Sunday, March 8, 2026
spot_img
Home Blog Page 66

Optimalisasi Program: Rapat Pleno MUI Sumut Bahas Kegiatan Antar Komisi

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar rapat pleno pada Rabu (10/07/24) di Aula Kantor MUI Sumut. Rapat Pleno yang dihadiri oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara, Wakil Ketua Umum, serta para Ketua/Sekretaris Bidang dan Ketua/Sekretaris Komisi. Rapat ini diikuti oleh 12 komisi dengan tujuan agar kegiatan antar bidang/komisi dapat bersinergi dan harmonis sehingga MUI Sumut dapat lebih bermanfaat di tengah umat Islam.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua, menyampaikan bahwa pembahasan kegiatan ini sangat penting agar kegiatan MUI Sumut lebih terarah, memiliki sinergitas, dan harmonitas. “Ini juga menjadi bahan evaluasi rancangan kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan,” ujarnya.

Komisi Fatwa MUI Sumut secara konsisten melaksanakan sidang rutin setiap hari Selasa dari pukul 10.00 hingga 12.00. Sidang ini bertujuan untuk membahas berbagai isu keagamaan yang memerlukan fatwa. Selain itu, setiap akhir bulan, kecuali pada bulan Ramadhan, Komisi Fatwa juga mengadakan muzakarah pada setiap Ahad. Untuk memperkuat kompetensi komisi fatwa di tingkat kabupaten/kota, Komisi Fatwa mengadakan pelatihan khusus pembuatan fatwa. Mereka juga berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Halal untuk memastikan semua kegiatan sesuai dengan standar halal yang berlaku.

Komisi Dakwah MUI Sumut berfokus pada penelitian pemetaan dakwah di Sumatera Utara, dengan tujuan menciptakan dakwah yang religius dan bermartabat. Mereka juga menyediakan dai untuk daerah-daerah minoritas, memastikan bahwa pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan ke seluruh penjuru wilayah.

Komisi Ukhuwah Islamiyah aktif dalam melaksanakan program Kader Penggerak Ukhuwah yang bertujuan mempererat persaudaraan antar umat Islam. Mereka juga melakukan pembinaan Ukhuwah Islamiyah untuk pelajar Islam serta mengadakan kampanye ukhuwah di kalangan pelajar, menanamkan nilai-nilai persatuan dan kebersamaan sejak dini.

Komisi Pendidikan, Pemuda dan Kaderisasi MUI Sumut mengadakan berbagai pelatihan dan pembelajaran dengan metode fun & active learning, serta lokakarya pemberdayaan manajemen MDTA di seluruh Sumatera Utara. Mereka juga menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi wirausaha bagi pemuda dan remaja, mendorong generasi muda untuk menjadi lebih mandiri dan kreatif.

Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan  MUI Sumut melakukan penelitian terhadap ajaran dan paham yang menyimpang, serta pengkajian masalah-masalah aktual yang relevan dengan kondisi masyarakat. Hasil dari penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Al Kaffah, menjadi referensi bagi umat Islam di Sumatera Utara.

Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama berperan penting dalam memfasilitasi dialog moderasi beragama, serta meneguhkan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui berbagai dialog dan diskusi, mereka berupaya menciptakan keharmonisan antar umat beragama.

Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga secara rutin mengadakan pengajian bulanan setiap Sabtu ketiga pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Mereka juga mengadakan pengajian bersama remaja, serta pengajian di Lembaga Pemasyarakatan. Selain itu, mereka berfokus pada peningkatan akses, mutu, dan relevansi pendidikan bagi perempuan, serta mengadakan rapat koordinasi dengan Komisi Perempuan di tingkat kabupaten/kota.

Komisi Informatika dan komunikasi MUI Sumut berkomitmen untuk menerbitkan majalah edisi 8 dan 9 pada tahun ini, serta mendukung seluruh kegiatan DP MUI dan komisi lainnya. Mereka mempublikasikan berita di website muisumut.or.id, melakukan live streaming di YouTube, dan memfasilitasi podcast di studio Kewa MUI Sumut, memastikan informasi dapat diakses oleh masyarakat luas.

Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI Sumut mengadakan Pameran Internasional Teknologi Pertanian, pelatihan entrepreneur muslim, serta seminar ekonomi. Mereka juga menyelenggarakan pameran produk unggulan UMKM Sumut, mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Komisi Hukum, HAM, dan Perundang-undangan MUI Sumut aktif dalam sosialisasi penyuluhan hukum wakaf dan undang-undang haji dan umrah. Mereka juga mengadakan rapat koordinasi untuk memastikan semua program berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) menjajaki peluang kerjasama dengan Pusat Informasi Pendidikan Luar Negeri dan mengadakan pelatihan bahasa asing, membuka kesempatan bagi umat Islam di Sumatera Utara untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mereka.

Bidang Sosial dan Bencana MUI Sumut memberikan pelatihan keagamaan kepada pengelola panti asuhan, serta penyuluhan tanggap bencana dari perspektif agama. Mereka juga mengadakan seminar tentang kebencanaan dan membuat media promosi sadar lingkungan, mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup di Sumatera Utara.

Dengan adanya rapat pleno ini, diharapkan seluruh komisi dan bidang di MUI Sumut dapat bekerja lebih sinergis dan harmonis untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat Islam di Sumatera Utara.

Tanaman Hidroponik Jadi Primadona di Bazar UMKM Peringatan Muharram 1446 H

0

Medan, muisumut.or.id – Dalam rangka memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan bazar UMKM selama dua hari, dari Ahad hingga Senin, 7-8 Juli 2024. Bazar yang berlangsung di pelataran Kantor MUI Sumut ini menampilkan berbagai produk unggulan dari para pelaku UMKM, namun tanaman hidroponik atau urban farm milik Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut menjadi primadona.

Tanaman hidroponik yang dipamerkan dan dijual di bazar ini menarik perhatian pengunjung dengan kualitasnya yang tinggi dan harga yang terjangkau. Sayuran segar dijual dengan harga hanya Rp 5.000, sementara bibit daun seledri dan daun mint juga sangat diminati oleh pengunjung. Direktur P2WP, Akmaluddin Syahputra, menyatakan komitmennya untuk terus memajukan bisnis wakaf produktif di MUI Sumut.

“Kami berkeinginan untuk terus memajukan bisnis wakaf produktif di MUI Sumut. Insya Allah, ke depan kita akan mengembangkan bisnis wakaf ini di luar kompleks MUI Sumut,” ujar Akmaluddin.

Urban farm milik MUI Sumut yang berlokasi di lantai 4 gedung Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) memiliki 6.600 lubang tanam. Program urban farming ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan sayuran segar dan sehat bagi masyarakat, tetapi juga memberdayakan wakaf produktif sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Selain tanaman hidroponik, P2WP juga mengakomodir UMKM yang tergabung dalam “Komunitas 99 UMKM”. Dalam komunitas ini, telah tergabung 19 UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kerajinan peci, aksesoris, makanan ringan, minuman, hingga sabun. Keberagaman produk yang ditampilkan semakin menambah semarak bazar dan memberikan banyak pilihan bagi pengunjung.

Para pengunjung bazar terlihat antusias dengan berbagai produk yang ditawarkan. Salah satu pengunjung, Siti, mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan tanaman hidroponik karena selain segar, juga mudah untuk ditanam di rumah. “Saya membeli bibit daun seledri dan daun mint karena praktis dan bisa ditanam di pekarangan rumah. Harganya juga sangat terjangkau,” kata Siti.

Bazar UMKM yang diselenggarakan oleh MUI Sumut ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan inovasi pertanian modern kepada masyarakat. Tanaman hidroponik yang ditampilkan oleh P2WP menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pertanian bisa diterapkan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan biaya terjangkau.

Manager Urban Farm MUI Sumut, Adil Ritonga, SH, menyatakan bahwa urban farm ini juga menjadi wadah pelatihan kewirausahaan bagi pelajar, mahasiswa, dan pemuda/i Islam. “Melalui program pelatihan kewirausahaan ini, kami berharap dapat membekali generasi muda dengan keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka, serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah,” ujar Adil Ritonga.

Dengan adanya dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan bisnis wakaf produktif seperti yang dikembangkan oleh P2WP MUI Sumut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat. Kegiatan bazar ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga dan mengembangkan wakaf produktif sebagai sumber kesejahteraan bersama.

Puncak Peringatan Tahun Baru Islam MUI Sumut Ditandai Peletakan Batu Pertama Gedung LPPOM, PKU Wanita, dan Laboratorium Astronomi

Medan, muisumut.or.id – Pada kegiatan puncak peringatan Gebyar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara di pelataran Kantor MUI Sumut, Senin (8/7/2024), selain peluncuran Kalender Hijriah, juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru. Gedung ini akan menjadi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), Pendidikan Kader Ulama (PKU) Wanita, serta Laboratorium Astronomi MUI Sumut.

“Dengan Bismillah, gedung berlantai empat di atas lahan seluas 200 meter persegi ini akan mulai dibangun dengan perkiraan biaya sebesar Rp 5 miliar. Semoga Allah memberikan kemudahan agar niat ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ketua Pembangunan, Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin MS, kepada Tim Infokom MUI Sumut, Senin (8/7).

Prof. Basyaruddin mengakui bahwa pembangunan gedung baru ini bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan niat tulus dan keyakinan bahwa MUI sebagai pengayom umat, pembangunan ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dalam beberapa waktu ke depan.

Beliau juga menekankan bahwa pembangunan gedung ini sangat mendesak, terutama terkait dengan produk halal. Konsumsi umat seringkali dikelilingi oleh produk yang samar atau syubhat status kehalalannya. Oleh karena itu, laboratorium makanan dan minuman yang memadai sangat dibutuhkan untuk melindungi umat dari produk yang meragukan.

Selain itu, MUI Sumut yang telah melaksanakan Pendidikan Tinggi Kader Ulama untuk pria, kini melihat kebutuhan yang mendesak untuk pendidikan kader ulama wanita secara intensif. “Targetnya adalah agar kader ulama wanita ini dapat menguasai ilmu keislaman secara komprehensif, sekaligus sebagai proses regenerasi ulama wanita dan menjawab kebutuhan ulama wanita di tengah masyarakat,” jelas Prof. Basyaruddin.

Di lantai atas gedung ini juga akan dibangun fasilitas rukyatul hilal yang bisa digunakan untuk penetapan awal Hijriah, Idulfitri, dan Iduladha, yang setiap tahun dilaksanakan secara rutin oleh Kanwil Kementerian Agama Sumut bersama Pemprovsu dan lintas sektoral terkait.

“Semoga Allah memberikan kemudahan dalam proses pembangunan gedung ini agar dapat dimanfaatkan demi kemajuan serta kemashlahatan umat,” harap Prof. Basyaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengimbau para aghniya, donatur, dan pejabat pemerintah untuk berpartisipasi dalam mendukung proses pembangunan ini melalui sumbangan tidak mengikat, baik berupa material seperti semen, pasir, batu bata, maupun sumbangan dana yang dapat ditransfer ke rekening Panitia Pembangunan Gedung MUI Sumut di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7237 0932 07, atau diantar langsung ke Bendahara Pembangunan di Gedung LPPOM MUI Lantai-2, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan.

(S. Ramadhan)

Ketua Umum MUI Sumut Kunjungi Kompleks Nasyrul Quran di Putrajaya

muisumut.or.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, bersama rombongan dari Rahmat Foundation, melakukan kunjungan ke Kompleks Nasyrul Quran di Presint 14, Putrajaya. Kunjungan selama tiga hari ini dimulai pada Jumat, 5 Juli hingga Ahad, 7 Juli 2024. Kompleks ini merupakan pusat pencetakan Al-Quran terbesar kedua di dunia, setelah Pusat Percetakan Al-Quran Al-Malik Fahd di Madinah.

Nama ‘Nasyrul Quran’ diilhamkan dari bahasa Arab yang berarti ‘Penyebaran Al-Quran’. Kompleks ini menargetkan pencetakan satu juta naskah Al-Quran per tahun, dengan 70 persen untuk kebutuhan domestik dan sisanya diwakafkan ke negara-negara yang memerlukannya. Fasilitas di kompleks ini mencakup galeri pameran, ruang latihan keterampilan, bilik rapat, surau, kafeteria, galeri untuk melihat proses pencetakan, serta kantor administrasi dan manajemen.

Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap fasilitas dan efisiensi dari Kompleks Nasyrul Quran. “Kompleks ini adalah contoh luar biasa dari bagaimana teknologi dan dedikasi dapat digabungkan untuk menyebarkan firman Allah ke seluruh dunia. Kami menerima Al-Quran yang ditashih oleh Kementerian Agama RI dan berbahasa Indonesia, namun dicetak di sini, serta dalam 30 bahasa lainnya,” ujarnya kepada Tim Infokom MUI Sumut

Dr. Maratua juga mewakafkan seluruh Al-Quran yang diperolehnya dari kunjungan tersebut kepada MUI Sumut pada peringatan 1 Muharram 1446 di pelataran MUI Sumut.

Dalam rombongan tersebut, turut serta beberapa ulama Sumatera Utara, termasuk Dr. Mohd. Hatta, Ketua Baznas sekaligus salah satu Ketua MUI Sumut, serta Dr. Hasan Matsum, Ketua Umum MUI Kota Medan.

Kunjungi Replika Sejarah Rasulullah

Selain mengunjungi Kompleks Nasyrul Quran, rombongan juga mengunjungi Kompleks Seni Islam Antarabangsa Selangor di Shah Alam, yang terkenal di kalangan pelancong lokal dan internasional sebagai pusat perkembangan seni Islam berlandaskan nilai-nilai ajaran Al-Quran.

Kompleks Seni Islam Antarabangsa Selangor, yang berlokasi di tengah kota Shah Alam dan bersebelahan dengan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, kaya akan nilai warisan ketamadunan dan seni Islam. Kompleks ini tidak hanya memamerkan seni Islam tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai ajaran Al-Quran melalui berbagai kegiatan dan pameran.

“Kunjungan ke Kompleks Seni Islam Antarabangsa Selangor memberikan wawasan berharga tentang bagaimana warisan seni dan budaya Islam dapat dipertahankan dan dikembangkan dalam konteks modern,” kata Dr. Maratua. Ia menambahkan bahwa pengalaman dari kunjungan ini akan membawa inspirasi baru bagi upaya MUI Sumut dalam memperkuat penyebaran Al-Quran dan pengembangan seni Islam di Sumatera Utara.

Kunjungan ini diharapkan dapat membawa inspirasi dan semangat baru bagi MUI Sumatera Utara dan Rahmatsyah Foundation dalam upaya mereka untuk meningkatkan penyebaran Al-Quran dan pengetahuan Islam di Indonesia.

15 Tahun Konsistensi: MUI Sumut Luncurkan Kalender Hijriah 1446 H

 

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) kembali meluncurkan Kalender Hijriah untuk tahun 1446 H. Peluncuran kalender ini merupakan tradisi yang telah berlangsung selama 15 tahun, sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Tim Kalender Hijriah, Dr. H. Arso, SH, MH.

Acara peluncuran yang digelar pada Senin (8/7) ini merupakan bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Dr. H. Arso yang menyerahkan kalender tersebut kepada perwakilan Pj Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I/BB, Kapoldasu, Kajatisu, Kakanwil Kemenag Sumut H Ahmad Qosbi, Ketua Baznas Sumut, ulama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. H. Arso mengungkapkan bahwa peluncuran kalender Hijriah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya MUI Sumut untuk terus memberikan manfaat bagi umat Islam di Sumatera Utara. “Selama 15 tahun, kami telah berupaya menyediakan kalender Hijriah yang tidak hanya sebagai penanda waktu, tetapi juga sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya.

Peluncuran kalender Hijriah ini juga diharapkan dapat menjadi doa dan harapan agar umat Islam selalu diberikan umur panjang, keberkahan, dan kesehatan untuk terus beramal dan berbuat kebaikan. “Kalender ini kami harapkan dapat menjadi panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang lebih baik dan lebih terarah sesuai dengan ajaran Islam,” tambah Dr. H. Arso.

Pj Gubernur Sumatera Utara, Dr. Drs. A. Fatoni M.Si, melalui Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Ir. Muhammad Effendy Pohan MSi, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif MUI Sumut ini. “Kami sangat mendukung peluncuran kalender Hijriah ini dan berharap semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk introspeksi diri dan melakukan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Effendy.

Ketua Umum MUI Sumut, KH Dr. Maratua Simanjuntak, dalam kesempatan yang sama, menegaskan pentingnya semangat Tahun Baru Islam untuk mendorong umat Islam di Sumatera Utara agar bangkit menjadi lebih maju dan lebih baik. “Kami berharap kalender Hijriah ini dapat menjadi inspirasi bagi umat untuk terus memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebajikan,” tuturnya.

Dengan peluncuran kalender Hijriah 1446 H ini, MUI Sumut berharap dapat terus melanjutkan tradisi yang telah berjalan selama 15 tahun, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kehidupan beragama yang lebih baik di Sumatera Utara.

Puncak Peringatan Tahun Baru Islam MUI Sumut: Pj Gubsu Ajak Umat Bertransformasi Menjadi Lebih Baik dari Masa Lalu

Medan, muisumut.or.id,  – Pj Gubernur Sumatera Utara, Dr. Drs. A. Fatoni M.Si, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Ir. Muhammad Effendy Pohan MSi, mengajak seluruh umat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momen introspeksi diri serta melakukan transformasi untuk menjadi lebih baik dari masa sebelumnya. Ajakan ini disampaikan dalam puncak peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Sumut pada Senin (8/7).

Dalam sambutannya, Gubsu menekankan bahwa esensi dari transformasi diri adalah bagaimana keberadaan diri kita dapat memberikan manfaat, terutama kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Peluncuran kalender Hijriah diharapkan menjadi doa agar umat Islam diberikan umur panjang dan keberkahan untuk melakukan hal-hal bermanfaat, serta diberikan kesehatan dan kelancaran dalam beramal dan berbuat kebaikan.

“Saya mengajak umat untuk menjadikan semangat Tahun Baru Hijriah ini sebagai ajang mempertebal iman, memperbanyak ibadah, serta membiasakan diri berbuat baik untuk meraih ridha Allah SWT,” ujar Gubsu.

Puncak peringatan ini ditandai dengan peluncuran Kalender Hijriah oleh Ketua Tim, Dr. H Arso SH., MH, yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan PJ Gubsu, Pangdam I/BB, Kapoldasu, Kajatisu, Kakanwil Kemenag Sumut H Ahmad Qosbi, Ketua Baznas Sumut Porh. Dr. H. Mohd Hatta, ulama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Ketua Umum MUI Sumut, KH Dr. Maratua Simanjuntak, menyampaikan harapannya agar semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah menjadi spirit bagi umat untuk bangkit menjadi lebih maju, lebih baik, dan lebih mulia dibandingkan masa sebelumnya.

Ketua MUI juga meminta umat untuk memberikan dukungan pada dua agenda besar yang akan segera dilaksanakan di Sumatera Utara, yaitu tahun politik dengan akan digelarnya pesta demokrasi dan tahun olahraga melalui pesta olahraga dimana Sumut bersama Aceh akan menjadi tuan rumahnya. “Untuk PON, insya Allah dukungan pemerintah akan menjadikan pesta olahraga tersebut berjalan dengan baik,” ungkap Maratua.

Khusus untuk tahun politik ini, diharapkan Sumut tetap kondusif pada Pilkada Sumut maupun kabupaten/kota, berkat partisipasi aktif umat agar prosesnya berjalan jujur, aman, lancar, dan kondusif untuk melahirkan pemimpin yang beriman, bertakwa, serta berpihak kepada rakyat.

“Semoga Allah menentukan takdirnya untuk terpilihnya pemimpin yang melaksanakan amanah sesuai ridha Allah,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Ketua MUI mengajak umat untuk berdoa agar Islam semakin jaya dan kokoh berkat dukungan orang berilmu yang konsisten mengamalkan ajaran agama sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah semaksimal mungkin.

Tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Salman Tanjung, MPd, yang juga Ketua MUI Kabupaten Asahan. Ia menyampaikan harapan dan doa agar umat Islam secara istikamah melaksanakan kebaikan demi mencapai kebaikan hidup di dunia dan akhirat kelak. (S. Ramadhan)

Tiga Ekonom Sumut Narsum Talkshow Gebyar Muharram 1446 H MUI Sumut

0

muisumut.or.id, Medan, 7 Juli 2024 – Tiga ekonom terkemuka dengan latar belakang berbeda dari Sumatera Utara menjadi narasumber dalam Talkshow memeriahkan Gebyar Muharram 1446 Hijriah MUI Sumut, Ahad (7/7/2024). Mereka adalah Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Sumut, Drs. Putrama Alkhairi; Wakil Ketua Kadin Sumut, Isfan F. Fachruddin; dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, HM Husni.

Perhelatan yang digelar di halaman Kantor MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Nomor 3 Medan, mendapat perhatian besar dari peserta talkshow. Sesi diskusi dipenuhi dengan banyak pertanyaan dari peserta terkait program pengembangan ekonomi Islam secara konkret, terpadu, dan berkelanjutan.

Ketua PINBAS Sumut, Putrama Alkhairi, mengajak umat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah sebagai semangat dan tenaga dorong besar umat dalam meraih keunggulan di bidang ekonomi serta bidang penting lainnya. “Sangat banyak peluang kemajuan yang harus dimanfaatkan umat demi tercapainya kemajuan, kejayaan, serta kesejahteraan umat yang hakiki,” ujar Putrama.

Wakil Ketua Kadin Sumut, Isfan F. Fachruddin, berbagi pengalamannya dalam proses pembangunan Rusunawa di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Ia menjelaskan bahwa kemitraan yang saling menguntungkan dengan pelaku UMKM sangat membantu, terutama dalam pengadaan kebutuhan makan (katering), laundry, token listrik, dan kebutuhan penting lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa peluang usaha kecil menengah untuk maju dan berkembang sangat besar, sepanjang kita secara aktif meningkatkan kompetensi diri di segala bidang, khususnya IT, manajemen, dan lainnya.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan yang juga Ketua Tani Merdeka Indonesia Sumut, HM Husni, meminta umat untuk menjadikan momentum hijrah sebagai tekad bersama umat Islam untuk meraih kejayaan serta kemajuan di segala bidang. “Kita menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. Namun dengan tekad untuk terus memperbaiki diri dan terus berkolaborasi demi kemajuan, kita berkeyakinan umat Islam harus bangkit dari segala bentuk ketertinggalan,” kata Husni.

Salah satu penanya, Dra. Hj Rusmini MA, yang juga Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Sumut, menyampaikan harapannya agar umat bersatu dalam menggali potensi ekonomi yang halal, berkah, dan berkelanjutan. “Sejatinya ini adalah peluang emas kita untuk maju. Karena itu, mari kita bersatu dan berkolaborasi agar kebutuhan pokok umat dapat kita penuhi dengan kemampuan sendiri,” kata Rusmini.

S. Ramadhan

Detik-Detik Penggantian Kiswah Ka’bah malam 1 Muharram 1446 H. Sabtu, 06 Juli 2024 | 23:30 WAS

 

Detik-detik penggantian kiswah Ka’bah pada malam 1 Muharram 1446 Hijriah pada Sabtu (06/7/2024). :Liputan dari Makkah: KH. Akhyar, Nasution, LC, MA, Ketua Bidang Luar Negeri MUI Sumut

Sejak dari sebelum maghrib persiapan pencucian dan penggantian kiswah Ka’bah sudah dimulai. Terlihat beberapa petugas kebersihan membersihkan atap Ka’bah.

Beberapa kali electric scissor lift atau tangga gunting elektrik naik-turun di sisi-sisi Ka’bah.
Kain kiswah pun mulai tersingkap sedikit demi sedikit. Namun, lima jam berlalu, dinding Ka’bah tak kunjung telanjang meski sorot mata dan rekaman video dari ponsel ribuan jamaah tertuju padanya dengan penuh rasa penasaran.

Dari pantauan Ketua HLNKI yang juga Ketua KBIHU Dhuyufur Rahman KH Akhyar Nasution, Ketua Kloter 25-KNO, H Yakhman Hulu dan Ahmad Zacky Nasution sekitar pukul 18.00 WAS, prosesi pembukaan kiswah atau penutup Ka’bah sudah dilakukan. Beberapa tali simpul dilonggarkan sehingga membuat empat sudut dinding Ka’bah terlihat oleh orang-orang yang tawaf di sekelilingnya.
Pada pukul 22.00 WAS, penjagaan area sekitar Baitullah semakin diperketat. Ratusan personel Pasukan Khusus Haji dan Umrah tampak berjajar lalu menggiring sebagian jamaah keluar mathaf (area tawaf) untuk mensterilkan jalan dari lalu-lalang orang. Pagar portabel pun dipasang melingkar dalam dua lapis dengan jarak sekira tiga dan enam meter dari Ka’bah. Petugas juga menutup sejumlah pintu masuk ke lantai dasar dan tingkat satu.
Di halaman Masjid Haram terlihat kereta kencana membawa kiswah Ka’bah yang baru didorong oleh petugas dan dikawal oleh pasukan tentara baret merah kerajaan Arab Saudi

Di wilayah mathaf jamaah yang sudah berada di dekat Ka’bah bisa melanjutkan ritual tawaf sembari menikmati detik-detik penggantian kiswah Ka’bah itu dari dekat.
Sementara mereka yang terlanjur keluar dari sana, jangan berharap bisa kembali ke tempat semula saat itu juga.

Lebih dari 20 orang berompi petugas berada di atap Ka’bah ketika jam menunjukkan pukul 00.00 WAS. Mereka bertugas menarik kiswah baru sebelum kiswah lama benar-benar dilepas.
Dengan kata lain, Ka’bah tidak sampai tampak telanjang karena kain penutup yang baru dipasang terlebih dahulu sebelum akhirnya para petugas menurunkan kain penutup yang lama.

Selama Musim Haji Direktur Jenderal Urusan Lembaga Raja Abdul Aziz untuk Industri Kiswah Ka’bah, Sulthan bin Athi al-Qurashi dalam situs resmi pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengatakan, kiswah baru terdiri dari empat sisi terpisah, ditambah tirai pintu Ka’bah.
Satu per satu sisi dipasang secara bergilir, lalu masing-masing sisi dipertemukan untuk kemudian dijahit. ​​​

Tradisi Baru Prosesi penggantian kiswah hampir rampung hingga Rabu dini hari, sekitar pukul 02.30 WAS, tinggal merapikan dengan menjahit antarsisi. Sekilas tak ada perubahan warna dan ornamen antara kiswah lama dan kiswah baru.
Seperti sebelumnya, kaligrafi berisikan ayat-ayat Al-Qur’an disulam dengan benang emas di atas kain sutra hitam. Hiasan bingkai warna perak juga tetap mempercantik kaligrafi Arab yang ditulis dengan gaya khath tsuluts itu.

Meski tampak sama, di sela-sela naskah kaligrafi itu tertulis jelas ‘sanah 1445’ yang berarti naskah itu dibuat tahun 1445 Hijriah. Hal ini menegaskan bahwa kiswah baru telah menggantikan kiswah lama yang bertahun 1445 Hijriah. Tahun pembuatan kaligrafi selalu tertinggal satu digit dari tahun pemasangan kiswah yang memang dilakukan pada awal pergantian tahun.
Upacara penggantian kiswah pada 1 Muharram merupakan tradisi baru bagi pemerintah Arab Saudi, persisnya sejak dua tahun lalu, 1 Muharram 1444 H atau 30 Juli 2022. Sebelumnya, kiswah diganti setiap tanggal 9 Dzulhijjah ketika jamaah haji sedang menunaikan wukuf di Arafah. Tradisi ini berubah setelah Raja Salman memerintahkan penggantian kiswah pada tiap awal tahun baru Hijriah. Presiden Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdur Rahman bin Abdul Aziz As-Sudais turut mengawasi langsung upacara penggantian kiswah kali ini. Ia memuji pihak kerajaan atas tradisi pembaruan kiswah ini sebagai bentuk penghormatan atas Baitullah yang amat dimuliakan umat Islam seluruh dunia.

Sementara ketika ditanya kepada petugas kenapa yang digunakan adalah khat Tsulutsi? Syekh Mukhtar menjelaskan bahwa Tsulutsi adalah jenis khat (font) yang paling tua, sejak abad 3 H. Khat Tsulutsi juga paling bagus dan rumit.

“Khat ini membantu para penulis untuk berkreasi lebih bebas, bisa menyesuaikan dengan tempat, bisa lebih besar atau kecil,” jelasnya dalam Bahasa Arab.

Syekh Mukhtar menambahkan bahwa Kiswah Kabah dibuat hingga selesai dalam rentang waktu 8 – 10 bulan.

Pemerintah Arab Saudi memperlakukan secara spesial kiswah Ka’bah. Ia mendirikan lembaga khusus untuk memproduksi kiswah baru tiap tahun dengan melibatkan ratusan pekerja. Tak hanya itu, kiswah lama disimpan dan dipotong-potong sebagai hadiah kepada organisasi, tokoh, atau ulama penting, katanya

12 Kelompok Marhaban Meriahkan Peringatan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah MUI Sumut

muisumut.or.id, Medan, 7 Juli 2024 – Sebanyak 12 kelompok Marhaban turut serta dalam perlombaan Marhaban yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Acara ini memperebutkan trophy dan total hadiah sebesar Rp. 7.750.000,- guna memeriahkan Peringatan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah di halaman Kantor MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan.

Ketua Panitia kegiatan, Dra Hj Laila Rohani M.Hum, didampingi Sekretaris Dra Hj Nani Ayum Panggabean MPd., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme kelompok Marhaban di Sumut. Karena banyaknya pendaftar, panitia membatasi hanya 12 kelompok yang bisa ikut serta.

“Begitu pendaftaran dibuka, peserta dari Tebingtinggi segera mendaftar, diikuti oleh peserta dari Simalungun, Binjai, Deliserdang, dan Kota Medan,” kata Nani Ayum.

Menurut Nani, sebenarnya banyak juga kelompok Marhaban pria yang ingin berpartisipasi, namun karena lomba kali ini khusus untuk kelompok wanita, permintaan mereka harus ditolak.

Nani Ayum menjelaskan bahwa lomba Marhaban ini merupakan bagian dari kegiatan Gebyar Tahun Baru Islam MUI Sumut, yang bertujuan untuk mengagungkan syiar Islam dan meningkatkan ketakwaan umat.

Selain lomba Marhaban, rangkaian Gebyar Tahun Baru Islam juga akan diisi dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ustaz Irwanto Al Rasyid SHI SPdI.

“Dengan Tahun Baru Islam ini, semoga umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan dan menggelorakan semangat baru untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui amal kebajikan sebagai wujud orang yang bertakwa,” kata Nani.

S. Ramadhan

DSN MUI Perwakilan Sumatera Utara Apresiasi Empat Fatwa Baru dalam Rapat Pleno ke-58

0

Medan, muisumut.or.id, 7 Juli 2024 – Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengadakan Rapat Pleno ke-58 di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, pada Rabu (3/7/2024). Acara ini menghasilkan empat fatwa penting yang telah lama dinantikan, seiring dengan perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Dr. Ardiansyah, LC, MA, selaku koordinator DSN MUI Perwakilan Sumatera Utara, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil rapat tersebut.

Empat fatwa yang dihasilkan ini diharapkan menjadi panduan yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. DSN MUI, sebagai lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan fatwa, merupakan mitra utama Pemerintah dalam menetapkan panduan dan pedoman untuk memenuhi prinsip syariah di Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. Setiap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN MUI selalu menjadi rujukan penting dalam pengembangan industri dan ekonomi syariah, sesuai dengan motto mereka: “Memasyarakatkan Ekonomi Syariah dan Mensyariahkan Ekonomi Masyarakat.”

Berikut adalah empat fatwa yang menjadi bahasan utama dalam Rapat Pleno ke-58 DSN MUI:

  1. Fatwa Aspek Syariah Dana Perlindungan Pemodal DSN MUI menilai pentingnya adanya fatwa terkait Dana Perlindungan Pemodal (DPP) di Indonesia, mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Fatwa ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar modal syariah.
  2. Fatwa Akad I‘arah dan Perjanjian Pinjam Pakai Fatwa ini membahas tentang akad i‘arah, atau perjanjian pinjam pakai, yang memberikan panduan syariah terkait perjanjian pinjam pakai dalam konteks ekonomi syariah.
  3. Hukum Pinjam Pakai dalam Peraturan Perundang-Undangan Indonesia Fatwa ini mengkaji hukum pinjam pakai dalam konteks peraturan perundang-undangan Indonesia. Pada dasarnya, pinjam pakai merupakan sebuah perjanjian yang harus memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian, sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata.
  4. Perbuatan Hukum terhadap Harta Milik Bersama (Al-Mal Al-Musytarak) Fatwa ini membahas tentang al-mal al-musytarak, yakni harta yang dimiliki bersama oleh beberapa pihak secara proporsional. Fatwa ini mencakup penjualan dan penyewaan harta bersama, memberikan panduan syariah terkait perbuatan hukum terhadap harta milik bersama.

Dr. Ardiansyah mengungkapkan bahwa fatwa-fatwa ini sangat dinantikan oleh masyarakat dan pelaku industri keuangan syariah. Ia berharap dengan adanya fatwa-fatwa baru ini, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dapat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

4o