Thursday, March 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 119

Kultum Ba’da Subuh: Dr. Amirsyah Tambunan Memotivasi Para Santri Untuk Masa Depan yang Lebih Baik dan Mengingatkan Dampak Buruk Gadget

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Dr. Amirsyah Tambunan sekretaris jenderal MUI Pusat yang juga merupakan Dosen UIN Syarif Hidayatullah memberikan tausyiah usai salat subuh berjamaah di Masjid Hj. Khadijah, Ahad (12/03). Pesantren Darul Mursyid. Dr. Amirsyah membuka tausyiahnya dengan pesan Jenderal Sudirman yakni, “Kamu itu kalau mau menang harus kuat. Kalau mau kuat harus bersatu. Kalau mau bersatu, hidupkan semangat silaturahim,”

Beliau menyampaikan hal tersebut untuk memotivasi para santri karena masa depan bangsa Indonesia bergantung pada mereka. “Jangan malas, buang rasa malas belajar, bersatu untuk sesuatu yang kebaikan, insyaAllah kita menjadi pemenang,” ungkap Dr. Amirsyah.

Di samping itu, Dr. Amirsyah mengajak para santri agar tidak menyia-nyiakan waktu, mengacu pada Firman Allah dalam surat Al-‘Asr yang menyatakan bahwa manusia yang tidak menghargai waktu akan mengalami kerugian.

“Iman yang hanya menjadi hayalan belaka tidak akan mampu membawa umat ini menuju masa depan yang lebih baik. Karena itu, adik-adik harus serius dalam belajar dan menanamkan rasa keimanan di dalam diri. Jangan khawatir dan jangan merasa cemas, karena waktu yang ada saat ini adalah waktu yang sangat berharga dan mulia. Ingatlah bahwa tidak ada jihad yang lebih mulia selain belajar” ungkap Dr. Amirsyah.

Beliau mengharapkan agar para santri menjadi pribadi yang memiliki karakter dan menjadi teladan bagi orang lain, seperti Nabi Muhammad. Kita harus mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj, di mana Nabi Muhammad melewati ujian yang sangat berat namun berhasil melepaskan diri dari semua rintangan dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dengan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut, para santri diharapkan untuk selalu mengingat rahmat Allah yang jauh lebih besar dari ujian-Nya.

Pada akhir tausiyahnya, Dr. Amirsyah menyampaikan peringatan kepada para santri tentang dampak negatif dari perkembangan teknologi, khususnya gadget. Ia menekankan bahwa para santri belum cukup dewasa dalam mengendalikan dan mengontrol penggunaan gadget, sehingga disarankan untuk tidak bergantung pada gadget. (Yt)

Seminar Nasional Pinbas MUI Sumut, Sinergitas Untuk Bangkitkan Ekonomi Umat

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Pusat inkubasi syariah MUI Sumut menggelar seminar nasional yang bertajuk “Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” pada Sabtu, (11/3) di Gedung Pabrik Kopi Terpadu Pesantren Darul Mursyid, Tapanuli Selatan. Dalam ucapan sambutannya, Ketua PINBAS MUI Sumut, Putrama Alkhairi, menekankan bahwa membangkitkan perekonomian umat menjadi tanggung jawab bersama. Dia menyatakan bahwa tidak mampu mewujudkan tema hari ini tanpa kerja sama dan sinergi yang kuat. Oleh karena itu, Putrama mengajak narasumber dan peserta untuk memberikan ide dan berkolaborasi guna mendorong kemajuan umat

“Kami Pinbas MUI Sumut, tidaklah mungkin bisa mewujudkan tema hari ini jika tidak bersinergi, makanya kami memerlukan ide-ide dari para narasumber dan para peserta sehingga kita bisa berkolaborasi untuk umat,” ucap Putrama.

Pembukaan seminar nasional ini dilakukan oleh Prof. Dr. Asmuni, MA yang mewakili Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Dalam pidatonya, Prof. Asmuni menegaskan bahwa seminar ini sangat krusial karena perekonomian umat harus terus didorong dan diperjuangkan. Umat Islam harus memiliki kekuatan ekonomi yang cukup sehingga persaudaraan di antara sesama muslim semakin kuat.

Dalam acara tersebut, Direktur Pinbas MUI Pusat, Azrul Tanjung, juga hadir sebagai pembicara. Dalam pidatonya, Azrul Tanjung mengajak untuk memperhatikan dengan serius pengembangan ekonomi umat.

Penerapan redistribusi aset di Indonesia menjadi suatu upaya untuk mencegah akumulasi kekayaan yang hanya terpusat pada segelintir individu dan kelompok. Menurut Azrul, hal tersebut untuk memastikan agar seluruh umat dapat menikmati keuntungan dari sumber daya ekonomi.

“Pada kenyataannya, mayoritas umat Islam masih tergolong minoritas dalam hal kepemilikan aset dan penguasaan ekonomi, yang menunjukkan adanya ketidakadilan dalam distribusi kekayaan di Indonesia,” Ucap Azrul Tanjung.

Sebagai direktur Pinbas, Azrul memiliki tekad untuk memanfaatkan potensi kopi yang dihasilkan oleh wilayah pegunungan tempat berdirinya Pesantren Darul Mursyid, sehingga kopi tersebut dapat diangkat ke level internasional. Saya ingin bagaimana memajukan desa ini dibidang kopi, saya akan mencoba dan berusaha untuk membawakan kopi di desa Simanosor ini ke ranah Internasional.

Selain Azrul tanjung, Seminar nasional ini juga menghadirkan Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Amirsyah Tambunan untuk menjadi narasumber. Dr. Amirsyah mengungkapkan bahwa Dari segi teori, ekonomi syariah kita memiliki banyak potensi yang sangat besar. Bukti nyata dari potensi tersebut adalah rilis ratusan fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam rangka mengembangkan ekonomi syariah. Hal ini menjadi solusi yang sangat efektif dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi syariah dapat menjadi pilihan yang tepat dan menjanjikan bagi masyarakat dalam mencapai kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi konvensional. Secara teologi, Islam punya kekuatan, Allah menyuruh kita untuk berniaga, belajar untuk bagaimana berniaga yang halal lagi baik.

Dalam praktik dan strategi, Dr. Amirsyah menambahkan, kita masih mengalami keterbelakangan yang signifikan. Kita mengalami kesulitan untuk bersatu karena kekurangan yaitu kepentingan individualistik yang lebih diutamakan daripada kepentingan bersama.

Selain itu, Dr. Amir mengungkapkan bahwa dalam rangka meningkatkan ekonomi syariah, terdapat tiga faktor kunci yang harus dipertimbangkan, yaitu kekuatan manusia, kekuatan sosial, dan kekuatan sumber daya alam. Jika ketiga faktor ini dapat disinergikan dengan baik, maka akan mungkin bagi kita untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengembangan ekonomi syariah. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Selain Azrul Tanjung dan Dr. Amirsyah Tambunan, seminar nasional ini juga mengundang Kepala Bank Indonesia Sibolga yaitu Yuliansyah Andrias yang membahas perihal “Kebijakan Pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah Bank Indonesia”. Setelah pemaparan dari ketiga narasumber tersebut, acara seminar kemudian di isi oleh CEO Pesantren Darul Mursyud Ja’far Syahbuddin Ritonga yang memaparkan tentang “Succes Story dalam mengembangkan bisnis.”

Di akhir acara, Pinbas MUI Sumut memberikan plakat kepada para narasumber. Kegiatan seminar nasional ini juga ditayangkan secara live di kanal YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam. (YT)

Darul Mursyid, Pesantren Modern Pencetak Intelektual Islam

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Tim media majalah ulama berkunjung ke Pesantren modern unggulan terpadu Darul Mursyid yang berada di Desa Simanosor Julu, Kec. Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebagai pesantren modern, Darul Mursyid memiliki empat tujuan pendidikan. Pertama, Memiliki Aqidah yang kokoh dan pelaksanaan Ibadah yang baik. Kedua, memiliki akhlak yang mulia (Akhlakul Karimah). Ketiga, memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi dan wawasan yang luas. Keempat, memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Teknologi Informasi yang aktif.

Adapun strategi Pesantren Darul Mursyid (PDM) diantaranya: Pertama, sistem penyaringan (filterasi) bertahap. Maksudnya ialah Peserta didik akan berlomba dan berkompetisi dengan tujuan untuk meraih prestasi. Kedua, Darul Mursyid menerapkan Kurikulum 2013 yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan mereka, sehingga mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam kebijakan kurikulum mereka. Ketiga, Sistem pendidikan terpadu. Maksudnya adalah Madrasah Aliyah Darul Mursyid hanya menerima siswa yang telah menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursyid, sehingga tidak membuka kesempatan bagi siswa pindahan dari sekolah lain, termasuk Madrasah Aliyah. Dengan kata lain, Madrasah Aliyah Darul Mursyid eksklusif hanya untuk siswa yang telah menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursyid.

Drs. H. Yusri Lubis selaku direktur mengatakan bahwa para pengajar di PDM kami imbau untuk mengajar sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, setelah santri mendapatkan teori maka harus dibarengi dengan praktik.

“Jadi tidak hanya teori saja yang kami berikan, contohnya seperti pelajaran biologi terkait tumbuh-tumbuhan, nah kami langsung ajak ke lapangan atau ke laboratorium, itu rutin dilakukan”. Ucap Drs Yusri.

Dalam upaya menciptakan intelektual yang Islami, Drs. H. Yusri Lubis menyadari bahwa memimpin Pesantren Darul Mursyid (PDM) tentu memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada.

“Kami berkomitmen untuk menyampaikan pemahaman yang jelas dan efektif tentang konsep pesantren sains kepada masyarakat, dengan tujuan utama menciptakan intelektual yang Islami yang dapat menjadi teladan bagi generasi mendatang. Karena kami memiliki tekad dan tujuan untuk membantu Pesantren Darul Mursyid (PDM) mencetak santri yang dapat menjadi tenaga profesional di bidangnya dengan didukung oleh iman yang kuat dan kokoh,” ungkap Drs. Yusri.

Drs. Yusri juga mengakui bahwa pesantren ini memiliki keunikan dalam rekrutmen pengajar, yaitu selalu membuka lowongan bagi fresh graduate sebagai tenaga pengajar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk menjaga konsistensi sistem pendidikan di Pesantren Darul Mursyid (PDM), mengingat kemungkinan terjadinya perbedaan pandangan dan konflik antara guru yang sudah memiliki pengalaman dengan sistem pendidikan yang diterapkan di PDM.

Terkait pesantren ini, Sekretaris Umum MUI Sumut Prof. Dr. Asmuni, MA juga terkesan dengan Pesantren Darul Mursyid. Prof Asmuni mengaku bahwa pada kesempatan pertama saya melihat Pesantren ini, saya sangat terkesan dengan lingkungannya yang asri, tenang, dan kompleks yang bersih dan nyaman, sehingga proses belajar mengajar di Pesantren Darul Mursyid (PDM) dapat berjalan lebih efektif.

“Para santri di PDM menunjukkan manajemen yang sangat baik, di mana segala sesuatunya diatur dengan rapi. Contohnya, pada pagi hari ketika sarapan, perilaku seluruh santri sangat sopan dan teratur, seperti ketika meletakkan sandal saat akan melakukan salat, atau ketika masuk ke kamar mandi,” ungkap Prof. Asmuni. (YT)

Tim Majalah Media Ulama Kunjungi Masjid Sri Alam Dunia, Salah Satu Masjid Bersejarah di Sipirok

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Tim majalah media ulama MUI Sumut bertolak ke Tapanuli Selatan pada Jumat pagi (10/3). Rustam MA, pemimpin redaksi Media Majalah Ulama mengatakan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan salah satu daerah yang cukup menarik untuk dieksplorasi. Tempat pertama yang menjadi tujuan tim majalah media ulama adalah mengunjungi Masjid Sri Alam Dunia di Kelurahan Sipirok Godang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Menurut pengakuan Siregar, Jamaah masjid tersebut yang pernah menjadi Ketua BKM selama 30 tahun, Masjid ini dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat setempat pada tahun 1926.

“Ini dibangun oleh masyarakat setempat dulunya, tidak pernah saya dengar ada siapa sosok utama yang mendirikan masjid ini, sepanjang pengetahuan saya, ini hasil dari gotong royong masyarakat setempat dulunya.”

Masjid Sri Alam Dunia memiliki ciri khas yang unik, dengan ornamen arab melayu yang menawan di dalamnya. Keberadaannya menjadi saksi bisu dan bukti sejarah tentang kemegahan dan ketekunan beribadah warga setempat dari generasi ke generasi.

Siregar menambahkan, Masjid Sri Alam Dunia memiliki dimensi kurang lebih 20×20 meter dan dilengkapi dengan 6 menara atau kubah. Selain itu, terdapat 5 pintu masuk yang menandakan kepemilikan dan kebanggaan bersama antara warga setempat selama pembangunan masjid.

Ia juga menyampaikan, masjid ini dibangun oleh beberapa kelompok warga termasuk warga Hutasuhut di Kelurahan Hutasuhut, warga Desa Pangurabaan, warga Desa Bagas Lombang, warga Banjar Toba, dan warga Bagas Nagodang di lokasi pembangunan masjid.
Dulunya, jamaah memiliki tradisi untuk membunyikan gong menjelang waktu salat yang dapat di dengar sampai ke kejauhan.


“Gong yang pertama kali lebih besar dari gong ini, itu sudah hilang tidak tahu kemana, jadi dulu kami memukul gong sebelum dikumandangkannya azan”.
Hal ini bahkan menjadi patokan bagi beberapa warga yang akan menghentikan aktivitasnya untuk menunaikan shalat atau beristirahat saat waktu shalat tiba. (YT)

MUI Sumut dan Ormas Islam Sepakat Muzakarah MPTTI Se-Asean Tidak dilaksanakan di Sumut

muisumut.or.id-Medan, Pada 13-15 Maret 2023 mendatang, Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) berencana akan melaksanakan Acara berzikir untuk Rateeb seribu untuk Indonesia damai serta muzakarah ASEAN KE VII MPTT-I di Istana Maimun Medan yang pada awalnya direncanakan di lapangan benteng Medan.

MPTT-I sebelumnya telah melaksanakan Muzakarah di Asrama Haji Medan pada Rabu, 14 September 2022 yang pada saat acara berlangsung diedarkan selebaran yang salah satu isinya menyatakan bahwa “Muhammad itu Allah” karena Muhammad tidak ada pada wujud pada dirinya, wujudnya adalah limpahan dari wujud Allah.” Acara yang langsung dihadiri langsug 10 orang pengurus MUI SU dan Ketua Umum MUI SU H. Maratua Simanjuntak sebagai Keynote Speaker mempertanyakan langsung kepada Syekh H. Amran Waly al-Khalidy. Acara tersebut dengan selebaran yang muncul menimbulkan kontroversial di masyarakat khususnya yang hadir dari berbagai kalangan.

Hingga akhirnya Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara diminta untuk melakukan kajian terhadap MPTT-I. Salah satu data yang diperoleh ternyata di Aceh MPU telah sejak lama mengeluarkan Taushiyah Nomor: 7 Tahun 2020 tentang Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) pada tanggal 29 September 2022 yang isinya “Meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menghentikan semua kegiatan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) yang diasuh oleh Abuya Syech Haji Amran Waly Al-Khalidy”.  Disamping itu, MUI Provinsi Gorontalo juga telah menerbitkan Rekomendasi juga tentang MPTT-I dengan Nomor: A-010/Rekomendasi/DP-MUI/GTO/IX/2022  tanggal 19 September 2022.

Maka untuk menyikapi itu semua, Pada Rabu 1 Maret 2023 MUI Sumatera Utara menggelar Rapat Bersama dengan Ormas Islam Tingkat Sumatera Utara menyikapi hal tersebut sehingga diperoleh kesepakatan : 

1.         Demi untuk terciptanya masyarakat yang aman, damai serta mencegah  terjadinya hal-hal yang berdampak kepada terganggunya kondusifitas masyarakat, maka Acara Berzikir Untuk Rateeb Seribu Untuk Indonesia Damai Serta Muzakarah Asean Ke VII MPTT-I Pada 13-15 Maret 2023  dan segala kegiatan pengajian MPTT-I lainnya tidak dilaksanakan di Wilayah  Sumatera Utara.

2.         Meminta kepada Gubernur, Kapolda, Kajati Sumatera Utara dan Pangdam I BB untuk tidak memberi izin pelaksanaan acara tersebut sebagai langkah preventif untuk mencegah timbulnya kemafsadatan (kerusakan) yang akan mengganggu ketertiban, ketenteraman, kerukunan, kondusifitas serta stabilitas masyarakat di Sumatera Utara.

Ketua  Umum  MUI Sumatera Utara menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan karena tugas MUI sebagai pelayan umat (khadimul ummah) atas berbagai persoalan umat yang berkaitan dengan Agama serta pada saat yang sama sebagai mitra pemerintah (shadiqul hukumah) untuk bersama-sama menjaga dan memelihara  ketertiban, kerukunan serta kondusifitas masyarakat. Ormas Islam juga punya tanggungjawab yang sama, ungkapnya.

Karena itu lah kita tidak ingin di Sumatera Utara terjadi kericuhan akibat pelaksanaan acara ini karena sudah banyak yang menanyakan ke MUI Sumatera Utara bagaimana sikap MUI tentang acara tersebut. Ujarnya

Ini adalah Langkah preventif agar semua kita damai, rukun, tidak ada kekisruhan di umat. Sebab Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara juga sudah memberikan Laporan Kepada DP MUI Sumatera Utara dengan kesimpulan “  Bahwa untuk menghindari kebingungan, keresahan, serta menjaga kondusifitas masyarakat terkait ajaran yang disampaikan pada pengajian MPTT-I, maka pengajian tersebut direkomendasikan untuk tidak dilaksanakan di Wilayah Provinsi  Sumatera Utara”

Kami menghimbau kepada panitia MPTT-I agar rela untuk tidak melaksanakan acara MPTTI tersebut di Sumatera Utara agar terciptanya kedamaian dan kondusifitas masyarakat. Mari sama sama kita jaga Sumut ini.

Maratua juga menghimbau bahwa masyarakat tidak boleh bertindak sendiri terkait ini, biarlah pihak yang berwenang yang melakukan tugasnya untuk menjaga ketertiban masyarakat. Pungkasnya (Yogo Tobing)

PINBAS MUI Sumut Hadirkan Sekjen MUI dan Direktur PINBAS Pusat Pada Acara Seminar Nasional di Pesantren Darul Mursyid

0

Muisumut.or.id-Medan, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) akan mengadakan seminar nasional bertajuk “Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” bertempat di Pesantren Darul Mursyid, Sipirok, pada Sabtu 11 Maret 2023. Putrama Alkhairi, selaku ketua PINBAS mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mendapatkan gagasan penguatan UMKM dan pengembangan Ekonomi Syariah di wilayah Sumatera Bagian Tenggara (Sumateng).

“Setidaknya ada tiga tujuan intinya, yaitu untuk medapatkan informasi tentang kebijakan nasional pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan umkm mui pusat, mendapatkan model penguatan UMKM berbasis syariah di wilayah Sumateng dan yang terakhir untuk membangun kalaborasi penguatan UMKM berbasis syariah di wilayah Sumatera Bagian Tenggara.


Tampak serius, PINBAS MUI Sumut menghadirkan langsung Sekjen MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan MA, Direktur PINBAS MUI Pusat M. Azrul Tanjung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga dan CEO Pesantren Darul Mursyid sebagai narasumber. Putrama juga mengatakan ada tiga agenda penting dalam seminar tersebut. Pertama, tetang seminar penguatan UMKM, dilanjutkan dengan Bazar UMKM, Pencanangan pusat kebangkitan ekonomi syariah di Sumatera Tenggara.


PINBAS MUI Sumut juga mengundang sembilan tamu penting pada acara tersebut, meliputi Ketua Umum MUI Sumut, Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Sekretaris Umum MUI Sumut, Bendahara Umum MUI Sumut, Pengurus PINBAS MUI Kab/Kota, Ketua MUI Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera Bagian Tenggara, Sekretaris MUI Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera Bagian Tenggara, Rektor Perguruan Tinggi Wilayah Tabagsel, Ketua/Sekretaris Komisi Ekonomi MUI Sumut dan Pimpinan Ormas Islam Wilayah Tabagsel. Selain itu, PINBAS MUI Sumut juga akan menyiarkan secara langsung acara seminar nasional ini di YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam agar bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.


Di samping itu, Putrama Alkhairi menambahkan bahwa PINBAS berperan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis syariah, dengan tujuan untuk menciptakan ekosistem dunia usaha muslim yang berbasis syariah.
Langkah-langkah yang diambil meliputi pembinaan, pelatihan, pemberdayaan, manajemen, penciptaan sarana dan prasarana, serta pengembangan teknologi. Selain itu, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah juga diharapkan dapat menginspirasi sejarah dan memberikan motivasi bisnis yang lebih kuat bagi UMKM dan Koperasi yang ingin menjalankan bisnis berbasis syariah dengan lebih terukur dan sukses. Tujuan utama dari gerakan ini adalah fokus pada produksi yang berkualitas dan dapat diterima oleh pasar.


Pada dasarnya, upaya untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat manusia bukanlah hal yang baru. Namun, diperlukan kreativitas dan kecerdasan dalam mengatasi tantangan ini agar dapat menemukan solusi yang memadai. (Yogo Tobing)

Ketibaan Tim Majalah MUI Sumut di Sambut Hangat Oleh MUI Padang Sidempuan

0

Muisumut.or.id-Padang Sidempuan, Tim Majalah MUI tiba di kantor MUI Padang Sidempuan pada Kamis, pukul 08.00 WIB (9/3). Kedatangan tersebut disambut hangat oleh enam pengurus MUI Padang Sidempuan yakni Drs. H. Syahid Muammar Pulungan, SH, Firmansyah Pasaribu, SH.i, Dra. Hj. Wasliah Lubis, S.Pd, MA. Ir.H. Abdul Rahim Nasution, Romi Iskandar, SH., Ganti Tua Siregar, SKP Ns, MPH, Andri Mulyadi Sihite, S.Pdi.

Pada awal pertemuan, Rustam Pakpahan selaku pemimpin redaksi majalah media ulama mengatakan ingin meliput seputar situs, tokoh, bahkan kendala yang dihadapi oleh umat Islam di kota Salak tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Drs. Syahid Muammar mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim media majalah ulama yang telah menjadikan Kota Padang Sidempuan menjadi objek liputan. “
Kami melihat bahwa majalah ini sebetulnya anak dari ibunya ilmu. Perpustakaan merupakan ilmu, anaknya diantaranya majalah. kami sangat bersyukur daerah kami ini menjadi objek. tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ucapnya.

Belakangan ini, Padang Sidempuan dihebohkan dengan viralnya video di facebook terkait perayaan ulang tahun dari sekelompok LGBT di salah satu cafe. Syahid Muammar mengaku, bahwa seluruh yang terlibat dalam acara tersebut sudah dipanggil oleh Kepolisian setempat.

“Terkait itu kami sudah berkumpul, baik tokoh agama yang Islam maupun yang jok Islam, sudah kami berikan nasihat secara persuasif kepada mereka agar tidak melakukan hal serupa,” ungkapnya.
Usai berdiskusi, MUI Kota Padang Sidempuan mendampingi tim media majalah ulama untuk melakukan peliputan ke dua tempat situs Islam yakni makam Syekh Zainal Abidin dan mendatangi Masjid peninggalan beliau, serta mengunjungi masjid peninggalan syekh Islam Maulana yang didirikan pada tahun 1889.

Rustam Pakpahan, MA mengatakan hasil peliputan akan diolah dengan sebaik mungkin untuk disajikan dalam liputan majalah media ulama edisi kelima “Kami tim majalah akan mengolah hasil liputan dengan maksimal, termasuk tentang biografi tokoh-tokoh Islam yang ada di Padang Sidempuan”. Ucap Rustam.

PAK MARATUA SIMANJUNTAK: MATANG DALAM ORGANISASI

0

Dr. Irwansyah, M.H.I, Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sumut, Sekretaris Lembaga Hisab dan Rukyah Pengurus Besar  Al Jam’iyatul Washliyah, Wakil Bendahara Dewan Fatwa  Al Jam’iyatul Washliyah Pusat. Email:irwansyah.mui@gmail.com

Dahulu, penulis pernah bincang-bincang dengan almarhum Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, guru penulis mambahas sosok tokoh-tokoh di Sumatera Utara yang tergabung di jajaran MUI Sumatera Utara. Muncul beberapa tokoh yang cukup dianggap punya pengaruh dan pernah menempati posisi-posisi penting di level Provinsi. Satu persatu Ustaz Ramli waktu itu mengulas dan memperkenalkan kepada penulis selaku muridnya. Sampailah pada nama Pak Maratua yang pada saat itu posisinya sebagai Wakil Ketua Umum di MUI Sumatera Utara. Terhadap Pak Maratua Ustaz Ramli bilang  diakhir kalimatnya “Pak Maratua itu, matang dalam organisasi”, sebelum di MUI dia pernah menjadi anggota Dewan, pernah menjadi politisi, menjabat di BAZDA Sumatera Utara (Sekarang-BAZNAS). Itu adalah kalimat yang langsung terlontar dari bibir almarhum Ustaz Ramli ketika itu.  

Hal ini semakin terlihat jelas bagi penulis ketika pak Maratua menjabat sebagai Ketua Umum MUI Sumatera Utara. Dimana penulis sendiri sebagai salah seorang unsur Sekretaris yang membidangi Fatwa. Kelihatan dalam berbagai Rapat dan Sidang-sidang Pleno bahwa dalam mengambil kebijakan khususnya dalam bidang tatakelola organisasi, Pak Maratua selalu menonjolkan kefahamannya tentang aturan organisasi sebagai pedoman dasar yang harus diikuti dan dipatuhi.

Penulis sejujurnya tidak terlalu banyak bergaul dengan beliau, mengingat usia penulis yang masih dini dan relatif baru bergabung di MUI sebagai pengurus, sementara beliau sudah sangat senior sekali tentulah tidak banyak pengalaman yang bisa disampaikan. Sebagai generasi muda, saya tahu bahwa Pak Maratua itu seorang tokoh yang pernah menduduki jabatan-jabatan strategis “Lintas Dimensi”. Mengapa penulis menyebutnya “Lintas Dimensi”, sebab sebahagian jabatan yang diembannya murni tidak dibidang Agama seperti Partai Politik dan Wakil Rakyat di DPR. Tentu posisi ini nuansanya akan sangat jauh berbeda dengan suasana dalam ormas Islam yang potret luar dalamnya adalah berbasis Agama. Saat menduduki posisi itu, dia tergolong suskes dan ketika menduduki   posisi murni Agama seperti di BAZDA Sumatera Utara dan kemudian akhirnya menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, ini tidak mudah untuk menyesuaikan diri, baik secara managerial maupun dalam bersikap. Tercatat, bahwa pak Maratua lama dipercaya sebagai Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama(FKUB) Level Sumatera Utara, yang ini juga tidak lah mudah bagi seorang Muslim untuk bisa memimpin orang-orang/tokoh Lintas Agama yang tentu beda prinsip dan keyakinan. Melihat dari posisi lintas dimensi yang bisa diembannya, maka wajar jika almarhum Ustaz Ramli Abdul  Wahid menyebutnya “matang dalam organisasi”. Matang dalam organisasi bukan berarti hanya kemampuan managerial saja, namun bagaimana memposisikan diri serta penyesuaian  dalam suasana yang mungkin berbeda prinsip, beda karakter, adalah satu kemampuan yang belum tentu dimiliki semua orang.

Sebagai generasi muda diusia dini seperti penulis yang masih 30-an, jejak kemampuan Pak Maratua dalam organisasi, perlu menjadi contoh untuk penulis bisa menata masa depan yang kelak diusia tua juga mungkin punya peluang yang sama. Semoga beliau sehat selalu. Amin []

Medan, 30 Januari 2023

Irwansyah

Tim Majalah MUI Sumut Berangkat Ke Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan

muisumut.or.id, Medan – Tim majalah Media Ulama MUI Sumut yang berada di bawah naungan bidang Infokom MUI Sumut kembali melaksanakan kegiatan liputan untuk majalah edisi ke-5, Rabu (8/3).

Peliputan yang dilakukan dari 8-13 Maret ini bertujuan untuk meliput berbagai situs sejarah Islam yang ada di wilayah Tapanuli.

Diketuai oleh Rustam Pakpahan MA, selaku Pimpinan Redaksi, didampingi oleh Sekretaris Komisi Infokom Ali Suman Daulay, Yogo Pamungkas L. Tobing, S. Ikom, Mulyo Ponconiti, Spd, Ari Syahputra, S.Kom.

Rustam menyampaikan bahwa dipilihnya wilayah Tapanuli selatan dan Padang Sidempuan sebagai lokasi peliputan karena daerah tersebut memiliki kultur keislaman yang menarik.

“Masyarakat di Kedua daerah tersebut terbilang heterogen, serta memiliki kultur keislaman yang menarik,” ucapnya.

Di samping itu, Ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, Akmaluddin menyampaikan bahwa Bidang Infokom memiliki program liputan ke daerah kab/kota se-Sumatera Utara yang dilaksanakan secara periodik sesuai dengan kebutuhan.

“Peliputan majalah merupakan agenda rutin Bidang Infokom, hingga saat ini, bidang infokom sudah menerbitkan majalah sebanyak empat kali terhitung dari tahun 2020” ucapnya.

Akmaluddin berharap tim majalah dapat mengolah hasil liputan tersebut untuk disajikan sebagai liputan utama pada majalah edisi kelima. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Kirimkan Donasi untuk Korban Gempa ke Keduataan Republik Arab Suriah

muisumut.or.od, Medan, Selasa 7 Maret 2023, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara Kirimkan Donasi untuk korban gempa ke Kedutaan Republik Arab Suriah di Jakarta. Bantuan untuk Korban Gempa Suriah disampaikan oleh Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara DR H Maratua Simanjuntak ke rekening Kedutaan Besar Republik Arab Suriah Bank BRI Kantor Cabang Warung Buncit Nomor rekening : 0341.01.001248.56.8

Donasi bantuan kemanusiaan dari MUI tersebut dikoordininir oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (HLNKI MUI-SU) KH Akhyar Nasution.

Mewakili MUI-SU, KH Akhyar yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Alumni al-Syam Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Koordinator Al-Syam Pulau Sumatera, dan didampingi Ketua Komis HLNKI MUI-SU H Abdi Syahrial Harahap Lc MA dan Sekretaris Komisi DR H Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak. CA. M.Ak CIPSAS, melakukan sambungan seluler kepada Duta Besar Republik Arab Suriah di Jakarta Mr. Abdulmonem ‘Annan.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Arab Suriah secara resmi menyampaikan nota diplomatik permohonan bantuan kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia terkait gempa Suriah, Senin 6 Februari 2023 dini hari.

Dalam sambungan telephon Duta Besar mengatakan pemerintah Suriah sangat mengapresiasi pemberian bantuan tersebut.
Beliau menyatakan bantuan ini sangat bermanfaat dan menunjukkan persaudaraan muslim yang erat antara kedua negara, meskipun secara geografis letak kedua negara berjauhan.
Pembicaraan antara Pengurus HLNKI dan Duta Besar selama lebih kurang sepuluh menit sangat akrab, disamping sudah saling kenal Komisi Luar Negeri juga sudah berkunjung ke Kedutaan Suriah pada 17 November 2022 yang lalu.

Bantuan ditransfer langsung oleh Bendahara Umum MUI-SU, Drs H Sotar Nasution M.HB berupa uang tunai sebesar Rp. 35.750.000,- (tiga puluh lima juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) terkumpul dari pengurus MUI-SU, dan berbagai sumber terutama dari Keluarga Besar Haji Dhuyufur Rahman Kota Medan.

Gempa yang mengguncang bagian utara Suriah merenggut korban jiwa lebih dari 5.000 orang. Sejauh ini terkonfirmasi tidak ada WNI yang menjadi korban gempa di sana.

Kontributor: KH Akhyar Nasuion / Kabid HLNKI MUI-SU