Tuesday, July 21, 2026
spot_img
Home Blog Page 69

Delegasi MUI Sumut Bertemu dengan Syekh Habibullah Soleh, Master Kaligrafi Islam, dalam Perjalanan Menuju Uzbekistan

Uzbekistan, muisumut.or..id. 31 Oktober 2024 – Dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Tashkent, Uzbekistan, delegasi Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) bertemu dengan Syekh Habibullah Soleh, seorang tokoh ternama di dunia kaligrafi Islam. Syekh Habibullah, yang juga dikenal sebagai “khatat” atau master kaligrafi, telah menulis tujuh mushaf Al-Quran secara manual. Karyanya tak hanya dikenal di Timur Tengah, tetapi juga telah beberapa kali membawanya ke Jakarta dan Kuala Lumpur atas undangan khusus.

Pertemuan secara tidak terduga di dalam pesawat, menjadi momen berharga bagi rombongan MUI Sumut yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak. Dalam kesempatan istimewa tersebut, Syekh Habibullah mengungkapkan kegembiraannya bertemu dengan delegasi MUI Sumut. “Merupakan suatu kehormatan dapat bertemu dengan para ulama dari Sumatera Utara di perjalanan ini,” ujarnya dengan penuh kehangatan.

Sebagai tanda penghargaan, Syekh Habibullah yang merupakan alumni dari Yordania ini memberikan hadiah istimewa berupa beberapa tulisan kaligrafi Islam kepada delegasi MUI Sumut. Momen istimewa tersebut berlangsung pada ketinggian 30.000 kaki di atas udara, menambah kesan mendalam pada pertemuan ini.

Dr. Maratua Simanjuntak menyampaikan apresiasinya atas pertemuan yang tak terduga ini dan mengungkapkan kekagumannya terhadap karya-karya Syekh Habibullah. “Pertemuan ini memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan seni Islam dan budaya keagamaan di Sumatera Utara. Kaligrafi yang beliau berikan adalah simbol persahabatan dan penghormatan dalam upaya kita bersama membangun umat,” ujar Dr. Maratua.

Pertemuan berkesan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara MUI Sumut dan para tokoh Islam di berbagai negara, memperkuat jalinan dakwah dan pertukaran budaya Islam di tingkat internasional.

Prof. Dr. M. Jamil Beri Pesan kepada Generasi Muda di Malaysia dalam Kunjungan ke Kuala Lumpur

Kuala Lumpur, musiumut.or.id., 30 Oktober 2024 – Dalam kunjungan singkatnya ke Kuala Lumpur, Prof. Dr. M. Jamil, Guru Besar di UIN Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum MUI Kota Binjai, memberikan pesan penting kepada generasi muda di Malaysia. Kunjungan ini merupakan bagian dari rombongan ilmiah menuju Uzbekistan, di mana Prof. Jamil menyampaikan beberapa nasihat yang mendalam bagi pemuda di negeri Jiran.

Dalam pesannya, Prof. Jamil mengajak para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan masa muda mereka dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk terus belajar dan berkembang. “Jika kita bisa memutar waktu, saya tidak akan menyia-nyiakan masa muda saya. Masa muda adalah waktu yang sangat berharga untuk belajar dan memperkuat diri demi menjadi yang terbaik di masa mendatang,” ujarnya. Dengan komitmen yang kuat, ia meyakini bahwa pemuda bisa memberikan kontribusi besar untuk umat dan bangsa.

Prof. Jamil juga menekankan pentingnya adab di tengah perkembangan teknologi dan sosial media yang pesat. Menurutnya, adab adalah pondasi yang bahkan harus diutamakan di atas ilmu. “Adab sangat penting, bahkan adab itu di atas ilmu. Di era sosial media seperti sekarang, jangan sampai kita kehilangan nilai-nilai tersebut,” pesan Prof. Jamil.

Dalam menutup nasihatnya, Prof. Jamil menyampaikan kata-kata mutiara, “Jangan mati tapi kita masih hidup, hiduplah meskipun kita mati.” Maksud dari pesan ini adalah agar generasi muda dapat meninggalkan warisan positif yang bermanfaat bagi orang banyak, bahkan setelah mereka tiada. “Hidup adalah tentang meninggalkan sesuatu yang berarti bagi sesama,” tambahnya, mengutip pepatah Melayu yang mengajarkan arti hidup yang sebenarnya “lemukut ditepi gantang” artinya keluar tidak menjadi maslalah masukpun tidak menambah

Belajar Menjadi Tuan Rumah yang Baik untuk Mewujudkan Iklim Wisata Halal yang Nyaman dan Profesional: Studi dari Malaysia

0

Kuala Lumpur, muisumut.or.id 30 Oktober 2024 – Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menyempatkan mengunjungi ikon kota Kuala Lumpur, sebelum bertolak ke Uzbekistan untuk mempelajari pendekatan negara jiran ini dalam menyambut wisatawan, khususnya di sektor wisata halal. Kunjungan ini mengajarkan pentingnya menjadi tuan rumah yang baik guna menciptakan iklim wisata halal yang nyaman dan profesional bagi semua pengunjung, baik yang Muslim maupun non-Muslim. Salah satu ikon yang menarik perhatian rombongan adalah Masjid Putrajaya, simbol keramahtamahan Malaysia dalam wisata halal.

Masjid Putrajaya telah menjadi destinasi wajib bagi para wisatawan yang datang ke Kuala Lumpur. Menariknya, masjid ini tidak hanya menarik bagi Muslim, tetapi juga banyak dikunjungi oleh wisatawan non-Muslim yang tertarik dengan keindahan arsitekturnya dan ingin mengenal lebih dekat budaya serta ajaran Islam. Untuk wisatawan non-Muslim, pengelola masjid menyediakan area khusus yang dapat dikunjungi tanpa mengganggu ibadah dan ritual keagamaan. Di area ini, pengunjung yang tidak menutup aurat juga disediakan pakaian khusus, sehingga tetap memenuhi etika ketika memasuki kawasan masjid. Selain itu, pengenalan singkat mengenai Islam dan tempat-tempat suci seperti Kabah dan Masjid Nabawi juga disajikan di area tersebut, menambah wawasan wisatawan sekaligus mempererat hubungan antarbudaya.

Kenyamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama. Rombongan MUI Sumut mengakui kenyamanan yang dirasakan, bahkan dari hal-hal sederhana seperti area penyimpanan alas kaki yang bersih dan terorganisir dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan yang nyaman dan tertata dapat membuat wisatawan merasa dihargai serta meningkatkan minat untuk berkunjung kembali.

Jika kita menengok ke Kota Medan, sebenarnya terdapat beberapa masjid indah dan sarat sejarah yang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata halal unggulan, seperti Masjid Raya Al Mashun, Masjid Osmani, dan Masjid Lama Gang Bengkok. Keunikan arsitektur dan nilai historisnya merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun, agar masjid-masjid ini mampu menarik lebih banyak pengunjung, perlu adanya dukungan dari pemerintah. Dukungan ini bisa berupa kebijakan khusus untuk mendorong wisatawan mengunjungi beberapa destinasi wisata halal penting, seperti Istana Maimun dan bangunan bersejarah lainnya, sebagai bagian dari paket wisata.

Peran pemerintah dalam mengembangkan wisata halal sangatlah penting. Dengan kebijakan yang mendorong, bahkan “mewajibkan” wisatawan mengunjungi destinasi-destinasi wisata halal, seperti masjid bersejarah dan istana budaya, pemerintah dapat memastikan bahwa ikon-ikon ini mendapat perhatian dan kunjungan yang signifikan. Hal ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memperkenalkan budaya dan nilai-nilai Islam kepada wisatawan dari berbagai latar belakang, dalam suasana yang ramah dan profesional.

Belajar dari kesuksesan Malaysia dalam membangun iklim wisata halal yang nyaman, Kota Medan memiliki peluang besar untuk mengikuti langkah tersebut, bahkan lebih karena Medan dan sekitarnya (misalnya Danau Toba) memiliki pesona wisata yang luar biasa “kepingan surga”. Dengan perencanaan yang matang, fasilitas yang mendukung, dan dukungan pemerintah, wisata halal di Medan dapat tumbuh pesat. Hal ini akan membantu membangun citra kota yang ramah, berbudaya, dan menjadi pusat wisata halal yang nyaman bagi semua wisatawan.

MUI Sumut Kunjungi Uzbekistan, Pererat Hubungan Keilmuan dengan Ulama Internasional

Medan, muisumut., 30 Oktober 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara resmi memberangkatkan rombongan program Muhibah ke Uzbekistan yang berlangsung dari 30 Oktober hingga 7 November 2024. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, ini akan mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah di Uzbekistan untuk memperdalam wawasan spiritual dan menapak tilas jejak sejarah Islam.

Rombongan MUI Sumatera Utara terdiri dari tokoh-tokoh penting di jajaran kepengurusan, termasuk Sekretaris Umum, Prof. Dr. Asmuni, M.Ag, dan Bendahara Umum, Drs. Sotar Nasution. Beberapa Ketua Bidang juga turut serta, seperti Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Akhyar Nasution; Ketua Bidang Sosial Bencana, Dra. Laila Rohani, M.Hum; Ketua Bidang Penelitian, Prof. Dr. Fachruddin Azmi; Ketua Bidang Dakwah, Prof. Dr. Mohd Hatta; Ketua Bidang Hukum, Dr. Hamid Ritonga, MA; dan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum. Selain itu, sejumlah Sekretaris Bidang turut mendampingi untuk memastikan kelancaran agenda perjalanan ini.

Peserta bertolak dari Bandara Kuala Namu Medan menuju Kuala Lumpur untuk transit dan melanjutkan perjalanan ke Tashkent, Uzbekistan. Di Uzbekistan, mereka dijadwalkan mengunjungi kota-kota bersejarah seperti Bukhara dan Samarkand yang terkenal dengan jejak-jejak keilmuan Islam, serta bertemu dengan ulama setempat. Destinasi utama yang akan dikunjungi meliputi Makam Imam Bukhori, Masjid Bolo-Houz, Kompleks Imam Naqsabandi, dan Mausoleum Gur Emir. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar-ulama dan memperkaya wawasan sejarah Islam.

Pada hari terakhir di Tashkent, rombongan akan bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan dan mengunjungi Akademi Islam Internasional Uzbekistan. Perjalanan akan ditutup dengan kegiatan di Resor Gunung Amirsoy sebelum rombongan kembali ke Medan pada 7 November 2024.

Dengan kehadiran tokoh-tokoh MUI Sumatera Utara, program Muhibah ke Uzbekistan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para peserta untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperkaya wawasan spiritual, serta membangun jaringan internasional dalam bidang keagamaan.

MUI Sumatera Utara Bersiap Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya dengan tekad untuk memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015. Sebagai langkah awal, MUI Pusat dan MUI Sumut mengadakan Rapat Koordinasi daring pada Senin, 28 Oktober 2024, pukul 20.00-21.00 WIB. Rapat ini turut dihadiri oleh Korwil MUI Pusat untuk Sumut, Ketua BPPO MUI K.H. Sholahuddin Al Ayyub, serta jajaran pimpinan MUI Sumut yang meliputi Ketua Umum Dr. H. Maratua Simanjuntak, Sekretaris Umum Prof. Dr. Asmuni, dan beberapa pimpinan bidang lainnya. Tim ISO MUI Pusat juga hadir sebagai pendamping dalam rapat ini.

Sekjen MUI Pusat, Buya Amirsyah Tambunan, membuka rapat dengan pengantar yang menekankan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) untuk meningkatkan kinerja organisasi MUI di berbagai daerah, khususnya di Sumatera Utara yang telah menunjukkan kesiapan tinggi dalam implementasi standar ini. Sholahuddin Al Ayyub selaku Ketua BPPO MUI memberikan apresiasi terhadap komitmen MUI Sumut dan menyatakan, “Meskipun belum bisa diterapkan di semua daerah, kami menilai MUI Sumatera Utara sudah sangat layak untuk melangkah ke arah ini. Kami siap mendukung penuh upaya ini untuk memperkuat organisasi dan pelayanan MUI.”

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menggarisbawahi kesiapan MUI Sumut dalam mencapai ISO 9001:2015. “MUI Sumut telah membentuk tim khusus sejak 2023 di lima lokasi untuk mempersiapkan segala aspek yang dibutuhkan. Meskipun belum tersertifikasi, kami sudah menerapkan banyak prinsip ISO seperti disiplin administrasi, sistem persuratan, dan pembukuan keuangan yang lebih terstruktur,” ungkapnya. Beliau menambahkan harapannya agar tim ISO MUI Pusat memberikan bimbingan dan arahan yang diperlukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Dalam sesi presentasi, Koordinator Tim ISO MUI Pusat, Hasan Suharna, menjelaskan tahapan yang akan diikuti MUI Sumut, mengacu pada pengalaman MUI Banten dan Riau dalam meraih sertifikasi serupa. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama penerapan ISO bukan sekadar sertifikat, melainkan untuk membangun budaya kerja yang profesional, pelayanan berkualitas, serta kesinambungan organisasi dalam melayani umat.

Penanggung jawab program ISO di MUI Sumut, Prof. Dr. Asmuni, dan Dr. Saparuddin Siregar, berkomitmen untuk melanjutkan upaya-upaya penerapan SMM di seluruh divisi. Diharapkan, dengan implementasi ISO 9001:2015, MUI Sumut dapat mengikuti jejak MUI Pusat dalam membangun manajemen organisasi yang tangguh dan terpercaya, guna melayani umat secara optimal dan berkelanjutan.

MUI Sumut Ajak Pemuda Istiqomah Bersatu, Menggugah Semangat Sumpah Pemuda

Medan, muisumut.or.id,  28 Oktober 2024 – Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengajak seluruh pemuda di Indonesia untuk tetap istiqomah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sebagaimana yang telah dicetuskan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. Dr. H. Asmuni, M.Ag., menyampaikan pesan ini dalam wawancara dengan Tim Infokom pada Senin, 28 Oktober 2024.
Prof. Dr. H. Asmuni mengingatkan pentingnya makna sumpah yang diikrarkan para pemuda tahun 1928, yakni bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. “Kita menghimbau para pemuda untuk istiqomah dalam persatuan ini, karena ini adalah pondasi kebhinekaan bangsa yang terus harus kita jaga dan pertahankan. Persatuan ini tanpa memandang agama maupun suku, karena Indonesia adalah rumah besar bagi kita semua,” ungkapnya.
Pesan ini disampaikan secara khusus sebagai pengingat di tahun politik, terutama menjelang Pilkada serentak. Prof. Asmuni mengimbau para pemuda dan masyarakat luas agar tetap menjaga persatuan, meskipun terdapat perbedaan dalam pilihan politik. “Berbeda pilihan adalah hak, tetapi kita jangan sampai terpecah belah. Pilihlah pemimpin yang kita yakini bisa memajukan bangsa dan tetap menjaga kerukunan,” tambahnya.
MUI Sumut juga berharap agar pemuda Indonesia menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan merawat nilai-nilai kebangsaan, sebagaimana diamanatkan dalam Sumpah Pemuda. Melalui peringatan ini, MUI Sumut menegaskan pentingnya peran pemuda lintas etnis dan agama untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Muzakarah Komisi Fatwa MUI Bahas Kedudukan Harta Yayasan dalam Hukum Waris Islam

Medan, muisumut.or.id, Ahad 27 Oktober 2024 — Muzakarah Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diadakan secara rutin membahas berbagai isu hukum Islam. Salah satu sesi kali ini menyoroti kedudukan harta benda yayasan dalam perspektif hukum waris Islam, dengan pemaparan dari Dr. Hasan Matsum, M.Ag, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum MUI Kota Medan.

Dalam Islam, hukum waris dikenal dengan istilah faraid dan bertujuan memberikan pembagian harta peninggalan kepada ahli waris setelah pewaris meninggal dunia. Hukum faraid telah menjadi hukum positif di berbagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi. Namun, di Indonesia, hukum ini hanya berlaku bagi Muslim sesuai ketentuan yang tertuang dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Muzakarah kali ini fokus pada kedudukan harta benda yayasan dalam hukum waris, suatu isu kontemporer yang sering menimbulkan perdebatan. Yayasan, menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001, merupakan badan hukum yang memiliki kekayaan terpisah dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan tanpa adanya pemilik pribadi.

Dr. Hasan Matsum menjelaskan bahwa konsekuensi yayasan sebagai badan hukum membuat harta yayasan dipisahkan dari kepemilikan pribadi pendiri atau pengurusnya. “Elemen utama dalam yayasan adalah pemisahan harta dari kekayaan pribadi. Saat harta diserahkan untuk yayasan, ia terlepas dari kepemilikan pribadi, sehingga tidak menjadi bagian dari harta waris,” jelas Dr. Hasan.

Dalam hukum waris, harta peninggalan seorang pewaris harus bersih dari segala kewajiban seperti utang, wasiat, dan biaya penyelenggaraan jenazah sebelum dibagikan kepada ahli waris. Berbeda dengan harta pribadi, kekayaan yayasan telah dialihkan statusnya menjadi badan hukum dan tidak lagi dapat diwarisi.

Penjelasan ini menegaskan bahwa harta yayasan tidak menjadi bagian waris yang dapat diturunkan kepada ahli waris. Muzakarah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kedudukan hukum harta yayasan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.

Komisi Fatwa MUI terus mengupayakan kajian hukum Islam yang relevan dengan konteks kekinian, salah satunya melalui pembahasan isu seperti ini yang menyentuh aspek filantropi dan kepastian hukum dalam pengelolaan yayasan.

Ketua Umum MUI Sumut Hadiri Majelis Taklim dan Zikir Darul Iman dalam Acara Sumut Berzikir dan Reuni Akbar Jamaah

Muisumut.or.id, Medan,  27 Oktober 2024 — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, turut hadir dalam acara Sumut Berzikir dan Reuni Akbar Jamaah Darul Iman yang diselenggarakan di Masjid Agung Sumatera Utara pada Ahad, 27 Oktober 2024. Acara yang diikuti sekitar 2000 jamaah ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota, seperti Simalungun, Siantar, Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang, dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Dr. H. Maratua Simanjuntak mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen MUI Sumatera Utara untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan keagamaan yang mempererat silaturahmi umat. “Sebagai organisasi yang menjadi tenda besar umat Islam, MUI Sumatera Utara sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan keagamaan, terlebih zikir yang mampu mengumpulkan lebih banyak umat Islam dalam suasana khusyuk dan penuh berkah. Kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah silaturrahim yang sangat bernilai,” ungkapnya.

Ketua Umum Majelis Taklim dan Zikir Darul Iman, Ustadz Dr. H. Maulana Andi Surya, Lc, menyampaikan bahwa acara Sumut Berzikir dan Reuni Akbar ini dirancang untuk mempererat hubungan di antara jamaah yang tersebar di berbagai daerah. “Acara zikir hari ini dipandu oleh Ustadz Zul Arafah, dan penceramah utama diisi oleh Habib Hayqal Husein Alayidrus,” jelas Ustadz Maulana Andi Surya.

Majelis Taklim dan Zikir Darul Iman bernaung di bawah PT. Darul Iman Travel yang telah berdiri sejak tahun 2010. Kegiatan zikir rutin diadakan setiap minggu di berbagai kota, dengan jadwal yang telah ditetapkan. Minggu pertama dilaksanakan di daerah Siantar, minggu kedua di Simalungun, dan minggu kelima di Medan.

Acara Sumut Berzikir ini menjadi ajang silaturahmi yang menguatkan hubungan ukhuwah Islamiyah antarjamaah, serta memperkokoh semangat berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan sambutan yang positif dan partisipasi besar dari umat, kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan di masa mendatang.

Pengajian Komisi Perempuan Bahas Sirah Nabawi: Meneladani Akhlak Nabi untuk Meraih Mimpi

muisumut.or.id., Medan, 26 Oktober 2024 — Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI kembali menggelar pengajian rutin bertema Meneladani Sirah Nabawi untuk Meraih Mimpi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 26 Oktober 2024 ini menghadirkan Ustaz Khairul Fahmi Harahap, MA, sebagai narasumber utama. Dalam ceramahnya, Ustaz Khairul mengajak para pemuda untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam meraih impian dan tujuan hidup.

Ustaz Khairul Fahmi Harahap, MA, menekankan pentingnya mencontoh perilaku mulia Nabi Muhammad SAW yang mendapat gelar “Al-Amin” atau orang yang terpercaya. Gelar tersebut diberikan oleh masyarakat Quraisy karena Nabi dikenal memiliki akhlak luhur dan kejujuran luar biasa. “Pemuda masa kini harus mengambil hikmah dari sifat Nabi yang selalu menjunjung kepercayaan dan kejujuran. Dengan meneladani akhlak beliau, kita tidak hanya meraih kesuksesan di dunia, tetapi juga kebaikan di akhirat,” jelas Ustaz Khairul.

Selain itu, Ustaz Khairul juga menyoroti keagungan akhlak Nabi Muhammad SAW terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah, bukan hanya kepada sesama manusia. Nabi dikenal sangat penyayang dan penuh perhatian bahkan terhadap hewan dan alam sekitarnya. Beliau selalu memperlakukan makhluk lain dengan kasih sayang, seperti memberi makan hewan yang kelaparan dan melarang penganiayaan terhadap mereka. “Inilah yang perlu kita teladani, bahwa kasih sayang dan perhatian Nabi melampaui batas manusia dan mencakup seluruh makhluk hidup,” tambahnya.

Acara ini mendapat respons positif dari peserta, terutama kalangan remaja yang antusias mengikuti materi sirah nabawi dan memahami bagaimana akhlak mulia dapat menjadi modal utama dalam membangun masa depan yang lebih baik. Komisi Perempuan MUI berharap, melalui pengajian ini, generasi muda semakin terdorong untuk mengaplikasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan sempurna dalam berakhlak terhadap seluruh makhluk Allah.

Peran MUI Sumut dalam Menyikapi Pilkada Serentak: Pandangan Prof. Jamil Dalam Muzakarah Komisi Fatwa

Medan, musiumut.or.id, Ahad, 27 Oktober, 2024 – Menjelang Pilkada Serentak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menunjukkan peran strategisnya dalam memberikan panduan dan edukasi terkait pemilihan pemimpin yang sesuai dengan prinsip Islam. Menurut Prof. Jamil, MUI memandang pentingnya menghadirkan calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi serta kemampuan untuk membawa kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.

Prof. Jamil dalam muzakrah komisi fatwa MUI Sumatera Utaramenekankan bahwa, menurut ajaran Islam, seorang pemimpin ideal harus memiliki sifat amanah dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. “Kita membutuhkan pemimpin yang kuat dalam iman dan takwa, adil dalam perbuatan, serta memiliki ilmu yang mendalam,” ujarnya, seraya mengutip ayat-ayat suci yang menggarisbawahi pentingnya kualitas kepemimpinan dalam Islam​.

Lebih lanjut, MUI Sumut juga berkomitmen memberikan taujihat atau nasihat kepada masyarakat, khususnya dalam menentukan pilihan pemimpin yang terbaik. Prof. Jamil menegaskan bahwa pemilihan pemimpin bukan sekadar proses politik, tetapi bagian dari ibadah dalam mewujudkan tatanan sosial yang harmonis dan berlandaskan nilai agama.

Melalui kegiatan ini, MUI Sumut berharap dapat meningkatkan kesadaran umat dalam memilih calon pemimpin yang bukan hanya memiliki visi untuk kemajuan daerah, tetapi juga berkomitmen pada nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan umat.