muisumut.or.id, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak bersama sejumlah unsur Dewan Pimpinan bersilaturahmi kepada Tuan Guru Besilam Babussalam Langkat, Syekh Dr Zikmal Fuad MA dalam suasana penuh kehangatan di Persulukan Babussalam Padang Tualang, Langkat, Senin (30/10).
Ketua Bidang Penelitian, Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi yang ikut dalam silaturahmi itu menyampaikan, pertemuan antara MUI Sumut dengan Tuan Guru Besilam menjadi rutinitas yang sangat melekat terutama berkaitan dengan berbagai sosial kemasyarakatan maupun hal penting lainnya yang terjadi di tengah umat saat sekarang ini.
Apalagi, sebut Prof Fachruddin secara organisatoris Tuan Guru Besilam merupakan anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumut. Karena itu silaturahmi yang dilaksanakan bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan silaturahmi yang dilaksanakan bukan hanya oleh Ketua Umum MUI Sumut saja, tapi juga oleh beberapa bidang dan komisi selalu datang bersilaturahmi. “Seperti yang kami laksanakan beberapa waktu yang lalu datang bersilaturahmi kepada Tuan Guru Besilam,” ungkap Prof. Fachruddin.
Ketika ditanya mengenai apa saja hal yang dibahas dalam pertemuan itu, Prof Fachruddin mengungkapkan sangat banyak hal yang dibahas, di antaranya tentang perkembangan tarekat di Kabupaten Langkat dan Sumatera Utara khususnya serta di Indonesia pada umumnya.
Menurut Prof Fachruddin, hubungan yang baik antara tokoh masyarakat, pemuka agama dengan MUI merupakan kebutuhan penting yang harus terus ditingkatkan. Sebab out put yang dihasilkan berkaitan langsung dengan pembinaan, pelayanan serta peningkatan kualitas pengamalan nilai ajaran Islam di tengah umat.
Disampaikan demikian, ungkapnya lagi MUI memainkan peran sangat strategis sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan mitra pemerintah (shadiqul hukumah). Dan silaturahmi dengan sejumlah tokoh seperti Tuan Guru Besilam maupun ulama dan pemuka agama menjadi pengejewantahan dari kedua peran penting dimaksud dengan membangun jaringan serta hubungan yang kokoh.
Dalam silaturahmi itu juga dibahas rencana akan dilaksanakannya Haul Satu Abad Tuan Guru Besilam yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.(S. Ramadhan)
muisumut.or.id-Pematang Siantar, 29 Oktober 2023 – DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar melalui Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam, kembali menggelar acara Safari Subuh Berjemaah. Kegiatan terbaru ini diselenggarakan di Masjid Al Ikhlas, Jalan Nagur, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, pada Minggu (29/10/2023).
Sekitar 90-an jemaah, baik lelaki maupun perempuan, hadir untuk menjalani sholat subuh berjemaah di acara ini. Dr. Muhammad Zen M Pd, Ketua Komisi Dakwah, bertindak sebagai moderator dalam kegiatan tersebut. Safari Subuh Berjemaah sudah dilaksanakan beberapa bulan terakhir, dengan kunjungan bergilir ke sejumlah masjid di Kota Siantar.
Selanjutnya, Al Ustadz Fakhruddin Sagala M Pd, yang mewakili DP MUI Kota Siantar, memberikan sambutan. Ia memperkenalkan pengurus MUI yang hadir, serta memaparkan program, fungsi, dan tugas DP MUI Kota Siantar dalam menghadapi tantangan zaman, terutama berkaitan dengan isu penjajahan zionis.
Dalam tausiahnya, Al Ustadz Dr. H. Maranaek Hasibuan MA menjelaskan berbagai dinamika yang tengah berlangsung, terutama dalam konteks tahun politik menjelang Pemilu 2024. Ia menghubungkan permasalahan “hate speech” sebagai ujaran kebencian yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Maranaek menjelaskan bahwa permasalahan ini muncul karena umat tidak selalu hadirkan Allah SWT dalam diri mereka masing-masing. Dalam analogi sederhana, seperti laut yang tidak diintervensi dan tidak mengintervensi, atau bagaimana seseorang merespon rasa lapar dan kantuk dengan cara yang benar.
“Konklusinya adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, dengan taqwa sebagai kunci. Shalat, ibadah, hidup, dan mati hanya diintervensi Allah SWT,” tegas Al Ustadz Dr. H. Maranaek Hasibuan MA.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghormati dan tidak merendahkan makhluk Allah SWT lainnya, serta selalu memandang positif dalam menilai orang lain, karena yang mutlak adalah perubahan.
Dari tausiah ini, dapat disimpulkan bahwa segala tindakan kebaikan harus dilakukan dengan ikhlas, tanpa intervensi. Selalu bersikap adil, baik dalam keadaan marah maupun tidak, sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin, dan menjadikan tutur kata sebagai bentuk zikir.
Acara berlangsung komunikatif, dengan sesi tanya jawab yang melibatkan Ketua MUI Kecamatan Siantar Martoba dan Ketua MUI Kecamatan Siantar Utara. Mereka khususnya menyoroti pentingnya hidup yang tidak diintervensi, di mana hanya Allah yang memiliki kuasa untuk mengintervensi.
Sebelum ditutup dengan doa, Dr. Muhammad Zen M Pd sebagai moderator menyimpulkan pentingnya selalu menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi mungkar. Acara berakhir dengan serapan pagi bersama, menutup rangkaian Safari Subuh Berjemaah kali ini. (Yogo Tobing)
Konsultasi Syari’ah Oleh: Muhammad Dahri., M. Ag
(Anggota Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara)
Pertanyaan :
Saya mau bertanya ust., Kondisi saya sedang sakit dan saya bingung bagaimana saya berwudhu atau mandi wajib sebab anggota tubuh saya ada luka dan dibalut atau diperban, mohon penjelasannya ?
Jawaban :
Terutama sekali saya mendoakan semoga diberi kesembuhan, terkait cara wudu dan mandi wajib saat kondisi tubuh saudara ada perban maka ilmu fikih memberikan penjelasan tentang hukum jabiroh atau satir. Jabiroh (perban) adalah penutup anggota badan yang dapat mencegah sampainya air ke kulit. Hukum jabiroh atau satir: jika tidak khawatir sesuatu yang mudharat (berbahaya) sekiranya dilepas maka wajib dilepas. Dan jika saudara khawatir, maka tidak wajib dilepas.
Adapun cara untuk wudhu dan mandi bagi shohib al-jabiroh :
Jika tidak ada satir atau perban maka jika khawatir mengalir air pada luka yang sakit hendaklah dibasahi kain perca yang bersih dan dibasahi supaya terbasuh dengan air.
Jika satir, gips, perban tersebut tidak dimungkinkan untuk dibuka maka ada dua ketentuan :
Untuk orang yang berhadas kecil: wajib bertayamum waktu masuk membasuh yang sakit karena memelihara tartib wudhu. Maka tidak berpindah ia dari pada anggota yang sakit hingga disempurnakannya membasuh yang sehat. Jika yang sakit itu pada wajah, maka wajib mendahulukan tayamum dan membasuh bagian yang sehat dari pada wajah atas membasuh daripada dua tangan. Jika yang sakit itu pada tangan (bagian kiri) maka saudara berwudu (membasuh wajah dan tangan sebelah kanan) setelah masuk basuh basuhan anggota wudhu yang kiri maka disaat itulah bertayamum untuk mengganti basuhan wudu, lalu disempurnakanlah bahagian yang sehat (pada bahagian tangan kiri) atas membasuh sebahagian kepala. Demikianlah tartib yang harus dijaga.
Untuk orang yang berhadas besar: boleh takhyir atau memilih antara melakukan mandi dahulu atau tayamum dulu. Namun yang utama mendahulukan tayamum agar ketika mandi bisa sekaligus membersihkan sisa-sisa debu.
Perlu diperjelas pula bahwasanya berbilang tayamum sebab berbilang anggota yang sakit, apabila saudara tercegah menggunakan air pada dua anggota (maksudnya anggota wudhu) maka wajib dua kali tayamum pula. Kemudian Ketika hendak melakukan shalat fardhu yang kedua maka hanya wajib mengulangi tayamum saja inilah pendapat yang mu’tamad sedangkan dalam mandi semuanya sepakat melakukan tayamum saja. Wallahu ‘alam. Keterangan ini dapat dilihat : (Taqriroh As-sadidah, Al-Bayan Fi Madzhab al-Imam Aas-Syafi’i, Mughnil Muhtaj, Sabilul Muhtadin)
muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumut bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Tanjung Sari telah mengadakan Bazar UMKM dan Sosialisasi Produk Halal pada Sabtu, 13 Rabiul Akhir 1445 atau 28 Oktober 2023 M. Acara berlangsung di Perguruan Muhammdiyah Tanjung Sari, Medan.
Dalam kata sambutannya, Zulkifli, Ketua Panitia acara, menjelaskan bahwa bazar ini melibatkan para pelaku usaha mikro yang memiliki tekad untuk memajukan sektor ekonomi syariah. Mereka hadir dengan semangat dan harapan besar untuk mencapai kesuksesan.
Putrama Alkhairi, selaku Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumut, menekankan pentingnya persatuan umat Islam dan semangat perjuangan dalam memperingati hari Sumpah Pemuda. Ia juga menjelaskan bahwa momen ini adalah panggilan untuk mempertebal semangat persatuan dan kebersamaan di antara umat Islam.
“Kita, umat Islam, harus bersatu dengan semangat dan tekad yang sama. Hari ini adalah hari Sumpah Pemuda, dan semangat kita harus bergelora. Kita harus selalu mengingat pesan-pesan pahlawan kita dulu dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menjadi teladan bagi generasi muda, memberikan inspirasi, dan membantu mereka tumbuh menjadi pemuda yang bermartabat.”
Beliau juga menekankan urgensi menjalani ekonomi yang halal dan bermanfaat, serta memotivasi para peserta bazar untuk terus berusaha dan berkarya dengan itikad yang tulus. Semua itu, katanya, adalah bagian dari semangat pemuda sejati yang harus senantiasa kita tanamkan dalam diri kita.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanjung Sari, Taufiq Pasaribu M.Pd, dalam sambutannya, mengungkapkan apresiasi kepada MUI Sumut atas kolaborasi yang membawa berkah dalam memajukan ekonomi umat.
Dalam pengantar yang disampaikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanjung Sari, Taufiq Pasaribu, beliau menyampaikan, “Dalam kesempatan yang luar biasa ini, kami ingin menyampaikan ungkapan rasa terima kasih dan kehormatan yang mendalam kepada MUI Sumut. Ini adalah kali pertama kami berkolaborasi dalam sebuah acara yang berfokus pada penguatan ekonomi umat.”
Beliau melanjutkan, “Peringatan Sumpah Pemuda menjadi berkah yang sangat berarti, terutama bagi lebih dari 2000 siswa yang berada di bawah naungan Muhammadiyah Tanjung Sari. Hari ini, semangat pemuda menjadi motivasi bagi mereka, dan kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin dengan MUI Sumut.”
Dalam penutupnya, Taufiq Pasaribu menambahkan, “Sebagai tuan rumah, kami berdoa dengan tulus semoga acara ini berjalan dengan sukses, memberikan manfaat, dan menjadi langkah awal dalam memajukan ekonomi syariah di Sumatera Utara.”
Di samping itu, Keynote speaker dalam acara ini adalah Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Beliau memberikan pidato yang menginspirasi hadirin dengan poin-poin penting:
Dalam pengantar yang disampaikan oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, beliau menegaskan, “Kami di MUI Sumut berkomitmen untuk mengembangkan program-program khususnya dalam rangka memajukan kesejahteraan umat. Islam telah memberikan konsep ekonomi yang baik dan bermanfaat bagi kita, dan ini menjadi landasan penting dalam upaya kita untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat Islam di Sumatera Utara.”
Beliau melanjutkan, “Ketika berbicara tentang ekonomi, prinsip ‘halal’ adalah suatu keharusan. Setiap unsur haram dalam usaha dapat membawa dampak serius, sesuai dengan ajaran Nabi. Oleh karena itu, menjalani ekonomi yang halal adalah suatu tuntutan yang harus kita taati.”
Lebih jauh, beliau menekankan, “Halalan thayyiban, yakni konsep halal dan baik, tidak bisa dipisahkan. Kita harus selalu menjalani ekonomi yang halal sekaligus bermanfaat. Ini adalah prinsip yang sangat penting dalam Islam, dan kami mendorong kita semua untuk menjadikannya pedoman dalam semua aspek kehidupan kita.”
Dalam penutup pidatonya, Dr. Maratua Simanjuntak menyatukan hadirin dengan mengatakan, “Marilah kita buka acara ini dengan ucapan bismillah, dengan harapan besar bahwa Allah akan memberkati kita semua dan memberikan rahmat serta hidayah-Nya dalam setiap langkah yang kita ambil.”
Dalam rangkaian acara tersebut, terdapat 15 stand bazar yang resmi dibuka oleh Dr. Maratua Simanjuntak, yang melambangkan dimulainya kegiatan ini. Semoga kegiatan Bazar UMKM dan Sosialisasi Produk Halal ini dapat menjadi tonggak penting dalam menggerakkan ekonomi syariah dan memperkokoh persatuan umat Islam di Sumatera Utara. (Yogo Tobing)
muisumut.or.id-Medan, Dalam persidangan gugatan yang diajukan oleh MPTTI (Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia) kepada MUI Sumut, Saksi ahli dari MUI Sumut, Dr. Faisal Muhammad Nur Lc, MA, menjelaskan bahwa menyamakan Allah dengan Muhammad atau sebaliknya adalah pendapat yang keliru. Pandangan ini bertentangan dengan sumber-sumber utama ajaran Islam, termasuk Alquran, Sunnah, ijmak, qiyas, dan akal sehat.
Dr. Faisal memberikan penjelasan tersebut pada sidang ke-12 yang digelar di Ruang Utama Pengadilan Negeri Medan pada Kamis (26/10) yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sayyid Tarmizi SH. Sidang tersebut ditujukan untuk mendengarkan penjelasan dua saksi ahli, yaitu seorang Ahli Tasawuf yang juga Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniri Banda Aceh dan seorang ahli tafsir yang juga Ketua Fatwa PW Al Jamiyatul Washliyah Sumut, Dr. HM Nasir Lc. MA.
Dalam penjelasannya, Dr. Faisal Muhammad Nur menjelaskan bahwa Ilmu Tasawuf memiliki tiga periode perkembangan, yaitu Priode Salaf, Priode Tasawuf Sunni, dan Priode Tasawuf Falsafi. Tingkatan penguasaan ilmu dalam tasawuf juga dikelompokkan menjadi tiga bagian, yakni Mubtadi, Mutawasith, dan Muhtadi.
Namun, Dr. Faisal menyoroti bahwa dalam periode Tasawuf Falsafi, banyak pemahaman tasawuf yang menyimpang dari akidah Ahlusunna Waljamaah. Hal ini terjadi karena beberapa orang memahami istilah-istilah tasawuf Falsafi tanpa dasar pemahaman yang kuat dari ulama tasawuf Falsafi itu sendiri, sehingga pemahamannya menjadi menyimpang dari nilai-nilai ajaran yang sebenarnya. Dr. Faisal menekankan bahwa, bahkan ketika memperdalam ilmu dalam bidang tasawuf secara filsafat, tetap harus sesuai dengan dasar Alquran dan Sunnah sehingga tidak akan ada perbedaan antara keduanya.
Dr. Faisal menekankan bahwa tidak ada tasawuf yang melanggar syariat, karena tasawuf diibaratkan sebagai buah sedangkan syariat adalah pohonnya. Dalam konteks ini, Dr. Faisal mengatakan bahwa jika ada ajaran tasawuf yang menyimpang, hal itu disebabkan oleh kesalahan pemahaman terhadap kitab-kitab dan ilmu tasawuf. Lebih lanjut, Dr. Faisal menjelaskan bahwa konsep tasawuf Falsafi sebenarnya ditujukan khusus bagi para sufi yang telah mencapai tingkat pengetahuan yang tinggi atau yang disebut dengan ulama Muntahi. Konsep ini tidak diajarkan kepada pemula atau orang yang masih berada di level Mubtadi, karena mereka belum mencapai kedalaman ilmu dan pemahaman yang diperlukan.
Dr. Faisal juga mengutip pendapat dari Quthbul Awliya Abdul Karim Al Jilli dalam mukadimah kitabnya, “Insan Kamil”, yang mengharamkan kitab tersebut dibacakan oleh orang yang belum mencapai kesempurnaan dalam perjalanan suluk atau tidak berada di bawah bimbingan mursyid kamil.
Berdasarkan penjelasan tersebut, Dr. Faisal Muhammad Nur menyimpulkan bahwa ajaran tasawuf Falsafi tidak boleh diajarkan kepada orang awam atau mereka yang baru memulai belajar tasawuf. Hal ini dikarenakan mereka belum mencapai tingkat pengetahuan yang memadai dalam ilmu suluk dan pemahaman terhadap istilah-istilah filsafat yang terkandung dalam konsep tasawuf ini. Dr. Faisal menegaskan bahwa konsep tasawuf Falsafi hanya ditujukan untuk para sufi yang sudah berada di level Muntahi. (Yogo Tobing)
muisumut.or.id-Medan, Salat Jumat di Masjid Ar Rahmah komplek MUI Sumatera Utara pada 27 Oktober 2023, Ustadz Prof. Dr. H. Amroeni Drajat, MA memberikan khutbah yang menyentuh hati umat Islam terkait dengan situasi kritis di Palestina.
Ustadz Amroeni menyampaikan keprihatinan terhadap nasib saudara-saudara Muslim di Palestina yang menjadi korban kekejaman rezim Israel. Beliau menyeru umat Islam untuk meningkatkan takwa kepada Allah sebagai modal untuk akhirat.
Peristiwa di Palestina, Ustadz Amroeni membagi umat Islam menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok umum yang melihat dan merasa terpukul dengan tragedi di Palestina. Beliau menekankan bahwa doa adalah senjata bagi umat Muslim, dan umat perlu bersatu dalam doa untuk saudara-saudara yang berada di bawah penindasan.
Kedua, kelompok khas, yaitu mereka yang dapat memengaruhi pergerakan ekonomi. Ustadz Amroeni mengajak umat Islam untuk menghindari produk-produk yang berasal dari perusahaan Yahudi atau yang terkait dengan Israel. Mengetahui dengan baik produk yang dikonsumsi adalah langkah kecil yang dapat diambil oleh umat Islam.
Terakhir, kelompok yang memiliki kekuasaan, termasuk dalam bidang politik. Ustadz Amroeni mengingatkan bahwa mereka yang memiliki pengaruh politik harus menggunakan kekuasaannya untuk mengupayakan perdamaian dan menghentikan serangan terhadap saudara-saudara mereka di Palestina.
Umat Islam juga diajak untuk menyumbang dalam bentuk apapun yang mereka mampu, baik berupa doa, bantuan ekonomi, atau upaya politik. Semua ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan umat Islam di Palestina.
Khutbah ditutup dengan doa kepada Allah SWT agar memberikan kekuatan kepada umat Islam, khususnya mereka yang berada di Palestina. Ustadz Amroeni berharap agar peristiwa tragis tersebut segera berakhir, dan umat Islam dapat meraih kemenangan atas penindasan yang mereka alami.
Semoga kesadaran dan aksi umat Islam dalam merespons panggilan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi saudara-saudara kita di Palestina. (Yogo Tobing)
muisumut.or.id-Serdang Bedagai, 27 Oktober 2023 – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai, Drs H. Hasful Huzain, SH, dan Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sergai menyambut baik audiensi Badan Pembina Muallaf (BPM) Kabupaten Sergai. Pertemuan tersebut berlangsung di aula kantor MUI Sergai pada Jumat, 27 Oktober 2023, pukul 08.30 WIB.
Dalam kegiatan audiensi ini, turut hadir Ketua BPM Sergai, H Andi Ginting, Wakil Ketua Turmuji, Sekretaris Rahmat, Penasehat Umum Efendi Lubis, dan Bendahara Dewi M Pulungan. Humas BPM Sergai Husen Silaban juga ikut mendampingi, serta beberapa anggota perwakilan dari badan pengurus muallaf Kabupaten Sergai.
Dalam sambutannya, Ketua BPM Kabupaten Sergai, H Andi Ginting, mengucapkan terima kasih kepada Ketua MUI Sergai, Drs H Hasful Huzain SH, yang telah menerima audiensi dari badan pengurus muallaf (BPM) Sergai. Ginting menjelaskan bahwa tujuan audiensi ini adalah untuk memperkenalkan keberadaan Badan Pembina Muallaf di Kabupaten Serdang Bedagai beserta para pengurus yang hadir.
“Andi Ginting menyampaikan bahwa BPM Kabupaten Sergai memiliki fokus khusus pada pembinaan terhadap muallaf dan siap bersinergi dengan pihak BAZNAS Kabupaten Sergai serta MUI Sergai dalam menjaga dan memberikan bimbingan kepada para muallaf di Serdang Bedagai,” ujar Ginting.
Ginting juga memaparkan bahwa awal terbentuknya BPM ini berasal dari kecamatan Dolok Masihul dan telah berkembang ke Kabupaten Serdang Bedagai dengan memulai pembentukan pengurus di desa-desa di wilayah Kabupaten Sergai.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua MUI Serdang Bedagai, Drs H Hasful Huzain, didampingi oleh Kabid MUI, Drs Rusydi, dan Ketua MUI Kecamatan Dolok Masihul, Drs. H Syahrul Nasution. Mereka menyampaikan terima kasih atas kehadiran pengurus BPM Kabupaten Sergai di kantor MUI Sergai serta menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung pembinaan muallaf di daerah tersebut. (Yogo Tobing)
muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara menggelar salat ghaib sebagai bentuk solidaritas dan doa untuk rakyat Palestina, yang tengah menghadapi situasi konflik yang semakin memprihatinkan. Kegiatan ini dilaksanakan usai pelaksanaan salat Jumat 27 Oktober 2023 di Mesjid Ar-Rahmah yang berada di perkantoran MUI Sumut, dan dipimpin oleh seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Kader Ulama MUI Sumut (PTKU) Sa’i.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, salat ghaib dihadiri oleh puluhan umat Muslim dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan dan sosial di Sumatera Utara.
. Ustadz Dr. Abdul Hamid, Ketua Bidang Hukum MUI Sumut, pembawa doa usai salat, dalam doanya mengajak untuk bersatu dan memberikan kemudahan untuk saudara-saudara Muslim di Palestina yang terus menderita akibat konflik yang berlarut-larut. Seluruh jamaah seraya menadahkan tangan dalam kesatuan doa. Mereka berdoa agar Allah SWT memberikan perlindungan, kekuatan, dan ketabahan bagi rakyat Palestina, serta agar konflik segera berakhir, dan perdamaian dapat terwujud
Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan dan solidaritas dari masyarakat Sumatera Utara terhadap rakyat Palestina. “Kami berharap bahwa doa-doa yang tulus ini akan menjadi bagian dari upaya besar dalam mencapai perdamaian yang sangat diharapkan di Palestina,” kata Dr. Akmaludiin. Acara salat ghaib untuk Palestina ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia terus mendukung perdamaian dan kesejahteraan di seluruh dunia, khususnya di Palestina. Semoga doa-doa yang dilantunkan dalam kesederhanaan dan kesungguhan ini menjadi langkah awal untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan merestorasi perdamaian di Timur Tengah. (Yogo Tobing)
muisumut.or.id-Deli Serdang, “Sekali merangkuh dayung dua tiga pulau terlampaui “. Semangat pribahasa ini membuat Nani Ayum Panggabean tergerak hati pada ketika ada undangan masyarakat untuk ceramah Maulid Nabi Muhammad Saw. maka Nani menggunakan kesempatan itu sekaligus Sosialisasi Narkoba. Nani Ayum sebagai salah seorang anggota pengurus Lembaga MUI SU Ganas Annar ( Gerakan Nasional Anti Narkoba) yang diketuai oleh Bapak Dr. Zulkarnaen Nasution dan Sekretarisnya Dr. Arifinsyah , Nani juga kebetulan pernah dilatih sebagai Relawan pada lembaga Ganas Annar MUI SU tersebut merasa tergerak, terpanggil untuk menyelipkan dalam ceramah Maulidnya tentang Bahaya Narkoba.”
Pada Hari Senin, 2 Oktober 2023 Nani Ayum memberikan ceramah Maulid Nabi Muhammad Saw di SD/SMP Alwashliyah Muliorejo Deli Serdang, maka dengan izin panitia memakai rompi kebanggaan Ganas Annar menyampaikan ceramahnya : ” Salah satu missi Kedatangan Rasulullah Saw. adalah menyempurnakan Akhlak Karimah. Tapi saat ini yang terjadi adalah kemerosotan Akhlak melawan orang tua, melawan guru, pergaulan bebas, pencurian, perampokan, geng motor, tawuran bahkan sampai begal yang mengakibat nyawa melayang. Sebagian akar masalahnya adalah akibat penyalahgunaan narkoba apalagi dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, psikosis, danp gangguan jiwa lainnya. Penggunaan narkoba dapat memicu perubahan suasana hati yang drastis dan meningkatkan risiko perilaku agresif. Orang yang sedang sakau tidak dapat berpikir jernih lagi. Marilah kita jadikan momentum Maulid ini untuk “War On Drugs ” : Perang Terhadap Narkoba. Demi menciptakan Generasi Muslim bertaqwa,cerdas cendekia tanpa narkoba.”
Giat lain pada Pengajian Akbar /Maulid Nabi MTPI se Kecamatan Medan Johor dan pada kesempatan itu hadir juga pemuda remaja Masjid dan beberapa perwakilan organisasi putri .Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.itu diadakan pada hari Rabu, 25 Oktober 2023 di Masjid Muttaqin Jalan Luku Medan .Waktunya dekat dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda, maka pada kesempatan itu Nani Ayum Panggabean menyampaikan pada para Ibu untuk mendidik anak mudanya dengan baik dan kepada para pemuda mengajak untuk bertaqwa kepada Allah Swt , meneladani Akhlak Nabi dan menyerukan para pemuda unruk “Perang Terhadap Narkoba. War On Drugs.”
Narkoba masih menjadi musuh utama masyarakat Indonesia hingga hari ini, permasalahan narkoba di negeri ini semakin berlarut dan sangat sulit untuk diperangi, bermacam cara, strategi telah dilakukan untuk memberantas dan membumi hanguskan narkoba pun telah di lakukan, namun tetap saja narkoba masih menjadi sebuah ancaman yang bisa menyerang siapa saja baik itu orang tua, anak muda bahkan anak-anak. Hal tersebut menjadi ancaman sekaligus tantangan untuk semua generasi bangsa melawan narkoba tidak terkecuali pemuda. “War on Drugs. Kata Nani berulang kali.
Bung Karno “Berikan aku 10 pemuda, maka akan Ku guncang dunia ini”. Apa yang di ungkapkan Presiden Indonesia pertama ini tak berlebihan, mengingat betapa pemuda adalah kunci kemajuan bangsa dan negara ini karena pemuda merupakan aset bangsa untuk meneruskan generasi selanjutnya, sehingga nasib bangsa dan negara begitu bergantung pada generasi muda terutama dalam memerangi narkoba.
Nani melanjutkan ceramahnya bahwa diharapkan kepada orang tua agar khawatir untuk meninggalkan dibelakang mereka generasi yang lemah. Sebagaimana pesan cerdas Ilahiyah dalam AlQur’an surat An-Nisa ayat 9. وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan generasi yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (QS an – Nisa 9)
Nani juga mengajak orang tua untuk memelihara anak keturunannya pada lima pokok ke-maslahat-an, yaitu: agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.
muisumut.or.id-Rantauprapat, Bupati Labuhanbatu, Dr. H. Erik Adtrada Ritonga, bersama dengan Wakil Bupati Labuhanbatu, Hj. Ellya Rosa Siregar, S.Pd.MM, dan Sekretaris Daerah Ir. Hasan Heri Rambe, meresmikan acara Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) MUI Labuhanbatu. Acara ini berlangsung di Gedung Serba Guna Deli Hall Rantauprapat, Jalan Panah, Kecamatan Rantau Selatan pada hari Rabu, 25 Oktober 2023.
Dalam sambutannya, Bupati Erik Adtrada Ritonga menyampaikan salam selamat kepada seluruh peserta MUKERDA MUI Labuhanbatu. Ia berharap bahwa acara ini akan mampu menghasilkan program kerja yang lebih baik, yang nantinya dapat diimplementasikan untuk kepentingan masyarakat Labuhanbatu.
Bupati juga menyoroti tema MUKERDA hari ini, yaitu “Melalui MUKERDA, Perkokoh Peran Ulama dalam Pembangunan.” Dalam konteks ini, beliau menekankan pentingnya peran ulama sebagai individu yang memiliki pengetahuan mendalam tentang agama dan ilmu-ilmu umum yang relevan dengan kemaslahatan umat.
Lebih lanjut, Bupati Erik Adtrada Ritonga berharap para ulama di Kabupaten Labuhanbatu, khususnya yang tergabung dalam MUI, dapat membantu mengubah paradigma negatif menjadi positif dalam masyarakat.
Ketua Umum DP MUI Labuhanbatu, Drs. H. Abdul Hamid Zahid, menjelaskan bahwa kegiatan MUKERDA ini bertujuan untuk merumuskan program kerja yang akan disosialisasikan dan dilaksanakan pada tahun 2024. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Labuhanbatu dan Wakil Bupati Ellya Rosa Siregar yang selalu mendukung segala aktivitas MUI Labuhanbatu. MUI dengan senang hati akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam membangun daerah ini.
Wakil Ketua MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasan Bakti., MA, juga memberikan selamat kepada MUI Labuhanbatu atas pelaksanaan MUKERDA. Ia turut mengapresiasi perhatian besar yang diberikan oleh Bupati Labuhanbatu terhadap MUI Labuhanbatu.
Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, Asisten I Drs. H. Sarimpunan Ritonga, Kepala Dinas Kesbangpol Nilwan, Kepala Kantor Kementerian Agama Dr. H. Hasbin Pasaribu, Ketua KNPI Romario Simangunsong, para tokoh agama, dan tamu undangan lainnya. (Yogo Tobing)