Friday, March 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 148

Lewat Rakor Bidang Komisi Dakwah MUI SU, Wujudkan Dakwah Maksimal di Tengah Umat

0

muisumut.or.id, Medan Lewat Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Komisi Dakwah MUI Sumatera Utara, Selasa (11/11), para dai diharapkan berdakwah secara maksimal di tengah umat. Dalam acara rakor yang digelar di Aula MUI Sumatera Utara ini juga diharapkan terjalin sinegritas silaturahim yang baik antar dai.

Sejalan dengan tema yang diangkat yakni, “Menjalin sinergitas dan silaturahim demi tercapainya dakwah yang maksimal di tengah umat, hal inilah yang menjadi tujuan didakannya rakor tersebut.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa di dalam dakwah jangan sampai ada kemunafikan. “Dalam berdakwah jangan ada kemunafikan. Maka menjadi penting ketika dakwah itu tidak bisa dipisahkan antara perkataan dan perbuatan,” ucap Maratua.

Maratua juga berpesan untuk terus berdakwah tanpa putus asa. “Walaupun yang kita dakwahi tetap bermaksiat, jangan putus asa. Rasulullah saja terus berdakwah meski yang didakwahi tetap tidak beriman. Dakwah terus melawan kemungkaran,” pesannya.
Untuk mencapai tujuan rakor ini, panitia pelaksana menghadirkan tiga narasumber dengan masing-masing pembahasan yang berbeda.

Narsumber pertama yakni Prof. Dr. Muhammad Hatta, MA yang membahas tentang membangun sinegritas dan profesionalisme dakwah. Selanjutnya Prof. Dr. H. Abdullah, MA dengan pembahasan menata kurikulum dakwah dan strategi antar lembaga dakwah.

Diakhir, Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag membawakan membahas tentang program kerja bidang komisi dakwah MUI Sumatera Utara yang sekaligus menjadi penutup materi dalam rakor kali ini.

TUAN GURU LANGKAT AKAN PIMPIN DOA PADA KONFERENSI ULAMA, UMARA, TNI-POLRI SE SUMATERA UTARA

0

muisumut.or.id, Medan Pada Ahad, 7 November 2021, Panitia Pelaksana Konferensi & Silaturahim Ulama, Umara, TNI-POLRI Silaturahim Ke Tuan Guru Babussalam, Langkat Syekh Dr. H. Zikmal Fuad, MA dalam rangka memohon doa restu agar pelaksanaan acara sukses dan berjalan sesuai harapan.

Ketua Panitia, Dr. H. Asren Nasution, MA didampingi Sekretaris, Irwansyah dalam kesempatan itu, mengundang Tuan Guru untuk Hadir Memimpin Doa pada Pelaksanaan Acara Konfrensi tersebut. Insya Allah Tuan Guru Babussalam, Langkat akan hadir langsung untuk Memimpin Doa pada acara Konferensi dan Silaturahim Ulama, Umara TNI-POLRI yang diagendakan akan dilaksanakan di Aula T Rizal Nurdin Jl. Sudirman No. 41 Medan pada Jumat 12 November 2021 mendatang. Tuan Guru Babussalam menyambut dengan senang hati panitia yang hadir bersilaturahim dan menjamu kedatangan Panitia dari MUI Sumatera Utara.

Di akhir pertemuan, Tuan Guru Babussalam sampaikan harapannya kepada Panitia agar acara ini benar-benar dimanfaatkan sebagai media silaturahim untuk mempererat hubungan antara ulama, umara TNI-POLRI Sehingga persoalan keumatan dan kebangsaan dapat diselesaikan secara Bersama dengan arif, sejuk dan damai sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, imbuhnya. []

MUI Sumatera Utara dan PAKEM Sepakat Berantas Aliran Sesat dan Menyimpang

0

muisumut.or.id, Medan – MUI Sumatera Utara dan Pihak PAKEM/Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sepakat untuk untuk memberantas aliran sesat dan menyimpang.

Hal ini disepakati pada acara Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Aliran Sesat di Sumatera Utara, Sabtu (6/11) di Aula MUI Sumatera Utara.

Hadir sebagai narasumber utama pada acara tersebut yakni AKBP Syamsul Bahri Siregar dari POLDA Sumatera Utara, Erman Syafrudianto dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan Prof. Dr. Fachruddin Azmi, MA dari MUI Sumatera Utara.

Dalam acara ini pihak kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang tergabung dalam PAKEM mendukung MUI Sumatera Utara untuk mengatasi aliran sesat demi terwujudnya kondusifitas, dan keutuhan bangsa.

Pada penyampaian Keynote Speaker, Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. Ardiansyah, MA menyampaikan bahwa aliran dan paham sesat menjadi masalah umat secara bersama.

“Aliran sesat ini menjadi masalah bersama apalagi mereka masih mengaku dirinya sebagai orang yang beragama padahal ajaran dan pahamnya menyalahi ketentuan-ketentuan agama,” ucap Ardiansyah.

Karena itu menurutnya, apa yang digagas oleh Panitia merupakan langkah strategis untuk melakukan kerjasama dan koordiansi dengan pihak PAKEM.

“Dalam rangka untuk mengantisipasi dan memberantas ajaran dan faham sesat di Sumatera Utara maka langkah strategis yang bisa dilakukan yaitu melakukan kerjasama dan koordiansi dengan pihak PAKEM,” tambah Ardiansyah.

Disamping itu, Dr. H. Arso, SH., M.Ag selaku ketua panitia pelaksana acara ini juga menyampaikan bahwa pertumbuhan aliran dan paham agama yang menyimpang semakin massif di Indonesia.

“Pertumbuhan aliran dan paham agama menyimpang ini semakin masif pertumbuhannya. Dalam konteks Sumatera Utara, MUI Sumatera Utara telah banyak mengeluarkan fatwa sesat atau menyimpang terhadap aliran dan faham sesat baik bagi personal maupun komunitas tertentu yang mengajarkan ajaran menyimpang,” terang Arso.

Arso juga menegaskan bahwa bagaimana pun aliran sesat sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Bagaimana pun aliran sesat ini meresahkan bahkan tidak hanya sampai di situ aliran sesat jika telah tumbuh besar akan berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan, serta kondusifitas masyarakat dalam klimaksnya juga bisa berdampak terhadap stabilitas Nasional dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Dari hasil dari pertemuan FGD ini, lahirlah rumusan dan kesepakatan diantaranya yaitu pihak PAKEM yang tergabung di dalamnya adalah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kepolisian Sumatera Utara akan bekerjasama dengan MUI Sumatera Utara dan Ormas-ormas Islam untuk melakukan koordinasi rutin minimal tiga bulan sekali atau bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu jika sangat dibutuhkan untuk menangani aliran sesat dan menyimpang.

Dalam salah satu rekomendasi itu juga meminta kepada pihak kepolisian agar memproses aliran dan paham sesat yang telah difatwakan MUI Sumatera Utara.

Dr. Irwansyah, M.H.I selaku Sekretaris Panitia pelaksana juga menyampaikan bahwa aliran sesat dan menyimpang adalah kewajiban bersama untuk memberantasnya.

“Karena aliran sesat dan menyimpang ini merusak, merubah, juga menyelewengkan ajaran Agama dari yang sebenarnya,” ucap Irwansyah.

Karena itu, menurutnya, tindaklanjut dari acara ini akan dijalin hubungan sinergis antara Kepolisian, Kejaksaan, MUI dan Ormas dalam mengantisipasi dan memberantas aliran sesat dan menyimpang khususnya dai Sumatera Utara,” tandas Irwansyah.

Hindari Konflik Wakaf, MUI Sumut Adakan Seminar Pengkajian Wakaf

0

muisumut.or.id, Medan – MUI Sumatera Utara melalui Bidang Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan mengadakan Seminar Pengkajian Wakaf di Aula MUI Prov. Sumatera Utara, Minggu (7/11).

Hal ini dilakukan guna mengedukasi tentang dunia wakaf kepada masyarakat sekaligus menghindari konflik yang masih sering terjadi.

Sebagaimana yang diutarakan oleh, Dr. Sulidar, MA selaku Ketua Panitia menyatakan bahwa diadakan seminar ini karena adanya konflik perihal wakaf di sekitar kita.

“Seminar ini sengaja kita gelar karena wakaf sering terjadi konflik, kita ambil contoh yakni mesjid di Deli Serdang dan di Tuasan yang kemarin terjadi konflik di sana. Jadi MUI sebagai Tenda Besar Umat Islam melalui seminar ini hadir memberi solusi atas konflik wakaf ini,” jelas Sulidar.

Masih menyangkut perihal wakaf, Kabid Pengkajian dan Pengembangan MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. Fachruddin Azmi, MA, dalam sambutannya juga menyampaikan perbandingan wakaf di Indonesia dengan negara lain.

“Persoalan wakaf ini sangat krusial, berbanding terbalik wakaf kita di Indonesia dengan kesuksesan wakaf yang ada di Arab, Kuwait, Turki, Malaysia, dan Brunai. Di sana wakaf sukses, dan jadi lembaga keuangan umat Islam sehingga mampu menyejahterakan umat,” terang Fachruddin.

Fachruddin juga mengatakan apalagi potensi wakaf di Indonesia memiliki potensi yang besar. Oleh sebab itu seminar ini diharapkan nantinya bisa memberikan pencerahan tentang wakaf.

“Potensi wakaf di Indonesia itu memiliki potensi yang besar itulah sebabnya kita adakan seminar ini, semoga bisa membawa pencerahan untuk dunia wakaf,” ucapnya.

Acara seminar ini dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Sekretaris Umum, Prof. Dr. H Asmuni, MA.

Sebelum membuka acara, ia memberikan sambutannya tentang contoh konflik wakaf di masyarakat. “Selama ini konflik wakaf yang terjadi di sekitar kita itu contohnya banyak pewakif yang mewakafkan tanahnya secara non formal, sehingga anak cucunya di kemudian hari mengungkit dan timbul permasalahan,” ucap Asmuni.

Asmuni melanjutkan bahwa dari kejadian tersebut, inilah yang menjadi tugas bersama. “Ini yang menjadi tugas kita, kita bimbing untuk menyiapkan alas haknya agar dapat menjadi pedoman hukum,” tuturnya.

Untuk menyelesaikan pembahasan tentang hukum, seminar ini pun melibatkan secara virtual Yagus Suyadi yang merupakan Staf Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Hukum Agraria dan Masyarakat Adat sebagai narasumber.

Dengan mengangkat tema “Aplikasi dan Implementasi UU dan Peraturan Tentang Wakaf Menuju Wakaf yang Bebas Konflik”, acara ini digelar secara langsung dan virtual dengan jumlah peserta terbatas serta live streaming melalui youtube MUI Sumatera Utara Tenda Besar Umat Islam.

DP MUI Simalungun Masa Khidmat 2021-2026 Resmi Dikukuhkan

0

muisumut.or.id, Medan DP MUI Simalungun Masa Khidmat 2021-2026 telah resmi dikukuhkan, Sabtu (6/11). Bertempat di Aula Gedung MUI Simalungun, acara pengukuhan ini digandeng dengan penyerahan bantuan dari DP MUI Prov. Sumut kepada guru mengaji di wilayah Kabupaten Simalungun.

Acara tersebut di hadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, Kapolres Simalungun, Dandim Simalungun, Kakan Kemenag Simalungun, Ketua PA Simalungun, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Simalungun, Pengurus Ormas, beserta undangan lainnya dengan tetap melaksanakannya sesuai dengan protokol kesehatan.

Dalam acara pengukuhan ini, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak berpesan kepada pengurus harian maupun komisi di DP MUI Simalungun dapat menjalankan roda organisasi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Kepada pengurus harian maupun komisi di DP MUI Simalungun semoga dapat menjalankan roda organisasi sesuai dengan bidangnya masing-masing, berbuatlah untuk MUI tapi jangan tanyakan apa yg dibuat atau diberikan oleh MUI untuk anda,” pesan Maratua.

Disamping itu, Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga yang juga berhadir turut memberikan bimbingan dan arahannya.

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2022 nanti akan memberangkatkan 3 orang nazir masjid untuk melaksanakan umroh.

“Tahun 2022 nanti yang orangnya akan diberangkatkan 3 orang nazir masjid untuk melaksanakan umroh tentu melalui verifikasi DP MUI Simalungun,” ucapnya.

Acara pengukuhan ini ditutup dengan tausyiah yang disampaikan Prof. Dr. Muhammat Hatta yang juga merupakan Pengurus Harian DP MUI Provinsi Sumatera Utara.

HLNKI MUI SU KUNJUNGAN SOSIAL KE PENGUNGSIAN WARGA ASING ARAS DENGSI

0

muisumut.or.id, Medan (4/11). Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SU) mengadakan Kunjungan Sosial ke pengungsi luar negeri di Akomodasi (Community Housing) Aras Dengsi Jalan Ikahi Padang Bulan Medan, Kamis 4 Nopember 2021. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Bidang HLNKI KH. Akhyar Nasution, Lc.MA dan Ketua Komisi HLNKI Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc.MA tiba di tempat pengungsian sekitar pukul 10 pagi bersama 5 orang anggota Komisi HLNKI; H. Nasrullah Abdul Rahim, Lc., Yulia Indawardhani, SS, MSP., Hj. Alya Rahmayani Siregar, S.Ag., S.Pd.I., H. Akmal Marzuki Harahap, Lc, S.Pd., dan H. Abdul Malik Sarumpaet, MA.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Medan, Vencentius Purwo Hendratmoko, beserta jajaran menerima dengan hangat kedatangan perwakilan MUI SU yang membawa misi persaudaraan sebagai sesama umat Islam. “Penghuni Aras Dengsi ini semuanya berasal dari suku Rohingya asal Myanmar yang baru 7 bulan lalu dipindahkan dari Lhokseumawe. Semuanya ada 70 orang, dan hampir setengahnya adalah anak-anak usia di bawah 18 tahun.” papar Hendratmoko menjelaskan.

Persoalan yang sering dikeluhkan para pengungsi adalah akses pendidikan umum dan pengajaran agama yang sangat minim mereka dapatkan. Salah seorang pengungsi, Nur (43 tahun), sangat berterimakasih atas kedatangan tim Komisi HLNKI MUI SU dan berharap akan berlanjut dalam bentuk dukungan pendidikan dan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Ketua Bidang HLNKI MUI SU, KH. Akhyar Nasution, Lc.MA, menyampaikan bahwa kedatangan mereka adalah untuk memberikan dukungan moril dan materil kepada sesama umat Islam, terutama warga negara asing yang saat ini sedang mengungsi. “Dengan kunjungan silaturahim ini kami berharap para pengungsi luar negeri khususnya yang beragama Islam yang ada di Sumatera Utara ini merasa diperlakukan dengan baik oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan semangat mereka untuk bertahan hidup dan memperjuangkan harapannya untuk ditempatkan di negara ketiga.” timpal Akhyar Nasution menutup perbincangan.

Acara kunjungan diakhiri dengan penyerahan bingkisan berupa kain sarung dan handuk, serta makanan berupa nasi kotak khas cita rasa Mandailing- salah satu Suku yang ada di Sumatera Utara. (yl)

Kontributor : Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP

Komisi Dakwah MUI Sumut Gelar Pelatihan Strategi Berdakwah Untuk Penempatan Da’i di Daerah Minoritas

0

muisumut.or.id, Medan – Komisi/Bidang Dakwah MUI Sumut menggelar pelatihan secara virtual terkait strategi dakwah untuk penempatan da’i di daerah-daerah minoritas, Selasa (5/11). Pelatihan da’i ini dilakukan dengan Bimbingan dan Pelatihan da’i Yang Kompeten di Daerah Minoritas.

Komisi/Bidang Dakwah MUI Sumut turut mengundang 13 Kabupaten dengan masing-masing 3 orang dari 1 kabupaten sebagai peserta. Diantaranya, Kabupaten Humbang Hasundutan, Manda’iling Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Gunung Sitoli, Sibolga, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Karo, Da’iri, Pakpak Bharat dan Kabupaten Samosir. Selain itu komisi dakwah MUI SU juga ,mengundang 2 orang dari Mualaf Centre, 3 dari Adma Mualaf Centre,dan 2 dari PW. Muhammadiyah Sumatera Utara.

Dalam kegiatan ini, Ketua Umum MUI Sumut, DR. H. Maratua Simanjuntak turut membuka acara sekaligus memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, Maratua menyampaikan kutipan ayat Al-qur’an yang menyangkut tuntunan berdakwah.
“Tuntunan Al-qur’an sudah memberitahu bagaimana kita berdakwah, ada dengan tiga cara. Yaitu dengan hikmah, Mauidzatil Hasanah atau nasihat yang baik, Jadilhum billati hiya ahsan. Ketiga metode ini bisa dipilih sesuai objek atau pelaksanaan dakwahnya”.

Maratua juga menghimbau kepada para peserta yang berada di kabupaten untuk berdakwah sesuai dengan anjuran Rasulullah. Dengan bahasa yang mudah dimengerti dan kapasitas daya tangkap masyarakat setempat.
“Rasulullah pernah bersabda, berkhotbahlah kepada manusia sekedar atau sesuai dengan kadar daya tangkap akal mereka. Kalau berada kita di desa, tidak perlu menggunakan bahasa yang sulit dipahami, itu makanya kita pilih dari 3 metode dakwah tuntunan Al-qur’an tadi”, ungkapnya.

Maratua juga memberikan bekal kepada peserta agar da’i di daerah minoritas dapat diterima di lingkungan masyarakat.
“Harus belajar adatnya, kebiasaan-kebiasaan di daerah itu, sepanjang dia tidak merusak syari’at harus panda’i-panda’i kita mengolahnya untuk dasar kita mengajak mereka percaya terhadap Islam” ujar Maratua.

Dari sisi penyampaian narasumber, Dr. Sugeng Wanto, M.Ag, menyampaikan bahwa langkah yang dapat dilakukan para da’i sebagai salah satu strategi dakwahnya yaitu dimulai dari diri sendiri.

“Langkah yang dapat dilakukan para da’i dakwah dimulai dari diri sendiri, meniru dari apa yang dilakukan nabi Muhammad yang sukses merubah masyarakat,” terang Sugeng.

Sugeng juga menyampaikan bahwa strategi lainnya yang tidak kalah penting yaitu terkait kesiapan mental.

“Serupa dengan Nabi Muhammad, mental beliau sangat kuat. Sebab beliau berdakwah di daerah yang betul-betul minoritas. Bagaimana jika mental beliau tidak kuat? Kita tidak akan sampai pada titik ini”, Ujarnya

Disamping itu narasumber kedua, M. Ikbal Parinduri, S.Hi, M. Kom juga menyampaikan strategi terkait pelatihan ini. Ikbal mengajak da’i untuk memberikan ceramah secara kontiniu, dialog dan kajian diskusi, memfasilitasi sarana ibadah, memberikan perlindungan dan keamanan, membimbing akhlak masyarakat dengan metodologi ketauladanan dan kekeluargaan

“Strategi berdakwanya pertama melakukan ceramah secara terus-menerus, mengajak berdialog dan kajian diskusi, kemudian memfasilitasi sarana ibadah yang memadai, memberikan perlindungan dengan keamanan dari ancaman lingkungan dan terakhir membimbing akhlak masyarakat dengan ketauladanan dan kekeluargaan”, ucapnya.

Peduli Pendidikan Anak di Masa Pandemi, MUI Sumut Adakan Dialog Interaktif

0

Dewan Pem

muisumut.or.id, Medan Guna menaruh peduli terhadap pendidikan anak di masa pandemi, MUI Sumut melalui Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga mengadakan dialog interaktif, Kamis (4/11).

Bertempat di Hotel Santika Dyandra Medan, dialog ini fokus membahas menanggulangi kemerosotan kualitas pendidikan formal dan akhlak anak di masa pandemi Covid-19.

Dialog interaktif dibuka oleh keynote speaker yakni Istri dari Wakil Gubernur Sumut, Hj. Sri Ayu Mihari.

Ia membuka arah dialog dengan bahasan situasi pandemi yang mengubah seluruh sendi kehidupan termasuk cara belajar anak selama kurang lebih dua tahun terakhir.

“Kurang lebih selama dua tahun terakhir anak-anak dihadapkan dengan cara belajar yang berbeda karena pandemi, untuk itu perlu banyak penyesuaian dan pemahaman yang harus dipahamkan kepada anak kita dalam kondisi ini,” katanya.

Ia juga menyinggung bahwa disinilah peran penting keluarga sebagai pendidikan pertama bagi anak.

“Keluarga sebagai pendidikan utama bagi anak-anak yang dalam hal ini ibu dan ayah merupakan guru pertamanya di sinilah peran penting keluarga begitu vital dalam membentuk generasi penerus agama dan bangsa,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, Ketua MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak turut membuka acara sekaligus memberikan sambutannya tentang kepedulian terhadap anak.

Ia mengatakan bahwa sebagai orang tua kita harus mengawal anak dengan sebaik-baiknya.

“Sebagai orang tua kita harus bisa semaksimal mungkin mengawal anak dengan sebaik-baiknya seperi mengontrol anak dalam penggunaan HP, supaya tidak terbawa kepada kemaksiatan,” imbuhnya.

Disamping itu, ia juga mengajak orang tua untuk tetap pada kebaikan dengan memperhatikan uang yang kita beri kepada anak dan keluarga.

“Sebagai salah satu upaya lagi yang tidak kalah pentingnya jangan sampai kita memberikan uang haram kepada anak dan keluarga, itu salah satu upaya yang harus tetap dijaga,” ucapnya.

Dialog interaktif berjalan dengan dua narasumber yakni Hj. Sri Winarni, SE, M.Psi yang membahas Problematika Pendidikan Tatap Muka Pasca Pandemi Covid, Solusi, dan Metode Pembelajaran serta Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, MA yang membahas Pembinaan Akhlakul Karimah Dalam Rumah Tangga Kaum Muslimin Pasca Pandemi Covid 19.

Sri Winarni menyampaikan bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan orang tua yakni memantau kesiapan sekolah dalam menghadapi belajar tatap muka.

“Salah satu langkahnya kita bisa survey kesiapan sekolah anak dalam menghadapi tatap muka. Infrastrukturnya, kemudian kebijakan sekolah mereka terhadap proses pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Selain itu kita harus memperbanyak komunikasi dengan anak kita.

“Perbanyak komunikasi dengan anak setelah anak pulang dari sekolah, kita harus peka, agar kita memiliki peran dalam membentuk akhlaknya,” tambahnya.

Narasumber kedua, Prof Fachruddin Azmi yang fokus membahas akhlak mengatakan bahwa bangsa ini akan hilang dan hancur jika kita umat Islam tidak memiliki semangat dalam membentuk akhlak.

“Maka dari itu pembinaan akhlak anak pasca covid itu penting guna memantapkan fungsi pembentukan kepribadian berbasis nilai-nilai agama. Itu kunci utama agar anak kita memiliki akhlakul karimah,” katanya.

Ia pun mengatakan pendidikan akhlak memang merupakan fungsi lembaga pendidikan.

“Pendidikan akhlak memang merupakan fungsi lembaga pendidikan, diantaranya mendidik, membimbing, melatih, menilai, tapi pembinaan akhlak itu merupakan fungsi dari rumah tangga atau keluarga, diantaranya mengasuh, membina, mangasihi, menasehati,” ujarnya.

Terkait kegiatan dialog interaktif ini, Ketua Panitia, Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.A turut menyampaikan harapannya dengan diadakan dialog interaktif ini semoga bisa membawa pencerahan bagi para orang tua.

“Sebagaimana tujuan diadakan dialog ini untuk mempersiapkan psikologis anak menghadapi kembali cara belajar tatap muka harapannya orang tua bisa terus mendampingi anak-anaknya,” harapnya.

Ia juga berpesan sekaligus mengajak seluruh orang tua untuk bersama-sama semangat dalam mendidik generasi penerus masa depan.

“Mari bersama kita jaga semangat untuk mendidik para generasi penerus kita, dari apa yang disampaikan para narasumber, dan juga bapak ketua MUI tadi bisa kita jadikan pedoman,” ajaknya.

Acara dialog interaktif ini dihadiri oleh berbagai ormas Islam dengan mematuhi protokol kesehatan. Selain digelar secara langsung di lokasi, dialog interaktif ini juga disiarkan melalui kanal Youtube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam.

Komsosben MUI SU Beri Penyuluhan dan Bantuan ke Daerah Rawan Bencana di Simalungun

0

muisumut.or.id, Medan – Komisi Sosial Bencana (Komsosben) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SU) memberikan Penyuluhan dan Sosialisasi Tanggap Bencana Perspektif Islam, Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Kebencanaan di Daerah Rawan Bencana Longsor Kecamatan Girsang Sipanganbolon sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan pada Korban Bencana Banjir bandang dan Korban Kebakaran, Sabtu dan Ahad, 9-10 Oktober 2021 lalu.

“Pada Hari Sabtu, 9 Oktober 2021 pukul 15.00 WIB, Komsosben MUI SU memberi bantuan berupa selimut, handuk, alat alat dapur pada korban banjir bandang yang terjadi pada bulan Mei 2021 di Desa Baganding, bantuan diberikan kepada 6 orang yang terkena bencana musibah banjir bandang, yang airnya bercampur lumpur dan material lain seperti kayu dan batu yang mengalir dari perbukitan hingga satu kilometer menerjang Parapat, membuat rumah mereka porak poranda,” ucap Ketua Komsosben MUI SU Laila Rohani didampingi Sekretaris Nani Ayum Panggabean dan Tim Rompi Komsosben lainnya.

Laila mengatakan, Komsosben memberi sumbangan yang serupa kepada dua orang yaitu, Ibu Nuriah pengusaha Rumah Makan Minang Bundo dan Ibu Rosminah Sinaga, korban kebakaran di Parapat Kecamatan Girsang Sipanganbolon.

“Rumahnya ludes habis terbakar pada tanggal 26 Agustus 2021. Saat ini mereka tinggal di tenda Kemensos . Rumah mereka dalam perbaikan,”

Selanjutnya, lanjut Laila, pada hari Ahad, 10 Oktober 2021 Komsosben MUI SU menggelar kegiatan Penyuluhan Tanggap Bencana Perspektif Islam, Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Kebencanaan.

“Kegiatan diadakan di Masjid Raya Taqwa Parapat dari pukul 08.30 sampai dengan Selesai,” ucapnya.

Dijelaskan, sebagai tim penyuluh terdiri dari tim Komsosben MUI SU, Nani Ayum Panggabean, Rahmat Widia Sembiring, MSc.Ph.D dan Dr. Nuryunita Nainggolan Sp P.K.

Dalam sambutannya, Laila juga memperkenalkan Pengurus Komsosben MUI SU yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan bersatu, bersemangat melaksanakan Tugas Kemanusiaan yang diamanahkan.

“Alhamdulillah pada penyuluhan itu hadir langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Simalungun Bapak H. Abdul Halim Lubis, SHi, MM didampingi Sekretaris Bapak Ardiansyah Siregar, SPdi. Mereka memberi apresiasi yang cukup baik dan menyambut dengan senang hati kehadiran Komsosben,” tutur Laila mengaku sangat mengapresiasi kehadiran pengurus MUI Simalungun.

Hadir juga pada kesempatan itu Bapak Abdullah Sani mewakili MUI Kecamatan Girsang Sipanganbolon yang turut mendampingi Tim Komsosben ke tempat Lokasi Bencana banjir bandang dan Kebakaran. Hadir juga Ketua TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan)  Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Parapat,  perpanjangan tangan di kecamatan dari Dinas Sosial Bapak Sutresno,S.PdI, Bapak Sumari Nadzir Masjid Raya Taqwa, para Ibu Perwiridan Khairunnisa Parapat dan masyarakat lainnya.

Pada Kegiatan Penyuluhan itu Komsosben memberikan Bantuan Buku Tuntunan Sholat Lengkap, Buku Iqra’ dan juga membawa bantuan dari DP MUI SU berupa AlQur’an, Kain sarung, Mukena, Lampu. Di samping itu, juga diberikan bantuan dari anggota Komsosben sendiri dan bantuan buku Tuntunan Sholat Lengkap dan Iqra’ kepada SD Negeri Parapat yang diberikan kepada Guru Agama Islam.

Dalam penyuluhan antara lain dijelaskan sejumlah bahan renungan, bahwa kerusakan alam seperti longsor, banjir dan sebagainya merupakan akibat ulah tangan manusia itu sendiri. (QS. Ar Rum 41); dan dijelaskan, manusia berasal dari tanah atau bumi dan kita pula sebagai pemakmur bumi (QS. Hud 61).

“Sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk melestarikan semua ciptaan Allah, menentang setiap kegiatan yang merusak lingkungan, seperti membakar dan menebang pohon di hutan atau hutan belantara. Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan hutan secara berkesinambungan adalah panggilan hati nurani kita sebagai Hamba Allah yang diberi tugas sebagai Pemakmur Bumi. In syaa Allah, aamiin,” tutup Laila. (NAP)

KSB MUI SU Gelar Penyuluhan dan Sosialisasi Tanggap Bencana Perspektif Islam, Lingkungan dan Kebencanaan di Kabupaten Karo

0

muisumut.or.id, Medan – Pasukan rompi Komisi Sosial dan Bencana (KSB) MUI SU yang dipimpin Laila Rohani dan Nani Ayum Panggabean mengadakan  Penyuluhan dan Sosialisasi Tanggap Bencana, Perspektif Islam, Lingkungan Hidup dan Kebencanaan, di dua tempat yang berbeda, Sabtu dan Ahad, 2 dan 3 Oktober 2021.

“Kegiatan yang pertama digelar di daerah rawan bencana tempat aliran lahar dingin. Penyuluhan diadakan Masjid Nur Salamah Kutambaru Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo. Kedua diadakan di Masjid Al Muhajirin Siosar Relokasi Pasca Erupsi Gunung Sinabung terdiri dari tiga desa meliputi Desa Sukameriah, Desa Bakerah dan Desa Simacem, di total 370 kepala keluarga. Masing-masing keluarga diberi lahan gratis setengah hektar,” jelas Laila.

Narasumber Penyuluhan ada tiga orang dari Komisi Sosial dan Bencana MUI SU. Yang pertama Nani Ayum Panggabean menyampaikan “Hikmah dan Pesan Moral dalam Bencana Menurut Islam.” Kedua Hj. Ameilia Zuliyanti Siregar, Msc.Phd menyampaikan  materi terkait Lingkungan  Hidup dan Pertanian  tentang “3 T Menghadapi Bencana” dan yang ketiga Rahmat Widia Sembiring, MSc.Ph.D berbicara tentang Kebencanaan “Kosepsi Menghadapi Bencana”

Acara di Masjid Nursalamah Kutambaru Kec.Tiganderket. Dihadiri Ketua MUI Kecamatan Tiganderket Ustadz Abdul Munir, dan Bapak Gemar Singarimbun Ketua Destana (Desa Tangguh Bencana) Kutambaru, juga BKM Masjid Nursalamah dan masyarakat sekitar daerah rawan aliran Lahar Dingin.

Komisi Sosial dan Bencana MUI SU juga pergi ke ladang petani Muslim, Bapak Dini Suhandi Sembiring, mempunyai usaha pembibitan kentang dan usaha warung nasi muslim, di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran. Dan ada Petani Muslim ini juga sebagai Ustadz yang mendirikan PAUD. Komsosben ingin melihat bagaimana perkembangan sentra ekonomi dan menanyakan hal hal yang berkaitan dengan  perkembangan ekonomi Pasca Erupsi Gunung Sinabung, Alhamdulilah kembali normal kehidupan ekonomi mereka. Ladang pun terlihat subur menghijau.

Komisi Sosial dan Bencana MUI SU memberikan bantuan Buku Iqra dan Tuntunan Sholat. Membawa juga bantuan Mukena, Al Qur’an, Sarung dan lampu dari Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara.

“Bantuan diberikan kepada kedua Masjid Nursalamah Kutambaru Tiganderket dan Masjid Al Muhajirin Siosar. Bantuan juga diberikan langsung di ladang Petani Muslim dan juga sebagai Ustadz bernama Muhammad Mijan Rangkuti, kebetulan beliau mempunyai PAUD RA Ar Rasyid dan  TPQ Ar Rasyid. Buku Iqra-nya sangat bermanfaat,” ujar beliau.

Dinyatakan, mereka juga akan menyalurkan bantuan tersebut ke Mesjid Al Mukhlisin di Kecamatan Naman Teran.

“Pada setiap bencana yang menimpa manusia mengandung pesan moral, antara lain, sebagai tanda peringatan Allah, menjadi muhasabah kepada kita, momentum memperbanyak Istighfar, menyegerakan bertaubat dan semakin tunduk, tawadlu’ kepada Allah bahwa kita semua dan seluruh isi dunia berada dalam genggaman-Nya, Mejuah-mejuah kita krina,” pungkasnya. (NAP)