Thursday, March 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 120

Ketua Umum MUI Sumatera Utara Serahkan Buku Biografinya Kepada Gubernur Sumatera Utara

muisumut.or.id, Medan, Biografi Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak resmi dilaunching pada Sabtu, 4 Maret 2023 di Pesantren al-Azhar as-Syarif Deli Serdang. Buku Biografi Ustaz Maratua Simanjuntak langsung diberi Kata Sambutan oleh Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, Kapolda Sumatera Utara R.Z Pancaputra Simanjuntak dan Plt. Rektor UIN SU Prof. Abu Rokhmat.

Pada Senin, 6 Maret 2023 Ketua Umum menyambangi Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk bersilaturahim dengan Edy Rahmayadi sekaligus menghadiahkan buku Biografinya kepada orang nomor satu di Sumatera Utara itu.

Gubernur Sumatera Utara mengapresiasi penerbitan buku tersebut dan menyampaikan selamat (tahniah) kepada Ustaz Maratua Simanjuntak atas umur yang sudah memasuki usia 75 Tahun. Edy menyampaikan bahwa tidak banyak orang yang bisa sampai pada umur tersebut dan diumur itu masih dipercaya umat mengemban Amanah dan tugas sebagai Ketua Umum MUI Sumatera Utara dalam membina umat Islam khususnya.

Edy malanjutkan semoga dengan hadirnya buku ini dengan judul “Biografi Maratua Simanjuntak (Menggapai Ridha Ilahi : Dari Anak Muallaf Hingga Ketua MUI) ini menjadi rujukan dalam studi maupun bahan bacaan bermutu bagi pelajar, mahasiswa, birokrat, maupun masyarakat umum lainnya.” Ujar Edy

Ustaz Maratua Simanjuntak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur telah berkenan memberikan sambutan dan ucapan doa. Maratua Simanjuntak menyampaikan bahwa buku ini juga bentuk rasa syukur kepada Allah atas usianya yang memasuki 75 tahun. Semoga dengan bertambahnya usia saya, menambah keberkahan dan bermanfaat bagi umat. ini harapan saya Bapak Gubernur. Ujar maratua disela-sela menutup pertemuannya dengan Gubernur tersebut.

Sekretaris MUI Sumatera Utara Dr. Irwansyah, M.H.I yang mendampingi Ketua Umum MUI Sumatera Utara itu sempat mengabadikan photo penyerahan buku tersebut di ruang kerja Gubernur di lantai 10 Jl. Pangeran Dipenegoro No. 30 Medan.

Malam Nisfu Sya’ban, apa yang harus kita lakukan?

0

Malam Nisfu Sya’ban jatuh pada malam ke-15 di bulan Sya’ban yang ditahun ini jatuh pada Selasa malam Rabu tanggal 7 malam 8 Maret 2023.

Pada malam ini dianjurkan untuk membaca doa Nisfu Sya’ban. Boleh juga membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali. Sebelum membaca Surah Yasin dianjurkan untuk melakukan shalat sunat mutlaq sebanyah dua rakaat, dengan niat:

اصلي سنة ركعتين لله تعالى

Sengaja aku shalat sunat dua rakaat lillahi Ta’ala

Adapun niat membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Sya’ban adalah sebagai berikut:

  1. Pada saat membaca surah Yasin pertama berdoa agar diberikan panjang dan keberkahan umur supaya dapat lebih banyak beribadah kepada Allah.
  2. Pada saat membaca surah Yasin kedua berdoa menolak bala dan banyak rezeki yang halal.
  3. Pada saat membaca surah Yasin ketiga berdoa dikayakan hati, harta dan mati dalam keadaan husnul khatimah.

Anjuran tersebut didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Bakar. Nabi Muhammad SAW bersabda:

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR al-Baihaqi).

Dalam riwayat lain dari riwayat Ali bin Abi Thalib juga menyebutkan hal serupa dengan redaksi yang berbeda. Berikut bunyi haditsnya,

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Apabila tiba malam Nisfu Syaban maka salatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena rahmat Allah SWT akan turun ke langit dunia pada saat tersebut sejak terbenam matahari dan Allah SWT berfirman,
‘Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni, adakah yang meminta rezeki, maka akan kuberikan rezeki untuknya, adakah orang yang terkena musibah maka akan Aku lindungi, adakah sedemikian, hingga terbit fajar.'” (HR Imam Ibn Majah)

Doa Nisfu Sya’ban
Melansir dari kitab Maslakul Akhyar karangan Sayyid Utsman bin Yahya, berikut ini merupakan doa yang dapat dilafazhkan ketika malam Nifsu Sya’ban.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ*
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ
اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ
اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ
يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ*

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaika, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.
Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhu
Allâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât.
Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb”
wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.”

“Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.”

“Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’”

“Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Doa Nisfu Sya’ban versi pendek

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كريم تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ والمعافة الدائمة في الدين والدنيا والاخرة

Allaahumma innaka ‘afuwwun- kariimun-tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Allaahumma innii asalukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaatad daimata fiddiini waddunyaa wal akhiroh.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama dan dunia serta akhirat.”

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq
Wallahu a’lam

Dinukil oleh KH Akhyar Nasution

75 Tahun Dr. H. Maratua Simanjuntak; Memberikan yang Terbaik untuk Umat

0

muisumut.or.id, Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, mengucapkan selamat Milad ke 75 tahun kepada Buya Maratua Simanjuntak, Semoga diberikan kesehatan dan keberkahan usia. Tulisan ini telah dimuat dibuku “Biografi Maratua Simanjuntak Menggapai Ridha Ilahi Dari Anak Muallaf Hingga Ketua MUI” yang diterbitakan CV Manhaji 2023

Dr. Maratua Simanjutak saat ini sudah mencapai usia 75 tahun, dengan usia yang melampaui hadis nabi “bahwa usia umatku antara 60 hingga 70 tahun” tentu menjadi sebuah kesyukuran karena diberikan Amanah menjadi Ketua Umum MUI Sumatera Utara. Dalam 2 tahun kepemimpinannya yang disebutnya dengan “bukan menggantikan tetapi meneruskan” perjuangan kepemimpinan yang lalu telah melaksanakan tugasnya dengan baik. MUI Sumut masih mendapat peringkat ke dua terbaik pada hasil monitoring dan evaluasi Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indoneisa Provinsi se Indonesia tahun 2022. Dalam kepemiminannya juga bertekad mendapat sertifikat Manajemen Tata Kelola ISO 9001:2015.

Di MUI Sumatera Utara beliau bukanlah orang baru, paling tidak sejak saya (Akmaluddin) berada di MUI tahun 2005 beliau sudah menjadi salah satu Ketua Dewan Pimpinan MUI Sumut. Kemudian pada periode selanjutnya menjadi salah satu Wakil Ketua Umum. Dalam kegiatannya di MUI Sumut selalu memberikan yang terbaik ketika diberikan amanah untuk melaksanakan kegiatan misalnya menjadi ketua panitia, ataupun sejenisnya.

Salah satu ide besar yang digagas beliu di MUI Sumut adalah safari Ramadan ke daerah kabupaten/kota. Berbeda dengan safari yang biasa dilaksanakan yakni mengunjungi satu masjid dengan cara rombongan, MUI Sumut memilih memecah rombongan ke banyak masjid, biasanya 5 masjid tergantung Dewan Pimpinan yang berangkat. Meski pada awalnya dilakasanakan tanpa dukungan dana yang cukup, namun hasil dan manfaatnya begitu dirasakan oleh umat, hingga program Safari Ramadan terus berlanjut, sebelum berhenti karena Covid. Manfaat yang begitu terasa adalah munculnya kedekatan emosional antara MUI Provinsi dengan masyarakat di daerah serta  MUI Sumut mendapatkan masukan dari masyarakat terkait peristiwa dan kebutuhan umat yang mendesak. Kita berharap kegiatan ini kembali dilaksanakan pada tahun ini dan seterusnya.

Beliau juga selalu mensosilaisasikan “Panca Tertib Diwal” (tertib diri, ibadah, waktu, administrasi dan lingkungan), Demi menjaga nama baik organisasi, serta mewujudkan Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, ia selalu menekanan kepada seluruh pengurus untuk taat asas organisasi serta menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pengurus MUI dengan tugas pokok pelindung umat (Himayah al-Ummah) dan Mitra Pemerintah (Shadiqul Hukumah).

Pada masa kepemimpinan beliau juga Tim Infokom diberikan kebebasan untuk mengeksplore Islam di daerah kab/kota sehingga majalah Media Ulama semakin “bergizi” dalam isi  dan menarik dari tampilan. Di samping itu video terkait Islam di daerah juga dapat dilaksanakan. Kami (Infokom) akan terus berbenah dan istiqomah dalam menyiarkan kebaikan ditengah tengah masyarakat.

Teruslah Memberikan yang Terbaik untuk Umat Buya Maratua

Syukuran 75 Tahun & Peluncuran Buku Biografi DR. H. Maratua Simanjuntak

muisumut.or.id, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Buya DR. Maratua Simanjuntak melaksanakan syukuran 75 tahun sekaligus Peluncuran Buku Biografi di Mafasa Building IBS Sekolah Islam al Azhar Asy Syarif Sumatera Utara, Jl Mahoni Pasar II Timur Bandar Klipa-Percut Seituan, Deli Serdang, Sabtu, (04/03/23).

Muhammad Adyan   Simanjuntak selaku Ketua panitia menyampaikan bahwa ada dua agenda pada hari ini, pertama, syukuran 75 tahun dan peluncuran buku biografi Dr. H Maratua Simanjuntak

Adyan yang juga merupakan anak kandung dari pasangan H. Maratua Simanjuntak dan Almarhumah Rosmawati Pulungan memperkenalkan keluarga besar H Maratua Simanjuntak. “Beliau menikah dengan ibunda Dra. Hj. Rosmawati Pulungan yang merupakan teman satu organisasi di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Februari 1977 di Padang Sidempuan, dari pernikahnnya lahirlah 5 orang anak, yaitu dr. Hj. Lainatusy Syifa Simanjuntak, MM, Muhammad Adyan Simanjuntak ST, MM, dr. Hj. Syarifah Yusriani Simanjuntak Sp.M, dr, Amarwati Khairina Putri Simanjuntak, M.Ked (Neu) dan Ahmad Alauddin Sultoni Simanjuntak, S.Kom. Dari pernikahan kedua bersama Hj. T Faridah Yafizham, M.Hum diberikan amanah seorang putri  Siti Nur Aisyah MS”   

  “Beliau bagi kami adalah merupakan inspirator dan bapak  tauladan, saya banyak meniru terutama sebagai peran seorang ayah, seorang ayah yang disiplin dalam mendidik anak, hampir semua kami disekolahkan di Pesantren, dan beliau sangat romantis dengan anak-anaknya, setiap kami pergi sekolah ia antar dan selalu melambaikan tangan melepas kepergian kami ke sekolah” ucapnya

Buku Biografi Maratua Simanjuntak Menggapai Ridho Ilahi Dari Anak Muallaf higgga Ketua MUI ditulis oleh Dedi Sahputra Napitulu, M.Pd menyampakan sangat bersyukur dipercaya menulis buku tersebut

“saya merasa mendapat kehormatan, karena dipercaya menulis biografi tokoh sekaliber Ustaz Maratua Simanjuntak, seorang tokoh yang multi talenta”

Dedi yang juga sedang menulis disertasi tentang Regenerasi Ulama di Sumatera Utara menyampaikan kesan “ingatan beliau masih tajam, beliau mampu mengingat peristiwa masa lalu dengan baik”

Dalam kesempatan tersebut Buya Maratua meyampaikan rasa syukurnya tak terhingga diusianya yang ke 75 tahun diberikan karunia tak terhingga dari Allah. “Saya sangat bersyukur diberikan kesehatan dan usia hingga 75 tahun, diberikan keluarga yang baik, kolega dan sahabat” ucapnya

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu terselenggarannya acara ini. Hadir pada acara tersebut, pemerintahan Provinsi Suamtera Utara, Wakapolda, Utusan Kodam 1 BB, Pengurus MUI Sumatera Utara, Ormas Islam, Pimpinan Pesantren, dan lainnya.

Mengenang Direktur LADUI MUI Sumut, Almarhum Hamdani Harahap

0

muisumut.or.id, Medan, Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara mengikuti Haul ditahun ke-3   Allahyarham H. Hamdani Harahap Jum’at malam Sabtu 3 Maret 2023 bertempat di Masjid Burhanudin di Jl. Purnawirawan, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kegiatan ini diawali dengan khataman al Quran oleh mahasiswa PTKU MUI Sumut dan ditutup dengan tausiyah dari Ketua Umum MUI Sumut, H. Maratua Simanjutak. Tampak hadir kolega seperjuangan Prof. Dr. Hasyim Purba, Direktur LADUI, H Marasamin Ritonga, serta unsur Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, KH.Akyar Nasution, Akmaluddin Syahputra, Hatta Siregar,  Darwis Ritonga dan lainnya.

Untuk mengenang perjuangannnya Infokom MUI Sumut menyempatkan mewawancarai Direktur LADUI, H. Marasamin Ritonga, dan Wakil Direktur, Raja Makayasa

H. Marasamin Ritonga, Direktur LADUI MUI Sumatera Utara

“Saya kenal dengan alm H Hamdani Harahap, SH.M. Hum, sejak tahun 1992,  karena sama-sama terlibat dalam pembelaan terhadap buruh dan masyarakat Petani, beliau adalah seorang pribadi yang ulet, pemberani, teguh dalam pendirian dan suka menolong sesama rekan advokat dan pada akhir hayatnya secara penuh mengabdikan dirinya utk membela Islam terutama dalam mempertahankan tanah-tanah wakaf dan Mesjid khususnya di Sumatera Utara dan penggusuran-penggusuran yang dilakukan oleh pengusaha/pengembang.”

bersama mempertahankan tanah wakaf

“Sebagai seorang advokat suka berdiskusi dan sering ide-ide yg dicetuskan beliau sangat berilian dan beliau memiliki logika hukum yg kuat dan kalau di simultan. Beliau sangat tdk suka dan setuju melihat ketidak adilan di sektor apapun terutama apabila menyangkut dan menimpa rakyat miskin.”

Raja Makayasa, Wakil Direktur LADUI MUI Sumut, Penerus Perjuangan

H. Hamdani Harahap dalam definisi Saya merupakan figur yang menjadi tauladan,bersahaja dalam tampilan, memberikan contoh yang mulia, menasehati dan memberi masukan kehidupan yang mana hak dan batil, menjadi sumber inspirasi untuk tetap semangat dan jangan mudah putus asa dalam menjalani roda hidup dan kehidupan. Pernah suatu hari Ayah sakit opname di Rumah Sakit namun karena sibuknya dengan kerjaannya Ayah pun melakukan aktiftasnya di Rumah Sakit, infrastruktur kantor sebahagian di pindahkan ke Rumah Sakit untuk membantu Ayah bekerja, hal tersebut Ayah memberi pesan kepada Kami bahwa ketika sakitpun Ayah tetap bekerja demi tanggungjawabnya kepada klien, Ayah berpendapat hidup ini jangan gampang menyerah dan Ayah berkata …”Raja, jika kamu lemah maka dunia akan keras, Baik jadi orang penting namun lebih penting jadi orang baik ”.. sehingga Saya mereduksi Ayah sebagai petarung kehidupan yang memiliki religius, nasionalis, integritas, konsisten, komitmen, bermoralitas, jujur dan bertanggungjawab.

Bukan hal baru seorang Hamdani Harahap memodifikasi dirinya sebagai Aktor hukum yang akan mengeluarkan pedangnya (ilmu dan keberanian) dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat lemah. Figurnya sebagai Direktur Kantor Pengacara Hukum CITRA KEADILAN tentu telah mengimplementasikan makna keadilan yang ber-CITRA keadilan ialah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hak, baik dan menyangkut kemasalahatan rakyat. Dan figurnya sebagai Direktur Lembaga Advokasi Ummat Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam membela dan mendampingi terhadap perjuangan Izzah Islam menyangkut kezoliman kepada Ummat Islam sudah menjadi pikiran dan tanggungjawab nya sehari hari, pergaulannya kepada Pimpinan Ormas Islam yang selalu menjadi rekan kerja tidak luput dari implementasinya dalam mereduksi rangkaian Advokasi kepada Ummat. Ayah memandang pentingnya keadilan hukum agar masyarakat mendapatkan kepastian, keadilan dan kemanfaat hukum bagi seluruh elemen masyarakat, ungkapan tersebut tidak lain “semua sama dimata hukum dan semua sama dimata penegak hukum”.

Di antara semua anaknya Saya yang sangat dekat dengan Ayah, Terlalu banyak kenangan Saya dengan Ayah, sangking banyaknya Saya sulit untuk mengurai dan mengurutkan nasehat-nasehat Ayah, sebab kami bukan hanya sebatas antara anak dengan Orang tua namun juga antara Senior dan Junior dalam rekan profesi Advokat Kantor Hukum, setiap waktu kami habiskan dengan bersama menjalankan profesi Pengacara sampai menghadiri acara keluarga dll sampai keluar istilah ..”antara Saya dengan Ayah hanya ke kamar tidur dan ke kamar mandi saja tidak bersama”..

Ayah telah mempersiapkan Saya sebagai anaknya yang akan menggantikannya dalam kehidupan dan pergaulannya kelak, baik dalam pekerjaan Pengacara dan silaturahmi terhadap sahabat-sahabat dan keluarga.

H. Hamdani Harahap telah membuat sistim hidup untuk menjadi sukses dan selamat dalam Islam. Sepenggal kalimat yang sering Ayah sampaikan ..”Anakku Raja Agusty Makayasa Harahap, kamu harus bermakna dalam kehidupan sebelum kamu berikan makna kehidupan bagi orang lain, karena yang kamu bantu itu adalah hamba Allah. Kata Allah jangan harap bantuanku jika tidak kamu bantu hambaku. Itulah makna kehidupan bagi H. Hamdani Harahap.”

H.Hamdani Harahap, SH.MH si Pejuang Kebenaran dan Keadilan

0

muisumut.or.id, Testimoni Sahabat Prof. Dr. Hasim Purba, SH, M.Hum, mengenang tiga tahun berpulangnya seorang Mujahid Sumatera Utara

Assalamu’alaikum wr.wb…Alhamdulillah, malam ini kita dipertemukan Allah SWT dalam suatu acara yang juga sekaligus bernilai ibadah yaitu Memperingati Haul 3 Tahun Telah Berpulangnya Kerahmatullah Saudara kita, sahabat kita, orang tua kita, bahkan tokoh kita yaitu alm. H.Hamdani Harahap, SH.MH. Acara ini sangat penting dan memiliki makna yang dalam untuk mengkilas balik bagaimana ketokohan dan komitmen alm.Hamdani Harahap dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan, membela Umat Islam dan.Masjid- Masjid yang mengalami penindasan dari tangan-tangan penguasa dan pengusaha yang hanya mementingkan bisnis mereka.

Alm.Hamdani Harahap adalah sosok yang layak jadi panutan bagi generasi muda untuk memiliki komitmen dan sikap istiqomah dalam memperjuangkan kebenaran, keadilan, penegakan hukum, membela warga masyarakat yang tertindas hak haknya.

Bagi Saya alm.H.Hamdani Harahap yang telah berteman lebih kurang selama 30 tahun menjadi sahabat yang menginspirasi, dan memotivasi serta mengasah kepekaan kita untuk peduli terhadap persoalan- persoalan penegakan hukum yang timpang, perlawanan terhadap ketidakadilan, serta istiqomah membela kepentingan keummatan di Medan dan Sumatera Utara bahkan Nasional.

Pemikiran dan mutiara pengabdian yang dilakonkannya selama jadi Advokat dan Aktivis selama hayatnya terbukti begitu banyaknya hadir para tokoh masyarakat dan tokoh Ormas Islam bahkan Ketua MUI Sumut almukarrom Dr H.Maratua Simanjutak hadir memberikan tausiyah dan persaksian atas jati diri alm.Hamdani Harahap. Kita berharap kedepan akan lahir lagi tokoh Hamdani Harahap yang baru dan ini saya amati telah dirintis dan diwarisi salah seorang putra beliau yaitu ananda Raja Makayasa Harahap, SH.MH Semoga seluruh aktifitas dan baktinya menjadi amal Ibadah bagi Alm.H.Hamdani Harahap…Aamin ya Robbal’alamin.

(Prof Dr H Hasim Purba, SH.MHum, Sabtu, 3 Maret 2023, Masjid Burhanuddin, Medan Estate)

Muhaddis dari Jamia Binoria Alaamia Karachi Pakistaan Kunjungi MUI Sumut

muisumut.or.id, Medan, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara pada Jum’at 3 Maret 2023 kedatangan Ulama hadits dari Jamia Binoria Aalamia Karachi, Pakistan, Muhaddis Syeikh Maulana Azizur Rahman al Hazrawi dan Muhaddis Syeikh Maulana Furqan Ahmad ash Siddiqi.

Rombongan sampai ke Kantor MUI-SU Jl. Majelis Ulama Indonesia No 3 Kota Medan sekitar pukul 10.00 WIB disambut hangat oleh Ketua Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (HLNKI MUI-SU) Provinsi Sumatera Utara, KH Akhyar Nasution dan para mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama MUI SU dengan nasyid Tala’al Badru ‘Alaina dan iringan gendang hadhrah.

foto bersama mahasiswa PTKU MUI sumatera Utara

Pada pertemuan ini, Muhaddis Syeikh Maulana Azizur Rahman al Hazrawi, dan rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum MUI SU Buya DR H Maratua Simanjuntak dan para Pengurus Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara lainnya

Dalam kunjungan itu, pihak MUI SU dan Muhaddis Syeikh Maulana Azizur Rahman al Hazrawi bertukar informasi terkait MUI SU dan Jamia Binoria Alaamia, serta manhaj Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Pada perbincangannya, Syekh Azizurrahman yang juga Ustadz Hadist Jamia Binoria Alaamia Karachi Pakistan, menginformasikan tentang silsilah hadist atau hadits musasal bil awaliyah dan hadits musalsal bil musafahah untuk para mahasiswa PTKU dan tamu undangan lainnya.

Syekh Azizurrahman yang juga merupakan dosen ilmu hadits di Jamia Binoria Alaamia di Karachi, Pakistan dan sudah mengajar selama lebih dari 40 tahun juga menjelaskan tentang kitab shahih dan sunan serta tahapan pendidikan di Universitas tersebut.

Beliau mengaku bersyukur dan bergembira bisa berkunjung ke MUI-Sumut, Syeikh menambahkan, kedatangannya ke Indonesia bertujuan untuk mengunjungi perkumpulan, organisasi Islam, pesantren-pesantren yang ada di Indonesia dan ulama-ulama qurro. “Kami sangat dimuliakan oleh ulama-ulama di sini. ” kata Muhaddis Syeikh Maulana Azizur Rahman al Hazrawi.

Syeikh juga menyampaikan bahwa ada beberapa alumnus Jamia Binoria Alaamia yang mengabdi di beberapa pesantren di Indonesia. Dia berharap kunjungannya ke MUI-Sumut dan pesantren-pesantren di Indonesia dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Mudah-mudahan ziarah ini bisa terus kami lanjutkan,” ucapnya.
Pada pertemuan tersebut Ketua MUI-Sumut mejelaskan tentang fungsi MUi sebagai Shadiqul Hukumah dan Himayah Ummah.
Bertindak sebagai penerjemah MUI-Sumut wakil sekertari Komisi HLNKI DR H Endi Marsal Dalimunthe, sedangkan dari rombongan syeikh, Ustadz Yunus dan Ustadz Hanif dari Pekanbaru yang juga merupakan Ketua Umum Alumni Jamia Binoria Indonesia.
Hadir juga dalam pertemuan tersebut Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia MUI-Sumut DR. H Abdul Hamid Ritonga MA, dewan pimpinan dan pengurus Komisi HLNKI.

Pada kesempatan tanya jawab Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri DR H Abdi Syahrial Harahap Lc MA bertanya tentang hubungan Islam Sunni dan Syiah di Pakistan. Syeikh menjawab alhamdulillah hubungan keduanya sudah semakin baik.

Pada akhirnya acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama
Acara selesai sekitar pukul 11 30 WIB

di sambut langsung oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri K.H. Akhyar Nasution

Kontributor KH Akhyar Nasution/ Ketua Bidang HLNKI MUI-SU

Ketua MUI Sumut, Dr. Abdul Rahim, M.Hum dukung Kesenian Islam

0

muisumut.or.id, Medan, Ketua MUI Sumatera Utara, Dr. Abdul Rahim, M.Hum memberikan dukungan kepada kesenian Islam. Hal ini disampaikannya ketika menghadiri rapat Kerja Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Sumut. Selasa (28/02/23) di hotel Le Polonia, Jalan Sudirman, Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi

Abdul Rahim yang juga merupakan Ketua Bidang Ukhuwah MUI Sumatera Utara berharap LASQI Sumut bisa menjadi kebanggaan warga Sumatera Utara khususnya pada bidang seni Ke Islaman

“ Seni-seni qasidah Islami perlu dilestarikan untuk menjadi penyeimbang bagi generasi muda muslim terhadap banyaknya budaya baru.” ujarnya

Tim Hadroh Mahasiswa PTKU MUI Sumut (dokumentasi Infokom MUI Sumut)

Sekilas tentang Seni Islam

Kasidah (qasidah, qasida) berasal dari bahasa Arab merupakan bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan. Kasidah adalah seni suara yang bernapaskan Islam dengan lagu-lagunya banyak kandungan unsur-unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran Islam. Biasanya dinyayikan dengan irama penuh kegembiraan yang hampir menyerupai irama irama Timur Tengah dengan diiringi rebana

Kasidah terdiri dari 5 atau 6 orang dalam memainkan berbagai alat musik dari yang kecil hingga rebana yang besar ditambah dengan alat kecrek. Pada perkembangan berikutnya, kasidah dapat dimainkan menggunakan alat kesenian lainnya sesuai dengan keterampilan seniman itu sendiri.

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara melalui mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) juga memiliki tim kesenian Islami atau biasa disebut “hadroh”. Saat ini Hadrah PTKU ini sering mengisi beberapa kegiatan di MUI Sumut maupun kegiatan ke Islaman lainnya.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak hadiri MUSDA Ke III MUI Nias Barat

0

muisumut.or.id, Nias Barat – Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak di dampingi Ibu Dr. Hj. Faridah Yafizham, M.Hum menghadiri Musyawarah Daerah (MUSDA) ke III MUI Nias Barat, Senin (27/02/23) di Gedung Sarana Olahraga Desa Kafokafo Kecamatan Sirombu. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Bidang Hukum MUI Sumut, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA serta kepala Sekretariat Drs. Ahmad Darwis Ritonga.

Dalam kesempatan tersebut Buya Maratua menjelaskan sesuai dengan Peraturan Organisasi Pemilihan Pengurus Majelis Ulama Indonesia pada semua tingkatan organisasi dilaksanakan melalui formatur dengan asas musyawarah mufakat yang terdiri dari berbagai perwakilan/unsur yang layak dan disepakati. Sesuai ketentuan PRT-MUI, calon Ketua Umum dan  Sekretaris Umum MUI tidak boleh dirangkap dengan jabatan politik dan pengurus harian partai politik. PRT-MUI juga membatasi jabatan Ketua Umum MUI maksimal dua periode kepengurusan, kecuali dibutuhkan dan dikomunikasikan/ dikonsultasikan dengan MUI setingkat di atasnya.

“MUSDA ini merupakan amanah dari Peraturan Organisasi MUI, untuk itu saya mengucapkan terimakasih telah melaksanakan MUSDA ke III” ujar Buya Maratua

Kegiatan yang langsung di buka oleh Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu yang menyampaikan harapannya agar Pengurus MUI yang terpilih dan umat Muslim di Kabupaten Nias Barat agar bisa bersatu dan bekerjasama dalam menjalankan tugas dengan baik serta bersinergi dengan seluruh unsur organisasi masyarakat dan organisasi keagamaan.

 Pemerintah Daerah  dan seluruh elemen masyarakat untuk kerukunan antar umat beragama dan kondusifitas wilayah kabupaten Nias barat. Turut hadir Kabag SDM Polres Nias Kompol E. Sembiring, Asisten Setda Kabupaten Nias Barat, Pimpinan OPD, Kabag Kesra dan hadirin lainnya.

Hasil MUSDA ke III mengamanahkan Luqman Hakim Zebua sebagai Ketua Umum MUI Nias Barat hasil dari Tim Formatur

MUI Mandailing Natal dan Radio StartFM Menjalin Kerjasama untuk Penyebaran Dakwah Melalui Radio

muisumut.or.id-Panyabungan, 27 Februari 2023 – Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal telah menjalin kerjasama dengan Radio StartFM 102.6 Panyabungan. Kerjasama ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua MUI Mandailing Natal dan Direktur Radio StartFM di aula kantor Radio StartFM pada pukul 11.30 WIB tadi pagi.

Rombongan MUI Mandailing Natal yang hadir dalam acara penandatanganan kerjasama ini terdiri dari H. Muhammad Natsir, Lc., S.Pd.I selaku Ketua Umum, H. Ahmad Zainul Khobir, M.M. selaku Sekretaris Umum, serta Ahmad Salman Farid, M.Sos yang menjabat sebagai Ketua Komisi Infokom. Sedangkan perwakilan dari Radio StartFM adalah Khoiruddin Faslah Siregar selaku Direktur.

Ketua MUI Mandailing Natal menyampaikan, “Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan penyebaran dakwah di Kabupaten Mandailing Natal melalui media radio, sehingga umat Islam dapat lebih dekat dengan MUI dan memperoleh pemahaman mengenai fatwa-fatwa yang dikeluarkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Khoiruddin Faslah Siregar atas sambutan yang baik terhadap kedatangan kami dan kerjasama ini,” ujar beliau.

Sementara itu, Direktur Radio StartFM menyampaikan, “Kami sangat gembira dapat bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal sebagai bentuk pengabdian dalam berdakwah dan mengembangkan syiar Islam di Bumi Gordang Sambilan ini,” tegasnya.

Kerjasama ini menghasilkan program siaran radio baru di StartFM yang diberi judul “Ruang MUI”. Program ini disajikan dalam bentuk tayangan langsung yang interaktif dan menghadirkan ulama-ulama terkenal di Kabupaten Mandailing Natal setiap hari Selasa, pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB.