Saturday, March 7, 2026
spot_img
Home Blog Page 63

Penyuluhan Mitigasi Bencana Sosben MUI SU di Kabupaten Deli Serdang: Langkah Konkret Menghadapi Banjir Rob

muisumut.or.id, Deli Serdang, 11 Agustus 2024 – Sosial dan Bencana (Sosben) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI SU) melaksanakan kegiatan Penyuluhan Mitigasi Bencana tahun 2024 di wilayah banjir rob di Kabupaten Deli Serdang. Acara ini dilaksanakan pada dua lokasi strategis di Kecamatan Percut Sei Tuan, yakni di Masjid Raya Annur Bagan Percut dan Masjid Faidzin Tanjung Rejo.

Banjir rob, yang sering disebut juga sebagai banjir laut pasang, merupakan fenomena bencana yang sering melanda pemukiman di sekitar pinggir laut di Indonesia, termasuk wilayah Deli Serdang. Dampaknya tidak hanya merusak sarana dan prasarana masyarakat, tetapi juga memicu berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, serta bencana lainnya seperti erosi bahkan longsor.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Deli Serdang, Kiyai Haji Amir Panatagama, beserta beberapa pengurus MUI Kecamatan Percut Sei Tuan, termasuk Dr. Imam Muhardi. Narasumber yang hadir memberikan materi penting terkait mitigasi bencana banjir rob di dua lokasi berbeda. Di Masjid Raya Annur Bagan Percut, penyuluhan disampaikan oleh Nani Ayum Panggabean dan Nuryunita Nainggolan, sementara di Masjid Faidzin Tanjung Rejo, materi disampaikan oleh Laila Rohani dan Heri Syahputra.

Para narasumber menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Misalnya, sebelum banjir, masyarakat dianjurkan untuk menjalankan program penghijauan di daerah hulu sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengurangi aktivitas di area sungai yang rawan banjir. Saat banjir terjadi, penting untuk menghindari berjalan di dekat saluran air, mematikan aliran listrik, mengamankan barang-barang berharga, dan waspada terhadap binatang berbisa serta binatang penyebab penyakit.

Selain mitigasi bencana alam, narasumber juga mengingatkan tentang pentingnya waspada terhadap bencana non-alam, seperti degradasi moral dan akhlak remaja yang dapat terjerumus ke dalam pergaulan bebas, narkoba, serta tindakan kriminal lainnya. Hal ini sejalan dengan tausiyah Ketua Umum MUI Kabupaten Deli Serdang, Kiyai Amir, yang menekankan pentingnya menjaga persatuan menjelang Pilkada Serentak, dan menggunakan hak pilih dengan bijaksana.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dusun XI Tanjung Rejo, Adi Muksin Saragih, juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemunculan buaya yang sudah mulai memasuki tambak warga. Bahkan, spanduk peringatan “Hati-hati Ada Buaya” telah dipasang di beberapa titik.

Penyuluhan ini adalah bagian dari upaya Sosben MUI SU untuk secara langsung menyentuh kepentingan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak bencana. Semoga langkah ini membawa keberkahan bagi seluruh warga.

 

4o

Semangat Pemuda dalam Mengisi Kemerdekaan: Refleksi dari Dr. Irwansyah, M.H.I

muisumut.or.id, Medan, 10 Agustus 2024,  Dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia, peran pemuda selalu menjadi sorotan penting. Dr. Irwansyah, M.H.I., dalam sebuah acara Pengajian Bersama Bagi Remaja Muslim Se Sumatera Utara menyampaikan padanngannya mengenai hal ini, Pengajian yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemuda Islam berlangsung di Aula MUI Sumut Jalan Sutomo Ujung pada 10 Agustus 2024. Menurutnya, sejarah mencatat bahwa pemuda berperan signifikan dalam mempersatukan bangsa Indonesia, mengesampingkan perbedaan suku dan kasta, serta mengikrarkan sumpah pemuda dengan tiga poin utama: tanah air satu, bangsa satu, dan bahasa satu, yakni Indonesia.

“Poin-poin sumpah pemuda inilah yang menjadi titik pertemuan anak-anak bangsa yang senasib sepenanggungan dan ingin bebas dari penjajahan,” ungkap Dr. Irwansyah. Ia juga menekankan bagaimana bambu runcing, yang hanya menjadi simbol perjuangan, didukung oleh kekuatan persatuan dan kesatuan lintas generasi, suku, bahkan agama, untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Lebih lanjut, Dr. Irwansyah menegaskan bahwa jika dahulu para pahlawan berperang dengan nyawa dan darah, maka generasi muda saat ini harus bangkit untuk memimpin dan mengendalikan negara. “Jangan biarkan orang asing yang mengelola negara ini. Bumi Nusantara ini kaya akan generasi cerdas, pintar, dan berdedikasi. Kita butuh anak-anak bangsa, khususnya generasi Islam, yang siap memimpin bangsa ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para pemimpin saat ini dulunya adalah anak-anak muda yang berjuang dengan pendidikan dan dedikasi, hingga mampu mencapai posisi tertinggi. Oleh karena itu, Dr. Irwansyah mendorong pemuda masa kini untuk bekerja keras dan bermimpi besar, termasuk untuk menjadi pemimpin bangsa.

“Jangan terpengaruh dengan latar belakang kemiskinan. Pendidikan tidak diukur dari kekayaan, tapi dari keseriusan, perjuangan, dan kerja keras,” tambahnya, sambil mengingatkan bahwa banyak anak bangsa yang sukses meskipun berasal dari keluarga miskin.

Dalam acara yang dipandu oleh Juwinda Azhari tersebut, turut hadir Ketua Bidang Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI, Dra. Hj. Rusmini, MA, serta Sekretaris Dra. Hj. Wan Khairunnisa, bersama para pengurus lainnya. Acara ini diikuti dengan antusias oleh pemuda dan remaja Islam, termasuk mahasiswa dari berbagai organisasi seperti HIMMAH, Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, IMM, serta santri dari berbagai pesantren dan sekolah tingkat SLTA.

Dr. Irwansyah menutup dengan pesan kuat bahwa generasi muda harus memacu diri untuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. “Jangan sia-siakan perjuangan para pahlawan. Lawan kerusakan moral hari ini, dan ingat bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak didapat dengan harga murah,” pungkasnya.

MUI Pusat Inisiasi Program Kurikulum Pondok Pesantren Lansia: Memuliakan Usia Senja

muisumut.or.id – Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Sumut, Dra. Rusmini, MA, mengapresiasi pembentukan Pesantren Lansia yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. hal ini disampaikannya pada Tim Infokom di kantor MUI Sumut pada 09 Agustus 2024.  Program inovatif ini berupa kurikulum khusus untuk pondok pesantren lansia, yang dirancang sebagai bentuk tanggung jawab sosial MUI terhadap masyarakat yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas, sesuai dengan data usia di KTP.

Program Pesantren Lansia ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua Bidang KPRK MUI Provinsi Sumatera Utara. Meskipun KPRK MUI Sumut belum dilibatkan dalam penyusunan program ini, Ketua KPRK MUI Sumut mengapresiasi inisiatif tersebut dan membuka kemungkinan untuk mengadopsi program serupa di wilayah Sumatera Utara. “Sepanjang hidup harus dinikmati dengan kondisi yang sehat, sejahtera, dan bahagia,” ujarnya.

Dalam konteks birrul walidain, Rusmini, menegaskan pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi akhir kehidupan dengan penuh kesadaran dan ketakwaan. “Rasulullah SAW memberi penegasan agar jangan sampai ada yang menjadi orang yang hidupnya sia-sia. Memang mati tidak ada yang tahu, namun kita wajib mempersiapkannya,” ujar Rusmini.

Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kesejahteraan para lansia di Indonesia, serta memastikan bahwa mereka dapat menjalani masa tua dengan penuh makna, kedamaian, dan kebahagiaan. MUI Pusat berharap program ini menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk turut serta memberikan perhatian lebih kepada para lansia di tanah air.

MUI Sumut Hadiri Majelis Tazkirah Kemerdekaan di Konsulat Jenderal Malaysia

muisumut.or.id, Medan, 9 Agustus 2024 – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. Maratua Simanjuntak, didampingi oleh Ketua Bidang Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Sumut, KH Akhyar Nasution, LC, MA, menghadiri Majelis Tazkirah Kemerdekaan yang diselenggarakan di Konsulat Jenderal Malaysia di Medan. Acara tersebut bertempat di Jalan Pangeran Diponegoro No. 43, Medan, pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Majelis Tazkirah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan diadakan dalam rangka menyambut Hari Kebangsaan Malaysia yang ke-63, yang jatuh pada 31 Agustus 2024. Acara tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan persaudaraan antar masyarakat kedua negara, khususnya dalam konteks kerukunan antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau mengungkapkan bahwa di Malaysia, selain suku Melayu, terdapat pula etnis Tionghoa dan India yang hidup berdampingan. “Kita harus bersyukur atas agama yang diberikan Allah dan menjaga keberagaman ini. Jika ada yang kurang, marilah kita bersabar,” ujar Dr. Maratua.

Beliau juga menyinggung tentang insiden di Malaysia yang melibatkan penghinaan terhadap Al-Qur’an. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan ujian bagi umat Islam untuk tetap teguh dalam keyakinan dan menjaga toleransi di tengah keberagaman.

MUI Sumut juga menyampaikan ucapan tahniah kepada Malaysia yang akan merayakan Hari Kebangsaan ke-63 pada akhir bulan ini. “Kami mengucapkan selamat atas pencapaian Malaysia selama ini dalam membangun negara yang kuat dan harmonis,” tambah Dr. Maratua.

Acara ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk saling memperkuat hubungan diplomatik dan mengedepankan nilai-nilai toleransi serta persatuan. MUI Sumut berharap, hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia akan terus terjaga dan semakin erat di masa mendatang.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara Resmikan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru PTKU

0

Medan, 5 Juli 2024 – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, resmi membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara Tahun Akademik 2023-2027. Acara pembukaan berlangsung di Aula MUI Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak menegaskan pentingnya pendidikan kader ulama untuk melahirkan calon ulama yang akan meneruskan perjuangan dan tugas-tugas agama. “Kami berharap akan diterima sekitar 22 mahasiswa baru untuk angkatan ke-8 pada tahun akademik 2024-2027,” ujarnya. Beliau juga menyatakan bahwa dengan adanya PTKU, diharapkan dapat mencetak ulama yang tidak hanya ahli dalam agama, tetapi juga dapat mengamalkan dan membela agama secara konsisten.

“Ulama sebagai pewaris Nabi Muhammad SAW semakin langka, sehingga pendidikan kader ulama ini merupakan salah satu upaya untuk mengisi kekosongan posisi-posisi panutan umat, khususnya di Sumatera Utara,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Dr. Maratua juga menyebutkan bahwa 20 wisudawan angkatan ke-7 telah dilanjutkan ke UNIVA Medan untuk menyelesaikan pendidikan sarjana mereka.

Ketua Panitia Pelaksana Ujian, Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA, dalam laporannya menjelaskan bahwa pada seleksi kali ini, sebanyak 67 calon mahasiswa akan mengikuti ujian yang berlangsung selama dua hari, yaitu 5-6 Agustus 2024. Pada 5 Agustus, peserta akan menghadapi ujian tertulis dengan materi pengetahuan agama dan bahasa Arab. Sementara pada 6 Agustus, akan diadakan ujian lisan yang mencakup tes baca kitab kuning (Qiraat al-Kutub) dan wawancara.

Acara pembukaan dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Kader Ulama MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA, Sekretaris Panitia Dr. Irwansyah, M.H.I, serta anggota panitia lainnya. Acara diakhiri dengan doa oleh Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Arso, SH., M.Ag.

Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batubara Resmi Dibuka

Batubara, 3 Agustus 2024 – Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batubara resmi dibuka pada Sabtu (3/8/2024) di Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh. Peresmian ini menandai akhir dari sekitar 16 tahun MUI Kabupaten Batubara beroperasi tanpa kantor definitif.

Ketua MUI Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PJ Bupati dalam waktu yang singkat. “Kami bersyukur atas penyerahan kantor MUI yang definitif ini. Alhamdulillah,” ujarnya.

Ketua Umum MUI Kabupaten Batubara, H.M. Hidayat Lc, MA, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PJ Bupati atas pemberian kantor definitif ini. “Setelah 16 tahun, akhirnya kami memiliki kantor yang layak. Ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk seluruh ulama dan masyarakat,” kata Hidayat.

PJ Bupati Batubara, Heri Wahyudi Marpaung, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kehadiran kantor MUI ini bagi ulama dan masyarakat. “Dengan adanya kantor MUI ini, diharapkan akan tercipta kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik,” ujar Marpaung. Ia juga menambahkan, “Jangan takut jika di masa depan ada pihak yang mencoba menggusur kantor ini; jika itu terjadi, penggusur pasti akan mendapatkan balasan.”

Marpaung mengusulkan agar setelah peresmian, sebuah batu prasasti dipasang untuk menandai bahwa kantor ini diserahkan secara hibah kepada MUI Batubara. Kantor ini dianggap sebagai simbol penting yang menunjukkan keberadaan MUI di Kabupaten Batubara dan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan masyarakat.

Usai acara peresmian, PJ Bupati Batubara juga memberikan bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bagian dari kegiatan sosial.

Pengumuman Lulus Seleksi Berkas dan Jadwal Tes Ujian Masuk Calon Mahasiswa PTKU MUI SU

Medan, 1 Agustus 2024 — Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru Pendidikan Tinggi Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (PTKU-MUI SU) secara resmi mengumumkan hasil seleksi berkas calon mahasiswa. Sebanyak 67 peserta dinyatakan lulus dan berhak mengikuti Tes Ujian Masuk PTKU MUI-SU.

Tes Ujian Masuk akan dilaksanakan selama dua hari di Aula MUI SU, dimulai pada hari Senin hingga Selasa, 5-6 Agustus 2024. Pada hari pertama, ujian tertulis akan mencakup materi Pengetahuan Agama, Pancasila, dan Bahasa Arab. Sedangkan pada hari kedua, akan dilaksanakan ujian lisan yang terdiri dari Qira’atul Kutub (membaca kitab) dan wawancara.

Dengan pelaksanaan Tes Ujian Masuk ini, panitia berharap dapat memilih calon mahasiswa terbaik yang akan menjadi ulama-ulama yang dibutuhkan umat di masa depan.

Sebagai informasi, calon-calon mahasiswa yang lulus nantinya akan menjalani masa pendidikan di PTKU MUI-SU dengan sistem Asrama selama 3 tahun.

Wisuda 20 Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama MUI Sumut Angkatan VII Berlangsung Khidmat

Sebanyak 20 mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Angkatan VII Tahun Akademik 2021-2024 diwisuda oleh Direktur PTKU MUI Sumut Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution di Aula MUI Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan, Rabu 25 Muharram 1446 Hijriah atau (31/7/2024) yang berlangsung khidmat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak dalam kesempatan itu menyampaikan tekad dan keyakinannya untuk melanjutkan program PTKU di angkatan selanjutnya dengan mempertimbangkan pentingnya keberlanjutan kader ulama untuk mengajarkan agama sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah Nabi di tengah umat.
Ketua MUI juga mengingatkan kepada kader ulama yang baru menyelesaikan program pendidikannya dapat sepenuh hati menjadi ahli agama yang mengamalkan ajaran agama serta siap jadi pembela agama untuk menegakkan kebajikan dan melawan segala kemungkaran.
Pun begitu, Ketua MUI tetap mengingatkan kepada kader ulama untuk waspada dan hati-hati terhadap segala bentuk godaan duniawi terutama harta, tahta dan wanita. Sebab ketiga celah godaan ini dapat membelokkan niat untuk menjadi ulama.
“Mohon hati-hati pada godaan duniawi dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah,” ungkap Ketua MUI seraya meminta untuk menjaga adab dalam berpakaian karena hal itu juga akan mencerminkan kemuliaan diri.
Sementara Pj Gubsu Dr. A Fatoni diwakili Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Suherman MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada MUI Sumatera Utara serta beberapa pengurus MUI di kabupaten/kota yang juga membuka program pendidikan kader ulama.
Tentunya kita berharap melalui program ini akan melahirkan ulama-ulama baru yang unggul dengan kualitas ilmu yang baik, rendah hati serta memiliki budi pekerti terpuji dalam memberikan pembimbingan, penjelasan dan tausiah agama dapat terus berjalan demi kemashlahatan umat.

Direktur PTKU, Prof. Hasan Bakti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang memberikan dukungan sepenuhnya pada program pendidikan kader ulama ini, sehingga dapat terus berjalan sampai saat ini. Juga kepada Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H Maratua Simanjuntak, Sekretaris Umum Prof. Dr. H Asmuni, Bendahara Umum Drs. H Sotar Nasution dan berbagai pihak yang memberikan bantuan serta dukungan bagi terlaksananya program pendidikan ini.
“Kami berharap dukungan itu dapat terus berjalan agar PTKU untuk angkatan selanjutnya dapat terus berjalan,” kata Hasan Bakti.
Dalam kesempatan itu, Prof Hasan mengungkapkan tingginya animo dari generasi muda fresh graduate tingkat SMA sederajat untuk mengikuti PTKU. “Hal itu terbukti dengan jumlah pendaftar saat ini sudah mencapai 64 orang, sedangkan yang diterima nantinya adalah 22 orang,” kata dia.
Sementara Ketua Panitia wisuda membacakan 5 wisudawan terbaik yaitu atas nama Hanan Asrawi Harahap asal Labusel, Dicky M. Lingga asal Dairi, Ahmad Yasir SItorus asal Tanjung Balai, Fachrul Azmi Siregar asal Tebingtinggi dan Muhammad Saidal Arifin Harahap asal Padanglawas.


Kepala Kanwil Kemenagsu, H. Ahmad Qosbi dalam sambutannya memberikan apresiasi serta rasa bangganya dengan pelaksanaan wisuda PTKU MUI Sumut Angkatan VII kali ini, karena membuktikan akan lahir ulama yang akan selalu memberikan pencerahan dan tausiah kepada umat.
Dalam pesannya, Ahmad Qosbi meminta kepada kader ulama yang baru menyelesaikan pendidikannya untuk mengutamakan adab dalam prilaku sehari-hari, sehingga dapat menjadi ulama yang tidak hanya ahli dalam ilmu agama tapi menjadi pengamal agama yang layak jadi panutan umat serta menjadi garda terdepan pembela agama Islam yang menjadi rahmat bagi sekalian alam.
Turut memberikan sambutan mewakili wisudawan, orang tua wisudawan disampaikan Ustaz Sutan Syahrir Dalimunthe dan Rektor Univa Medan, Prof. Dr. HM Jamil MA. (S. Ramadhan)

Seminar MUI Sumatera Utara Bahas Islam dan Perbaikan Akhlak Bangsa

Medan, 28 Juli 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar seminar bertajuk “Islam dan Perbaikan Akhlak Bangsa” pada Ahad, 22 Muharram 1446 H atau bertepatan dengan 28 Juli 2024. Acara yang diadakan di Aula MUI Provinsi Sumatera Utara ini menghadirkan narasumber dua Dewan Pertimbangan MUI Sumutdan dimoderatori oleh Prof. Dr. H. Mustafa Kamal Rokan, MA., yang juga merupakan Anggota Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara.
Seminar ini dibagi menjadi dua sesi utama dengan tema dan narasumber yang berbeda. Pada sesi pertama, Prof. Dr. H. M. Yasir Nasution, MA., yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara, membahas tema “Islam dan Perbaikan Akhlak Bangsa”. Dalam pemaparannya, Prof. Yasir menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia.
“Saat ini, kita perlu meneguhkan kembali nilai-nilai akhlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Islam sebagai agama yang penuh dengan ajaran moral dan etika dapat menjadi pondasi yang kuat dalam membangun peradaban yang berakhlak,” ujar Prof. Yasir.
Sesi kedua menghadirkan Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, SH, S. Sos, MSP., yang merupakan Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum PW. Al-Washliyah Provinsi Sumatera Utara. Dr. Dedi membawakan tema “Aktualisasi Hijrah Nabi SAW dalam Konteks Bermasyarakat dan Bernegara”. Ia menekankan pentingnya semangat hijrah dalam konteks modern untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.
“Hijrah bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga simbol perubahan dan perbaikan diri. Dalam konteks bermasyarakat dan bernegara, kita perlu mengaktualisasikan semangat hijrah dengan terus berupaya memperbaiki diri dan lingkungan sekitar,” jelas Dr. Dedi.
Acara dimulai jam 09.00 hingga pukul 12.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, akademisi, dan masyarakat umum yang antusias mengikuti setiap sesi hingga selesai. Seminar ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi umat Islam untuk terus berkontribusi dalam perbaikan akhlak bangsa.
Dengan diselenggarakannya seminar ini, MUI Sumatera Utara menunjukkan komitmennya dalam membina dan meningkatkan kualitas moral serta etika masyarakat melalui pendekatan agama Islam.

Tim Majalah Media Ulama Rapat Pleno Kedua

Medan, muisumut.or.id – Tim Majalah Media Ulama Majelis Ulama Indonesia Sumut mengadakan Rapat Pleno Kedua untuk finalisasi penerbitan Majalah Media Ulama Edisi VII di ruang rapat Gedung Perpustakaan  Kantor MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan, pada Kamis (25/7/2024).

Rapat ini dihadiri oleh Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, didampingi Sekretaris Bidang, Dr. Wirman L. Tobing, Pemimpin Redaksi Suhayri Ramadhan, Kepala Tata Usaha Drs. Darwis Ritonga, Ahmad Fuadi Harahap, MA, Staf Bendahara Salmah Pasaribu, dan seluruh Tim Liputan Media Ulama. Selain itu, hadir juga Sekretaris Bidang Fatwa, Dr. Irwansyah, M.HI, sebagai pembaca ahli, mengingat liputan utama majalah edisi ini terkait hasil Ijtima’ Komisi Fatwa khususnya tentang Salam Lintas Agama.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bidang Infokom MUI Sumut menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan tim peliputan sehingga program penerbitan Majalah Media Ulama MUI Sumut dapat terselesaikan dengan baik. Dr. H. Akmaluddin Syahputra juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung proses pengumpulan bahan majalah, terutama yang berkaitan dengan salam lintas agama yang menjadi liputan utama majalah.

Selain liputan utama, majalah ini juga menampilkan beberapa berita daerah MUI Kabupaten/Kota, donasi untuk Palestina yang telah dihimpun dan disampaikan oleh MUI Sumut, serta sajian ringan tentang budidaya anggur di lahan sempit. Beberapa artikel penting terkait salam lintas agama juga diulas dengan mendalam.

Majalah Media Ulama Edisi VII ini menampilkan kegiatan dan berita dari bulan Januari hingga Juni tahun 2024. Dr. H. Akmaluddin Syahputra mengharapkan majalah Media Ulama akan segera dicetak dan dapat dinikmati masyarakat luas, khususnya umat Islam.

(S. Ramadhan)