Sunday, May 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 164

Siaran Perdana Televisi Streaming MUI Sumut Mengudara

0

muisumut.or.id, Medan Begitulah suatu ketentuan Allah Swt, tepat pukul 10.00. wib, 18/9 -2020, Jumat berkah, dari studio Kedai Wakaf  MUI SU Jalan Majelis Ulama 3 Medan, siaran perdana televisi streaming Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, mengumandang keudara.  “ Alhamdulillah berkat izin Allah SWT, siaran perdana  televisi streaming MUI  Sumut mengudara dari studio  KedaiWakaf (KEWA) “ ungkap syukur Dr.H. Akmal Syahputra M.Hum, tampak  begitu ceria selaku pengagas keberadaan siaran streaming MUI Sumut.

Kegiatan Konsultasi Hukum yang disiarkan melalui chanel Youtube sebelumnya sudah disiarkan melalui channel Youtube namun belum memiliki tempat, dengan adanya studio ini Konsultasi Hukum menjadi kegiatan perdana di studio Kewa MUI Sumut. Konsultasi hukum yang berjudul “Bagaimana  Wakaf Produktif di Praktekkan di KedaiWakaf MUI Sumut“ dengan pemandu Dr.Mustafa Kamal Rokan dan nara sumber Dr.H Akmaluddin Syahputra M.Hum, dosen  bidang hukum UINSU, bersama  tenaga operator dan kamera dari mahasiswa PTKU Mulyo Ponco dan kawan kawan di bawah bimbingan Bapak Suyato.

Akmal Syahputra selaku direktur KEWA MUI SU yang juga sekretaris Komisi Fatwa MUI SU, mengkisahnya kelahiran televisi steraming MUI SU, secara panjang lebar  yang peresmiannya, Sabtu 12/9 lalu oleh Direktur Pinbas MUI Pusat, bersamaan dengan pelantikan PINBAS MUI SU cabang Sumatera Utara.

Menurutnya  ide berdirinya penyiaran ini tidak lain dari musibah covid -19 yang melanda dunia, termasuk di Sumut. Betapa tidak selama ini muzakarah rutin MUI SU lewat komisi fatwa dilaksanakan secara terbuka dan harus terhenti karena covid- 19. Untuk melaksanakan muzakarah agar terus berlanjut dengan dilakukannya  muzakarah lewat media sosial. Sehingga MUI terus bisa memberikan pencerahan dan pelayan kepada umat. Ternyata ini  mendapat sambutan. Akhirnya   dilakukan pula muzarah secara live streaming. “ Disinilah hikmah dari covid -19 dan  Alhamdulillah berjalan sukuses berdirinya siaratan streaming ” tuturnya.

Selanjutnya mengingat kehadiran laboratorium interpreneurship milik PTKU yang berawal dari CSR Bank Sumut dan wakaf umat Islam, Akmal  berfikir, tidak salahnya wakaf umat tersebut dikembangakan  lewat media sosial dengan mendirikan suatu siaran komunikasi lewat layar HP. Kita kembangkan wakaf umat ini lewat  sisi komunikasi “ paparnya.

 Akmal Syahputra yang kini telah dikurnia beberapa orang anak, terus melakukan terobosan sedikit demi sedikit untuk melengakapi peralatan penyiaran dan akhir berdirlah studio yang lokasinya di areal Kedai Wakaf MUI SU.

Ditambahkan  Akmal Syahputra, bahwa dipilihnya topik Bagaimana Wakf Produktif Dipraktekkan di Kedaiwakaf MUI Sumut pada siaran perdana ini, tidak lain keberadaan  streaming,  lahir dari rahim wakaf, sehingga dengan wakaf kita dapat mengetahui makna dari wakaf untuk amal zariah bagi setiap muslim. Tagline KedaiWakaf adalah “Kami Memudahkan Anda Berwakaf” Ada 4 Jenis wakaf yang bisa dipilih disini, pertama Wakaf Abadi, Kedua wakaf Berjangka, ketiga belanja sambil berwakaf, dan saat ini diresmikan wakaf yang keempat menonton sambil berwakaf. Dengan mengikuti chanel youtube MUI Sumut disamping kita akan mendapat pencerahan juga mendapat amal jariah karena hasil dari monetisasi sepenuhnya akan menjadi wakaf produktif yang akan dikembangkan. KedaiWakaf MUI Sumut berkeinginan menghimpun dana wakaf produktif sebanyak banyaknya untuk dikembangkan sehingga kita mampu meendirikan rumah sakit yang siapapun bisa mendapat pelayanan dengan gratis.

Ia menjelaskan disebutnya  televisi streaming adalah langkah untuk mendirikan TV MUI Sumut nantinya sehingga dapat dinikmati umat dengan layar TV . Untuk itu ia meminta doa restu umat islam agar televisi untuk akan muncul ditengah umat “ Ayo kita bangun umat ini lewat memperbanyak komunikasi dalam meningkatkan silaturrahim  agar umat ini lebih bersatu dan menjadi kuat “ ajaknya  dan ikut canel yuotube, untuk mengikuti perkembangan MUI SU “. (Husni.AS.)

Ahmad Yusnan Naim Nasution Juara I MTQ Tebing Tinggi

0

muisumut.or.id, Medan

Ahmad Yusnan Naim Nasution Juara I  MTQ Tebing Tinggi

Lantunan suaranya di lantai II  ruang  pertemuan MUI Jalan Majelis Ulama nomor 3 Medan, begitu memukau  pada acara pembukaan “ Pemulian Lingkungan Hidup “ Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup ,MUI SU ( 13/9) . Betapa tidak , salah seorang  juara MTQ  tingkat Provinsi Sumatera Utara  tahun 2020,  yang baru saja berakhir dari kota “ Lemang “ Tebing Tinggi,  tampil. Suara yang cukup menyejukkan itu,  adalah seorang anak laki-laki yang beranjak dewasa . Ahmad Yusnan Naim Nasution. “ Saya berhasil sebagai juara I tilawah satu jus dari MTQ tIngkat Provinsi Sumatera tahun 2020 “ tuturnya saat disapa MUISU.Com.

Ia mengaku baru pertama tampil di MUI SU  yang di dampingi ayahnya M. Imam Nasution, menjelasakan berhasil sebagai juara I untuk kedua kalinya di  MTQ tingkat Provins. Hanya aja kali ini ia tampil atas nama kota Tebing Tinggi .

Yusnan yang kini duduk di kelas  IX MTsN 3  Medan  belajar Al Quran sejak duduk di kelas 2 SD, Ia sebagai anak simata wayang perkawinan M. Iman Nasution dengan Nurhamidah Lubis, bermukim di Jalan Danau Singkarak  Gang Bengkel no 65 Medan,   berhasil juara diberbagai kejuaraan baik  i tingkat kecamatan dan kota Medan. Tahun 2016 juara kota Medan.

Remaja berparas hitam manis ini, punya favorit qori Darwin Hasibuan, dan bercita untuk dapat mengikuti jejak Darwin Hasibuan sebagai qori terbaik ditingkat nasional  “ mohon doa kan  saya bisa berhasil sebagai qori terbaik “ pintanya.

Selanjutya setelah menyandang  gelar juara I tingkat Provinsi Sumatera , Yusnan akan di gembleng di Asrama Haji untuk persiapan MTQ tingkat nasional di Sumatera Barat .

M .Imam Nasution, yang mendampingi Yusnan saat berbincang dengan MUISI.Com, sebagai orang tua selalu mendorong kemaunan dan cita-cita anak.  Ia bergitu bangga  dengan keberhasilan Yusnan dalan berbagai MTQ. “ Mudah-mudahan Yusnan berhasil di tingkat Nasional : tutur M Iman Nasution yang mengakui sebagai wira swasta. ( Husni AS )  

Ketua MUI SU Prof Dr H. Abdullah Syah MA: “Lingkungan Kita Wajib Di jaga”

0

muisumut.or.id, Medan Ketua Umum  Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Provinsi Sumatera Utara,  Prof DR H Abdullah Syah MA, dalam sambutannya pada acara “ Pemuliaan Lingkungan Hidup ‘  yang diselenggarakan Komisi Sosial MUI SU, meminta agar ustaz, mubaligh dan khatib serta pengurus MUI Kabupaten/ kota se Sumut ,ikut aktif dalam menjaga lingkungan “ Lingkungan kita wajib di jaga “ tegasnya Minggu ( 13/9 ) di Aula MUI SU.

 Penegasan kewajiban ini kata Ketua MUI SU itu ada perintah, baik Al Qur’an dan hadis, tentang kewajiban kita untuk menjaga lingkungan hidup. Hal ini tidak lain mengingat kerusakan  lingkungan bukan hanya berakibat bagi kehidupan manusia, juga terhadap makhluk ciptaan Allah lainnya.

Ia menyebutkan akibat rusaknya lingkungan telah terjadi banjir bandang yang menelan korban nyawa, harta benda,serta bintang. Semua ini tidak lain sebahagian besar adalah akibat ulah tangan manusia. Jadi melalui kegiatan  pertemuan yang diselenggarakan Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup MUI SU  ini, hendaknya menjadi suatu peringatan bagi kita tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Apalagi penjelasan pentingnya penjaga lingkuangan hidup ini disampaikan pakar –pakar yang bergelut dalam kegiatan pemuliaan lingkugan hidup. Ia menyebutkan pula sebagai contoh seperti air yang sangat vital bagi kehidupan makhluk citaan Tuhan. “Air dibutuhkan oleh manusia , hewan dan tumbuhan “  katanya. Jika air tercemar oleh najis  dan dipergunakan manusia  akan berdampak pada kesehatan juga kepentingan ibadah.  Termasuk   tumbuhan-tumbuhan, hewan sangat membutuhkannya , “ akibat tidak adanya air cukup banyak hewan dan tumbuhan mati” paparnya.

Sementara itu Ketua Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup MUI SU, H Abdul Hamid tujuannya dilaksana kegiatan pemulian lingkungan hidup ini tidak lain banyaknya terjadi pencemaran lingkungan, apakah dari limbah makanan  maupun pabrik serta zat kimia lainnya .

Ia mnyebutkan kegiatan ini bukan hanya diikuti peerta dari MUI Kabupatn /Kora se Sumater Utara, juga diikuti BKM dan khatib dari beberapa masjid di Kota Medan.  

Tujan lain kegiatan ini, memasyarakatkan fatwa MUI tentang lingkungan hidup. Mensosialisasikan kebijakan lembaga pemulian lingkungan hidup dan sumber daya alam. Mendukung dan mensosialisasikan kebijakan pemerintah dan   melalui kerja sama dengan Dinas lingkungan hidup. Serta kerja sama dengan dinas terkait lainnya di Sumut.

Adapun nara sumber pada acara tersebut, Kadis PPKB  Sumut,  Dr.Ir Hj Hidayati MS.i Wakil Ketua Umum MUI SU Dr H, Maratua Simajuntak, Kadis Lingkungan Hidup diwakil Kasubdis, Siti Bayu  Nasution. ( Husni AS)    

PINBAS MUI Diminta Dorong Pengusaha Muslim

0

muisumut.or.id, Medan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta dorong meningkatnya jumlah pengusaha Muslim di Sumatera Utara.

PINBAS MUI diminta dorong pengusaha Muslim, dengan cara berbisnis dan modal kemauan.

Hal itu antaralain disampaikan Direktur  Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, M Azrul Tanjung SE, MSi, Sabtu (12/9) usai melantik PINBAS MUI Cabang Sumatera Utara, di Aula MUISU Jl Sutomo Medan.

Hadir Ketua PINBAS MUI SU Cabang Sumatera Utara Dr H Sakhira Zandi M Si, Ketua Umum MUISU, Prof Abdullah Syah MA, Sekretaris, Dr Ardiansyah MA, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI SU, H Ivan Iskandar Batubara serta undangan lainnya.

Lebih lanjut M Azrul Tanjung SE MSi, menyebutkan, mendorong umat untuk berbisnis perlu diberikan kata kunci bahwa bisnis itu tidak bisa instan.

Harus dimulai dan dirintis. Rugi dalam berbisnis adalah hal biasa, maka modal kemauan sangat perlu ditanamkan dalam diri.

“Mulai berbisnis hari ini. Jangan tunggu besok. Gali potensi diri, bisnis apa yang cocok. Ingat Nabi Muhammad panutan umat Islam adalah pedagang? Mengapa kita umatnya tidak mencontohnya,” kata pengelola lahan karet seluas 25 hektare ini.

“Saya berharap pengurus yang dilantik hari ini langsung berbuat dan berkiprah di masyarakat. Harapanya, umat Islam tertarik untuk membuat usaha dan membangun komiten untuk sama-sama memajukan usaha umat Islam,” paparnya.

Pemahaman

Sebelumnya Ketua MUI Sumut, Prof Dr Abdullah Syah MA, mengharapkan, dengan dilantiknya Pinbas MUI Sumut ini, bisa memberi pemahaman kepada umat, bahwa berwirausaha itu adalah pekerjaan yang sangat baik.

Dengan begitu, ungkapan bahwa umat Islam itu lemah secara ekonomi, bisa dihapuskan.

“Stigma umat Islam lemah secara ekonomi harus dihapuskan dengan cara meningkatkan jumlah pengusaha maupun pemilik usaha muslim di Sumut. Pinbas MUI Sumut diharapkan membuat strategi yang bisa mewujudkan harapan itu,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur PINBAS MUI Pusat M Azrul Tanjung SE Msi melantik PINBAS MUI Cabang Sumatera Utara.
Adapun susunan pengurus: Ketua PINBAS MUI SU Cabang Sumatera Utara Dr H Sakhira Zandi M Si, Wakil Kepala Cabang, Dr Akmaluddin Syahputra MH serta wakil-wakil.

Kepala Bagian UMKM Muhammad Ridho Lubis, SH serta anggota/staf.

Kepala Bagian Koperasi Dra.Rusmini bersama anggota/staf. Kepala Bagian Keuangan dan Pembiayaan, H Afif Abdillah. Kegiatan sekaligus seminar dan bazar. (m22)

https://waspada.id/ekonomi/pinbas-mui-diminta-dorong-pengusaha-muslim/

MUI SUMUT : Pelatihan Tahsin dan Ibadah di Minoritas

0

muisumut.or.id, Medan

Pelatihan tahsin qur’an dan praktek ibadah di daerah minoritas yang dilaksanakan  oleh Komisi Sosial, Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI Sumut. Medan, senin (5/10) bertempatkan di Aula MUI SUMUT jalan MUI no 03.

Dr . H. Abdul Hamid Ritonga MA sebagai ketua komisi sosial mengatakan “Ibadah sosial ada 2 yaitu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah yg mana para ustadz mengemban tugas dakwah islam terutama dalam keimanan dan shalat jum’at. jika salah, sangat fatal, jadi shalat jumat atau imam harus fasih dan tepat bacaannya” .

Hamid juga melanjutkan hendaknya seorang imam itu haruslah fasih membaca al-fatihah dan faham ilmu tentang shalat karena itu salah satu syarat sahnya shalat.

Dia menceritakan, di Simalungun pada suatu desa, Hamid dan kawannya shalat terawih di satu mesjid, karena imamnya tidak paham tentang ilmu shalat maka terjadilah suatu masalah, ketika urutan bacaan dalam al-qur’an surah al-quraisy, imam membaca surah al-kafirun, pada ayat pertama “qul” lalu makmum dibelakang  menyahut “li ilafi” kemudian imam membaca lagi “qul” lalu makmum menyahut lagi “li ilafi” maka terjadilah dialog imam dan makmum setelah itu tertawa semua jama’ah kecuali dia dan 4 kawannya maka batallah shalat mereka.

Hamid juga menambahkan pengalaman, ketika shalat di mesjid, ada seorang imam yg sekaligus tinggal di mesjid beserta keluarganya, lalu ketika waktu ruku’ anaknya menangis, karena imam lupa rukun shalat, ia mengutamakan anaknya dari pada shalatnya, kemudian ia tinggalkan shalatnya sedang jamaah ruku’nya lama sekali.

Prof. Dr. H. Abdullah syah MA selaku ketua umum MUI berkata “Al-qur’an itu bacaan bukan pajangan, begitulah para ulama terdahulu selalu membawa Al-qur’an untuk dibaca” tegasnya

Kemudian dijelaskan bahwa baca Al-quran itu ada manfaatnya jika dibaca, minimal satu huruf saja yang dibaca maka ganjarannya sepuluh kebaikan. Oleh karena itu, membaca al-qur’an berwudhu ataupun tidak berwudhu tetap dapat pahala, namun lebih utama seseorang itu berwudhu dalam membaca al-qur’an.

Dia juga menambahkan, bagi masyarakat hendaknyalah mempelajari Al-qur’an karena tidak sah seseorang shalat jika tidak membaca fatihah. Dan bagi guru-guru sangat penting mengajarkan al-qur’an di daerah-daerah minoritas dan terpencil, alangkah disayangkan jika ada suatu desa yang shalat jum’atnya tidak ada imam dan khatibnya. (Ardiansyah; mahasiswa PTKU)

PINBAS MUI Cabang Sumut Akan Dilantik 12 September 2020.

0

muisumut.or.id, Medan Berdasarkan surat keputusan Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Syariah ( PINBAS ) Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Pusat, tentang pendirian PINBAS MUI  Cabang Sumatera Utara, nomor : Kep -37i/SK/PINBAS –MUI Pusat /IX/2019 . PiNBAS MUI Cababg Sumatera Utara, akan dilantik tanggal 12 Septermber 2020, di Gedung Pertemuan  MUI SU di Medan. Demikian dijelaskan oleh Ketua PINBAS MUI SU Cabang Sumatera Utara Dr H. Sakhira Zandi M.SI dalam rapat pelaksanan pelantikan tersebut belum lama di MUI SU.. “ Insya Allah pelantikan PINBAS  MUI Cabang Sumatera Utara akan dlantik tanggal 12 September 2020  “ tegasnya.

Dijelaksan pelantikan PINBAS MUI Cabang Sumatera Utara akan dilantik oleh Direktur PINBAS MUI Pusat M. Azrul Tanjung SE,Msi. Selain itu  ungkap  Sakhira Zandi yang juga salah seorng Sekrtaris MUI SU  akan dilaksanakan seminar nasional dari Komisi Ekonomi MUI SU dengan pemakalah dari PIBAS MUI Pusat, Kadin SU. Selain itu juga akan dilaksanakan Rapat kerja pertama PINBAS MUI SU, tentang keberadaan PINBAS  di Sumut. Rapat tersebut akan dihadiri perwakilan MUI Kabupaten / Kota se- Sematera Utara, Hal ini mengingat dikabupaten kota juga telah beroperasinya  bank-bank syariah. Diharapkan rapat kerja ini akan lebih memperdayakan ekonomi syaraih di Sumut, Rapat kerja ini berlangsung satu hari penuh.

Pada saat pelantikan, juga akan dibuka Bazar UMKM secara resmi. Untuk Bazar UMKM akan dilaksanakan secara online melalui channel Youtube MUI Sumut mengingat wabah pandemi Covid-19 belum juga berakahir, untuk itu bagi UMKM yang ingin mengikuti Bazar silahkan menghubungi Wakil Direktur Pinbas bidang UMKM Akmaluddin Syahputra di no WA 082168755222. ( hus)  

Ulama Bersama Umara Sumut Doakan Covid-19 Berakhir

0

muisumut.or.id, Medan umara di Sumut doakan secara khusus agar pandemi Covid-19 segera berakhir

Ulama bersama umara Sumut doakan Covid-19 berakhir dan MUI diharapkan jadi corong utama agar pandemi itu segera berlalu.

Hal ini terungkap saat berlangsungnya Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H dan peluncuran kalender Hijriah 1442, Kamis(3/9) di Aula MUI Sumut Jl Sutomo Ujung Medan.

Hadir Ketua Umum MUI Sumut, Prof Dr Abdullah Syah MA, Sekrataris, Dr Ardiansyah MA, Gubernur Sumut, H Edy Rahmayadi, Wagubsu.

Juga H Musa Rajeckshah, Plt Kakanwil Kemenag Sumut, Dr H David Saragih, Ketua Ladui MUI, Abdul Hakim Siagian M Hum.

Pangdam I/BB, Mayjen TNI Irwansyah, MA, MSc, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin, Ketua MUI se kabupaten/kota, perwakilan Ormas Islam serta pemenang lomba digelar MUI Sumut sekaitan memeriahkan Tahun Baru Islam.

Doa para ulama dan umara agar wabah pandemi Covid-19 segera berakhir dipimpin Ketua MUI Kabupaten Simalungun Abdul Halim Lc, selanjutnya diaminkan oleh seluruh yang hadir.

Senada dengan Ketua MUI Simalungun, Abdul Halim, maka harapan yang sama disampaikan Ketua Umum MUI Sumut Prof Abdullah Syah MA.

Menurutnya, menghadapi ancaman virus Covid-19 ini agar tidak hentinya senantiasa berdoa kepada Allah SWT supaya virus ini berakhir.

“Jangan pernah putus asa dalam berdoa dan memohon kepada Allah agar wabah ini berakhir, ” ungkapnya.

Gubsu Optimis

Sementara Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi mengajak seluruh masyarakat Sumut, tetap optimis agar pandemi Covid-19 ini berakhir.

Maka, kata dia, optimis itu adalah sebuah keinginan yang diimbangi dengan usaha.

Apa usahanya? Yakni hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Saya optimis masalah ini akan selesai, apalagi umara dan ulama saling mendukung dalam rangka menghentikan penyebaran Covid-19,” katanya.

Maka, MUI di kabupaten/kota, hendaknya menjadi corong utama agar masyarakat patuhi protokol kesehatan, banyak berdoa kepada Allah SWT, karena virus Covid-19 juga ciptaan Allah, dengan harapan angka penyebaran bisa menurun.

“Sebab kapan berakhir? Hanya Allah yang tau,”ujarnya sembari menyebutkan sangat perlu membuat klaster Mebidang saat ini, yakni Medan Binjai Deliserdang, dengan harapan memutus mata rantai Covid.

Dia menambahkan dari pertambahan jumlah kasus pandemi Covid-19 sudah mulai berdampak pada aspek ekonomi, yang kini sangat terasa bagi pertumbuhan ekonomi yang mengalami deflasi mencapai 0,8.

Selesaikan Masalah Tanah

Hal lain disampaikan Gubsu terkait sengketa lahan tanah di Sumut. Kata dia, masalah tanah ini sangat rumit, namun dengan segala daya dan upaya yang dia miliki sebagai pempimpin di Sumut, persoalan tanah akan diselesaikan.

“Persoalan tanah di Sumut sudah 28 tahun tidak kunjung selesai, agar tidak menjadi bom waktu, maka akan diselesaikan,”sebutnya sembari berharap para ulama dan umara di Sumut saling mendorong terciptanya suasana kondusif sehingga semua persoalan bisa diatasi atau dengan kata lain, ulama lahirkan fatwa maka umara yang menjalankanya

Bertabur Hadiah

Panitia kegiatan lomba Gebyar Muharram 1442 H,Ketua Dr.H.Asro MAg dan Sekretaris Dr Akmaluddin Syaputra, MA, mengumumkan pemenang lomba.

Yakni, Kategori ceramah singkat putra dengan durasi 5 menit Juara 1 s/d 3: Abdul Hafiz asal Kabupaten Langkat; M Ali Syahri asal Labura dan Yuriq David Tanjung asal Kabupaten Nias.

Sedangkan pemenang favorit diraih oleh Akbar Rizky dari Labura. Kategori Putri, Juara 1 s/d 3: Nazwa asal Batubara. Ririn Adrida asal Medan dan Ayu Elfriana Sinaga asal Tj Balai.

Kategori Artikel Pupuler. Juara 1 atas nama Faisal Amri. Juara II atas nama Muharrisah Laili Saragih.Juara III atas nama Annisa Rizkia.

Sekretaris panitia kegiatan, Dr Akmaluddin Syaputra MA menyebutkan peserta dibatasin usianya 30 tahun.

Hal ini untuk memberi kesempatan kaum muda berbicara dan menulis, terlebih kegiatan digelar secara online, sehingga kaum muda lebih tanggap dalam bersaing.

Acara sekaligus penyerahan kalender Tahun Baru Islam 1442 H oleh Ketua Umum MUI Sumut Prof Abdullah Syah MA kepada Gubsu sekaligus penyerahan kain sarung dan penyerahan hadiah lomba. (m22)

Gebyar Muharram 1442 H MUI SUMUT Meriah Penuh Berkah

0

muisumut.or.id, Medan Berbeda dengan peringatan tahun baru Islam sebelumnya, tahun ini Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SUMUT) sangat antusias menyambut peringatan Muharram 1442 H, dengan berbagai rangkaian acara demi mengagungkan hari besar Islam tersebut.

Ketua Umum MUI SUMUT Prof Dr H. Abdullah Syah MA mengatakan “Tahun baru Islam adalah peringatan momen hijrahnya Nabi Muhammad Saw., Kita harus mempererat tali ukhwah kita sebagaimana hubungan kaum Muhajirin dan Anshar”, ungkapnya pada pembukaan  acara peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H di Aula MUI SUMUT, Kamis (3/9).

Turut hadir Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur H. Musa Rajeksah, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Irwansyah, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan para Ketua MUI Kabupaten/Kota se-Sumut.

Gubernur mengajak untuk saling bekerjasama antara umara dan ulama dalam mengahadapi Covid-19 di Sumut.

“Kami selaku umara mendengarkan fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI, maka tuntunlah kami agar kita bekerjasama dalam menyelesaikan pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan selesainya”, ujarnya

Edy mengajak MUI Kabupaten/Kota  se Sumatera Utara agar menghimbau umat mengindahkan protokol kesehatan dengan tujuan mata rantai penyebaran Covid-19 terputus.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut M Yasir Nasution mengatakan bahwa sejarah agama ini berhadapan dengan hal-hal yang menggangu, ada kekuatan-kekuatan yang ingin melemahkan bahkan menghapuskan.

“Semua cobaan itu adalah untuk menguji iman kita dan cara Allah memilih siapa hambanya yang beriman, khususnya di tengah pandemi ini apakah kita tetap optimis untuk mengahadapinya”, ujarnya

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Muharram 1442 H sekaligus Wakil Ketua Umum MUI SUMUT Dr H Arso MA mengatakan bahwa selain peringatan Muharram 1442 H, MUI SUMUT juga mengadakan lomba untuk kalangan milenial.

“MUI SUMUT mengadakan lomba ceramah dan karya tulis ilmiah yang diikuti oleh peserta yang berumur maksimal 30 tahun melalui online dengan tema “Ukhuwah dan Optimisme Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19”,ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, MUI SUMUT juga meluncurkan Kalender Baru Hijriyah. Diharapkan dengan ini  umat Islam dapat mengetahui tanggal dan bulan Islam. “Pada tahun 1442 Hijriyah ini tidak ada perbedaan awal Ramadhan dan Syawal di seluruh Indonesia”, terangnya.

Pada peringatan Tahun Baru Islam tersebut, Sekertaris Komisi Fatwa sekaligus Sekertaris acara Gebyar Muharram 1422 H juga mengumumkan para pemenang lomba yang telah diadakan MUI SUMUT seminggu yang lalu.

“Semua video peserta diupload melalui channel MUI SUMUT, sementara lomba karya tulis dilirim ke email MUI SUMUT. Dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, ada 11 Kabupaten/Kota yang ikut berpartisipasi, diantaranya Langkat, Pak pak Barat, Dairi, Nias, Labuhan Batu”, ujarnya

I. Katagori Ceramah Singkat (Durasi 5 menit) Putra

1. Abdul Hafiz     asal daerah Langkat dengan           nilai 912.2

2. M. Alfi Syahri asal          daerah   LABURA dengan nilai        763,2

3. Yurid Daviq     Tanjung asal         daerah   Nias         dengan nilai 649,9

Juara      Favorit : Akbar    Rizky       asal          daerah   LABURA dengan nilai        1.445,5                 

II. Katagori Ceramah         Singkat (Durasi 5 menit) Putri

1. Nazwa asal       daerah   Batubara dengan nilai     971,5

2. Ririn  Adrida   asal daerah Medan             dengan nilai         853,5

3. Ayu    Elfriana Sinaga asal            daerah   Tanjung Balai      dengan nilai         442.8

Juara      Favorit  : Nurjannah          asal          Langkat dengan nilai        1.485,4

III. Katagori Artikel            Populer

1. Faisal Amri      Al Azhari, M.        Ag. Dengan nilai                  254

2. Muharisyah Laili Saragih dengan             nilai        253

3. Anisa Rizkia     dengan nilai         250

MENGUCAPKAN SALAM KEPADA MUSLIM DAN NON MUSLIM

0

Firman Allah

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون

Artinya: “Dan hendaklah ada dianatra kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kapada orang Ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar : merekalah orang yang beruntung “ (Q.S. Ali Imran : 104 )

b. Surat al-Anbiya : 107, yang berbunyi:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan tidakkah kami mngutus kamu, melainkan untuk (menjadi ) rahmat bagi alam semesta” (Q.S.Al-Anbiya :107).

B. Hadits nabi Muhammad saw, yang berbunyi:

a. Riwayat Ibn Majah Yang berbunyi :

فبفشىإ انس و وأطعًىا انطعبو وكىَىاإخىاَب (رواِ إبُى يبحت).

Artinya: “Galakanlah mengucap salam,berikanlah makan orang miskin dan jadikanlah kamu sekalian bersaudara” ( H.R Ibn Majah )

b. Riwayat tarmizi dan Ad-darmi , yang berbunyi.


أعبذوراانرحًٍ فبفشىاانس و وأطعبو تذخهىانجُح

( رواِ إنترةرىىانذاريي) ِ Artinya : “ sembahlah Allah gemarkanlan mengucap salam dan bersedekah makanan,

kamuakan masuk surga “ (H.R Tarmizi dan ad Darnim )

c. Riwayat Ahmad , yang berbunyi :
Artinya :” Sesungguhnya terhadap hamba Allah termasuk sedekah “ ( H.R . Ahmad )

C. Ijtijah ,

YAITU UCAPAN SALAM SEJAHTERA “ BUKAN SEBAGAI SALAM KHAS AGAMA TERTENTU, SEPERTI YAHUDI DAN NASRANI, MALINKAN SEBAGAI BENTUK UANGKAPAN YANG DIBUAT DALAM MODEL INDONESIA. SAMA DENGAN UCAPAN “HORAS “, “ MEJUAH-JUAH” DAN SEBAGAINYA, YANG SERING DIUCAPKAN SETELAH UCAPAN SALAM.

Dengan berserah diri kepada Allah SWT:

MEMUTUSKAN

Menetapkan bahwa:
1. Mengucapkan salam kepada muslim harus menggunakan kata “Assalamu‟alaikum” dan lengkapnya ditambah “Warahmatullahi wabarakatuh”.
2. Mengucapkan kata “Salam Sejahtera” setelah ucapan salam dibolehkan, apabila di dalam majelis terdapat orang yang tidak menganut agama Islam.

Download Fatwa

PERKUAT AKIDAH DAN BENTENGI DIRI DARI ALIRAN SESAT

0

muisumut.or.id, Medan Dewasa ini banyak faham aliran sesat yang menyimpang

tersebar di Indonesia, hal ini adalah ancaman terhadap rusaknya pemahaman umat yang mayoritas menganut paham Ahlussunah wal Jama’ah.
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI-SUMUT) dalam hal ini berupaya membentengi akidah umat Islam melalui muzakarah bulanan dengan topik bahasan “Hal-hal yang Merusak Akidah Islam” oleh Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA, dan “Bahaya Aliran Sesat dan Penista Agama” oleh Dr H Sori Monang MTH, di Aula MUI SUMUT Ahad 1 Muharram 1442 H / 30 Agustus 2020.
Prof Hasan Bakti Nasution mengatakan “bahwa hal-hal yang dapat merusak akidah adalah syirik, munafiq, keraguan terhadap ajaran Islam, melakukan dosa besar, mengolok-olok Allah dan rasul, menyembah berhala, menyembah keris, dan sihir”, ujarnya.
“Untuk menghindari kerusakan aqidah Islam dapat dilakukan dengan revitalisasi (penguatan) tauhid, sebagai ajaran yang selalu komitmen pada keesaan Allah, baik zat dan sifat maupun af’al-Nya”, tegasnya
Dr H Sori Monang MTH mengatakan “Kita harus menjaga akidah umat Islam dari aliran sesat yang merusak akidah kita yang berfahamkan Ahlussunah wal Jama’ah”, ujarnya
“MUI Pusat mengeluarkan fatwa suatu aliran keagamaan dinyatakan sesat jika memenuhi kriteria, diantaranya mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam, merubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat dan mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i”, tegasnya