Monday, July 20, 2026
spot_img
Home Blog Page 63

Rombongan MUI Sumut Ditemani Guide Profesional Yusuf dalam Kunjungan Sejarah ke Turki

0

Ankara,  muisumut.or.id., 15 November 2024,  Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, yang tengah melakukan kunjungan ke Turki, dipandu oleh Yusuf, seorang guide profesional yang fasih berbahasa Indonesia. Yusuf, yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana ekonomi dan sarjana pariwisata, memimpin perjalanan rombongan MUI Sumut dengan penuh semangat dan pengetahuan mendalam tentang sejarah peradaban Turki.

Dalam perjalanan tersebut, Yusuf dengan cermat menjelaskan tentang beberapa ikon terkenal Turki, termasuk Masjid Ayasofia, Masjid Biru, Topkapi Palace, dan Stadion Turki. Setiap tempat yang dikunjungi memiliki cerita dan sejarah yang kaya, yang diceritakan oleh Yusuf secara detail. Banyak peserta yang terlibat dalam diskusi seputar sejarah, termasuk tokoh-tokoh seperti Prof. Arifinsyah, Prof. Abdullah Jamil, Prof. Hasan Bakti, dan Hatta Siregar, yang semua aktif bertanya dan berdialog dengan Yusuf selama perjalanan.

Yusuf yang sangat fasih berbahasa Indonesia mengungkapkan bahwa ia pernah belajar bahasa Indonesia selama tiga bulan di Indonesia, yang memudahkan komunikasi dengan rombongan. Keahliannya dalam bahasa Indonesia ini semakin mendalamkan koneksi antara peserta dan guide, serta menambah kualitas perjalanan edukatif tersebut.

Sebagai seorang guide senior, Yusuf tidak hanya memandu dengan pengetahuan yang luas, tetapi juga dengan rasa hormat dan apresiasi terhadap rombongan MUI Sumut. “Saya sangat senang bisa membersamai rombongan ulama dari Sumatera Utara dalam perjalanan ini. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Yusuf dengan tulus.

Yusuf juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah dan budaya, yang menurutnya merupakan bagian penting dari perjalanan spiritual. “Saya berharap kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga memberikan inspirasi dan semangat bagi para ulama dalam menjalankan tugasnya di Indonesia,” tambah Yusuf.

Rombongan MUI Sumut pun merasa sangat terbantu dengan kepiawaian Yusuf dalam membimbing mereka, dan mereka berharap perjalanan ini bisa mempererat hubungan antara Indonesia dan Turki, terutama dalam konteks penguatan pendidikan dan pemahaman sejarah Islam. (Ir)

Bidang Penelitian MUI Sumut Lakukan Penelitian Peran Masjid dalam Menanggulangi Khilafiyah dan Peningkatan Kualitas Hidup Umat

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – Bidang Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara rapat persiapan  penelitian bertema “Peran Masjid dalam Menanggulangi Masalah Khilafiyah dan Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Umat di Sumatera Utara.” Penelitian yang akan berlangsung dari bulan Oktober untuk tahap persiapan dan berakhir pada 5 Desember 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data komprehensif yang mendukung pengembangan dan optimalisasi peran masjid di wilayah ini.

Ketua Bidang Penelitian MUI Sumut, Prof. Fachruddin Azmi, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mengumpulkan data lengkap mengenai profil masjid di Sumatera Utara.
  2. Mengidentifikasi informasi terkait isu-isu khilafiyah yang terjadi di tengah umat.
  3. Menganalisis upaya-upaya peningkatan kualitas hidup umat melalui masjid.
  4. Menyusun basis data sebagai landasan pengembangan dan peningkatan masjid di Sumatera Utara.

“Penelitian ini menjadi langkah strategis untuk memahami lebih dalam potensi dan tantangan yang dihadapi masjid, sehingga ke depannya masjid dapat berperan lebih signifikan sebagai pusat pembinaan umat,” ujar Prof. Fachruddin.

Penyerahan Data Masjid di Nias Utara

Dalam rangka mendukung penelitian ini, Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, menyerahkan data hasil pembinaan Badan Kenaziran Masjid (BKM) yang dilakukan di Kabupaten Nias Utara. Dari total 35 masjid yang ada di wilayah tersebut, sebanyak 33 masjid telah terdata secara rinci.

“Data ini merupakan hasil dari kegiatan pembinaan BKM yang telah dilaksanakan oleh MUI Sumut pada 13 November lalu. Informasi ini diharapkan menjadi bahan penting dalam penelitian, khususnya terkait pengembangan masjid di daerah-daerah terpencil,” kata Dr. Akmaluddin.

Langkah Strategis Pengembangan Masjid

Penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan solusi terhadap isu-isu khilafiyah yang sering kali menjadi tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, masjid diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan umat, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun ekonomi.

MUI Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat dan pengurus masjid untuk berperan aktif mendukung penelitian ini. Data yang dihimpun akan menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pengembangan masjid di Sumatera Utara.

Dengan langkah ini, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan, dan harmoni umat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial.

PINBAS MUI Sumut dorong UMKM naik kelas melalui seminar manajemen dan digital marketing

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar seminar bertema “Peran PINBAS MUI Sumatera Utara Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas UMKM Menjadi Suatu Usaha Yang Tangguh dan Naik Kelas.” Acara ini berlangsung di Aula MUI Sumut dan dihadiri oleh pelaku UMKM lokal yang antusias mengikuti kegiatan pendampingan tersebut.

Dalam seminar ini, Eko Purwanto, M.Kom, seorang ahli digital marketing, menyampaikan materi yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Ia menjelaskan tentang pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk memasarkan produk. Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business disebutkan sebagai platform yang efektif untuk membangun kesadaran merek, menarik pelanggan, dan meningkatkan penjualan. Eko juga memperkenalkan tahapan penting dalam pemasaran digital, termasuk cara membangun perhatian, mempertahankan loyalitas konsumen, dan mendorong keputusan pembelian melalui konten yang tepat.

Seminar ini juga menghadirkan sesi interaktif yang menarik perhatian peserta. Beberapa pelaku UMKM yang aktif bertanya antara lain Aidil Harbi dari UrbanFarm yang membahas strategi pemasaran produk pertanian organik, Siti Khadijah Siregar dari Pudding Art yang bertanya tentang promosi visual melalui media sosial, serta Muhammad Rony Pratama dari Angkringan yang meminta saran untuk memaksimalkan penggunaan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan pemasaran.

Acara ini ditutup dengan pesan inspiratif dari narasumber yang mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus konsisten dalam membuat konten pemasaran, terutama di media sosial. “Tetaplah berkarya dan buat konten secara rutin. Kita tidak pernah tahu kapan sebuah konten bisa viral atau masuk FYP, tetapi konsistensi adalah kunci untuk menarik perhatian pasar dan memperkuat brand Anda,” ujar Eko Purwanto. Pesan ini diharapkan dapat memotivasi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan aktif dalam memanfaatkan peluang digital demi kemajuan usaha mereka.

Sertifikasi Halal: Kunci Sukses UMKM Sumut, Direktur LPPOM, Prof. Basyaruddin Berikan Pendampingan

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – PINBAS MUI Sumatera Utara menggelar seminar pendampingan bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara dengan fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas usaha melalui proses produksi halal. Dalam acara ini, Prof. Dr. Ir. Basyaruddin, MSc, Direktur LPPOM MUI Sumut, menjadi narasumber utama dan menyampaikan sejumlah poin penting terkait langkah-langkah dan manfaat sertifikasi halal.

Dalam paparannya, Prof. Basyaruddin menegaskan bahwa sertifikasi halal kini menjadi elemen penting bagi UMKM untuk dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional. “Sertifikasi halal tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memastikan bahwa produk UMKM memiliki kualitas yang dipercaya oleh konsumen, baik Muslim maupun non-Muslim,” jelasnya.

Beliau juga menguraikan tahapan pendampingan yang harus dilakukan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, meliputi:

Analisis bahan baku dan proses produksi untuk memastikan kesesuaiannya dengan syariat.
Penyusunan dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH) sebagai panduan dan kontrol kehalalan.
Pelatihan kepada karyawan agar memahami prinsip dan praktik kehalalan.
Pendampingan dalam proses pengajuan sertifikasi kepada lembaga resmi hingga audit selesai.
Monitoring dan evaluasi berkala untuk menjaga keberlanjutan implementasi kehalalan.
Menurut Prof. Basyaruddin, proses ini bertujuan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk UMKM tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga terjamin kualitasnya. “Produk halal itu tidak hanya bicara soal keimanan, tetapi juga kualitas dan kredibilitas di pasar global,” tambahnya.

Manfaat sertifikasi halal, lanjutnya, sangat signifikan bagi UMKM. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, sertifikasi ini membuka peluang lebih luas untuk ekspor, khususnya ke negara-negara yang mensyaratkan produk halal. “UMKM yang bersertifikat halal memiliki keunggulan kompetitif yang bisa menjadi aset besar dalam menghadapi persaingan pasar,” ungkap Prof. Basyaruddin.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi UMKM di Sumatera Utara, baik dalam hal pemahaman proses produksi halal maupun strategi untuk memperluas pasar. PINBAS MUI Sumut berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian berbasis syariah.

Acara ini mendapat sambutan antusias dari peserta yang hadir, terdiri dari pelaku UMKM berbagai sektor di Sumatera Utara, yang berharap agar program pendampingan seperti ini bisa terus dilaksanakan.

MUI Sumut Hadiri Perayaan 20 Tahun Bank Sumut Syariah, Tiga Produk Baru Diresmikan

Medan, muisumut.or.id., 14 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menghadiri acara 20 Tahun Launchversary Bank Sumut Syariah yang digelar di Kantor Pusat Bank Sumut, Medan. Pada kesempatan ini, Dr. Ardiansyah, LC., MA, Wakil Ketua Umum MUI Sumut, hadir mewakili Ketua Umum MUI Sumatera Utara

Acara yang bertajuk peringatan dua dekade ini sekaligus menjadi momen peluncuran tiga produk baru oleh Bank Sumut Syariah, yakni CWLDeposit, Gadai Emas, dan Gerakan 1000 Hewan Kurban. Produk-produk tersebut dirancang untuk memperkuat komitmen bank dalam menyediakan layanan syariah yang lebih variatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dr. Ardiansyah menyampaikan apresiasi atas kiprah Bank Sumut Syariah yang telah berjalan selama 20 tahun, sejak diresmikan pada 4 November 2004. “Keberadaan Bank Sumut Syariah bukan hanya sekadar lembaga keuangan, tetapi menjadi pilar ekonomi syariah di Sumatera Utara,” ujar Dr. Ardiansyah. Ia juga menekankan pentingnya inovasi yang berlandaskan prinsip syariah dalam setiap produk yang diluncurkan.

Produk Baru Bank Sumut Syariah

Ketiga produk yang diluncurkan ini mencerminkan komitmen Bank Sumut Syariah untuk meningkatkan inklusi keuangan berbasis syariah:

  1. CWLD : Cash Waqf Linked Deposit adalah produk wakaf uang temporer yang dirancang untuk mengintegrasikan fungsi sosial dengan fungsi komersial bank syariah sebagai salah satu Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).
  2. Gadai Emas: Layanan gadai emas yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh pinjaman tunai secara cepat, namun tetap sesuai prinsip syariah.
  3. Gerakan 1000 Hewan Kurban: Sebuah program sosial yang diinisiasi Bank Sumut Syariah untuk menggalang partisipasi masyarakat dalam berkurban, dengan target mengumpulkan 1000 ekor hewan kurban.

Acara ini juga menjadi momen penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam pendirian Bank Sumut Syariah, antara lain Alm. Jhon Tafbu, Alm. Prof. Dr. H. Abdullah Syah, Prof. M. Yasir Nasution, dan Prof. Dr. Amiur Nuruddin, MA. Bank Sumut Syariah didirikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan perbankan yang sesuai syariah, dan dukungan para tokoh tersebut menjadi pondasi utama yang kokoh hingga saat ini.

Dr. Ardiansyah yang juga merupakan kordinator DSN MUI perwakilan Sumatera Utara  menyampaikan harapan agar Bank Sumut Syariah dapat terus berinovasi dengan produk-produk yang mendukung peningkatan kesejahteraan umat dan pengembangan ekonomi syariah. Ia menekankan pentingnya terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui produk yang amanah, transparan, dan sesuai syariah.

“Semoga Bank Sumut Syariah terus menjadi penggerak utama ekonomi syariah di Sumatera Utara, menjadi bank yang mendukung umat dalam menjalankan prinsip ekonomi yang berkeadilan,” tambah Dr. Ardiansyah.

Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi, tokoh masyarakat, serta para pengusaha dan nasabah yang telah berkontribusi dalam mendukung Bank Sumut Syariah hingga mencapai usianya yang ke-20 tahun.

Pinbas MUI Sumut Gelar Pendampingan Manejemen UMKM, Tekankan Kualitas dan Inovasi Digital

Medan, muisumut.or.id., 15 November 2024 – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumatera Utara mengadakan kegiatan Pendampingan Manajemen UMKM yang berlangsung pada Selasa, 15 November 2024, di Aula MUI Sumut. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB setelah salat Jumat ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA, dan direncanakan berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Dengan tema “Peran PINBAS MUI Sumut Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas UMKM Menjadi Usaha yang Tangguh dan Naik Kelas”, kegiatan ini menghadirkan para narasumber terkemuka untuk memberikan materi dan bimbingan kepada UMKM.

Ketua Panitia, Putrama Alkhairi, membuka kegiatan dengan memperkenalkan para pelaku UMKM yang hadir. Beragam jenis usaha hadir, seperti pengusaha madu, kuliner, parfum, pertanian, kelontong, hingga manajer pemasaran Medan Zoo dan pengusaha bumbu.

Dalam sambutannya, Dr. Ardiansyah, Lc., MA, menyampaikan salam dari Ketua Umum MUI Sumut yang sedang dalam perjalanan. Ia mengutip hadis populer dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, “Hampir-hampir saja kefakiran menyebabkan kekufuran,” serta menyoroti tantangan ekonomi umat Islam. “Saat ini, umat Islam hanya menguasai 2-5 persen kapital, namun menjadi mayoritas di angka 90 persen kemiskinan. Tantangan kita adalah mengatasi kesenjangan ini dengan pendekatan berbasis syariah,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya inovasi digital untuk UMKM. “Dalam pengembangan ekonomi syariah, IT menjadi investasi besar yang mampu meraih peluang lebih besar, seperti pemanfaatan QRIS. UMKM tidak bisa lepas dari IT, dan tantangan kita adalah bagaimana produk UMKM bisa bersaing dengan produk luar negeri dari segi harga, kemudahan, dan kualitas,” tambahnya.

ia juga menambahkan pentingnya mengambil “timing” waktu tepat dalam membuka bisnis.

Agenda dan Materi Pendampingan

Pendampingan ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor:

  1. Sesi I: Pendampingan Sertifikasi Halal
    • Narasumber: Direktur LPPOM MUI Sumut
    • Moderator: Dr. Indra Utama
    • Fokus pada proses dan manfaat sertifikasi halal bagi UMKM.
  2. Sesi II: Pendampingan Permodalan UMKM
    • Narasumber: Direktur Bank Sumut Syariah dan Eko Web Media
    • Moderator: Dr. Akmaluddin Syahputra
    • Membahas solusi permodalan berbasis syariah dan strategi pembiayaan.
  3. Sesi III: Strategi Pemasaran dan Inovasi Digital Marketing
    • Narasumber: Ketua HIPMI Kota Medan, Cahyo Pramono, SE, MBA, dan Dr. Saparudin
    • Moderator: Drs. Putrama Alkhairi
    • Fokus pada pengelolaan keuangan usaha, sukses story UMKM, dan inovasi pemasaran digital.

Komitmen PINBAS MUI SUMUT

PINBAS MUI Sumut berkomitmen melahirkan entrepreneur Muslim baru dan mendorong UMKM untuk naik kelas. Keunggulan bergabung di PINBAS adalah memastikan usaha sesuai dengan prinsip syariah.

Ketua PINBAS, Drs. Putrama Alkhairi, menyatakan, “Kegiatan ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga membangun UMKM yang tangguh dan berbasis syariah. Kami berharap, UMKM mampu bersaing di pasar lokal dan global dengan tetap memegang prinsip kehalalan dan keadilan.”

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif yang memberikan wawasan baru bagi para peserta untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi dalam usaha mereka. PINBAS berharap pendampingan ini dapat menjadi pijakan awal bagi pelaku UMKM untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar.

MUI Sumut Gelar FGD Persiapan Penelitian Peta Dakwah di Daerah Perkebunan Simalungun

Medan, muisumut.or.id., 13 November 2024 – Bidang/Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor MUI Sumut, Jalan Sutomo, Medan. Diskusi ini bertujuan untuk mempersiapkan penelitian pemetaan atau mapping dakwah di Kabupaten Simalungun, khususnya di wilayah perkebunan. FGD yang dilaksanakan pada Rabu, 13 November 2024, ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pengurus MUI Sumut, termasuk Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA., sebagai Keynote Speaker, Ketua Bidang Dakwah, Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, serta Sekretaris Bidang Dakwah, Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag.

Dalam sambutannya, Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA., menekankan pentingnya memahami strategi dan metode dakwah yang sesuai dengan kondisi masyarakat di daerah perkebunan. “Para da’i perlu mengetahui kondisi mad’u atau masyarakat yang akan dihadapi, yang bervariasi dari segi ekonomi, budaya, suku, dan agama. Perbedaan-perbedaan ini membutuhkan pendekatan dakwah yang beragam dan disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat,” jelasnya.

Dr. Sugeng Wanto, M.Ag., selaku Sekretaris Bidang Dakwah, menyampaikan bahwa penelitian pemetaan dakwah tahun 2024 ini adalah penelitian keempat yang dilakukan oleh MUI Sumut, setelah sebelumnya sukses diadakan di daerah perkotaan, komunitas minoritas, dan wilayah pesisir pantai. Tahun ini, fokus penelitian adalah wilayah perkebunan, dengan harapan dapat menyusun peta dakwah yang komprehensif untuk daerah Simalungun. “Kami berharap penelitian ini dapat menghasilkan buku keempat sebagai referensi dakwah yang bermanfaat bagi seluruh umat,” ujar Dr. Sugeng.

FGD ini juga menjadi persiapan bagi pelaksanaan penelitian lapangan yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 November 2024, di lima wilayah perkebunan di Kabupaten Simalungun. Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, Ketua Bidang Dakwah MUI Sumut, dalam arahannya meminta para anggota komisi dakwah untuk melaksanakan tugas penelitian dengan penuh tanggung jawab. “Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi terobosan dan solusi bagi tantangan dakwah di wilayah perkebunan, yang memiliki kondisi sosial dan ekonomi berbeda dibandingkan wilayah lainnya,” ungkap Prof. Hatta.

Penelitian pemetaan dakwah ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam bagi MUI Sumut dalam merancang program dakwah yang efektif dan relevan bagi masyarakat di wilayah-wilayah khusus seperti perkebunan. MUI Sumut berharap hasil dari penelitian ini akan menjadi panduan strategis dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang inklusif dan merangkul keberagaman yang ada di Sumatera Utara.

MUI Sumatera Utara kunjungi masjid Ayasofia dan Masjid Biru di Istanbul, Turkiye

Istambul, Turkiye, muisumut.or.id., Delegasi MUI Sumatera Utara dalam kunjungan ilmiahnya pada hari pertama Kamis, 14 November 2024 setibanya di Bandara Istanbul pada pukul 09.45 Waktu Turkiye langsung melaksanakan kunjungan ke masjid bersejarah di Turkiye yakni masjid Ayasofia atau Hagia Shofia. Masjid ini awalnya adalah gereja kemudian diresmikan menjadi masjid yang hari ini dilaksanakan shalat berjama’ah. Bangunan masjid dibiarkan asli sebagaimana adanya, hanya ada sedikit renovasi/inovasi seperti tempat air wuduk. Masjid dibiarkan seperti aslinya agar masyarakat dan para pengunjung dapat melihat peninggalan sejarah. Masjid Hagia Sofia itu juga ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia. MUI Sumatera Utara bahkan bertemu dengan orang dari Jepang, dan negara lain.

Masjid Hagia Sofia memberikan akses gratis tanpa tiket pada jam shalat, khususnya dibuka saat azan berkumandang. Namun ketika selesai shalat berjama’ah, pengunjung harus membayar tiket masuk untuk masuk ke Hagia Sofia. Informasi yang diterima bahwa bentuk asli bangunan sebelumya memang sengaja dibiarkan oleh Pemerintah Turkiye untuk mengabadikan sejarah.

Rombongan MUI Sumut melaksanakan shalat berjama’ah jamak qasar Zhuhur dengan Ashar di masjid tersebut yang diimami oleh Dr. Irwansyah dan ditutup dengan doa untuk kemajuan dan kesejahteraan Sumatera Utara.

Dr. H. Maratua Simanjuntak mengungkapkan rasa syukur karena bisa sampai ke masjid ini dan sekaligus melaksanakan shalat berjama’ah di sana. Ini adalah khazanah Islam yang harus dijadikan pelajaran bahwa ada rumah ibadah yang dahulunya adalah rumah ibadah agama lain, namun hari ini azan berkumandang dan shalat berjama’ah dilaksanakan disana, ujarnya.

Semantara itu, Ketua Rombongan Dr. M. Tohir Ritonga didampingi Sekretaris Ustadz Ahmad Azlisyah mengatakan bahwa awalnya kita tidak diizinkan berphoto oleh petugas di dalam masjid, namun setelah kita jelaskan kepada petugas bahwa rombongan ini adalah utusan MUI Provinsi Sumatera Utara maka akhirnya mereka membolehkan untuk mengambil photo bersama. Alhamdulilah.

Pada saat yang sama Tim Delegasi MUI Sumatera Utara juga mengunjungi Blue Masque atau masjid biru yang saat ini juga sedang direnovasi oleh Pemerintah Republik Turkiye, tidak jauh dari Hagia Shopia. Masjid Biru ini juga dibangun dengan megah dengan nuansa keramik marmer khas Turkiye. Masjid ini juga tak kalah ramainya didatangi pengunjung wisatawan. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk hadir di Turkiye.
Dimesjid Biru ini Rombongan MUI melaksanakan shalat sunnah Tahiyyat masjid untuk mendapatkan barokah dan rahmat Allah Swt.

Diantara yang unik adalah, di saat waktu shalat sudah masuk maka suara azan akan di kumandangkan secara bergantian dari masjid Ayasofia dan masjid Biru. Tidak ada yang saling mendahului, sehingga selesai azan juga bersamaan. Ini merupakan bentuk ukhuwah Islamiyah, sehingga sesama masjid saling menguatkan spritual jama’ah yang shalat di dalamnya.

Harapannya Indonesia, khususnya Sumatera Utara juga dapat membangun masjid semegah ini dan akhirnya mendatangkan wisatawan untuk berkunjung. Secara ekonomi, ini juga menguntungkan masyarakat, dimana diseputaran masjid banyak UMKM dan usaha-usaha kecil membanjiri seputaran masjid. Dengan begitu keberadaan masjid mensejahterakan umat sekitarnya. (Ir)

MUI Sumut Hadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Desa Sumut 2024-2029

Medan, muisumut.or.id., 14 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Desa Provinsi Sumatera Utara Periode 2024-2029 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara. Ketua Umum MUI Sumut diwakili oleh Ketua Bidang Luar Negeri, K.H. Akhyar Nasution, Lc., MA., yang hadir dan sekaligus memimpin doa pada acara  tersebut.

Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan perwakilan organisasi yang turut menyaksikan pengambilan sumpah jabatan para pengurus baru Dewan Pengurus Daerah Desa. Dari jajaran kepengurusan MUI Sumut, ikut dilantik dalam kepengurusan baru, yaitu Drs. Putrama Alkhairi (Sekretaris Bidang Ekonomi MUI Sumut), Dr. Indra Utama (Ketua Komisi Ekonomi MUI Sumut), Ali Suman Daulay (Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom), dan Ihwal  (anggota Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas).

Dalam keterangannya, K.H. Akhyar Nasution menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang baru dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan baik, berlandaskan nilai-nilai Islam, dan membawa kemajuan bagi desa-desa di Sumatera Utara. Doa yang dipanjatkan oleh K.H. Akhyar mengharapkan keberkahan serta kemudahan bagi para pengurus baru dalam mengemban tugas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah desa.

Acara ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Desa Sumut dalam menyusun program-program strategis untuk pembangunan desa yang lebih mandiri dan sejahtera. Kehadiran MUI Sumut dalam pelantikan ini sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun Sumatera Utara yang harmonis dan berdaya saing tinggi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dukung Pembinaan Imam dan Pengurus BKM di Nias Utara Bersama MUI dan Islah

Nias Utara, muisumut.or.id., 13 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dan Ikatan Silaturrahim Hafiz dan Hafizah (Islah) Sumatera Utara, di bawah koordinasi Biro Kesejahteraan Rakyat, menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi imam masjid dan Badan Kenaziran Masjid (BKM) di Kabupaten Nias Utara pada 12-13 November 2024. Acara ini dihadiri oleh 33 imam masjid serta 33 pengurus BKM dari berbagai kecamatan di Nias Utara, dengan tujuan memperkuat kapasitas keagamaan dan pengelolaan masjid di wilayah tersebut.

Ismadoni Syahputra, SE, M.Ak, dari Biro Kesra Sumatera Utara, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan menyeluruh bagi para imam masjid dan pengurus BKM. “Melalui pembinaan ini, kami berharap para imam dapat meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman fikih sholat berjamaah, sementara pengurus BKM dibekali wawasan tentang pengelolaan masjid sebagai bentuk ibadah dengan prinsip pelayanan prima,” jelasnya.

Pembinaan Imam Masjid oleh Islah Sumatera Utara

Ketua Islah, Mar’i Muhammad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa pembinaan imam masjid berfokus pada peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an serta pemahaman fikih sholat berjamaah. Pembinaan ini melibatkan beberapa narasumber ahli, termasuk Drs. Yahya Zakaria yang memberikan materi tentang fikih dan sholat berjamaah, serta Ustaz Mar’i Muhammad bersama Sibawaihi, Lc., M.Th., yang memberikan pelatihan tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an).

Ustaz Mar’i Muhammad, yang juga pengajar tahsin di Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI, menekankan pentingnya bacaan Surah Al-Fatihah yang benar bagi seorang imam. “Kami ingin memastikan bahwa para imam di Nias Utara memiliki bacaan yang benar dan layak memimpin sholat berjamaah,” ujarnya. Berdasarkan hasil pembinaan, mayoritas imam di Nias Utara dinilai sudah layak dan memadai untuk menjadi imam sholat berjamaah.

Pembinaan Pengurus BKM oleh MUI Sumatera Utara

Pembinaan bagi pengurus BKM masjid di Nias Utara bertujuan untuk memberikan pemahaman baru bahwa mengelola masjid adalah bentuk ibadah dengan konsep pelayanan yang baik. Dr. Akmaluddin Syahputra, salah satu narasumber, menjelaskan pentingnya pola pikir yang berfokus pada pelayanan umat dan manajemen masjid yang efektif.

Dr. Erwin Efendi, S.Sos., MA., menyampaikan materi tentang moderasi beragama, menekankan bahwa masjid harus menjadi tempat yang ramah bagi semua kalangan dan mendorong sikap moderat dalam beragama. Sementara itu, Dr. Akmaluddin Syahputra membahas pentingnya manajemen masjid yang terstruktur untuk menciptakan lingkungan masjid yang bersih, nyaman, dan fungsional.

Para pengurus BKM menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, dan pada akhir sesi, mereka diminta untuk melaporkan kondisi masing-masing masjid. Dari 33 masjid yang dilaporkan, sebagian besar masih membutuhkan peningkatan fasilitas, seperti tempat wudhu, area parkir, sajadah, serta buku-buku panduan sholat dan khatib Jumat. Beberapa masjid terletak di daerah perlintasan dan membutuhkan pengelolaan khusus untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang transit, sementara lainnya berlokasi di pedesaan dengan fasilitas yang terbatas.

Harapan ke Depan Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas imam masjid dalam memimpin sholat berjamaah dengan bacaan yang benar serta meningkatkan kemampuan pengurus BKM dalam mengelola masjid secara profesional dan penuh tanggung jawab. MUI Sumut dan Islah berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi peningkatan kualitas layanan keagamaan di Nias Utara, sehingga masjid-masjid di wilayah tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan umat.