muisumut.or.id-Deli Serdang, Bidang/Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mengadakan acara pembinaan masyarakat desa dengan tema “Melalui Pembinaan Masyarakat Desa Ukhuwah Islamiyah Kita Wujudkan Indonesia Yang Damai”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Zulkaidah 1444 H/17 Juni 2023 M, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di Aula Kantor Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu.
Acara ini dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Dalam sambutannya, Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan beberapa poin penting terkait ukhuwah Islamiyah:
- Pentingnya berbagai bentuk ukhuwah: Dr. H. Maratua Simanjuntak menjelaskan bahwa terdapat tiga macam ukhuwah, yaitu ukhuwah basyariah yang berarti persaudaraan kemanusiaan, ukhwah wathaniyah yang mengacu pada persaudaraan sesama tanah air, dan ukhuwah diniyah yang merupakan persaudaraan agama. Semua bentuk ukhuwah ini harus dirawat dan dijaga agar tercipta kerukunan dan perdamaian di masyarakat.
- Perlindungan terhadap ukhuwah Islamiyah: Ketua MUI Sumatera Utara menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dari gangguan atau penistaan terhadap Islam. MUI Sumut akan menentang segala bentuk tindakan yang merendahkan atau mengganggu ukhuwah Islamiyah. Dr. H. Maratua Simanjuntak memberikan contoh kasus pelecehan solawat berbahasa Nias dan mengharapkan penegakan hukum terhadap hal tersebut.
- Kolaborasi dalam tolong-menolong: Dr. H. Maratua Simanjuntak mengajak semua peserta untuk saling tolong-menolong dalam berbagai aspek kehidupan, baik dengan harta, tenaga, maupun pemikiran. Ia menekankan pentingnya bantu-membantu dan membina kerja sama yang saling menguntungkan bagi umat Islam.
- Perkuat persaudaraan Islamiyah: Ketua MUI Sumatera Utara mendorong semua peserta untuk memperkuat persaudaraan Islamiyah guna mencegah kerusuhan dan perilaku memalukan yang disalahgunakan atas nama Islam. Ia mengingatkan bahwa umat Islam memiliki peran penting dalam mempertahankan akhlak Islami.
Dr. H. Maratua Simanjuntak berharap acara ini sukses dan mendapatkan ridha Allah SWT. Ia mengharapkan agar acara berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh peserta.

Pada acara tersebut, pemateri pertama adalah Dr. H. Abd. Rahim, M.Hum, Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara. Dalam materinya yang berjudul “Islam Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Pondasi Ukhuwah Islamiyah dalam Mewujudkan Kerukunan”, Dr. H. Abd. Rahim menyampaikan beberapa poin penting:
- Makna Islam Rahmatan lil ‘Alamin: Dr. H. Abd. Rahim menjelaskan bahwa Islam Rahmatan lil ‘Alamin berarti Islam sebagai agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Pondasi kuat merupakan faktor penting dalam membangun struktur ukhuwah Islamiyah yang ideal.
- Toleransi antar penganut agama: Dr. H. Abd. Rahim menyampaikan pentingnya sikap toleransi antar penganut aliran dan mazhab dalam Islam. Ia menekankan perlunya menghormati dan menghargai keberagaman dalam menjaga kerukunan.
- Faktor penyebab konflik internal umat Islam: Dr. H. Abd. Rahim mengidentifikasi beberapa faktor penyebab konflik, antara lain kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam yang universal, kurangnya pemahaman hidup bertoleransi, berkembangnya aliran fanatik dan radikal, merasa paling benar, dan kurangnya peran netral tokoh agama.
Pemateri kedua, Dr. Winda Kustiawan, MA, menyampaikan materi tentang “Ukhuwah Islamiyah dalam Narasi Kerukunan dan Moderasi Agama”. Beberapa poin penting yang diungkapkan oleh Dr. Winda Kustiawan adalah:
- Moderasi beragama: Dr. Winda Kustiawan menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah sikap seimbang, tidak fanatik, dan menghormati keyakinan agama orang lain. Moderasi beragama merupakan strategi kebudayaan dalam merawat keindonesiaan.
- Bentuk-bentuk moderasi beragama: Dr. Winda Kustiawan menguraikan beberapa bentuk moderasi beragama, termasuk sikap menghormati penganut agama lain, sikap baik terhadap sesama manusia dalam kehidupan bersosial, sikap inklusif terhadap keberagaman, dan mencari titik kesamaan di tengah perbedaan.
Acara pembinaan masyarakat desa ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang ukhuwah Islamiyah dan pentingnya kerukunan dalam masyarakat. Dengan pemateri yang kompeten dan topik yang relevan, diharapkan peserta dapat menerapkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. (Yogo Tobing)








