muisumut.or.id-Medan, Dalam muzakarah khusus Ramadhan 1444, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA, Ketua Bidang Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, menyampaikan pentingnya puasa dalam membentuk kesehatan jasmani dan mental. Beliau menjelaskan bahwa ibadah puasa dalam agama Islam memiliki hikmah dan dampak positif bagi pelaku serta orang lain yang berinteraksi dengan mereka. Hal ini sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad Saw.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution menyatakan bahwa isyarat Al-Qur’an dan narasi hadits tersebut bersifat “grand theory” yang memerlukan pembuktian secara induktif dan otoritatif melalui pendekatan medis. Menurut penulis, sangat penting untuk memperkuat keimanan terhadap kebenaran teori-teori Al-Qur’an dan hadits, serta membuktikan bahwa semua ilmu berasal dari Tuhan melalui dua jalur, yaitu jalur Al-Qur’an dan hadits (ilmu-ilmu keagamaan) serta jalur alam dan manusia (kajian keislaman). Melalui dua jalur ini, terbentuk kesatuan ilmu dalam Islam.
Di samping itu, paparan tersebut bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara puasa dan pembentukan kesehatan jasmani dan rohani dalam delapan bagian yang dibahas. Mulai dari pengertian puasa, pengertian kesehatan fisik dan psikis, peran puasa dalam membentuk kesehatan fisik dan psikis, hingga tips berpuasa yang sehat.
Pengertian puasa Ramadhan, sebagaimana dijelaskan Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, adalah “menahan” diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari jam 05.00 hingga 17.00 WIB selama bulan Ramadhan. Beberapa hal yang membatalkan puasa antara lain makan dan minum dengan sengaja di siang hari, berhubungan suami istri di siang Ramadhan, muntah dengan sengaja, mens, melahirkan, murtad, gila, dan mabuk seharian. Selain itu, terdapat juga tindakan yang membatalkan puasa secara hakikat dan tidak mendapatkan pahala, seperti berdusta, mengadu domba, melihat dengan syahwat, perkataan jorok, dan sumpah palsu.
Kesehatan fisik, menurut Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, adalah kondisi fisik seseorang yang bebas dari penyakit fisik atau jasmani, sehingga berlangsung normal dan fungsional. Beberapa jenis penyakit fisik yang umum meliputi obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Semua penyakit ini terkait dengan faktor-faktor seperti asupan makanan, pikiran, dan dalam beberapa kasus, faktor keturunan. Untuk mengembalikan kondisi fisik menjadi normal, diperlukan upaya pengobatan yang tepat.
Sementara itu, kesehatan psikis atau kejiwaan adalah kondisi kejiwaan seseorang yang bebas dari penyakit psikis, sehingga berlangsung normal dan fungsional. Penyakit psikis dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti neurasthenia, histeria, psikastenia, gagap berbicara, enuresis (ngompol), kepribadian psikopati, dan kelainan seksual. Ketidaksehatan psikis seringkali disebabkan oleh faktor pikiran dan kurangnya kemampuan menempatkan diri. Gejala ketidaksehatan jiwa juga dapat terjadi ketika seseorang merasa teralienasi dari masyarakat.
Dalam tulisannya, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution menjelaskan bahwa puasa memiliki peran penting dalam kesehatan fisik dan psikis seseorang. Beberapa manfaat puasa terkait kesehatan antara lain:
Pengendalian gula darah: Saat berpuasa, gula darah lebih terkendali. Tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi setelah glukosa digunakan selama berpuasa. Ini bermanfaat bagi penderita diabetes karena hati tidak perlu menyimpan kelebihan glukosa dan pankreas bisa berhenti sejenak dari produksi insulin berlebih.
Penurunan berat badan: Saat berpuasa, kadar lemak dalam tubuh berkurang karena digunakan sebagai sumber energi. Ini dapat membantu menurunkan berat badan secara sehat dan berdampak positif pada kesehatan paru-paru.
Meningkatkan kesehatan paru-paru: Selama berpuasa, perokok umumnya berhenti merokok. Ini berdampak positif pada kesehatan paru-paru, sehingga bulan Ramadhan dapat menjadi momen yang efektif untuk belajar berhenti merokok.
Menurunkan risiko penyakit jantung: Saat berpuasa, beban kerja jantung berkurang. Dengan durasi puasa yang cukup, jantung memiliki waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri dan menjaga kesehatannya.
Mengobati penyakit kulit: Puasa telah terbukti menjadi salah satu metode pengobatan yang efektif untuk beberapa penyakit kulit. Dengan berpuasa, asupan air ke kulit berkurang, sehingga mengurangi nutrisi bagi penyakit kulit tertentu dan membantu proses penyembuhan.
Selain manfaat kesehatan fisik, puasa juga berperan dalam kesehatan psikis atau kejiwaan. Dengan melibatkan pengendalian diri dan menahan diri dari tindakan yang membatalkan puasa, puasa dapat membantu menghilangkan beberapa penyakit rohani seperti iri hati, dengki, buruk sangka, kesombongan, dan sebagainya. Selain itu, momen kebersamaan dalam ritual puasa juga dapat memupuk kebersamaan dan menghilangkan sifat individualis yang negatif.
Secara keseluruhan, puasa memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan psikis seseorang. Namun, tetap penting untuk mengikuti anjuran medis dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelum melaksanakan puasa. (Yogo Tobing)