Tuesday, July 21, 2026
spot_img
Home Blog Page 65

MUI Sumut Adakan Lokakarya Pemberdayaan Manajemen MDTA se-Sumatera Utara

Medan, muisumut.or.id., 5 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang Pendidikan, Pemuda, dan Kaderisasi menyelenggarakan “Lokakarya Pemberdayaan Manajemen Madrasah Diniyah Ta’miliyah Awaliyah (MDTA) se-Sumatera Utara” pada Selasa, 12 November 2024, bertempat di Aula Balai Diklat Keagamaan Medan. Acara ini dihadiri oleh para Kepala MDTA dan tenaga pendidik yang diundang dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Dengan agenda utama meningkatkan kualitas manajemen MDTA, acara ini dibuka oleh  Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, serta dihadiri oleh Ketua Bidang Pendidikan, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA. Prof. Hasan Bakti Nasution menyampaikan keynote speech bertajuk “Peluang dan Tantangan Lembaga Pendidikan Islam Hari Ini,” yang menggugah peserta untuk memahami tantangan terkini dalam pengelolaan pendidikan Islam.

Para narasumber lain, seperti Prof. Dr. Amiruddin, M.Pd, membawakan materi tentang konsep deep learning, yang ia gambarkan sebagai paradigma baru dalam pembelajaran. Konsep ini sejalan dengan perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial masyarakat yang semakin dinamis dalam kehidupan global. Prof. Amiruddin menekankan bahwa penerapan deep learning memungkinkan proses belajar yang lebih mendalam, memfasilitasi siswa dalam mengembangkan pemahaman kritis dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Selain itu, Adlin, peraih juara I pengelola MDTA terbaik Sumut, berbagi pengalaman tentang praktik terbaik dalam manajemen MDTA. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang diadakan selama lokakarya memperkaya pemahaman peserta mengenai pengelolaan yang efektif dan efisien di lingkungan MDTA.

Panitia juga menyediakan fasilitas konsumsi dan bantuan transportasi bagi para peserta. Diharapkan, lokakarya ini dapat menjadi langkah awal peningkatan mutu pendidikan madrasah diniyah di Sumatera Utara secara berkelanjutan.

MUI Sumut Gelar Dialog Interaktif Penguatan Moderasi Beragama untuk Pelajar SLTA se-Kota Medan

Medan, muisumut.or.id.,  11 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) menyelenggarakan kegiatan Dialog Interaktif bertema “Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama untuk Meneguhkan NKRI” di Grand Kanaya Hotel, Senin (11/11). Kegiatan yang dihadiri oleh 100 pelajar dari berbagai SMA di Kota Medan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para peserta, yang berasal dari SMA Harapan, SMA Shafiatul Amaliyah, SMA UNIVA, SMA NU, SMA Muhammadiyah, SMA Darmawangsa, dan SMA Eria, tampak antusias mendengarkan arahan dari Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Dalam sambutannya, Dr. Maratua menekankan pentingnya pemahaman akan moderasi beragama, ukhuwah islamiyah, dan larangan terhadap segala bentuk penistaan agama. “Generasi muda, terutama pelajar, harus berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial. Sikap dan tutur kata kita harus mencerminkan nilai-nilai agama dan tidak menyinggung keyakinan pihak lain,” ujar Dr. Maratua.

Dr. Maratua juga menjelaskan pentingnya menumbuhkan tiga aspek ukhuwah, yaitu:

  1. Ukhuwah Diniyah – persaudaraan berdasarkan iman dan aqidah.
  2. Ukhuwah Wathaniyah – cinta dan loyalitas terhadap NKRI serta semangat untuk mempertahankan kedaulatan bangsa.
  3. Ukhuwah Basyariah – persaudaraan sesama manusia tanpa memandang perbedaan agama, suku, dan bahasa.

Dipandu oleh moderator Drs. Suaidi, dialog ini menghadirkan dua tokoh moderasi beragama, Prof. Dr. Mesiono dan Dr. Arifinsyah, yang memberikan paparan penting. Prof. Dr. Mesiono mengajak para pelajar untuk mempelajari agama Islam secara menyeluruh agar hidup mereka berlandaskan petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW. “Jaga etika dalam bergaul, hindari pergaulan bebas, dan jangan sampai melakukan tindakan yang menodai agama, seperti curhat berlebihan di media sosial, tawuran, atau tindakan bullying,” pesan Prof. Mesiono kepada para pelajar.

Turut hadir dalam acara ini Ustadz H. Arifin Umar dan Ali Nafiah Harahap dari Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Sumut, yang menambahkan bahwa dialog ini adalah langkah penting dalam memperkuat kerukunan dan moderasi beragama di kalangan generasi muda.

KPRK MUI Sumut Gelar Pelatihan Fardu Kifayah Jenazah Perempuan di Tanah Karo

0

Kabanjahe, muisumut.or.id., 10 November 2024 – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Sumatera Utara menyelenggarakan pelatihan Fardu Kifayah khusus untuk jenazah perempuan pada Ahad, 10 November 2024, di Masjid Al-Muhajirin, Kabanjahe, Tanah Karo. Pelatihan ini bertujuan memperbanyak jumlah bilal mayit perempuan, sehingga pelaksanaan Fardu Kifayah di kalangan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan syariat Islam.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri atas tokoh masyarakat, para daiyah, ustazah, dan perempuan yang peduli terhadap ajaran Islam. Hadir sebagai narasumber, Ketua KPRK MUI Sumut, Dra. Rusmini, MA, yang memberikan materi secara langsung bersama Nurhayati Ahmad. Dalam sesi ini, peserta diberi pemahaman mendalam mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah yang benar dan sesuai syariat, mulai dari memandikan hingga mengkafani jenazah perempuan.

Dra. Rusmini, MA, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran perempuan dalam pelaksanaan Fardu Kifayah bagi jenazah perempuan. “Dengan meningkatnya jumlah bilal mayit perempuan yang memiliki pemahaman Fardu Kifayah sesuai syariat, kita berharap masyarakat lebih siap dan tenang dalam menghadapi kewajiban ini,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperkokoh keimanan dan kepedulian masyarakat terhadap kewajiban Fardu Kifayah, terutama bagi kalangan perempuan.

Ketua Umum MUI Sumut Ucapkan Selamat Hari Pahlawan: “Mari Menjadi Penerus Perjuangan yang Terbaik”

Medan, muisumut.or.id, 10 Novemver 2024 — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Dalam pesan yang disampaikan kepada Tim Infokom MUI Sumut pada Ahad (10/11/2024), Buya Maratua menyatakan penghormatan dan doa bagi para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

“Perkenankan seluruh Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara dengan ini mengucapkan selamat Hari Pahlawan Nasional,” ujar Buya Maratua. Ia mendoakan agar arwah para syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia diterima di sisi Allah SWT dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Buya Maratua menekankan pentingnya peran generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan. Ia mengajak seluruh umat, khususnya kaum muda, untuk memperkuat semangat nasionalisme dan berkontribusi positif bagi bangsa, agama, dan umat. “Semoga kita semua sebagai penerusnya diberikan kekuatan lahir dan batin untuk menjadi penerus perjuangan yang terbaik. Terbaik bagi bangsa, terbaik bagi agama, dan terbaik bagi seluruh umat di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam peringatan ini, Buya Maratua juga mengingatkan bahwa nilai-nilai kepahlawanan harus terus ditanamkan dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Semangat juang mereka hendaknya menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman dan memperkokoh persatuan serta keharmonisan di tengah masyarakat.

MUI Sumut Kampanyekan Ukhuwah Islamiyah untuk Pelajar Islam di Sumatera Utara

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melalui Bidang Ukhuwah Islamiyah mengadakan kegiatan pembinaan bagi pelajar Islam pada Sabtu, 9 November 2024, bertempat di Yayasan Islamic Center Medan Estate, Percut Sei Tuan. Acara ini bertujuan memperkuat persaudaraan di kalangan pelajar Islam untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang maju dan damai.

Dengan mengusung tema “Melalui Kampanye Ukhuwah Islamiyah Bagi Pelajar Islam di Sumatera Utara Kita Wujudkan Masa Depan Indonesia yang Maju dan Damai”, kegiatan ini dihadiri oleh 100 siswa setingkat Aliyah. Drs. Muhammad Hatta, M.Si, melalui Sekretaris Bidang Ukhuwah Drs. T. Darmansyah, M.Si, menyampaikan bahwa program ini telah lama direncanakan dan kini terlaksana berkat sinergi yang baik antara MUI Sumut dan Yayasan Islamic Center.

Drs. T. Darmansyah, M.Si, menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter pelajar Islam yang berlandaskan nilai-nilai ukhuwah islamiyah. “Pelajar perlu diberdayakan dengan pengetahuan yang komprehensif agar mereka mampu menerapkan prinsip-prinsip ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, kampus, tempat kerja, maupun di rumah. Penanaman nilai-nilai kejujuran dan rasa hormat terhadap sesama menjadi fondasi utama,” ungkapnya.

Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua MUI Sumut, Dr. H. Arso, yang memberikan apresiasi atas inisiatif pembinaan ini. Ia berharap bahwa kerja sama antara MUI Sumut dan pihak sekolah dapat terus berlanjut untuk mendukung pembinaan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang menghargai keragaman.

Ketua Yayasan Islamic Center, Drs. H. A. Mu’in Isma Nasution, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan pentingnya pembinaan bagi seluruh siswa di Yayasan Islamic Center (YIC). “YIC memiliki sekitar 1.300 siswa dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah, termasuk siswa yang mondok dan yang tidak mondok. Semoga kegiatan pembinaan seperti ini bisa berkelanjutan ke depannya,” ujar H. Mu’in Isma Nasution.

Pembinaan ukhuwah islamiyah bagi pelajar ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai persaudaraan Islam dan kejujuran serta mempererat hubungan antar pelajar untuk berperan aktif dalam membangun Indonesia yang lebih harmonis dan sejahtera.

KPU Sumatera Utara Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Medan, muisumut.or.id.,  9 November 2024 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di wilayah Sumatera Utara. Hal ini seharusnya disampaikan oleh Ketua KPU Provinsi Sumatera Utara, Agus Arifin, namun diwaklili oleh Ibu Evi Ratima Hafsah, SH, M,.HUm dalam acara dialog interaktif bertema “Pendidikan Politik bagi Perempuan” yang diadakan oleh Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut di Aula MUI Sumut.

Dalam paparannya, Ibu Evi menjelaskan bahwa KPU Sumut telah membentuk berbagai badan ad hoc untuk memastikan kelancaran Pilkada di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara. KPU telah menugaskan sebanyak 2.275 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 18.300 Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta 176.561 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Selain itu, 41.406 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga telah siap ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Sumatera Utara​.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan Pilkada yang adil, transparan, dan demokratis sesuai dengan prinsip Luber Jurdil, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa KPU akan memastikan seluruh logistik pemilihan, seperti surat suara dan bilik suara, didistribusikan ke setiap TPS dengan baik dan tepat waktu.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU Sumut akan melaksanakan sosialisasi pemilu kepada masyarakat, termasuk perempuan, guna mendorong peran aktif mereka dalam proses demokrasi. Berdasarkan data KPU, setiap TPS akan melayani maksimal 600 pemilih, dan pemilih diwajibkan membawa surat pemberitahuan serta KTP-el atau surat keterangan untuk dapat menggunakan hak suaranya di TPS​

Dengan kesiapan ini, KPU Sumatera Utara optimistis bahwa Pilkada 2024 akan berlangsung lancar dan memberikan hasil yang berkualitas sesuai dengan harapan seluruh masyarakat.

Prof. Hasyim Sampaikan Problematika Hukum dan Efektivitas Demokrasi dalam Pilkada

0

Medan, muisumut.or.id., 9 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar dialog interaktif bertajuk “Problematika Hukum dan Efektivitas Pelaksanaan Demokrasi dalam Pilkada Serentak” yang diadakan di Aula MUI Sumut. Kegiatan ini diisi oleh Prof. Dr. Hasim Purba, S.H., M.Hum., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), yang memaparkan berbagai isu penting seputar Pilkada serentak, khususnya dari sisi hukum dan peran lembaga terkait dalam mengawasi jalannya demokrasi.

Dalam presentasinya, Prof. Hasim menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara hukum (rechtstaat) harus mengedepankan konstitusi sebagai landasan utama dalam setiap aspek pemerintahan. Menurutnya, “Konstitusi menjadi rule of game dalam menentukan kebijakan dan manajemen seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Prof. Hasim juga menjelaskan bahwa Pilkada serentak yang akan digelar di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota di Indonesia tahun ini merupakan bagian dari agenda politik besar 2024 yang mencakup Pemilu dan Pilkada. Ia menyoroti pentingnya peran lembaga penyelenggara seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam memastikan proses yang bersih, jujur, dan adil.

Dalam dialog tersebut, Prof. Hasim mengungkapkan bahwa sejumlah tantangan besar masih harus diantisipasi, seperti independensi penyelenggara, validasi data pemilih, serta netralitas aparatur negara. Ia juga menyoroti potensi permasalahan seperti politik uang, hoaks, dan kampanye hitam yang dapat merusak integritas Pilkada. “Pengawasan ketat dari Bawaslu serta partisipasi masyarakat sipil sangat diperlukan untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis,” ujar Prof. Hasim.

Lebih lanjut, Prof. Hasim memaparkan tahapan penyelenggaraan Pilkada yang telah ditetapkan KPU, mulai dari pendaftaran calon hingga penghitungan suara yang akan berlangsung pada 27 November hingga 16 Desember 2024. Dalam hal ini, Prof. Hasim menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas di semua tahap penyelenggaraan agar hasil Pilkada dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Kegiatan dialog ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat, terutama perempuan, dalam menjalankan hak-hak politiknya secara bijak dan bertanggung jawab, sesuai dengan tema “Pendidikan Politik Bagi Perempuan.”

MUI Sumut Gelar Dialog Interaktif Pendidikan Politik Bagi Perempuan

0

Medan, muisumut.or.id., 09 November 2024 – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan Dialog Interaktif bertajuk “Pendidikan Politik bagi Perempuan” pada Sabtu, 9 November 2024. Acara ini bertujuan memperkaya wawasan politik bagi kaum perempuan dengan menekankan pentingnya moralitas dalam berpolitik dan pemilihan kepala daerah yang bermartabat.

Dra. Rusmini, MA, Ketua Bidang KPRK, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman terkait aturan dan tata cara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. “Kita ingin perempuan dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab dan memahami aturan yang berlaku. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk menyebarluaskan pentingnya politik yang bermoral, sehingga kita semua dapat menggunakan hak pilih kita secara bermartabat dan bijaksana,” ungkap Rusmini.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak, hadir sebagai keynote speaker dan menyampaikan sambutannya dengan menceritakan pengalamannya dalam mempertimbangkan masuk ke dunia politik praktis. Beliau mengenang saat pertama kali diminta untuk terjun ke politik praktis oleh institusi IAIN, dan dirinya memutuskan untuk bertanya kepada gurunya, Tuan Syekh Halim Hakim dari Pesantren Mustafawiyah. Dalam pertemuan tersebut, Syekh Halim Hakim menanggapi pertanyaan Maratua dengan bijaksana, “Apa gunanya menurut kamu?” Dr. Maratua pun menjawab, “Selama ini saya berkhutbah, tapi khutbah saya tidak punya pengaruh politik. Namun, jika saya berbicara sebagai anggota DPR, tentu ceramah saya akan lebih berpengaruh.” Mendengar itu, Syekh Halim memberikan restu, mengatakan, “Jika ada manfaatnya, silakan.”

Dalam acara yang dihadiri para tokoh perempuan, akademisi, dan aktivis, Dr. Maratua juga menegaskan bahwa politik adalah bentuk siyasah dan strategi. “Politik bukan semata-mata tentang kekuasaan, namun merupakan bagian dari usaha memperjuangkan nilai-nilai yang baik untuk kemaslahatan umat. Perempuan harus berperan aktif dan memiliki pengetahuan politik agar mampu memberi dampak positif,” tambahnya.

Dialog ini yang mengahadirkan Narasumber pertama Prof. Dr. Hasyim Purba, M.Hum yang membicarakan Problematika Hukum dan Efektifitas Pelaksanaan Demokrasi dalam Pilkada Serentak dan Ketua KPU Sumut, Agus Arifin yang mesosialisasikan Pelaksanaan Pilkada Serentak. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi perempuan untuk semakin aktif dan terdidik dalam bidang politik, serta berkontribusi dalam pemilihan yang adil, moral, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

MUI Sumut Hadiri Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme Kodam I Bukit Barisan

Medan, muisumut.or.id., 8 November 2024 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam acara Pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) bertema Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Darat Kodam I Bukit Barisan, Jumat (8/11). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam upaya menangkal paham radikalisme dan separatisme yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa.

Drs. Muhammad Hatta, M.Si, selaku Ketua Bidang Ukhuwah MUI Sumut, hadir mewakili Ketua Umum MUI Sumut. Dalam keterangannya, Hatta menekankan pentingnya acara ini sebagai upaya nyata untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan meneguhkan komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan.

“Acara ini sangat penting sebagai wadah untuk membangun kesadaran bersama dalam menghadapi paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan kita. MUI mendukung penuh kegiatan semacam ini yang menumbuhkan semangat persatuan dan memperkuat ukhuwah di antara seluruh elemen masyarakat,” ujar Hatta.

Hatta juga menambahkan bahwa peran ulama dan tokoh agama sangatlah krusial dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menekankan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan cinta tanah air. Menurutnya, radikalisme dan separatisme dapat dicegah apabila seluruh pihak, termasuk TNI, MUI, dan masyarakat, berkolaborasi secara aktif dalam pembinaan mental dan keagamaan yang sehat dan seimbang.

Selain itu, Kodam I Bukit Barisan menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara TNI, MUI, dan berbagai organisasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Sumatera Utara. Acara ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keutuhan NKRI dan membangun ketahanan nasional yang kokoh di tengah tantangan era globalisasi.

Pembinaan Komsos yang dilaksanakan ini juga menampilkan paparan dari para pakar dan praktisi, termasuk dari pihak TNI, yang membahas strategi dan langkah-langkah preventif dalam menghadapi isu radikalisme dan separatisme. Di akhir acara, seluruh peserta sepakat untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor demi menciptakan Indonesia yang aman, damai, dan bersatu.

Fakta Unik Negara Uzbekistan

muisumut.or.id, 7 November 2024, Berikut adalah fakta-fakta unik tentang Uzbekistan, negara yang penuh sejarah Islam dan memiliki hubungan erat dengan Indonesia, tentunya ini adalah bersifat subjektif dari pengamatan dan pembelajaran perjalanan Rihlah Ilmiah ke Uzbekistan:

  1. Pusat Peradaban Islam dan Ilmuwan Terkenal
    Uzbekistan adalah tempat lahirnya beberapa ilmuwan besar Islam, seperti Imam Bukhari, ahli hadis terkemuka; Ibnu Sina, bapak kedokteran modern; dan Bahauddin Naqshband, pendiri tarekat Naqshbandiyah. Mereka berperan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan spiritualitas Islam.
  2. Warisan Arsitektur yang Megah
    Kota-kota bersejarah seperti Samarkand, Bukhara, dan Khiva dihiasi oleh bangunan megah yang menjadi saksi kejayaan era Jalur Sutra. Masjid, madrasah, dan mausoleum yang berdiri di kota-kota ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dan memukau dengan keindahan arsitektur Islamnya.
  3. Destinasi Ziarah yang Kaya
    Uzbekistan adalah salah satu destinasi ziarah populer bagi Muslim, termasuk dari Indonesia. Negara ini memiliki makam tokoh-tokoh besar seperti Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, dan Bahauddin Naqshband, pendiri tarekat Naqshbandiyah. Selain itu, makam Imam Al-Maturidi, tokoh penting dalam akidah Islam yang dianut banyak Muslim Indonesia, juga berada di sini.
  4. Larangan Berjilbab di Masa Lalu dan Larangan Bercadar
    Meskipun penduduknya mayoritas Muslim, Uzbekistan pernah memberlakukan larangan bagi perempuan untuk mengenakan jilbab di bawah pemerintahan presiden pertama,  Islam Karimov  ketika kebijakan agama sangat dikontrol. Saat ini pada masa pemerintahan Shavkat Mirziyoyev pemakaian jilbab dibolehkan namun pemakaian cadar dilarang sejak Oktober 2023. Maka kita akan terbiasa melihat perempuan disana  tidak berjilbab
  5. Minim Pengetahuan Bahasa Arab dan kemampuan membaca al Quran
    Meskipun merupakan negara mayoritas Muslim, banyak orang Uzbekistan yang tidak bisa berbahasa Arab dan tidak mampu membaca alquran.  Hal ini  disebabkan oleh masa pemerintahan Soviet yang menghambat pendidikan agama. Bahkan seluruh madrasah dijadikan pabrik dan gudang
  6. Budaya Ibadah di Rumah untuk Wanita
    Dalam budaya Uzbekistan, wanita lebih sering melakukan ibadah di rumah dibandingkan di masjid, meskipun kini ada perubahan bertahap untuk mengizinkan wanita beribadah di masjid secara terbuka.
  7. Pariwisata yang Semakin Berkembang
    Uzbekistan kini lebih terbuka terhadap pariwisata, berbeda dari masa presiden pertama, ketika kebijakan negara sangat ketat. Saat ini, Uzbekistan menjadi destinasi menarik bagi wisatawan internasional yang ingin menyelami sejarah dan budaya Islam.
  8. Harga-harga yang Mirip dengan Indonesia
    Nilai tukar mata uang Uzbekistan dan harga-harga barang di negara ini hampir setara dengan Indonesia, menjadikannya destinasi yang ramah bagi wisatawan Indonesia.
  9. Negara Tanpa Akses Lautan
    Uzbekistan adalah negara yang terkurung daratan, tanpa akses ke laut. Negara ini dikelilingi negara-negara daratan di Asia Tengah, menjadikannya salah satu negara besar tanpa garis pantai.
  10. Danau Aral yang Mengering
    Danau Aral, yang pernah menjadi salah satu danau terbesar di dunia, kini kering akibat eksploitasi air untuk pertanian kapas sejak era Soviet, yang menyebabkan masalah lingkungan besar di wilayah tersebut.
  11. Usia Kemerdekaan yang Relatif Muda Namun Memiliki Percaya Diri yang Tinggi
    Uzbekistan meraih kemerdekaannya pada tahun 1991, setelah bubarnya Uni Soviet, menjadikannya negara yang merdeka jauh setelah Indonesia, dengan usia kemerdekaan yang masih sekitar 30 tahun. Namun mereka sangat bangga dengan negara mereka yang penuh dengan peradaban.
  12. Khutbah yang Diseragamkan oleh Pemerintah
    Di Uzbekistan, khutbah Jumat diseragamkan dan disalurkan oleh kantor Mufti negara, memastikan bahwa pesan yang disampaikan di seluruh masjid pemerintah memiliki keseragaman.
  13. Salam Hormat dalam Interaksi Sehari-hari
    Masyarakat Uzbekistan, yang mayoritas Muslim, memiliki tradisi unik dalam menyapa. Mereka selalu memberikan salam saat bertemu dan meletakkan tangan kanan di dada kiri sebagai tanda penghormatan, menunjukkan keramahan dan rasa hormat kepada orang lain.

Demikianlah beberapa keunikan yang dijumpai, tentunya masih banyak keunikan yang lainnya. silahkan dilengkapi