Friday, March 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 150

KPRPK MUI SU Latih Ormas Islam Se-Kota Medan Dampingi Anak di Masa Pandemi

0

muisumut.or.id, Medan –  Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Provinsi Sumatera Utara (KPRPK MUI SU) menggelar Training of Trainer (ToT) mengenai pendampingan orang tua bagi anak di masa pandemi, di Aula MUI SU, Sabtu, 13 Muharram 1443 H/21 Agustus 2021 M.

Dr. Hj. Nurasiah, MA, selaku moderator, dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu respons untuk menyahuti permasalahan yang dihadapi masyarakat di masa pandemi, termasuk di Kota Medan.

“Ini dikemukakan juga beberapa organisasi yang kemarin dihimpun, dalam bentuk jejaring KPRK MUI Sumatera Utara,” sebut Nurasiah.

Nurasiah menjelaskan, meskipun acara ini disebut ToT, namun pelaksanaannya dapat saja menjadi semi pelatihan mengingat situasi dan kondisi yang ada saat ini.

“Tapi kita harapkan para ibu-ibu, para peserta yang hadir, bisa membagikan ilmunya kepada yang lain,” imbuh Nurasiah.  

Selaku narasumber, Dr. Muhammad Jaelani, MA dalam pemaparan materi pelatihannya mengungkapkan, pendampingan orang tua terhadap anak sangat penting tidak hanya di masa pandemi. Tetapi, mengingat situasi pandemi, maka pendampingan orang tua anak dikaitkan dengan masa pandemi.

HUT KE 76 RI : MUI SUMUT GELAR ZIKIR KEBANGSAAN DAN ZIARAHI TOKOH PEJUANG ISLAM

0

Ketum MUI Sumut ziarah

muisumut.or.id, Medan Dalam rangka HUT RI yang ke 76 yang mengambIl tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” MUI Sumatera Utara tetap komit terhadap kebangsaan RI, hal ini digambarkan dengan melaksanakan zikir kebangsaan di Masjid Ar Rahmah MUI Sumatera Utara pada Senin 16 Agustus 2021.

Zikir kebangsaan yang disiarkan secara langsung melalui TV streaming MUI Sumut dihadiri secara terbatas hanya oleh Dewan Pimpinan Harian dan Ketua serta Sekretaris Komisi mengingat masih dalam situasi pandemik. Tampak hadir Ketua Umum Dr. Maratua Simanjutak, Wakil Ketua Umum Dr. Asren Nasution.

Zikir yang berlangsung setelah shalat ashar berjamaah berlangsung sekitar 1 jam yang dipimpin oleh K.H Akhyar Nasution, LC, MA. terlihat khidmat dan ditutup dengan doa oleh Dr. Abdul Hamid Ritonga, MA, dalam hal ini kita medoakan para leluhur leluhur pejuang pejuang yang telah menjadi syuhada, mendoakan bangsa Indonesia diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai permasalahan khususnya covid-19.

Dalam sambutannya Dr. H. Maratua Simanjutak menyampaikan  “ada tiga alasan zikir kebangsaan ini dilaksanakan, pertama dalam memperingati lahirnya MUI ke-46 tahun, kelahiran MUI diperuntukan menjadi khadimul ummah dan shadiqul hukumah, MUI lahir untuk mengayomi umat, saat ini banyak permasalahan umat Islam, sudah selayaknya MUI harus tampil kedepan”

Alasan kedua zikir kebangsaan ini dilaksanakan adalah sesuai anjuran Presiden Republik Indonesia dalam rangka Dirgahayu Republik Indonesia ke 76, “artinya kita berdoa semoga negara ini tetap berjalan sesuai dengan tujuan pendiri bangsa Indonesia. Para ulama ulama kita yang bertetesan darah dan air mata memperjuangkan kemerdekaan” ungkapnya

Pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih kita rasakan bersama juga menjadi alasan ketiga mengapa zikir kebangsaan ini dilaksanakan, “saat ini hanya Allah tempat kita meminta pertolongan tentunya setelah kita berikhtiar dengan mematuhi anjuran dari pemerintah agar pandemi ini segera berakhir.”

MUI Ziarahi Tokoh Pejuang Islam

Sebelum diadakan zikir kebangsaan pada pagi hari hingga siang Dewan Pimpinan MUI Sumut menziarahi tokoh pejuang Islam dari berbagai ormas Islam yaitu Nahdatul Ulama, Al Washliyah. Muhammadiyah, dan Ittihadiyah. Ziarah ini dibagi menjadi 3 rombongan. Rombongan pertama yang langsung diketuai oleh Dr.H Maratua Simanjuntak, yang menziarahi makam Zainal Arifin Abbas, yang merupakan tokoh Ittihadiyah, organisasi yang berdiri tahun 1935. H. Abdurrahman Syihab yang merupakan pendiri al Washliyah, berdiri tahun 1930 serta Syekh Muhammad Yunus pencetus nama “Al Jam’iyatul Washliyah”

MUI Kab.Langkat Laksanakan Kunjungan Kerja dan Rakor

0

muisumut.or.id, Medan MUI Kab.Langkat melaksanakan Kunjungan Kerja dan Rapat Koordinasi dengan MUI Kec. Batang Serangan serta MUI Kec. Sawit Seberang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Batang Serangan, Sabtu (14/8) yang bertepatan dgn 5 Muharram 1443 H.

Turut hadir dalam acara tersebut pengurus MUI Kab.Langkat yakni Ketua Umum MUI Kab.Langkat H. Zulkifli A.Dian, Lc, MA, Wakil Sekretaris Umum MUI Kab.Langkat ismail, S.Sos.i, S.Pd, S.Pd.i.

Berdasarkan keterangan Ketua MUI Kab. Langkat, Zulkifli A.Dian, Lc, MA, acara tersebut dilaksanakan guna menampung aspirasi dari MUI Kecamatan.

“Acara ini sengaja kita gelar guna menampung aspirasi dari masing-masing MUI Kecamatan terkait dengan Pembinaan umat dan masyarakat di Kab.Langkat,” kata Zulkifli.

Ia pun berharap agar kedepannya MUI Kecamatan dapat memiliki Kantor MUI sendiri.

“Harapan kita juga kedepannya MUI Kecamatan bisa memiliki kantor sendiri sebagai tenda besar bagi umat islam di wilayahnya masing-masing,” ucapnya.

Selain itu Zulkifli juga berharap agar acara Kunjungan Kerja dan Rakor ini bisa terselenggara setiap tahun.

“Semoga acara Kunjungan Kerja dan Rakor MUI Kecamatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya oleh MUI Kab.Langkat,” tutupnya.

MUI Kab. Langkat Gelar Sosialiasi Pencegahan Paham Sempalan

0

muisumut.or.id, Medan MUI Kab. Langkat gelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Sempalan di Aula Kantor MUI Kab. Langkat, yang bertempat di Jln. Diponegoro Nomor 1 Komplek Depag Langkat Stabat, Rabu (11/8). Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kegiatan ini diikuti oleh berbagai ormas Islam yang ada di wilayah Kab. Langkat.

Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini yakni untuk mengantisipasi paham-paham yang menyimpang masuk ke wilayah Kab. Langkat. Sebagaimana yang disampaikan Ketua MUI Kab. Langkat bahwa pentingnya kegiatan ini dilaksanakan mengingat mulai banyak terjadi penyimpangan. “kita bentengi umat kita dari faham-faham yang sempalan dengan menanamkan aqidah yang benar kepada mereka “

Dalam kegiatan ini, terdapat Tiga (tiga) narasumber yang ikut menyampaikan materi. Ketiga narasumber tersebut yakni H. Zulkifli A.Dian, Lc, MA. (Ketua Umum MUI Kab.Langkat), Thantawi Jauhari, S.Ag, MA. (Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian & Pengembangan MUI Kab.Langkat), dan Muhammad Hasyim, S.Pd.i, MA. (Sekretaris Komisi Penelitian, Pengkajian & Pengembangan MUI Kab.Langkat).

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, (sosialisasi Pencegahan Faham Sempalan di Kab.Langkat) yang terdiri dari ormas-ormas islam yang ada di Kab.Langkat salah satu peserta berharap agar selain diadakan sosialisasi perlu ditambah dengan buku saku sebagai pegangan.

“Harapannya setelah ada sosialisasi seperti ini kita berharap ada mendapat buku saku yg berisikan tentang kriteria tentang paham-paham sempalan,” harapnya. (Ismail Langkat)

GEBYAR MUHARRAM 1443 H: MUI Sumut Kembali Gelar Lomba Da’i Cilik Dan Da’i Muda

0

muisumut.or.id, Medan Para pelajar usia belia di Sumatera Utara, berkesempatan mengikuti, Gebyar Muharam 1443 H di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut dengan lomba Da’i cilik dan da’i muda putra putri secara virtual. Hampir seluruh kabupaten kota mengirimkan peserta sebagai utusan dalam perlombaan ini.

“ini kali kedua MUI Sumut melaksanakan lomba secara virtual, dan alhamdulillah masyarakat Sumatera sangat antusias mengikuti lomba yang menjadi salah satu syiar Islam. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta lomba yang meningkat hampir 100%, pada Muharram 1442 H peserta mencapai 46 orang, dan saat ini Muharram 1443 H, peserta mencapai 85 orang.” kata Sekretaris Panitia Gebyar Muharram 1443 H. yang juga, Ketua Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum Selasa (10/8).

Kata dia, peserta lomba dinilai dari video yang mereka kirimkan, dan menjadi keyakinan kuat bahwa generasi muda muslim sudah memiliki tekad yang kuat dalam berdakwah, ditandai dengan materi ceramah yang mereka kuasai.

“Memang belum semua peserta lomba bisa juara, namun dari tampilan mereka dan isi ceramahnya sudah bisa dibanggakan, terlebih dalam suasana pembelajaran secara daring saat ini. Sehingga mereka harus fokus dan belajar dan membuat konsep pidatonya,” ujar Akmaludin.

Para Pemenang

Setelah menilai seluruh peserta dengan objektivitas dan profesionalitas serta rapat paripurna dewan juri lomba da’i cilik dan da’i muda putra/putri yang berlangsung mulai pukul 09.00 pagi hingga azan magrib berkumandang, Dewan juri harus bekerja keras mengingat banyaknya video yang masuk, dan akhirnya diputuskan bahwa yang menjadi pemenang atau juara I, II, dan III dalam setiap kategori adalah: Da’i cilik putra: Baihaqi Khairi asal Deliserdang.Sultan Nur Royyan asal Langkat. Muhammad Ansori asal Asahan.

Juara Da’i cilik putri I,II dan III: Kholia Khotimah Caniago asal Batubara. Makaila Aida Filzah asal Langkat. Maulizza Ashry  Fauzyah asal Deliserdang.

Juara da’i muda putra I,II dan III atas nama Yurid Daviq Tanjung asal Nias Utara.M. Agung Permana asal Serdangbedagai. M. Ripai asal Labuhan Batuselatan.

Juara da’i muda putri I,II dan III yakni: Zyan Anggra Ulfia Nasution asal Kota Medan. Nur Fitriyah Hulu asal Gunungsitoli. Siti Nurhalizah Langkat.

Selain itu diberikan pula juara pavorit, untuk da’i muda putri atas nama, Lala Al-Aufi asal Pematangsiantar. Da’i cilik putri atas nama Mahira Abidah Fatinanda asal Langkat

KETUA UMUM MUI SUMUT TAKZIAH KE RUMAH DUKA

0

muisumut.or.id, Medan Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak beserta ibu yang juga didampingi Ketua Infokom, Dr. Akmaluddin Syahputra hadir kerumah duka di jalan baru wonosari belakang kantor Camat tepat sebelum jenazah diberangkatkan ke masjid Raya al Aman Aekonopan sekitar pukul 07.00 pagi, . Pada kesempatan tersebut Maratua memimpin jamaah takziah untuk berdoa Bersama dirumah duka.

Dilansir dari muisumut.com, salat jenazah langsun diimami putra beliau digelar di Masjid Raya Al Aman Aekkanopan. Jemaah yang diperkirakan lebih-kurang seribu orang tersebut memadati masjid yang berada di sisi Jalan Lintas Sumatera Aekkanopan itu. Demikian juga Ketika akan dikebumikan di perkuburan kampung Terutung.

Bupati Labura Hendriyanto Sitorus dan Wakil Bupati Samsul Tanjung tampak langsung memimpin acara pemberangkatan di masjid. dalam sambutannya Bupati mengajak seluruh eleman masyarakat melalui para BKM masjid untuk Bersama mendoakan almarhum pada shalat Jumat mendatang  

Dr. Maratua diberikan kesempatan menyampaikan sambutan mewakili ulama, dan ormas Islam mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Pemerintahan Daerah termasuk kepolisian atas apresiasi yang diberikan kepada Ketua MUI Labura yang wafat, “kami sangat merasakan kehilangan tokoh ulama yang berkiprah di masyarakat, beliau pernah menjadi ketua FKUB, ketua BAZNAS dan ormas Islam” tuturnya

Ia juga  berwasiat kepada keluarga yang ditinggalkan hanya sabarlah obat daripada musibah, semua kita akan melewati pintu kematian, kita doakan semoga Allah memeberikan yang terbaik buat almarhum”

Lebih lanjut Maratua tetap mengingatkan pihak berwenang untuk megusut tuntas kasus pembunuhan umala ini, agar tidak ada sakwasangka dari masyarakat tentang motif kriminalisasi ulama.   Kita  ingin penyelidikan kasus itu dilaksanakan secara fair. “Kita tidak ingin penyelidikan yang tidak fair,” ujarnya sambil menambahkan kalau ada motif dibalik kasus itu harus dikatakan. Jika pun tidak, juga harus disampaikan.

Pihaknya bersyukur kalau kasus ini murni kriminal. Karena dari informasi yang diperoleh almarhum sempat memberikan nasihat. “Jika ini krimal murni, kita bersyukur. Kenapa bersyukur? Karena di akhir hayatnya almarhum memberikan nasihat yang baik,” paparnya.

Setelah sambutan Jemaah yang tertinggal salat jenazah diberi kesempatan untuk melaksanakan salat jenazah gelombang kedua. Mengingat antusias masyarakat yang jumlahnya ribuan ingin mensholatkan.   Usai salat, imam salat meneriakkan takbir yang langsung disambut oleh jemaah yang memenuhi masjid tersebut

Maratua Simajuntak: Selidiki Tuntas Motif Pembacokan Ketua MUI Labura

0

Maratua Simajuntak: Selidiki Tuntas Motif Pembacokan Ketuma MUI Labura (waspada.id)

muisumut.or.id, Medan: Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr H Maratua Simajuntak (foto) meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas sebab pembunuhan Ketua MUI Labura.

“Ya, kita minta diusut tuntas. Jangan sampai kasus ini dinyatakan pelakunya orang gila. Motif-motif pembunuhan harus jelas, sehingga umat Islam tidak menduga-duga,” kata Maratua, Selasa (27/7).

Kata dia, penyelidikan yang tuntas, termasuk bukti bahwa pelakunya disebutkan gila atau tidak waras, harus dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter yang jelas.

“Jadi umat Islam menunggu, apa keputusan polisi dari hasil penyelidikanya terkait kasus pembunuhan ini. Apa dan kenapa dia melakukan pembacokan itu. Begitupun kita apresiasi kinerja polisi yang menangkap pelaku dengan cepat. Maka perlu penyelidikan kenapa dia membacok itu,” sebut Maratua.

Dia juga menyampaikan rasa sedih yang mendalam atas kejadian ini.

“Beliau ketua yang sangat santun. Saya kenal dia saat menjadi Ketua FKUB Labura dan Ketua IPHI Labura. Dalam berbagai kegiatan MUI di daerah, beliau juga selalu meminta saran dan ide atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Intinya, jika ulama yang wafat, maka dia membawa ilmunya dan akan hilanglah cahaya penerang umat,” pungkasnya.

Kutuk Keras

Terpisah, Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI) MUI Sumut, Dr.H.Abdul Hakim Siagian berpendapat, pihaknya mengutuk perbuatan sadis dan biadab itu.

Polisi kita harapkan segera mengungkap motif pelaku dan kebenaran yang terjadi sehingga pelaku sekeji itu. Kemudian juga mengambil tindakan tegas untuk memberikan efek jera.

“Tindakan tegas dan keras itu diperlukan untuk memulihkan goncangan masyarakat sebab kebiadaban dan kesadisan perbuatan sipembunuh ini memang-memang sangat sadis.

Apresiasi kita pada polisi yang bergerak cepat serta bantuan masyarakat yang sudah lebih dulu mengamankan pelaku yang disebut inisial AD ini ” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua MUI Labura H Aminul Rasyid Aruan korban pembacokan di daerah Panjang Bidang Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura).(m22)

MILAD MUI KE-46 MUI SUMUT BERZIARAH KE MAKAM KETUA MUI YANG TELAH WAFAT

0

muisumut.or.id, Medan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara  mengambil moment Milad MUI ke 46 melaksanakan ziarah ke 4 makam Ketua MUI Sumatera Utara yang telah wafat. Untuk kegiatan ini dibagi menjadi dua kelompok, mengingat Ketua Umum pertama  Syekh H. Dja’far Abdul Wahab Tanjung,  makamnya berada di Padang Sidempuan Tap. Selatan sedangkan tiga lainya berada di kota Medan. Kelompok pertama dipimpin oleh Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA, sedangkan untuk yang berada dikota Medan langsung dipimpin Ketua Umum MUI, Dr. H.Maratua Simanjuntak. Ikut dalam rombongan Sekretaris Umum, Prof. Dr. H. Asmuni, MA, Wakil Ketua Umum Dr H Arso, SH, Mag,  Ketua Infokom, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Sekretaris Dr. Arifinsyah, M.Ag bersama beberapa orang sekretariat, Senin (26/7) di Pekuburan Gg Istirahat Jl.HM Yamin SH, demikian disampaikan Ketua umum MUI Sumut saat berziarah ke makam almarhum Ketua Umum Drs H.Abdul Jalil Muhammad.

Periodeisasi MUI Sumatera Utara

Sejak berdirinya tahun 1975 sampai saat ini MUI Sumatera Utara telah menjalani 10 (sepuluh) periode kepengurusan, dan telah menyelenggarakan sembilan kali Musyawarah Daerah (Musda). Kesembilan periode kepengurusan itu ialah sebagai berikut:

Periode I (1975-1980) diketuali oleh Syekh H. Dja’far Abdul Wahab dengan ketua harian Syekh H. Yusuf Ahmad Lubis dan sekretaris umum Drs. H. Abdul Djalil Muhammad. Sebelum masa bakti berakhir, Syekh H. Djafar Abdul Wahab wafat dan dilanjutkan oleh SyekhH. Yusuf Ahmad Lubis. Kepengurusan ini tidak ditetapkan melalui Musda, tetapi melalui musyawarah para alim ulama Sumatera Utara. Pemilihan kepengurusan melalui Musda baru pada periode kedua.

Periode II (1980-1985) diketuai oleh Drs. H. Abdul Djalil Muhammad dan H. Abdullah Syah, MA sebagai sekretaris umum. Periode III (1985-1990) diketuai Drs. H. Abdul Djalil Muhammad dan H. Abdullah Syah, MA sebagai sekretaris umum. Sebelum masa bakti berakhir, Drs. H. Djalil Muhammad wafat dan dilanjutkan oleh Syekh H.. Hamdan Abbas.

Periode IV (1990-1995) diketuai Syekh H. Hamdan Abbas dan Drs. H.M. Saleh Harahap. Periode V diketuai oleh H. Mahmud Aziz Siregar, MA dan Drs. Muin Isma Nasution sebagai sekretaris. Periode VI (2000-2005 diketuai H. Mahmud Azis Siregar MA, dan Drs. H.A.Muin Isma Nasution. Periode VII dan VIII (2005-2010/ 2010 -2015) diketuai oleh Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA dan Prof. Dr. Hasan Bakti Nasuion sebagai sekretaris umum, periode ke IX diketuai oleh Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA dan Dr. H. Ardiansyah, MA selaku Sekretaris. sedangkan Periode ke X diketuai oleh Dr. H. Maratua Simanjuntak dan Prof. Dr. H. Asmuni, M.Ag selaku Sekretaris

Meneruskan Perjuangan Pengurus MUI Terdahulu

Menurut Maratua, meneruskan perjuangan pengurus MUI terdahulu sesuai misi misi MUI yang menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan Islam secara efektif.

Sehingga mampu mengarahkan dan membina ummat Islam dalam menanamkan dan memupuk akidah Islamiyah, dan menjadikan ulama sebagai panutan dalam mengembangkan akhlak karimah.

Ini dimaksudkan agar terwujud mesyarakat yang kahir al ummah dan visi Majelis Ulama Indonesia adalah terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang baik sebagai hasil penggalangan potensi dan partisipasi ummat Islam melalui aktualisasi potensi ulama, zuama, aghniya, dan cendikiawan muslim untuk kejayaan Islam dan ummat Islam (izzul-Islam wa al Muslimin) guna pewujudannya.

“Semoga di kepemimpinan saya ini bisa mewujudkan hal yang belum terlaksana pada kepemimpinan sebelumnya,” ujar Maratua.

Hal lain disampaikannya, kegiatan ziarah ini diharapkan menjadi momen iktibar bagi pengurus sekarang, bagaimana pengurus terdahulu hadir di tengah umat sebagai pemersatu umat.

“Kami sebagai pengurus saat ini akan meneruskan perjuangan para ulama terdahulu, terutama dalam upaya penyatuan umat dan dan mengambil iktibar agar lebih istiqomah dimana saat ini umat Islam menghadapi rintangan dalam menegakkan syariat Islam,”kata Maratua.

Ayah Maslin Batubara : Engkau Adalah Orang Baik (by-Irwansyah)

0

muisumut.or.id, Medan

Aku lupa kapan pertama kali aku mengenalmu, aku tak ingat tanggal berapa saat pertama kali aku menyalami dan mencium tanganmu,  yang kuingat,  namamu selalu disebut dan kudengar saat pertama kali aku menginjakkan kaki di kota besar ini,  menempuh pendidikan PKU MUI Sumatera Utara, saat itu tahun 2006. Aku mendengar  banyak orang memujimu, bahwa, “Maslin Batubara itu orang kaya, dermawan”.

Satu kali, aku pernah kesulitan untuk memenuhi SPP perkuliahan pada penyelesain studi sarjanaku, dimana saat itu aku kehabisan uang bahkan untuk ke kampus pun aku harus berjalan kaki karena tidak ada ongkos untuk naik sudako. Kuberanikan diri menulis sepucuk surat dan mengadukan hal ku padamu, dengan menyebut bahwa aku alumni PKU,  bermaksud supaya engkau mengenalku. Dengan  senyum dan nasehat kau menolongku atas kesulitan dan kebingunganku saat itu.

Semenjak itu, perjalanan ilmiahku dalam menuntut ilmu bahkan di Strata Tiga ku juga tak luput dari pertolonganmu.

Pesanmu yang sangat kuingat sebelum engkau mengulurkan tanganmu, kau menasehatiku, supaya “lurus” jangan “bengkok”. “Jadilah ulama, jangan hanya sekedar intelektual”. “Teruskan pendidikanmu, saat kau sulit, bilang”. Sampai sekarang rasanya suaramu itu seperti baru kudengar dua jam yang lalu.

Satu kali, saat demi kebutuhan perbaikan organisasi Al Washliyah bersama Syahrin Harahap, Ramli Abdul Wahid, H.M Nasir, dan Ismail Efendi kau juga menyertakanku. Kau bilang, “Kau ikut, kita perlu generasi”. Masih sempat engkau berfikir untuk penerus, tak berhitung berapa uang Yang harus kau keluarkan karna menyertakanku,  demi Al Washliyah yang kau cintai. 2017 di Ibu Kota Jakarta aku ikut menjadi saksi sejarah bersamamu. 

Pernah, aku datang ke ruang kerjamu di Jl. H.M Yamin, engkau bercerita banyak, bahkan perjalanan hidupmu pada masa merintis usahamu. Aku sempat, tercengang bahkan sedikit terkesima mendengar kisahmu. Awalnya aku berfikir, engkau terlahir di keluarga yang kaya raya sehingga apa yang engkau peroleh hari ini adalah merupakan perolehan dari orangtuamu. Tapi, setelah mendengar kisahmu yang begitu panjang, aku sadar bahwa karir bisnismu  kau rintis dengan kerja keras dengan banyak pengorbanan. Kau pernah berdagang di ke luar negeri dengan kapal laut di malam hari, “Saat itu kau sampaikan, bahwa itu lah sejarah hidup, tidak ada yang instan, butuh perjuangan, kerja keras, ikhlas, dan keberanian. Kutawarkan untuk menulis kisahmu dalam sebuah buku untuk dibaca dan diteladani generasi muda sepertiku, namun kau jawab, “siapkan dulu kuliahmu”, aku bahagia, aku pernah menjadi bagian dari penerima pesanmu”.

Ayah…

Banyak hal yang tak bisa kuungkapkan, banyak kisah dan jasamu yang tak mampu kutuliskan, yang pasti, engkau di antara orang yang berjasa dalam pendidikanku. 

Ayah Maslin Batubara, dari lubuk hatiku yang paling dalam kukatakan, aku sedih dengan kepergianmu. Engkau orang kedua setelah Buyah Ramli yang kutangisi karena kepergiannya. Berita kepergianmu tak bisa membendung air mataku, bahkan sampai tulisan ini kusiapkan di tengah larutnya malam. Dengan tetesan  air mata kusampaikan, aku tak punya apapun untuk membalas semua kebaikanmu, aku tak punya apa-apa dan engkaupun tahu itu. Aku hanya orang kampung yang mencoba memberanikan diri belajar dan mengadu nasib di perantauan. Diperjalanan, Allah kirimkan orang-orang sepertimu kepadaku.

Tapi…. aku masih punya tangan yang akan selalu kuangkat dan kutadahkan ke langit, aku masih punya lisan yang saat tangan itu menengadah bibirku berucap doa untuk kebahagiannmu di sisi-Nya”. Amin

Selamat  jalan ayah……

Kebaikanmu kan selalu kukenang, sosok mu akan selalu ada dihati kami orang-orang yang pernah terselesaikan kesulitannya karena kebaikanmu.  

Medan, 23 Juli 2021