Friday, March 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 149

MUI SU Ikut Membantu UMKN Lewat Kemajuan Teknologi Digital

0

muisumut.or.id, Medan Kemajuan teknologi saat ini, khusunya dunia komunikasi, membuat semuanya  semakin dekat  dalam mengetahui apa yang terjadi dan berkembang ditengah masyarakat, termasuk dunia usaha. Apalagi adanya jembatan kearah kearah perkembangan itu akan lebih membantu bagi kalangan pengusha. Itulah mungkin dirasakan dua pengusaha UMKN  Syahrial Efendi Sitorus SH ,dari perusahaan teh serai “Dua saudara “ dan Syahruddin , pengusaha alat kebersihan ” CV Tegar  Prima” saat ditemui, muisumut.com usai tampil disiaran televisi live streaming MUI SU, di Kedai Wakaf MUI SU, Selasa ( 3/10).”  Kami yakin komunikasi siaran streaming ini sangat  membantu perkembangan  usaha kami” tutur mereka. Jadi apa yang dilakukan MUI SU lewat PINBAS salah satu sarana dalam  menghidupkan usaha UMKN di Sumut. Dengan demikian  keberadaan MUI Sumut bukan hanya sebatas  pengembangan  bidang keagamaan, melainkan telah melibatkan diri dalam membangun  kegiatan dunia usaha.

Secara terpisah Syafrizal Efendi Sitorus SH, didampingi Syafrizal Koto , dari teh serai dapur “ Dua Saudara “ yang beralamat di Jalan Binjai KM.12 Gang Gardu no 21 Desa Purwodadi, Dusun XI Deli serdang, mengkisahkan  ide pendirian usaha teh serainya. Menurut dia selama ini tumbuhan serei adalah sangat berkhasiat akan kesehatan. Selama ini  untuk  mendapatkannya mereka menumbuk dan  mencincang secara teradisional dijadikan  serei sebagai minuman. Dasar ini kita produksi dengan mengkemasnya secara teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam mengkonsumsinya. Selain itu memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa serei bukan hanya untuk kepentingan bumbu masak, Ia mengakui, sebelumnya ia mengamati adanya minyak  serei wangi untuk obat, Hal ini mendorong untuk memanfaatkan serei biasa bagi kesehatan masyarak secara herbal. “ Alhamdulillah dari pengakuan masyarakat yang telah mengkonsumsi  teh celup serei itu bermanfat akan kesehatan masyarakat. Seperti, diabetes,kanker, Anemia, Detoksifikasi  Hifertensi, system syaraf dan lain “ tuturnya,

Ia mengkui dengan hadirnya usaha ini,petani serei ikut mendapat hasil, dimana selama ini hanya terbatas  keperluan dapur semata ,kini telah dikembangakan bagi kesehatan masyarakat.

Walau usaha yang sudah dikembangakan tahun 2017 lalu, sudah disebar luaskan lewat UMKM Sumut, melalui beberapa even promosi bahkan telah dicicipi penguaha terkenal Sandiaga Uno dalam sautu bazaar. Syarial sangat berterimakasih atas bantuan yang dilakukan MUI Sumatera Utara lewat promosi siaran straming. Ia yakin  siaran live, salah satu media online yang sangat digandrungi  masyarakat saat ini dan akan lebih mengetahui keberadaan teh serai dua bersaudara, yang sudah disertifikat halal MUI , Bahkan katanya sudah mendapat izin dari Dinkes Kabuapten Deliserdang, “ Saya yakin dengan kehadirian di kedai wakaf MUI SU ini, teh celup serei  lebih dikenal “ tuturnya sembari memperkenal  beberapa kemasan produknya.

Sementara pengusaha UMKN bidang alat kebersihan, di kecmatan Tanjung Morawa  Syahruddin , mengaku usahanya kini memproduksi kain pel, sapu dan lain terus berkembang dan sudah dipasarkan kebeberapa provinsi diluar Sumatera Utara.

Ia mengakui usaha ini dapat membantu masyarakat dengan memperkerjakan diperusahaannya. Ia berharap usaha alat kebersihan ini dapat berkembang dengan adanya bantuan PINBAS MUI SU untuk memperomosikan usahanya melalui siaran streaming MUI SU, Ia mengakui saat ini promosi melalui dunia online, begitu maju. Semoga kehadiran tersebut lewat siaran langsung teraming MUI SU,akan meningkatkan

Produknya sihingga akan menambah tenaga kerja  , Dengan demikian keberadan UMKN semakin dirasakan perannya . ( husni as)

MUI Sumut Dukung Vaksinasi di 33 Kabupaten/ Kota se-Sumatera Utara

0

muisumut.or.id, Medan – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI SU) mendukung MUI kota Tebing Tinggi gelar vaksinasi Covid-19. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Tebing Tinggi menggelar vaksinasi COVID-19 bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebanyak 5.000 (lima ribu) dosis vaksin Sinovac, Senin (20/09)

Hadir Ketua Umum Dr. Maratua Simanjuntak yang didampingi oleh Ketua Bidang Infokom Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum serta rombongan lainnya.  H Maratua Simanjuntak, menyampaikan apresiasi dan mendukung  pelaksanaan vaksinasi yang diprakarsai MUI di kabupaten/ kota se Sumatera Utara, setelah pelaksanaan di Kab Karo, Tebing Tinggi. “Ke depan akan kita tindaklanjuti di Sumatera Utara, agar program percepatan vaksinasi berjalan dengan baik. Pemerintah telah menyadari bahwa keterlibatan ulama ternyata ada manfaatnya,” katanya.

Rombongan MUI Sumut yang dipimpin Maratua beserta Wali Kota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan, dan Kepala Pusat Krisis Kesehatan dari Kemenkes RI Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc., meninjau langsung  vaksinasi tersebut yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Kompleks Masjid Agung.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, H Eka Jusup Singka, mengatakan, peran pemerintah kota bersama MUI Tebing Tinggi sangat besar dalam upaya penanganan Covid-19. Dalam hal ini terbukti bahwa penanganan Covid-19 itu tidak hanya pemerintah, tetapi juga organisasi kemasyarakatan, pemerintah kota yang tentunya didukung beberapa elemen dan juga masyarakat sendiri serta MUI.

“Kita berharap bagaimana percepatan vaksinasi ini bisa dilaksanakan di Kota Tebingtinggi dengan sebaik-baiknya. Sekali lagi kita tegaskan, dalam penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri,” ujarnya.

Wali Kota Tebing Tinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan juga menegaskan, saat ini pemerintah kota sedang mengejar target vaksinasi bagi warga masyarakat. Hal ini sebagai langkah upaya mempercepat pembentukan Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) terhadap dampak pandemi Covid-19.

Wali kota menjelaskan, sampai saat sekarang ini sudah 37.813 orang atau 28,34% warga yang sudah menjalani vaksinasi. Ditambah kegiatan vaksinasi MUI ini 5.000 dosis, maka menjadi sekitar 43 ribu orang.

“Kita berharap, sebagaimana yang disampaikan Pemerintah Pusat, kita minimal 50 persen, jadi vaksinasi kita harus mencapai 67 ribu orang. Warga Kota Tebing Tinggi yang wajib divaksin berjumlah 133.616 orang. Jadi kalau target 50 persen saja itu harus berjumlah 67 ribu orang,” jelas Walikota.

Vaksinasi juga diikuti Warga Negara Asing

Vaksinasi yang diselenggarakan ini juga diikuti oleh Mahasiswa UINSU warga negara Thailand, Abdul Rahman bersama temannya Najmee Doloh dan Madaoh Lohramae usai divaksin mengatakan, mereka saat ini sedang menjalani kuliah S3 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Daud yang merupakan kordinator mahasiswa Thailand yang ada di Sumatera Utara menyatakan apresiasi kepada MUI Kota Tebing Tinggi, yang telah bersedia menerima mereka untuk divaksin. “kami sudah bertanya ke beberapa tempat tapi belum ada ruang untuk mahasiswa asing” ujarnya sambil mengacungkan jempol ke panitia pelaksana. (Akmaluddin Syahputra)

Konjen Malaysia Jalin Silaturrahmi dengan MUI Sumut

0

muisumut.or.id, Medan – Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SU) berkunjung ke Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Rabu siang (15/09/2021).

Kunjungan silaturahim tersebut dimaksudkan sebagai perkenalan MUI SU dengan negara sahabat saudara serumpun sekaligus menjajaki peluang kerjasama yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya dengan Malaysia mengingat kedekatan jarak, kultur budaya, kemudahan komunikasi dan lain sebagainya.

Konsulat Jenderal Malaysia di Medan merupakan perwakilan pemerintah Malaysia kedua terbesar di Indonesia setelah Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Konsulat Malaysia di Pekanbaru dan Pontianak.

Diterima langsung oleh Konsul Jenderal Malaysia YM Aiyub Bin Omar di kantornya Jalan Pangeran Diponegoro No.43 Medan, delegasi MUI SU beranggotakan 6 orang dipimpin oleh K.H. Akhyar Nasution  selaku Ketua Bidang HLNKI MUI-SU didampingi oleh Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc., MA., H. Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak., CA, M.Ak, Cert. IPSAS, H. Nano Wahyudi, Lc., MA., Hj. Alya Rahmayani Siregar, S.Ag., SPd.I., dan Akhlakul Karimah, SPd., selaku Ketua, Sekretaris dan Anggota Komisi HLNKI MUI-SU. Pertemuan selama kurang lebih 2 jam tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun dengan penerapan standar protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir bersama dengan Konjen Malaysia di Medan YM Aiyub Bin Omar beberapa konsul dan staf konsulat yaitu Azizah Abd Aziz, Lt Commander Syarizan, Mayor Yusri Rahim, konsul muda imigrasi Fatimah Noor Huda dan staf lokal Robert Sianturi. Konjen sangat senang menerima kunjungan perdana MUI SU tersebut dan sangat antusias dengan terjalinnya hubungan antar lembaga ini. Di awal pertemuan Konjen memaparkan tahapan terbentuknya Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, dimulai pembentukan Konsulat untuk Sumatera tahun 1967, meningkat menjadi Konsulat Jenderal tahun 1982 sampai dibangunnya kantor Konsulat Jenderal yang ada saat ini di tahun 1992.

“Peluang beasiswa untuk S2 dan S3 dari Malaysia International Scholarship (MIS) untuk para lulusan dengan GPA terbaik dari negara lain termasuk dari Indonesia, yang dibuka setiap tahunnya namun untuk tahun 2021 ini proses penjaringan sudah selesai,” jelas Konjen berkenaan dengan peluang pendidikan dan beasiswa.

Konjen juga menerangkan tentang adanya beasiswa dari Yayasan Al Bukhari dari Al Bukhari International University di Kedah yang sudah diinformasikan di Medan. Yayasan Al Bukhari yang terbentuk sejak tahun 2010 tersebut memberi 15 beasiswa penuh termasuk uang saku sebesar RM 450 setiap bulannya untuk para calon mahasiswa Indonesia dari keluarga kurang mampu yang berpenghasilan kurang dari Rp. 4 juta setiap bulannya, namun tahun 2021 ini tidak termanfaatkan peluangnya.

Ketua Bidang HLNKI MUI SU mengharapkan agar peluang ini dapat diinformasikan ke MUI SU tahun depan. Konjen menambahkan, masih ada peluang-peluang beasiswa lain yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan dan pemerintah Malaysia.

Konjen juga menggambarkan jumlah yang besar mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia yaitu sejumlah 10.000 orang, jumlah mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia sejumlah 4.000 orang dimana 1.500 di antaranya belajar di Sumatera dan sebagian besar yang di Sumatera belajar di Medan yaitu di USU (umumnya di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi), di UIN SU Medan dan di Unimed.

Dalam kondisi pandemi covid 19 ini, pihak Konsulat Jenderal Malaysia juga menyampaikan kondisi kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa Malaysia yang masih belum bisa masuk kembali untuk melanjutkan studi ke Indonesia sementara bagi mahasiswa Indonesia yang harus kembali ke Malaysia untuk melanjutkan studi, saat ini sudah tidak ada halangan. Dalam kesempatan tersebut, K.H. Akhyar Nasution juga menjelaskan tentang Perguruan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang ada di MUI SU.

Menanggapi pertanyaan sijil halal dari Konjen, K.H. Akhyar Nasution memaparkan proses penerbitan sertifkat halal mulai dari proses di LP POM, proses audit lapangan, sampai  sidang Komisi Fatwa untuk putusan halalan syar’ian.

“Perbincangan makin mencair dengan membahas objek wisata baik yang ada di Malaysia maupun Indonesia, makanan daerah hingga potensi ekonomi yang ada,” papar Akhyar.

Di akhir pertemuan, Komisi HLNKI MUI-SU dan Konsul Jenderal Malaysia saling bertukar plakat cenderamata. YM Aiyub Bin Omar sangat mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap kunjungan singkat tersebut merupakan langkah awal untuk jalinan kerjasama yang lebih baik lagi ke depannya. Kunjungan diakhiri dengan berfoto bersama.

Kontributor: H. Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak., CA, M.Ak, Cert.IPSAS

KOMISI HLNKI MELALUI PUSAT INFORMASI STUDI LUAR NEGERI MUI-SU SERAHKAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN KE DAMASCUS SYRIA

0

muisumut.or.id, Medan Pusat Informasi Studi Luar Negeri (PISLN) MUI SU kembali menyerahkan donasi bantuan pendidikan kepada seorang Hafiz Al-Qur’an 30 Juz asal Padangsidimpuan, Wahyudi, pada Kamis (9/9) di Kantor MUI Sumatera Utara dalam acara Rapat Rutin Bulanan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI).

Sebelumnya, Wahyudi telah dinyatakan lulus dalam seleksi program beasiswa S1 ke Universitas Bilad asy- Syam, Damascus, Syria yang diamanatkan penyelenggaraannya kepada Alumni Syam Indonesia. Meskipun telah lulus beasiswa, Wahyudi masih membutuhkan sejumlah dana untuk persiapan keberangkatan, seperti perlengkapan pakaian, biaya penerjemahan dokumen resmi, transport udara, hingga Test PCR Covid-19 yang harus dilakukan di beberapa tempat. Oleh karena itu Wahyudi, anak seorang supir dari Sidempuan, memberanikan diri untuk mengajukan proposal bantuan pendidikan kepada PISLN MUI-SU.

Bukan sekedar permohonan, tetapi Wahyudi memang layak dibantu. Pemuda 21 tahun ini ternyata seorang Hafiz Al-Qur’an 30 Juz dan memiliki sederet prestasi dalam kejuaraan MTQ di daerahnya. Berturut-turut sejak 2016 hingga 2021, Wahyudi sukses meraih juara satu MTQ Hifzil Qur’an Tingkat Kota Padangsidimpuan.

Penggalangan dana dilakukan melalui akun kitabisa.com, sosial media, dan jejaring pribadi pengurus sejak awal September. Berkat kemurahan hati para donatur, dalam sepekan telah diserahkan donasi, sebesar 11 Juta Rupiah dari 19 Juta Rupiah yang dibutuhkan. “Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas dukungan para donatur kepada ananda Wahyudi al-Hafiz, ibnu sabil yang akan menuntut ilmu ke negeri Syam. Semoga Allah membalas uluran tangan Bapak/Ibu dengan rezeki berlipat ganda, dan kita tetap akan tetap menggalang donasi untuk ananda Wahyudi sampai dana kebutuhannya tercapai.” ungkap KH. Akhyar Nasution Ketua Bidang HLNKI MUI-SU dengan bersemangat. Turut hadir menyaksikan penyerahan donasi Ibu Dra. Hj. Nani Ayum Panggabean, M.Pd selaku Sekretaris Bidang Sosial dan Bencana MUI Sumatera Utara.

Usai penyerahan donasi, Pimpinan Bidang dan Pengurus Komisi HLNKI MUI-SU melanjutkan Rapat Rutin Bulanan yang membahas agenda terdekat seperti Kunjungan ke Konsulat Jenderal Malaysia dan Singapura (tanggal 15 dan 21 September), Webinar Series-3 (tanggal 3 Oktober), dan Kunjungan ke MPU/MUI Aceh yang diperkirakan pada akhir Oktober. (yl)

Kontributor : Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP (Anggota Komisi HLNKI MUI-SU)

Delapan Tausiyah MUI Sikapi Situasi Afghanistan Usai Dikuasai Taliban

0

muisumut.or.id, Medan Menanggapi situasi gejolak geopolitik yang melanda Afghanistan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan surat Taushiyah pada Selasa (7/9).

Surat Taushiyah dengan nomor Kep-2072/DP-MUI/IX/2021 itu terbit dengan sejumlah anjuran, ajakan damai, dan resolusi terkait penyelesaian konflik di negara yang berjuluk Kuburan para Kerajaan tersebut.
Melalui surat berjumlah tiga halaman dan memuat delapan imbauan itu, MUI mengimbau pihak-pihak terkait dengan sejumlah imbauan solusi.

Pertama, MUI mengimbau para pemimpin politik dan suku dan semua pihak di Afghanistan untuk mengedepankan musyawarah, perdamaian, persatuan, persaudaraan, dan tolong menolong agar tercipta tatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan yang lebih kuat, berdaulat, dan bermartabat di tanah Afghanistan. Sebagaimana salah satu perintah Allah SWT dalam al-Qur’an al-karim

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah
antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar
kamu mendapat rahmat.
 (QS. Al-Hujurat: 10)

Kedua, demi mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di Afghanistan, MUI mengimbau untuk meneladani Nabi Muhammad SAW saat membangun Madinah, yaitu: (1) merukunkan dan mendamaikan antara suku Aus dan Khazraj yang telah bertikai selama ratusan tahun yang nanti dikenal sebagai sahabat Ansor. (2) mempersaudarakan dan mempersatukan antara sahabat Ansor dan Muhajirin. (3) menciptakan persatuan antar suku, kelompok, dan penganut agama untuk membangun dan membela negara Madinah sebagai yang heterogen, multi suku dan multi agama. Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga
dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana
.(QS. Ali Imran: 103)

Ketiga, MUI mengapresiasi kebijakan dan langkah yang telah, sedang dan akan diambil oleh Pemerintah dan semua elemen masyarakat Indonesia, sebagai wujud pelaksanaan amanat konstitusi khususnya Pembukaan UUD 1945 dengan ikut serta:
a. mendorong terciptanya penyelesaian masalah dan perdamaian abadi di Afghanistan.
b. mendorong pemenuhan hak-hak warga negara termasuk hak-hak perempuan dan anak.
Semua upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan di Afghanistan yang merdeka dan berdaulat.

Keempat, MUI mendorong pemerintah untuk terus menjalin kerjasama dengan negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan badan Internasional lainnya dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan dan solusi perdamaian abadi di Afghanistan.

Kelima, mengimbau kepada semua pemimpin negara-negara di dunia dan masyarakat internasional untuk tidak melakukan intervensi terhadap proses politik internal di Afghanistan.

Keenam, mengimbau kepada semua pemimpin politik, suku dan elemen masyarakat Afghanistan untuk melakukan proses politik secara damai sehingga terbentuk pemerintahan yang berdaulat.

Ketujuh, mengimbau kepada masyarakat, terutama umat Islam Indonesia, agar dalam menyikapi masalah Afghanistan lebih mengedepankan sikap Wasathiyah, konstruktif dan menghindari sikap-sikap yang dapat memicu dan menimbulkan pertentangan dan polarisasi di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam.

Kedelapan, mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk memanjatkan doa semoga Allah yang Maha Kuasa melindungi rakyat Afghanistan dan segera tercipta perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan di Afghanistan.

Surat tersebut ditandangani langsung oleh Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, dan H. Amirsyah Tambunan selaku Sekretaris Jenderal MUI.

MUI-SUMUT Zikir & Doa Hadapi Tiga Permasalahan Kebangsaan

0

muisumut.or.id, Medan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Sumatera Utara bersama pengurus MUI 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara melaksanakan zikir dan doa dalam menghadapi tiga permasalahan kebangsaanan yakni, agar covid-19 segera berlalu, agar erupsi Gunung Sinabung atas izin Allah Swt dapat segera berakhir serta umat Islam diberikan keteguhan keimanan yang dilaksanakan di Masjid Baitur Rahim, Berastagi, Jumat (3/9) malam.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr.H Maratua Simanjuntak dalam tausiahnya menyampaikan, kedatangan ulama ke Kabupaten Karo selain menggelar musyawarah kerja daerah (Mukerda) juga untuk memanjatkan doa dan melantunkan zikir dengan harapan agar covid-19 segera berlalu dan erupsi Gunung Sinabung yang telah berlangsung lebih sepuluh tagun dapat segera berakhir.

Disampaikan Maratua, doa dipanjatkan karena erupsi yang cukup lama berlangsung itu sangat merugikan bagi para petani Karo terutama petani kol, cabai dan tanaman sayuran yang rusak padahal sedang mekar mekarnya dan menunggu masa panen.
“Tapi petani terpaksa menelan pil pahit sebab gagal panen akibat letusan Sinabumg membuyarkan harapan petani tersebut,” ungkapnya.

Sementara Ketua MUI Kabupaten Karo H Samadin Tarigan melalui Bendahara, Suyato Tarigan kepada wartawan mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada MUI SU yang melaksanakan doa san zikir bersama 33 MUI kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Harapan kami dengan datangnya para ulama dari 33 kabupaten/kota ke Kabupaten Karo memberi rahmat kepada masyarakat khususnya bagi warga di sekitar Gunung Sinabung.
Dalam keterangannya Suyato juga menyampaikan harapan MUI Karo kepada Pemkab Karo dapat memberikan dana hibah untuk pembinaan umat Islam, mengingat sampai saat ini dana dimaksud belum pernah diberikan. (rmd)

Gubsu Tegaskan “Haram” Masjid Dibongkar

0

muisumut.or.id, Medan. Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi menegaskan komitmennya mengharamkan pemerintah di Sumut khususnya untuk membongkar atau meruntuhkan masjid.
“sampai detik ini saya sangat mengharamkan menghancurkan masjid. saya akan kawal, demi umat demi rumah Allah saya akan ada disitu”

Bahkan Edy meyakinkan komitmennya bahwa peruntuhan masjid itu tidak akan terjadi selama dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumut.
“Saya menjaminkan atas nama jabatan saya, bahwa selama masih menjabat tidak akan ada lagi masjid yang dibongkar, kecuali memang benar benar dibutuhkan apa boleh buat tapi ini belum dibutuhkan, saya datang kesitu dan shalat disitu” kata Edy Rahmayadi di Berastagi Cottage, Karo, Jumat (3/9). sembari meminta MUI tidak ragu dalam hal ini.

Dalam sambutannya Edy Rahmayadi juga mengungkapkan harapannya agar MUI menjadi lembaga independen, sehingga keberadaannya sebagai pelayan umat dan mitra sejajar pemerintah dapat lebih proporsional ketika memberikan koreksi dan kontrol kepada pemerintah.

Sementara Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H Maratua Simanjuntak menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Mukerda pertama ini menghasilkan program kerja setahun yang membela kepentingan umat.

Dia juga menyampaikan bahwa wacana yang disampaikan Gubsu agar MUI independen sebagai sesuatu yang sangat baik dengan melihat kemajuan zaman yang bergerak sangat pesat.
“Saya akui target menjadikan MUI yang independen cukup berat. Namun dengan kesungguhan serta kerjasama dengan berbagai pihak, maka hal itu akan tercapai dengan baik sesuai harapan bersama,” kata Maratua.
Turut memberikan sambutan Ketua Umum MUI Pusat diwakili Sekretaris Jenderal, Dr. H Amirsyah Tambunan yang menyampaikannya secara virtual.

Hadir pada kesempatan itu seluruh pengurus harian DP MUI Sumut, utusan ormas Islam, pemuka agama dan undangan lainnya. Rel

GERAKAN PEMBERIAN 1000 BUKU AGAMA KEPADA 10 PANTI ASUHAN UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI

0

muisumut.or.id, Medan Dalam rangka meningkatkan budaya literasi bagi Anak Panti Asuhan, Komisi Sosial dan Bencana MUI Sumatera Utara, Hari Kamis, 2 September 2021 yang dipimpin Ketua Bidangnya Hj.Laila Rohani dan sekretaris Bidang Hj. Nani Ayum Panggabean memberikan 1000 buku Agama kepada 10 PANTI Asuhan di kota Medan. Selain motivasi budaya literasi, juga untuk menambah wawasan keagamaan para anak di Panti Asuhan agar dapat faham dan mampu mengamalkannya.

Adapun jenis buku buku Agama yang diberikan adalah buku yang pas untuk dicerna oleh anak anak dan bisa diserap dengan mudah untuk diamalkan. seperti Tuntunan Sholat Lengkap agar anak Panti dapat menjalankan Sholat dengan baik dan benar. Kemudian ada juga buku Tajwid agar mereka tertuntun membaca Qur’an dengan baik.

Selain penyerahan buku ada empat Panti yang kami memberikan langsung bimbingan Penyuluhan tentang materi agama,motivasi prestasi, bahaya kenakalan remaja , cara mengolah limbah rumah tangga. Penyuluhnya dari Komisi Sosial Bencana sendiri. Kegiatan pertama Penyuluh Dra.Hj.Laila Rohani M.Hum di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Ar Ridho Jalan Bajak 4 pada hari Sabtu tanggal 24 April 2021. Kegiatan kedua pada Hari Senin, 30 Agustus 2021 di Panti Asuhan Al Ittihadiyah Mamiyai Jalan Bromo, Penyuluh Dra. Hj.Nani Ayum Panggabean. Kegiatan Ketiga pada hari Selasa, tanggal 31Agustus 2021 dengan Penyuluh Hj. Ameilia Zuliyanti Siregar, Msc.Phd. Kegiatan keempat pada Hari Rabu, 2 September 2021 di Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Yos Sudarso dengan Penyuluhnya Heri Syahputra, S.Th.I, MTh.

Tambahan 6 Panti lagi yang diberikan bukunya adalah Panti Asuhan Darul Aitam Jalan Medan Area Selatan, Panti Asuhan Muhammadiyah Putra Jalan Amaliun Gang Umanat, Panti Asuhan Aisyiyah Putri Jalan Santun, Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Ismailiyah, Panti Asuhan Alwashliyah Jalan Karya Jaya, Panti Asuhan Ar Rasyidin Jalan Pertiwi Medan.

Komisi Sosial dan Bencana MUI SU KERJA NYATA Untuk Umat Kompak Peduli Sesama dan Peduli sama-sama. Baarakallah. (Komsosben)

Pembekalan Ulama Di Era Digital, MUI Sumut kumpulkan para Penggiat Media Sosial dan Jurnalis

0

muisumut.or.id, Medan: Penggiat media sosial (Medsos) bersama para jurnalis media cetak, media online dan televisi, menjadi peserta Fokus Group Discussion (FGD), digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Bidang Informatika dan Komunikasi Rabu (1/9) di Aula MUI Sumut.

Ketua Bidang Informatika dan Komunikasi MUI Sumut, Dr.H.Akmaluddin Syahputra,M.Hum menyebutkan kegiatan dengan thema, Pembekalan ulama di era informasi digital, memasuki hari ketiga.
“FGD ini berlangsung empat sesi,sudah berlangsung dua sesi, pertama kita mengumpulkan para pakar IT, sesi kedua kita berdiskusi dengan para akademisi dan hari ini sesi ketiga bersama pegiat media social. Kegiatan ini tujuannya, kita ingin membuat garis-garis besar  bagaimana kita harus membekali ulama, dalam era digital. Selanjutnya pokok-pokok pikiran dalam FGD ini, akan dilanjutkan dalam bentuk buku,” ujar Akmaluddin bersama fasilitator, Rustam.
Saat FGD berlangsung, peserta kegiatan menyampaikan ide dan tips, agar ulama tetap update dengan media digital, karena media digital bisa dijadikan penyampai pesan dan nasehat keagamaan kepada masyarakat luas, maka sangat perlu dan tidak malu belajar.

Peserta juga menyampaikan, bagaimana cara membuat dan membaca postingan, mendisain profil instagram,  memfollow akun tersebut dan lain sebagainya.

Konsep membuat konten agar menarik dan dibaca khalayak juga sangat penting dipelajari, sehingga pesan yang disampaikan tidak monoton.

Selain itu, sebagai sosok pemberi pencerahan kepada masyarakat luas, ulamapun perlu mengetahui topik yang sedang trend dan perlu sentuhan atau campurtangan ulama dalam pembahasanya.
Kegiatan FGD juga memberi saran agar digelar pelatihan khusus bagi para ulama agar paham tentang digital yang bisa dijadikan media penyampai pesan kepada masyarakat.

Akhir kegiatan peserta dari media cetak,online dan televisi serta penggiat media sosial akan mendukung proses pembekalan pemanfaatan media sosial dan digital jika diperlukan.()

Komisi HLNKI MUI SUMUT Dorong Semangat Generasi Millenial Studi ke Luar Negeri

0

muisumut.or.id, Medan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SU) dorong semangat generasi milenial muda untuk studi di luar negeri melalui kegiatan Webinar Series – 2 secara hybrid (gabungan daring dan luring) di Aula MUI SU, Sabtu 21 Agustus 2021/ 12 Muharram 1443 H.

Webinar kali ini menghadirkan seorang motivator yang sangat inspiratif Bapak H. Pasoroan Herman Harianja, SH, M.Sc – Presiden INAMPA (Indonesian Maritime Pilots Association) -yang sudah 35 tahun berpengalaman di bidang kemaritiman dan kepelatihan. Mantan Direktur Pelindo I dan IV ini sangat memukau peserta dengan kisah-kisah perjalanannya ke hampir semua negara di lima benua untuk keperluan studi, tugas, seminar, hingga perjalanan wisata. Coach Herman tidak hanya berorasi dengan sangat menarik dan penuh semangat, tetapi juga sangat dermawan karena sepanjang sesi beliau kerap membagikan hadiah oleh-oleh perjalanannya dari luar negeri kepada peserta yang berani tampil ke depan dan menjawab pertanyaan. Setidaknya ada 5 hal yang dipesankan Coach Herman agar sukses dan disukai banyak orang, yakni komunikasi, open-minded, pengembangan hobi, terus menambah wawasan, dan menjadi diri sendiri.

Semangat generasi milenial studi ke LN

Dalam bincang-bincang sambil makan siang dengan bapak Pasoroan Herman Harianja setelah sesi webinar selesai, beliau menyarankan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan membuat gathering dengan BUMN yang ada di Medan untuk menjajaki peluang pemanfaatan dana CSR BUMN yang dapat digunakan untuk dana beasiswa anak-anak berprestasi dan juga meminta kesediaan BUMN memfasilitasi program pelatihan bahasa asing.

Sesi kedua menampilkan topik Kuliah di Timur Tengah dengan duet Narasumber Dr. H. Endi Marsal Dalimunthe, Lc.MA (Alumni Jinan University, Tripoli, Lebanon) dan H. Muhammad Akbar Rosyidi Datmi, Lc (Alumni Al Ahgaff University, Yaman). Doktor Endi mengawali presentasinya dengan mengulas latar sejarah Lebanon yang dikenal sebagai salah satu kota tua (Syam). “Historia magistra vitae, sejarah adalah guru terbaik.” papar beliau sebelum berkisah panjang lebar tentang perkuliahan di Lebanon.

Lebih jauh narasumber Akbar Rosyidi menceritakan sistem pendidikan di Yaman dan profil beberapa institusi seperti Rubath Tarim, Darul Musthafa, Universitas Al Ahgaff, Universitas Imam Syafi’i, Universitas Wasathiyah, Ma’had Alaydrus dan Daruz Zahro.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan pandangannya bahwa saat ini belajar di luar negeri memang suatu pilihan. Walaupun di Indonesia sudah banyak institusi pendidikan lokal yang berafiliasi dengan kampus-kampus ternama di Timur Tengah, namun merasakan kuliah di luar negeri ada kelebihannya. Alumni-alumni luar negeri ini punya position yang baik karena mereka sudah otomatis mahir berbahasa Arab (atau bahasa asing lainnya), berbeda jika kita kuliah di dalam negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI SU juga meresmikan pembukaan layanan “Pusat Informasi Studi Luar Negeri MUI-SU” yang bertempat di Ruang VIP Lantai 2 Gedung MUI Provinsi Sumatera Utara. Ketua Bidang HLNKI MUI SU K.H. Akhyar Nasution, Lc.MA didampingi Ketua Komisi HLNKI MUI SU Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc.MA menjelaskan bahwa Pusat Informasi Studi Luar Negeri (PISLN) ini adalah sumber informasi sekolah, kuliah dan peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, baik ke negara Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, Asia dan negara- negara lainnya. Kedepan, PISLN akan menjadi sarana persiapan calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri seperti pelatihan bahasa asing, seleksi admisi universitas, seleksi beasiswa, hingga pemberangkatan mahasiswa Indonesia ke luar negeri.

Kegiatan webinar dimulai pukul 9 pagi dan berakhir pukul 1 siang, dihadiri total 165 orang dengan rincian 92 orang peserta mengikuti secara luring (offline) dan 69 orang daring (online). Rata-rata peserta merupakan generasi milenial muda yang berasal dari kampus, sekolah, pesantren di Sumatera Utara dan luar provinsi lainnya. (ylubis)

*Kontributor : Yulia Indawardhani Lubis, SS, MSP (Komisi HLNKI MUISU)