Thursday, March 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 115

Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA: Pentingnya Zakat Fitrah

0

muisumut.or.id-Medan, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA, memberikan ceramah tentang hukum zakat fitrah dengan uang dalam acara yang disiarkan di Kanal YouTube MUI Sumut pada Selasa, 4 April 2023. Dalam ceramahnya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman menjelaskan bahwa zakat fitrah adalah bagian dari paket ibadah puasa Ramadan yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam setiap tahunnya. Zakat fitrah harus dikeluarkan setelah selesai berpuasa, dan waktu wajibnya adalah pada satu Syawal setiap tahun. Namun, pada awal Ramadan, zakat fitrah masih dianggap mubah.

Dalam penjelasannya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman menyatakan bahwa zakat fitrah bisa dikeluarkan dalam bentuk benda makanan pokok atau dengan nilai uang, dan jumlahnya adalah 2,7 kilogram makanan pokok sehari-hari. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai cara pelaksanaannya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman menyarankan umat Islam untuk mengeluarkan zakat fitrah dengan benda makanan pokok untuk lebih selamat dan ikhtiar.

Lebih lanjut, Dalam ceramahnya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman juga menekankan pentingnya zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan menutupi kekurangan dalam pelaksanaan puasa. Ia berharap zakat fitrah yang dilaksanakan oleh umat Islam dapat menjadi penebus kekurangan dalam pelaksanaan puasa dan sekaligus memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang membutuhkan.

Ceramah Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi umat Islam mengenai pelaksanaan zakat fitrah. Umat Islam diharapkan dapat melaksanakan kewajiban ini dengan baik agar puasa yang mereka jalankan dapat diterima oleh Allah SWT. (Yogo Tobing)

Safari Ramadan, Dewan Pimpinan MUI Sumut Kunjungi Kabupaten Langkat

0

muisumut.or.id-Medan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan safari Ramadan ke Kabupaten Langkat dengan mengirimkan rombongan pada Senin, 3 April 2023. Rombongan tersebut terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka seperti Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA, Dr. H. Arso, SH, M.Ag, Prof. Dr. Mohammad Hatta, Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, MA, Prof. Dr. Hasan Bakti Nst, MA, Dr. Tohir Ritonga, Lc, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, Drs. H. A. Sanusi Lukman, Lc, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Dr. H. Arifinsyah, M.Ag, Dr. Irwansyah, M.H.I, Drs. Ahmad Darwis Ritonga.

Dr. Ardiansyah, selaku Wakil Ketua Umum III MUI Sumut, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan dari Ketua Umum MUI, yakni berkaitan dengan permasalahan akidah dan ukhuwah baik internal umat Islam maupun eksternal. Kabupaten Langkat termasuk daerah yang memiliki banyak permasalahan akidah seperti kampung kasih sayang. Belakangan ini, MUI Sumut juga telah memberikan fatwa bahwa ajaran yang disampaikan oleh MPTTI tidak sejalan dengan ajaran Rasulullah. MUI Sumut menyoroti tafir mereka tentang surat Al-Ikhlas yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah Allah.

Dr. Ardiansyah juga mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia organisasi yang tidak bersifat struktural, melainkan koordinatif, maknanya ialah MUI Provinsi tidak berstatus lebih tinggi dibandingkan dengan MUI Kabupaten/Kota.

“Pada intinya, kita sebagai pengurus MUI Provinsi baik Kabupaten/Kota haruslah berkomunikasi secara efektif sehingga dapat mengetahui perkembangan yang terjadi. Salah satu fungsi safari ramadan ini ialah agar komunikasi kita selalu terjalin, lebih dari itu, silaturahim kita tetap terjaga agar mendapatkan keberkahan dari Allah,” Ucap Dr. Ardiansyah

Ketua Umum MUI Kabupaten Langkat, H. Zulkifli A. Dian, Lc menyatakan kepada Dewan Pimpinan MUI Sumut bahwa MUI Kabupaten Langkat menjadi pengawal dalam bidang akidah dan kerukunan. Ia berharap acara tersebut berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi langkah baik untuk menauladani Rasulullah.

Pelaksana Tugas Bupati Langkat, yang kali ini diwakilkan oleh Syaiful Abdi, yang juga merupakan salah satu Ketua MUI Kabupaten Langkat hadir dalam acara tersebut. Syaiful Abdi mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan MUI Sumut yang memperhatikan pengurus MUI di Kabupaten Langkat. Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan sehingga seluruh masalah dapat diatasi. Selain itu, ia juga menyampaikan salam dari Kakankemenag yang saat ini sedang berada di Jakarta. Selain itu, Baznas dan FKUB Kabupaten Langkat juga turut hadir dalam acara tersebut.

Pada acara tersebut, Dewan Pimpinan MUI Sumut juga memberikan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian mereka. Diharapkan, kegiatan ini dapat mempererat silaturahim dan meningkatkan keberkahan di Kabupaten Langkat. (Yogo Tobing)

Tayang di YouTube MUI Sumut, Dr. H. Arifinsyah, M. Ag Bahas Keistimewaan Bulan Ramadan

0

muisumut.or.id-Medan, Dr. H. Arifinsyah, M. Ag. memberikan ceramah mengenai keistimewaan Bulan Ramadan pada hari Senin 3 April 2023 di Kanal YouTube MUI Sumut. Dalam ceramahnya, Dr. Arifinsyah menjelaskan betapa banyak keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam pada bulan suci ini.

“Dalam Bulan Ramadan, banyak doa yang diijabah dan amal ibadah kita dilipatgandakan, baik perbuatan maupun perkataan kita menjadi dzikir kepada Allah. Selain itu, dosa-dosa kita pun diampuni, baik yang lalu maupun yang akan datang,” terang Dr. Arifinsyah.

Selain itu, Dr. Arifinsyah juga menekankan pentingnya berinfak dan bersedekah, serta peduli terhadap orang lain di waktu lapang maupun waktu sempit. Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melatih diri dalam memperbanyak rasa syukur kepada Allah dengan peduli kepada orang lain, dan memperbanyak frekuensi sedekah kita.

Ciri orang-orang yang disediakan Allah surga yang luasnya Seluas Langit Dan Bumi adalah selain alladzina menahan amarah dan bisa memaafkan saudaranya. Sabar adalah salah satu ajaran Islam yang paling tinggi nilainya, karena orang yang tak mampu menahan amarah berakibat fatal menjadi penyesalan dan kerugian bagi dirinya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa puasa di Bulan Ramadan juga melatih kita untuk tetap menjadi orang-orang yang Taqwa, yaitu tetap menjaga perilaku baik dan sabar terhadap hal-hal maksiat, menjaga lisan, menjaga hati, dan berbuat baik. Dr. Arifinsyah menekankan betapa pentingnya nilai-nilai kebaikan dan ketakwaan yang ditanamkan pada Bulan Ramadan, dan mengajak kita untuk mempertahankan nilai-nilai ini pasca Ramadan, sehingga kita menjadi orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat kelak. Ceramah tersebut dapat kita lihat di sini (Yogo Tobing)

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara Terima Kunjungan Konjen Singapura DR. Edmund Chia

muisumut.or.id, Medan (HLNKI MUI SU). Konsul Jenderal Singapura Medan DR. Edmund Chia dan stafnya Vincent Lorintus berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Senin (3/4/2023) 

Kehadiran Konsul Singapura ini diterima  langsung oleh Ketua Umum MUI-SU  Buya DR. H. Maratua Simanjuntak didampingi Sekretaris Umum Prof. DR. H Asmuni, MA., Ketua Bidang Fatwa Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc., MA., Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Akhyar Nasution, Sekretaris Bidang Ahmad Azlisyah, S.Ag., SPd. I dan ketua Komisi HLNKI DR. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc., MA.

Dalam sambutan perkenalannya Konsul Jenderal Singapura menyampaikan bahwa ini merupakan kunjungan yang keempat di Indonesia. Pertama di Denpasar Bali, dua kali di Jakarta dan saat ini di Medan, namun ini merupakan penempatan pertamanya di Indonesia Sebelumnya beliau juga pernah bertugas di Kota Muskat Kesultanan Oman dan Riyadh Kerajaan Arab Saudi. Dalam bincang-bincangnya konjend banyak bercerita tentang pengalamannya ketika berada di sana.

Mr. Chia mengatakan ia sangat senang bertugas di Kota Medan karena disamping dekat dengan hampir semua negara Asia Tenggara, Medan juga mempunyai penduduk yang cukup beragam baik dari segi suku dan agama. Hal ini juga yang membuatnya merasa penting sekali untuk berkunjung ke MUI-SU karena di dalam Islam perbedaan dan keanekaan bisa menjadi rahmat, tegasnya.

Pada pertemuan Konjend Singapura juga menawarkan kepada MUI-SU, kerjasama kesehatan, bedah rumah, pendidikan, dan bantuan buku-buku berbahasa Inggris ke sekolah dan pesantren. Hal ini langsung disambut baik oleh KH Akhyar Nasution, karena menurutnya ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk membangun jaringan dan kerjasama internasional, terutama dari negara-negara Asia Tenggara.

KH Akhyar menyebutkan bagi Komisi HLNKI MUI-SU sangat penting membangun kerjasama jejaring internasional, karena dengan jejaring ini kita mendapatkan berbagai informasi dan peluang untuk dilakukannya kerjasama internasional. Hal ini sudah kita lakukan dengan melakukan penjajakan berkunjung ke berbagai Konsulat di Medan dan Kedutaan Besar di Jakarta, ujarnya,

Sementara itu Ketua Umum MUI-SU menjelaskan tentang tugas dan fungsi MUI sebagai partner pemerintah (shadiq al-hukumah) dan pelindung umat (himayah al-ummah). Buya juga menjelaskan tentang keberagaman agama di Indonesia dan menjelaskan bahwa ketentuan awal Ramadhan dan awal Hari Raya merupakan kewenangan pemerintah melaui Kementerian Agama (Kemenag). Sejak dua tahun ini, Indonesia mulai menggunakan kriteria baru penentuan awal bulan Hijriyah. Kriteria itu mengacu hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021.

Selama ini, kriteria hilal (bulan) awal Hijriyah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan surat bersama ad referendum pada 2021 terkait penggunaan kriteria baru MABIMS di Indonesia mulai 2022.

“Kriteria MABIMS Baru ini merupakan hasil Muzakarah Rukyah dan Takwim Islam MABIMS pada tahun 2016 di Malaysia yang diperkuat oleh Seminar Internasional Fiqh Falak di Jakarta yang menghasilkan Rekomendasi Jakarta tahun 2017. Oleh karena itu, Kementerian Agama menetapkan untuk menggunakan kriteria baru yang disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS,” ujarnya

Pada akhir acara Konjen Singapura menyerahkan secara simbolik 90 paket hadiah untuk pengurus MUI-SU dan bantuan bagi kaum dhuafa. Acara yang berlangsung sekitar satu jam dengan penuh keakraban ditutup dengan bertukar cenderamata dan sesi foto bersama.

Kontributor: KH Akhyar Nasution

Ceramah Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc, MA: Menjaga Kemurnian Hadits Nabi Muhammad SAW Dalam Menyambut Bulan Ramadan

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut menayangkan sebuah ceramah mengenai status hadits yang populer di kalangan masyarakat ketika Ramadan Pada Ahad, 2 April 2023. Ceramah ini disampaikan oleh Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc, MA. Acara ini dapat disaksikan di kanal YouTube resmi MUI Sumut. Dalam ceramah tersebut, Dr. Tohir Ritonga membahas tentang beberapa hadits yang populer di kalangan masyarakat, terutama pada awal Ramadan.

Menurut Dr. Tohir, hadits-hadits tersebut memiliki status yang lemah dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar hukum dalam menetapkan halal dan haram, maupun dalam bertauhid. Beberapa hadits yang dibahas antara lain hadits mengenai umat yang tidak makan kecuali setelah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, hadits mengenai bulan Ramadan yang disebut sebagai bulan yang tergantung di antara langit dan bumi, hadits mengenai doa mustajab untuk orang yang berpuasa, dan hadits mengenai syahru Ramadan yang dianggap tergantung pada pembayaran zakat fitrah.

Lebih lanjut, Dr. Tohir Ritonga menjelaskan bahwa hadits-hadits tersebut memiliki sanad atau rangkaian perawi yang tidak kuat dan diragukan kebenarannya. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya menjaga kemurnian hadits Nabi Muhammad SAW dari hadits-hadits palsu atau munkar. Beliau juga mengingatkan bahwa hadits-hadits yang memiliki status lemah hanya dapat digunakan untuk kepentingan fadilah amal, bukan sebagai pegangan dalam tauhid atau untuk menghalalkan yang haram dalam ajaran agama Islam.

Ceramah yang disiarkan oleh MUI Sumut ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat mengenai status hadits yang populer di kalangan umat Islam, sehingga tidak terjadi penyebaran informasi yang salah atau tidak benar. (Yogo Tobing)

Pemahaman Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan Oleh Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan muzakarah ahad kedua dengan membahas “Pemahaman Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan” pada hari Ahad 2 April 2023. Acara ini dihadiri oleh, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA., Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang Tadarus Al-Qur’an, khususnya selama bulan Ramadhan.


Dalam pendahuluan, Drs. H. Ahmad Sanusi menjelaskan tentang pentingnya bulan suci Ramadhan bagi umat Islam sebagai kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan mendapat berkah dari Allah SWT. Rasulullah SAW juga memberikan khutbah singkat kepada umat Islam setiap tahun menjelang bulan Ramadhan. Khutbah tersebut berisi tentang pentingnya bulan Ramadhan dan ibadah yang dianjurkan selama bulan tersebut seperti puasa, sholat tarawih, tilawah Al Qur’an, berzikir, dan berdoa.


Dalam acara tersebut, Drs. H. Ahmad Sanusi membahas tentang hakikat Tadarus Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Al Qur’an. Drs. H. Ahmad Sanusi menjelaskan tentang pengertian dan makna Al Qur’an sebagai kitab suci dan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan mengandung ajaran Islam mengenai akidah, syariah, akhlak, dan berita-berita umat terdahulu. Al Qur’an dipahami oleh umat Islam sebagai pedoman dan tuntunan dalam kehidupan di dunia dan akhirat.


Drs. H. Ahmad Sanusi juga membahas tentang fadhilah atau keutamaan membaca Al Qur’an menurut hadits-hadits Rasulullah SAW. Terdapat sembilan poin yang dijelaskan, yaitu (1) membaca Al Qur’an dapat diartikan sebagai berdialog dengan Allah, (2) membaca Al Qur’an merupakan sebaik-baik amalan setelah sholat, (3) membaca Al Qur’an merupakan lambang kebaikan/keindahan, (4) membaca Al Qur’an dapat memberikan syafa’at bagi yang membaca di hari kiamat, (5) membaca Al Qur’an merupakan ibadah khusus bagi umat Islam, (6) membaca Al Qur’an dapat membahagiakan kedua orang tua yang membaca, (7) membaca Al Qur’an dapat menyelamatkan hati bagi yang membacanya, (8) tidak memiliki sedikitpun hafalan Al Qur’an dapat diartikan sebagai ibarat sebuah rumah yang rusak, dan (9) seluruh ulama sepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih afdhal dari Tasbih, Tahlil, Tahmid, Tamjid, dan zikir berdasarkan dalil-dalil nash.


Dalam acara tersebut, Drs. H. Ahmad Sanusi juga membahas tentang pengertian Tadarus Al-Quran dan Tilawah Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca dan mempelajari Al-Quran secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih, sedangkan Tilawah Al-Quran berarti membaca Al-Quran oleh satu orang secara mandiri. Kedua kegiatan tersebut sangat dianjurkan dalam Islam dan sering dilakukan pada bulan suci Ramadhan.
Dalam melakukan Tadarus Al-Quran, idealnya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terampil dalam membaca Al-Quran atau dalam satu kelompok harus ada seseorang yang mahir membaca agar jemaah lainnya dapat belajar darinya secara bergiliran. Jika dalam kelompok tersebut tidak ada orang yang membaca dengan baik, maka wajib bagi orang yang sudah terampil membaca untuk mengajari dan membimbing mereka agar tidak salah dalam membaca. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.


Dalam pembahasannya, Drs. H. Ahmad Sanusi menekankan pentingnya kehadiran pembimbing atau guru dalam kegiatan Tadarus Al-Quran, terutama untuk memperbaiki bacaan peserta yang salah dari segi ilmu tajwid dan fashahah. Narasumber juga menyoroti masalah yang sering terjadi dalam pelaksanaan Tadarus Al-Quran di beberapa masjid, seperti tidak adanya pembimbing yang mampu memperbaiki bacaan peserta yang salah atau kelompok-kelompok yang tidak seimbang dalam kemampuan membaca Al-Quran.


Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya kegiatan Tadarus Ma’nawy, yaitu kegiatan mempelajari dan memahami makna dan isi kandungan ayat-ayat Al-Quran, terutama yang berkaitan dengan ajaran Islam dan keislaman. Kegiatan Tadarus Ma’nawy diharapkan dapat membahas ayat-ayat Al-Quran secara mendalam dan melihat konteks historisnya sehingga dapat memahami pesan yang ingin disampaikan oleh ayat tersebut.

Dalam kesimpulan, Drs. H. Ahmad Sanusi menegaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesempatan untuk beribadah bagi umat Islam, dan Tadarus Al-Quran adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam bulan suci ini. Drs. H. Ahmad Sanusi mengajak semua umat Islam untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan pemahaman terhadap Al-Quran melalui kegiatan Tadarus Al-Quran, baik Tadarus Lafzy maupun Tadarus Ma’nawy. Dengan demikian, diharapkan wawasan keislaman semakin luas dan mendalam sehingga umat Islam dapat menjadi lebih baik dalam menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.


Selain Drs. H. Sanusi, Prof. Dr. Ir. Basyaruddin, MS selaku narasumber juga membahas perihal Al Quran, Sains, dan Teknologi Mengukuhkan Aqidah dan Kehormatan Umat. Materi tersebut bisa dilihat di sini (Yogo)

Al Quran, Sains, dan Teknologi Mengukuhkan Aqidah dan Kehormatan Umat

oleh: Prof. Dr. Ir. Basyaruddin, MS

Disampaikan pada kegiatan Muzakarah Ramadhan yang diselenggarakan oleh Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara pada Tanggal 02 April 2022/11 Ramadhan 1444H di Aula MUI Sumatera Utara 

Materi

  1. Pendahulauan (Al Qur’an-Sains Teknologi- Manusia )
  2. Sunnatullah sebagai Prinsip Sunnatullah
  3. Konstruksi sunnatullah dan manusia
  4. Struktur Sistem Alam Semesta Menurut Al Qur’an
  5. Susunan Tata Surya
  6. Sistem Atom vs Tata surya
  7. Perintah kepada manusia untuk melakukan Riset
  8. Motivasi Pengembangan Iptek dan Padanan kata Research dalam Al Qur’an
  9. Proses Sunnatullah (T,P, dan V) Menjadi Sains-teknologi Integrasi Ciptaan Allah- Manusia sains-teknologi Formulasi  Ciptaan-Sunnatullah menjadi Sains dan Teknologi
  10. Contoh beberapa Produk Riset
  11. RENUNGAN

klik untuk melihat selengkapnya

Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara, Drs H. Ahmad Sanusi Luqman LC, MA, menyampaikan pemaparan pada Muzakarah khusus Ramadan 1444 Hijriah

0

muisumut.or.id-Medan, Bulan suci Ramadan selalu dinantikan dan dirindukan setiap tahun oleh umat Islam. Umat Islam patut bersyukur kepada Allah SWT karena doa pada Ramadan tahun sebelumnya telah diijabah, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk mengalami Ramadan tahun ini. Dalam rangka meningkatkan rasa syukur, kita perlu beribadah lebih baik daripada tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilakukan dengan berpuasa dengan penuh kesadaran, melaksanakan Qiyamullail (tarawih), membaca dan mengkaji Al-Qur’an, lebih banyak berzikir, berdoa, bersedekah, serta menjalankan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan, Rasulullah SAW selalu mengumpulkan para sahabatnya dan memberikan khutbah singkat sebagai panduan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan. Dalam pertemuan tersebut, Rasulullah SAW menekankan pentingnya Tilawah Al-Qur’an dan Tadarus Al-Qur’an. Namun, masih ada sebagian umat Islam yang belum sepenuhnya memahami makna dan pentingnya Tilawah Al-Qur’an dan Tadarus Al-Qur’an, terutama selama bulan suci Ramadan.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu Allah. Al-Qur’an berisi ajaran Islam yang mencakup akidah, syariah, akhlak, dan sejarah umat terdahulu. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, dan cara membacanya harus sesuai dengan tajwid Arab. Al-Qur’an diturunkan secara Mutawatir, yang berarti semua ayat yang datang langsung dari Allah melalui malaikat Jibril Alaihi Salam adalah benar dan dapat dipercaya.

Membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, seperti berdialog dengan Allah, menjadi amalan terbaik setelah shalat, menjadi lambang kebaikan dan keindahan, memberikan syafa’at di akhirat, menjadi ibadah khusus bagi umat Islam, membahagiakan orang tua yang membacanya, menyelamatkan hati pembacanya, dan menjadi tanda keimanan. Membaca Al-Qur’an lebih utama daripada berzikir lainnya.

Tadarus Al-Qur’an adalah kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih. Sedangkan Tilawah Al-Qur’an adalah kegiatan membaca Al-Qur’an oleh individu tanpa melibatkan orang lain. Kedua kegiatan ini sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan. Saat melakukan Tadarus Al-Qur’an, penting untuk berdiskusi dan saling belajar dengan memperhatikan aturan tajwid. Jika dalam kelompok tidak ada yang mahir membaca dengan baik, seseorang yang berpengetahuan harus mengajar dan membimbing agar kesalahan dalam bacaan dapat diperbaiki.

Sebelum melakukan Tadarus Al-Qur’an, perlu ditetapkan aturan dan peraturan yang harus diikuti oleh semua peserta. Beberapa aturan yang dapat ditetapkan antara lain:

Kedisiplinan waktu: Tentukan jadwal rutin untuk melakukan Tadarus Al-Qur’an. Sepakati waktu yang nyaman bagi semua peserta agar dapat berkumpul dan beribadah secara teratur.

Memilih surah atau juz: Setiap kali melakukan Tadarus, tentukan surah atau juz yang akan dipelajari bersama. Hal ini membantu peserta untuk fokus dan memahami dengan mendalam ayat-ayat yang sedang dibaca.

Memperhatikan tajwid: Perhatikan dan pelajari aturan tajwid saat membaca Al-Qur’an. Hal ini penting agar bacaan kita sesuai dengan tuntunan yang benar. Jika ada peserta yang belum menguasai tajwid, berikan kesempatan untuk belajar bersama atau mintalah bimbingan dari seseorang yang ahli dalam tajwid.

Berdiskusi dan berbagi pemahaman: Setelah membaca, berikan waktu untuk berdiskusi tentang ayat-ayat yang telah dibaca. Diskusikan makna, hikmah, dan pelajaran yang dapat diambil dari setiap ayat atau surah yang dipelajari. Hal ini membantu meningkatkan pemahaman dan memperdalam pengalaman belajar bersama.

Menjaga suasana yang tenang dan khusyuk: Pastikan tempat Tadarus Al-Qur’an memiliki suasana yang tenang, nyaman, dan terhindar dari gangguan. Matikan perangkat elektronik yang dapat mengganggu konsentrasi, seperti ponsel atau televisi. Dalam suasana yang tenang, kita dapat lebih fokus dalam memahami dan menghayati ayat-ayat yang dibaca.

Menghormati pemimpin Tadarus: Jika ada seseorang yang bertindak sebagai pemimpin Tadarus, hormati dan ikuti petunjuk yang diberikan. Hal ini membantu menjaga ketertiban dan memastikan semua peserta berjalan seiring dalam pelaksanaan Tadarus Al-Qur’an.

Menjaga kebersihan dan kehormatan Al-Qur’an: Pastikan Al-Qur’an dalam keadaan bersih dan dijaga dengan baik. Jangan meletakkan barang-barang di atasnya, dan hindari membawanya ke tempat yang tidak layak. Jika Al-Qur’an rusak atau kotor, segera perbaiki atau bersihkan dengan cara yang sesuai. Dengan menjalankan aturan dan peraturan tersebut, Tadarus Al-Qur’an dapat dilaksanakan secara tertib, memberikan hikmah, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi semua peserta. Semoga dengan melaksanakan Tadarus Al-Qur’an secara rutin dan teratur, umat Islam dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan pemahaman agama, serta mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an (Yogo Tobing)

Safari Ramadhan MUI Sumut Kunjungi 8 Masjid di Kota Binjai

muisumut.or.id, Binjai, Tim Safari Ramadan 1444 Hijriah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengunjungi delapan masjid di kota Binjai, Jumat (31/03/2023).

Mengawali Safari Ramadan di Kota Binjai, tim yang dipimpin Ketua MUI Sumatera Utara, Dr H Maratua Simanjuntak MA, terlebih dahulu berbuka puasa bersama pengurus DP MUI kota Binjai di halaman kantor MUI Binjai,Jalan Olahraga Binjai.

DP MUI Prov. Sumatera Utara H.Maratua Simanjuntak bersama Wakil Ketua dan Sekretaris MUI Sumatera Utara, Dr H Arso SH MAg dan Prof Dr H Asmuni MA, beserta beberapa pengurus MUI Sumatera Utara lainnya, seperti Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA, (Assoc) Prof Dr H Arifinsyah MAg, Dr H Abdul Rahim M.Hum, Prof Dr H Fachruddin Azmi MA, Dr HM Tohir Ritonga Lc MA, dan Drs H Palit Muda MA.

Tim Safari Ramadan 1444 Hijriah MUI Sumatera Utara disambut hangat Ketua dan Sekretaris MUI Kota Binjai, (Assoc) Prof Dr HM Jamil Siahaan MA, dan H Japar Sidik SAg MSi, beserta jajaran pengurus, dan para pimpinan Ormas Islam di Kota Binjai. Usai menggelar buka puasa bersama dan Salat Magrib berjamaah, Tim Safari Ramadan 1444 Hijriah MUI Sumatera Utara, beserta sejumlah pengurus MUI Kota Binjai, kemudian beranjak menuju delapan masjid di lima kecamatan.

Safari ramadhan mengunjungi , Masjid Al-Hidayah di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, dan Masjid Nurul Iman di Jalan Gunung Bendahara, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan.

Kemudian, Masjid Nurul Hidayah di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Sumbermuliorejo, dan Masjid Nurul Amal di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjau Timur. Masjid At-Thahirin di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jatimakmur, dan Masjid Rasyid Jabir di Jalan Randu, Kelurahan Jatiutomo, Kecamatan Binjai Utara.

Lalu, Masjid Al-Jihad di Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, dan Masjid Al-Muhajirin, di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Perumahan Cikapung, Kelurahan Limaumungkur, Kecamatan Binjai Barat.

Ketua MUI Sumatera Utara, Dr H Maratua Simanjuntak MA, mengatakan, Safari Ramadan 1444 Hijriah merupakan bagian dari program Safari Dakwah MUI Sumatera Utara, yang digelar khusus selama Ramadan 1444 Hijriah.

Menurut Maratua Simanjuntak ada 78 masjid se-Sumatera Utara menjadi sasaran kunjungan. Di setiap masjid, Tim Safari Ramadan 1444 Hijriah MUI Sumatera Utara ditugaskan khusus untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, memberikan tausiah berkaitan dengan penguatan aqidah dan ukhuwah, serta melaksanakan Salat Isya dan Salat Tarawih berjamaah.

Selain itu, sambung Maratua, pada setiap kunjungan ke masjid-masjid, Tim Safari Ramadan 1444 Hijriah MUI Sumatera Utara turut menyerahkan bantuan berupa 30 helai kain sarung dan 10 buah musaf Alquran kepada masing-masing ketua atau pengurus BKM.

“Kota Binjai sendiri menjadi daerah ketiga yang kita kunjungi setelah Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdangbedagai. Oleh karena itu, kami ucapkan terimakasih kepada MUI Kota Binjai yang telah mendampingi dan mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Kota Binjai, (Assoc) Prof Dr HM Jamil Siahaan MA, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kesediaan Tim Safari Ramadan 1444 Hijriah MUI Sumatera Utara berkunjung ke Kota Binjai. “Kami tentunya berharap, kegiatan ini dapat membawa barokah dan manfaat yang besar, bukan hanya bagi MUI Kota Binjai, tetapi juga bagi Umat Islam di Kota Binjai,” ungkap Jamil

Ketua PINBAS MUI Sumut, Drs. Putrama Alkhairi Bagikan Ifthar di Jalan Sutomo

0

muisumut.or.id-Medan, Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumatera Utara Drs. Putrama Alkhairi dan Pusat Pengembangan Wakaf Produktif memanfaatkan bulan Ramadhan untuk berbagi dengan sesama. Pada hari Sabtu, 1 April 2023, sejumlah anggota PINBAS dan P2WP MUI Sumut turun langsung ke jalan untuk membagikan Ifthar kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Sutomo, Medan. Kegiatan berbagi ifthar ini dilakukan usai podcast yang telah tayang di Kanal YouTube MUI Sumut.

Sebanyak 75 Ifthar berisi mi, kurma, kue, dan air mineral dibagikan kepada pengendara roda dua dan juga becak mulai pukul 17.00 WIB. Drs. Putrama Alkhairi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sinergi antara P2WP dan PINBAS MUI Sumut untuk menyampaikan amanah dari para donatur yang dipergunakan untuk berbagi Ifthar kepada sesama.

Lebih lanjut, Drs. Putrama Alkhairi yang juga merupakan Sekretaris Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi ini bertujuan untuk meningkatkan semangat berbagi dan menciptakan silaturahim kepada sesama umat Islam. Rencananya kegiatan berbagi P2WP dan PINBAS MUI Sumut ini akan dilaksanakan kembali di sejumlah titik yang berbeda.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah membagikan Ifthar kepada para pengguna jalan. Insya Allah kegiatan ini akan dilakukan kembali di sejumlah titik berbeda,” ujar Drs. Putrama Alkhairi. Kegiatan berbagi Ifthar oleh P2WP dan PINBAS MUI Sumut diharapkan dapat memberikan manfaat, serta meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan Ramadhan.

Usia berbagi ifthar, dilanjutkan dengan acara berbuka bersama di MUI Sumatera Utara yang dihadiri Bendahara MUI Sumut, Dr. Saparuddin, kemudian pengurus P2WP MUI Sumut, pengurus PINBAS MUI Sumut, Alumni Kader Ulama MUI Sumut, dan pengurus Kedai Wakaf.

Bagi siapapun yang ingin memberikan donasi, dapat berdonasi ke Bank Sumut Syari’ah (Nomor rekening: 61002300015856) atas nama PP Wakaf Produktif MUI Sumut. Kami berterima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan berbagi makanan berbuka puasa ini. (Yogo Tobing)