Friday, July 24, 2026
spot_img
Home Blog Page 108

Ketua MUI Kab. Batubara, Ahmad Hidayat Lc, Membahas Tantangan dan Solusi Bagi Pemuda Muslim

0

muisumut.or.id-Batubara, Ketua MUI Kabupaten Batubara, Ahmad Hidayat Lc, menjadi narasumber dalam acara pelatihan kader Ukhuwah Islamiyah, memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejumlah isu krusial yang dihadapi pemuda Muslim saat ini.

Dalam pemaparannya, Ustadz Hidayat menyoroti beberapa masalah yang tengah memengaruhi para pemuda, seperti lemahnya pendidikan dan kesadaran agama, pergaulan bebas yang tidak selaras dengan tuntunan Syariat Islam, perjudian/game online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan kelompok motor.

Ia menekankan bahwa tantangan ini sebagian besar muncul karena kurangnya pendidikan agama yang kuat. “Maka dari itu, penanaman agama harus ditanamkan sejak dini, agar bisa menjadi pemuda yang hidup dijalan Allah,” ungkapnya.

Ustadz Hidayat juga berbicara tentang tantangan yang dihadapi pemuda Islam masa kini dan yang akan datang. Ia menekankan pentingnya mengikuti kemajuan teknologi dengan tetap menjaga iman agar bisa mengendalikan pengaruh negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Selain itu, ia menyoroti beberapa isu seperti individualisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, kapitalisme, dan terorisme yang perlu diwaspadai dan dihadapi oleh pemuda Islam.

Dalam konteks membangun nilai-nilai ukhuwah di kalangan pemuda, Ustadz Hidayat memberikan penekanan khusus pada pentingnya berorganisasi. Menurutnya, berorganisasi dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan antara pemuda Muslim. Ia menyatakan, “Melalui berorganisasi, kita dapat membentuk jaringan yang kuat dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan beragama dan sosial.”

Dengan pandangan dan pemahaman yang dalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pemuda Islam, ustadz Hidayat memberikan wawasan berharga kepada peserta pelatihan tentang bagaimana mereka dapat menghadapi dan mengatasi berbagai masalah dalam upaya membangun ukhuwah Islamiyah yang kuat di tengah masyarakat yang beragam. (Yogo Tobing)

Dr. Muhammad Yafiz M.Ag Bahas Peran Ekonomi Syariah dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah

0

muisumut.or.id-Batu Bara, 9 September 2023 – Dr. Muhammad Yafiz M.Ag, menjadi pemateri unggulan dalam acara pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Batu Bara. Dalam paparannya yang informatif, Dr. Yafiz mengangkat tema “Membangun Ukhuwah Islamiyah Melalui Ekonomi Syariah.

“Dalam pemaparannya, Dr. Yafiz menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah tidak hanya sekadar persaudaraan pasif, melainkan harus menjadi hubungan yang saling memperkuat secara aktif. Ia mendorong peserta untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh sesama umat Islam. Menurutnya, hal ini akan menghasilkan empati dan hubungan emosional yang kuat antara individu dalam komunitas Islam.

Dr. Yafiz juga memberikan penjelasan mendalam tentang tiga indikator penting dalam menciptakan ukhuwah Islamiyah yang aktif dan kuat. Pertama, kepedulian, yang mengacu pada kemampuan individu untuk memahami dan merasakan perasaan serta kebutuhan saudara-saudara seiman mereka. Kedua, saling berbagi, yang menunjukkan pentingnya berbagi sumber daya, baik itu dalam bentuk materi maupun non-materi, untuk mendukung kesejahteraan bersama dan pertumbuhan komunitas. Ketiga, kerelaan berkorban, yang menggambarkan kesiapan seseorang untuk mengorbankan waktu, tenaga, atau harta benda demi kepentingan yang lebih besar, yaitu ukhuwah Islamiyah itu sendiri.

Selanjutnya, Dr. Yafiz menyoroti empat aspek kunci yang harus diperhatikan dalam membangun kekuatan ukhuwah Islamiyah. Pertama, aspek keagamaan, yang mencakup pemahaman dan praktik agama yang mendalam. Ini menciptakan dasar yang kuat untuk membangun persaudaraan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, aspek pendidikan, yang menekankan pentingnya pengetahuan dan pendidikan sebagai sarana untuk memahami kompleksitas dunia saat ini dan memperkuat akar keagamaan. Ketiga, aspek politik, yang melibatkan partisipasi aktif dalam ranah politik untuk memastikan perlindungan hak-hak Islam. Terakhir, aspek ekonomi, yang dilihat sebagai instrumen penting dalam menjaga kemandirian dan kesejahtera serta sebagai sarana untuk berbagi dengan yang membutuhkan.

Dalam konteks membangun ukhuwah Islamiyah melalui aspek ekonomi, Dr. Yafiz memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya peran ekonomi syariah. Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah memegang peran sentral dalam menjaga kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat Islam.

Dr. Yafiz mengungkapkan, “Ekonomi syariah memungkinkan kita untuk menjalankan pekerjaan dengan tangan kita sendiri atau melalui bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Fakta menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki terletak dalam bisnis. Bahkan, Alquran banyak menggunakan terminologi bisnis dalam berinteraksi dengan manusia.

“Pemaparan Dr. Yafiz juga mencakup potensi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah. Ia memberikan wawasan yang kuat tentang bagaimana ekonomi syariah dapat menjadi instrumen penting dalam memajukan ukhuwah Islamiyah yang kuat dan berkelanjutan di tengah masyarakat Sumatera Utara yang beragam. (Yogo Tobing)

Moderasi Beragama dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah: Membangun Kerukunan di Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Batubara, 8 September 2023 – Dr. Rusli Halil Nasution, MA, sebagai narasumber dalam acara Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah yang digelar di Kabupaten Batu Bara. Dalam pemaparannya, Dr. Rusli menyoroti pentingnya moderasi beragama dalam konteks Indonesia yang beragam suku, ras, adat istiadat, dan agama.

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar dan majemuk, dengan beragam keberagaman dalam masyarakatnya. Keberagaman ini, yang meliputi suku, ras, adat istiadat, dan agama, adalah salah satu nilai indah dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, menjaga keberagaman ini tidak selalu mudah, terutama ketika perbedaan pemahaman agama atau pandangan hidup memicu perselisihan.

Dalam konteks ini, moderasi beragama menjadi solusi yang sangat penting untuk menjaga integritas dan kelangsungan negara yang kita cintai. Dr. Rusli menggarisbawahi perlunya umat Islam di Indonesia, yang merupakan mayoritas penduduk, untuk mengamalkan dan mengimplementasikan ajaran tentang persaudaraan dalam Islam, yang dikenal dengan istilah “ukhuwah,” serta konsep Islam Wasatiyah (moderat).

Ukhuwah Islamiyyah, menurut Dr. Rusli, adalah lebih dari sekadar persaudaraan antara penganut Islam. Ini adalah persaudaraan kemanusiaan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Dalam masyarakat yang beragam seperti Sumatera Utara, di mana berbagai agama diakui, menjaga kerukunan antarumat beragama menjadi isu yang sangat aktual.

Implementasi nilai-nilai persaudaraan ini termasuk proses ta’aruf (mengenal mengenal sesama manusia), tasamuh (saling menghargai atau toleransi), serta tarahun dan ta’awun (saling berkasih sayang dan tolong-menolong dalam kebaikan). Semua ini adalah langkah-langkah konkret untuk menciptakan perdamaian dan menjaga kerukunan di Sumatera Utara.

Dr. Rusli juga menekankan sinergitas umat Islam dalam menciptakan perdamaian di Sumatera Utara dengan menjaga prinsip “Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku,” menjaga inklusifitas, dan menghindari eksklusifitas. Dengan pendekatan moderasi beragama dan semangat ukhuwah Islamiyah, Sumatera Utara dapat terus menjadi contoh harmoni antarumat beragama di Indonesia. (Yogo Tobing)

DP MUI Kabupaten Batubara Siapkan Musyawarah Daerah dan Dukung Pendirian Perguruan Tinggi Kader Ulama

0

muisumut.or.id-Batubara, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Batubara mengakhiri masa periodesasinya pada bulan September 2023 dengan mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda). Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DP MUI Batubara, H. Ahmad Hidayat Lc, saat melakukan kunjungan ke Rumah Dinas Bupati Batubara, Zahir, pada Jumat, 8 September.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Sekretaris MUI Batubara, Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan, Drs. Masrof, serta anggota pengurus harian lainnya. Bupati Batubara, Zahir, juga turut mendampingi kunjungan tersebut, didampingi oleh Asisten I, Rusian Heri, dan Kabag Kesra, Adnan Haris.

Ahmad Hidayat menjelaskan, “Kami ingin menyampaikan kepada Bapak Bupati tentang berakhirnya periode DP MUI Batubara pada bulan September tahun ini. Alhamdulillah, beliau menyatakan bersedia membuka Musda nantinya.”

Selain membahas Musda, dalam pertemuan tersebut juga dibahas persiapan pendirian Perguruan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang direncanakan akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Batubara. Bupati Zahir secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musda dan berkomitmen untuk memfasilitasi acara tersebut di Aula Rumah Dinas Bupati.

Lebih lanjut, Zahir juga menunjukkan peta perencanaan pembangunan Kantor Bupati Batubara yang akan mencakup pembangunan Kantor MUI Batubara. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Batubara untuk mendukung organisasi keagamaan dan menjadikan MUI sebagai mitra yang penting dalam memajukan kehidupan beragama dan sosial di wilayah Kabupaten Batubara.

Musyawarah Daerah DP MUI Kabupaten Batubara diharapkan akan menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan peran MUI dan mengembangkan pendidikan keagamaan melalui pendirian PTKU. Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Batubara, diharapkan langkah-langkah ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan umat Islam di Kabupaten Batubara.

Penulis: Yogo Tobing

Ciri-ciri Orang yang Bertakwa Menurut Al-Quran: Keimanan yang Kokoh dan Ketaatan dalam Solat

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam ceramah Jumat tanggal 8 September 2023, Hakkul Yakin Siregar LC mengajak kita untuk lebih mendalami ciri-ciri orang yang bertakwa, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Quran. Takwa merupakan suatu tingkat yang diidamkan oleh setiap muslim, dan pada kesempatan ini, kita akan menguraikan dua karakteristik utama yang mengidentifikasi individu yang memiliki sifat takwa.

Karakteristik pertama dari orang yang bertakwa adalah keyakinan mereka pada hal-hal yang bersifat ghaib. Mereka sepenuhnya mempercayai keberadaan Allah, malaikat, surga, dan neraka, meskipun tidak dapat melihatnya secara langsung. Keyakinan pada hal-hal ghaib ini menjadi dasar utama dari takwa. Ketika seseorang memiliki keyakinan yang kokoh terhadap hal-hal ghaib, mereka cenderung menjalani kehidupan dengan penuh rasa takut dan penghormatan kepada Allah.

Karakteristik kedua adalah ketaatan dalam menjalankan solat. Solat adalah ibadah fundamental dalam agama Islam. Ketika Allah memberikan nikmat berupa harta kepada kita, solat merupakan cara kita untuk bersyukur dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Namun, takwa juga tercermin dalam cara seseorang memperlakukan harta yang telah Allah titipkan kepada mereka.

Orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak hanya menyisihkan sebagian dari harta mereka untuk beribadah kepada Allah (Hablum minallah), tetapi juga untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan (Hablum minannas). Mereka menyadari bahwa harta yang dimiliki adalah amanah dari Allah, dan dengan sukarela mereka berbagi keberkahan tersebut dengan sesama.

Dengan demikian, ciri-ciri orang yang bertakwa adalah keyakinan yang kuat pada hal-hal ghaib dan ketaatan dalam menjalankan solat, serta sikap bijaksana dalam mengelola harta. Semoga kita semua dapat mengambil teladan dari karakteristik ini dalam kehidupan sehari-hari kita, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas hidup kita, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar. Ini adalah pesan yang disampaikan oleh Hakkul Yakin Siregar LC dalam ceramah Jumat ini, semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk dari-Nya. (Yogo Tobing)

Dr. Abdul Rahim Ungkap Makna Islam Rahmatan lil alamin dalam Konteks Kerukunan Umat

0

muisumut.or.id-Batubara, Pemateri pertama dalam acara pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah angkatan III, yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, adalah Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara, Dr. Abdul Rahim, MA. Dalam sesi ini, Dr. Abdul Rahim membahas tema “Islam Rahmatan lil alamin sebagai Pondasi Ukhuwah Islamiyah dalam Mewujudkan Kerukunan.”

Dalam paparannya, Dr. Abdul Rahim menjelaskan bahwa konsep Islam Rahmatan lil alamin memiliki makna bahwa Islam adalah agama yang hadir dengan membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anbiya ayat 107, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk memberikan rahmat bagi seluruh alam. Konsep ini menjadi pondasi kokoh untuk Ukhuwah Islamiyah, di mana pengimplementasiannya dapat membawa kerukunan yang mengedepankan saling pengertian, kedamaian, kebersamaan yang tak mengenal materi, paham, atau golongan.

Diskusi ini juga membahas peran agama sebagai simbol identitas suci yang bisa menjadi perekat atau pemicu konflik. Dr. Abdul Rahim mengidentifikasi faktor-faktor penyebab konflik internal dalam umat Islam, seperti kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam yang universal, berkembangnya aliran fanatik dan radikal, serta kurangnya peran netral tokoh agama.

Dalam konteks kehidupan sosial, Islam mendorong umatnya untuk hidup bersosial dan bersilaturahim agar Ukhuwah Islamiyah dapat terjaga. Dr. Abdul Rahim juga menguraikan empat asas Ukhuwah dalam Islam, yaitu taaruf (mengenal), tafahum (saling memahami kelebihan dan kekurangan), ta’awun (saling tolong-menolong), dan takaful (saling memberi rasa aman).

Diskusi ini menjadi langkah konkret MUI Sumatera Utara dalam mengedukasi kader-kader Ukhuwah Islamiyah untuk memperkuat kerukunan dan persatuan di tengah-tengah keragaman masyarakat Sumatera Utara. (Yogo Tobing)

MUI Sumatera Utara Gelar Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah Angkatan III untuk Membangun Kerukunan

0

muisumut.or.id-Batubara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melalui bidang/komisi Ukhuwah Islamiyah menggelar pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah angkatan III yang mewakili 6 Kabupaten Kota di Sumatera Utara. Acara berlangsung dengan tajuk “Melahirkan Generasi Islam sebagai Generasi Penggerak Ukhuwah Islamiyah dalam Membangun Kerukunan di Sumatera Utara” di Banyuwangi Hotel pada Jumat hingga Sabtu, 8 hingga 9 September 2023.Laporan dari Ketua Panitia, Drs. Muhammad Hatta, MSi, menyoroti pentingnya kehidupan yang rukun dan damai di tengah beragamnya agama dan suku di Sumatera Utara.

MUI mengemban tanggung jawab moral untuk mengajak serta melatih kader-kader agar kerukunan dalam masyarakat tetap harmonis. Lebih jauh lagi, kader Ukhuwah Islamiyah diharapkan dapat menjadi rahmat bagi semua. Pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi sekat-sekat konflik yang ada, serta mendorong kader-kader ini untuk turut serta dalam membangun bangsa dan tanah air.

Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan komisi Ukhuwah Islamiyah MUI se-Sumatera Utara dan Organisasi Kepemudaan Islam se-Sumatera Utara dengan total jumlah 40 orang.Sambutan dari Bupati Kabupaten Batubara, Ir. Zahir, Msp, menyiratkan rasa terima kasih kepada MUI Sumut atas pemilihan Kabupaten Batubara sebagai tuan rumah acara ini. Beliau menekankan pentingnya Ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi untuk menjaga kerukunan umat.

Acara ini diresmikan oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Kabupaten Batubara yang turut hadir dalam acara ini. Dr. Maratua menggarisbawahi perlunya keteguhan hati dalam menjalani Ukhuwah Islamiyah, serta mengingatkan akan deklarasi baru-baru ini yang menekankan persatuan umat Islam dalam tindakan dan keputusan.Dr. Maratua berharap agar seluruh peserta menjadi penggerak Ukhuwah Islamiyah untuk menciptakanlingkungan yang lebih damai dan harmonis di Sumatera Utara.

Semangat kerja keras dan dedikasi dari para peserta diharapkan akan membawa perubahan positif dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memajukan masyarakat serta bangsa secara keseluruhan.Pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah ini menjadi bukti konkret dari komitmen MUI Sumatera Utara dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan suku di wilayah ini. Semoga hasil dari pelatihan ini akan terus membawa manfaat dan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat fondasi kerukunan dan persatuan di Sumatera Utara. (Yogo Tobing)

Langkah Strategis Menuju Keluarga Bahagia: Pembelajaran dari MUI Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara MUI Sumut Bidang/Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) telah mengadakan kegiatan bimbingan untuk mempersiapkan para remaja yang akan menikah agar menjadi keluarga sakinah. Acara ini berlangsung pada Kamis, 7 September, di Hotel Madani Medan.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Ketua Umum MUISU, Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua KPRK MUISU Dra. Hj. Rusmini, MA bersama dengan Wakilnya, Dr. Hj. Sukiati, MA, serta Sekretaris Dra. Hj. Wan Khairunnisah, MA dan Wakil Sekretaris Dr. Hj. Siti Mujiatun, SE, MM. Pembicara dalam acara ini termasuk Wakil Ketua Umum III MUI-SU Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA, Mediator BP4 Provinsi Sumatera Utara Dr. Torang Rambe, dan Praktisi yang fokus pada isu-isu perempuan, Kurnia Sari Mulia.

Ketua KPRK MUISU, Dra. Hj. Rusmini, MA, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membantu pasangan yang akan menikah dalam mencapai keluarga yang bahagia, harmonis, sejahtera secara fisik dan spiritual, yang dalam Islam disebut sebagai Keluarga Sakinah. Dalam konteks ini, pemahaman yang memadai tentang prasyarat untuk mencapai keluarga sakinah sangat penting.

Dra. Rusmini menambahkan bahwa banyak pasangan yang menikah tanpa pengetahuan yang memadai, dan inilah yang seringkali menyebabkan masalah dalam rumah tangga, seperti percekcokan, perceraian, dan pertengkaran, bahkan pada pernikahan yang baru saja dimulai. Di Indonesia, pernikahan usia muda dan isu-isu seperti nikah sejenis dan LGBT telah menjadi perhatian nasional, memengaruhi pola kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dan konsep yang dapat membantu para peserta menuju keluarga sakinah. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini mencakup para remaja usia nikah, Remaja Masjid, mahasiswa, pelajar, serta organisasi keagamaan yang peduli terhadap remaja, yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyambut baik kegiatan ini dan berharap peserta dapat mengambil ilmu yang disampaikan oleh para pembicara dan mengaplikasikannya dalam perjalanan rumah tangga mereka. Ia juga mengingatkan para remaja untuk tidak meremehkan masalah yang berkaitan dengan akidah dan tauhid.

Salah satu pembicara, Dr. Ardiansyah, menguraikan 5 langkah strategis menuju keluarga sakinah, yang mencakup membangun suasana Islami dalam setiap aspek kehidupan, menciptakan budaya malu dan pantang, memberikan contoh kebaikan, mendengarkan dan menghargai pendapat anggota keluarga, serta membiasakan kebaikan seperti berdoa, mengucapkan salam, bersedekah, dan membaca al-Qur’an. Semua langkah ini diharapkan dapat membantu para remaja dalam membentuk keluarga yang harmonis dan bahagia. (Yogo Tobing)

MUI Padangsidimpuan dan Polres Bersinergi Melawan Peredaran Narkoba di Kota Padangsidimpuan

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan, 6 September 2023 – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padangsidimpuan, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, bersama dengan Wakil Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, menggarisbawahi pentingnya kerja sama yang erat dengan Kepolisian Resort (Polres) untuk mengintensifkan perang melawan peredaran narkoba di Kota Padangsidimpuan. Kedua tokoh ini menekankan sinergi antara MUI dan Polres sebagai langkah strategis dalam upaya memerangi maraknya penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut.

Dalam pernyataan bersama mereka, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polres yang gigih dalam memerangi narkoba. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya mereka secara lebih aktif. Dalam konteks ini, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan menyoroti urgensi tindakan tegas guna mencegah pemuda Kota Padangsidimpuan terjerumus ke dalam perangkap narkoba, khususnya jenis sabu-sabu yang dikenal merusak kesehatan mental dan fisik.

“Agar generasi muda di Kota Padangsidimpuan terhindar dari godaan narkoba, terutama sabu-sabu yang sangat merusak otak, kita perlu bertindak tegas. Jika diperlukan, kami siap untuk berpartisipasi secara rutin dalam memberantas narkoba. Misi kami adalah menjadikan Kota Padangsidimpuan bebas dari peredaran narkoba,” tegas Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan.

Wakil Ketua MUI Padangsidimpuan, Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, turut mengungkapkan kepedulian MUI terhadap masa depan generasi muda yang harus terhindar dari ancaman narkoba. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan maksimal kepada Polres Padangsidimpuan dalam upaya mereka memerangi narkoba di wilayah ini.

Tidak hanya itu, MUI juga mengajak para ulama dan tokoh masyarakat setempat untuk aktif terlibat dalam perang melawan narkoba di Kota Padangsidimpuan. Mereka memberikan dorongan kepada masyarakat untuk tidak takut menghadapi sindikat peredaran narkoba. Upaya ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari peredaran narkoba dan mendukung tumbuh kembangnya generasi muda yang berkualitas di Kota Padangsidimpuan.

Kerja sama erat antara MUI dan Polres diharapkan akan menjadi kunci sukses dalam memerangi peredaran narkoba dan menjaga masa depan generasi muda Kota Padangsidimpuan dari ancaman narkotika yang merusak. (Yogo Tobing)

MUI Sergai Gelar Muzakaroh Ilmiah: Fokus pada Fiqih Muamalah

0

Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai menggelar sebuah acara Muzakaroh Ilmiah yang berlangsung pada Ahad (3/9). Kegiatan ini dilaksanakan di aula MUI Sergai yang terletak di Jalan Firdaus, Sei Rampah.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ummat, antara lain Bendahara H. Abdul Malik, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ummat H. Nasrul Aziz Siregar, serta dua nara sumber, yaitu Ustaz Zarkasi BA dan Ustaz Zulfanul Halim, S.Pdi.

Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ummat MUI Sergai, H. Nazrul, dalam laporannya menyampaikan bahwa Muzakaroh Ilmiah ini merupakan kegiatan kedua yang diadakan oleh Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat Sergai. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas isu-isu ekonomi yang relevan dengan para pelaku ekonomi dan UMKM di kota Sei Rampah.

Sambutan dari Ketua MUI Sergai, yang diwakili oleh Bendahara H. Abdul Malik, S.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat MUI Sergai atas penyelenggaraan Muzakaroh Ilmiah ini, terutama dalam konteks Fiqih Muamalah.

Nara Sumber, Ustaz Zarkasi BA, memberikan paparan tentang Fiqih Zakat dalam konteks ekonomi Islam. Sementara itu, Ustadz Zulfanul Halim menyampaikan makalah tentang Fiqih Muamalah. Pada akhir sesi penyampaian makalah, peserta acara sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan seputar zakat, hutang piutang, dan topik terkait lainnya.

Ahmad Zaky, Sekretaris Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat, menyatakan, “Kami berterima kasih kepada seluruh peserta yang telah aktif berpartisipasi dalam diskusi ini. Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta sangat membanggakan, dan ini menunjukkan betapa pentingnya pembahasan mengenai ekonomi Islam dalam Fiqih Muamalah.”

Muzakaroh Ilmiah ini menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi dan UMKM di Serdang Bedagai untuk memperdalam pemahaman mengenai prinsip-prinsip ekonomi Islam. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan guna memajukan ekonomi ummat dan memperkuat landasan ekonomi berlandaskan nilai-nilai Islam di wilayah ini. (Yogo Tobing)