Sunday, July 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 114

Bidang Ukhuwah MUI Sumatera Utara Kembali Gelar Pembinaan Masyarakat Desa untuk Wujudkan Indonesia yang Damai

0

muisumut.or.id-Deli Serdang, Bidang Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar program pembinaan masyarakat desa guna memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan mewujudkan suasana damai di wilayah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu, 25 Muharram 1445H / 12 Agustus 2023.Sebelumnya, kegiatan serupa telah berlangsung di Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Sicanggang, Kabupaten Langkat pada tanggal 5 Agustus 2023.

Acara penutupan program tersebut turut dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang mewakili Bupati Langkat, serta Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Syaiful Abdi Siregar, SH, MA. Ketua MUI Kabupaten Langkat, Zulkifli Ahmadian, LC, juga hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Syaiful Abdi mewakili Bupati Langkat menyampaikan pentingnya keberlanjutan pembinaan di wilayah yang luas seperti Langkat.Pada Sabtu, 12 Agustus 2023, Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Provinsi Sumut juga menyelenggarakan program serupa di Kecamatan Pantai Labu Pekan.

Dalam upaya “Pembinaan Masyarakat Desa dengan Ukhuwah Islamiyah,” Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut menyatakan tujuan pembinaan ini adalah menciptakan suasana damai di Indonesia. Peserta sebanyak 40 orang diharapkan dapat menjadi agen perubahan di Desa Paluh Baji.Program pembinaan ini berlangsung selama dua bulan, mulai dari 17 Juni 2023 hingga 12 Agustus 2023, dengan total enam pertemuan.

Dr. Abdul Rahim, salah seorang koordinator program, berharap generasi muda, terutama pemuda dan pemudi, dapat menjadi pelopor dalam membangun dan membina masyarakat desa. Dia menegaskan bahwa upaya ini adalah untuk memastikan bahwa semangat kebangsaan dan kerukunan terus berlanjut hingga ke masa depan.Abdul Rahim menekankan pentingnya nilai-nilai kerukunan dan ukhuwah Islamiyah dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dr. H. Irwansyah, SHI, MH, membahas implementasi Ukhuwah Islamiyah di Sumut dari perspektif sosiologi dan hukum. Ia menjelaskan bahwa Ukhuwah Islamiyah merujuk pada persaudaraan dan kebersamaan dalam Islam yang berpotensi menciptakan masyarakat yang harmonis.

Selain itu, Dr. H. Muhammad Yafiz, M. Ag, membahas Islam sebagai doktrin pemikiran dan pengamalan. Ia menyajikan Islam sebagai sumber wahyu melalui Al-Qur’an dan Sunnah, serta sebagai pemikiran yang meliputi kalam Allah, filsafat, tasawuf, dan fiqh. Pada sisi lain, Islam juga diwujudkan sebagai pengamalan budaya dan peradaban.

Program ini juga menekankan komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan dan radikalisme, serta sikap yang akomodatif terhadap budaya lokal. Semua ini merupakan bagian dari visi Islam Rahmatan Lil Alamin, yang mengandung makna bahwa Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. (Yogo Tobing)

Sosben MUI SU gelar Workshop Kesehatan Tentang Makanan Halal dan Thayyib

muisumut.or.id, Medan, Pangan adalah kebutuhan dasar yang paling hakiki yang harus dipenuhi setiap hari. Sebagai bukti keimanan kita kepada Ilahi maka rambu yang harus kita patuhi adalah bahwa makanan kita, setiap hari harus Halal dan Thayyib.

Atas dasar itulah Bidkom Sosben MUI SU menggelar kegiatan Workshop Kesehatan Tentang Makanan Halal dan Thayyib pada hari Sabtu, 25 Muharram 1445 H / 12 Agustus 2023 M di Aula di MUI SU pada pukul 08.30 sd selesai.

Acara Pembukaan dihadiri langsung Ketua Umum MUI SU Bapak Dr.H.Maratua Simanjuntak sekaligus memberi bimbingan dan arahan yang menyampaikan “Halal itu Jelas , maka hendaklah kita mematuhinya. Haram itu jelas, maka hendaklah kita menjauhinya”. “Ruang lingkup kerja Sosben ini selain sosial dan bencana juga termasuk lingkungan hidup dan kesehatan”, lanjut Pak Maratua Simanjuntak..

Ketua Bidang Sosial dan Bencana Dra.Hj.Laila,Rohani, M.Hum menyampaikan laporan Panitia bahwa peserta workshop ini terdiri dari Sosben MUI SU, sosben MUI Kabupaten / Kota terdekat seperti Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kab. Sergai serta Ormas keagamaan, LSM Lingkungan Hidup, LSM Kebencanaan, LSM Kesehatan, Akademisi, Guru dan Mahasiswa.

Materi pertama pada Workshop adalah Makanan Halal dan Thayyib Perspektif Islam dengan Nara Sumber Ketua LPPOM MUI SU SUUD Prof.Dr.Ir Basyaruddin,MS. Materi kedua Pengolahan Makanan Sehat Bergizi oleh Prof.Dr.dr.Dina Keumala Sari M.Gizi, Sp GK(K) Dosen USU dan dilanjutkan Praktik Membuat Nugged Ayam Sehat No Micines oleh Sri Wartawati, SE member IPEMI SU. Adapun yang menjadi Moderator dari ketiga narasumber itu adalah Rahmat Widya Sembiring,Msc,Phd, Ameilia Zuliyanti Siregar, Msc, Phd dan dr.Nuryunita Nainggolan, Sp P (K) .

Prof Basyaruddin menyampaikan , Halal : dibolehkan , Haram : dilarang, Thayyib : baik dan aman. Semua ini disyari’atkan Allah untuk menyelamatkan manusia dalam menjalankan hidup nya di dunia akhirat dan sebagai ukuran keimanan, ketaqwaan, kesyukuran dan kepatuhan

Prof Dina Keumala Sari menjelaskan bahwa ada 10 Peraturan Emas untuk Persiapan Makanan Aman 1.Proses memasak harus aman. 2.Memasak secara matang 3.Makanan yang dimasak segera dimakan 4.Simpan makanan dengan hati hati 5.Panaskan makan dgn sempurna 6.Hindari kontak makanan masak dgn makanan mentah 7.Cuci tangan berulang kali 8.Dapur harus bersih 9.Jaga makanan dari serangga, tikus dan binatang lain 10.Gunakan air bersih

Nani Ayum sekbid sosben MUI SU menyampaikan bahwa pada Workshop itu dibagi kepada peserta stiker promosi Sadar Lingkungan “Jagalah Alam maka Alam akan Menjagamu “.

Hukum Mengunci Masjid di Luar Waktu Shalat Berjamaah

0

Mungkin, sebagian pembaca pernah mengalami ketika hendak shalat fardhu, shalat sunnah atau sekadar i’tikaf di masjid di luar waktu shalat berjamaah, pintu masjid dikunci. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum mengunci masjid?

Para ulama berbeda pandangan terkait hal ini. Sesuai penjelasan Ibnu Rajab (w. 795 H.) Ulama madzhab Hanafi berbeda pendapat soal penguncian masjid di luar waktu shalat.

Sebagian dari mereka ada yang berpendapat hukumnya makruh karena menghalangi orang untuk melaksanakan shalat. Sesuai firman Allah:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰى فِيْ خَرَابِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ مَا كَانَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَآ اِلَّا خَاۤىِٕفِيْنَ ەۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang masjid-masjid Allah digunakan sebagai tempat berzikir di dalamnya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya, kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan mendapat azab yang berat di akhirat.
(Al-Baqarah [2]:114).

Sedang sebagian lain berpendapat hukum mengunci masjid di luar waktu shalat boleh saja selama dimaksudkan untuk menjaga peralatan di dalamnya. (Lihat Ibn Rajab, Fathul Bari, juz 3, hlm. 387)

Sementara itu, Imam an-Nawawi yang beraliran madzhab Syafi’i (w. 676 H) menjelaskan permasalahan tersebut dengan cukup gamblang dalam kitabnya al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab:

قَالَ الصَّيْمَرِيُّ وَغَيْرُهُ مِنْ أَصْحَابِنَا لَا بَأْسَ بِإِغْلَاقِ الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ لِصِيَانَتِهِ أَوْ لِحِفْظِ آلَاتِهِ هَكَذَا قَالُوهُ وَهَذَا إذَا خِيفَ امْتِهَانُهَا وَضَيَاعُ مَا فِيهَا وَلَمْ يَدْعُ إلَى فَتْحِهَا حَاجَةٌ: فَأَمَّا إذَا لَمْ يُخَفْ مِنْ فَتْحِهَا مَفْسَدَةٌ وَلَا انْتِهَاكُ حُرْمَتِهَا وَكَانَ فِي فَتْحِهَا رِفْقٌ بِالنَّاسِ فَالسُّنَّةُ فَتْحُهَا كَمَا لَمْ يُغْلَقْ مَسْجِدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي زَمَنِهِ وَلَا بَعْدَهُ

“Ashaymari dan ulama madzhab Syafi’i lain berpendapat bahwa tidak mengapa mengunci masjid di luar waktu shalat berjamaah yang dimaksudkan untuk menjaga aset masjid.

Dengan catatan adanya kekhawatiran penyalahgunaan barang masjid dan khawatir akan kehilangan peralatan masjid serta tidak ada kepentingan mendesak lain yang mengharuskan masjid dibuka.

Namun, apabila sama sekali tidak ada kekhawatiran di atas, maka Sunnah hukumnya membuka masjid sepenuhnya seperti halnya Masjid Rasulullah SAW yang tidak pernah dikunci baik pada masa Nabi maupun setelahnya.”

Berdasarkan pendapat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa hukum mengunci masjid tergantung pada situasi dan kondisi sekitar masjid.

Jika kondisi lingkungan sekitar masjid dirasa tidak aman karena maraknya kasus pencurian misalnya, maka mengunci masjid hukumnya boleh-boleh saja.

Akan tetapi, apabila lingkungan sekitar masjid dirasa aman dan berdasarkan pengalaman sebelumnya tidak pernah ada kasus pencurian barang masjid, maka sebaiknya pintu masjid senantiasa dibuka dan tidak perlu dikunci. Wallahu A’lam.

Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat Ajak Masyarakat Rayakan HUT RI Ke-78 dengan Syukur dan Kedekatan kepada Allah SWT

0

muisumut.or.id-Langkat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat, mengajak mereka untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78 dengan penuh rasa syukur dan penghormatan kepada Allah SWT. Dalam rangka memperingati momen bersejarah ini, MUI Langkat juga menggalakkan pelaksanaan berbagai kegiatan spiritual seperti majelis zikir, tabligh, dan doa bersama, dengan tujuan utama memohon keselamatan bagi bangsa dan negara.

Pernyataan tersebut diumumkan oleh Ketua Umum MUI Langkat, H Zulkifli A Dian Lc MA, yang didampingi oleh Sekretaris Umum, Drs Ishak Ibrahim MA, pada hari Kamis tanggal 10 Agustus. Lebih lanjut, MUI Langkat juga berinisiatif menghidupkan semangat perayaan ini dengan menyelenggarakan perlombaan yang berfokus pada kreativitas anak-anak, dengan kebijakan untuk memastikan bahwa kegiatan ini tidak membahayakan mereka. Dengan demikian, Hari Kemerdekaan kali ini akan dirayakan dengan semarak dan kegembiraan yang tertib dan aman.

Ketua MUI Langkat, H Zulkifli A Dian, menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan esensi dari perayaan ini. Dia menjelaskan bahwa acara-acara hiburan malam hari juga sebaiknya diarahkan untuk tetap mematuhi nilai-nilai religius dan moral yang mendalam. Oleh karena itu, ia menghimbau agar penyelenggaraan hiburan malam tidak melibatkan grup, keyboard, atau organ tunggal yang mengabaikan aspek religi dan moral, sesuai dengan identitas keagamaan masyarakat Langkat.

Lebih lanjut, H Zulkifli A Dian menyoroti dampak dari tayangan hiburan malam terhadap penonton, terutama anak-anak dan orang dewasa. Ia menyatakan keprihatinan terhadap potensi dampak negatif yang bisa timbul, khususnya bagi perkembangan anak-anak dan lingkungan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, ia menyarankan agar jam tayang hiburan malam dibatasi hingga pukul 23.00 WIB. Apabila batasan waktu ini tidak diindahkan, ia berharap aparat berwenang dapat mengambil langkah-langkah penertiban yang diperlukan.

Dalam konteks ini, MUI Langkat juga mengajak para Badan Kemasyarakatan Masjid (BKM) dan para khatib untuk mendukung penuh imbauan dan arahan ini. MUI mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh wilayah bumi Langkat yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai religius. Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan perayaan Hari Kemerdekaan ini akan menjadi momen yang bermakna dan menginspirasi, sambil tetap menghormati nilai-nilai agama dan moral yang dianut oleh masyarakat. (Yogo Tobing)

MUI Kabupaten Serdang Bedagai Gelar Dialog Interaktif dalam Menyambut Muharram 1445 H

0

muisumut.or.id-Serdang Bedagai,

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai menggelar acara dialog interaktif dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1445 H. Kegiatan ini digelar di aula MUI Sergai pada Rabu (9/8) dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Umum MUI Sergai, H. Haspul Huznain, Wakil Ketua Umum H. Khairuddin, Kiyai Sunarto, S.Pdi selaku Sekretaris Umum, H. Elmis, serta H. Jumri, S.Pdi sebagai Bendahara. Turut hadir juga Wakil Bendahara H. Abdul Malik serta Dr. H. Hasnan Syarief Panggabean, M.Pd dan Dr. H. Muhammad Nuh, M.SP, keduanya merupakan Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara dan juga Anggota DPD RI.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Sergai, H. Hasful Huznain, menekankan pentingnya momen Muharram 1445 H sebagai titik awal perubahan menuju perbaikan bagi diri sendiri dan masyarakat. Ia menyatakan bahwa masa yang akan datang harus disambut dengan semangat hijrah, sebagai langkah positif dalam menghadapi tantangan zaman dan juga sebagai momentum untuk memperkuat kebangkitan Islam.

Dr. H. Hasnan Syarief Panggabean, M.Pd, sebagai salah satu narasumber dalam dialog, menyoroti pemilihan teman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa Al-Quran harus menjadi panduan utama dalam setiap langkah, dan menjalin kedekatan dengan ulama sangatlah penting. Lebih lanjut, ia menekankan perlunya menonjolkan ciri-ciri keIslaman dalam semua aspek kehidupan sebagai bentuk nyata dari nilai-nilai Islam.

Sementara itu, Dr. H. Muhammad Nuh, M.SP, juga narasumber dalam dialog tersebut, menyoroti pentingnya sikap optimis dalam menghadapi masa depan. Ia berpendapat bahwa tidak selalu harus menyelesaikan semua masalah, melainkan bagaimana kita dapat memberikan kontribusi terbaik kepada umat dan masyarakat dengan potensi yang dimiliki. Ia menekankan bahwa usaha yang kita lakukan adalah bagian dari rencana Allah SWT.

Acara dialog interaktif ini menjadi wadah penting untuk merenungkan makna Muharram dalam konteks kehidupan umat Islam. Diskusi yang berlangsung dengan suasana akademis ini memberikan pandangan yang lebih mendalam mengenai bagaimana menjalani hidup dengan nilai-nilai Islami sebagai pedoman utama. Semua peserta diharapkan dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari acara ini dalam rangka mewujudkan perubahan positif bagi diri sendiri dan masyarakat. (Yogo Tobing)

Tabligh Akbar Memperkuat Semangat Kebersamaan Umat Islam dalam Menjaga Nilai-Nilai Agama dan Persatuan

0

muisumut.or.id-Mandiling Natal, 08 Agustus 2023 – Acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal, H. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I., turut hadir dalam acara tersebut yang digelar setelah shalat Isya berjamaah di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan. Ratusan warga dari berbagai kelompok usia memadati acara ini, yang juga dihadiri oleh Bupati Mandailing Natal, H. M. Jafar Sukhairi Nasution, serta narasumber utama, Syekh Dr. Adnan Muhammad Altof dari Madina Al-Munawwarah.

Dalam pidato pembukaannya, Bupati Mandailing Natal, H. M. Jafar Sukhairi Nasution, menekankan pentingnya acara Tabligh Akbar sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman agama serta memperkuat ikatan persatuan. “Tabligh Akbar ini menjadi momentum berharga bagi kita semua dalam meningkatkan pemahaman agama dan memperkuat rasa persatuan. Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal untuk terus meningkatkan semangat beribadah dan melaksanakan shalat subuh berjamaah,” tegasnya.

Ketua MUI Kabupaten Mandailing Natal, H. Muhammad Nasir, menggarisbawahi pentingnya kasih sayang dan penghargaan terhadap ulama dalam kehidupan umat Islam. Ia merinci bahwa ulama memainkan peran sentral dalam menjaga integritas ajaran dan solidaritas umat. “Marilah kita tingkatkan rasa cinta dan rasa hormat kepada ulama, karena merekalah pewaris ilmu dan pelindung agama kita,” ujar H. Muhammad Nasir.

Tak hanya itu, Ketua MUI Kabupaten Mandailing Natal juga mengajak masyarakat untuk senantiasa memelihara persatuan dan kesatuan umat, terlepas dari perbedaan pandangan. “Kekompakan umat merupakan modal utama dalam menghadapi beragam tantangan zaman. Saya merasa sangat gembira bisa hadir dalam Tabligh Akbar ini. Semoga melalui kegiatan ini, kita semakin mendalami arti penting cinta kepada ulama dan menjaga persatuan umat. Saya berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal yang telah memrakarsai acara ini, serta kepada seluruh warga yang turut ambil bagian,” tambahnya.

Narasumber utama Tabligh Akbar, Syekh Dr. Adnan Muhammad Altof dari Madina Al-Munawwarah, menegaskan, “Kita harus senantiasa mengenali peran ulama dalam sejarah Kabupaten Mandailing Natal karena hal ini akan menginspirasi kita untuk terus beramal baik hingga mencapai Nafsul Mutmainnah. Mari tingkatkan pemahaman agama serta laksanakan amal sholeh dan sedekah demi kemajuan umat,” lanjutnya.

Tabligh Akbar ditutup dengan doa dari Syekh Dr. Adnan, mengukuhkan momen penting ini dalam mempererat semangat kesatuan umat Islam dalam menjaga prinsip agama dan persatuan di tengah tantangan zaman. (Yogo Tobing)

Penyuluhan Mitigasi Sosben MUI SU di Kabupatan Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi

0

muisumut.or.id, BidKom Sosben MUI SU gelar kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Tanggap Bencana Tahun 2023 Perspektif Islam, Kesehatan, Lingkungan pada dua daerah rawan banjir di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi .Kegiatan dilaksanakan pada Hari Ahad, 19 Muharram 1445 H/6 Agustus 2023.

Penyuluhan Mitigasi dimulai di Masjid Jami’ Dusun III kec Sei Rampah yang berdekatan dengan Sungai Rampah yang apabila meluap air sungai rampah terjadi banjir dan membuat jalinsum macat total. Kegiatan dihadiri oleh Ketum MUI Sergai Bapak Drs.H.Hasful Husnein, SH., Sekum MUI kab Sergai Bapak H.Elmis , SH , PD Alwashliyah Kab Sergai, PD Muhammdiyah Kab Sergai, Dan ramil 10 Sei Rampah, Kadus Dusun III, Ketua Sosben MUI Kab Sergai. Ketua MUI Kecamatan Sei Rampah , Beberapa orang Pengurus MUI Kabupaten/ Kecamatan dan para bapak ibu, remaja jamaah masjid. Adapun Narasumber kegiatan Dra.Hj.Laila Rohani, Hj. Amelia Zuliyanti, MSc, Phd. dan Heri Syahputra, STHi,MTH.

Kegiatan Mitigasi Bencana dilanjutkan ke Kota Tebing Tinggi dan dilaksanakan di Masjid Amaliyah Kelurahan Mandailing Kec.Tebing Tinggi Kota. Masjidnya berdekatan dengan Sungai Bahilang yang bila meluap besar akan banjir mengganggu jalinsum dan yang terdampak banjir besar itu juga adalah warga sekitarnya termasuk Kelurahan Mandailing. Nara sumber di Kota Tebing Tinggi ini adalah dr. Hj.Nuryunita Nainggolan,Sp Paru dan Nani Ayum Panggabean. Hadir pada kegiatan ini Bapak Sekum MUI Tebing Tinggi Bapak Dr.H.Muhammad Hasby Assidiqy, MM dan beberapa pengurus MUI Kota Tinggi termasuk Ketua Sosben Kota, Tebinggi Ibu Afnizar. Hadir juga Ketua PD Al Ittihadiyah, Muslimat dan generasi mudanya, Remaja Masjid Tangguh Bencana, Pengurus 3 BKM Masjid di sekitar Kelurahan Mandailing, yaitu BKM Masjid Taqwa, Amal Muslimin dan Rahmaniyah.

Sosben MUI SU pada kegiatan ini membawa buku agama, stiker sadar lingkungan, dan pohon produktif seperti Durian, Alpukat, Mangga atas berkat kerja sama Sosben MUI SU dengan Dinas Kehutanan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Wampu ( BP DASHL wampu) .Hal ini dilakukan untuk menjalankan sunnah Nabi Muhammad Saw dan mendapat keberkahan pahala


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه البخاري ومسلم والترمذي

Artinya, “Dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,'” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

Pohon atau hutan merupakan paru-paru dunia, karena banyak pohon menjadi salah satu penghasil oksigen terbesar di dunia. Dimana oksigen adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Menanam pohon juga membuat tidak erosi dan mencegah ancaman banjir dan longsor.

Pengurus Sosben MUI SU yang ikut adalah Hj.Sakdiyah Rahman, Hj. Zahara Balatif, Hj. Nurbadiyah Dalimunthe, Hj. Fuaziah Lubis, dan Afni Zahara. Kita bukan usia muda lagi, “Usia boleh tua tetapi semangat masih muda remaja, berusaha setiap saat bermanfaat kepada umat “tutur Nani Ayum Panggabean Sekretaris Bidang Sosben MUI SU.

NA

Pembakaran Al Quran di Swedia Kembali Berulang

muisumut.or.id, Medan, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUISU) menyampaikan kecamanan terhadap negara Swedia dan negara lainnya yang melakukan pembakaran Kitab Suci Alquran. Wakil Ketua Umum MUI, Dr. Ardiansyah, LC, MA Senin (7/8) menyampaikan bahwa pembakaran terhadap Alquran dilakukan oleh hati penuh kebencian dan permusuhan. Oleh karena itu, MUI Sumatera Utara, mengutuk dan mengecam pembakaran Alquran yang berulang kali terjadi di Barat yang konon menjunjung toleransi dan egalitarianisme.

“Dengan kejadian seperti ini yang terus berulang, jelaslah bahwa merekalah yang menebarkan kebencian dan permusuhan. Kita meminta kepada OKI, Pemerintah, dan organisasi lintas agama di tanah air dalam hal ini FKUB untuk menyatakan sikap kecaman keras terhadap intoleran dan kejahatan yang mencabik-cabik kedamaian dan kerukunan antar umat beragama yang telah dilakukan oknum di Swedia ini,” ungkapnya.

Sebab, sambung dia, hal ini dapat merusak kerukunan di tengah-tengah masyarakat. Pembakaran kitab suci ini akan terus akan terjadi akibat islamphobia yang telah lama merasuki ‘Barat’.

Mereka mengira bahwa dengan membakar Alquran dapat melunturkan kecintaan umat Islam terhadap kitab suci. Sebaliknya, perbuatan intoleran tersebut justru semakin meningkatkan kecintaan Umat Islam terhadap Alquran.

“Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya betapa benci mereka terhadap Alquran dan ajaran Islam. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.” (QS. Ali Imran: 118),” sebutnya.

Hal lain disampaikannya, umat Islam harus kembali kepada Alquran untuk terus membaca, menghafal dan mengamalkan isi kandungannya.

“Sikap kita mengecam perbuatan intoleran ini dengan terus mengamalkan isi kandungannya. Inilah ‘aksi protes’ kita yang jauh lebih bermanfaat dan berpahala di sisi Allah. Tidak membalas kebencian yg mereka tebarkan, dengan kebencian. Akan tetapi, mari kita dekatkan anak-anak kita kepada Alquran sehingga hadir generasi muda Qur’ani yang washatiyah dan menghormati sesama,” pungkasnya.

Sebagaimana Aksi pembakaran Alquran kembali terjadi di ibu kota Stockholm, Swedia. Kali ini, pelaku merupakan perempuan keturunan Iran bernama Bayrami Marjan.

Kantor berita Rusia, Sputnik, dan kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan perempuan 47 tahun itu membakar Al Quran di pantai Angbybadet, Bromma, Stockholm pada Kamis lalu. Aksi Marjan itu pun masih diberi lampu hijau oleh polisi.

Berdasarkan laporan sejumlah media, Marjan membakar Al Quran sebagai bentuk protesnya terhadap ajaran agama-agama yang ada. Menurutnya, seluruh agama harus dimusnahkan.

Dikutip Arab News, aksi ini berlangsung saat pembakaran Al Quran dan kitab lain terus berulang di Swedia dan negara tetangganya Denmark.

Ketua PINBAS MUI Sumut Bahas Pemberdayaan Ekonomi di Acara Dialog Interaktif PC Muhammadiyah Tanjung Sari

0

muisumut.or.id-Medan, Pada hari Ahad, tanggal 6 Agustus 2023, Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah Tanjung Sari menggelar sebuah Dialog Interaktif dengan menghadirkan sejumlah Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Acara ini bertema utama “Pemberdayaan Umat dalam Bidang Ekonomi” dan menjadi forum penting untuk membahas strategi penguatan ekonomi umat.

Dialog interaktif tersebut turut dihadiri oleh tokoh dalam bidang ekonomi dari Pengurus MUI. Salah satu narasumber utama yang hadir adalah Putrama Alkhairi, Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI Sumatera Utara. Dalam paparannya, Putrama Alkhairi menyoroti peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah dalam mengembangkan sektor ekonomi ke depan.

“Mengembangkan potensi ekonomi dalam lingkup Muhammadiyah memang menjanjikan sejumlah peluang yang sangat menarik. Namun, kita juga harus bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi di masa depan. Dalam menggarap bisnis, penting untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah yang menjadi panduan utama kita. Hal ini akan memastikan bahwa kemajuan ekonomi kita tetap berada di jalur yang benar dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang kita junjung tinggi,” ungkap Putrama.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan Husni, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pemerintah kota Medan, sebagai narasumber lainnya. Husni membahas tentang perspektif regulasi dan ketahanan pangan lokal, yang menjadi isu krusial dalam meningkatkan ketahanan ekonomi komunitas Muhammadiyah.

Dr. Indra Utama SE, M.Si, selaku Ketua Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU) MUI Sumatera Utara, juga menjadi narasumber dalam acara ini. Diskusi melibatkan Dr. Indra Utama untuk membahas strategi pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan. Keberadaan KPSAU sebagai bagian dari MUI diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Acara Dialog Interaktif ini merupakan inisiatif dari Pemuda Muhammadiyah cabang Medan Selayang, yang diketuai oleh Zulkifli. Sejumlah Pengurus MUI juga turut hadir dalam dialog tersebut, termasuk Ketua PCM Tanjung Sari, M. Yusuf, dan ibunda Aisyiyah Tanjung Saru, bersama pimpinan organisasi otonom lainnya. Kehadiran beberapa kepala sekolah Muhammadiyah dari Tanjung Sari, termasuk Pendekar Utama Tapak Suci, Mas Paiman, juga ikut memperkuat diskusi yang berlangsung.

Dalam konteks Muhammadiyah yang telah berhasil mengelola berbagai amal usaha pendidikan dan kesehatan, fokus ke depan akan lebih diperkuat pada pengembangan bisnis. Pengurus MUI hadir dalam dialog ini sebagai bentuk komitmen dan upaya untuk mendorong pemberdayaan ekonomi bagi umat. Dengan melibatkan para ahli dan tokoh terkemuka, diharapkan akan tercipta langkah-langkah strategis yang dapat memajukan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman dan ramah lingkungan di masa mendatang. (Yogo Tobing)

27 Pendaftar Berkompetisi dari Berbagai Universitas Untuk Berkarir di P2WP MUI Sumut

0

muisumut.or.id-Medan, Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (             P2WP) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara membuka peluang bagi para calon tenaga keuangan dengan membuka lowongan kerja. Open Recruitment yang belum lama ini digelar berhasil menarik perhatian sebanyak 27 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi.

Para pelamar yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, dan Politeknik Negeri Medan antusias mengikuti kesempatan berkarier di bagian keuangan P2WP MUI Sumatera Utara.

Proses seleksi dilaksanakan pada Sabtu, 5 Agustus, dimulai dengan tahap tes tertulis yang dihadapi oleh seluruh pelamar. Penguji pertama yang memberikan tantangan dalam tes tertulis ini adalah Dr. Saparuddin Siregar, SE., Ak, SAS, M. Ag., MA., yang menjabat sebagai Bendahara MUI. Tes ini dilaksanakan di ruangan Fatwa MUI Sumatera Utara.

Setelah menghadapi tes tertulis, pelamar yang berhasil lolos menghadapi tahap wawancara. Dr. Akmaluddin Syahputra M. Hum, selaku Direktur Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP), menjadi penguji dalam sesi wawancara yang diadakan di Studio P2WP.

Proses ujian dan wawancara dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 15.45 WIB. Para peserta menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi dalam menghadapi setiap tahapan seleksi yang dihadirkan oleh MUI Sumatera Utara.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan partisipasi yang ditunjukkan oleh para calon tenaga keuangan dalam kegiatan Open Recruitment ini. Semoga proses seleksi berjalan lancar, dan kami berharap dapat merekrut individu yang berkualitas untuk mengisi posisi di bagian keuangan MUI Sumatera Utara,” ujar Dr. Akmaluddin Syahputra M. Hum.

Dr. Akmaluddin juga mengucapkan selamat kepada pelamar yang telah berhasil terpilih dan akan bergabung di posisi bagian keuangan Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP). Selain itu, beliau juga menyampaikan pesan kepada calon-calon yang tidak terpilih bahwa P2WP tetap memberikan dukungan dan kesempatan bagi mereka yang memiliki minat di bidang entrepreneur.

Dalam upaya mewujudkan visi P2WP, yaitu mensejahterakan umat Islam melalui wakaf produktif, dan misinya yang meliputi mengembangkan ekonomi umat berbasis wakaf produktif serta memberikan pelayanan publik yang mudah diakses secara gratis, P2WP akan berupaya untuk memfasilitasi para calon yang memiliki semangat dan antusiasme dalam berkontribusi.

“Kami tetap ingin berkolaborasi dengan individu-individu yang memiliki minat di bidang entrepreneur, dan kami akan berusaha untuk memfasilitasi upaya-upaya mereka demi tercapainya visi dan misi P2WP,” kata Dr. Akmaluddin.

Pusat Pengembangan Wakaf Produktif MUI Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan keuangan demi mendukung program wakaf produktif yang lebih luas dan berdampak positif bagi masyarakat Sumatera Utara. Semoga proses rekrutmen ini menghasilkan tenaga keuangan terbaik yang akan turut berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi P2WP MUI Sumatera Utara ke depan. (Yogo Tobing)