Sunday, July 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 119

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H: MUI Sumatera Utara Mengajak Umat untuk Semangat Hijrah

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar acara Zikir dan Muhasabah yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara. Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa, 01 Muharram 1445 H/18 Juli 2023 M, dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, dan berlokasi di halaman Kantor MUI Sumatera Utara.

Acara ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di Sumatera Utara untuk merefleksikan diri, memperkuat semangat hijrah, dan memperbaiki kualitas kehidupan beragama. Dalam acara tersebut, Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara menghadirkan Pentausyiah Dr. Sugeng Wanto sebagai pembicara utama yang memberikan tausyiah mengenai tema berhijrah dalam menyambut tahun baru Hijriyah.

Dalam acara tersebut, Pentausyiah Dr. Sugeng Wanto memberikan tausyiah yang mengangkat tema semangat hijrah sebagai fokus utama dalam menyambut tahun baru Hijriyah. Ia menekankan bahwa tahun pertama hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting dalam sejarah perkembangan Islam. Hijrah tersebut dari Makkah ke Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah, menjadi titik awal bagi kemajuan dan peradaban Islam yang dihormati oleh umat manusia di seluruh dunia hingga saat ini.

Dr. Sugeng Wanto juga menekankan pentingnya berhijrah dalam berbagai aspek kehidupan. Selain berhijrah dari perbuatan yang dilarang menjadi perbuatan yang diperintahkan oleh Allah, kita juga perlu berhijrah dari sifat-sifat yang dibenci Allah menuju sifat yang diridhoi-Nya. Dalam bidang ekonomi, Dr. Sugeng Wanto mendorong kesadaran untuk berbelanja di tempat saudara sendiri, yang dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam bazar UMKM yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia. Dengan demikian, ekonomi umat dapat semakin meningkat.

Selain itu, dalam bidang politik, Dr. Sugeng Wanto menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan iman dan ketaqwaan, bukan hanya berdasarkan pertanyaan sepele. Ia mengajak untuk menyosialisasikan hal ini agar umat Islam dapat berkuasa di negeri ini, dipimpin oleh pemimpin yang beriman, sholeh, dan berpihak kepada Islam.

Dr. Sugeng Wanto memberikan contoh kisah hijrah Nabi dan sahabat sebagai motivasi. Salah satu contoh yang disebutkannya adalah Abdurrahman bin Auf, yang ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, memperoleh keberuntungan karena persatuan dan kesatuan umat Islam. Abdurrahman bin Auf yang semula konglomerat di Makkah, berhasil membangun usaha di Madinah dengan bantuan saudaranya, Saad bin Rabi. Dalam tausyiahnya, Dr. Sugeng Wanto mengajak semua umat Islam untuk saling mendukung dan memperbesar saudara sendiri, menghindari persaingan yang tidak produktif.

Dr. Sugeng Wanto juga menekankan bahwa Allah akan meluaskan rezeki bagi siapa pun yang berhijrah di jalan-Nya. Ia meyakinkan bahwa jika kita berhijrah dari kemaksiatan menuju perbuatan baik, Allah akan menjauhkan kita dari kemaksiatan tersebut dan memberikan rezeki yang berlimpah. Dr. Sugeng Wanto berpesan bahwa semangat berhijrah ini harus kuat dalam kehidupan kita, terutama dalam menyambut tahun baru Hijriyah ini. Ia berharap agar umat Islam semakin berjaya, kuat dalam kebersamaan, dan mengalami kemajuan yang signifikan pada tahun 1445 Hijriyah ini, terutama dalam aspek kebangkitan dan keberhasilan umat Islam di Indonesia. (Yogo Tobing)

Hijrah dan Pengorbanan: Tausyiah Prof. Dr. Muzakkir M. Ag di Peringatan Tahun Baru Islam”

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka memperingati tahun baru Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menghadirkan Tausyiah yang menginspirasi dari Prof. Dr. Muzakkir M. Ag. Dalam tausyiahnya, beliau menyoroti dua nikmat utama yang patut disyukuri, yakni nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang yang memungkinkan kita hadir dalam peringatan ini.

Mengangkat tema hijrah, Prof. Muzakkir menekankan pentingnya pesan muhasabah dan pengorbanan dalam diri. Menurutnya, hijrah adalah bentuk jihad diri yang mendorong kita untuk terus berbenah diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Beliau menekankan pentingnya pengorbanan dan jihad diri dalam menjalani ajaran Islam dengan sebenar-benarnya.

Semangat pengorbanan menjadi sorotan utama dalam peringatan Muharram ini. Prof. Muzakkir mengajak umat Islam untuk bersatu dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik. Beliau meyakinkan bahwa dalam perjuangan dakwah, ujian dan ancaman mungkin tak terhindarkan, namun keyakinan yang teguh kepada Allah akan mampu mengatasi segala cobaan tersebut.”Kita harus menegakkan yang benar, Allah akan menolong kita dari tantangan-tantangan berdakwah,” tegas Prof. Muzakkir.

Prof. Muzakkir juga mengajak hadirin untuk memahami konsep istidraj, yaitu rahmat Allah yang memberikan kesempatan bagi orang-orang yang berpaling dari kebenaran untuk sementara waktu, sebelum azab-Nya benar-benar menimpa mereka. Dalam konteks yang lebih luas, beliau menekankan pentingnya berhati-hati dan selalu berada di jalan yang benar agar tidak terjatuh dalam istidraj.

Lebih lanjut, tema Muharram kali ini, yaitu ‘masjid sebagai pusat perubahan,’ juga menjadi perhatian beliau. Prof. Muzakkir menekankan pentingnya masjid sebagai tempat yang tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga menciptakan peradaban yang maju dan berkualitas.

Di akhir tausyiahnya, Prof. Muzakkir mendorong semua peserta peringatan untuk menjadikan hidup bermakna dan bermanfaat bagi sesama. Beliau menekankan bahwa sebagai manusia yang beriman, tugas kita adalah memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan begitu, kita menjadi manusia yang terbaik di hadapan Allah.

Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah di MUI Sumatera Utara menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk merenungkan makna hijrah, memperkuat akidah, dan berkomitmen dalam menciptakan peradaban yang lebih baik. Semangat pengorbanan dan keteguhan dalam memegang kebenaran diharapkan akan terus menggelora di kalangan umat Islam. (Yogo Tobing)

MUI Sumatera Utara Mendoakan Kesembuhan Gubernur dalam Peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1445 H

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar Peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1445 H yang berlangsung khidmat di pelataran Kantor MUI Sumut pada Rabu, tanggal 19 Juli 2023. Acara yang seharusnya dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, ternyata tidak dapat dihadiri oleh beliau karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. Dalam acara doa yang dipandu oleh K.H Akhyar Nasution, Lc, MA, seluruh pengunjung turut mendoakan kesembuhan Gubernur Edy Rahmayadi yang saat ini sedang mengalami masalah kesehatan.

Ketua Panitia, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M. Hum, dalam laporannya menyampaikan hal-hal terkait kegiatan tersebut. “Kita akan meluncurkan kalender hijriah sebagai bagian dari peringatan ini,” ujarnya. Selain itu, acara hari ini juga padat dengan pameran Produk UMKM Syariah Ramah Lingkungan, sebagai bentuk sinergi dengan bidang ekonomi.

Dalam pidatonya, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan beberapa poin penting. “Kegiatan hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan muharram 1445 H. Kemarin, kita telah membuka pameran UMKM yang disponsori oleh Bidang KPEU MUI Sumut. Kita telah melihat ada 26 Stand UMKM yang berdiri di MUI Sumut, berkontribusi dalam pengembangan Ekonomi Syariah,” jelasnya. Selanjutnya, Dr. Maratua juga menyoroti pentingnya hijrah dalam konteks peringatan muharram. “Hari ini, kita berbicara tentang muharram, yang berarti berbicara tentang Hijrah. Hijrah saat ini adalah mengubah diri dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah menjadi apa yang dicintai oleh Allah,” tambahnya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya hijrah dalam konteks ekonomi untuk memastikan kesejahteraan umat Muslim.

Lebih lanjut, Dr. Maratua menyinggung tentang peran MUI dalam menghadapi berbagai tantangan. “Jika kita melihat pada tahun 1444 H, banyak kejadian yang mendorong MUI untuk bertindak. Banyak kejadian mungkar yang harus diluruskan oleh MUI. Percayalah bahwa MUI tidak akan berhenti dalam menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar,” tegasnya.

Gubernur Sumatera Utara, yang kali ini diwakili oleh Dr. H. Agus Tripriyono, menyampaikan sambutannya. “Mari, pada tahun muharram yang baru ini, mari kita memperkuat semangat dalam berhijrah dan berkomitmen untuk selalu mencari ridho dan keberkahan dalam setiap langkah,” ajaknya. Selain itu, Dr. Agus juga berharap agar nusa dan bangsa dapat bersinergi menuju langkah yang lebih baik.

Dengan doa dan harapan yang tulus, MUI Sumatera Utara menggelar Peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1445 H sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan hijrah umat Muslim dan juga sebagai wujud dukungan kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dalam harapan kesembuhannya. Semoga kesembuhan beliau segera diperoleh dengan izin Allah SWT. (Yogo Tobing)

Peluncuran Kalender Hijriah 1445

MUI Kota Padangsidimpuan Bersama Wali Kota, Tingkatkan Semangat Peringatan Tahun Baru Islam

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan mengadakan pertemuan dengan Wali Kota pada Senin (17/7/2023) di ruang kerja Wali Kota. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas rencana pelaksanaan peringatan tahun baru Islam yang akan digelar pada hari Rabu, 19 Juli 2023 di Kota Padangsidimpuan.

Hadir dalam pertemuan ini, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, H. Zulfan Effendi Hasibuan, yang dengan penuh hormat meminta izin dari Wali Kota agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di Masjid Agung Al-Abror Kota Padangsidimpuan. Masjid Agung Al-Abror merupakan pusat ibadah utama bagi umat Islam di kota ini, sehingga menjadi lokasi yang sangat relevan untuk peringatan tahun baru Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan menyampaikan betapa pentingnya momen bersejarah 1 Muharram 1445 H bagi umat Islam. Ia juga menekankan bahwa peringatan ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama di Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mempromosikan toleransi dan kerukunan dalam keberagaman yang ada di kota ini.

Menanggapi usulan dari MUI Kota Padangsidimpuan, Wali Kota dengan tegas menyatakan akan turut hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H yang akan digelar pada hari Rabu mendatang. Beliau memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan menjamin bahwa peringatan akan diselenggarakan di Masjid Agung Al-Abror.

“Perayaan tahun baru Islam ini diharapkan menjadi momentum berharga untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerjasama antar warga di Kota Padangsidimpuan,” ucap Wali Kota dengan harapan besar.

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H di Kota Padangsidimpuan dipandang sebagai momen yang penuh keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi seluruh umat Islam di kota ini. Semangat dari MUI Kota Padangsidimpuan dan dukungan dari Wali Kota diharapkan dapat membawa berkah bagi perayaan ini dan semakin memperkokoh harmoni di tengah masyarakat yang beragam. (Yogo Tobing)

Prof. Basyaruddin LPPOM MUI Sumut Jelaskan Manajemen Najis dan Prosedur Sertifikasi Halal di Acara Pameran UMKM

0

muisumut.or.id-Medan,  Salah satu pemateri yang turut berpartisipasi dalam acara pameran produk UMKM MUI Sumatera Utara (Sumut) adalah Prof. Basyaruddin, direktur LPPOM MUI Sumatera Utara. Dalam penjelasannya, Prof. Basyaruddin menjelaskan proses sertifikasi halal yang sangat relevan bagi pelaku usaha dan konsumen.

Dalam paparannya, Prof. Basyaruddin menyampaikan pentingnya manajemen najis dalam suatu produk yang menjadi salah satu aspek utama dalam proses sertifikasi halal. Ia menjelaskan bahwa ada tiga kondisi yang harus terpenuhi agar produk dapat memenuhi standar sertifikasi halal, yaitu:

  1. Tidak berasal dari bahan yang najis atau haram.
  2. Tidak terkontaminasi oleh zat najis atau bahan yang haram selama proses produksi.
  3. Tidak berpotensi menjadi najis atau terkontaminasi zat najis setelah proses produksi.

Prof. Basyaruddin juga menjelaskan bahwa terdapat empat aspek yang harus diperhatikan agar produk dapat memperoleh sertifikasi halal, yaitu:

  1. Bahan: Seluruh bahan yang digunakan dalam produksi harus terjamin kehalalannya. Dalam hal ini, bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat kehalalan yang ditetapkan oleh MUI.
  2. Proses: Proses produksi harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip dan persyaratan halal yang berlaku. Setiap tahapan produksi harus terjamin tidak terjadi pencemaran atau kontaminasi dengan bahan-bahan najis atau haram.
  3. Tempat: Lingkungan dan fasilitas produksi juga harus memenuhi standar kebersihan dan kehalalan. Tempat produksi harus bebas dari pencemaran dan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk menjaga kehalalan produk.
  4. Sumber daya manusia: Tenaga kerja yang terlibat dalam produksi juga harus memahami dan menjalankan prinsip-prinsip kehalalan. Mereka harus terlatih dan memahami pentingnya menjaga kebersihan serta menjalankan prosedur produksi yang sesuai dengan persyaratan halal.

Dengan penjelasan yang disampaikan oleh Prof. Basyaruddin, diharapkan pelaku usaha UMKM di Sumatera Utara semakin memahami dan menerapkan prinsip-prinsip sertifikasi halal. Hal ini akan berdampak positif bagi mereka dalam memenuhi permintaan konsumen yang semakin mengedepankan produk-produk halal dan ramah lingkungan. (Yogo Tobing)

Perjalanan Bisnis Wakaf MUI Sumut: Dari Minimarket Hingga Urban Farm

0

muisumut.or.id-Medan, Bisnis wakaf MUI Sumut berawal dari CSR bank Sumut yang meberikan bangunan untuk laboratorium Interprenership. Lalu dikelola lah menjadi sebuah bisnis minimarket yang diberi nama Halalmart MUI Sumut tahun 2018

Satu tahun setelah usaha minimarket berjalan, pada tahun 2019 bisnis Coffe shop mulai dirintis. Tahun berikutnya, di tahun 2020 usaha bisnis kembali bertambah dengan munculnya usaha Advertising.

Tidak selesai sampai di satu, pandemi covid yang berdampak pada usaha justru menambah unit usaha lainnya yakni Studio Podcast di tahun 2021.

Dari sekian banyak unit usaha, kembali bertambah unit usaha baru di tahun 2022 yakni bisnis sayuran segar hidroponik.

Berawal pada saat peringatan muharram 1444, salah satu UMKM menawarkan P2WP untuk berbisnis Tanaman Sayur Hidroponik hingga membuka jalan bagi P2WP untuk memulai bisnis tersebut yang saat ini diberi nama Urban Farm MUI Sumut.

Sekilas perjalanan Urban Farm MUI Sumut yang bermula hanya 120 lubang tanam, siapa sangka kini dalam kurun waktu satu tahun sudah memiliki 10.000 lubang tanam yang tersebar di Lantai 4 MUI Sumut serta sekitar area perkantoran MUI Sumut.

Untuk memulai usaha ini, P2WP memberanikan diri mengeluarkan modal lebih dari 100 Juta guna membangun Instalasi. Uang tersebut didapat dari hasil dari keuntungan Bisnis Wakaf Produktif.

Perjalanan Urban Farm MUI Sumut kini bukan hanya sekedar usaha kebun pertanian kota, tetapi juga menjadi tempat pelatihan dan pengembangan kewirausahaan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan visi P2WP yakni “Mensejahterakan umat Islam melalui wakaf produktif”.

Dari kebun wakaf ini juga telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan atau pelatihan wirausaha dan entrepreneurship Muslim.

Sebagai hasil dari bisnis wakaf produktif yang dikelola oleh P2WP, Urban Farm MUI Sumut didirikan dengan tujuan menciptakan visi tersebut.

Misi ini dilakukan melalui pengelolaan bisnis berbasis wakaf produktif di berbagai lokasi dan wilayah serta memberikan layanan publik yang mudah diakses secara gratis.

Dengan fokus pada budidaya sayuran hidroponik, Urban Farm MUI Sumut menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat.

Pertanian hidroponik, sebuah teknik modern yang mengoptimalkan penggunaan air dan nutrisi tanaman tanpa memerlukan lahan luas, menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan produksi pertanian di lingkungan perkotaan yang terbatas.

Layanan Urban Farm MUI Sumut saat ini terbuka untuk memberikan Edukasi bagi yang siapa saja yanh berkomitmen ingin memiliki pertanian sendiri.

Urban Farm MUI Sumut menyediakan pelatihan dari awal hingga akhir dengan materi Pembibitan Instalasi, Penanaman Pemasaran (konvensional/Digital), Perawatan, Pemupukan.

Bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan usaha hidroponik lalu memiliki kendala terkait dalam sayuran hidroponik atau kebun yang terlantar, Urban Farm MUI Sumut juga menyiapkan pendampingan tenaga ahli berupa Konsultasi Perawatan, Analisis Situasi, Solusi Adaptif, Monitoring dan Evaluasi, serta Dukungan Jangka Panjang.

Pada peringatan Muharram tahun 1445 H ini, Urban Farm MUI sumut yang sudah dijalankan selama kurang lebih satu tahun, secara resmi pun diresmikan sebagai unit usaha baru sekaligus bukti nyata dan komitmen P2WP dalam mengembangkan bisnis Wakaf. (Yogo Tobing)

Pameran Produk UMKM Syariah Ramah Lingkungan: Inovasi MUI Sumut dalam Pendorong Ekonomi Syariah

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) mengadakan acara pameran produk UMKM syariah ramah lingkungan pada tanggal 18 Juli 2023. Acara ini digelar di Halaman Kantor MUI Sumut dan bertujuan untuk memasyarakatkan ekonomi syariah serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam menggalakkan industri halal di Indonesia.

Ketua panitia acara, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang KPEU MUI Sumut, Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA, menyampaikan informasi bahwa pameran ini merupakan inisiatif untuk memajukan ekonomi syariah di Sumatera Utara. Dalam acara ini, MUI Sumut berupaya untuk mendiskusikan rencana tindak lanjut guna membina UMKM agar dapat berkembang lebih pesat. Untuk mencapai hal tersebut, Bank Indonesia, Dinas Koperasi Sumut, serta instansi lainnya juga diundang untuk mendukung percepatan pengembangan UMKM.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara, Ir. Suherman M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah inovasi yang baik dalam mengedepankan dan membangkitkan ekonomi syariah. Ia juga menekankan pentingnya mendorong pelaku usaha agar melek teknologi dan meng-upgrade pengetahuan dalam digitalisasi, mengingat pertumbuhan platform digital yang semakin pesat.

Acara pameran ini resmi dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Sebelum membuka acara, Dr. H. Maratua memberikan arahan kepada para peserta, menyadari bahwa upaya yang dilakukan oleh tokoh dan aktivis Islam adalah untuk mewujudkan ekonomi syariah. Beliau juga mengungkapkan bahwa tanggal 21 Juli mendatang akan diadakan festival ekonomi syariah oleh Bank Indonesia, yang sejalan dengan upaya MUI Sumut dalam menggalakkan ekonomi syariah.

Dr. H. Maratua menyoroti tantangan yang dihadapi dalam peningkatan ekonomi syariah. Bagi UMKM, harapannya adalah agar mereka dapat tumbuh menjadi perusahaan yang besar. Beliau berharap agar kita dapat mengambil inspirasi dari proses dagang Rasulullah dan memahami konsep-konsep yang digunakan oleh Beliau, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai dan ekonomi syariah dapat terwujud.

Acara ini menghadirkan 26 stand UMKM yang berdiri di MUI Sumut. Dengan berbagai produk unggulan dan inovatif yang ditawarkan, para pengunjung dapat menikmati dan memeriahkan acara ini. Melalui pameran ini, diharapkan UMKM syariah ramah lingkungan semakin dikenal dan didukung oleh masyarakat, serta dapat menjadi pendorong utama dalam pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Utara. Dengan semangat kolaborasi dan upaya bersama antara MUI Sumut, pemerintah, dan pelaku usaha, harapannya adalah tercapainya tujuan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai kekuatan yang signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional. (Yogo Tobing)

MUI Tapteng dan Polres Tapteng Saling Silaturahmi dan Berkomitmen Tingkatkan Keamanan Kabupaten Tapteng

0

muisumut.or.id-Tapanuli Tengah, Dalam rangka mempererat hubungan dan kerjasama guna meningkatkan keamanan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapteng menyambut dengan baik kedatangan rombongan Kepolisian Resort Tapteng. Kunjungan silaturahmi ini berlangsung di kediaman Ketua MUI Tapteng, Ngadiman KS, dan dihadiri oleh Kapolres Tapteng AKBP Basa Emden Banjarnahor beserta Wakapolres Kompol Kamaluddin Nababan pada Senin, 17 Juli 2023.

Dalam pertemuan yang penuh makna ini, MUI Tapteng menegaskan komitmen mereka untuk mendukung dan mendoakan agar setiap tugas kepolisian di Kabupaten Tapteng dapat berjalan lancar. Kapolres Tapteng merespon dengan mengapresiasi dukungan dan harapan dari MUI Tapteng dalam penegakan hukum dan menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), yang merupakan langkah penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Tidak hanya sebatas itu, MUI Tapteng dan Polres Tapteng juga melakukan diskusi intensif guna meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait dalam upaya memberantas peredaran narkoba dan perjudian yang kian marak.

Hal ini dilakukan demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tapteng.”Saya berdoa semoga setiap tugas Polres Tapteng senantiasa dilindungi oleh Tuhan yang Maha Esa dan mendapatkan kelancaran dalam setiap kegiatan dalam menjaga ketertiban masyarakat, terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ucap Ngadiman KS, Ketua MUI Tapteng, penuh harap.

Kunjungan silaturahmi yang berlangsung ini menandakan pentingnya peran MUI sebagai mitra strategis dalam menciptakan keamanan dan kerukunan di Kabupaten Tapteng. Dengan saling mendukung dan bekerjasama, MUI dan Polres Tapteng sepakat untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah tersebut demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Dukungan dari MUI Tapteng diharapkan dapat menjadi sinergi positif bagi tugas-tugas kepolisian yang lebih efektif dan berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Tapteng. (Yogo Tobing)

Tunjukkan Kreativitasmu di Festival Pameran Semarak Muharram 1445 H MUI Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Perlombaan Video Pendek “Festival Pameran Semarak Muharram 1445 H”.

Perlombaan ini bertujuan untuk memeriahkan bulan suci Muharram, sambil mempromosikan nilai-nilai keagamaan dan semangat kebersamaan dalam masyarakat.

Para peserta diharapkan dapat merekam momen berharga dalam “Festival Pameran Semarak Muharram 1445 H” yang akan diselenggarakan di Halaman Kantor MUI Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 18-20 Juli 2023. Perlombaan ini akan memilih video pendek yang paling menginspirasi dan memukau para penonton.

Untuk mengikuti perlombaan ini, peserta diwajibkan melakukan registrasi melalui link berikut: https://forms.gle/U9Lx4oAYxmNnGPuY6. Batas akhir registrasi ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2023, yang sesuai dengan tanggal 30 Dzulhijjah 1445 H.

Ketentuan perlombaan ini meliputi pembuatan video dengan durasi maksimal 1 menit 30 detik. Peserta diharapkan untuk mengambil video sendiri, yang menggambarkan kegiatan yang terjadi dalam “Festival Pameran Semarak Muharram 1445 H”. Video yang melampaui batas waktu yang ditentukan tidak akan diunggah dalam perlombaan ini.

Untuk memastikan partisipasi yang valid, setiap peserta wajib mengikuti akun Instagram resmi MUI Sumatera Utara, yaitu @mui_sumut, dan juga akun @wakafproduktif_muisumut. Video yang telah selesai dibuat dapat dikirimkan ke panitia melalui aplikasi Whatsapp, Telegram, atau Google Drive, beserta deskripsi video. Video akan diunggah pada hari yang sama saat peserta mengirimkan videonya.

Proses pengiriman video dimulai pada tanggal 18 Juli 2023 dan berlangsung hingga 23 Juli 2023. Video-video yang dikirim akan diunggah di akun Instagram resmi @wakafproduktif_muisumut. Setelah video diunggah, peserta akan menerima link video melalui pesan pribadi.

Pemenang dalam perlombaan ini akan ditentukan berdasarkan jumlah like dan viewers terbanyak pada video yang diunggah. Penghitungan suara akan ditutup pada tanggal 16 Agustus 2023, yang bertepatan dengan tanggal 29 Muharram 1445 H. Pada tanggal 17 Agustus 2023, melalui akun Instagram resmi @wakafproduktif_muisumut, pemenang akan diumumkan kepada publik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perlombaan ini, silakan hubungi panitia melalui nomor kontak berikut: 0821-6483-9161, dengan kontak yang dituju adalah Mulyo.

MUI Sumatera Utara mengundang semua individu yang berbakat dan bersemangat untuk bergabung dalam Perlombaan Video Pendek “Festival Pameran Semarak Muharram 1445 H”. Jadikan momen ini sebagai peluang untuk menunjukkan kreativitas Anda dan berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan inspirasi dan kebermanfaatan dalam masyarakat. (Yogo Tobing)

BidKom Sosial Bencana MUI SU gelar Kegiatan Eco Masjid

muisumut.or.id, Medan, MUI Sumatera Utara Mengusung tema besar Peringatan 1 Muharram 1445 H “Masjid Sebagai Pusat Peradaban ” .
Nani Ayum Panggabean Sekretaris Bidang Sosial dan Bencana MUI SU mengatakan bahwa Kami Bidang Komisi Sosial dan Bencana MUI SU mensinergikan Momentum Kebangkitan Umat 1 Muharram 1445 H ini dengan tema Masjid Sebagai Pusat Peradaban ini, dengan menggelar kegiatan Program Eco Masjid yang memang salah satu program Sosial Bencana MUI Sumut.

Program Eco Masjid merupakan program Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (SDA) . Salah satunya adalah sanitasi dan penyediaan air bersih di Masjid yang akan mendukung fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah, khususnya dalam peningkatan akses air bersih tidak keruh, kuning, berbau. Sanitasi sebagai sarana penting bersuci (thaharah) untuk sahnya ibadah serta merupakan kebutuhan masyarakat paling mendasar saat ini.

Islam sangat memperhatikan air. Menempatkan air bukan sekadar sebagai kebutuhan pokok kehidupan, melainkan juga menjadikannya sebagai sarana yang sangat menentukan bagi kesempurnaan iman seseorang dan kesahan sejumlah aktivitas ibadah yang mengharuskan pelakunya suci dari segala hadas dan najis (thaharah). Fiqh menetapkan bahwa alat suci dari hadas dan najis yang paling utama dan terpenting adalah air, melalui wudlu atau mandi .

Disamping penggunaaan air bersih, Masjid diharapkan juga bebas sampah .Mengubah perilaku masyarakat menjadi ramah lingkungan, merealisasikannya dalam tindakan nyata, tidak bisa hanya dengan ceramah saja. Membiasakan masyarakat Muslim sekitar masjid untuk tidak membuang sampah sembarangan

Bidkom Sosben MUI SU membuat program Eco masjid untuk membersihkan air yang keruh, kuning dan berbau dengan program filterisasi air.
Dari beberapa Masjid yang mendaftar. Sosben MUI SU memilih dua masjid yang ikut dalam program Eco Masjid ini . Satu masjid yang dekat dengan pajak yang kumuh. Dan satu lagi masjid yang dekat parit besar, rawan banjir dan airnya kotor, kuning pekat. Maka dipilihlah 2 masjid yaitu :
1.Masjid Al Hidayah & Pesantren Silaturrahim, Jl. Selamat Gg. Pasaman, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur. Masjid ini sangat dekat dengan pajak kumuh.
2.Masjid Muslimin Nias Jl Satria Ujung, Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Lokasi masjid ini dekat dengan parit besar yang airnya kotor dan keruh.

Pada Hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023 Sosben MUI SU yang ketua bidangnya Hj.Laila Rohani dan Ketua Komisinya Hj. Ameilia Zuliyanti Siregar berangkat menuju lokasi dua Masjid bersama beberapa orang Pengurus Sosben. Program nya adalah filterisasi air kotor keruh kuning bersama Rasyid Woter Filter Air. Alhamdulillah ada Bapak Ketua Umum Dr. H. maratua Simanjuntak dapat foto bersama melepas pengurus Sosben melakukan kegiatan Eco Masjid didampingi Ketua Bidang Penelitian, Pengkajiandan Pengembangan Bapak Prof.Dr.H.Fachruddin Azmi dan Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundagang -Undangan Bapak Dr. H.Abdul Hamid Ritonga,MA.

BidKom Sosben MUI SU diterima dengan sangat baik oleh Ketua BKM masjid Al Hidayah Bapak Hendri Mahrizal Tanjung dan pengurus lainya. Sedangkan di Masjid Muslimin Nias disambut BKM Bapak Zahril Telaumbanua dan pengurus lainnya.

BidkomSosben MUI SU membawa dan memberikan kepada dua Masjid ini : 1 unit Tong besar untuk penyimpanan air dan 2 unit tong besar lagi untuk penampungan air serta 3 tempat sampah tertutup.

Bapak Zahril Telaumbanua BKM Masjid Muslimin Nias mengatakan sangat senang dan mengapresiasi MUI SU peduli kepada umat untuk ketersediaan air bersih dalam melaksanakan thaharah.

Kegiatan Eco Masjid ini Penerapan hadist Rasulullah Saw :
بُنِيَ الدِّيْنُ عَلَى النَّظَافَةِ.
Artinya: “Agama itu didirikan atas kebersihan.” (HR Muslim). Semoga program Eco Masjid bidkom Sosben ini memotivasi warga sekitar masjid peduli dengan lingkungan bersih tidak kumuh , sehingga tergambar Masjid sebagai pusat peradaban dimulai dengan Prilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) tutur Nani Ayum Panggabean.