Thursday, March 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 117

Muzakarah Ramadhan MUI Sumut: Menuntut Ilmu dengan Fokus dan Aktif

0

muisumut.or.id-Medan, MUI Sumut mengadakan Muzakarah Khusus Ramadhan pada Ahad (26/3) di Aula MUI Sumut. Acara dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak dan dihadiri oleh para peserta dari berbagai kalangan. Dalam pidatonya, Buya Maratua menekankan pentingnya menuntut ilmu dan berharap para peserta dapat fokus mendengarkan dan aktif dalam berdiskusi.

“Menuntut ilmu memanglah dari buaian hingga liang lahat, untuk itu, maka dari itu muzakarah MUI Sumut terbuka untuk umum dan tidak dibatasi oleh usia, semoga kita mendapatkan ridho Allah dalam menuntut ilmu”, Ucap Buya Maratua

Muzakarah di bulan Ramadan dilaksanakan setiap hari Ahad sebanyak empat kali dengan menghadirkan dua narasumber pakar ilmu pada setiap pertemuan. Pada acara tersebut, narasumber pertama Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA membahas tentang “Puasa Membentuk Kesehatan Jasmani dan Mental”. Dalam makalahnya, Prof. Dr. Hasan Bakti membahas enam sub pembahasan penting, yakni Pengertian Puasa Ramadhan, Pengertian dan Ragam Kesehatan dan Ketidaksehatan Fisik, Pengertian Kesehatan dan Ketidaksehatan Psikis/Kejiwaan, Kaitan Puasa dengan Kesehatan Fisik, Kaitan Puasa dengan Kesehatan Psikis/Kejiwaan, dan Puasa Sehat. Makalah tersebut dapat dilihat secara lengkap di alamat https://muisumut.or.id/puasa-membentuk-kesehatan-jasmani-dan-mental/.

Sementara itu, narasumber kedua H. M. Nasir, Lc, MA membahas terkait hukum Qada, Kaffah, dan Fidyah Puasa. Dalam masalah tersebut, H. M. Nasir membahas sembilan sub pembahasan penting, yakni Qada Puasa, Waktu Qada Puasa Ramadhan, Qada Puasa Berurut, Qada Puasa bagi Wali Mayit, Kaffarat, Jenis-Jenis Kaffarat, Fidyah, Sebab-sebab Fidyah, Dasar Hukum dan Hikmahnya. Pemaparan lengkapnya dapat dilihat melalui Kanal YouTube MUI Sumut https://www.youtube.com/live/XoFbwVWYn9E?feature=share (pada menit ke 60-93).

Muzakarah MUI Sumut terbuka untuk umum dan tidak dibatasi oleh usia. Buya Maratua berharap acara tersebut dapat memberikan manfaat bagi para peserta dalam menuntut ilmu dan mendapatkan ridho Allah. (Yogo Tobing)

Tim Safari Dakwah PTKU MUI Sumatera Utara diberangkatkan

muisumut.or.id, Medan, Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. Maratua Simanjuntak lepas Tim Safari Dakwah Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara. Ahad 26/03/23 di halaman kantor MUI Sumatera Utara Jalan Sutomo/Majelis Ulama No.3. Safari Dakwah akan berlangsung 14 hari yang dipusatkan di Tapanuli Utara pada 12 masjid di Daerah Minoritas tersebut.

Buya Maratua menyebut dalam sambutannya bahwa Tim yang diberangkatkan tidaklah atas nama pribadi namun membawa nama besar MUI Sumatera Utara. Karena itu seluruh tim yang ditugaskan harus menjaga nama baik Lembaga Ulama. Calon ulama yang diterjunkan ke Daerah minoritas harus mampu menjadi suluh di kegelapan memberikan pencerahan agama di sana.

Beliau juga mengingatkan bahwa tertib diwal MUI Sumut harus diterapkan yakni tertib waktu. Jangan terlambat, apalagi ke masjid.

“calon kader ulama harus disipilin waktu, jangan terlambat apalagi waktu sholat ke masjid” Pungkasnya.

Pada saat pelepasan itu Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA selaku Direktur PTKU didampingi Dr. Irwansyah, M.Hi juga menyampaikan bahwa 22 orang mahasiswa Kader Ulama yang diberangkatkan ini sebelumnya sudah diberikan pembekalan khusus persiapan keberangkatannya. Agar tim yang diterjunkan benar-benar siap serta faham trik dan metode dakwah di Daerah Minoritas.

“Semalam juga kita lakukan berbuka bersama dengan tim dalam rangka untuk keberangkatan mahasiswa PTKU ini yang dihadiri pengurus seperti Dr. Arso., KH. Akhyar Nasution, Dr. Arifinsyah dan Ahmad Darwis.” ujar Hasan Bakti

“Kami berharap selaku pimpinan PTKU semoga Dakwah Daerah Minoritas ini akan memberikan pencerahan kepada umat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi calon ulama sumatera utara yang kelak kita harapkan sebagai pengganti ulama pada masa mendatang.” Tegasnya

Tim yang berangkat dikomandoi langsung Sekretaris Panitia Muhammad Puad Harahap SH.,M.Pd. Direncanakan Tim Safari akan berkeliling di Tapanuli Utara selama 14 hari dengan berceramah, mengajar mengaji di masjid serta kegiatan-kegiatan lain dalam rangka syiar Agama di Ramadhan.

Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution: Puasa dalam Islam Berdampak Positif pada Kesehatan Fisik dan Psikis

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam muzakarah khusus Ramadhan 1444, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA, Ketua Bidang Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, menyampaikan pentingnya puasa dalam membentuk kesehatan jasmani dan mental. Beliau menjelaskan bahwa ibadah puasa dalam agama Islam memiliki hikmah dan dampak positif bagi pelaku serta orang lain yang berinteraksi dengan mereka. Hal ini sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad Saw.


Dalam paparannya, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution menyatakan bahwa isyarat Al-Qur’an dan narasi hadits tersebut bersifat “grand theory” yang memerlukan pembuktian secara induktif dan otoritatif melalui pendekatan medis. Menurut penulis, sangat penting untuk memperkuat keimanan terhadap kebenaran teori-teori Al-Qur’an dan hadits, serta membuktikan bahwa semua ilmu berasal dari Tuhan melalui dua jalur, yaitu jalur Al-Qur’an dan hadits (ilmu-ilmu keagamaan) serta jalur alam dan manusia (kajian keislaman). Melalui dua jalur ini, terbentuk kesatuan ilmu dalam Islam.


Di samping itu, paparan tersebut bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara puasa dan pembentukan kesehatan jasmani dan rohani dalam delapan bagian yang dibahas. Mulai dari pengertian puasa, pengertian kesehatan fisik dan psikis, peran puasa dalam membentuk kesehatan fisik dan psikis, hingga tips berpuasa yang sehat.


Pengertian puasa Ramadhan, sebagaimana dijelaskan Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, adalah “menahan” diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari jam 05.00 hingga 17.00 WIB selama bulan Ramadhan. Beberapa hal yang membatalkan puasa antara lain makan dan minum dengan sengaja di siang hari, berhubungan suami istri di siang Ramadhan, muntah dengan sengaja, mens, melahirkan, murtad, gila, dan mabuk seharian. Selain itu, terdapat juga tindakan yang membatalkan puasa secara hakikat dan tidak mendapatkan pahala, seperti berdusta, mengadu domba, melihat dengan syahwat, perkataan jorok, dan sumpah palsu.


Kesehatan fisik, menurut Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, adalah kondisi fisik seseorang yang bebas dari penyakit fisik atau jasmani, sehingga berlangsung normal dan fungsional. Beberapa jenis penyakit fisik yang umum meliputi obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Semua penyakit ini terkait dengan faktor-faktor seperti asupan makanan, pikiran, dan dalam beberapa kasus, faktor keturunan. Untuk mengembalikan kondisi fisik menjadi normal, diperlukan upaya pengobatan yang tepat.


Sementara itu, kesehatan psikis atau kejiwaan adalah kondisi kejiwaan seseorang yang bebas dari penyakit psikis, sehingga berlangsung normal dan fungsional. Penyakit psikis dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti neurasthenia, histeria, psikastenia, gagap berbicara, enuresis (ngompol), kepribadian psikopati, dan kelainan seksual. Ketidaksehatan psikis seringkali disebabkan oleh faktor pikiran dan kurangnya kemampuan menempatkan diri. Gejala ketidaksehatan jiwa juga dapat terjadi ketika seseorang merasa teralienasi dari masyarakat.


Dalam tulisannya, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution menjelaskan bahwa puasa memiliki peran penting dalam kesehatan fisik dan psikis seseorang. Beberapa manfaat puasa terkait kesehatan antara lain:
Pengendalian gula darah: Saat berpuasa, gula darah lebih terkendali. Tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi setelah glukosa digunakan selama berpuasa. Ini bermanfaat bagi penderita diabetes karena hati tidak perlu menyimpan kelebihan glukosa dan pankreas bisa berhenti sejenak dari produksi insulin berlebih.
Penurunan berat badan: Saat berpuasa, kadar lemak dalam tubuh berkurang karena digunakan sebagai sumber energi. Ini dapat membantu menurunkan berat badan secara sehat dan berdampak positif pada kesehatan paru-paru.


Meningkatkan kesehatan paru-paru: Selama berpuasa, perokok umumnya berhenti merokok. Ini berdampak positif pada kesehatan paru-paru, sehingga bulan Ramadhan dapat menjadi momen yang efektif untuk belajar berhenti merokok.
Menurunkan risiko penyakit jantung: Saat berpuasa, beban kerja jantung berkurang. Dengan durasi puasa yang cukup, jantung memiliki waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri dan menjaga kesehatannya.


Mengobati penyakit kulit: Puasa telah terbukti menjadi salah satu metode pengobatan yang efektif untuk beberapa penyakit kulit. Dengan berpuasa, asupan air ke kulit berkurang, sehingga mengurangi nutrisi bagi penyakit kulit tertentu dan membantu proses penyembuhan.


Selain manfaat kesehatan fisik, puasa juga berperan dalam kesehatan psikis atau kejiwaan. Dengan melibatkan pengendalian diri dan menahan diri dari tindakan yang membatalkan puasa, puasa dapat membantu menghilangkan beberapa penyakit rohani seperti iri hati, dengki, buruk sangka, kesombongan, dan sebagainya. Selain itu, momen kebersamaan dalam ritual puasa juga dapat memupuk kebersamaan dan menghilangkan sifat individualis yang negatif.


Secara keseluruhan, puasa memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan psikis seseorang. Namun, tetap penting untuk mengikuti anjuran medis dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelum melaksanakan puasa. (Yogo Tobing)

Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA: Pentingnya Mengkhatamkan Alquran di Bulan Ramadan

0

muisumut.or.id-Medan, Ceramah oleh Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA tentang pentingnya mengkhatamkan Alquran di bulan Ramadan telah tampil di kanal youtube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam. Dalam ceramahnya, Dr. H. Ardiansyah memulai dengan membaca bismillahirrahmanirrahim dan menyampaikan salam kepada seluruh hadirin.

Dr. H. Ardiansyah mengatakan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa karena di bulan ini, umat muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan berusaha lebih dekat dengan Allah SWT. Salah satu cara untuk itu adalah dengan mengkhatamkan Alquran di bulan Ramadan.

Belajar Alquran, menurut Dr. H. Ardiansyah, harus dilakukan dengan gurunya karena ada kaidah-kaidah yang harus diikuti, seperti makharijul huruf, wakaf, ibtida’, dan hukum yang berkaitan dengan tajwidnya. Dr. H. Ardiansyah menekankan bahwa membaca Alquran tanpa memperhatikan kaidah-kaidah tersebut dapat merubah arti dari Alquran itu sendiri.

Lebih lanjut, Dr. H. Ardiansyah juga menekankan pentingnya memahami isi Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Para sahabat dahulu menjadi tokoh dan pemimpin karena kedekatan mereka dengan Alquran. Ia juga mengatakan bahwa Alquran dapat memberikan syafaat baik di alam barzah maupun kelak di padang mahsyar. Oleh karena itu, Dr. H. Ardiansyah menyarankan untuk membaca Alquran setiap hari di bulan Ramadan karena setiap huruf Alquran akan mendapatkan 10 pahala dan akan mengangkat derajat di sisi Allah SWT.

Dr. H. Ardiansyah menutup ceramahnya dengan mengajak seluruh hadirin untuk mempergunakan waktu yang sangat-sangat berharga di bulan Ramadan untuk membaca Alquran. Dalam hadisnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa Alquran yang dibaca oleh seseorang akan menjadi syafaat dan penolong bagi dirinya kelak di padang mahsyar.

Kegiatan ceramah oleh dewan pimpinan MUI Sumut ditayangkan secara rutin selama bulan ramadan. Selain itu, MUI Sumut juga melaksanakan kegiatan berbagi makanan berbuka puasa melalui P2WP. Bagi siapapun yang ingin memberikan donasi, dapat berdonasi ke Bank Sumut Syari’ah (Nomor rekening: 61002300015856) atas nama PP Wakaf Produktif MUI Sumut. Kami berterima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan berbagi makanan berbuka puasa ini. (Yogo Tobing)

PINBAS MUI Sumut Tekankan Pentingnya Dakwah Ekonomi bagi Umat Muslim

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam acara pengajian yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Surya pada hari Sabtu, 25 Maret 2023, Drs. H. Putrama Alkhairi, Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI Sumut menjadi penceramah yang membahas isu penting dalam dakwah Islam, yaitu ekonomi.

Dalam ceramahnya, Drs. Putrama Alkhairi mengungkapkan bahwa porsi pembicaraan tentang ekonomi dalam dakwah Islam harus ditingkatkan karena umat Islam di Indonesia masih terpinggirkan dan rentan dalam bidang ekonomi. Menurutnya, seluruh aset-aset di dominasi oleh yang bukan Islam dan hal ini telah menyebabkan ekonomi lambat laun merosot bagi umat Islam.

PINBAS MUI Sumut didirikan untuk menunjukkan bahwa MUI serius dalam mengembangkan ekonomi dan berkomitmen untuk konsentrasi di bidang tersebut. Drs. Putrama Alkhairi juga mengajak hadirin untuk merenungi bahwa masih banyak saudara kita yang tak tenang salatnya karena terhimpitnya masalah ekonomi. Oleh karena itu, tugas kita bersama adalah untuk mencari solusi yang bisa memberdayakan umat.

Dalam menginspirasi hadirin, Drs. Putrama Alkhairi mengambil contoh salah satu masjid di Pesantren Darul Mursyid di Sipirok yang berhasil memanfaatkan infaq dan sadaqah untuk pemberdayaan umat. Mesjid tersebut berhasil mengumpulkan 100 juta rupiah dalam waktu tiga bulan dan membaginya untuk organisasi yang membutuhkan serta masyarakat sekitar yang sejahtera. Drs. Putrama Alkhairi juga menekankan bahwa pasar besar umat Islam di Indonesia dan sumber daya alam yang dimilikinya harus dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan umat.

Dalam akhir ceramahnya, Drs. Putrama Alkhairi mengajak hadirin untuk memikirkan dan memberikan solusi terkait masalah ekonomi umat, dengan memanfaatkan dan mengelola infaq dan sedekah masjid serta belajar tentang wakaf produktif. Melalui komitmen dan kerja sama dalam bidang ekonomi, umat Islam diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekonominya dan meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan dakwah Islam. (Yogo Tobing)

Dr. KH. Arso, SH, M. Ag: Manfaatkan Peluang Ramadan dengan Masuk ke Tenda Ramadan

0

muisumut.or.id-Medan, Dr. KH. Arso, SH, M. Ag memberikan ceramah dengan tema “Bagaimana Umat Islam Memanfaatkan Peluang Ramadan”. Ceramah tersebut tayang di Kanal YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam pada Jumat menjelang berbuka puasa (24/3). Dr. Arso mengingatkan agar umat Islam tidak mengabaikan Ramadan dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Ramadan merupakan bulan yang agung, sehingga Dr. Arso mengibaratkan bulan ini sebagai tenda yang melindungi umat manusia yang beriman.

Umat Islam harus memanfaatkan peluang Ramadan dengan masuk ke dalam tenda Ramadan. Ramadan harus dijadikan momentum untuk memperbaiki diri dan mendapatkan rahmat, keberkahan, dan ampunan Allah. Rasulullah juga mengatakan bahwa di dalam bulan Ramadan ada malam Lailatul Qadar yang sangat istimewa dan beribadah pada malam tersebut seolah-olah beribadah selama 1000 bulan.

Lebih lanjut, Dr. Arso mengingatkan bahwa umat Islam harus menjaga kehormatan dan ibadahnya selama Ramadan, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Umat Islam juga harus menghindari perilaku yang tidak baik dan menjaga agar tidak berbuat dosa selama Ramadan.

“Ada orang yang berada di luar tenda Ramadan dan tidak memanfaatkan kesempatan Ramadan dengan baik, seperti duduk-duduk di kedai kopi atau melakukan aktivitas yang tidak produktif. Mereka yang berada di luar tenda Ramadan dapat terancam oleh Allah dan jauh dari-Nya,” terang Dr. Arso.

Di akhir ceramahnya, Dr. Arso mengajak umat Islam untuk memanfaatkan peluang Ramadan dengan baik dan memperbanyak amalan kebaikan, baik yang fardhu maupun sunnah. Ramadan harus dijadikan momentum untuk memperbaiki diri dan meraih pahala yang berlipat ganda. Umat Islam harus merasa bahwa Ramadan ini adalah Ramadan terakhir dalam hidupnya, sehingga peluang ini betul-betul digunakan dengan baik.


Kegiatan ceramah ini akan ditayangkan MUI Sumut secara rutin dan juga melaksanakan kegiatan berbagi makanan berbuka puasa melalui P2WP. Bagi siapapun yang ingin memberikan donasi, dapat berdonasi ke Bank Sumut Syari’ah (Nomor rekening: 61002300015856) atas nama PP Wakaf Produktif MUI Sumut. Kami berterima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan berbagi makanan berbuka puasa ini. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Dukung Pemprovsu Dalam Membesarkan Hari Besar Keagamaan

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam membesarkan hari besar keagamaan. Hal tersebut disampaikan pada acara markombur yang disiarkan langsung oleh TVRI Sumut pada Jumat, 24 Maret 2023. Dalam acara tersebut, tema yang diangkat adalah “Peran Pemerintah dalam Memfasilitasi Hari-hari Besar Keagamaan”. Dr. Akmaluddin Syahputra, selaku ketua MUI Sumut bidang Infokom, mengungkapkan bahwa negara Indonesia telah memberikan perhatian besar terhadap hari raya keagamaan di Indonesia. Terbukti dari 15 momen hari-hari besar yang menjadi libur nasional, sebelas di antaranya merupakan hari libur keagamaan, di mana lima di antaranya terkait dengan kegiatan keagamaan Islam.

Dr. Akmal juga mengatakan bahwa MUI Sumut sebagai mitra sejajar pemerintah haruslah pandai bersikap sebagaimana mestinya. “Mengutip perkataan Buya Hamka bahwa ulama/tokoh agama seperti kue bika, yang dibakar di atas dan di bawah. Ulama atau tokoh agama sebagai penyambung lidah masyarakat ke pemerintah serta menyambung program-program pemerintah ke masyarakat”, ucap Dr. Akmal.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprovsu, Muhammad Rahmadani Lubis, SE., M.M. atau yang biasa disapa Dani Lubis, menyampaikan bahwa Pemprovsu telah memberikan perhatian serius dan dukungan kepada seluruh agama yang ada di Sumut. Pemprovsu telah memfasilitasi pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah di seluruh wilayah Sumatera Utara. Gubernur juga turut berpartisipasi dalam kegiatan hari besar keagamaan. Sebagai contoh, tahun lalu, di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, telah diadakan kegiatan buka bersama selama satu bulan penuh.

Atas hal tersebut, Dr. Akmaluddin mengapresiasi Pemprovsu yang telah memberikan perhatian kepada seluruh pemeluk agama dan memberikan fasilitas dalam menyiar agama, baik dari tingkat nasional, level provinsi, kabupaten/kota, bahkan kecamatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bahkan memberikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah. Namun, ia berharap Pemprovsu tidak hanya membangun fisik rumah ibadah, tetapi juga membangun jiwa dan akhlak generasi muda.

“Saat ini, media sosial menjadi kawan sekaligus musuh utama generasi muda. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat proaktif dalam memantau aktivitas generasi muda di media sosial, terutama dalam hal pornografi, video porno, dan judi online,” Harap Dr. Akmal. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Bagikan Ifthar untuk Mahasiswa Kader Ulama

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) melalui Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) mengadakan acara berbagi ifthar untuk para santri Perguruan Tinggi Kader Ulama MUI Sumut pada Kamis, (23/3) di Kedai Wakaf. Acara ini akan dilaksanakan selama bulan Ramadhan 1444H dan terbuka untuk siapa saja yang ingin berbuka puasa di MUI Sumut

Direktur P2WP, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum menyatakan bahwa kegiatan berbagi ifthar ini merupakan sunnah Rasulullah yang begitu pemurah serta bentuk solidaritas sesama umat Islam dalam menjaga ibadah puasa. Ifthar hari pertama ini kami menyediakan kue Gogo Bakery, Es Semangka, serta Mie.

“Meskipun yang kami bagikan sederhana, namun insyaAllah bisa memberikan manfaat dan keberkahan dari apa yang telah dibagikan, menjadi pahala bagi donatur dan semangat pula bagi yang mendapatkan ifthar,” ujarnya.

Selain kegiatan berbagi ifthar, MUI Sumut juga menayangkan video ceramah Ramadhan pertama dengan tema “Tata Cara Sahur dan Berbuka Puasa” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Asmuni, MA. Video ceramah berdurasi 14 menit tersebut dapat disaksikan oleh seluruh umat muslim melalui Kanal YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam.

Dr. Akmaluddin berharap kegiatan positif seperti ini terus dilakukan untuk mempererat tali silaturahim dan memperkuat solidaritas umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Kami mesih menerima donatur untuk berbagi selama bulan Ramadhan, isnya Allah dalam waktu dekat kita berbagi sembako kepada warga yang kurang mampu. “Kami mengajak seluruh umat Islam yang ingin turut andil dalam kegiatan ini, boleh datang secara langsung, dan boleh juga berdonasi, kami memiliki tabungan Bank Sumut Syari’ah (Nomor rekening: 61002300015856) atas nama PP Wakaf Produktif MUI Sumut“, ujar Direktur P2WP.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan kepercayaannya kepada P2WP untuk turut andil dalam kegiatan berbagi ifthar. (Yogo Tobing)

Respon MUI Sumut terkait Polemik kagiatan Muzakarah Asean MPTTI ke VII di Medan

muisumut.or.id, Medan, MUI Sumatera Utara memberikan tanggapan/respon terkait polemik kegiatan muzakarah Asean MPTTI ke VII di Sumatera Utara, dengan surat tertanggal 15 Maret 2023 dengan nomor surat B.094/DP-P II/SR/III/2023 sebagai berikut:

  1. Bahwa Keputusan MUI Sumatera Utara yang merekomendasikan : Agar kegiatan MPTT-I tidak dilaksanakan di Wilayah Sumatera Utara adalah disepakati sebagai langkah preventif untuk menghindari kebingungan, keresahan serta menjaga kondusifitas masyarakat. Sikap ini juga merupakan implementasi dari tugas dan fungsi MUI dalam menjaga umat (himayah al-ummah) dan mitra pemerintah (shadiqul hukumah). Adapun dasar-dasar pertimbangannya antara lain :

a. Banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat dan meminta MUI Provinsi Sumatera Utara untuk memberikan pendapat terkait materi yang disampaikan oleh Syekh Amran Waly al-Khalidy dalam Muzakarah di Asrama Haji Medan pada Rabu, 14 September 2022  yang telah menuai kontroversial yakni tentang Selebaran dan penjelasan Al Ihsan yang menyatakan “Muhammad itu Allah” karena Muhammad  tidak ada wujud pada dirinya, wujudnya adalah limpahan dari wujud Allah” (Lembaran, Terlampir). Sementara itu, pernyataan Muhammad itu Allah tidak ditemukan dalam kitab-kitab mu’tabar.

b. Mencermati Taushiyah MPU Provinsi Aceh Nomor : 7 Tahun 2020 tentang Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) tanggal 29 September 2020 (Terlampir) yang telah digugat sampai ke tingkat Kasasi di Mahkamah Agung dan Keputusan  Mahkamah Agung RI menolak permohonan kasasi dari pemohon Kasasi H. Kamaruzzaman, S.Pd.I., MM. (Terlampir)   

c. Mencermati Rekomendasi MUI Provinsi Gorontalo Nomor: A-010/Rekomendasi/DP-MUI/GTO/IX/2022  tanggal 19 September 2022. (Terlampir).

d. Hasil telaah Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara terhadap Penafsiran Qul Huwallahu Ahad oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Nomor : 02/KF/MUI-SU/X/2022 tanggal 25 Oktober 2022. (Terlampir)

e. Hasil telaah Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara terhadap Penafsiran Qul Huwallahu Ahad oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Nomor : 02/KF/MUI-SU/X/2022 tanggal 25 Oktober 2022. (Terlampir)

f. Kesepakatan Bersama MUI Sumatera Utara dengan Ormas-ormas Islam Tingkat Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 1 Maret 2023 (Terlampir).

2. Bahwa pada Rabu, 8 Maret 2023 secara resmi MUI Provinsi Sumatera Utara telah melakukan pertemuan dengan perwakilan MPTT-I yakni: 1. Tgk. Syukri Daud (asal Provinsi Aceh) 2. Tgk. Sayed Muhsin  3. H. Taufiqurrahman, SH., MM (Ketua MPTT-I Sumatera Utara) 4. H. Ridho, 5. Hafiz Zuhdi, SH/Tim Advokad MPTT-I. 6. Edwin, 7. Tgk. Mahbub, 8. Tgk. Abi Wahyu (asal Provinsi Aceh) dan 9. Hadhrami Hamid Habib (Medan). Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Intelkam Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Wakil Kepala Bintal Kodam I BB serta Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara. Saat berdialog dengan perwakilan MPTT-I, MUI Sumatera Utara telah menjelaskan alasan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusannya.

3. Bahwa pada hari Selasa, 14 Maret 2023 Gubernur MPTT-I Sibolga Tapanuli Tengah bersama Tuan Guru H. Muhammad Saleh dari Malaysia telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum MUI Sumatera Utara dan Komisi Fatwa yang juga membahas tentang pernyataan Syekh H.  Amran Waly al-Khalidy  sebagaimana dimaksud pada poin 1 bagian (a) di atas.

4. Bahwa dalam Koordinasi Gerakan (Tansiq al-Harakah) dan sinergi  MUI sebagai lembaga, pada prinsipnya apa yang telah diputuskan MUI  satu Daerah tentang suatu masalah adalah berlaku  dan dapat dijadikan pedoman oleh MUI  Daerah lainnya.

5. Berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara pada Rabu, 15 Maret 2023 menyepakati bahwa tidak lagi dilakukan pertemuan untuk audiensi sebagaimana perihal surat Saudara, cukup dengan memberikan penjelasan tertulis tentang dasar-dasar pertimbangan dan sikap MUI Sumatera Utara sebagaimana dijelaskan pada poin 1 (satu) di atas.

Muzakarah MUI Sumut Selama Ramadan 2023

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) telah menyiapkan diri untuk menyelenggarakan muzakarah Komisi Fatwa pada setiap hari Ahad selama bulan Ramadan yang suci. Jika pada bulan-bulan lainnya hanya dilaksanakan sekali dalam satu bulan, maka selama Ramadan, kegiatan ini akan dilakukan secara teratur setiap ahad.

Muzakarah pertama diadakan pada Ahad, 26 Maret 2023, menghadirkan Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA sebagai pemateri untuk membahas topik menarik seputar “Ramadhan Bulan Membangun Fisik dan Mental”. Tak hanya itu, topik lainnya yang akan dibahas adalah “Hukum Qada, Kaffarah dan Fidyah Puasa” yang akan disampaikan oleh H. M. Nasir, Lc, MA.

Muzakarah kedua akan dilaksanakan pada Ahad, 02 April 2023, dan akan diisi oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA, yang akan membahas topik menarik seputar “Pemahaman Tadarus Al-Quran di Bulan Ramadhan”. Selain itu, akan ada Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sumut, Prof. Dr. Ir H Basyaruddin MS yang akan membahas “Alquran dan Teknologi”.

Muzakarah ketiga dilaksanakan pada Ahad, 09 April 2023, dan akan menghadirkan Prof. Dr. Yuslem MA sebagai pemateri dengan topik menarik seputar “Menggapai Lailah Al Qadr dengan Iktikaf”. Selain itu, dalam muzakarah ini juga akan dibahas topik menarik lainnya yaitu “Zakat Fitrah dan Harta (mal)” yang akan disampaikan oleh Drs. Musaddad Lubis, MA.

Muzakarah keempat akan dilaksanakan pada Ahad 16 April 2023, dan akan menghadirkan Dr. Husnel Anwar Matondang sebagai pemateri dengan topik menarik seputar “Konsep Idul Fitri Sebagai Hasil Dari Pembinaan Ibadah Ramadhan”. Selain itu, dalam muzakarah ini juga akan dihadirkan Dr. Iqbal Habibi Siregar M.Pd.I untuk membahas “Puasa Sunnah Syawal dalam Islam”.
Bagi umat Islam yang ingin mengikuti kegiatan muzakarah ini, dipersilakan untuk datang ke Aula MUI Sumut yang beralamat di Jalan Majelis Ulama Indonesia, No. 3, Medan. Selain itu, muzakarah ini juga akan disiarkan langsung di channel YouTube dan Facebook MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam, sehingga umat Islam yang berhalangan hadir dapat mengikuti kegiatan ini melalui live streaming. (Yt)