Friday, July 24, 2026
spot_img
Home Blog Page 109

Pencerahan Agama Islam di Wilayah Terpencil: Pengajian Fiqih di Desa Pardomuan

0

muisumut.or.id-Panyabungan Timur, 05 September 2023 – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) terus mengukuhkan misi mereka dalam membawa pencerahan agama Islam ke daerah terpencil. Komisi Dakwah MUI MADINA menggelar acara pengajian fiqih yang berjudul “Menggali Hikmah dalam Bersuci” di Masjid Desa Pardomuan.

Desa Pardomuan, yang terletak di wilayah terpencil Kabupaten MADINA, dikenal dengan kondisi geografisnya yang sulit dijangkau. Perjalanan ke desa ini melewati bukit-bukit dan jalan yang terjal. Namun, kendala geografis ini tidak menghalangi semangat Komisi Dakwah MUI MADINA untuk menyampaikan ilmu agama Islam.

Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi Dakwah MUI MADINA, KH. Mahyuddin Lubis, seorang ulama terkemuka di Mandailing Natal yang telah lama berdedikasi dalam menyebarkan ajaran Islam. KH. Mahyuddin Lubis menyampaikan pencerahan tentang fiqih, khususnya dalam konteks bersuci, dan menjelaskan hikmah di balik tindakan tersebut.

“Bersuci adalah bagian penting dalam ibadah kita. Dalam setiap tindakan bersuci, terdapat hikmah dan makna yang dalam. Kami berusaha membawa pemahaman ini kepada masyarakat Desa Pardomuan agar mereka dapat menghayati lebih dalam setiap aspek dalam ibadah mereka,” kata KH. Mahyuddin Lubis.

Ustadz Syuaib Lubis, Sekretaris Komisi Dakwah MUI MADINA, memainkan peran penting sebagai moderator dalam acara tersebut. Ia membantu memfasilitasi diskusi dan pertanyaan dari masyarakat Desa Pardomuan, menciptakan suasana yang interaktif dan penuh pengertian.

Masyarakat Desa Pardomuan merespons antusias kehadiran Komisi Dakwah MUI MADINA dan pencerahan yang mereka bawa. Meskipun jauh dari pusat perkotaan dan tanpa akses sinyal telepon seluler, mereka merasa sangat beruntung dapat mengikuti acara ini untuk membawa pemahaman agama yang lebih mendalam.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa Komisi Dakwah MUI MADINA tetap berkomitmen dalam misi mereka untuk menyebarkan ilmu agama Islam, bahkan ke daerah terpencil seperti Desa Pardomuan. Melalui pencerahan fiqih, mereka berharap dapat memperkaya pemahaman agama dan mempererat ikatan keagamaan di tengah masyarakat yang penuh semangat ini. (Yogo Tobing)

Komisi Dakwah MUI MADINA: Menyemai Pemahaman Agama Islam di Desa Huta Bangun

0

muisumut.or.id-Mandailing Natal, 5 September 2023 – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan misi dakwah dan pendidikan agama Islam di daerah terpencil. Kali ini, Komisi Dakwah MUI MADINA kembali menggelar ceramah keagamaan yang mengangkat tema “Memahami Ilmu Tauhid dan Sifat Allah.”

Kegiatan yang berlangsung di Desa Huta Bangun, yang dikenal sebagai daerah terpencil di Kabupaten MADINA, menghadirkan tantangan tersendiri. Daerah ini tidak memiliki akses sinyal telepon seluler dan bahkan sekolah dasar. Warga Desa Huta Bangun harus menempuh perjalanan melalui bukit-bukit dan jalan terjal untuk dapat menghadiri acara ini.

Penceramah pada acara tersebut adalah Ketua Komisi Dakwah MUI MADINA, KH. Mahyuddin Lubis, seorang ulama yang telah lama dikenal sebagai individu yang berkomitmen dalam menyebarkan ilmu agama Islam. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan mengenai Ilmu Tauhid, konsep tentang keesaan Allah, dan Sifat Allah, yang merupakan prinsip-prinsip dasar dalam ajaran Islam.

KH. Mahyuddin Lubis menyampaikan, “Kami menyadari bahwa Desa Huta Bangun adalah salah satu tempat yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal pendidikan agama. Meskipun terpencil, ini bukan alasan bagi kami untuk tidak menyampaikan ilmu agama kepada mereka. Ilmu Tauhid dan pengetahuan tentang Sifat Allah sangat penting dalam memahami ajaran Islam.”

Sekretaris Komisi Dakwah MUI MADINA, Ustadz Syuaib Lubis, memainkan peran penting sebagai moderator dalam acara tersebut. Ia berharap agar acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Huta Bangun dalam memperdalam pemahaman mereka tentang agama Islam.

Dalam acara tersebut, masyarakat Desa Huta Bangun tampak sangat antusias mengikuti ceramah ini. Mereka dengan tulus berterima kasih kepada Komisi Dakwah MUI MADINA atas upaya keras mereka dalam membawa ilmu agama Islam ke daerah yang sulit dijangkau ini.

Kegiatan dakwah ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen untuk menyebarkan ajaran agama Islam tidak mengenal batasan geografis. Meskipun terpencil, Desa Huta Bangun mendapatkan kesempatan langka untuk memperdalam pemahaman agama mereka, berkat upaya keras dari Komisi Dakwah MUI MADINA. Hal ini mencerminkan tekad kuat untuk memberikan pencerahan agama kepada seluruh lapisan masyarakat, bahkan di daerah yang paling terpencil sekalipun. (Yogo Tobing)

DSN Perwakilan Jawa Barat Kunjungi DSN Perwakilan MUI Sumut

0

muisumut.or.id-Medan, 5 September 2023 – Pertemuan antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Perwakilan Jawa Barat yang digelar pada Selasa, 5 September 2023, sebagai momentum penting dalam pengembangan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Pertemuan ini mendapat sambutan hangat dari kepemimpinan MUI Sumut.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan delegasi dari Jawa Barat. Lebih lanjut, Dr. Maratua Simanjuntak yang juga merupakan Penasehat DSN Perwakilan MUI Sumut menyatakan, “Kedatangan ini adalah silaturahim awal dan diskusi antara MUI Sumut dan DSN Perwakilan Jawa Barat dalam upaya mengembangkan muamalah Maliyah dan hukum Islam di Indonesia.”

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Arso, serta anggota DSN perwakilan Sumatera Utara, Dr. Akmaluddin Syahputra, M. Hum. Dalam agenda penting ini, Kyai, Dr. Muhammad Syar’an, Kyai H. Muhamad Fauazan Dannr, dan Wlidan Rauf juga turut hadir.

Salah satu topik sentral yang dibahas adalah fatwa yang telah dibentuk oleh DSN, dengan penekanan pada pelaksanaan operasional dan rencana pembuatan kegiatan sertifikat di Medan. Dalam upaya menjaga kualitas dan validitas sertifikasi, perwakilan dari berbagai daerah diharapkan untuk menjalankan proses sertifikasi dengan baik.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. Maratua Simanjuntak, bercerita terkait peran DSN pusat kepada DSN MUI perwakilan Sumatera Utara. Ia juga menyadari bahwa setiap kegiatan DSN memiliki potensi dalam penghasilan dana yang dapat memberikan manfaat bagi berbagai kegiatan MUI.

Wakil Ketua Umum MUI, Dr. Arso, turut menyampaikan kebahagiaannya atas kedatangan tamu dari Jawa Barat dan berharap pertemuan ini akan melahirkan langkah-langkah penting dalam kerja sama yang lebih lanjut. Ia menegaskan, “Harapan besar terletak pada sinergi yang dapat dihasilkan dari kerjasama antara MUI Sumatera Utara dan DSN Perwakilan Jawa Barat dalam memajukan muamalah Maliyah dan hukum Islam di Indonesia.”

Pertemuan strategis ini menandai komitmen kuat dari MUI Sumatera Utara dan DSN Perwakilan Jawa Barat untuk terus berkolaborasi. (Yogo Tobing)

Deklarasi Ulama Sumatera Utara: Pemeliharaan Kesatuan NKRI dan Nilai-Nilai Pancasila

0

muisumut.or.id-Medan, 16 Shafar 1445 H/2 September 2023 M – Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara secara resmi mengeluarkan Deklarasi yang mencerminkan kesatuan dan komitmen mereka terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan kemerdekaan Indonesia. Deklarasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memelihara umat dan bangsa serta memastikan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam Deklarasi ini, ulama Sumatera Utara menyampaikan poin-poin penting, antara lain:

  1. Bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai hasil perjuangan ulama dan segenap anak bangsa adalah sudah final, dan segala tindakan yang berupaya merubahnya adalah tindakan makar dan musuh negara
  2. Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional kehidupan berbangsa dan bernegara sudah final, maka segala bentuk upaya merubahnya juga adalah tindakan makar dan sebagai musuh negara.
  3. TAP MPRS Nomor : XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, pernyataan sebagai organisasi terlarang diseluruh wilayah negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme, sebagai bentuk dari pengamalan ajaran Pancasila, khususnya sila Pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa wajib dipertahankan.
  4. Menolak segala bentuk pemutarbalikan fakta sejarah dan segala usaha untuk menumbuhkan pandangan dan paham yang bertetangan dengan Pancasila dan UUD 1945, dan menuntut agar membatalkan serta mencabut semua kebijakan serta produk hukum yang bertentangan dan terindikasi penyimpangan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
  5. Menyerukan dan meminta kepada seluruh umat Islam khususnya di  Provinsi Sumatera Utara agar berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu Tahun 2024 dengan menggunakan hak pilih sesuai TPS-nya masing-masing dan turut serta mengawal dan mengamankan proses Pemilu agar berlangsung sesuai asas Pemilu yang jujur-adil-langsung-bebas dan rahasia serta tidak ada kecurangan.
  6. Menyerukan dan meminta kepada seluruh umat Islam khususnya di  Provinsi Sumatera Utara agar menggunakan hak pilihnya dengan mempedomani Hasil Ijtimak Ulama Tahun 2009 di Padang Panjang, yaitu memilih calon eksekutif dan legislatif yang beriman dan bertaqwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aspiratif (tabligh), cerdas (fathanah), dan memiliki kepedulian terhadap umat dan berkomitmen menegakkan keadilan, keamanan, kemakmuran  dan kesejahteraan.
  7. Meyerukan dan meminta kepada seluruh umat Islam khususnya di  Provinsi Sumatera Utara agar memedomani dan mengamalkan nilai-nilai Islam Wasathiyah dalam bersikap dan berperilaku di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Deklarasi ini dikeluarkan atas nama Ulama Sumatera Utara Medan, 16 Shafar 1445  H/2 September 2023 M, yang terdiri dari berbagai tokoh ulama dan pemimpin agama di wilayah Sumatera Utara. Diantaranya, Prof. Dr. H. M. Yasir Nasution, MA (Ketua Dewan Pertimbangan MUI SU), Dr. H. Maratua Simanjuntak (Ketua Umum MUI SU), Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., MSP (Ketua PW Al Washliyah Sumut), H. Marahalim Harahap, M.Hum (Ketua PW NU Sumut), Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA (Ketua PW Muhammadiyah Sumut), Dr. M. Hasbie Ashshiddiqi, MM., M.Si (Ketua PW Al Ittihadiyah Sumut. Lebih lanjut, Deklarasi ini juga diketahui oleh Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Musa Rajekshah.

Deklarasi ini mencerminkan komitmen ulama Sumatera Utara untuk mendukung dan menjaga kesatuan, keadilan, dan nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945 demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. (Yogo Tobing)

Pemaparan Materi Tokoh Terkemuka: Menjaga Ukhuwah dalam Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Setelah pembukaan yang sarat makna dan doa yang mendalam, acara silaturahim ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim Sumatera Utara melanjutkan dengan pemaparan materi. Pemaparan tersebut dipandu oleh Dr. Arifinsyah, M.A sebagai moderator.

Narasumber pertama, Dr. H. Dedi Iskandar, Ketua PW Alwashliyah Sumatera Utara, menyampaikan gagasan-gagasannya untuk menjaga ukhuwah dalam umat. Beliau menyoroti pentingnya menghindari perilaku saling mencela dan perdebatan di media sosial yang hanya akan merusak persaudaraan. Dr. Dedi Iskandar menekankan perlunya menggelar forum silaturahim secara rutin sebagai wadah penyelesaian masalah furu’iyah dan khilafiyah. Ia juga memotivasi umat untuk bergabung dalam harakah yang sesuai dengan hati, agar perjuangan untuk Islam dapat teraktualisasi.

Kriteria yang diusung Dr. Dedi Iskandar adalah tegak amar ma’ruf, memerangi kemungkaran, dan beriman sebagai dasar utama yang harus dipegang teguh oleh umat muslim.

Narasumber kedua, Prof. Katimin, perwakilan NU Sumut, sepakat dengan pendapat Dr. Dedi Iskandar tentang pentingnya dialog yang sering diadakan. Beliau menekankan bahwa persaudaraan harus diperkuat, agar umat muslim bisa bersatu, memiliki satu pandangan, dan bersama-sama berjuang untuk mengokohkan umat. Prof. Katimin juga menyoroti bahaya panatisme dan mengajak semua pihak untuk menghindarinya, karena kesempurnaan hanya milik Allah, sementara manusia memiliki kekurangan dan kelebihan.

Narasumber ketiga, Dr. Ali Imran, wakil ketua PW Muhammadiyah, menguraikan makna ukhwah dalam perspektifnya. Bagi beliau, ukhwah adalah kesamaan dalam keyakinan kepada Allah, kesamaan dalam mengikuti ajaran Nabi, kesamaan dalam menjalani ajaran Al-Quran, dan kesamaan dalam menghadap kiblat. Ini adalah fondasi yang kuat untuk mempererat persaudaraan di antara umat Islam.

Pemaparan dari ketiga narasumber ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana menjaga ukhuwah dan persatuan umat Islam di Sumatera Utara. Acara ini berhasil menyuguhkan pemikiran yang kaya dan relevan bagi perkembangan masyarakat muslim di wilayah tersebut. (Yogo Tobing)

Gubernur Sumatera Utara Buka Acara Silaturahim: Peran Ulama dalam Membangun Kesatuan dan Kesejahteraan

0

muisumut.or.id-Medan, Acara silaturahim ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim Sumatera Utara yang bertajuk “Mengokohkan Persaudaraan (Ukhuwah) Menuju Umat yang Bermartabat (Khairah Ummah)” berlangsung meriah pada tanggal 2-3 September 2023. Acara ini dibuka di Aula Raja Inal, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.

Pembukaan acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, Ulama se-Sumatera Utara, Tokoh se-Sumatera Utara, Perwakilan dari berbagai Ormas Islam dan para cendikiawan. Acara dibuka dengan pembacaan alquran oleh Darwin Hasibuan dan doa oleh Ketua Bidang Hukum MUI Sumut, Dr. H Abdul Hamid Ritonga, M.A

Lebih lanjut, Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. Maratua Simanjuntak dan Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, yang memberikan pandangan dan harapannya terkait peran ulama dalam masyarakat Sumatera Utara.

Dr. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya, menekankan pentingnya manhajul halqah selain manhajul fikri. Beliau berbicara tentang ukhuwah, menjelaskan konsep solidaritas dan persaudaraan dalam Islam. Dr. Maratua juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi atas fasilitas yang disediakan untuk acara ini. Selain itu, Dr. Maratua berharap kepara ulama, tokoh dan cendikiawan agar menghasilkan rekomendasi yang diperlukan umat, khususnya relevan dengan tema yang diusung.

Sementara itu, Gubernur Edy Rahmayadi merasa terhormat dapat bersama-sama dengan ulama dalam acara ini. Beliau mengungkapkan bahwa peran ulama sangat penting dalam menjaga keadilan dan kebaikan di Sumatera Utara. Gubernur Edy merasa bahwa dukungan ulama telah membantu dalam meraih berbagai penghargaan selama kepemimpinannya, dan berharap agar ulama terus menjadi panutan dalam menjaga kebenaran.

Gubernur Edy juga menyampaikan harapannya agar ulama selalu memberikan bimbingan kepada para pemimpin, sehingga Sumatera Utara dapat tetap bersatu dan sejahtera di bawah naungan agama Islam.

Di akhir acara, MUI Sumatera Utara memberikan cendramata kepada Gubernur Edy Rahmayadi sebagai ucapan terima kasih telah memberikan perhatian yang lebih kepada MUI Sumatera Utara selama memimpin Sumatera Utara selama 5 tahun.

Acara silaturahim ini menjadi wadah penting dalam memperkuat persatuan dan ukhuwah di kalangan ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim Sumatera Utara, serta memotivasi untuk terus berperan aktif dalam memajukan masyarakat dan umat yang lebih bermartabat. (Yogo Tobing)

MUI Kota Padangsidimpuan Menggelar Seminar ‘Peran Perempuan Dalam Dunia Politik Menurut Pandangan Islam

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan, 2 September – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan mengadakan sebuah seminar yang mempersembahkan pencerahan penting kepada kaum perempuan dalam pemahaman politik Islam. Acara berjudul ‘Peran Perempuan Dalam Dunia Politik Menurut Pandangan Islam’ digelar oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga DP MUI P.Sidimpuan pada hari Sabtu, 2 September.

Dalam upaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran perempuan dalam politik Islam, Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga DP MUI P.Sidimpuan menghadirkan dua pembicara utama yang berkompeten, yakni Ketua BPH UM-Tapsel, Dr. Muksana Pasaribu MA, dan Ustadz Yasir Arafat Nasution LC MA.

Pembukaan seminar ini dimulai dengan penekanan dari Ketua BPH UM-Tapsel, Dr. Muksana Pasaribu MA, yang menjelaskan bahwa tujuan politik dalam Islam adalah untuk menjaga syariat Islam dan kesejahteraan umat. Untuk mencapai tujuan tersebut, perempuan harus memainkan peran yang cerdas dalam berpolitik. Dr. Muksana juga merujuk pada surah An-Nahl ayat 97 yang menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki posisi yang sama dalam melakukan kebaikan dan perbuatan saleh dalam Islam.

Dr. Muksana selanjutnya menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memberikan peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik, yaitu tingkat pendidikan, tren politik nasional, dan kehadiran pemimpin perempuan. Ia juga menyoroti pentingnya peran aktif perempuan dalam politik untuk menentukan masa depan agama Islam, bangsa, dan negara.

Sementara itu, pembicara kedua, Ustadz Yasir Arafat Nasution LC MA, menegaskan bahwa tujuan berpolitik dalam Islam tidak hanya terbatas pada meraih kekuasaan, tetapi juga pada pengaturan urusan umat. Dalam pandangan Islam, berpolitik adalah hak dan kewajiban bagi semua umat, termasuk kaum perempuan.

Ustadz Yasir juga mencatat bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai peran perempuan dalam politik. Beberapa ulama memberikan ruang penuh bagi perempuan untuk menjadi pemimpin negara dan khilafah tanpa batasan, sementara yang lain berpendapat bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin dalam skala kecil maupun besar. Namun, ia menekankan bahwa perbedaan pendapat ini bukan merupakan tanda adanya saling menyalahkan, melainkan merupakan hasil dari situasi dan kondisi yang berbeda serta pemahaman yang beragam terhadap nash-nash dalam Islam.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai organisasi wanita, pengajian akbar, serta kelompok-kelompok perempuan lainnya di Kota Padangsidimpuan. Acara ini merupakan langkah yang signifikan dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada kaum perempuan mengenai peran mereka dalam dunia politik sesuai dengan pandangan Islam. (Yogo Tobing)

Khutbah Jumat: Empat Janji Allah kepada Orang Bertakwa

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh HM. Daud Sagita Putra, M.A. di Masjid Ar-Rahmah, Kompleks MUI Sumatera Utara pada 1 September 2023, beliau mengangkat tema penting tentang janji Allah kepada orang yang bertakwa. Khutbah Jumat tersebut menguraikan empat hal yang dijanjikan Allah kepada mereka yang menjalani hidup dengan takwa.

Dalam awal khutbahnya, HM. Daud Sagita Putra, M.A. memberikan pengingat agar selama pelaksanaan khutbah, jamaah Jumat tetap menjaga keheningan dan tidak melakukan pembicaraan, terutama puisi yang berlangsung di belakang masjid.

Kemudian, beliau mengingatkan agar selama khutbah, jamaah tidak tidur, sesuai dengan ajaran Imam Syafi’i tentang Babul wudhu yang menyatakan bahwa tidur dapat membatalkan wudhu, sehingga Salat Jumat menjadi tidak sah jika diteruskan setelah tidur.

Selanjutnya, dalam isi khutbahnya, HM. Daud Sagita Putra, M.A. menjelaskan makna takwa dalam Islam. Takwa adalah pelaksanaan perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang. Dalam Alquran, kata “takwa” disebutkan sekitar 286 kali, menunjukkan pentingnya menjadi orang yang bertakwa.

Beliau kemudian menguraikan empat janji Allah kepada orang yang bertakwa, berdasarkan ayat dalam Surah At-Talaq ayat 2:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapinya.”

Pertama, bagi mereka yang bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi. HM. Daud menjelaskan bahwa Salat adalah salah satu sarana untuk mendapatkan solusi dari Allah. Allah akan memberikan petunjuk dan Hidayah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Kedua, orang yang bertakwa akan mendapatkan kelancaran rezeki dari berbagai arah, tanpa pandang bulu status sosial atau jabatan. Allah akan memberikan rezeki dari segala penjuru, bahkan dari sumber-sumber yang tidak terduga.

Ketiga, orang yang bertakwa akan mampu bertawakal kepada Allah. Mereka percaya sepenuhnya bahwa Allah akan mendengar doa mereka dan memberikan apa yang mereka butuhkan, bukan hanya apa yang mereka inginkan.

Terakhir, orang yang bertakwa akan mendapatkan kemudahan dalam segala urusannya. Mereka akan merasa bahwa segala sesuatu berjalan dengan lancar, tanpa memakan waktu yang lama, tenaga yang berat, atau biaya yang besar. Ini adalah hasil dari tawakal kepada Allah setelah berusaha.

Dalam penutup khutbahnya, HM. Daud Sagita Putra, M.A. mengingatkan jamaah Jumat agar tidak merasa bahwa Salat adalah sia-sia atau tak berguna. Salat memiliki peran penting dalam mencegah kita dari perbuatan maksiat, dan dengan Salat yang sungguh-sungguh, kita dapat mencapai takwa kepada Allah.

Beliau menegaskan bahwa menjadi orang yang bertakwa adalah nikmat besar, dan mengajak semua jamaah untuk menjaga Salat dan meningkatkan hubungan mereka dengan Allah. Dengan begitu, mereka dapat merasakan janji Allah yang diberikan kepada orang yang bertakwa, yaitu kelancaran, kemurahan rezeki, tawakal, dan kemudahan dalam urusan mereka. (Yogo Tobing)

Sabtu, MUI Sumatera Utara, Adakan Silaturahim Ulama, Tokoh dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, 31 Agustus 2023 – Panitia Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara, yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, akan mengadakan acara pada tanggal 2-3 September 2023. Dengan tema “Mengokohkan Ukhuwah Antarsesama untuk Mewujudkan Umat Bermartabat (Khaira Ummah),” konferensi ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan peran konstruktif umat dalam masyarakat.

Panitia yang dipimpin oleh Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA sebagai Ketua dan Dr. Irwansyah M.H.I sebagai Sekretaris, telah mempersiapkan acara ini semaksimal mungkin. Acara akan dimulai dengan pembukaan oleh Gubernur Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar pada Sabtu, 2 September 2023, dan ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara di Hotel Grand Inna Medan Jl. Balaikota Medan pada hari berikutnya.

Sejumlah lebih dari 150 ulama, tokoh, dan cendekiawan Muslim dari Sumatera Utara telah mengonfirmasi kehadiran dalam konferensi ini. Narasumber terkemuka seperti Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, MSP (Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara), H. Marahalim Harahap, M.Hum (Ketua PW NU Sumatera Utara), Dr. Ali Imran Sinaga, MA (PW Muhammadiyah Sumatera Utara), serta Tuan Guru Babussalam Langkat, Tuan Guru Dr. H. Zikmal Fuad, MA, akan berbicara tentang berbagai aspek yang relevan dengan tema utama.

Materi yang akan dibahas dalam konferensi ini akan menekankan penguatan ukhuwah antarsesama, yang menjadi fokus utama acara ini. Peserta konferensi akan membahas cara-cara nyata untuk memperkuat hubungan harmonis antarumat, dengan berpegang pada prinsip-prinsip Islam yang mendasar.

Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA, yang bertindak sebagai Panitia Pengarah, menyatakan bahwa konferensi ini akan menghasilkan “Deklarasi Ulama Sumatera Utara” yang akan memaparkan pandangan umat Islam dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2024. Deklarasi ini akan berisi panduan mengenai cara umat Islam seharusnya menggunakan hak pilih dengan bijak dalam konteks pemilihan pemimpin dan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA).

Selain itu, hasil konferensi ini akan diwujudkan dalam bentuk Rekomendasi yang akan disusun oleh Tim Perumus. Rekomendasi ini direncanakan akan diumumkan pada acara penutupan pada Ahad, 3 September 2023, dengan harapan dapat memberikan arah yang jelas bagi langkah-langkah selanjutnya dalam mengokohkan nilai ukhuwah dan partisipasi aktif umat Islam dalam proses demokrasi yang bermartabat. (Yogo Tobing)

Komisi Dakwah MUI MADINA Tanamkan Semangat Solidaritas dan Nilai-Nilai Keagamaan melalui Acara Inspiratif

0

muisumut.or.id-Mandailing Natal, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal menggelar serangkaian acara berharga di Masjid Jami’ Nurul Huda, yang terletak di Desa Huta Bangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. Tema yang diusung oleh acara tersebut adalah “Membuka Pintu Rezeki dan Beriman Kepada Qada dan Qadar”, serta melibatkan pelatihan Hadroh untuk remaja perempuan di desa tersebut.

Sekretaris Komisi Dakwah MUI MADINA, Ustadz Syuaib Lubis, dalam sambutannya menegaskan betapa pentingnya mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat terpencil. “Kami memiliki tekad bulat untuk memberikan dukungan dan pembinaan kepada masyarakat terpencil, guna membuat mereka menyadari bahwa fondasi kuat dalam menghadapi ujian dan perjalanan hidup adalah nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Acara ini juga merangkul pelatihan Hadroh yang ditujukan kepada remaja perempuan di desa tersebut. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan minat dan bakat dalam seni musik religi. Pelatih Hadroh, Syamsudin Borotan, S.H.I., menjelaskan, “Melalui pelatihan ini, kami berharap remaja perempuan di Desa Huta Bangun dapat mendalami pemahaman agama sambil mengembangkan kreativitas dalam seni musik Hadroh”, ungkapnya.

Ketua Komisi Dakwah MUI MADINA, KH. Mahyuddin Lubis, hadir sebagai narasumber penceramah dalam acara tersebut. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema tentang keyakinan terhadap qada dan qadar, serta membuka peluang rezeki melalui usaha dan doa yang tulus. Beliau juga memberikan semangat kepada masyarakat untuk terus berjuang menghadapi segala rintangan.

Selain menyelenggarakan acara yang berfokus pada nilai-nilai keagamaan, Komisi Dakwah MUI MADINA juga turut peduli terhadap kebutuhan pokok di Desa Huta Bangun. Beberapa kebutuhan seperti pengelolaan hasil panen, pembangunan menara sinyal, pendirian fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus), pembuatan jalan, dan mendirikan sekolah dasar akan diperjuangkan oleh Komisi Dakwah MUI MADINA guna segera terealisasi.

Acara ini menjadi manifestasi dari komitmen Komisi Dakwah MUI MADINA dalam memberikan dukungan sosial dan spiritual kepada masyarakat terpencil, sekaligus membangun ikatan ukhuwah yang erat. Harapannya, acara ini dapat membawa dampak positif serta perubahan nyata bagi masyarakat Desa Huta Bangun dan sekitarnya. (Yogo Tobing)