Wednesday, March 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 102

Gebyar Muharram 1445 H Berlangsung Sukses di Sumatera Utara Dengan Dukungan Penuh dari Ketua Bidang Ekonomi MUI Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Pameran dan Bazar Gebyar Muharram 1445 H yang digelar di Sumatera Utara telah sukses ditutup pada tanggal 20 Juli 2023 oleh H. Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA, yang menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara.

Acara penutupan yang meriah ini menyaksikan beberapa pesan penting yang disampaikan oleh H. Jafar Syahbuddin Ritonga kepada seluruh peserta. Salah satunya adalah tujuan dari Gebyar Muharram ini akan tercapai lebih baik jika semua pihak terkait dapat bekerja sama dengan perbankan untuk mendukung kegiatan tersebut. Kerjasama ini diharapkan akan memberikan manfaat yang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

H. Jafar Syahbuddin Ritonga juga menyoroti pentingnya mengundang perwakilan dari UMKM setiap bulan dalam acara coffee break dengan Bank Sumut Syariah. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan keluhan dan masukan dari lapangan, sehingga perbankan dapat memberikan dukungan yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi perkembangan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jafar juga mengajukan ide sinergi antara UMKM dengan koperasi sebagai wadah untuk menyampaikan keluhan dan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan UMKM dapat saling mendukung dan berkolaborasi dalam mengatasi tantangan yang dihadapi, serta memperkuat daya saing di pasar.

Selain memberikan pesan-pesan penting, Ketua Bidang Ekonomi MUI Sumatera Utara menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret untuk memastikan Gebyar Muharram ini tidak hanya menjadi seremoni belaka. Ia mengajak seluruh peserta untuk bergerak aktif dalam meningkatkan kelas dan kualitas usaha UMKM. Dukungan penuh dari MUI Sumatera Utara akan diberikan untuk mengkawal dan mendukung perkembangan UMKM agar dapat naik kelas dan meraih kesuksesan di tingkat yang lebih baik.

Dengan harapan besar agar UMKM dapat terus berkembang dan berkelanjutan dalam menjalankan usahanya, acara Gebyar Muharram 1445 H ditutup secara resmi oleh H. Jafar Syahbuddin Ritonga. Penutupan acara ini memberikan inspirasi dan semangat baru bagi para pelaku UMKM di Sumatera Utara untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus diadakan di masa depan untuk terus mendukung kemajuan sektor UMKM di wilayah ini. Dengan kerjasama yang kuat antara berbagai pihak terkait, diharapkan UMKM di Sumatera Utara dapat semakin maju dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. (Yogo Tobing/Aidil)

Gebyar Muharram 1445: MUI Menggelar Talkshow Perbankan Syariah tentang Pembiayaan dan Permodalan

0

muisumut.or.id-Medan, Pada tanggal 20 Juli 2023, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan gebyar Muharram 1445 dengan mengadakan talkshow bertema “Perbankan Syariah: Pembiayaan dan Permodalan” yang dihadiri oleh Roy Persadanata, perwakilan dari Bank Sumut Syariah, yang bertanggung jawab dalam bidang pembiayaan. Talkshow tersebut dipandu oleh Putrama Alkhairi.


Dalam acara tersebut, Roy Persadanata memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai aspek perbankan syariah, terutama terkait pembiayaan dan permodalan yang ditawarkan oleh bank syariah kepada para peserta talkshow.
Dalam paparan penjelasannya, beberapa persyaratan utama untuk mendapatkan pembiayaan dan permodalan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disampaikan sebagai berikut:

Bermitra dengan Koperasi Terpercaya: UMKM diharapkan untuk menjalin kerjasama dengan koperasi yang telah teruji dan terpercaya. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan bantuan dalam aspek pembiayaan dan pengembangan modal usaha.
Pertemuan Rutin dengan Para UMKM: Koperasi diwajibkan untuk mengadakan pertemuan secara rutin dengan para UMKM yang bekerjasama. Pertemuan ini dijadwalkan minimal 3 bulan sekali dan bertujuan untuk melakukan “sharing” atau berbagi pengalaman, serta membahas tantangan dan peluang dalam mengembangkan usaha.

Membuat Database Bahan Baku: Setiap UMKM diharapkan untuk membuat database yang mencatat informasi tentang bahan baku yang dibutuhkan. Data ini akan membantu pihak pemberi pembiayaan untuk memberikan informasi mengenai tempat-tempat penjualan bahan baku dengan harga yang lebih murah dan terpercaya.

Membantu Kemajuan UMKM Lain: Tidak hanya fokus pada kemajuan diri sendiri, UMKM diharapkan dapat membantu perkembangan UMKM lainnya. Kolaborasi dan dukungan antar-UMKM ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memajukan sektor UMKM secara keseluruhan.

Data Keuangan yang Akurat: Bagi UMKM yang ingin mengajukan pembiayaan atau permodalan, disarankan untuk mengumpulkan data keuangan yang akurat, seperti bon penjualan harian. Data ini akan menjadi referensi penting bagi pihak bank dalam mengevaluasi dan memproses permohonan pembiayaan.

Selain itu, Roy Persadanata juga memberikan saran berharga kepada para UMKM yang berencana untuk melakukan ekspor keluar negeri. Dia menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menerima pesanan ekspor. Sebelum memulai produksi, UMKM disarankan untuk meminta uang muka dari pihak pembeli sebagai jaminan keseriusan pesanan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian besar apabila pesanan tersebut dibatalkan, sehingga UMKM yang sudah memproduksi tidak akan mengalami kerugian yang signifikan.

Talkshow ini menjadi momen berharga bagi peserta untuk memahami lebih dalam mengenai perbankan syariah, khususnya pembiayaan dan permodalan bagi UMKM. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dari acara ini dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha para peserta, sekaligus memberikan kontribusi positif dalam perkembangan sektor UMKM di Indonesia. (Yogo Tobing/Aidil)

MUI Kota Padangsidimpuan dan Pemerintah Kota Gelar Zikir dan Tabligh Akbar untuk Memperingati Tahun Baru Islam

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan menggelar acara Zikir dan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Abror Kota Padangsidimpuan, Rabu (19/7-23). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah dengan tema ‘Dengan Semangat Tahun Baru Islam, Mari Kita Hijrah Untuk Bangsa Yang Lebih Baik’. Pembukaan acara dilakukan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang dipimpin oleh Muslimin Hutapea MPd.

Acara Zikir dan Tabligh Akbar ini merupakan bagian dari agenda tahunan MUI Kota Padangsidimpuan yang bertujuan untuk mengingatkan umat Islam tentang Tahun Baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharram setiap tahunnya. Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Drs H Zulfan Efendi Hasibuan MA, berharap bahwa semangat Tahun Baru Islam ini dapat memberikan makna Hijrah yang membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat dan bangsa.

“Makna Hijrah adalah perubahan, kita berharap dengan memasuki Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah ini, akan terjadi perubahan yang betul-betul signifikan di tengah masyarakat dan bangsa kita ini, masyarakat Padangsidimpuan yang selama ini baik, mudah-mudahan dengan semangat Tahun Baru Islam ini kita Hijrah menjadi lebih baik lagi dimasa-masa yang akan mendatang,” ujar Drs H Zulfan Efendi Hasibuan MA.

Sambutan dari Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution SH, MM, menyatakan harapannya agar Tahun Baru Islam menjadi sarana syiar Islam dan mendorong setiap individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

“Tahun Baru Islam ini adalah Tahun Baru umat Islam yang diperingati setiap 1 Muharram dan peringatan Tahun Baru Islam ini menjadi sarana syiar Islam, semoga dengan Tahun Baru Islam ini kita bisa menjadi pribadi yang semakin baik di waktu mendatang,” tutur Irsan Efendi Nasution SH, MM.

Acara penyambutan Tahun Baru Islam ini juga dimeriahkan dengan Tausiyah oleh Al-Ustadz Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Dengan diselenggarakannya acara Zikir dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, diharapkan umat Islam di Kota Padangsidimpuan semakin memahami arti pentingnya peristiwa Hijrah dan mampu mengambil inspirasi untuk membawa perubahan positif bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa, sesuai dengan semangat Tahun Baru Islam yang diusung oleh MUI Kota Padangsidimpuan. (Yogo Tobing)

Talkshow Pameran UMKM Syariah MUI Sumut: Bahas Kebijakan Pengembangan Produk UMKM

0

muisumut.or.id-Medan, Komisi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara menyelenggarakan talkshow di hari kedua dalam rangka Pameran UMKM Syariah. Acara ini membahas tentang kebijakan pengembangan produk UMKM dan menghadirkan Yosi Sukmono, Sekretaris Disperindag Energi, Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara sebagai pembicara.

Dalam talkshow tersebut, Yosi Sukmono menyampaikan beberapa poin terkait peran Dinas Perindustrian dalam memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada UMKM setiap tahun. Fasilitasi yang diberikan meliputi sertifikasi halal, perbaikan kemasan produk, peningkatan mutu, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Jika ada UMKM atau IKM yang merasa kemasan produknya belum menarik, Dinas Perindustrian menyediakan tenaga desain secara gratis untuk membantu para pelaku UMKM dan IKM.

Yosi Sukmono juga menekankan pentingnya mendorong semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat. Ia mengungkapkan harapannya agar masyarakat memiliki jiwa entrepreneurship yang kuat sebagai modal dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah.

Selain itu, Yosi Sukmono juga memaparkan tentang unit khusus di Dinas Perindustrian yang diberi nama Rumah Ekspor. Unit ini baru berjalan kurang dari dua tahun dan bertujuan untuk memfasilitasi produk-produk UMKM yang telah memenuhi standar internasional agar dapat diekspor.

Pada akhir acara, dilakukan penyerahan piagam oleh Drs. Putrama Alkhairi selaku Sekretaris Bidang Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut, yang juga menjadi Sekretaris Panitia pada acara Pameran UMKM Syariah.

Talkshow yang diselenggarakan dalam rangka Pameran UMKM Syariah MUI Sumut ini merupakan platform penting dalam memperkuat dan mengembangkan UMKM di daerah Sumatera Utara. Melalui kebijakan dan fasilitasi yang diberikan oleh Dinas Perindustrian, diharapkan UMKM dapat semakin berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian daerah. (Yogo Tobing)

Penyerahan Piagam Penghargaan Oleh Sekretaris Bidang Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI Sumatera Utara Kepada Yosi Sukmono Selaku Narasumber

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H: MUI Sumatera Utara Mengajak Umat untuk Semangat Hijrah

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar acara Zikir dan Muhasabah yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara. Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa, 01 Muharram 1445 H/18 Juli 2023 M, dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, dan berlokasi di halaman Kantor MUI Sumatera Utara.

Acara ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di Sumatera Utara untuk merefleksikan diri, memperkuat semangat hijrah, dan memperbaiki kualitas kehidupan beragama. Dalam acara tersebut, Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara menghadirkan Pentausyiah Dr. Sugeng Wanto sebagai pembicara utama yang memberikan tausyiah mengenai tema berhijrah dalam menyambut tahun baru Hijriyah.

Dalam acara tersebut, Pentausyiah Dr. Sugeng Wanto memberikan tausyiah yang mengangkat tema semangat hijrah sebagai fokus utama dalam menyambut tahun baru Hijriyah. Ia menekankan bahwa tahun pertama hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting dalam sejarah perkembangan Islam. Hijrah tersebut dari Makkah ke Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah, menjadi titik awal bagi kemajuan dan peradaban Islam yang dihormati oleh umat manusia di seluruh dunia hingga saat ini.

Dr. Sugeng Wanto juga menekankan pentingnya berhijrah dalam berbagai aspek kehidupan. Selain berhijrah dari perbuatan yang dilarang menjadi perbuatan yang diperintahkan oleh Allah, kita juga perlu berhijrah dari sifat-sifat yang dibenci Allah menuju sifat yang diridhoi-Nya. Dalam bidang ekonomi, Dr. Sugeng Wanto mendorong kesadaran untuk berbelanja di tempat saudara sendiri, yang dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam bazar UMKM yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia. Dengan demikian, ekonomi umat dapat semakin meningkat.

Selain itu, dalam bidang politik, Dr. Sugeng Wanto menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan iman dan ketaqwaan, bukan hanya berdasarkan pertanyaan sepele. Ia mengajak untuk menyosialisasikan hal ini agar umat Islam dapat berkuasa di negeri ini, dipimpin oleh pemimpin yang beriman, sholeh, dan berpihak kepada Islam.

Dr. Sugeng Wanto memberikan contoh kisah hijrah Nabi dan sahabat sebagai motivasi. Salah satu contoh yang disebutkannya adalah Abdurrahman bin Auf, yang ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, memperoleh keberuntungan karena persatuan dan kesatuan umat Islam. Abdurrahman bin Auf yang semula konglomerat di Makkah, berhasil membangun usaha di Madinah dengan bantuan saudaranya, Saad bin Rabi. Dalam tausyiahnya, Dr. Sugeng Wanto mengajak semua umat Islam untuk saling mendukung dan memperbesar saudara sendiri, menghindari persaingan yang tidak produktif.

Dr. Sugeng Wanto juga menekankan bahwa Allah akan meluaskan rezeki bagi siapa pun yang berhijrah di jalan-Nya. Ia meyakinkan bahwa jika kita berhijrah dari kemaksiatan menuju perbuatan baik, Allah akan menjauhkan kita dari kemaksiatan tersebut dan memberikan rezeki yang berlimpah. Dr. Sugeng Wanto berpesan bahwa semangat berhijrah ini harus kuat dalam kehidupan kita, terutama dalam menyambut tahun baru Hijriyah ini. Ia berharap agar umat Islam semakin berjaya, kuat dalam kebersamaan, dan mengalami kemajuan yang signifikan pada tahun 1445 Hijriyah ini, terutama dalam aspek kebangkitan dan keberhasilan umat Islam di Indonesia. (Yogo Tobing)

Hijrah dan Pengorbanan: Tausyiah Prof. Dr. Muzakkir M. Ag di Peringatan Tahun Baru Islam”

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka memperingati tahun baru Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menghadirkan Tausyiah yang menginspirasi dari Prof. Dr. Muzakkir M. Ag. Dalam tausyiahnya, beliau menyoroti dua nikmat utama yang patut disyukuri, yakni nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang yang memungkinkan kita hadir dalam peringatan ini.

Mengangkat tema hijrah, Prof. Muzakkir menekankan pentingnya pesan muhasabah dan pengorbanan dalam diri. Menurutnya, hijrah adalah bentuk jihad diri yang mendorong kita untuk terus berbenah diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Beliau menekankan pentingnya pengorbanan dan jihad diri dalam menjalani ajaran Islam dengan sebenar-benarnya.

Semangat pengorbanan menjadi sorotan utama dalam peringatan Muharram ini. Prof. Muzakkir mengajak umat Islam untuk bersatu dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik. Beliau meyakinkan bahwa dalam perjuangan dakwah, ujian dan ancaman mungkin tak terhindarkan, namun keyakinan yang teguh kepada Allah akan mampu mengatasi segala cobaan tersebut.”Kita harus menegakkan yang benar, Allah akan menolong kita dari tantangan-tantangan berdakwah,” tegas Prof. Muzakkir.

Prof. Muzakkir juga mengajak hadirin untuk memahami konsep istidraj, yaitu rahmat Allah yang memberikan kesempatan bagi orang-orang yang berpaling dari kebenaran untuk sementara waktu, sebelum azab-Nya benar-benar menimpa mereka. Dalam konteks yang lebih luas, beliau menekankan pentingnya berhati-hati dan selalu berada di jalan yang benar agar tidak terjatuh dalam istidraj.

Lebih lanjut, tema Muharram kali ini, yaitu ‘masjid sebagai pusat perubahan,’ juga menjadi perhatian beliau. Prof. Muzakkir menekankan pentingnya masjid sebagai tempat yang tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga menciptakan peradaban yang maju dan berkualitas.

Di akhir tausyiahnya, Prof. Muzakkir mendorong semua peserta peringatan untuk menjadikan hidup bermakna dan bermanfaat bagi sesama. Beliau menekankan bahwa sebagai manusia yang beriman, tugas kita adalah memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan begitu, kita menjadi manusia yang terbaik di hadapan Allah.

Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah di MUI Sumatera Utara menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk merenungkan makna hijrah, memperkuat akidah, dan berkomitmen dalam menciptakan peradaban yang lebih baik. Semangat pengorbanan dan keteguhan dalam memegang kebenaran diharapkan akan terus menggelora di kalangan umat Islam. (Yogo Tobing)

MUI Sumatera Utara Mendoakan Kesembuhan Gubernur dalam Peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1445 H

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar Peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1445 H yang berlangsung khidmat di pelataran Kantor MUI Sumut pada Rabu, tanggal 19 Juli 2023. Acara yang seharusnya dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, ternyata tidak dapat dihadiri oleh beliau karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. Dalam acara doa yang dipandu oleh K.H Akhyar Nasution, Lc, MA, seluruh pengunjung turut mendoakan kesembuhan Gubernur Edy Rahmayadi yang saat ini sedang mengalami masalah kesehatan.

Ketua Panitia, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M. Hum, dalam laporannya menyampaikan hal-hal terkait kegiatan tersebut. “Kita akan meluncurkan kalender hijriah sebagai bagian dari peringatan ini,” ujarnya. Selain itu, acara hari ini juga padat dengan pameran Produk UMKM Syariah Ramah Lingkungan, sebagai bentuk sinergi dengan bidang ekonomi.

Dalam pidatonya, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan beberapa poin penting. “Kegiatan hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan muharram 1445 H. Kemarin, kita telah membuka pameran UMKM yang disponsori oleh Bidang KPEU MUI Sumut. Kita telah melihat ada 26 Stand UMKM yang berdiri di MUI Sumut, berkontribusi dalam pengembangan Ekonomi Syariah,” jelasnya. Selanjutnya, Dr. Maratua juga menyoroti pentingnya hijrah dalam konteks peringatan muharram. “Hari ini, kita berbicara tentang muharram, yang berarti berbicara tentang Hijrah. Hijrah saat ini adalah mengubah diri dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah menjadi apa yang dicintai oleh Allah,” tambahnya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya hijrah dalam konteks ekonomi untuk memastikan kesejahteraan umat Muslim.

Lebih lanjut, Dr. Maratua menyinggung tentang peran MUI dalam menghadapi berbagai tantangan. “Jika kita melihat pada tahun 1444 H, banyak kejadian yang mendorong MUI untuk bertindak. Banyak kejadian mungkar yang harus diluruskan oleh MUI. Percayalah bahwa MUI tidak akan berhenti dalam menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar,” tegasnya.

Gubernur Sumatera Utara, yang kali ini diwakili oleh Dr. H. Agus Tripriyono, menyampaikan sambutannya. “Mari, pada tahun muharram yang baru ini, mari kita memperkuat semangat dalam berhijrah dan berkomitmen untuk selalu mencari ridho dan keberkahan dalam setiap langkah,” ajaknya. Selain itu, Dr. Agus juga berharap agar nusa dan bangsa dapat bersinergi menuju langkah yang lebih baik.

Dengan doa dan harapan yang tulus, MUI Sumatera Utara menggelar Peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1445 H sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan hijrah umat Muslim dan juga sebagai wujud dukungan kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dalam harapan kesembuhannya. Semoga kesembuhan beliau segera diperoleh dengan izin Allah SWT. (Yogo Tobing)

Peluncuran Kalender Hijriah 1445

MUI Kota Padangsidimpuan Bersama Wali Kota, Tingkatkan Semangat Peringatan Tahun Baru Islam

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan mengadakan pertemuan dengan Wali Kota pada Senin (17/7/2023) di ruang kerja Wali Kota. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas rencana pelaksanaan peringatan tahun baru Islam yang akan digelar pada hari Rabu, 19 Juli 2023 di Kota Padangsidimpuan.

Hadir dalam pertemuan ini, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, H. Zulfan Effendi Hasibuan, yang dengan penuh hormat meminta izin dari Wali Kota agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di Masjid Agung Al-Abror Kota Padangsidimpuan. Masjid Agung Al-Abror merupakan pusat ibadah utama bagi umat Islam di kota ini, sehingga menjadi lokasi yang sangat relevan untuk peringatan tahun baru Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan menyampaikan betapa pentingnya momen bersejarah 1 Muharram 1445 H bagi umat Islam. Ia juga menekankan bahwa peringatan ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama di Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mempromosikan toleransi dan kerukunan dalam keberagaman yang ada di kota ini.

Menanggapi usulan dari MUI Kota Padangsidimpuan, Wali Kota dengan tegas menyatakan akan turut hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H yang akan digelar pada hari Rabu mendatang. Beliau memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan menjamin bahwa peringatan akan diselenggarakan di Masjid Agung Al-Abror.

“Perayaan tahun baru Islam ini diharapkan menjadi momentum berharga untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerjasama antar warga di Kota Padangsidimpuan,” ucap Wali Kota dengan harapan besar.

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H di Kota Padangsidimpuan dipandang sebagai momen yang penuh keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi seluruh umat Islam di kota ini. Semangat dari MUI Kota Padangsidimpuan dan dukungan dari Wali Kota diharapkan dapat membawa berkah bagi perayaan ini dan semakin memperkokoh harmoni di tengah masyarakat yang beragam. (Yogo Tobing)

Prof. Basyaruddin LPPOM MUI Sumut Jelaskan Manajemen Najis dan Prosedur Sertifikasi Halal di Acara Pameran UMKM

0

muisumut.or.id-Medan,  Salah satu pemateri yang turut berpartisipasi dalam acara pameran produk UMKM MUI Sumatera Utara (Sumut) adalah Prof. Basyaruddin, direktur LPPOM MUI Sumatera Utara. Dalam penjelasannya, Prof. Basyaruddin menjelaskan proses sertifikasi halal yang sangat relevan bagi pelaku usaha dan konsumen.

Dalam paparannya, Prof. Basyaruddin menyampaikan pentingnya manajemen najis dalam suatu produk yang menjadi salah satu aspek utama dalam proses sertifikasi halal. Ia menjelaskan bahwa ada tiga kondisi yang harus terpenuhi agar produk dapat memenuhi standar sertifikasi halal, yaitu:

  1. Tidak berasal dari bahan yang najis atau haram.
  2. Tidak terkontaminasi oleh zat najis atau bahan yang haram selama proses produksi.
  3. Tidak berpotensi menjadi najis atau terkontaminasi zat najis setelah proses produksi.

Prof. Basyaruddin juga menjelaskan bahwa terdapat empat aspek yang harus diperhatikan agar produk dapat memperoleh sertifikasi halal, yaitu:

  1. Bahan: Seluruh bahan yang digunakan dalam produksi harus terjamin kehalalannya. Dalam hal ini, bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat kehalalan yang ditetapkan oleh MUI.
  2. Proses: Proses produksi harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip dan persyaratan halal yang berlaku. Setiap tahapan produksi harus terjamin tidak terjadi pencemaran atau kontaminasi dengan bahan-bahan najis atau haram.
  3. Tempat: Lingkungan dan fasilitas produksi juga harus memenuhi standar kebersihan dan kehalalan. Tempat produksi harus bebas dari pencemaran dan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk menjaga kehalalan produk.
  4. Sumber daya manusia: Tenaga kerja yang terlibat dalam produksi juga harus memahami dan menjalankan prinsip-prinsip kehalalan. Mereka harus terlatih dan memahami pentingnya menjaga kebersihan serta menjalankan prosedur produksi yang sesuai dengan persyaratan halal.

Dengan penjelasan yang disampaikan oleh Prof. Basyaruddin, diharapkan pelaku usaha UMKM di Sumatera Utara semakin memahami dan menerapkan prinsip-prinsip sertifikasi halal. Hal ini akan berdampak positif bagi mereka dalam memenuhi permintaan konsumen yang semakin mengedepankan produk-produk halal dan ramah lingkungan. (Yogo Tobing)

Perjalanan Bisnis Wakaf MUI Sumut: Dari Minimarket Hingga Urban Farm

0

muisumut.or.id-Medan, Bisnis wakaf MUI Sumut berawal dari CSR bank Sumut yang meberikan bangunan untuk laboratorium Interprenership. Lalu dikelola lah menjadi sebuah bisnis minimarket yang diberi nama Halalmart MUI Sumut tahun 2018

Satu tahun setelah usaha minimarket berjalan, pada tahun 2019 bisnis Coffe shop mulai dirintis. Tahun berikutnya, di tahun 2020 usaha bisnis kembali bertambah dengan munculnya usaha Advertising.

Tidak selesai sampai di satu, pandemi covid yang berdampak pada usaha justru menambah unit usaha lainnya yakni Studio Podcast di tahun 2021.

Dari sekian banyak unit usaha, kembali bertambah unit usaha baru di tahun 2022 yakni bisnis sayuran segar hidroponik.

Berawal pada saat peringatan muharram 1444, salah satu UMKM menawarkan P2WP untuk berbisnis Tanaman Sayur Hidroponik hingga membuka jalan bagi P2WP untuk memulai bisnis tersebut yang saat ini diberi nama Urban Farm MUI Sumut.

Sekilas perjalanan Urban Farm MUI Sumut yang bermula hanya 120 lubang tanam, siapa sangka kini dalam kurun waktu satu tahun sudah memiliki 10.000 lubang tanam yang tersebar di Lantai 4 MUI Sumut serta sekitar area perkantoran MUI Sumut.

Untuk memulai usaha ini, P2WP memberanikan diri mengeluarkan modal lebih dari 100 Juta guna membangun Instalasi. Uang tersebut didapat dari hasil dari keuntungan Bisnis Wakaf Produktif.

Perjalanan Urban Farm MUI Sumut kini bukan hanya sekedar usaha kebun pertanian kota, tetapi juga menjadi tempat pelatihan dan pengembangan kewirausahaan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan visi P2WP yakni “Mensejahterakan umat Islam melalui wakaf produktif”.

Dari kebun wakaf ini juga telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan atau pelatihan wirausaha dan entrepreneurship Muslim.

Sebagai hasil dari bisnis wakaf produktif yang dikelola oleh P2WP, Urban Farm MUI Sumut didirikan dengan tujuan menciptakan visi tersebut.

Misi ini dilakukan melalui pengelolaan bisnis berbasis wakaf produktif di berbagai lokasi dan wilayah serta memberikan layanan publik yang mudah diakses secara gratis.

Dengan fokus pada budidaya sayuran hidroponik, Urban Farm MUI Sumut menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat.

Pertanian hidroponik, sebuah teknik modern yang mengoptimalkan penggunaan air dan nutrisi tanaman tanpa memerlukan lahan luas, menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan produksi pertanian di lingkungan perkotaan yang terbatas.

Layanan Urban Farm MUI Sumut saat ini terbuka untuk memberikan Edukasi bagi yang siapa saja yanh berkomitmen ingin memiliki pertanian sendiri.

Urban Farm MUI Sumut menyediakan pelatihan dari awal hingga akhir dengan materi Pembibitan Instalasi, Penanaman Pemasaran (konvensional/Digital), Perawatan, Pemupukan.

Bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan usaha hidroponik lalu memiliki kendala terkait dalam sayuran hidroponik atau kebun yang terlantar, Urban Farm MUI Sumut juga menyiapkan pendampingan tenaga ahli berupa Konsultasi Perawatan, Analisis Situasi, Solusi Adaptif, Monitoring dan Evaluasi, serta Dukungan Jangka Panjang.

Pada peringatan Muharram tahun 1445 H ini, Urban Farm MUI sumut yang sudah dijalankan selama kurang lebih satu tahun, secara resmi pun diresmikan sebagai unit usaha baru sekaligus bukti nyata dan komitmen P2WP dalam mengembangkan bisnis Wakaf. (Yogo Tobing)