Thursday, March 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 112

Seminar dan Kuliah Umum Waqf Goes to Campus ; Wakaf UIN Sumatera Utara Berbenah untuk Perbaiki Peringkat IWN

0

muisumut.or.id, Direktur P2WP MUI Sumatera Utara, Akmaluddin Syahputra menyampaikan harapannya agar Wakaf UIN Sumatera Utara dapat menjadi garda terdepan dalam berbenah dan memperbaiki peringkat Indeks Wakaf Nasional (IWN) 2022, dimana Provinsi Sumatera Utara berada pada urutan terakhir, Hal ini disampaikan pada Seminar dan Kuliah Umum Waqf Goes to Campus di Aula UIN Sumut Jalan Williem Iskandar, Selasa (16/5)

Rektor UIN SU Prof Nurhayati melalui Wakil Rektor IV Dr Maraimbang Daulay, MA menyampaikan, Mahasiswa UIN SU yang sekitar 30 ribu orang siap menjadi duta wakaf Sumut yang ikut menyosialisasikan ke masyarakat pentingnya menggelorakan semangat dan menggerakkan wakaf di Sumut.

Seminar dan kuliah umum tersebut menampilkan dua narasumber yang kompeten yakni Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia, Dr. Yuli Yasin, LC, MA yang membawakan tema “Perkembangan Wakaf di Indonesia dan Luar Negeri” dan Prof. Dr. Achyar Zein, MA dengan tema “Penghimpunan, Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf melalui Kampus”

Sebelum acara seminar dan kuliah umum dilaksanakan penadatanganan MoU antara UINSU dan BWI.

Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA yang menjadi keynote speaker pada acara tersebut menyampaikan bahwa Saat ini penting untuk meningkatkan literasi dan pemahaman tentang perwakafan agar meningkatkan pula kesadaran berwakaf di tengah masyarakat sehingga mampu semakin luas untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

“Perlu meningkatkan literasi pemahaman perwakafan dan meningkatkan kesadaran berwakaf bagi umat. Terima kasih kepada Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) yang berkenan menjadi bagian dari gerakan ini. Sosialisasi di kampus-kampus untuk mengajak kampus menjadi bagian dari ekosistem perwakafan nasional. Karena SDM yang paling bagus itu adanya di kampus, yang nanti kita harapkan sebagai duta-duta wakaf,” jelas Prof Nuh.

Elemen mahasiswa, menurutnya, menjadi penting karena terbentuk di kampus, belajar dan dididik sehingga nanti setelah tamat mengabdi di tengah masyarakat dalam banyak ruang. Sistem yang dijalankan kampus ini kelak menjadi bekal generasi memimpin bangsa dan sebagai pengambil keputusan pada 2045. Dalam konsep wakaf ini, Prof Nuh menjelaskan tentang suatu hadis di mana rasul mengangkat anak yang ayahnya mati berperang dan ibunya menikah lagi sehingga anak tersebut tampak murung dan sedih.

“Rasul mendatangi anak yang termenung, padahal teman-temannya sedang bergembira dengan pakaian baru. Rasul bertanya, maukah engkau aku menjadi pengganti bapakmu, Aisyah sebagai pengganti ibumu, Fatimah sebagai saudaramu dan seterusnya. Hingga anak yang sedih itu menjadi senang dan bahagia, telah diberi pakaian baru dan diberi makan, konsep inilah yang dibutuhkan saat ini di negara ini,” urai Prof Nuh.

Memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi orang lain yang memerlukan inilah yang menjadi landasan dalam konsep wakaf yang dinilai sebagai solusi konkret yang dibutuhkan saat ini dalam rangka meraih kesejahteraan. Karena wakaf akan bermuara dan melekan pada peningkatan kesejahteraan umat. Namun, belum semua tertarik dengan perwakafan. “Wakaf pasti terkait dengan kesejahteraan, terkait dengan dakwah Islam dan martabat manusia serta terkait dengan masa depan. Kami sampaikan terima kasih kepada UIN SU yang turut ikut menggerakkan perwakafan,” tukasnya.

Ia mengharapkan, UIN SU Medan menjadi kampus yang terus bertingkat kualitasnya. Tumbuh dengan pendekatan pemikiran lintas generasi dan harus punya aset lintas generasi. Dengan konsep wakaf dan menyediakan dana abadi secara sadar dan sengaja yang bisa dikembangkan dalam upaya mencapai kesejahteraan. “Kita harus kembali menghidupkan kembali aset-aset yang dulu telah terbukti jaya. Harus punya dana abadi melalui wakaf,” tandasnya.

MUI Gelar Acara Bersama Tokoh Agama dan Pimpinan Partai untuk Memperkuat Persatuan Bangsa

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengadakan acara halal bihalal pada tanggal 18 Mei 2023, pukul 18.00-20.30 WIB, di Hotel Bidakara, Jakarta. Menyadari bahwa tahun ini adalah tahun politik, acara ini akan mengundang ketua umum partai politik.

Acara tersebut juga akan dihadiri oleh undangan dari Dewan Pertimbangan MUI, Pimpinan Harian MUI, Pimpinan Komisi, Badan, dan Lembaga (KBL) MUI, serta disiarkan secara langsung di saluran YouTube resmi TV MUI.

Undangan telah ditujukan kepada Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Gubernur Bank Indonesia, Panglima TNI/Kapolri, Pimpinan Ormas Islam, Pimpinan Organisasi Kepemudaan, Majelis Agama tingkat pusat, dan Kementerian terkait.

MUI ingin memperkuat dan memajukan umat, oleh karena itu dalam tahun politik ini, MUI mengundang pimpinan partai politik untuk hadir. Bahkan, dalam acara ini MUI akan memberikan peran yang penting kepada Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, dan Ketua DPD RI untuk memberikan sambutan. Sambutan juga akan disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Ma’ruf Amin, dan Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, menyampaikan bahwa MUI sebagai wadah umat akan menghadirkan berbagai pihak dalam acara tersebut, termasuk pemerintah, ketua partai politik, menteri terkait, organisasi masyarakat, dan lembaga negara.

“Dengan demikian, persaingan politik pada tahun 2024 akan berjalan seperti turnamen sepak bola, di mana semua pihak ingin meraih kemenangan, namun tetap dalam koridor sportivitas,” harap Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok. (Yogo Tobing)

Studi Banding KPSAU MUI Sumut ke PT Humbahas Bumi Energi, Buka Peluang Kerja Sama di Bidang Pertanian Organik

0

muisumut.or.id-Humbahas, Koperasi Syariah Amanah Ulama (KPSAU) MUI Sumatera Utara melakukan kunjungan studi banding ke PT Humbahas Bumi Energi (HBE) terkait pembangkit listrik tenaga hidro. Kunjungan yang berlangsung pada 12-13 Mei 2023 tersebut dihadiri oleh beberapa peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki keterkaitan dengan industri energi dan koperasi.

Menurut data yang berhasil dihimpun, rombongan tersebut terdiri dari Dr. Ir. Muhammad Yani Bas, salah satu peserta dari Singapura, merupakan Tenaga Ahli Energi, Drs. Putrama Alkhairi, Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumut, hadir dalam rangka memperkuat koneksi antara koperasi dan industri pembangkit listrik.

Selain itu, hadir pula beberapa tokoh dari KPSAU, yakni Dr Indra Utama (Ketua KPSAU), Ali Suman (Sekretaris KPSAU), Dr. Saparuddin Ritonga (Bendahara KPSAU), Prof. Ilmi Abdullah (Manager Eksekutif KPSAU), Tavip (Manager/PIC KPSAU), dan Ramli Lubis (Tim Ahli KPSAU). Seluruh peserta kunjungan memiliki peran penting dalam upaya penjajakan kerja sama antara KPSAU dan PT HBE.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan penjajakan peluang kerja sama antara PT HBE dengan KPSAU. Dr Indra Utama (Ketua KPSAU) mengungkapkan hasil kunjungan yang membuka kemungkinan kerja sama dalam pengelolaan sedimen dan eceng gondok untuk bahan baku pembuatan pupuk organik, guna meningkatkan pertanian organik masyarakat di kabupaten Humbahas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Indra Utama juga menyampaikan bahwa Tim KPSAU dalam waktu dekat akan mempersiapkan rancangan proposal kerja sama yang akan disampaikan pada pimpinan PT HBE sebagai pemilik usaha Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM). Dalam kunjungan ini, KPSAU didampingi oleh Bapak Azman dan tim dari PT. Humbahas Bumi Energi yang merupakan pemilik dan pengelola PLTM tersebut. (Yogo Tobing)

Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Sumatera Utara Selenggarakan Seminar Mengenai Mendidik Anak Ala Rasulullah

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan seminar berjudul “Cara Mendidik Anak Ala Rasulullah” yang diselenggarakan oleh Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) pada hari Sabtu, 22 Syawal 1444 H/13 Mei 2023 M, pukul 09.00 WIB, di Aula MUI Sumatera Utara.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dan mengutip sebuah hadis tentang fitrah setiap anak yang dilahirkan kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. “Anak-anak yang tumbuh berakhlak baik, pastilah peran orangtuanya begitu hebat dalam mendidik, begitu juga sebaliknya,” ungkap Dr. Maratua.

Dalam seminar tersebut, Ummi Khairiah, seorang psikolog, membahas tentang “Mendampingi anak dalam persiapan aqil baligh (Pendekatan Psikologi Islami)”. Ia membahas tentang kehidupan Rasulullah sebelum dan sesudah Aqil Baligh serta memberikan indikator rentang usia Aqil Baligh dan tugas perkembangan dalam kematangan psikologis, kognitif/ideologis, sosial, dan biologis.

Studi kasus juga dibahas mengenai anak remaja yang tumbuh maksimal secara fisik namun tertinggal secara mental. Hal ini disebabkan oleh kurangnya peran orangtua dalam mendampingi perkembangan anak. Selain itu, serangan ideologi, sosial, dan psikologis yang sangat gencar juga menjadi faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak remaja.

Dalam seminar tersebut, juga dibahas tentang fase Aqil Baligh/Pubertas/Remaja dari pendekatan psikologi, baik dari segi fisiologis maupun psikologis/emosi. Beberapa hal yang dibahas meliputi perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi kepercayaan diri anak.

Sebelum acara ditutup, diungkapkan pula oleh Kurniasari Mulia, Penggagas Gerakan Ibu Mengajar, mengenai masalah komunikasi produktif orang tua dan anak pada keluarga. Ia memaparkan beberapa masalah dalam komunikasi orang tua dan anak, seperti tidak adanya kesamaan visi antar anggota keluarga, orang tua cenderung merasa paling tahu dan paling benar sehingga sulit memberi ruang perbedaan pendapat dengan anak, dan orang tua melakukan labeling, comparing, dan bullying.

Namun, Kurniasari Mulia juga memberikan solusi dengan menjelaskan tentang cara komunikasi yang produktif, antara lain dengan menggunakan bahasa positif, memahami lebih dulu, menguasai diri sendiri, dan tenang dalam berkomunikasi.

Selain itu, pemateri yang ketiga juga membahas tentang Parenting Islami berjudul “Membangun Karakter Dengan Karakter” Oleh Muhammad Khairil, S.Ag., M.A.

Bagi seluruh umat Islam yang ingin menyaksikan acara tersebut, silakan klik di sini

Seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan solusi bagi para orangtua dan tenaga pendidik dalam mendidik anak. (Yogo Tobing)

Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama MUI Sumut lakukan MoU dengan Bupati Langkat terkait Pengolahan Sampah dan Limbah

muisumut.or.id, Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU) MUI Sumatera Utara melakukan MoU/ Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Langkat, Kamis (11/5/2023) bertempat di kantor Bupati Langkat. Kesepakatan ini ditandatangi  Syah Afandin, SH selaku Plt Bupati Langkat sebagai pihak Kesatu, dan Dr. Indra Utama, SE, M.Si selaku Ketua Koperasi sebagai pihak kedua. Objek dari Kesepakatan Bersama ini adalah tentang pengolahan sampah dan limbah lainnya untuk bahan baku pembuatan pupuk organik dan pemanfaatannya di Kabupaten Langkat.

Kesepakatan bersama langsung dihadiri  Dr. Muhammad Yani  selaku penasihat koperasi sekaligus  pemilik teknologi Alfimer ™ (Advanced Landfill Management & Mining with Material and Energy Recovery) & YaniSys™ (Yield Acceleration Noble Inception) Technologies & Processes.”

Turut hadir Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum Wakil Ketua Koperasi, Ali Suman Daulay, Sekretaris koperasi, Sekda Kab Langkat serta MUI Kab Langkat.

Indra Utama menyampakan bahwa “kesepakatan bersama ini dilakukan untuk pedoman dalam komunikasi, diskusi, negosiasi, melakukan studi kelayakan yang diperlukan, dan memberikan data dan/atau informasi tentang pengolahan sampah dan limbah lainnya untuk bahan baku pembuatan pupuk organik dengan menggunakan teknologi AlfimerTM dan YaniSysTM, Lisensi Teknologi Dr. Ir. Muhammad Yani bAS dan pemanfaatannya di Kabupaten Langkat.”

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kesepakatan ini akan berlangsung selama tiga (3) tahun.

“karena ini tahap awal yakni kesepakatan bersama, maka kedepan kita akan membuat pengaturan pelaksanaan serta mekanisme dan hubungan kerja yang bersinergi antar kedua belah pihak termasuk dukungan pembiayaan atau anggaran. Ini  semua dilakukan dalam ranga mencapai tujuan kerjasama” ujarnya penuh optimis

KPSAU MUI Sumut pada hari sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi dengan PUD Pasar Medan dalam upaya penanganan dan pengelolaan sampah di pasar. pada Rabu (10/5/2023) untuk membahas kerja sama tersebut. Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala pasar di bawah naungan PUD Pasar Medan.

baca juga https://muisumut.or.id/koperasi-produsen-amanah-ulama-majelis-ulama-indonesia-provinsi-sumut-siap-bantu-pemerintah-dalam-tangani-sampah/

Koperasi Produsen Amanah Ulama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumut Siap Bantu Pemerintah Dalam Tangani Sampah

0

muisumut.or.id-Medan, Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU) MUI Sumut dan PUD Pasar Medan telah menjalin kolaborasi dengan PUD Pasar Medan dalam upaya penanganan dan pengelolaan sampah di pasar. Kehadiran KPSAU MUI Sumut, disambut baik oleh direktur utama PUD Pasar, Suwarno, ketika KPSAU MUI Sumut hadir pada Rabu (10/5/2023) untuk membahas kerja sama tersebut. Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala pasar di bawah naungan PUD Pasar Medan.

Suwarno menyatakan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurai sampah dan bahkan memberikan pendapatan tambahan bagi perusahaan. Selain itu, Ketua KPSAU Indra Utama, Ketua PINBAS MUI Sumut Putrama Alkhairi, dan jajaran mereka menyatakan bahwa pengolahan dan pengelolaan sampah dilakukan dengan menggunakan teknologi Alfimer yang menggabungkan bioteknologi upstream yang diinovasi oleh One Biosyis.

Indra mengaku, Metode ini merupakan solusi efektif, murah, ramah lingkungan, dan mudah digunakan untuk mengatasi masalah sampah domestic. Proses pengolahan hanya memakan waktu 7 sampai 8 hari dan menghasilkan pupuk yang bermanfaat. Selain itu, Indra juga menyatakan bahwa teknologi Alfimer sebelumnya telah sukses diterapkan dalam penanganan sampah di TPA Terjun dengan Pemko Medan. Dengan pengolahan sampah yang efisien, diharapkan pasar-pasar yang dikelola oleh PUD Pasar Medan akan menjadi lebih bersih dan sehat. (Yogo Tobing)

MUI Memperkuat Sistem Keamanan Internal Usai Insiden Penembakan

0

muisumut.or.id-Jakarta, Kasus penembakan yang terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjadi perhatian publik selama hampir satu minggu terakhir. Kejadian tersebut melibatkan seorang pelaku tak dikenal yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan mengharapkan untuk bertemu dengan ketua MUI.

Menyikapi kasus ini, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Arif Fahrudin, mengungkapkan bahwa saat ini MUI tengah fokus untuk memperkuat sistem keamanan internal.

“Kejadian ini membuat kami melakukan introspeksi dan perbaikan terhadap sistem keamanan internal kami. Intinya, kami melakukan evaluasi internal dan melakukan perbaikan sistem internal,” kata Kiai Arif Fahrudin (7/5/23).

Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Kiai Arif menyampaikan bahwa MUI sepenuhnya mengandalkan pihak yang berwenang untuk melakukan investigasi dan upaya lainnya dalam mengungkap kasus ini.

“Kami hanya melakukan introspeksi internal. Untuk investigasi dan upaya di luar, kami mengucapkan terima kasih dan kami mendukung aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan lainnya yang membantu MUI,” tambahnya.

Dalam kasus ini, pelaku penembakan kantor MUI sebelumnya mengirim surat yang berisi permintaan untuk bertemu dengan ketua MUI. Namun, surat yang beredar di media sosial tersebut bukan merupakan surat resmi dari lembaga atau organisasi manapun. Surat tersebut juga mengandung narasi ancaman.

Kiai Arif menegaskan bahwa administrasi adalah dasar bagi MUI dalam melayani tamu yang ingin berkunjung. Namun, surat tersebut memiliki banyak kejanggalan.

“Sistem administrasi surat merupakan jaminan bagi MUI untuk memberikan pelayanan. Jika suratnya jelas, isi suratnya jelas, nomor kontaknya jelas, dan tujuannya jelas, tentu saja kami akan meresponsnya,” tegas Kiai Arif.

“Namun, setelah kami melihat surat-surat tersebut, tidak memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan tanggapan prioritas. Bahkan, kami melihat adanya nada ancaman. Artinya, kami tidak dapat menerima atau mengundang pihak-pihak yang mengancam keamanan di wilayah MUI,” lanjutnya.

Kiai Arif Fahrudin juga menyatakan keprihatinannya atas serangan yang terjadi di kantor MUI, yang merupakan tempat para ulama, zuama, dan cendekiawan Islam berkumpul untuk membimbing, membina, dan memberikan dukungan kepada umat.

Selain itu, beliau juga mendoakan agar pelaku yang telah meninggal mendapatkan ampunan dari Allah SWT sehingga dosa-dosanya diampuni. (Yogo Tobing)

Ormas Islam Menyatakan Dukungan Terhadap Tim Khusus dalam Penyelidikan Penembakan Kantor MUI

0

muisumut.or.id-Jakarta, Insiden penembakan yang terjadi di Kantor Majelis Ulama Indonesia pada Selasa (2/5/2023) telah menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari berbagai pihak. Merespons kekhawatiran dan situasi yang ada, MUI mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh ormas untuk memberikan penjelasan tentang kronologi kejadian dan perkembangan penanganan kasus tersebut, pada Kamis (4/5/2023).

“Kami mengadakan pertemuan ini atas permintaan tokoh-tokoh ormas yang terus menanyakan kejadian dan perkembangan kasus yang menimpa MUI,” ungkap Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis.

Dalam pertemuan tersebut, MUI menyatakan sikapnya setelah kejadian penembakan. Di satu sisi, Kiai Cholil menjelaskan bahwa MUI memandang peristiwa ini sebagai ujian dari Allah SWT. Namun di sisi lain, MUI telah membentuk tim khusus untuk menangani dua hal, yakni aspek hukum dan aspek sosial guna menjaga semangat dakwah bagi umat.

“Kami tetap berada di jalan yang benar, mempertahankan semangat berdakwah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Menurut Kiai Cholil, sejumlah tokoh ormas yang hadir dalam pertemuan tersebut juga merasa khawatir dengan tindakan teror yang terjadi di Kantor MUI. Mereka mengusulkan peningkatan keamanan dan pengawasan ke depan.

Para tokoh yang hadir memberikan saran agar keamanan di MUI melibatkan teknologi keamanan digital, seperti detektor siber atau keamanan siber.

“MUI tetap menjadi rumah bagi semua, menjadi mercusuar bagi ormas-ormas. Keamanan yang ketat tidak akan menghilangkan kenyamanan dan kemudahan akses sebagai rumah bagi semua,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah, menyatakan bahwa pembentukan tim khusus merupakan agenda lanjutan di internal MUI. Tim tersebut terdiri dari sembilan anggota aktif MUI, termasuk wakil ketua, ketua bidang, dan anggota pengurus lainnya.

“Tim ini dipimpin langsung oleh Ketua MUI bidang Hukum dan HAM, Prof. Noor Achmad,” tambahnya.

Ikhsan juga mengungkapkan bahwa selain mencari profil Mustafa sebagai pelaku penembakan, MUI juga sedang menyelidiki beberapa kejanggalan terkait tindakan teror tersebut. Salah satunya adalah kematian pelaku secara tiba-tiba, padahal saksi-saksi menyatakan bahwa saat ditangkap, pelaku dalam kondisi sehat.

“Kami berharap hasil visum yang dilakukan oleh dokter dapat mengungkap penyebab kematian pelaku,” harapnya.

Selain itu, terdapat laporan bahwa pelaku sebenarnya telah mengirim surat kepada Polda Metro Jaya yang berisi ancaman terhadap lembaga negara dan MUI. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan pencegahan terkait hal tersebut.

Lebih lanjut, Ikhsan membantah anggapan publik bahwa pelaku dalam kondisi gangguan jiwa. Dia dengan tegas menyatakan bahwa pelaku secara kuat diidentifikasi sebagai aktor yang memiliki kepentingan tertentu. Bukti-bukti seperti keahlian dalam menembak, jejak rekening dengan jumlah dana yang besar, dan jejak digital yang terhubung dengan beberapa individu menunjukkan hal tersebut.

“Pelaku tidak beroperasi sendirian, dia merupakan bagian dari aktor-aktor tertentu. Hal ini berdasarkan temuan-temuan yang terus kami kembangkan,” ungkapnya. (Yogo Tobing)

Kiai Niam Memastikan MUI Terus Konsisten Menjaga Akidah Umat di Tengah Ancaman Serangan

0

muisumut.or.id-Jakarta, KH Asrorun Niam Sholeh, sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa, menegaskan bahwa MUI akan terus berpegang teguh pada tugasnya untuk menjaga akidah umat dari pemahaman yang menyimpang. Meskipun pada hari Selasa (02/05/2023) terjadi serangan oleh seseorang yang mengaku sebagai nabi, MUI tetap tegar dalam melaksanakan dakwah untuk memelihara keyakinan umat.

Namun, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengharapkan agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara cermat terhadap kejanggalan dalam kasus ini. Hal-hal seperti aliran dana besar yang masuk ke rekening pelaku, status pelaku yang secara tiba-tiba diklaim meninggal meskipun fisiknya terlihat cukup kuat, serta dugaan adanya gangguan kejiwaan pada pelaku.

“Bagaimana dia bisa tiba-tiba membawa senjata? Darimana asalnya? Ini dapat diungkap lebih lanjut dari alamatnya yang jelas. Kemudian, transaksi dana besar yang terlihat mencurigakan padahal pelaku hanya seorang petani, juga sangat mencurigakan. Terlebih lagi, jika pelaku diketahui memiliki gangguan mental,” ujarnya kepada MUIDigital, pada hari Kamis (04/05/2023) di Jakarta.

Selain mempertanyakan kasus tersebut, Kiai Niam juga menegaskan bahwa tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Dalam ajaran Islam, tidak ada legitimasi bagi siapapun yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad.

“Jelas bahwa setiap orang yang mengklaim sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW tidak diakui, karena bagian integral dari agama Islam adalah mengakui bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir, dan tidak ada lagi nabi yang diutus setelahnya,” jelasnya.

Dalam Islam, yang diakui bukanlah nabi berikutnya, tetapi penerus perjuangan Nabi Muhammad SAW. Penerus di sini tidak mengacu pada mereka yang menerima wahyu Allah SWT seperti yang terkadang terjadi di Indonesia. Penerus di sini merujuk pada mereka yang melanjutkan dakwah dan pesan kenabian.

“Ada istilah pewaris nabi. Pewarisan ini bukanlah pewarisan materi seperti menerima wahyu, melainkan pewarisan dalam melaksanakan tugas dakwah dan risalah kenabian,” ungkapnya.

Rasulullah memang mewariskan ilmu, Al-Qur’an, dan Hadis kepada para sahabatnya hingga para ulama saat ini.

Selain mengeluarkan fatwa terkait produk halal, ibadah, dan ekonomi syariah, MUI selama ini sering melakukan penelitian terhadap aliran sesat yang ada di Indonesia. Cap MUI sebagai lembaga yang intoleran banyak muncul karena tugas MUI dalam mengkaji aliran yang menyimpang atau sesat ini. Karena ini berkaitan dengan akidah dan inti ajaran Islam, MUI tidak dapat memberikan ruang bagi penyimpangan.

“MUI selama ini bertugas untuk mengkaji, meneliti, dan membahas berbagai aliran keagamaan yang ada di Indonesia serta memberikan panduan agar masyarakat menjalankan agama sesuai dengan prinsip-prinsip keagamaan. Jika ada penyimpangan, maka akan dinyatakan bahwa itu adalah penyimpangan. Oleh karena itu, tidaklah tepat jika kita memberikan toleransi terhadap penyimpangan dan penodaan dengan dalih toleransi,” jelas Kiai Niam.

Dia menjelaskan bahwa toleransi tidak dapat diterapkan secara universal untuk semua aspek. Ada aspek-aspek inti dalam ajaran agama yang tidak dapat ditoleransi. Namun demikian, MUI selalu mengimbau agar aparat penegak hukum dan masyarakat tidak menggunakan kekerasan terhadap para penganut aliran sesat.

“Ada wilayah tertentu di mana toleransi dapat dibangun, yaitu wilayah yang memungkinkan adanya perbedaan dengan mengikuti prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan pedoman keagamaan,” katanya.

“Namun, ada juga perbedaan yang pada hakikatnya merupakan penyimpangan. Dalam konteks ini, MUI tetap konsisten. Meskipun ada ancaman, tekanan, atau teror yang berusaha mencegah MUI menyampaikan kebenaran, MUI akan tetap menjalankan tugasnya tanpa mengurangi tingkat pelayanan,” paparnya. (Yogo Tobing)

MUI Sumatera Utara Gelar Halal Bi Halal dengan Tema Pemantapan Idul Fitri dan Ukhuwah Islamiyah

0

muisumut.or.id-Medan, Pada Rabu, 12 Syawal 1444 H/03 Mei 2023 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (SU) menggelar acara Halal Bi Halal dengan tema “Pemantapan Idul Fitri dan Ukhuwah Islamiyah” di Aula MUI SU, mulai pukul 09.00 hingga selesai WIB. Acara ini dihadiri oleh berbagai ormas Islam, tokoh agama, serta pejabat pemerintah setempat.

Dalam sambutan pembukaannya, Asisten I Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Basarin Yunus Tanjung, M.Si, menyampaikan harapan agar Idul Fitri menjadi kemenangan bagi umat Islam yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Halal bi halal dijadikan momentum untuk saling memaafkan, menyatukan langkah, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah Sumatera Utara yang dicintai.

Ia juga memohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan yang terjadi kepada MUI Sumatera Utara, serta berharap agar visi dan misi pemerintah provinsi Sumatera Utara yang maju, aman, dan bermartabat dapat terwujud dalam kehidupan masyarakat.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran empat ormas Islam yang memberikan tausyiah pada acara ini. Menurutnya, keberadaan ormas-ormas Islam menjadi modal untuk memelihara ukhuwah Islamiyah yang penting bagi umat Islam.

“Dalam halal bi halal kali ini ada empat yang memberikan tausyiah. Kita bersyukur dari masing-masing ormas Islam memberikan tausyiahnya. Ini menjadi modal kedepan untuk memelihara ukhuwah Islamiyah. Karena MUI tidak ada kalau tidak ada ormas-ormas Islam”, ungkap Dr. Maratua.

Keempat tokoh ormas tersebut ialah Sariman Al Faruq perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Dr. Hasbi perwakilan dari Al Ittihadiyah, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara perwakilan dari Al Washliyah dan yang terakhir Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara.

Dr. Maratua juga menekankan pentingnya tasawuf dalam memperkuat akidah dan syariat Islam. Selain itu, ia menyerukan pentingnya silaturahim yang baik dan harus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Kita sadar Islam itu akarnya iman, islam, dan ikhsan. Kalau bicara sempurna akidah dan syariat saja tanpa tasawuf tidak akan mencapai sempurna. Silaturahim ini tidak bisa hanya sekadar salaman. Kita harus peduli dengan silaturahim karena saat ini silaturahim kita umat Islam bisa dibilang sedang tidak baik-baik saja,” ucap Dr. Maratua.

Di samping itu, Dr. Maratua juga mengungkapkan bahwa acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Sumatera Utara ini diharapkan dapat memperkuat persaudaraan dan kerukunan umat Islam di wilayah tersebut. Semoga silaturahim yang terjalin dapat terus dijaga dan ditingkatkan demi terciptanya masyarakat yang berakhlak mulia dan sejahtera. “Kita wariskan silaturahim yang baik untuk anak-anak kita. MUI harus khawatir meninggalkan anak cucu yang lemah. Lemah dari segi ilmu, segi ekonomi, apalagi lemah dari segi akidah, kita harus khawatir. Semoga Allah memberikan hidayah bagi kita di idul fitri ini,” ucap Dr. Maratua. (Yogo Tobing)