Sunday, May 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 163

Ketua MUI SU: Imam dan Khatib Punya Peran Besar Bagi Peningkatan ibadah Umat.

0

muisumut.or.id, Medan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, selama 2 hari ( 5/6 -10) melakukan pelatihan bagi imam dan khatib  dari beberapa daerah terpencil dan minoritas muslim di Sumatera Utara sebanyak 96 orang di Aula  MUI SU. Hal itu dijelaskan Ketua Komisi Sosial dan Lingkungan hidup Dr AbdulHamid Ritonga MA, saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut mantan Kandepag Simalungun itu, pelatihan dua gelombang sebanyak 48 per gelombang , peliputi tahsin, qiraan Al Qur’an agar para imam lebih fasih dalam membaca ayat -ayat saat mengimami shalat dan khatib.

” Ini kegiatan sosial dalam meningkatkan kwalitas imam dan khatib yang turunannya dapat meningkatkan kwalitas ibadah umat sebagai makmum “ ungkapnya.

Ia juga menyebutkan pelatihan ini juga dilakukan praktek bacaan Al Qur’an yang langsung dibimbing narasumber  yang sudah berpengalaman .

Ditambahkannya dipilihnya Iman dan khatib dari daerah terpencil dan minioritas, mengingat kesempatan untuk meningatkan ilmu bagi imam dan khatib  sangat terbatas guru pembimbing.  Jadi pelatihan yang dilaksanakan Komisi Sosial MUI SU akan menambah wawasan mereka, apalagi dilakukan praktek.

Dalam pelaksanaan praktek dibagi dalam 3 kelompok baik yang langsung  dibimbing oleh tiga orang nara sumber. Adapun nara sumber terdiri dari Drs H Sutan Syahrir Dalimunthe, MA, salah seorang hafiz dan hakim dalam MTQ di Sumut. H Akhyar Nasution , jebolan luar negeri bidang pendidikan agama Islam, Dan qori Raihan salah seorang qoriah .

Ketua Umum MUISU Prof Dr H Abdullah Syah MA, dalam arahannya ketika membuka pelatihan itu, meminta para imam dan khatib,   menyadari  tugas memberikan pendidikan kepada imam khatib dengan tujuan  lebih menguasi Al Quran adalah tugas dakwah dalam membela Al Qur;an. Ilmu mempelajari Al Quran ini bukan hanya untuk prabadi semata bagi imam dan khatib juga  bagi umat yang mendapatkan pendidikan Al Qur,an melalui imam shalat dan khatib. Untutk itu pinta Ketua MUI SU, bagi imam dan khatib yang  mendapat kesempatan pelatihan ini, dapat belajar secara tekun dan sungguh –sungguh penuh kesabaran supaya ilmu yang diperoleh sempurna .Ia menyebutkan belajar dapat kebaikan satu dan menyampaikan hasil belajar itu sepuluh kebaikan. Untuk itu para iman dan khatib harus menyadari peran strategis. “ Imam dan khatib punya peran dalam meningkatkan ibadah umat “ , ungkap, Ketua MUI SU itu dan menyambut baik kegiatan yang dilakuan Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup itu, (husni.as)      

Memetik Khasiat dari Sajian Teh Serai

0

muisumut.or.id, Medan Jika teh yang biasa kita nikmati terbuat dari daun teh, kali ini kita bisa menikmati sajian teh dari bahan baku yang berbeda yakni teh serai.

Teh yang terbuat dari tanaman herbal ini dipercaya memiliki segudang manfaat yang dapat menyehatkan tubuh.

Teh serai dapat membantu memerangi radikal bebas sehingga mengurangi timbulnya peradangan di dalam tubuh.

Beberapa manfaat lainnya yang terdapat di dalam serai yakni mampu menurunkan kecemasan, menurunkan kolesterol, mencegah infeksi, meningkatkan kesehatan mulut, meningkatkan kadar sel darah merah dan menghilangkan kembung.

Dari segudang manfaat yang dimiliki tanaman serai ini lah, Syahrial, pemilik usaha Teh Serai Dua Saudara membangun usahanya.

Berawal dari keresahannya melihat tanaman serai yang melimpah, Syahrial mengatakan bahwa sebaiknya serai bisa dimanfaatkan lebih lagi dari sekadar dijadikan bumbu dapur.

“Karena saya pikir kan sayang sekali serai yang banyak manfaat, tumbuhnya juga melimpah tetapi cuma dimanfaatkan sebagai bumbu dapur,” ucapnya

Akhirnya setelah berpikir panjang, Syahrial memutuskan untuk mencoba meracik serai menjadi bentuk sajian teh.

Merintis sejak tahun 2017, Syahrial mengaku tidak mudah proses yang dilalui untuk menjalankan usahanya ini.

“Kalau dibilang prosesnya ya pasti lika liku juga ya, apalagi di awal merintis cukup sulit untuk menjalankan usaha terutama memperkenalkannya,” jelasnya.

Namun, kesulitan yang dihadapi tidak menyurutkan semangat yang dimilikinya sejak awal merintis.

Berkat jerih payahnya, kini memasuki usia dua tahun merintis usaha Teh Serai Dua Saudara, ia sudah memiliki banyak pelanggan tetap.

“Alhamdulillah berkat doa dan usaha, memasuki tahun ke dua mendirikan usaha ini kita sudah ada pelanggan tetap,” ungkapnya.

Kini teh serai dua saudara yang didirikannya sudah mudah didapatkan di pasaran.

“Sekarang teh serai ini sudah bisa di beli di toko-toko seperti toko oleh-oleh khas Medan, dan di kedai wakaf juga sudah ada,” ucapnya.

Untuk kisaran harga teh serai dua saudara, Syahrial mengaku menetapkan harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat.

“Harga teh serai ini sengaja kita pikirkan untuk bisa dijangkau masyarakat dari harga 12 ribu sampai 30 ribu rupiah saja,” ucapnya.

Sejak menjalankan usahanya ini, Syahrial cukup merasa puas karena pelanggan yang membeli teh serai ini mengaku merasakan manfaatnya.

“Pelanggan sendiri yang bilang, ada yang dulu dia sering kesemutan bisa sembuh karena rutin mengonsumsi teh serai, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Jika Anda ingin merasakan langsung khasiat teh serai ini, tidak ada salahnya untuk mencoba membeli teh serai dua saudara.

Teh serai dua saudara ini bisa tersedia di kedai wakaf yang terletak di jalan Sutomo Ujung No 3 Medan.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba?

(Firda)

Ketua MUI SU: Pembangunan Keluarga merupakan kunci untuk mewujudkan masa depan kehidupan bangsa.

0

Rakoor Komisi Perempuan,Remaja dan Keluarga

muisumut.com. Medan,-  Ketua MUI Sumut Prof Dr. Abdullah Syah MA,  dalam arahannya membuka workshop Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga, mengajak ibu dan keluarga untuk membina keluarga  dengan sebaik-baiknya, karena apabila  suatu keluarga berhasil dibina dengan  baik dan  masyakatnya akan  baik, dipastikan  masyarakat negaranya juga akan baik.” Untuk itu perlu pembangunan keluarga yang merupakan kunci untuk suatu kehidupan bangsa yang berakhlaqul Karimah “  sebab keluarga merupakan masa depan bangsa “ tegas Ketua MUI SU dihadapan 100 pserta yang sebahagian besar remaja dari berbagai ormas Islam wanita dan untusan MUI dari Kabupaten kota,Sabtu (3/10)

Lebih lanjut Ketua MUI SU itu menyebutkan peran komisi Perempuan , Remaja danKeluarga, sangat berperan besar dalam pembangunan keluarga. Khusus ibu-ibu yang lebih lama berada  dilingkungan rumah ketimbang kaum bapak, Jadi  peran ibu begitu dominan  dalam membangun keluarga ”. tegasnya.

Ia menyebutkan selama ini peran komisi ini sudah melakukan berbagai kegiatan, dengan memberikan bimbingan dan arahan bagi kaum ibu dilembaga permasyarakatan. Dimasa mendatang  komisi akan lebih peran, mengingat kehadiran kaum peremuan semakin banyak jumlahnya dibanding pria. Untuk itulah  pembinaan perlu ditingkat dalam meantisipasi kehidupan kelurga yang tidak bisa diandalkan dimasa depan.

Pada kesempatan itu ketua Komisi Perempuan MUI SU Dra Hj Rusmaini menyebutkan tujuannya dilaksanakan kegiatan  ini untuk meningkatkan wawasan bagi perempuan, remaja dalam upaya meningkakan pendapatan penghasilan  dalam memenuhi kehidupan kebutuhan keluarga. Selain  itu memberikan motivasi  bagi kaum remaja dalam menghadapi kehidupan ini.

Workshop Komisi ini  bertemakan  Menjadikan perempuan , remaja yang trampil dan produktif mampu bersaing ditengah kehidupan modern.

Dalam acara itu  beberapa nara sumber  memberikan arahan, Di antaranya, Dr Sukiati MA, dengan judul Pembuatan Mie buah dan sayur. (husni.as)

Kemajuan Teknologi Mempermudah Penyampaian Dakwah

0

Kemajuan Teknologi Mempermudah Penyampaian Dakwah

muisumut.or.id, Medan,-Pola dakwah terkini di zaman milenial tidak lagi seperti masa sebelumnya yakni tatap muka atau face to face disatu majelis atau lapangan terbuka dengan kerumunan massa dalam jumlah bear. Ini tidak lain  karena dilarang sebab dikhawatirkan menjadi cluster baru penyebaran Covid 19. Selain itu di era new normal sekarang ini dakwah tatap muka sudah tidak efektif lagi, sebab jamaah dengan mudah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang bergerak dengan pesat perkembangan informasi yang diakses detik per detik melalui gawal yang akrab setiap saat. Demikian disampaikan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat  MUI SU, Prof Dr H. Syahrin Harahap dalam atu acara komisi Dakwah MUI SU di salah satu rumah makan dikawasan Jalan Gajah Mada Medan, (29/9).

Dia didampingi Ketua panitia  Dr H Sakhira Zandi, menyampaikanitu usai menututup Traning of Trainer( TOT) Da,i Milenial, menilai  karena kondisi pandemi dan kemajuan teknologi informasi tersebut sehingga akan merubah stuktur dan strategi dakwah agar dapat menjadi bagian dari perintah agama untuk mengajak umat melakanakan kebaikan serta melarang segala bentuk kemungkaran. Menurut Guru Besar UINSU ini, berkat kemajuan teknologi membuat ustaz maupun juru dakwah dapat memberikan tausyiah dirumahnya, sedangkan menjadi pendengar dakwah tidak hanya dilingkup desa , atau kecamatan tapi sudah dilevel yang lebih luas lagi. “ Bukankah  jaringan internet memudahkan kita untuk mengakses serta mengetahui sesuatu yang dulu dianggap jauh lagi sulit ,”ungkap Syahrin .

Karena kondisi dimaksud, unghkapnya, juru dakwah milenial dituntut harus mampu mengirim pesan-oesan dakwah tersebut melalui perangkat teknologi, sehingga  jangkauan dakwahnya jauh lebih luas dan semoga memberi manfaat lebih maksimal.” Ini yang menjadi target kita untuk menginternalisasikan metode dakwah kreatif  sebagai dakwah milenial diera new normal saat sekarang “ kata dia.

         Ketua Umum  DP MUI SU   Prof Dr H Abdullah Syah MA, ketika membuka kegiatan yang dilaksanakan  itu, menyampaikan bahwa umat Islam diwajibkan menyeru kepada sesama untuk melaksanakan kebajikan erta mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Ketua MUI SU juga mengharapkan  kepada juru dakwah untuk mnguasai teknologi informasi, sehingga materi dakwah yang disampaikan bisa diakses umat secara  meluas, juga dinikmati untuk masa yang akan datang.

Hal senada  disampaikan dosen ilmu filsafat UINSU Dr Hj.Hasnah Naution MA, dia mengungkapkan, peran strategi juru dakwah dengan memanfaatkan perangkat teknologi akan menjadi bagian pentng dalam mencerahkan umat untuk melaksanakan ajaran Islam serta menjauhi larangannya. ( husni. as

Komisi Luar Negeri MUI SU : Adakan FGD Tentang Tafsir Inspirasi Al Qur’an

0

muisumut.or.id, Medan -Suatu Focus Group Diskusi ( FGD)   yang di selenggarakan Komisi Luar Negeri MUI SU, di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Gajah Mada Medan,  tentang Tafsir Inspirasi Al Quran dalam bahasa Inggris, Selasa( 29/9)  cukup mendapatkan perhatian peserta.  Hal ini terlihat keseriusan peserta dalam mengikuti FGD itu.

Menurut  Sekretaris MUI SU membidangi Komisi luar negeri, Dr Najamuddin, FGD ini  berjumlah kitar 30 peserta, terdiri mahasiswa jurusan bahasa Inggris, dosen, guru tafsir hadis dari berbagai Perguruan tinggi dan pesantren di Medan . Tujuan dilaksanakannya FGD ini, untuk menyamakan persepsi dalam menterjemahkan  dan penafsiran Al Qur,an  kdalam bahasa Inggris sesuai dengan isi dan maknanya.

 FGD dalam menterjemahkan dan tafsir Al Quran merupakan pertama kalinya dilaksanakan Komisi Luar Negeri MUI SU.

Disebut Najamuddin, adapun pemakalah yang ditampilkan Dr Rahmatsyah Rangkuti, Dosen Fakultas Satra USU, Dr Firman Maulana , Dekan PAI UISU, dan Rizal Syamsudin MA, dari kalangan da’i. 

Dr Rahmatsyah yang tampil sebagai pemakalah dalam FGD itu menyebutkan bahwa untuk melakukan penterjemahan isi Al Qur’an kedalam bahasa Inggeris cukup sulit, mengingat kaidah bahasa Arab dan bahasa  Inggris, selalu ada perbedaan . Belum lagi untuk tafsirnya . Bahkan ia memberi contoh untuk menterjemahkan dan menafsirkan surat Al Fatiha yang hanya tujuh ayat, cukup sulit dan perlu kehati-hatian. Bahkan ia menyebut tak jarang dari bahasa inggris ke bahasa lain  juga selalu terjadi kesalahan  dalam menterjemahkannya sehingga  sehingga  timbul  kesalah faham. Ia memberi contoh dalam berbagai kasus yang pernah terjadi adanya kesalahan penerjmahan bahasa Inggris kepada  bahasa lain sehingga salah pula dalam penafsiran. “ Jadi untuk menterjemahkan isi Al qur’an kebahasa Inggris dan penafsirannya  adalah tugas yang penuh ketelitian agar makna dan isi Al Qur,an itu  tetap sesuai  “ ungkap Rahmatyah  Rangkuti. ( husni.as)

Ketua MUI SU : Tingkatkan Kemitaraan dengan Pemda, dan Tokoh Masyarakat

0

RAKORDA KOMISI PEMUDA DAN PEMBINAAN SENIBUDAYA ISLAM

         muisumut.or.id, Medan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia( MUI ), Provinsi Sumatera Utara, Prof Dr H Abdullah Syah MA, mengajak  MUI kabuapten/Kota se Sumatera Utara, untuk bermitra dengan pemerintah daerah, bupati/Walikota, aghnia dan tokoh masyarakat untuk  meningkat kinerja dalam memberikan pelayanan terhadap umat Islam. “MUI daerah lebih meningkatkan  kemitraannya dengan Pemda dan tokoh masyarakat“ ajaknya pada pembukaan Rakorda Komisi Pemuda dan Pembinaan Seni Budaya Islam seniin ( 28/9 ) di Aula pertemuan MUI SU. Medan.

         Menurutnya hal ini penting mengingat peran MUI sangat dibutuhkan masyarakat dalam memberikan bimbingan dan arah berkaitan dengan kehidupan beragama. Bila kemitra ini dapat dijalin dengan baik, bersama Pemeritah daerah, aghnia dan tokoh masyarakat diyakini kinerja MUI akan  lebih baik.

Ia menyebutkan pula, sebagai contoh Rakorda  seperti ini  tidak  selama ini dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara, akan tetapi bisa dilakukan di daerah,  apabila kemitraan itu terjalin. Dengan demikian umat islam  dan pemerintah daerah lebih mengetahui kinerja  yang  dilakukan MUI selama inii.

Ia menambahkan perlunya kemitraan itu dibangun dalam meningkatkan kinerja MUI ,,mengingat dana operasional MUI  adalah bersumber dari bantuan pemerintah daerah. Namun, diakui masih ada MUI Kab/kota yang belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Untuk itulah  dijalin terus kemitraan dan memberikan masukan tentang keberadaan MUI yang tugasnya sebagai tenda besar umat Islam. Dengan demikian  katanya hasil Rakorda ini akan menjadi masukan dalam menjalin kemitraan di daerah, sekaligus menyusun program kerja untuk tahun mendatang “Rangkul dan ajak Pemda dan tokoh masyarakat dalam bekerja sama untuk meningkatkan peran MUI bagi umat “  pinta Ketua MUI  SU.

         Rakorda  Komisi Pemuda dan pembinaan Seni Budaya Islam dengan tema “Peran Pemuda Dalam Membela Islam Washatiyah“  diikuti MUI Kabupaten /Kota se Sumatera Utara.

Ketua komisi Pemuda dan Pembinaan Seni Budaya Islam MUI SU, Prof.Dr.H. Amuni MA, mengajak seluruh peserta MUI Kabupatn / kota, dapat memberikan masukan dalam Rakorda yang menyusun program kerja tahun anggaran 2021. Sehingga nantinya Rakoor ini dapat menghasilkan program yang lebih baik dari tahun sebelumnya. “ Peserta Rakoorda memberikan masukan dalam menyusun kegiatan tahun 202i , ajaknya. ( Husni as)

Pengusaha Muda Apresiasi Bazar PINBAS MUI SU.

0

muisumut.or.id, Medan Setelah dilangsungkannya bazar  bagi UMKN di Medan, lewat siaran televisi streaming Majelis Ulama  Indonsia Provinsi Sumatera Utara, Sabtu ( 26/9) kembali dua UMKN ikuti bazar PINBAS MUI SU secara live dari studio Kedai Wakaf MUI SU . Yaitu perusahaan “ Tempequ “ dan perusahaan kopi “ Aro”.

Kedua perusahaan UMKN tersebut  sangat bersyukur dan berterima kasih  PINBAS MUI SU, telah ikut memberikan imformasi tentang perusahaan mereka kepada komnsumen, melalau siaran live steraming  MUI SU.” Kami bangga dan terima kasih kepada MUI SU yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti bazar online   via televisi stereaming MUI SU “ papar pimpinan perusahan tersebut kepada muisu,com usia melangsungkan siaran live, yaitu  Ari Handoko dari UMKN TempeQu d an Syaifuddin dari perusahan Kopi ARO,.  

Ari Handoko pimpinan UMKN TempeQu, mengaku  kesempatan bagi perusahaannya via media online  dalam memberikan imformasi tentang tempe yang  dikelolanya secara halal, mengingat  perusahaanya telah mengikuti petunjuk kehalalan dan kebersihan . Kita mengelola tempe tinggal menunggu diterbitkan sertifikat halal dari MUI SU   “ ungkapnya dengan mnyebutkan  alamat usahanya  di kawaan Perumahan Ouri Bintang Merdeka Tanjung Anom Deliserdang .

Tempe Warisan Nenek Moyang.

Ari Handoko mengaku perusahaannya masih terbatas dalam memberikan pelayanan. Yaitu  khusus untuk anak pesantern taruna Al  Kalam serta lainnya.Seperti restoran pagetarian RS Adam Malik dan pemesan lainnya. Namun perlu  dicatat tempe dikelolanya sudah diekpor keluar negeri yaitu Amerika , Argentina dan beberap negara.  “ orang luar negeri suka  tempe “ ungkapnya.

Ia menjelaskan ia tidak memasarkan kepasar tradional mengingat akan bersaing beberapa peruahan tempe yang ia bina , karena kalah bersaing dalam  kwalitasnya, untuk itu ia  fokus dalam menghembangkn pmbuatan tempe yang berkwalitas , karena tempe merupakan warisan nenek moyang, Kita ingin kembangkan tempe sebagai warisan nenek moyang lebih meluas “ ungkapnya.

Langkah lanjutnya ia telah memberikan bimbangan pembutan tempe yang baik lewat bantuan Socfindo. Tahun ini ada 12 perusahan tempe yang dibina di Sumatera, meliputi Deli Serdang, Karo , langkat dan Palas. Selain itu juga keberapa manca negara kita ikut memberikan pembutaan tempe. Seperti di Kamboja Ameerika dan bebapa negera. Langkah ini dilakukan mengingat harga tempe di luar neger cukup mahal dibanding  didalam negeri.

Bercerita tentang bimbangnan tersebut dalam ypaya meningkan kerja pemebutan tempe  denganmesin. Tidak lagi secara tradisional. Bimbingan ini  membuat tempe yang baikdengan pndamping dari  dana hibah ECR . “ Dana ini secara hibah dalam upaya meningkatkan tempe yang berkwalitas, sehingga warian budaya nenek moyang ini terus terjaga “ ungkapanya sem bari menyebutkan untuk tahun 2021 ia akan memberikan bimbingan kpada 24 perusahaan tempe di Sumut.

         Kopi ARO.   

Menurut  pengusaha muda  Syaifuddin ,UMKN kopi ARO, ia kelola,  siaran live streaming  MUI SU, suatu upaya dalam membina UMKN PINBAS MUI SU  dalam  memberikan impormasi bagi masyarakat tentang keberadaan   pengusaha muslim   lewat PINBAS MUI Sumut. Dijelaskan lewat penyebaran informasi akan memberikan pencerahan bagi masyarakat bahwa seperti usaha kopi ARO, adalah minuman yang sudah lama  dikonsumsi umat  Islam sejak dulunya . Hanya saja saat ini pengelola kopi tidak lagi dilakukan secara tradiosional . Kopi sduah dikelola dengan melakukam tenaga mesin . Ia menjelaskan UMKN ARO ( Arabika Robusta) dikelola dari kopi pilihan dengan  menghimpun tenaga kerja baik tetap maupun bhl. Langkah ini dilakukan papar Syaifuddin, mengingat saat ini usaha perkopian cukup menjamur, Untuk itu perusahaanya lewat bazar dari siaran langsung streaming MUI SU,  menjelaskan bahwa kopi  telah melalakukan pengurusan sertifikasi halal dan sudah dilakukan audit oleh MUI SU. Semua ini tidak lain demi  kenyamanan  umat dalam menkonsumsi kopi yang halal dan bersih “ Kami kelola secara baik dan bersih dengan peralatan laboratorium dan tenaga ahlinya “ ungkapnya.

        Syaifuddim menjelaskan bahwa ada pemeo selama ini bahwa menkonsumsi kopi  akan perut gembung dan maag. Hal itu tidak benar mengingat kopi saat ini telah  dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat dan menjadi tren bagi  bahwa menkonsumsi kopi membuat badan sehat. Bahkan ada peneliti menyebutkan peminum kopi dapat menghancurkan nikotin bagi pencantu rokok. “ Kopi sudah dikenal sejak zaman nenek moyang “ paparnya semberi menambahkan kopi ARO bisa didapat diberbagai super market  dn telah diexpot keluar negeri. ( husni as)    

Pesantren Harus Ramah Terhadap Anak

0

muisumut.or.id, Medan Terjadinya beberapa kasus ketidaknyamanan anak dalam mengeyam pendidikan di suatu lembaga menjadi fenomena yang harus diatasi. Pesantren Darul Arafah Raya Deli Serdang memulai untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi santri-santrinya. Pesantren Darul Arafah telah memulai program yang disebut dengan “Pesantren Ramah Anak”.

Dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyambut baik program ini. Melalui Komisi Hukum Perundang-undangan HAM dan Advokasi MUI SUMUT mengadakan penyuluhan hukum “Pesantren Ramah Anak”.

Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan HAM dan Advokasi MUI SUMUT DR H Ramlan Yusuf Rangkuti MA mengatakan “Kami dari MUI SUMUT mengadakan penyuluhan hukum “Pesantren Ramah Anak” yang kami tentukan tempatnya di Pesantren Darul Arafah Raya ini dengan tiga sasaran, yaitu untuk para guru dan itu telah dilakukan pada Selasa dan Rabu tanggal 22 sd 23 September lalu dan sekarang kita laksanakan sesi untuk para santri dan Dyah (sebutan santri perempuan) “, ujarnya dalam  lanjutan Penyuluhan Hukum Pesantren Ramah Anak di Aula STAIDA Pesantren Darul Arafah Deli Serdang, Ahad (27/8).

Ramlan menjelaskan bahwa kita dididik di Pesantren untuk menjadi orang yang saling berkasih sayang satu sama lain, saling membantu dalam kesulitan yang dihadapi saudara kita, bukan untuk saling bermusuhan dan bertikai.

“Ramah dengan sesama, baik kepada teman-teman sepermainan, ataupun kepada lingkungan sekitar, maka akan terbentuk persatuan diantara kita”, tegasnya

Wakil Dekan I FITK Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Rustam MA  mengatakan “Setiap orang memiliki hak yang sama, yaitu menginginkan agat dirinya didengarkan orang lain kendatipun dia masih anak kecil, sementara permasalahan di negeri kita adalah orang dewasa yang tidak mau mendengarkan pendapat anak”, ujarnya.

Konsep ramah adalah diperlakukan nya semua orang dengan penghargaan yang sama, tidak menyalahkan orang yang tidak tahu seperti contoh kesalahan anak, yang mana dia menganggap perbuatan nya bukan kesalahan melainkan hiburan.

“Kita sebagai atasan harus berlaku adil dan bijaksana terhadap bawahan kita, jangan semena-mena main kekerasan atas balasan kesalahan orang lain, tapi mari mendengarkan keluhan dan permasalahan mereka terlebih dahulu sebab pada akhirnya nanti kita tidak tahu siapa yang menjadi atasan dan bawahan diantara kita”, tegasnya.

Kegiatan kali ini menghadirkan lebih banyak narasumber, karena dilaksanakan secara paralel, Narasumber utamnaynya adalah Misran Lubis selaku Eksektif Konsil Jakarta, Wakil Dekan FITK UINSU, dan beberapa guru dari Pesantren Darul Arafah.

Rakorda Komisi Fatwa MUI SU Luncurkan Buku Fatwa Aliran Sesat

0

muisumut.or.id, Medan Rapat Koordinator Daerah  Komisi Fatwa MUI SU tahun 2020,  dilaksanakan di  MUI SU ( 29/9) sekaligus dilakukannya  peluncur buku komisi Fatwa MUI tentang  Fatwa-Fatwa Aliran sesat . Rakorda dan peluncuran buku tersebut dilaksanakan oleh Ketua MUI SU Prof Dr H Abdullah Syah MA yang diikuti MUI Kabupaten / Kota se-Sumut..

Ketua MUI SU dalam arahan, menyebutkan pelaksanaan Rakorda komisi di MUI SU sangatlah penting dalam mevaluasi kerja tahun sebelumnya dan sekaligus menyusun program kerja komisi untuk tahun berikutnya. Khusus komisi  fatwa MUI SU yang sanngat berperan bagi kehidupan beragama bagi, sangat membutuhkan fatwa untuk menjadikan pedoman dalam melaksanakan ibadah. “ Peran komisi fatwa sangat strategis bagi kehidupan beragama terhadap umat  “ katanya.

Jadi dari hasil Rakoorda itu akan menghasilkan terbaik untuk melaksnakan tugas ditahun mendatang, mengingat  kasus keagamaan yang berkembang, saat ini  sehingga   sangat membutuhkan bimbingan dari MUI.

Sementara pada peluncuran buku pertama kajian dan penelitain Fatwa-fatwa MUI tetang alisan sesat, Ketua MUI SU, menyambut baik yang dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI SU tentang penerbitan buku tersebut. Buku ini sangat berguna bagi MUI Kabupaten/ Kota di Sumut, dalam memantau dan mengambil ketentuan bila ditemukan  aliran sesat dan menyimpang   yang ditemukan  di daerah.

 “ BuKu ini sangat berguna “ katanya 

Diharapkan masa mendatang Komisi fatwa MUI SU dapat pula menerbitkan buku fatwa lainnya berkait dengan kehalalan dan lainnya.

Buku kajian dan penelitian fatwa-fatwa MUI tentang aliran sesat itu ditulis oleh anggota komis fatwa MUI SU, Dr. Husnel Matondang MA dan Dr Sori Monang Rangkuti  AN  Nadawi M.TH, dengan editor Dr Abdul Hamid Ritonga yang juga anggota Komisi Fatwa MUI SU.

Pada Rakorda Komisi Fatwa MUI SU telah disampaikan pejelasan dari MUI Kabupaten / Kota yang hadir dengan berbagai permasalahan. Namun, yang paling menarik  , terkait dengan kasus viral pelaksanaan fardu kifayah dalam memandikan mayat perempuan oeh pria di slah satu rumah sakit di kota Pematang siantar.

MUI Kota Pematangsiantar telah menghubungi rumah sakit bersangkutan untuk mengklafikasi  kasus tersebut. 

.Ketua Komis Fatwa MUI SU Drs Lukman Sanusi meminta kasus ini dituntankan, agar kasus tersebut tidak terulang dimasa mendatang dan menjelaskan kepada pihak rumah sakit juga masyrakat bahwa ada ketentuan dalam melaksanakan fardu kifyah sesuai syariat Islam “ Kita minta kasus ini tuntas  untuk kedepan kasus ini tidak terulang “ ungkapnya.

Acara Rakorda ini diisi dengan pelaksanaan prosedur dan aturan sertifikat halal yang disampaikan oleh Ketua LP POM MUI SU Prof Dr Ir H Basyarididin MS.
ia menjelas tentang kehalalan setiap makanan dan hal yang terkait kelahalan  lainya. Untuk pelakanaan tersebut diatur dengan UUJPH 33 tahun 2014.  UU itu mengandung ketentuan pidana pasal 56 yang menyebutkan pelaku usaha yang tidak menjaga kehalalan produk yang  telah memperoleh SH sebagaimana dimaksud pasal 25 huruf b ,dipiana penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp 2 milyar.

Basyaruddin guru besar UISU itu dalam pengursan menetapkan poengurusan   sertfikat halal LP POM MUI SU , melakukan pendaftaran melalui on line, L http:/regs.e-lppommui.org. Langkah ini dilakukan demi mempermudah masyarakat untuk tidak harus mendatang LPPOM MUI SU. namun bagi yang kurang memahaminya dapat mnghubungi web side LP POM MUI SU.  ( husni AS )

Dukung UMKM, PINBAS MUI Sumut Gelar Bazar Virtual

0

muisumut.or.id, Medan Guna mendukung para pengelola Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Utara, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Cabang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut gelar bazar virtual.

Tujuan PINBAS MUI Sumut gelar bazar virtual adalah untuk mempromosikan produk secara digital melalui live streaming di media sosial yang tersedia.

Kepala Pinbas Cabang MUI Sumatera Utara Dr  H Sakhira Zandi melalui Wakil Kepala Cabang, Dr  Akmaluddin Syahputra menjelaskan, kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu di studio yang telah disiapkan di Kedai Wakaf MUI Sumatera Utara.

Kata dia, program ini menjadi terobosan baru dari konsep bazar yang semula direncanakan dengan mengundang para pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya di sekitar kantor MUI secara langsung.

Karena saat ini masih pandemi, konsepnya diubah dengan memanfaatkan media sosial dengan mengakses YouTube, Instagram dan Facebook MUI Sumatera Utara,” kata Akmaluddin, Minggu (20/9).

Dijelaskannya, setiap pelaku UMKM yang akan mempromosikan produknya diberi kesempatan 30 menit.

Promosi ini akan dipandu oleh bintang tamu berpengalaman di bidangnya untuk mengulas. serta mengupas lebih dalam mengenai produk, inovasi maupun motivasi, sehingga diharapkan dapat menginspirasi umat Islam untuk berwirausaha.

“Melalui media sosial yang ada, juga dibantu memasarkan produk tersebut diharapkan  bisa membantu pemasaran produk kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, bagi yang belum memiliki sertifikat halal, PINBAS MUI Sumut akan membantu prosesnya

Sedangkan bazar digelar para Sabtu (19/9) diisi oleh H Mukhtar Yusuf pemilik UD Ayam Potong Hijrah.

Dan pada sesi kedua, diisi oleh H Fachruddin Lubis Lc, pemilik Samudra Cetak.

Live Streaming

Dalam penjelasannya, Akmaluddin menyampaikan bahwa sampai akhir 2020 ini ditargetkan 20 pelaku UMKM di daerah ini akan mempromosikan produknya melalui live streaming MUI Sumut.

Dan program ini akan terus dilanjutkan, sehingga promosi produk UMKM umat dapat dilaksanakan secara meluas.

“Dengan demikian pemasaran produk UMKM kita melalui media sosial ini akan semakin meluas, bahkan akan melampaui batas wilayah,” katanya.

Karena itu, katanya, tuntutan untuk meningkatkan kualitas produk menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. (m22).