Wednesday, March 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 104

Kegiatan Pembinaan Fardlu Kifayah Jenazah Perempuan oleh KPRK MUI Sumut dan KPRK MUI Kabupaten Deli Serdang

0

Sumber Foto: https://djatinegara.com/

muisumut.or.id-Deli Serdang, Komisi Pemuda Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan KPRK MUI Kabupaten Deli Serdang telah menyelenggarakan pembinaan pelaksanaan fardlu kifayah jenazah perempuan. Kegiatan ini berlangsung di ruang aula Kantor Camat Kecamatan Pancur BatuBatu pada tanggal 11 Juli 2023.

Pembinaan ini dihadiri oleh 40 peserta dari zona binaan dua wilayah, yaitu Sibolangit, Pancur Batu, Kutalimbaru, Deli Tua, Namorambe, Patumbak, dan Tanjung Morawa.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, hadir beberapa perwakilan dari MUI Sumut, antara lain Ketua KPRK MUI Sumut, Dra. Hj. Rusmini MA, bersama Dra. Hj. Wan Khairunnisah selaku Sekretaris KPRK MUI Sumut, serta Dra. Hj. Nurliati Ahmad MA sebagai narasumber. Turut hadir juga perwakilan dari MUI Deli Serdang, termasuk KH. Amir Panatagama selaku Ketua Umum, Drs. Rustam Rokan selaku Bendahara MUI, Ketua KPRK MUI Kabupaten, Dr. Elly Warnisyah MA, dan Sekretaris Infokom Iwan Rasyadi, M.Si.

Dalam sambutannya, Hj. Rusmini yang mewakili Ketua Umum MUI Sumut menyampaikan bahwa saat ini terdapat banyak aliran-aliran sempalan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, pembinaan ini diadakan sebagai upaya untuk memperkuat pelaksanaan fardlu kifayah yang sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

Tanggapan positif atas kegiatan ini juga datang dari Ketua MUI Deli Serdang, KH. Amir Panatagama, yang mengapresiasi KPRK MUI Sumut atas sinergi yang telah terjalin dalam kegiatan keummatan ini, yang sudah menjadi kegiatan ketiga kalinya. Ia berharap bahwa pembinaan ini akan meningkatkan wawasan keilmuan para perempuan di Deli Serdang dan menjadi ilmu yang bermanfaat serta menjadi amal jariyah sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat kelak.

Pada kesempatan yang sama, Sekcam Kecamatan Pancur Batu, Rudi Harmoko, yang mewakili Camat, dan didampingi oleh Wakil Ketua MUI Kecamatan, Ustadz Munirwan MA, juga memberikan sambutan positif terhadap kegiatan ini.

Kegiatan pembinaan pelaksanaan fardlu kifayah jenazah perempuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama para perempuan, dalam memahami dan melaksanakan ajaran Islam yang sahih dan sesuai dengan syariat. Semoga kegiatan serupa akan terus berlanjut untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran umat Islam dalam menjalankan kewajiban agama dengan benar dan baik. (Yogo Tobing)

MUI Kota Padangsidimpuan dan Polres Padangsidimpuan Berkolaborasi untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan di Kota

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Padangsidimpuan, AKBP Dudung Setyawan, beserta rombongannya melakukan kunjungan ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan pada hari Selasa (11/7/2023). Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat kerja sama antara Polres Padangsidimpuan dan MUI Kota Padangsidimpuan.

Kedatangan AKBP Dudung Setyawan disambut hangat oleh Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Zulfan Efendi Hasibuan, beserta pengurus MUI lainnya. Dalam sambutannya, Zulfan Efendi Hasibuan menekankan peran penting Majelis Ulama Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Beliau menekankan bahwa MUI melaksanakan tugasnya melalui cara Tausiyah (pengajaran dan nasihat).

Zulfan juga mengumumkan bahwa pada tanggal 19 Juli 2023, MUI Padangsidimpuan akan menyelenggarakan acara Dzikir dan Tabligh Akbar untuk memperingati tahun baru Islam. Acara ini akan dilaksanakan di Masjid Al-Abror Padangsidimpuan, dan H. Hasan Bakti Nasution, salah satu pengurus MUI Provinsi, akan menjadi penceramah tamu. Beliau berharap agar Polres Padangsidimpuan dapat meminimalisir masalah sosial mengingat Padangsidimpuan dikenal sebagai “Kota Serambi Mekkah” di Sumatera Utara dan merupakan kota dengan populasi pelajar yang besar.

“Kami juga berharap Kapolres Dudung Setyawan dan jajarannya dapat memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kota kita tercinta,” tambah Zulfan.

Menanggapi hal ini, Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dudung Setyawan, mengakui pentingnya kolaborasi antara polisi dan MUI Kota Padangsidimpuan. Beliau menekankan bahwa polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan masyarakat dan meminta masukan yang terus-menerus dari MUI untuk menjaga lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kami berharap ke depannya Polres Padangsidimpuan dan MUI dapat bekerja sama untuk memberikan pelayanan yang baik dan menjaga ketertiban di kota Padangsidimpuan,” tutup Dudung.

Kunjungan ini ditutup dengan adanya diskusi yang produktif antara Polres Padangsidimpuan dan MUI Kota Padangsidimpuan, yang membuka jalan bagi kerja sama yang lebih lanjut dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis bagi penduduk Padangsidimpuan. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melalui Pameran UMKM dan Acara Peringatan Muharram

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah mempersiapkan serangkaian acara dalam menyambut datangnya bulan Muharram. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai Islam dan mengedepankan pentingnya ekonomi syariah serta kesadaran lingkungan. Acara-acara ini direncanakan berlangsung mulai tanggal 18 hingga 20 Juli 2023.

Salah satu acara utama adalah Pameran Produk Unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis syariah. Drs. Putrama Alkhairi, Sekretaris Bidang Komisi Perekonomian dan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Sumut, menyatakan bahwa pameran ini akan menampilkan produk UMKM yang ramah lingkungan. Dari 84 UMKM yang mendaftar, dipilih 25 UMKM terbaik untuk berpartisipasi dalam pameran ini.

KPSAU (Koperasi Pertanian Syariah Amanah Ulama) dan LPPOM MUI Sumut turut serta dalam pameran ini. LPPOM MUI Sumut akan memberikan bimbingan dan konsultasi untuk sertifikasi halal.

Selama tiga hari acara, akan dilaksanakan kegiatan pengumpulan sampah untuk menekankan pentingnya kebersihan dalam ajaran Islam. Jenis sampah yang dikumpulkan meliputi sampah organik, plastik, kertas, dan kaleng, yang akan ditangani oleh petugas yang terlatih. Selain itu, akan ada konsultasi mengenai pengelolaan sampah, termasuk acara talk show tentang energi terbarukan. Kegiatan ini melambangkan komitmen acara dalam meningkatkan kesadaran akan lingkungan.

Drs. Putrama juga menekankan pentingnya sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan sebagai aspek sentral dalam perekonomian Islam. Undangan telah diberikan kepada Gubernur Sumatera Utara, serta Dinas Koperasi, Pertanian, Perdagangan, dan Bank Sumut. Tujuan dari undangan ini adalah untuk menjajaki skema yang dapat memberdayakan UMKM.

Dr. Indra Utama, Ketua Komisi Perekonomian dan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Sumut sekaligus Direktur KPSAU, mengumumkan pendirian biro konsultasi yang berfokus pada pertanian organik yang tidak menggunakan pupuk sintetis. Selain itu, akan dilakukan diskusi dengan PLN terkait energi terbarukan, khususnya penggunaan biomassa untuk pembangkit listrik.

Bersamaan dengan peringatan Muharram pada tanggal 19 Juli 2023, panitia penyelenggara acara di bawah kepemimpinan Dr. Akmaluddin, M.Hum, bertujuan untuk menyiarkan tahun baru Islam. Menyadari perlunya mengatasi tantangan yang dihadapi dalam perekonomian Islam, panitia berencana mengintegrasikan kegiatan Muharram dengan inisiatif ekonomi syariah, terutama melalui kolaborasi dengan berbagai UMKM.

Untuk menyemarakkan acara tersebut, akan diadakan lomba pembuatan konten video. Selain itu, juga akan dilakukan peresmian Kebun Wakaf Urban Farm di lantai empat kantor MUI Sumut. Jika Muharram 1444 P2WP memiliki 120 lubang tanam, di tahun 1445 kami memiliki kurang lebih 10 ribu lubang tanam yang berlokasi di lantai 4.

Dengan adanya berbagai kegiatan ini, MUI Sumut bertujuan untuk melibatkan masyarakat, memperkuat nilai-nilai Islam, dan mendorong perkembangan ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Mendorong Solidaritas Islam untuk Mewujudkan Indonesia yang Damai di Desa Tanjung Ibus, Kabupaten Langkat

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam upaya memperkuat nilai-nilai Islam dalam masyarakat lokal dan menciptakan Indonesia yang damai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, khususnya Bidang/Komisi Ukhuwah Islamiyah, mengadakan program pembinaan masyarakat di Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 19 Dzulhijjah 1444 H (8 Juli 2023) ini mengangkat tema “Melalui Pembinaan Masyarakat Desa Ukhuwah Islamiyah, Kita Wujudkan Indonesia yang Damai di Desa Tanjung Ibus, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.” Tujuan utamanya adalah untuk menanamkan nilai-nilai Islami dalam masyarakat agar tercipta masyarakat yang harmonis.

Dalam sambutannya, Drs. H.T. Darmansyah MA, Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut, menjelaskan alasan pemilihan Desa Tanjung Ibus sebagai lokasi acara. Pertama, untuk menjaga akhlak generasi muda di desa tersebut agar tidak terjerumus dalam perilaku yang tercela. Kedua, acara ini dirancang untuk memperkuat tali silaturahim di antara generasi muda, sehingga mereka dapat saling mendukung dan bekerja sama dalam mencapai kemajuan.

“Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi, dan kita perlu menjaga agar bonus demografi ini tidak berubah menjadi bencana demografi,” tegas T.H. Darmansyah.

Materi yang disampaikan kepada pemuda-pemudi Desa Tanjung Ibus adalah “Ukhuwah Islamiyah dalam Dimensi Teologis.” Dr. Rusli Halil Nasution, MA, menjelaskan, “Ukhuwah Islamiyah pada umumnya dapat dipahami sebagai hubungan antar manusia yang didasarkan pada aqidah dan ditandai dengan saling peduli. Namun, perlu ditekankan bahwa ukhuwah Islamiyah tidak hanya berlaku di antara sesama Muslim.”

Beliau juga menguraikan aspek-aspek teologis mengenai persaudaraan, yang membahas konsep ketuhanan dan nilai-nilai yang terkait dengannya. Posisi teologi memiliki peranan penting dalam berbagai pembahasan tentang studi Islam, terutama di lingkup Sumatera Utara yang memiliki masyarakat majemuk.

Berdasarkan data demografi, penduduk Sumatera Utara memiliki jumlah sekitar 15,18 juta, dengan sebaran agama sebagai berikut:

  • Islam: 10,06 juta (66,3%)
  • Protestan: 4,08 juta (26,9%)
  • Katolik: 653,81 ribu (4,31%)
  • Hindu: 16,08 ribu (0,11%)
  • Buddha: 356,84 ribu (2,35%)
  • Konghucu: 738 jiwa

Dari pemaparan yang dibagikan oleh Dr. Rusli Halil Nasution, dapat disimpulkan bahwa dialog antarumat beragama sangat penting dan perlu dilakukan secara intensif. Isu-isu seperti kenakalan remaja, anak jalanan, penyalahgunaan narkoba, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan harus menjadi fokus dialog dan tindakan bersama.

“Kita semua menyadari bahwa kondisi negara kita tercinta, Indonesia, sedang menghadapi tantangan saat ini, dan menjadi tugas bersama kita untuk membawa perubahan. Sebagai agen perubahan, kita membutuhkan generasi muda yang tangguh dan responsif terhadap isu-isu zaman,” tegas Abdul Aziz dalam pidatonya kepada para peserta dalam sesi dialog. (Yogo Tobing)

Pelatihan Lanjutan KPEU MUI Sumut: Meningkatkan Semangat Kewirausahaan Generasi Muda Muslim dalam Mengelola Usaha Pertanian dan Peternakan

0

muisumut.or.id-Binjai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) menyelenggarakan acara pelatihan entrepreneur Muslim dengan fokus pada praktek lanjutan pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik berbasis bioteknologi Yanisysâ„¢.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan generasi muda Muslim dalam mengelola usaha secara profesional dengan keterampilan khusus dalam pembuatan pupuk organik. Pelatihan ini diadakan pada Sabtu, 8 Juli 2023, di Rumah Produksi Kompos yang terletak di jalan Wahidin, Kota Binjai.

Dalam acara tersebut, Drs. Putrama Alkhairi, Sekretaris KPEU MUI Sumut, memberikan pesan kepada para peserta pelatihan. Ia menjelaskan bahwa pelatihan lanjutan ini akan membahas proses windrow pengelempokan berbagai jenis bahan seperti sampah, sampah daun, dan kotoran sapi dengan menggunakan mesin hingga dikemas dalam goni. Hal ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan peserta dalam bidang pembuatan pupuk organik secara praktis.

Putrama juga berharap agar pelatihan ini dapat melahirkan entrepreneur Muslim yang mampu mengembangkan bisnis di sektor pertanian, peternakan, dan energi baru dan terbarukan. Untuk memberikan pengetahuan yang mendalam, acara ini melibatkan nara sumber dan instruktur ahli lingkungan, yaitu Prof. Dr. Hilmi dan Dr. Indra Utama.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 14 orang yang terpilih dari pelatihan sebelumnya. Mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih lanjut dalam pembuatan pupuk organik berbasis bioteknologi Yanisysâ„¢.

Dengan adanya acara pelatihan ini, diharapkan generasi muda Muslim akan semakin termotivasi untuk menjadi pengusaha yang sukses di bidang pertanian, peternakan, dan energi baru dan terbarukan. (Yogo Tobing)

Khutbah Jumat di Masjid Ar Rahmah Mengangkat Tema Pentingnya Istiqomah dalam Kehidupan Muslim

0

muisumut.or.id-Medan, Dr. H. Arifinsyah, M. Ag., seorang cendekiawan Muslim, hadir sebagai pengkhutbah dengan topik yang menarik: Istiqomah dalam ceramah jumat di Masjid Ar Rahmah yang terletak di perkantoran MUI Sumatera Utara pada Jumat, 7 Juli 2023.

Dr. Arifinsyah menjelaskan bahwa ulama umumnya membagi istiqomah menjadi tiga aspek, yaitu istiqomah dalam hati, lisan, dan perbuatan. Ketidaksejajaran antara ketiga aspek ini bisa menunjukkan tanda-tanda munafik.

Dalam ceramahnya, Dr. Arifinsyah mengajak jamaah untuk melihat contoh-contoh sejarah di daerah-daerah Islam. Ia mengutip Baghdad yang pernah menjadi pusat pendidikan dan kemajuan, namun terjerumus ke kehancuran akibat kekurangan istiqomah. Begitu pula dinasti mughol di India yang berhasil menguasai selama lebih dari lima abad, namun harus berakhir tragis karena penguasanya tidak menjaga istiqomah. Bahkan Turki, mengalami kehancuran dan jatuh ke tangan penguasa sekuler karena mereka kehilangan istiqomah dalam mengemban tugasnya.

Lebih lanjut, Dr. Arifinsyah menekankan bahwa keteguhan penguasa dalam menjalankan kewajibannya kepada Allah akan membawa kedamaian bagi suatu daerah, sedangkan ketidaktegasan dan ketidakistiqomahan akan membuka pintu menuju kehancuran.

Dalam menggambarkan pentingnya istiqomah, Dr. Arifinsyah mengingatkan jamaah tentang perjuangan Nabi Muhammad dalam berdakwah. Abu Jahal, salah satu tokoh kafir Quraisy, pernah menawarkan kekayaan, wanita, dan bahkan menjadikan Nabi Muhammad sebagai raja mereka jika beliau menghentikan dakwah Islam. Abu Jahal juga mencoba bernegosiasi dengan Nabi Muhammad agar beliau ikut menyembah tuhan mereka. Namun, Nabi Muhammad tetap istiqomah dalam ajarannya. Sebagai hasilnya, agama Islam berkembang pesat dan menginspirasi banyak orang karena keteguhan dan konsistensi sang pemimpin.

Dr. Arifinsyah juga menekankan betapa pentingnya istiqomah bagi umat Islam di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang begitu besar. Jika penguasa dan rakyatnya mampu menjaga istiqomah dalam iman kepada Allah, maka kesejahteraan akan menghampiri mereka, dan kepentingan pribadi tidak akan menguasai kehidupan mereka. Ceramah khutbah Jumat yang disampaikan oleh Dr. H. Arifinsyah ini menjadi pengingat pentingnya istiqomah dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim. Jamaah di Masjid Ar Rahmah dan seluruh umat Islam di Indonesia diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai istiqomah dalam setiap aspek kehidupan mereka, sehingga mampu mencapai kemajuan dan keberkahan yang diidamkan. (Yogo Tobing)

Jurnal Al-kaffah: Menjadi Wadah Penyampaian Pemikiran Ulama dalam Bingkai Ilmiah

0

muisumut.or.id-Medan, Masyarakat akademik dan ulama di Provinsi Sumatera Utara memiliki alasan untuk bersorak. Terbitnya Jurnal Al-kaffah: Jurnal Nilai-nilai Keislaman, yang diterbitkan oleh Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, telah memberikan wadah yang tepat bagi para ulama untuk menyalurkan ide-ide dan memuat pemikiran mereka dalam bentuk tertulis.

Mengutip Dr. Sulidar, M.Ag., Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan MUI Provinsi Sumatera Utara, yang juga menjabat sebagai Editor In-Chief Jurnal Al-kaffah, jurnal ini memiliki sifat ilmiah yang menjadikannya berbeda dari sekadar tulisan ulama biasa. Sebagai seorang akademik yang berpengalaman, Dr. Sulidar mengungkapkan harapannya bahwa jurnal ini akan menjadi rujukan mereka yang ingin mendalami pemikiran keulamaan.

Salah satu aspek yang menarik dari Jurnal Al-kaffah adalah seleksinya yang mengikuti perkembangan akademik. Jurnal ini bersedia bersaing dengan jurnal-jurnal lain dan akan beradaptasi dengan standarisasi jurnal nasional dan internasional. Hal ini menunjukkan komitmen Al-kaffah untuk terus berkembang dan menjaga kualitas publikasi.

Dalam setiap terbitannya, Jurnal Al-kaffah mencakup empat bidang kajian utama, yakni ushuluddin, syariah, dakwah, dan tarbiyah. Keempat bidang ini memiliki fokus keilmuan yang berbeda-beda, sehingga mencakup spektrum luas pemikiran keislaman.

Untuk memperluas dampaknya secara nasional dan internasional, Jurnal Al-kaffah juga menjalin kolaborasi dengan lembaga penelitian ternama seperti Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Negeri Medan (Unimed). Lebih jauh lagi, jurnal ini juga menjalin kerjasama dengan University Malaya, sebuah universitas ternama di negara Malaysia.

Tidak hanya itu, Jurnal Al-kaffah telah bertransformasi dari format manual menjadi format digital sejak tahun 2020. Dalam upaya untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, jurnal ini dikelola oleh individu yang memahami dengan baik aspek-aspek tersebut. Hal ini memudahkan pembaca dalam mengakses dan memanfaatkan berbagai artikel terkait pemikiran keagamaan, sosial, politik, atau ekonomi dengan fokus utama pada nilai-nilai keislaman dalam jurnal ini. Dengan adanya Jurnal Al-kaffah, diharapkan bahwa pemikiran dan nilai-nilai keislaman yang dikaji dalam jurnal ini akan memperkaya dan menginspirasi masyarakat Muslim dalam menghadapi isu-isu kontemporer yang dihadapi saat ini. (Yogo Tobing)

Berikut editorial team jurnal Al-Kaffah:

EDITOR IN-CHIEF

Sulidar, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (Sinta ID: 6662862), Indonesia

MANAGING EDITOR

Rozali, Universitas Pembangunan Panca Budi Medan (Sinta ID: 6682442), Indonesia

EDITORS

  1. Fachruddin Azmi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  2. Zainuddin, Universitas Negeri Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  3. Tohir Ritonga, Universitas Al Washliyah Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  4. Hasan Sazali, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  5. Syafruddin Syam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  6. Zulham, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  7. Zaini Dahlan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Scopus ID: 57192897103),Indonesia

EDITORIAL BOARD

  1. Kevin W. Fogg, University of North Carolina (Scopus ID: 55343021400), United States
  2. Greg Fealy, Australian National University, (Scopus ID: 25637038700), Australia
  3. Jan A. Ali, Western Sydney University (Scopus ID: 56544038700), Australia
  4. Ishak Sulaiman, Universiti of Malaya (Scopus ID: 55515374100), Malaysia
  5. Rahmah Hashim, Open University, (Scopus ID: ), Malaysia
  6. Umar Muhammad Noor, Universiti Sains Malaysia (Scopus ID: 57264632600), Malaysia
  7. Irwan Santeri Doll Kawaid, Universiti Sains Islam Malaysia (Scopus ID: 57194875350), Malaysia
  8. Fauziyah Harahap, Universitas Negeri Medan (Scopus ID: 55696734000), Indonesia
  9. Zulfikar Ali Butho, Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe (Scopus ID: 57257199900), Indonesia
  10. Khoiruddin Nasution, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (Scopus ID: 57208114177), Indonesia
  11. Amirul Hadi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (Scopus ID: 56895751100), Indonesia
  12. Yusuf Rahman, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (Scopus ID: 57203683195), Indonesia
  13. Siti Mahmudah, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, (Scopus ID: 57201432915), Indonesia
  14. Atun Wardatun, Universitas Islam Negeri Mataram, (Scopus ID: 57193890535), Indonesia

SECTION EDITOR

  1. Fachran Faisal, (Sinta ID: ), Indonesia
  2. Agusman Damanik, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  3. Ibnu Rusydi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Scopus ID: ), Indonesia

LANGUAGE ADVISOR

  1. Muhammad Riduan Harahap, Universitas Al Washliyah Medan (Scopus ID: ), Indonesia
  2. Syahril Rambe, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, (SINTA ID: ), Indonesia

Kunjungan Komisi Infokom MUI MADINA ke MUI Pematang Siantar: Membangun Hubungan Kolaboratif di Era Digital

0

muisumut.or.id-Pematang Siantar, Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) telah melaksanakan kunjungan ke Kantor Infokom MUI Pematang Siantar pada Kamis, 6 Juli 2023. Kunjungan tersebut, yang berlangsung di Jalan Kartini No. 12, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, bertujuan untuk memperkuat hubungan dan memfasilitasi kolaborasi antara kedua komisi.

Ketua Komisi Infokom MUI MADINA, Ahmad Salman Farid, M.Sos., disambut dengan ramah oleh Ketua Komisi Infokom MUI Pematangsiantar, Dr. Ahmad Fithrianto, MA., serta didampingi oleh Sekretaris Komisi Infokom MUI Pematan Siantar, Aris, S.H., M.H., dan anggota komisi lainnya, Imran Sinaga, M.Kom.

Dalam pertemuan yang berlangsung, delegasi dari Komisi Infokom MUI MADINA dan Komisi Infokom MUI Pematang Siantar telah saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pengelolaan saluran YouTube MUI. Diskusi yang digelar fokus pada strategi untuk meningkatkan kualitas konten, memperluas cakupan audiens, dan mempromosikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan masyarakat.

Selain itu, kedua pihak juga memperbincangkan potensi kerjasama dalam program kerja Infokom. Berbagai inisiatif yang dapat dilakukan bersama telah diidentifikasi, seperti penyediaan studio dakwah, penyelenggaraan lomba ceramah digital, dan peningkatan kesadaran publik terhadap isu-isu keagamaan yang relevan.

Ahmad Salman Farid, M.Sos., Ketua Komisi Infokom MUI MADINA, menyatakan, “Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi antara Komisi Infokom MUI MADINA dan MUI Pematangsiantar. Kami berharap kolaborasi ini akan memberikan manfaat yang signifikan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang baik dan positif kepada masyarakat secara luas, terutama melalui platform digital.”

Sementara itu, Dr. Ahmad Fithrianto, MA., Ketua Komisi Infokom MUI Pematang Siantar, menyambut kunjungan tersebut dengan hangat dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Komisi Infokom MUI MADINA. “Kerjasama ini akan membantu kami dalam meningkatkan kualitas dan dampak program-program yang kami jalankan di MUI Pematangsiantar. Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dan saling berbagi pengetahuan demi kemajuan dakwah dan pendidikan agama di era digital ini,” ujarnya.

Diharapkan bahwa kunjungan ini akan menjadi langkah awal yang menandai kolaborasi yang lebih erat antara Komisi Infokom MUI MADINA dan MUI Pematang Siantar.

Amirsyah Tambunan MUI: Perkuat Manajemen Pelayanan Haji untuk Wujudkan Pelayanan Prima dan Ramah

0

muisumut.or.id-Jakarta, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Amirsyah Tambunan, mengungkapkan keprihatinannya atas insiden yang terjadi dalam layanan haji, yang mengakibatkan jamaah haji tidak mendapatkan pelayanan yang memadai dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Menanggapi peristiwa ini, Menteri Agama (Menag) Indonesia mengirimkan protes resmi kepada Pemerintah Arab Saudi.

Menurut Dr. Amirsyah Tambunan, ada beberapa faktor yang menyebabkan insiden ini terjadi, salah satunya adalah manajemen pelayanan jamaah haji yang lemah, terutama dalam hal menerapkan nilai-nilai istiqamah atau konsistensi, inovasi, singkronisasi, dan sinergi (KISS). Oleh karena itu, diperlukan sikap proaktif untuk mengatasi masalah layanan haji dan memperkuat penerapan KISS di masa depan. Hal ini bertujuan agar pelayanan haji menjadi lebih baik, ramah, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, terutama bagi jamaah haji lanjut usia yang harus menjadi prioritas dalam pelayanan.

“Sangat penting untuk memuliakan jamaah haji, yang merupakan tamu Allah, dalam arti yang luas. Dengan demikian, penyelenggaraan haji yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dapat dilaksanakan dengan nyaman, tertib, dan teratur oleh petugas yang memiliki pengetahuan, komitmen, dan rekam jejak yang baik dalam melayani jamaah haji,” tegas Amirsyah Tambunan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen MUI juga menekankan perlunya peningkatan kompetensi petugas dalam melayani jamaah haji, termasuk pengetahuan, komitmen, dan rekam jejak yang baik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa jamaah haji mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan memadai sesuai dengan tuntutan ibadah haji.

Dengan adanya perhatian serius terhadap masalah ini, diharapkan bahwa kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan haji dapat ditingkatkan sehingga kejadian insiden semacam ini dapat dihindari di masa mendatang. MUI dan Menag Indonesia berharap agar pelayanan haji menjadi lebih baik dan memberikan pengalaman yang positif bagi jamaah haji, sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi. (Yogo Tobing)

MUI Langkat Koordinasi ke Komisi Fatwa MUI Sumut terkait Viralnya Praktik Sholat dengan Imam Wanita di Langkat

musiumut.or.id, Medan, Hasil Pertemuan Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara dengan DP MUI Kab. Langkat terkait Viralnya praktik Shalat dengan Imam Wanita di Langkat.
Sidang Yang dipimpin oleh Dr. H.M Amar Adly, Lc., MA dan Sekretaris Dr. Husnel Anwar Matondang, M.Ag
Hadir dari MUI langkat Sekretaris Umum Drs. Ishaq Ibrahim dan Ketua Komisi Fatwa MUI Langkat Dr. Sabaruddin Bisri, Lc., MA
Bahwa MUI Langkat telah melakukan pertemuan langsung dengan mereka pada hari Ahad, 2 Juli 2023. Hasil pertemuannya adalah :

  1. Pimpinannya Sunaryo alias Mas Karyo.
  2. Jemaah yang disana hanya 12 orang saja.
  3. Mereka hanya padepokan, bukan pesantren. Mereka tidak punya santri khusus yang belajar agama. Bahkan nama pesantren itu tidak terdaftar di Kementrian Agama Kab. Langkat
  4. Dalam padepokan tersebut mereka mengajarkan agama ilmu tasawuf namun tidak memiliki referensi dan tidak bisa membaca kitab Arab, tidak ada sanad keilmuan, tidak ada guru pembimbing, mereka melaksanakan pengobatan herbal.
  5. Ada tiga sholawat yang mereka amalkan yakni sholawat prabu, sholawat ahlu dan sholawat Jibril.
  6. Mereka tidak faham ilmu alat dan tajwid apalagi membaca kitab berbahasa Arab.
  7. Mereka membuat video tersebut hanya untuk konten. Pembuat kontennya dua orang Video Mas Jin dan Mas Karyo agar subscriber-nya banyak sehingga menghasilkan uang yang banyak setiap bulannya.
  8. Mereka tidak ada kaitan atau hubungannya dengan Ponpes Al Zaitun yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat.
  9. Pernah diadakan pengajian agama namun masyarakat tidak ada yang hadir.
  10. Mereka mengaku memiliki guru spiritual yang bernama Pak Ahrif yang mengaku sebagai Dosen di salah satu perguruan tinggi Islam di Sumatera Utara

Mengenai masalah apakah ada unsur penyimpangan Agama atau penistaan,
Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc., MA Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera didampingi Dr. Irwansyah, M.H.I selaku Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara menyampaikan bahwa sudah melakukan kordinasi dengan MUI Langkat agar segera melaporkan hasil investigasi lanjutan dan menyampaikan kepada masyarakat. Karena menurut Irwansyah, lokasi kejadian dalam wilayah MUI Kabupaten Langkat. Setahu kami, MUI Langkat bergerak cepat dalam menangani masalah ini, ujarnya.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, didampingi Sekum Prof. Asmuni, MA memberikan apresiasi kepada MUI Langkat yang telah bergerak cepat untuk menelusuri kasus yang viral terjadi tersebut. Maratua berharap bahwa Tim MUI Langkat yang dibentuk agar segera melakukan penelitian yang mendalam sehingga dapat memberikan informasi terang kepada masyarakat agar masyarakat merasa tenang dan tenteram. Kita tunggu. ujarnya. (Irwansyah)