminar ini dihadiri oleh anggota komisi Litbang MUI Sumut, PRK, Fatwa, Infokom dan beberapa komisi lainnya. Selain itu seminar ini juga dihadiri tim dari Yayasan Jabal Qubis.
Selain itu, MUI Sumut juga menayangkan rapat ini secara live di facebook dan kanal YouTube MUI Tenda Besar Umat Islam.

Rakor Bidang/Komisi Pelatihan, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Sumut Akan Ciptakan Standart Penelitian

0

muisumut.or.id, Medan Melalui Komisi LITBANG, MUI Sumatera Utara akan ciptakan standart penelitian untuk Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan (Litbang) MUI provinsi Sumatera Utara.

Hal ini diutarakan saat digelar Rapat Kordinasi (rakor) dengan tema rapat “Mengembangkan Manajemen Organisasi Penelitian yang Akuntabel dan Profesional” di Aula MUI Sumut, pada Ahad (14/11).

Dr. Sulidar, MA selaku Ketua Komisi mengucapkan terimakasih kepada panitia sekaligus memberikan apresiasi atas terwujudnya kegiatan ini.

Sulidar menganggap bahwa kegiatan ini penting agar penelitian MUI Sumut kedepannya menjadi penelitian yang profesional.

“Saya berterima kasih kepada panitia, ini kegiatan yang memang sangat penting. Tentu dengan tujuan agar penelitian pengkajian dan pengembangan MUI agar lebih baik lagi dan profesional”, ungkapnya.

Selain itu, Kabid Penelitian Pengkajian dan Pengembangan MUI Sumut, Prof. Dr. Fachruddin Azmi, MA dalam sambutannya menegaskan tujuan terwujudnya rapat koordinasi ini untuk menciptakan standart operating procedure penelitian yang akuntabel dan profesional.

“Selain bertujuan untuk menjalin silaturahim dan komunikasi antar komisi Penelitian Pengkajian dan Pengembangan MUI di daerah, rapat ini juga akan menginovasikan model, dan SOP penelitian, pengkajian dan pengembangan. Dalam meneliti kita butuh big data, agar akuntabel dan profesional”, tegasnya.

Acara rapat ini dibuka oleh Ketua Umum yang diwakili oleh Dr. H. Arso, M.Ag selaku wakil ketua umum. Dalam sambutannya Arso mengungkapkan bahwa tema ini sangat relevan dengan tuntutan tugas MUI Sumut sebagai tenda besar umat Islam.

“MUI harus aktual, faktual, akuntabilitas, profesional dalam melakukan penelitian. Kita dituntut untuk itu, sebab kita merupakan tenda besar umat islam”, ucapnya.

Di samping itu, Arso berharap agar komisi Litbang tetap menjaga semangat dan jiwa profesional dalam meneliti.

“Saya berharap Komisi Litbang tetap semangat, profesional, demi tercapainya penelitian-penelitian yang mengharumkan nama MUI Sumut”, tandasnya.

Tidak hanya dihadiri oleh tim komisi Litbang MUI Sumut, rapat ini juga dihadiri tim komisi Litbang dari MUI kabupaten kota. Digelar juga secara online melalui via zoom, kegiatan ini membuka kesempatan bagi peserta daerah yang berhalangan hadir.

Selain itu, MUI Sumut juga menayangkan rapat ini secara live di kanal YouTube MUI Tenda Besar Umat Islam.

Kerjasama Ulama, Umara, serta TNI-Polri, Gubsu Tegaskan Sinergi Bisa Capai Tujuan

0

muisumut.or.id, Medan Melalui Konferensi dan Silaturahim Ulama, Umara, TNI-Polri yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin Jl. Sudirman Medan, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi tegaskan bahwa dengan sinergi antar keempatnya mampu mencapai tujuan, Jumat (12/11).

Mewakili umara Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa tujuan yang dimaksud yakni menyejahterakan rakyat Sumatera Utara.

“Pertemuan ini menjadi temu ramah dan media ulama, umara, serta TNI-Polri agar aman kondusif dan bermartabat. Maka, sinergi menjadi satu hal yang penting untuk kemaslahatan umat dan martabat Sumatera Utara,” kata Edy.

Dalam pertemuan itu juga, Edy mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting.

“Saya selaku umara, akan di hisab panjang apabila saya tidak di kawal oleh ulama, untuk itu saya ingin ulama harus tetap mengawal umara,” ucap Edy.

Disamping itu, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, turut mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih kepada panitia karena melalui kegiatan ini bisa merekatkan hubungan ulama, umara, serta TNI-Polri,” ucap Maratua.

Dengan pertemuan ini Maratua juga mengharapkan agar sinergi yang tercipta antar keempat elemen ini bisa menghasilkan sinergi yang baik.

“Dari upaya sinergi antar keempat elemen kita harapkan bisa tercipta sinergi yang baik dan saling mendukung tanpa ada was-was ataupun kecurigaan satu sama lain,” harapnya.

Terkait rangkaian kegiatan ini, Dr. Asren Nasution selaku Ketua Panitia juga berharap pertemuan ini menjadi temu ramah dan sekaligus media bagi keempatnya.

“Harapannya pertemuan ini mampu membawa ulama, umara, TNI-Polri mewujudkan situasi yang aman, kondusif, serta bermartabat. Kemaslahatan umat dan martabat anak bangsa adalah hal yang utama,” harap Asren.

Acara dibuka dengan pembawaan doa yang dibawakan oleh Dr. Zikmal Fuad, MA yang merupakan tuan guru basilam.

Dalam kegiatan ini, empat narasumber sengaja dihadirkan dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A, membahas Peran Ulama/Cendikiawan Dalam Membangun Peradaban Masyarakat yang Bermartabat.

Mewakili Pangdam I Bukit Barisan, Kolonel Toto Raharjo, membahas Relasi, Peran serta Tugas dan Tanggng Jawab Ulama-TNI Dalam Sistem Pertahanan Negara

Mewakili Kapolda Sumut, AKBP Budiman, fokus membahas tentang Relasi, Peran, Tugas, serta Tanggung Jawab Ulama-Polri Dalam Mewujudkan Kamtibnas.

Serta, mewakili ulama, Dr. H. Maratua Simanjuntak membahas tentang
Peran Ulama Mendorong Percepatan Sumut Bermartabat.