Sunday, March 8, 2026
spot_img
Home Blog Page 65

MUI Kota Medan Gelar Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III

Medan, muisumut.or.id,  Medan kembali menggelar acara tahunan yang telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat, yaitu Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III. Acara ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 21 Juli 2024 di Jalan Masjid Raya Medan dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik. Pekan Kuliner ini merupakan program kerja MUI Kota Medan yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Muharram untuk memeriahkan suasana.

Ketua Panitia Dra. Burhanuddin Damanik, MA menyampaikan bahwa Pekan Kuliner ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan kuliner khas Medan tetapi juga untuk mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi makanan halal. Dalam kesempatan ini, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi lengkap tentang proses sertifikasi halal.

Kegiatan Utama

  1. Transaksi Jual Beli: Diikuti oleh 67 peserta UKM kuliner dan 4 UMKM non-kuliner, para pengunjung dapat menikmati berbagai makanan halal yang lezat sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.
  2. Festival Marhaban dan Sholawat: Menampilkan lantunan sholawat dan puji-pujian yang menambah keberkahan acara.
  3. Lomba Masak Ikan Arsik: Diikuti oleh MUI Kecamatan, lomba ini menampilkan keahlian dalam memasak ikan arsik, salah satu kuliner khas Sumatera Utara.
  4. Talkshow Keagamaan: Dengan narasumber Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI, anggota komisi LPH, serta diskusi tentang bahaya narkoba. Talkshow ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya makanan halal dan isu-isu keagamaan lainnya.
  5. Hiburan Musik Kasidah: Menampilkan grup kasidah lokal yang membawakan lagu-lagu religius.
  6. Demonstrasi Masak: Acara demonstrasi masak bubur pedas pada hari Kamis dan Jumat serta bubur asyura pada hari Sabtu dan Minggu pukul 16.00-18.00 WIB. Bubur ini akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung.
  7. Donor Darah: Bekerjasama dengan PMI Medan, acara donor darah diadakan untuk mendukung kebutuhan darah di kota Medan.
  8. Konsultasi Sertifikasi Halal dan NIB:  acara ini menyediakan layanan konsultasi bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dra. Burhanuddin Damanik, MA menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana edukasi dan sosialisasi tentang makanan halal. “Melalui Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengonsumsi makanan halal dan mendukung usaha lokal yang telah mendapatkan sertifikasi halal,” ujarnya.

Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III ini diharapkan menjadi ajang yang bermanfaat bagi masyarakat Medan, baik dalam menikmati kuliner halal, mendapatkan informasi penting, maupun mendukung pelaku usaha lokal. Dengan berbagai kegiatan menarik yang diselenggarakan, acara ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang berkesan dan edukatif bagi semua pengunjung.

Datang dan nikmati berbagai hidangan halal serta ikuti kegiatan menarik di Pekan Kuliner Halal, Aman & Sehat KHAS ke III, Medan Kota Kuliner!

4o

Pembukaan Ujian Sidang Munaqasyah Mahasiswa PTKU MUI Sumut

Medan, muisumut.or.id, 16 Juli 2024 – Pembukaan Ujian Sidang Munaqasyah Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara berlangsung dengan khidmat. Acara yang dilaksanakan di Aula MUI Sumut berlangsung  satu hari ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, serta pengurus MUI Sumut.

Dr. Arifinsyah, Ketua Panitia, melaporkan bahwa proses pelaksanaan ujian berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. “Ujian sidang munaqasyah ini diikuti oleh 20 mahasiswa dari total 24 peserta awal. Beberapa mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian karena telah diterima melanjutkan studi di Timur Tengah,” ungkapnya.

Proses ujian ini diikuti dengan baik oleh para mahasiswa yang sebelumnya telah menempuh ujian semester. Para dosen yang menguji adalah mereka yang juga mengajar mata kuliah terkait, sehingga memastikan keselarasan antara pengajaran dan penilaian.

Mahasiswa yang mengikuti ujian telah menulis risalah dengan minimal 30 halaman, meskipun beberapa dari mereka menulis lebih dari itu. Penulisan risalah ini telah dibimbing dengan ketat dan menggunakan sistem yang telah diajarkan dalam mata kuliah Metodologi Penelitian, termasuk penggunaan catatan kaki (footnote) yang sesuai.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan para mahasiswa yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun bersama MUI Sumut. “Menuntut ilmu adalah perjalanan yang singkat namun juga bisa panjang untuk meraih gelar. Kalian akan menulis dua kali, risalah dan skripsi, sehingga kematangan dalam mencapai gelar S1 sudah terpenuhi. Bersyukurlah karena kalian telah mendapatkan ilmu dan nama mulia sebagai kader ulama, yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Dr. Maratua juga menekankan bahwa ujian ini adalah muhasabah bagi para mahasiswa untuk menambah wawasan keagamaan mereka. “kalian adalah yang terpilih untuk mengikuti sidang risalah. Ini adalah kesempatan berharga untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kapasitas diri,” tambahnya.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak sedang menguji mahasiswa PTKU

Setelah pembukaan, Dr. Maratua menyempatkan diri untuk menguji tiga mahasiswa kader ulama. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan perhatian khusus terhadap perkembangan akademis para mahasiswa tersebut. Ujian yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum MUI Sumut ini menambah motivasi dan semangat para peserta untuk memberikan yang terbaik.

Acara pembukaan ujian sidang munaqasyah ini ditutup dengan doa oleh Dr. H. Arso, menandai dimulainya ujian yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi para peserta.

 

4o

Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut Sidangkan 20 Mahasiswa

Medan, muisumut.or.id,16 Juli 2024 – Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara menyelenggarakan Sidang Munaqasyah bagi 24 mahasiswa kader ulama. Acara ini berlangsung di Aula MUI Sumut pada Selasa, 16 Juli 2024.

Ketua Panitia, Dr. Arifinsyah, menyampaikan bahwa dalam sidang ini, ada 20  mahasiswa kader ulama diuji oleh 19 penguji yang berkompeten di bidangnya. Setiap mahasiswa akan menghadapi tiga penguji yang akan menilai kemampuan dan pengetahuan mereka dalam menguasai isi risalah baik materi, metodologi, serta berbagai aspek keagamaan

Sidang Muanqasah di PTKU MUI Sumut ini menjadi momentum penting dalam mencetak kader ulama yang berkualitas, yang diharapkan dapat berkontribusi secara positif bagi perkembangan agama dan masyarakat di Sumatera Utara.

Dengan berakhirnya sidang ini, para mahasiswa yang berhasil melewati ujian ini akan melanjutkan langkah berikutnya dalam proses pendidikan mereka, yang pada akhirnya akan menjadikan mereka ulama yang siap terjun ke masyarakat untuk memberikan bimbingan dan pencerahan.

Berikut adalah daftar nama penulis dan judul risalah yang  diujikan:
1. Fahrul Azmi Siregar
– Peran Khidmat Majelis Ulama Sumatera Utara dalam Membentengi Akidah Umat (Analisis Fatwa MUI Nomor 72 Tahun 2023 Tentang Pemahaman bahwa Muhammad adalah Allah)
2. Fatih Rahmat Habib
– Kritik terhadap Theologi Wahhabiyyah dalam Beragama Perspektif Said ‘Aqil Siradj
3. Ahmad Fauzi Panjaitan
– Konsep Al-Qur’an tentang Toleransi sebagai Nilai-nilai Dasar Pendidikan
4. Muhammad Saidal Arifin Harahap
– Konsep Zuhud Menurut Imam Ahmad Bin Hanbal
5. Sahmana Abdullah Siregar
– Nilai-nilai Pendidikan Akidah dalam Kitab Mukhtasar Syaikh Abdullah Al-Harary
6. Sukhron Ependi Harahap
– Peranan Taubat sebagai Pemurnian Akhlak Perspektif Imam Al-Ghazali (Studi Klasik Kitab Minhaj Al-Abidin)
7. Roy Ismail Gajah
– Pendidikan Akhlak Sejak Dini Membentuk Karakter Anak dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam
8. Ismail Sa’i Dalimunthe
– Konsep Syafa’at Menurut Muhammad Quraish Shihab (Analisis Terhadap Tafsir Al-Misbah)
9. Kholid Jamhuri Harahap
– Implementasi Nilai-nilai Akhlak dalam Pendidikan Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan
10. Alpin Akbar Hasibuan
– Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al-Faruqi
11. Muhammad Imron Alfaridzi Julmi
– Konsep Jihad Menurut Yusuf Qardhawi
12. Hapijuddin Dalimunthe
– *Nilai-nilai Pendidikan Sosial dalam Surah At-Taubah Ayat 71 dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam
13. Hanan Asrowi Harahap
– Pendidikan Akhlak dalam Rumah Tangga Menurut Buya Hamka
14. Faiz Ikhwan Nasution
– Transaksi Jual Beli Menggunakan Kode QRIS Menurut Hukum Islam
15. Anas Arifin Tambunan
– Peran Pendidikan Jiwa dalam Membina Kesehatan Mental Remaja Perspektif Prof. Dr. Zakiah Daradjat
16. Taufik Ismail Pohan
– Mendidik Anak Menurut Abdullah Nashih Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad
17. Abdiorlan Zoki Syahputra Harahap
– Etika Bermedia Sosial (Telaah Alquran Surah Al-Hujurat Ayat 6)
18. Ahmad Yasir Sitorus
– Kepemimpinan Nabi Muhammad Perspektif Michael Hart
19. Jikki Madasa Lingga
– Konsep Pendidikan Akhlak dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Lil Abna’ Karya Syeikh Muhammad Syakir Al-Iskandari
20. Yudi Maulana
– Konsep Tobat dalam Kitab Syarah Hadis Jibril

MUI Kab. Batu Bara Luncurkan Pendidikan Tinggi Kader Ulama

Batubara, muisumut.or.id, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batu Bara mengambil langkah strategis dengan membuka Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) untuk tahun akademik 2024/2025. Langkah ini disampaikan Ketua Umum MUI Kab Batu Bara, H.M. Hidayat, Lc., MA., kepada Tim Infokom MUI Sumatera Utara pada Senin, 15 Juli 2024, bertepatan dengan jadwal ujian masuk calon mahasiswa baru.

Hidayat, yang menjabat sebagai Mudir (Direktur) PTKU Kabupaten Batu Bara, menjelaskan bahwa pendirian PTKU ini didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan jumlah penerus ulama. “Ada kekhawatiran akan kurangnya ulama di masa mendatang. Oleh karena itu, PTKU ini didirikan sebagai hasil Rapat Kerja Daerah,” ujar Hidayat.

Ia menambahkan bahwa “pihaknya telah melakukan studi banding ke PTKU Sumatera Utara dan  PTKU Binjai. Dengan memanfaatkan potensi ulama/guru yang mampu mengajarkan program PTKU kami memberanikan diri”

PTKU Kabupaten Batu Bara menargetkan penerimaan 12 mahasiswa untuk tahun ini, dengan seluruh fasilitas diberikan secara beasiswa penuh. Artinya, mahasiswa tidak perlu membayar biaya pendidikan. Selain itu, MUI Batu Bara telah menjalin kerja sama dengan  pesantren di Batu Bara untuk menyediakan penginapan dan fasilitas belajar bagi para mahasiswa.

Sepertihalnya PTKU MUI Sumatera Utara yang berlangsung selama 6 semester atau 3 tahun, PTKU Kab. Batu Bara juga menerapkan hal yang sama, bahkan para mahasiswa kader ulama akan di daftarkan ke Perguruan Tinggi untuk bisa mendapat gelar strata satu

Dalam rangka mendukung keberlanjutan PTKU, MUI Batu Bara juga telah menerima wakaf tanah untuk kampus PTKU di Dusun 3 Sei Udang, Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara. Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan penuh dari berbagai pihak, PTKU Kabupaten Batu Bara diharapkan dapat mencetak ulama-ulama baru yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Kami berharap PTKU ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin mendalami ilmu agama dan menjadi ulama yang mumpuni. Dengan demikian, keberadaan ulama di Kabupaten Batu Bara dan sekitarnya akan terus terjaga dan berkembang,” pungkas Hidayat.

Sosben MUI SU Sumbang Desa Binaan DAS Sungai Deli

Medan, muisumut.or.id, Momentum Hari Tasu’a dan Asyura Bulan Muharram 1446 H, Bidang Komisi Sosial dan Bencana (Sosben) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI SU) menggelar kegiatan sosial di Desa Binaan DAS Sungai Deli, yang terletak di bawah kolong jembatan Jalan Palang Merah Medan, pada Senin, 15 Juli 2024 pukul 14.00 WIB.

Pada Jumat malam, 12 Juli 2024, hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan Gang Jembatan Jalan Palang Merah Medan. Akibatnya, beberapa atap rumah warga terlepas dan beterbangan, sementara kayu-kayu atap jatuh dan terbawa angin. Kondisi ini membuat sejumlah warga tidak bisa tidur semalaman karena peralatan rumah tangga mereka terendam air.

Melihat kondisi tersebut, warga menyampaikan keluh kesahnya kepada Ketua Komisi Sosial dan Bencana MUI SU, Hj. Amelia Zuliyanti Siregar. Amelia kemudian mengusulkan kepada para anggota grup WhatsApp pengurus Sosben MUI SU untuk menyumbangkan dana guna membeli seng bekas sebagai bantuan kepada warga terdampak.

Tidak hanya itu, Ketua Bidang Sosben, Hj. Laila Rohani, juga mengusulkan untuk memberikan bantuan beasiswa kepada anak Ibu Rina, seorang guru mengaji yang tengah menguliahkan anaknya di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Perwakilan Sosben MUI SU yang terdiri dari Nani Ayum Panggabean (Sekretaris Bidang Sosben), Amelia Zuliyanti Siregar (Ketua Komisi), dan Sakdiyah Rahman, berangkat membawa bantuan berupa dana untuk membeli kayu dan seng bekas, serta beasiswa kuliah untuk anak Ibu Rina. Selain itu, mereka juga memberikan sedikit buah tangan berupa gula dan teh.

“Alhamdulillah ‘ala kulli hal, semoga berkah dan bermanfaat di hari Tasu’a Muharram 1446 H ini,” ujar Nani Ayum Panggabean.

Rapat Evaluasi Koperasi Syariah Amanah Ulama: Ide-Ide Besar untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat

Medan, muisumut.or.id, 15 Juli 2024 – Koperasi Syariah Amanah Ulama menggelar rapat evaluasi yang dihadiri oleh sejumlah petinggi koperasi di ruang rapat DP MUI Sumatera Utara. Rapat yang berlangsung santai ini dihadiri oleh Ketua Koperasi, Dr. Indra Utama, Sekretaris, Ali Suman Daulay, Wakil Ketua, Putrama Alkhairi dan Akmaluddin Syahputra, Bendahara Koperasi, Dr. Saparuddin, SE, serta Dr. Salman.

Dalam rapat tersebut, Putrama Alkhairi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas), menyampaikan beberapa ide dan gagasan terkait pemberdayaan ekonomi umat, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pemasaran produk. “Koperasi kita adalah koperasi produsen, jadi beberapa produk akan dihasilkan. Pupuk organik telah kita mulai dan ini sedang dirintis, serta beberapa usaha seperti parfum Alkhairi,” ujar Putrama.

Ketua Koperasi, Dr. Indra Utama, menegaskan komitmen koperasi dalam usaha pertanian organik. “Usaha pertanian organik kita, seperti memproduksi pupuk organik, terus kita jalankan dan semoga dalam waktu dekat membuahkan hasil,” katanya.

Rapat evaluasi tersebut menghasilkan beberapa ide besar yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja koperasi dan memberdayakan ekonomi umat:

  1. Pembuatan Marketplace Amanah Ulama: Koperasi akan membuat marketplace bernama Amanah Ulama untuk memasarkan produk-produk UMKM.
  2. Kerjasama dengan Universitas Muslim Nusantara (UMN): Koperasi akan menjalin kerjasama dengan UMN untuk pengembangan usaha pertanian organik.
  3. Pembentukan Usaha Simpan Pinjam: Ada wacana untuk membentuk usaha simpan pinjam yang akan memberikan layanan keuangan syariah kepada anggota koperasi.

Dr. Saparuddin, SE, Bendahara MUI Sumut, menambahkan bahwa keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuan ini membutuhkan dukungan dari lembaga penjamin untuk memotong setiap bulan. “Kita bisa melakukannya jika ada lembaga penjamin yang dapat memastikan kelancaran pemotongan setiap bulan,” ujarnya.

Koperasi Syariah Amanah Ulama terus berupaya untuk menggandeng berbagai pihak dalam mengembangkan usaha dan memberdayakan ekonomi umat. Dengan langkah-langkah strategis yang telah direncanakan, koperasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan UMKM dan pertanian organik di Sumatera Utara.

Mahasiswa PTKU Angkatan ke-7 Akan Menghadapi Ujian Akhir Besok

0

Medan, 15 Juli 2024 – Mahasiswa angkatan ke-7 dari Pendikikan  Tinggi Kader Ulama (PTKU) siap menghadapi ujian akhir yang akan digelar besok, Selasa, 16 Juli 2024. Persiapan yang matang telah dilakukan, termasuk rapat koordinasi yang digelar hari ini, Senin, 15 Juli 2024, oleh Penguji Munawaayah Risalah PTKU untuk menyatukan persepsi terkait penilaian, waktu ujian, dan sistem rekapitulasi nilai.

Dalam rapat yang dihadiri oleh 19 penguji tersebut, berbagai aspek teknis ujian dibahas dengan seksama. Penilaian ujian ini mencakup metodologi, materi, dan wawasan keagamaan, yang menjadi tolok ukur kemampuan para mahasiswa. Selain itu, sistem rekapitulasi nilai juga menjadi fokus utama untuk memastikan transparansi dan keakuratan hasil ujian.

Mahasiswa angkatan ke-7 ini telah menyelesaikan risalah mereka, menunjukkan dedikasi dan kerja keras selama tiga tahun masa studi. PTKU, dengan visinya yang kuat untuk melahirkan calon ulama yang ahli dalam ilmu agama, pengamal ajaran agama, dan pembela agama dengan wawasan luas, merasa bangga dengan pencapaian ini.

Ketua Panitia Ujian, Dr. Arifinsyah, yang juga merupakan Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Sumatera Utara, menyatakan kesiapan untuk melaksanakan ujian akhir ini. Ujian akan dimulai besok Selasa, dari pukul 08.30 hingga 17.00 di Aula MUI Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Majelis Ulama Indonesia/Sutomo Ujung No. 3. “Kami telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang untuk memastikan ujian berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujar Dr. Arifinsyah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Kita bersyukur bahwa PTKU akan menyelesaikan angkatan ke-7 dalam waktu tiga tahun. Kepada para asatizah yang telah mengajarkan ilmunya, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Dr. Maratua juga menekankan pentingnya pengujian yang komprehensif, termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an dan tahsin, untuk memastikan para mahasiswa memiliki dasar agama yang kuat. “Ada baiknya kita menguji agar kita tahu kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an dan memperbaiki bacaan (tahsin) sesuai dengan ayat-ayat yang diujikan,” tambahnya.

Dengan 19 orang penguji yang berkompeten, ujian ini akan menguji 20 orang mahasiswa. Penguji Munawaayah Risalah PTKU berkomitmen untuk melaksanakan ujian dengan adil dan objektif, memberikan kesempatan terbaik bagi setiap mahasiswa untuk menunjukkan kemampuannya.

Kesuksesan mahasiswa dalam ujian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang solid dalam perjalanan mereka menjadi ulama yang mumpuni, siap mengamalkan dan membela ajaran agama dengan wawasan yang luas dan mendalam. PTKU terus berupaya untuk menjaga standar pendidikan yang tinggi, mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dan kebutuhan umat di masa depan.

Sistem penilaian yang diterapkan dalam ujian ini menggunakan rentang nilai sebagai berikut:

  • A: 85 dan ke atas
  • B: 75 – 84
  • C: 65 – 74
  • Di bawah 65 diharuskan mengulang.

Musyawarah Kerja (Mukerda) II MUI Kab Asahan: Memperkuat Akidah dan Kesadaran Politik Ummat

Asahan, muisumut.or.id,  Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan berlangsung dengan sukses pada hari Sabtu, 13 Juli 2024 bertempat di Hotel Antariksa, Kisaran, Asahan. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari MUI Sumatera Utara, termasuk Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak, dan Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. Dr. Asmuni. Selain itu, Mukerda II juga dihadiri oleh Bupati Asahan, Wakil Bupati, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dengan tema “Memperkuat Akidah dan Kesadaran Politik Ummat untuk Kemajuan Masyarakat Kabupaten Asahan”, Mukerda II ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan serta kesadaran politik umat Islam di Kabupaten Asahan. Dalam sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak menekankan pentingnya peran ulama dalam membimbing umat agar memiliki pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam serta aktif dalam kehidupan berpolitik yang sehat dan konstruktif.

Mukerda II ini melaksanakan tiga kali sidang paripurna dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Setiap sidang paripurna membahas berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi program kerja, penyusunan program kerja baru, hingga diskusi mengenai isu-isu strategis yang dihadapi oleh umat Islam di Kabupaten Asahan.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan bantuan untuk Palestina dari umat Islam di Kabupaten Asahan melalui Dewan Pimpinan MUI Kab Asahan kepada MUI Sumatera Utara. Bantuan tersebut berupa dana sebesar Rp 20.254.000, yang merupakan wujud kepedulian dan solidaritas umat Islam Asahan terhadap saudara-saudara mereka di Palestina yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

Bupati Asahan, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif MUI Kab Asahan dalam menyelenggarakan Mukerda II ini. Beliau berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Asahan dapat semakin maju dan sejahtera dengan landasan akidah yang kuat serta kesadaran politik yang tinggi.

Mukerda II MUI Kab Asahan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi program kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan komitmen bersama dalam memajukan Kabupaten Asahan. Acara ini diakhiri dengan doa bersama, berharap agar seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan umat dan masyarakat Asahan secara keseluruhan.

LKAAM Pasaman dan Pinbas MUI Sumut Jalin Kerjasama Melalui Kunjungan Silaturrahim

0

Medan, muisumut.or.id – Lembaga Adat Minang Pasaman (LKAAM) yang dipimpin oleh Ketua Chairul Dt Bagindo Kali mengadakan kunjungan ke Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara pada hari Kamis (11/7). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturrahim sekaligus untuk melihat dari dekat kegiatan inkubasi bisnis yang dijalankan oleh Pinbas.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan LKAAM Pasaman disambut baik oleh Ketua Pinbas Drs. Putrama Alkhairi, Dr. Akmaluddin Syahputra, Wakil Ketua Pinbas, Dr. Indra, dan perwakilan dari Pinbas MUI Sumut. Drs. Putrama Alkhairi mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas kunjungan ini, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai lembaga untuk mencapai kemajuan bersama.

“Ini hakikatnya kita saling bertukar pengalaman untuk besar bersama,” ujar Drs. Putrama Alkhairi. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara LKAAM Pasaman dan Pinbas MUI Sumut, serta membuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa mendatang.

Ketua LKAAM Pasaman, Chairul Dt Bagindo Kali, mengapresiasi sambutan hangat dari Pinbas MUI Sumut. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal bagi kedua lembaga untuk saling mendukung dalam mengembangkan usaha dan kegiatan berbasis syariah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai program inkubasi bisnis yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pinbas MUI Sumut. Selain itu, rombongan LKAAM Pasaman juga berkesempatan untuk melihat langsung fasilitas dan aktivitas di Pinbas, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan usaha di Pasaman.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerjasama antara lembaga adat dan lembaga ekonomi syariah, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Khutbah Jumat: Keistimewaan Bulan Muharram dan Hikmah Hijrah

0

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. أما بعد:

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Marilah kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba yang taat, ikhlas, dan penuh rasa syukur kepada-Nya.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Hari ini kita akan membahas tentang keistimewaan bulan Muharram dan hikmah dari peristiwa hijrah. Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini termasuk dalam empat bulan yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai bulan haram, yaitu bulan yang diharamkan untuk berperang, kecuali untuk membela diri.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٲلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَـٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًۭ كَمَا يُقَـٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,*

Salah satu keutamaan bulan Muharram adalah puasa Asyura, yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah akan menghapus dosa setahun yang lalu.”

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, ia berkata:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya: “Aku tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan dari hari yang lainnya kecuali hari ini (Asyura) dan bulan ini (Ramadhan).”

*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,*

Selain keutamaan bulan Muharram, kita juga akan mengkaji hikmah hijrah Rasulullah SAW. Hijrah adalah peristiwa monumental dalam sejarah Islam, yang menandai perpindahan Rasulullah SAW dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa ini bukan sekedar perjalanan fisik, tetapi juga merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Hijrah mengajarkan kita banyak hal, di antaranya:

1. *Kesabaran dan ketabahan:* Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi berbagai rintangan dan cobaan selama hijrah. Mereka tetap sabar dan teguh dalam keyakinan mereka kepada Allah SWT.

2. *Pengorbanan:* Hijrah memerlukan pengorbanan besar, baik harta, keluarga, maupun kenyamanan. Para sahabat rela meninggalkan semua demi menjaga keimanan dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

3. *Strategi dan perencanaan:* Hijrah dilakukan dengan strategi dan perencanaan yang matang. Rasulullah SAW memilih waktu yang tepat dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

4. *Pentingnya persaudaraan:* Di Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Hal ini menunjukkan pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 72:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٲلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَـٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada mereka), mereka itu satu sama lain saling melindungi.”

*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,*

Dengan memahami keistimewaan bulan Muharram dan hikmah dari peristiwa hijrah, marilah kita berusaha untuk mengambil pelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita tingkatkan ketakwaan, kesabaran, dan ukhuwah Islamiyah kita, serta selalu siap untuk berkorban demi menjaga keimanan dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

*Khutbah Kedua*

نَحْمَدُ اللهَ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ، وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِٰلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةْ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ النَّهْضَةْ . أَمَّا بَعْدُ. أَيُّهَا النَّاسُ! أُوْصِيْكُمْ بتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

فَقَالَ تَعَالَى مُخْبِرًا وَأٰمِرًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّ

يْتَ وَبَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْراهَيْمَ فِي الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمْؤُمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحاَجاَتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الِإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ الِإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. رَبَّنَا أتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّءْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا أتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهْ! إِنَّ اللهَ يَعْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاۤءِ ذِي اْلقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ اْلفَخْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمٍ يَّزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْا مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ