Wednesday, March 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 105

MUI Langkat Koordinasi ke Komisi Fatwa MUI Sumut terkait Viralnya Praktik Sholat dengan Imam Wanita di Langkat

musiumut.or.id, Medan, Hasil Pertemuan Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara dengan DP MUI Kab. Langkat terkait Viralnya praktik Shalat dengan Imam Wanita di Langkat.
Sidang Yang dipimpin oleh Dr. H.M Amar Adly, Lc., MA dan Sekretaris Dr. Husnel Anwar Matondang, M.Ag
Hadir dari MUI langkat Sekretaris Umum Drs. Ishaq Ibrahim dan Ketua Komisi Fatwa MUI Langkat Dr. Sabaruddin Bisri, Lc., MA
Bahwa MUI Langkat telah melakukan pertemuan langsung dengan mereka pada hari Ahad, 2 Juli 2023. Hasil pertemuannya adalah :

  1. Pimpinannya Sunaryo alias Mas Karyo.
  2. Jemaah yang disana hanya 12 orang saja.
  3. Mereka hanya padepokan, bukan pesantren. Mereka tidak punya santri khusus yang belajar agama. Bahkan nama pesantren itu tidak terdaftar di Kementrian Agama Kab. Langkat
  4. Dalam padepokan tersebut mereka mengajarkan agama ilmu tasawuf namun tidak memiliki referensi dan tidak bisa membaca kitab Arab, tidak ada sanad keilmuan, tidak ada guru pembimbing, mereka melaksanakan pengobatan herbal.
  5. Ada tiga sholawat yang mereka amalkan yakni sholawat prabu, sholawat ahlu dan sholawat Jibril.
  6. Mereka tidak faham ilmu alat dan tajwid apalagi membaca kitab berbahasa Arab.
  7. Mereka membuat video tersebut hanya untuk konten. Pembuat kontennya dua orang Video Mas Jin dan Mas Karyo agar subscriber-nya banyak sehingga menghasilkan uang yang banyak setiap bulannya.
  8. Mereka tidak ada kaitan atau hubungannya dengan Ponpes Al Zaitun yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat.
  9. Pernah diadakan pengajian agama namun masyarakat tidak ada yang hadir.
  10. Mereka mengaku memiliki guru spiritual yang bernama Pak Ahrif yang mengaku sebagai Dosen di salah satu perguruan tinggi Islam di Sumatera Utara

Mengenai masalah apakah ada unsur penyimpangan Agama atau penistaan,
Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc., MA Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera didampingi Dr. Irwansyah, M.H.I selaku Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara menyampaikan bahwa sudah melakukan kordinasi dengan MUI Langkat agar segera melaporkan hasil investigasi lanjutan dan menyampaikan kepada masyarakat. Karena menurut Irwansyah, lokasi kejadian dalam wilayah MUI Kabupaten Langkat. Setahu kami, MUI Langkat bergerak cepat dalam menangani masalah ini, ujarnya.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, didampingi Sekum Prof. Asmuni, MA memberikan apresiasi kepada MUI Langkat yang telah bergerak cepat untuk menelusuri kasus yang viral terjadi tersebut. Maratua berharap bahwa Tim MUI Langkat yang dibentuk agar segera melakukan penelitian yang mendalam sehingga dapat memberikan informasi terang kepada masyarakat agar masyarakat merasa tenang dan tenteram. Kita tunggu. ujarnya. (Irwansyah)

Hasil Investigasi MUI Kabupaten Langkat Terhadap Al Kafiyah

0

muisumut.or.id-Langkat, Viralnya video pendek yang menunjukkan sekelompok orang diduga sedang melaksanakan salat yang diimami oleh seorang wanita di media sosial telah menghebohkan dunia maya. Video tersebut mengklaim bahwa asal pondok pesantren tersebut berasal dari Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah melakukan investigasi terhadap Mas Karyo, pimpinan Al Kafiyah pada Ahad (2 Juli 2023), untuk mengklarifikasi isu tersebut. Salah satu hasil temuan yang didapatkan bahwa sebenarnya Al kafiyah bukan merupakan pondok pesantren, melainkan padepokan.

Berikut hasil investigasi yang dilakukan oleh MUI Kabupaten Langkat:

  1. Mas Karyo tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengajarkan agama. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan beliau yang hanya tamat Sekolah Dasar dan menempuh pendidikan Tsanawiyah hingga kelas 2, namun tidak menyelesaikannya.
  2. Jumlah murid di padepokan tersebut hanya terdiri dari 12 orang dewasa dan beberapa orang yang sudah lanjut usia.
  3. Di Padepokan Sendang Sejagat, hanya diajarkan ilmu pengobatan baik yang bersifat medis maupun non-medis. Fokus kegiatan mereka adalah pada pengobatan.
  4. Kegiatan yang dilakukan di padepokan ini terbatas pada amalan zikir seperti membaca hizib magribi dan shalawat.
  5. Mas Karyo mengajar ilmu kanuragan silat gaib di padepokan tersebut.
  6. Guru spiritual atau guru agama yang ada di padepokan ini disebut sebagai Pak Ahrib, yang mengaku sebagai dosen di UIN SU.
  7. Terdapat beberapa mantan murid yang telah mengajar di tempat lain, baik di dalam maupun luar negeri.
  8. Penulis skenario video yang sedang viral adalah Mas Jim dan Mas Karyo sendiri, dengan Mas Ewon sebagai kameramannya.
  9. Video tersebut dibuat dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada pesantren yang menyimpang, seperti Az Zaitun.
  10. Mas Karyo diwajibkan untuk segera membuat laporan tertulis kepada Kapolres Langkat terkait orang yang telah memotong dan mengedit video Mas Karyo sehingga terkesan sebagai aliran sesat.
  11. Mas Karyo harus segera meminta maaf secara tertulis kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Langkat karena telah mencatut nama pesantren (Ponpes Al Kafiyah) yang sebenarnya tidak ada, yaitu Pesantren Al Kafiyah.
  12. Mas Karyo juga diharapkan segera menyampaikan permintaan maaf kepada MUI Langkat karena telah membuat konten video yang menistakan syariat Islam.

Sekretaris Jenderal MUI Kabupaten Langkat, Ishaq Ibrahim, menyampaikan bahwa hasil investigasi ini didapatkan melalui proses yang teliti dan objektif. Informasi tersebut akan dibahas oleh Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara pada Selasa, 3 Juli 2023. Hal ini menunjukkan komitmen MUI dalam menindaklanjuti kasus tersebut secara serius dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

MUI mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi secara jelas. (Yogo Tobing)

Pendidikan Kader Ulama Perempuan MUI Provinsi Sumatera Utara Dibuka Kembali

0

muisumut.or.id-Medan,  Bidang/Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali menyelenggarakan program pendidikan kader ulama perempuan di tahun 2023. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader ulama perempuan di wilayah tersebut.

Program pendidikan dan orientasi kader ulama perempuan MUI Sumatera Utara berlangsung selama tiga bulan, dengan jadwal pembelajaran setiap pekan dari hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Peserta yang diterima dalam program ini sebanyak 25 orang, yang dipilih melalui proses seleksi.

Pendaftaran program pendidikan kader ulama perempuan ini telah dibuka sejak tanggal 1 Juni dan akan berakhir pada tanggal 15 Juli 2023. Bagi yang berminat mengikuti program ini, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, peserta harus membuat surat permohonan pendidikan dan orientasi kader ulama yang ditujukan kepada Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, peserta juga harus melampirkan surat rekomendasi dari MUI Kabupaten/Kota setempat.

Selanjutnya, peserta juga diharuskan menyertakan surat pernyataan yang menegaskan kesediaan dan kesiapan untuk mengikuti seluruh kegiatan program dari awal hingga akhir. Syarat lainnya adalah pendidikan minimal Sarjana (S1) jurusan Agama yang dibuktikan dengan fotokopi ijazah S1. Peserta juga diminta untuk melampirkan foto KTP/Kartu Keluarga dan pas foto berukuran 3×4.

Selama program berlangsung, panitia tidak menyediakan fasilitas penginapan bagi peserta. Namun, peserta akan diberikan penggantian biaya transportasi sebesar Ro. 50.000,- selama proses pembelajaran. Bagi peserta yang memenuhi persyaratan dan tertarik mengikuti program ini, surat permohonan paling lambat harus diterima oleh panitia sebelum tanggal 15 Juli 2023. Selain persyaratan tersebut, peserta juga dapat melampirkan prestasi pendukung yang relevan sebagai bukti prestasi sebelumnya. (Yogo Tobing)

MUI Sumatera Utara Menggelar Acara Pemotongan Hewan Kurban untuk Menguatkan Solidaritas Umat Muslim

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) menyelenggarakan acara pemotongan hewan kurban pada Sabtu, 1 Juni 2023, di Kantor MUI Sumut yang terletak di Medan. Dalam kegiatan ini, dua ekor sapi dipilih sebagai hewan kurban yang akan disembelih.

Salah satu sapi berasal dari Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sementara sapi lainnya merupakan sumbangan dari Dr. H. Rahmat Shah. Keberadaan hewan kurban ini menunjukkan kerja sama dan dukungan yang nyata dari berbagai pihak dalam menjalankan kegiatan keagamaan ini.

Prof. Asumuni, Ketua Panitia Pelaksanaan Kurban, menjelaskan bahwa tujuan pemotongan hewan kurban ini adalah untuk membagikan daging kepada masyarakat sekitar Kantor MUI Sumut. Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam menyambut perayaan Idul Adha, di mana daging kurban memiliki makna simbolis pengorbanan dan keikhlasan umat Muslim.

Prof. Dr. Asmuni, Ketua Panitia Pelaksanaan Kurban, mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi dan dukungan yang diberikan oleh Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si., dan Dr. H. Rahmat Shah, yang dengan sukarela menyumbangkan hewan kurban untuk kegiatan ini. Ia berharap kerja sama yang terjalin ini dapat mempererat tali silaturahmi antara MUI Sumut dengan berbagai elemen masyarakat, serta memperkuat kegiatan sosial dalam rangka menjaga solidaritas dan saling membantu di antara umat.

Daging kurban yang telah dipotong akan segera didistribusikan kepada masyarakat sekitar Kantor MUI Sumut. Langkah ini menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menyambut perayaan Idul Adha. Dalam konteks ini, MUI Sumut ingin memberikan contoh nyata tentang pentingnya kegiatan sosial dan nilai-nilai solidaritas dalam masyarakat. (Yogo Tobing)

MUI Kabupaten Langkat Akan Investigasi Ponpes Al Kafiyah Terkait Dugaan Penyimpangan Ajaran

0

muisumut.or.id-Langkat, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kafiyah yang terletak di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diduga telah menyimpang dari ajaran agama Islam. Isu ini mencuat setelah sebuah video tentang Ponpes Al Kafiyah menjadi viral di berbagai media sosial.

Menyikapi hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat melalui sekretaris umumnya, Drs Ishaq Ibrahim MA, menyatakan akan segera melakukan pengecekan dan observasi terhadap kondisi dan ajaran Ponpes tersebut. “Pada hari Ahad, tanggal 2 Juli 2023, kami berencana untuk turun langsung ke lokasi dan melakukan kunjungan serta pemeriksaan terkait ajaran yang mereka anut,” ungkapnya ketika dihubungi oleh Jurnalis MUI Sumut pada 30 Juni 2023.

MUI Kabupaten Langkat telah merespon cepat isu yang muncul dengan komitmen untuk melakukan penelitian menyeluruh terhadap Ponpes Al Kafiyah. Mereka akan memastikan keberadaan dan praktik pengajaran yang sesuai dengan ajaran agama Islam yang telah ditetapkan.

Ponpes Al Kafiyah sendiri menjadi sorotan publik setelah munculnya video yang menggambarkan kegiatan dan ajaran yang dianggap kontroversial. Isu ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang menjunjung tinggi kebenaran dan keutuhan ajaran agama Islam.

Dalam upaya untuk mengungkap kebenaran, MUI Kabupaten Langkat akan bekerja dengan maksimal untuk mengevaluasi secara menyeluruh semua aspek yang terkait dengan Ponpes Al Kafiyah.

Sementara itu, hingga saat ini, pihak Ponpes Al Kafiyah belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyimpangan tersebut.

MUI Kabupaten Langkat akan mengawasi perkembangan kasus ini dengan seksama. Tindakan yang akan diambil oleh MUI Kabupaten Langkat akan didasarkan pada temuan dan hasil evaluasi yang objektif, untuk memastikan kebenaran dan keadilan dalam menangani dugaan penyimpangan ajaran agama Islam yang terjadi di Ponpes Al Kafiyah. (Yogo Tobing)

Dukung Sikap Liga Muslim Dunia, MUI Kecam Pembakaran Al-Quran di Swedia

0


muisumut.or.oid, Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras  terkait pembakaran Al-Qur’an di area masjid di Stockholm, Swedia. MUI juga menyayangkan sikap pemerintah Swedia yang membiarkan aksi itu dengan alasan kebebasan berekspresi.

Dikutip dari web mui.or.id  Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia, Dubes Bunyan Saptomo, mengecam keras aksi pembakaran Alquran di Swedia saat perayaan Idul Adha.

“Saya sebagai Ketua Komisi HLNKI MUI mengecam keras aksi pembakaran Alquran oleh Paludan, dkk di depan Masjid Stockholm hari ini di saat umat Islam sedang merayakan Idul Adha. Aksi pembakaran Alquran menunjukkan sikap ekstrem dan intoleran para pelakunya,” kata Bunyan Saptomo dalam keterangan tertulis saat dihubungi MUIDigital, Kamis (29/6/2023).

Sikap ini sejalan dengan pernyataan tegas Liga Muslim Dunia atas kejadian yang keji dan tidak terhormat itu. 

Dikutip dari akun twitter resmi Liga Muslim Dunia, Kamis (29/6), mereka dengan tegas menyatakan bahwa mereka mengutuk kejahatan pembakaran mushaf Alquran di Stockholm, Swedia. Perbuatan tercela itu memancing sentimen umat Islam, terutama di hari Idul Adha yang penuh berkah ini.

Lebih lanjut, Yang Mulia Sheikh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa selaku Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia sekaligus Ketua Organisasi Cendekiawan Muslim, mengecam kejahatan yang keji itu.

Menurutnya, kejahatan yang dilakukan dalam naungan perlindungan polisi dan di bawah klaim mempraktikkan kebebasan berekspresi, pada kenyataannya, telah menyalahgunakan konsep kebebasan yang sebenarnya; yaitu menyerukan untuk menghormati dan tidak memprovokasi orang lain dengan dalih apapun.

Dr. Al-Issa juga mengingatkan bahaya dari praktik-praktik menebar kebencian, memprovokasi sentimen agama, dan hanya melayani agenda ekstremisme.

Bersamaan dengan itu, Bunyan Saptomo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri RI yang segera menyampaikan protes keras atas aksi pembakaran tersebut.

Bunyan juga menyerukan kepada umat Islam agar tetap tenang. Namun umat juga tetap perlu memanfaatkan media sosial untuk memprotes aksi intoleran di Swedia.

Terakhir, Ketua Komisi HLNKI MUI itu mendesak pemerintah Swedia untuk mengadakan dialog lintas agama agar aksi kebencian kepada agama lain dapat dihentikan.

Kronologi aksi pembakaran Alquran ini, seperti dilansir dari BBC News, Rabu (29/6), Solwan Momika membakar alquran di depan masjid pusat di Stockholm, Swedia saat perayaan Idul Adha. Dia juga menyobeknya dan menjadikannya pembungkus daging babi. Kejadian tersebut disaksikan oleh 200 orang di lokasi. Satu dari dua pengunjuk rasa merobek mushaf Alquran, lalu digunakan untuk menyeka sepatu, kemudian membakarnya. Dalam aksi ini, seseorang lainnya ada yang berorasi melalui pengeras suara (megafon).

Ceramah Muhammad Maudin Nasution S.Ag: Cita-Cita dan Usaha yang Sejalan

0

muisumut.or.id-Medan, Muhammad Maudin Nasution S.Ag memberikan ceramah khutbah Jumat di Masjid Ar Rahmah yang terletak di perkantoran MUI Sumatera Utara pada Jumat ini, tepatnya tanggal 30 Juni 2023,. Ceramah yang disampaikan oleh Muhammad Maudin Nasution S.Ag mengangkat beberapa poin penting yang berkaitan dengan cita-cita, usaha, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan.

Dalam ceramahnya, Muhammad Maudin Nasution S.Ag memaparkan bahwa al-Quran mengajarkan konsep bahwa cita-cita seseorang harus sebanding dengan usaha yang diberikan. Artinya, jika seseorang memiliki cita-cita yang tinggi, maka usaha yang dilakukan juga harus sejalan dengan itu, begitu juga sebaliknya.

Poin selanjutnya yang diungkapkan oleh Muhammad Maudin Nasution S.Ag adalah pentingnya meminta petunjuk kepada Allah ketika menghadapi kesalahan atau kebingungan. Beliau menekankan agar kita tidak salah dalam meminta kepada siapa, dan Allah sebagai pencipta adalah tempat yang tepat untuk meminta petunjuk dalam menjalani kehidupan.

Ceramah juga membahas kisah Nabi Ibrahim AS, yang dijuluki sebagai bapak para nabi. Nabi Ibrahim AS menghadapi banyak rintangan dan ujian yang sangat berat, namun beliau berhasil melewatinya. Salah satu kunci kesuksesan Nabi Ibrahim adalah ketulusan dan keyakinannya kepada Allah. Ia selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa kepada Sang Pencipta ketika dihadapkan pada rintangan.

Dalam ceritanya, Muhammad Maudin Nasution S.Ag menyampaikan kisah Nabi Ibrahim AS yang menerima kedatangan tamu di tengah malam. Meski tamu tersebut tidak dikenal, Nabi Ibrahim tetap menjawab salam dengan penuh keramahan dan mengizinkan mereka masuk. Ia kemudian pergi ke dapur untuk memeriksa persediaan makanan, namun terkejut saat mengetahui bahwa tidak ada makanan yang cukup untuk para tamu. Tanpa ragu, Nabi Ibrahim memotong sapi yang ada di belakang rumahnya, memasaknya, dan menyiapkan hidangan untuk para tamu.

Namun, yang menarik adalah ketika para tamu tidak memakan hidangan yang telah disajikan oleh Nabi Ibrahim, melainkan hanya menikmati aroma masakan tersebut. Nabi Ibrahim pun heran dan bertanya mengapa mereka tidak makan. Saat itulah, para tamu tersebut mengungkapkan identitas mereka sebagai malaikat yang mengabarkan bahwa istri Nabi Ibrahim akan segera mengandung anak yang diberi nama Ishak.

Dari keturunan Nabi Ishak-lah banyak nabi-nabi lainnya lahir, dan itulah sebabnya Nabi Ibrahim dijuluki sebagai bapak para nabi.

Muhammad Maudin Nasution S.Ag menyimpulkan ceramahnya dengan mengungkapkan bahwa sikap tulus dan ikhlas yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dalam menerima tamu telah membuatnya mendapatkan kegembiraan yang besar. Kesabaran, keyakinan, dan usaha yang teguh menjadi pelajaran berharga bagi umat Muslim untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Ceramah yang disampaikan oleh Muhammad Maudin Nasution S.Ag di Masjid Ar Rahmah MUI Sumatera Utara ini berhasil memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya cita-cita yang sejalan dengan usaha, meminta petunjuk kepada Allah, dan menunjukkan sikap tulus dan ikhlas dalam melayani orang lain. Semoga ceramah ini dapat memberikan inspirasi bagi jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. (Yogo Tobing)

MUI Tebing Tinggi Menerima Sumbangan Hewan Qurban dari Polres Tebing Tinggi

0

muisumut.or.id-Tebing Tinggi, Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, Polres Tebing Tinggi melakukan penyerahan sumbangan hewan qurban kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebing Tinggi. Penyerahan tersebut dilakukan secara resmi pada Kamis (29/06/2023) sekitar pukul 10.40 WIB di Masjid Al A’raf Haramain Jalan Gunung Arjuna, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andreas L.J. Tampubolon, S.I.K, M.K.P., secara langsung menyerahkan satu ekor lembu qurban kepada Ketua MUI Kota Tebing Tinggi, Drs. H. Achyar Nasution. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres disertai oleh jajaran pejabat Polres Tebing Tinggi, seperti Kabag Ops Kompol Yengki Deswandi, S.H., Kabag Ren Kompol Anjas Asmara Saragih, Kabag SDM Kompol Zulham S.H, S.Kom, M.H, M.M., serta Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Agus Arianto.

Penyerahan hewan qurban ini menjadi bukti nyata dari kerja sama yang baik antara Polres Tebing Tinggi dan MUI Kota Tebing Tinggi. Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andreas L.J. Tampubolon, S.I.K, M.K.P., menyampaikan bahwa sumbangan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Tebing Tinggi terhadap masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Ia berharap bahwa sumbangan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang berhak menerimanya.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kota Tebing Tinggi, Drs. H. Achyar Nasution, didampingi oleh Sekretaris MUI, Dr. H. M. Hasbie Ashshiddiqi, M.M, M.Si, menyampaikan terima kasih kepada Polres Tebing Tinggi atas sumbangan satu ekor hewan qurban. Beliau menjelaskan bahwa hewan qurban yang diterima akan segera disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Drs. H. Achyar Nasution berharap bahwa sumbangan tersebut dapat menjadi ladang amal dan kebaikan bagi Polres Tebing Tinggi serta masyarakat di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Penyerahan hewan qurban dari Polres Tebing Tinggi kepada MUI Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara institusi kepolisian dan lembaga agama. Semoga sumbangan ini dapat memberikan berkah dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi di Hari Raya Idul Adha. (Yogo Tobing)

Dai dari Berbagai Kecamatan di Tapanuli Utara Ikuti Pembinaan oleh MUI Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Kegiatan Pembinaan dan Pembekalan Dai oleh MUI Sumatera Utara Bidang/Komisi Dakwah berlangsung pada hari Sabtu-Ahad, 24-25 Juni 2023, di Kec. Tarutung, Kab. Tapanuli Utara. Acara ini dihadiri oleh Ketum MUI Sumatera Utara, DR. H. Maratua Simanjuntak, sebagai Keynote Speaker dan pembuka acara resmi. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kab. Tapanuli Utara, antara lain Kec. Tarutung, Simangumban, Purbatua, Pahae Jae, Siatas Barita, Pangaribuan, Sipahutar, Pahae Julu, Sipoholon, Siborong borong, dan Pagaran.

Dalam kegiatan ini, Ketua Bidang Dakwah, Prof. Dr. H. Mohd. Hatta, Sekretaris Bidang Dakwah, Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag., Ketua Komisi Dakwah, Prof. Dr. H. Abdullah, M. Si., dan anggota Komisi Dakwah, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., menjadi nara sumber. Selain itu, Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Kab. Tapanuli Utara yang diwakili oleh Ketua Komisi Dakwah MUI Tapanuli Utara, Dr. A.R. Munir Aritonang, M.AP., juga menjadi nara sumber lokal.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas Dai di Daerah Minoritas dan melahirkan dai daiah yang siap dan tangguh dalam berdakwah di Tapanuli Utara. Materi yang disampaikan meliputi Fiqhud Dakwah, Strategi Penyusunan Materi Dakwah, Retorika Dalam Dakwah, Strategi Dakwah di Daerah Minoritas, Peta Dakwah Tapanuli Utara, serta Hambatan dan Tantangan Dakwah di Tapanuli Utara.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena dapat memperkuat hubungan silaturrahim dan sinergi dalam berdakwah, terutama di Tapanuli Utara. Kegiatan ini juga mengungkapkan berbagai tantangan dakwah yang perlu diatasi dan mendapatkan solusi bersama oleh umat Islam, tidak hanya di Tapanuli Utara tetapi juga secara keseluruhan di Sumatera Utara. Diharapkan sinergi dalam berdakwah ini dapat berlanjut dan memberikan dukungan kepada para Dai di daerah Minoritas agar mereka tidak merasa sendirian, karena masih banyak saudara dari daerah lain yang peduli terhadap kondisi dakwah mereka.

Pada akhir pertemuan, Bidang/Komisi Dakwah MUI Sumatera Utara memberikan kenang-kenangan kepada peserta berupa buku tentang Peta Dakwah di Daerah Minoritas, yang merupakan karya dari Komisi Dakwah, dan juga Alquran sebagai waqaf dari almarhum Bapak H. Anif bin H. Gulrang Shah.

Diharapkan bahwa kegiatan pelatihan dan pembinaan Dai ini akan membawa keberkahan dan kemuliaan bagi semua peserta.

Dr. Abdul Rahim Resmi Pimpin FKUB Sumatera Utara, Perkuat Harmoni Antar Umat Beragama

0

muisumut.or.id-Medan, Dr. Abdul Rahim telah resmi terpilih sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumatera Utara untuk periode 2023-2028. Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, di Aula Tengku Rizal Nurdin pada Selasa, 27 Juni 2023.

Dalam sambutannya sebagai Ketua FKUB Sumatera Utara, Dr. Abdul Rahim dengan tegas menyampaikan komitmen dan harapannya yang kuat dalam menjalankan tugas dan amanah yang diberikan kepadanya. Dengan penuh semangat, beliau menyatakan tekad untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dan mengajak seluruh tokoh agama untuk bersatu demi menjaga ketentraman di Sumatera Utara.

“Kami akan bekerja dan berusaha menjalankan tugas dan amanah yang diberikan. Kami akan menjaga kerukunan antar umat beragama dan mengajak seluruh tokoh agama untuk bersama-sama menjaga ketentraman di Sumatera Utara,” ucap Dr. Abdul Rahim.

Dr. Abdul Rahim juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa tokoh agama, khususnya Gubernur Sumatera Utara, atas dukungan dan kehadirannya dalam acara tersebut. Hadir dalam acara pelantikan tersebut antara lain Ketua Umum MUI Sumatera Utara, perwakilan Baznas, dan Forkopimda.

Menanggapi sambutan Ketua FKUB, Gubernur Edy Rahmayadi memberikan pandangannya terkait pentingnya FKUB dalam menangani persoalan agama. “Masih perlukah FKUB? Segala aturan tentang persoalan agama sudah diatur. Masing-masing menganggap agamanya lah yang paling baik. Inilah yang mungkin menjadi jawaban mengapa forum ini perlu ada,” kata Gubernur Edy.

Gubernur Edy juga menyoroti pentingnya FKUB dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat. “Apakah kalau tidak ada FKUB, kita tidak akan rukun? Dan kalau ada FKUB, kita akan menjadi rukun? Seluruh pengurus harus bisa mengayomi umatnya. Sumatera Utara memiliki 24.800 gereja dan 25.000 masjid dengan perbandingan jumlah umat sekitar 70:30. Kenapa bisa demikian? Umat Islam harus paham juga mengapa. Karena tempat ibadah umat Nasrani haruslah khusus, namun kita tidak boleh sembarangan membangun rumah ibadah,” tegas Gubernur Edy.

Dengan pelantikan Dr. Abdul Rahim sebagai Ketua FKUB Sumatera Utara, diharapkan upaya menjaga kerukunan antar umat beragama dan pengayoman terhadap umat akan semakin ditingkatkan demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera di Provinsi Sumatera Utara.