Sunday, July 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 120

BidKom Sosial Bencana MUI SU gelar Kegiatan Eco Masjid

muisumut.or.id, Medan, MUI Sumatera Utara Mengusung tema besar Peringatan 1 Muharram 1445 H “Masjid Sebagai Pusat Peradaban ” .
Nani Ayum Panggabean Sekretaris Bidang Sosial dan Bencana MUI SU mengatakan bahwa Kami Bidang Komisi Sosial dan Bencana MUI SU mensinergikan Momentum Kebangkitan Umat 1 Muharram 1445 H ini dengan tema Masjid Sebagai Pusat Peradaban ini, dengan menggelar kegiatan Program Eco Masjid yang memang salah satu program Sosial Bencana MUI Sumut.

Program Eco Masjid merupakan program Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (SDA) . Salah satunya adalah sanitasi dan penyediaan air bersih di Masjid yang akan mendukung fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah, khususnya dalam peningkatan akses air bersih tidak keruh, kuning, berbau. Sanitasi sebagai sarana penting bersuci (thaharah) untuk sahnya ibadah serta merupakan kebutuhan masyarakat paling mendasar saat ini.

Islam sangat memperhatikan air. Menempatkan air bukan sekadar sebagai kebutuhan pokok kehidupan, melainkan juga menjadikannya sebagai sarana yang sangat menentukan bagi kesempurnaan iman seseorang dan kesahan sejumlah aktivitas ibadah yang mengharuskan pelakunya suci dari segala hadas dan najis (thaharah). Fiqh menetapkan bahwa alat suci dari hadas dan najis yang paling utama dan terpenting adalah air, melalui wudlu atau mandi .

Disamping penggunaaan air bersih, Masjid diharapkan juga bebas sampah .Mengubah perilaku masyarakat menjadi ramah lingkungan, merealisasikannya dalam tindakan nyata, tidak bisa hanya dengan ceramah saja. Membiasakan masyarakat Muslim sekitar masjid untuk tidak membuang sampah sembarangan

Bidkom Sosben MUI SU membuat program Eco masjid untuk membersihkan air yang keruh, kuning dan berbau dengan program filterisasi air.
Dari beberapa Masjid yang mendaftar. Sosben MUI SU memilih dua masjid yang ikut dalam program Eco Masjid ini . Satu masjid yang dekat dengan pajak yang kumuh. Dan satu lagi masjid yang dekat parit besar, rawan banjir dan airnya kotor, kuning pekat. Maka dipilihlah 2 masjid yaitu :
1.Masjid Al Hidayah & Pesantren Silaturrahim, Jl. Selamat Gg. Pasaman, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur. Masjid ini sangat dekat dengan pajak kumuh.
2.Masjid Muslimin Nias Jl Satria Ujung, Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Lokasi masjid ini dekat dengan parit besar yang airnya kotor dan keruh.

Pada Hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023 Sosben MUI SU yang ketua bidangnya Hj.Laila Rohani dan Ketua Komisinya Hj. Ameilia Zuliyanti Siregar berangkat menuju lokasi dua Masjid bersama beberapa orang Pengurus Sosben. Program nya adalah filterisasi air kotor keruh kuning bersama Rasyid Woter Filter Air. Alhamdulillah ada Bapak Ketua Umum Dr. H. maratua Simanjuntak dapat foto bersama melepas pengurus Sosben melakukan kegiatan Eco Masjid didampingi Ketua Bidang Penelitian, Pengkajiandan Pengembangan Bapak Prof.Dr.H.Fachruddin Azmi dan Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundagang -Undangan Bapak Dr. H.Abdul Hamid Ritonga,MA.

BidKom Sosben MUI SU diterima dengan sangat baik oleh Ketua BKM masjid Al Hidayah Bapak Hendri Mahrizal Tanjung dan pengurus lainya. Sedangkan di Masjid Muslimin Nias disambut BKM Bapak Zahril Telaumbanua dan pengurus lainnya.

BidkomSosben MUI SU membawa dan memberikan kepada dua Masjid ini : 1 unit Tong besar untuk penyimpanan air dan 2 unit tong besar lagi untuk penampungan air serta 3 tempat sampah tertutup.

Bapak Zahril Telaumbanua BKM Masjid Muslimin Nias mengatakan sangat senang dan mengapresiasi MUI SU peduli kepada umat untuk ketersediaan air bersih dalam melaksanakan thaharah.

Kegiatan Eco Masjid ini Penerapan hadist Rasulullah Saw :
بُنِيَ الدِّيْنُ عَلَى النَّظَافَةِ.
Artinya: “Agama itu didirikan atas kebersihan.” (HR Muslim). Semoga program Eco Masjid bidkom Sosben ini memotivasi warga sekitar masjid peduli dengan lingkungan bersih tidak kumuh , sehingga tergambar Masjid sebagai pusat peradaban dimulai dengan Prilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) tutur Nani Ayum Panggabean.

MUI Kabupaten Asahan dan Ormas Islam Gelar Acara Pernyataan Sikap Menyikapi Isu-isu Penistaan Agama

0

muisumut.or.id-Asahan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam se-Kabupaten Asahan telah mengeluarkan Pernyataan Sikap mengenai maraknya penistaan agama dan menolak keberadaan Komunitas LGBT. Aksi Damai ini dilaksanakan di Masjid Raya Kisaran pada Jumat (14/07/2023).

Dalam acara tersebut, Dr. Edi Sucipno, MA selaku Pimpinan Yayasan Pendidikan Qur’an Kabupaten Asahan, selaku pembawa acara menyampaikan, “Para pimpinan MUI, pimpinan perguruan tinggi, ketua atau pimpinan daerah ormas Islam, ormas kemasyarakatan, ormas kemahasiswaan yang ada di Kabupaten Asahan, mengelar Deklarasi Damai dan Pernyataan Sikap mengenai isu yang berkembang tentang penistaan agama.”

Sebelum Deklarasi Damai dan Pernyataan Sikap dimulai, dilakukan pembacaan Surat Al-Baqarah ayat 1 hingga 5 dari Husni Sitorus, seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang tidak diragukan bagi mereka yang bertakwa, yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan bersedekah dari rezeki yang diberikan kepada mereka. Ayat tersebut juga menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan sebelumnya dan yakin akan kehidupan akhirat, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Tuhan mereka.

Selanjutnya, Buya H. Abdullah Salman Tanjung, MA selaku Ketua Umum MUI Kabupaten Asahan, memimpin pembacaan Pernyataan Sikap. Pada hari itu, tanggal 14 Juli 2023, melalui Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Asahan, pernyataan sikap disampaikan terkait isu-isu yang saat ini banyak menyudutkan dan menistakan agama Islam serta ajaran-ajaran agama Islam, terutama Al-Qur’an sebagai imam dan pedoman bagi umat Islam secara keseluruhan.

Ketua Umum MUI dalam paparannya menyatakan, “Apa yang kita lihat dan dengar baik secara langsung maupun secara visual sungguh-sungguh sangat menyakitkan telinga dan hati para pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam, baik di luar negeri seperti Swedia maupun di dalam negeri, bahkan di pondok pesantren yang identik dengan pelajar-pelajar Islam atau yang mengatasnamakan dirinya Islam, namun tidak mencerminkan dan menunjukkan jati dirinya yang islami. Justru pernyataannya melakukan mendiskreditkan, menistakan, serta merusak Islam dari dalam.”

Menghadapi isu-isu yang berkembang, seluruh ormas yang ada di Kabupaten Asahan menyatakan sikap terhadap maraknya judi, maksiat, dan penistaan agama Islam. Pernyataan sikap MUI dan seluruh ormas Islam terhadap penistaan agama tahun 1444 H adalah sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras pembakaran Al-Qur’an dan penistaan agama di Swedia serta mendesak aparat untuk menindak tegas setiap pelaku penistaan agama Islam.
  2. Menuntut penangkapan dan penjarakan Panji Gumilang serta penyelidikan yang mendalam terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukannya terhadap ajaran agama Islam dan Al-Qur’anul Karim.
  3. Menolak keras penyelenggaraan pertemuan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) se-Asean di Jakarta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Mendukung dan mendesak Kapolres Asahan untuk menutup semua bentuk perjudian dan tempat-tempat maksiat di Kabupaten Asahan.

Ketua MUI Kabupaten Asahan berharap, “Pada akhirnya umat Islam harus waspada dan mawas diri terhadap ajaran dan pemahaman sesat yang semakin banyak bermunculan dan merajalela di mana-mana.” Harapannya adalah agar umat Islam tetap teguh dalam menjaga identitas dan nilai-nilai Islam. (Yogo Tobing)

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H Dimeriahkan oleh Pameran UMKM di MUI Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Merujuk pada agenda Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara telah mengatur acara peringatan yang akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 Juli 2023. Acara ini dipenuhi dengan kegiatan menarik, terutama dengan adanya pameran UMKM yang menghiasi meriahnya perayaan tersebut.

Terdapat 26 stand yang akan berdiri tegak untuk memeriahkan acara peringatan tahun baru Muharram ini. Menariknya, mayoritas stand tersebut akan didominasi oleh peserta UMKM di Sumatera Utara.

Berikut peserta dalam pameran UMKM ini:

  1. MUI Sumatera Utara
  2. Pinbas MUI Sumatera Utara
  3. LPPOM MUI Sumatera Utara
  4. Pinbas Kabupaten Langkat
  5. PDM Coffee
  6. Ratu Bakery
  7. Nabila Juice Fresh Healthy
  8. D_ma’zia
  9. Amanah POP Alami, KPSAU MUI Sumut
  10. Pentol Seafood Korean
  11. ASSA BU RIN
  12. Madam’s Cookies
  13. KyARa 19
  14. NAWRA_DIMSUM
  15. Jajanan Kak Lady
  16. Y2Y Crochet
  17. Eyang Produsen Dimsum
  18. Kawa Daun Coffee
  19. Kebab HajeJun
  20. Teraz_NduutKyara
  21. Kalilastore
  22. Ashfara Kreasi
  23. Zainab Collection
  24. Martabak Naniku
  25. Juragan HauSSS
  26. SALJI Sabun Mandi Padat Halal Sehat dan Bersih

Sebagai informasi tambahan, dalam pameran ini, pengunjung juga akan menemukan 15 produk UMKM yang merupakan hasil binaan dari MUI Sumatera Utara dan biasanya tersedia di Kedai Wakaf MUI Sumut. Berikut 15 produk UMKM tersebut:

  1. Keju Goreng Uni Upik dan Kue Bawang Nabila
  2. Roti Chairuna Bakery
  3. Kriken
  4. Ratu Kasturi
  5. Farhan Group Kembang Goyang
  6. Lesti Snack Shop Kerupuk Orong-orong
  7. Bawang Goreng Umi 4R
  8. Ting-ting Jahe dan Kacang
  9. Madu Amanah
  10. Madu Salamah
  11. Madu Asy-Syifa
  12. Sehat Sejahtera Teh Serai
  13. Black Garlic RGI Premium
  14. Baby syifa Care
  15. Tauco-Qu

Tunggu apa lagi? Segera catat tanggalnya, tanggal 18 hingga 20 Juli 2023, dan kunjungi pameran UMKM yang diadakan oleh MUI Sumatera Utara (Yogo Tobing)

Majelis Ulama Indonesia Mengadakan Seminar Pengkajian Peta Potensi dan Prospek Umat Islam

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara melalui Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan menggelar seminar dengan tema “Menggali Permasalahan Umat Menuju Pemberdayaan yang Penuh Maslahat.” Seminar ini diselenggarakan di Aula MUI Sumatera Utara pada hari Sabtu, 15 Juli 2023.


Dalam seminar ini, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan pentingnya mengetahui potensi umat agar dapat bergerak berdasarkan potensi yang ada, bukan sekadar dugaan. Dengan mengetahui permasalahan yang dihadapi, langkah-langkah dapat diambil untuk mencari solusi, baik dalam konteks keagamaan, sosial, ideologi, maupun kenegaraan.

Dr. H. Maratua Simanjuntak juga menyampaikan bahwa hasil seminar ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah tindak lanjut oleh MUI. Jika diperlukan, MUI akan mengambil tindakan yang sesuai untuk menangani permasalahan yang diidentifikasi melalui seminar ini.

Beliau juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam seminar ini, karena MUI telah mengundang narasumber yang kompeten. Ia berharap agar seminar ini diikuti dengan serius dan aktif oleh peserta.

Prof. Dr. H. Fachruddin MA, selaku Ketua Bidang Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Sumatera Utara, dalam pemaparannya yang berjudul “Peta Potensi dan Peluang Umat Islam Sumatera Utara untuk Kemaslahatan Bangsa,” menjelaskan beberapa hal yang menjadi fokus seminar. Hal-hal tersebut meliputi perencanaan program pembinaan, analisis berbagai kemungkinan pembuatan kebijakan internal, penyusunan rencana tindak lanjut penyesuaian kebijakan eksternal, serta membangun kerjasama strategis untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Menurut Prof. Dr. H. Fachruddin MA, potensi merujuk pada kekuatan yang dimiliki oleh individu, kelompok, atau entitas yang belum sepenuhnya tampak atau belum dimanfaatkan sepenuhnya. Potensi umat Islam meliputi aspek keagamaan, kelembagaan, SDM dan kependidikan, sosial budaya, perekonomian, dan politik.

Prof. Dr. H. Fachruddin MA juga menyampaikan pentingnya melihat peluang dengan melakukan kajian strategis berdasarkan data penelitian yang tersedia mengenai potensi yang ada. Namun, ia mencatat bahwa kesadaran akan pentingnya data base ini masih kurang disadari oleh pihak-pihak terkait dan lembaga keummatan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sinergi terintegrasi dari berbagai komponen untuk mendorong pemberdayaan potensi menjadi kompetensi yang lebih optimal.

Pada akhir pemaparannya, Prof. Dr. H. Fachruddin MA menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk bekerja sama dalam mengoptimalkan potensi menjadi kompetensi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Ia menyatakan bahwa semua pihak harus berkomitmen untuk menyusun data base dan mendukung adanya pusat kajian strategis. Hal ini akan melengkapi upaya strategis yang dibahas dalam seminar ini dan menjadi dasar pemanfaatan peluang yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa. (Yogo Tobing)

Khutbah Salat Jumat di Masjid Ar Rahmah MUI Sumut: Muahadah, Muraqabah, dan Mujahadah sebagai Solusi Atasi Godaan Harta, Tahta, dan Wanita

0

muisumut.or.id-Medan, Masjid Ar Rahmah yang terletak di perkantoran MUI Sumut menyelenggarakan Salat Jumat pada 14 Juli 2023 dengan pengkhotbah Dr. Agusman Damanik, MA. Dalam khutbahnya, Dr. Agusman menekankan pentingnya menjaga keimanan manusia dari tiga hal yang sering menjadi ujian, yaitu harta, tahta, dan wanita. Beliau menguraikan tiga konsep penting yang dapat membantu umat Islam menghadapi tantangan ini, yaitu muahadah, muraqabah, dan mujahadah.

Muahadah, disebutkan Dr. Agusman, adalah sikap untuk hanya beribadah kepada Allah semata dan menyadari perjanjian yang telah dibuat dengan-Nya. Dengan memfokuskan diri pada ibadah dan menjauhkan diri dari godaan duniawi seperti harta, tahta, dan wanita, umat Islam dapat mempertahankan keimanan mereka. Muahadah mengajarkan agar manusia tetap tunduk kepada Allah dan menghindari sifat keserakahan, kekuasaan yang korup, serta godaan dari pergaulan yang tidak sehat.

Selanjutnya, Dr. Agusman menjelaskan tentang muraqabah, yaitu meyakini kehadiran Allah dalam setiap kondisi kehidupan. Dengan muraqabah, umat Islam diajak untuk mengingat bahwa Allah selalu melihat dan mengetahui segala hal yang mereka lakukan. Hal ini membantu menghindari godaan untuk berbuat dosa terkait harta, tahta, dan wanita, karena menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan dan niat dalam hati.

Terakhir, Dr. Agusman menyampaikan pentingnya mujahadah, yakni berjuang sungguh-sungguh dalam membangun kualitas kedekatan dengan Allah. Dalam menghadapi godaan dari harta, tahta, dan wanita, umat Islam perlu berusaha keras untuk menguatkan iman dan mendekatkan diri kepada Allah. Mujahadah mengajarkan bahwa melalui usaha yang sungguh-sungguh, umat Islam dapat memenangkan pertempuran internal dengan hawa nafsu dan menjaga keutuhan iman mereka.

Dengan menerapkan konsep muahadah, muraqabah, dan mujahadah ini, umat Islam diharapkan dapat mengatasi masalah yang muncul akibat godaan harta, tahta, dan wanita. Dengan menjaga keimanan mereka, umat Islam dapat menghindari keserakahan, kekuasaan yang korup, dan pergaulan yang tidak sehat. Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Agusman memberikan panduan dan motivasi kepada jamaah Masjid Ar Rahmah untuk menjalani kehidupan yang penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. (Yogo Tobing)

Berikut Rangkaian Acara Peringatan Tahun Baru Islam MUI Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara akan mengadakan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H sekaligus Peluncuran Kalender Hijriah Tahun 1445 H dengan tema Besar: “Masjid Menjadi Pusat Perubahan atau Centre of Excellence.” Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 18 hingga 20 Juli 2023.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dijadwalkan akan hadir dan membuka acara secara resmi pada puncak acara tanggal 19 Juli 2023.

Dalam rangka menyemarakkan dan menyebarkan semangat Tahun Baru Islam 1445 H, MUI Provinsi Sumatera Utara akan menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya adalah Pameran UMKM Unggulan di Pelataran Kantor MUI Provinsi Sumatera Utara, yang akan diikuti oleh 24 stand pameran. Selain itu, akan diselenggarakan beberapa perlombaan, antara lain:

  1. Pembuatan Video Profil Masjid, yang diikuti oleh MUI Kecamatan di seluruh Sumatera Utara.
  2. Pemilihan Stand Terbaik pada Pameran UMKM Unggulan.
  3. Pembuatan Video Pendek Semarak Muharram 1445 H.

Lebih lanjut, dalam rangka Peringatan Tahun Baru ini, MUI Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan doorprize dan telah menyiapkan hadiah menarik berupa souvenir/hadiah bagi para pengunjung yang beruntung. Selain itu, tersedia juga hadiah berupa uang tunai untuk para pemenang perlombaan.

MUI Provinsi Sumatera Utara berharap partisipasi dari masyarakat dan semua pihak dalam acara Peringatan Tahun Baru ini. Dukungan dan kontribusi yang diberikan akan menjadi dorongan bagi keberlangsungan acara yang bermanfaat bagi umat Islam di Sumatera Utara.

Berikut Rangkaian acara Peringatan Tahun Baru Islam MUI Sumatera Utara:

Tim Hisab Rukyat MUI Sumatera Utara Tetapkan 1 Muharram 1445 H Jatuh Pada Tanggal 19 Juli 2023

0

muisumut.or.id-Medan, Tim Hisab Rukyat, yang bertanggung jawab atas perhitungan awal bulan Qamariah, telah merilis data terbaru mengenai penanggalan awal bulan Qamariah tahun 1445 H. Berdasarkan hasil perhitungan mereka, awal bulan Muharram di tahun tersebut jatuh pada tanggal 19 Juli 2023.

Perhitungan awal bulan Qamariah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ibadah bulanan dan harian umat Islam, yang mengacu pada peredaran bulan. Pengadaan Kalender Hijriah tidak hanya memenuhi kebutuhan umat Islam, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan budaya, sejarah, peradaban Islam, serta syiar Islam dari masa ke masa. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, sebagai pelaku utama dalam hal ini, telah meluncurkan Kalender Hijriah sejak tahun 1431 H hingga 1444 H, bersamaan dengan peringatan 1 Muharram (tahun baru Islam).

Ketua Tim Hisab Rukyat MUI Sumatera Utara, Dr. H. Arso, menjelaskan bahwa dalam sistem hisab yang digunakan dan diakui oleh pemerintah Republik Indonesia, terdapat sekitar 27 sistem hisab mulai dari sistem klasik hingga sistem kontemporer, termasuk di dalamnya sistem E.W. Brown yang akurasinya dapat dipertanggungjawabkan seperti sistem-sistem hisab lainnya. Penentuan awal bulan Qamariah didasarkan pada Alquran, hadis, dan pandangan beberapa ulama.

Dr. Ardiansyah, Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, mengungkapkan bahwa Kalender Hijriah ini merupakan acuan penting, terutama bagi pemerintah dan MUI di tingkat kabupaten dan kota. Oleh karena itu, penting untuk menyebarkan informasi ini dengan serius agar Kementerian Agama, organisasi masyarakat, dan pemerintah dapat memahami perbedaan dalam penanggalan ini. Perbedaan ini biasanya terjadi pada awal Ramadan, awal Syawal, dan Zulhijjah. Maka dari itu, pemahaman yang jelas sangat diperlukan agar persatuan tetap terjaga.

Dr. Ardiansyah juga menambahkan bahwa meskipun Sumatera Utara tidak memiliki kekuasaan untuk menentukan penanggalan ini, setidaknya dapat memberikan pemahaman kepada umat di wilayah tersebut agar persatuan tetap terjaga. Kita patut bersyukur bahwa berita ini tidak menimbulkan kehebohan berlebihan seperti sebelumnya (Yogo Tobing)

Kegiatan Pembinaan Fardlu Kifayah Jenazah Perempuan oleh KPRK MUI Sumut dan KPRK MUI Kabupaten Deli Serdang

0

Sumber Foto: https://djatinegara.com/

muisumut.or.id-Deli Serdang, Komisi Pemuda Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan KPRK MUI Kabupaten Deli Serdang telah menyelenggarakan pembinaan pelaksanaan fardlu kifayah jenazah perempuan. Kegiatan ini berlangsung di ruang aula Kantor Camat Kecamatan Pancur BatuBatu pada tanggal 11 Juli 2023.

Pembinaan ini dihadiri oleh 40 peserta dari zona binaan dua wilayah, yaitu Sibolangit, Pancur Batu, Kutalimbaru, Deli Tua, Namorambe, Patumbak, dan Tanjung Morawa.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, hadir beberapa perwakilan dari MUI Sumut, antara lain Ketua KPRK MUI Sumut, Dra. Hj. Rusmini MA, bersama Dra. Hj. Wan Khairunnisah selaku Sekretaris KPRK MUI Sumut, serta Dra. Hj. Nurliati Ahmad MA sebagai narasumber. Turut hadir juga perwakilan dari MUI Deli Serdang, termasuk KH. Amir Panatagama selaku Ketua Umum, Drs. Rustam Rokan selaku Bendahara MUI, Ketua KPRK MUI Kabupaten, Dr. Elly Warnisyah MA, dan Sekretaris Infokom Iwan Rasyadi, M.Si.

Dalam sambutannya, Hj. Rusmini yang mewakili Ketua Umum MUI Sumut menyampaikan bahwa saat ini terdapat banyak aliran-aliran sempalan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, pembinaan ini diadakan sebagai upaya untuk memperkuat pelaksanaan fardlu kifayah yang sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

Tanggapan positif atas kegiatan ini juga datang dari Ketua MUI Deli Serdang, KH. Amir Panatagama, yang mengapresiasi KPRK MUI Sumut atas sinergi yang telah terjalin dalam kegiatan keummatan ini, yang sudah menjadi kegiatan ketiga kalinya. Ia berharap bahwa pembinaan ini akan meningkatkan wawasan keilmuan para perempuan di Deli Serdang dan menjadi ilmu yang bermanfaat serta menjadi amal jariyah sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat kelak.

Pada kesempatan yang sama, Sekcam Kecamatan Pancur Batu, Rudi Harmoko, yang mewakili Camat, dan didampingi oleh Wakil Ketua MUI Kecamatan, Ustadz Munirwan MA, juga memberikan sambutan positif terhadap kegiatan ini.

Kegiatan pembinaan pelaksanaan fardlu kifayah jenazah perempuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama para perempuan, dalam memahami dan melaksanakan ajaran Islam yang sahih dan sesuai dengan syariat. Semoga kegiatan serupa akan terus berlanjut untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran umat Islam dalam menjalankan kewajiban agama dengan benar dan baik. (Yogo Tobing)

MUI Kota Padangsidimpuan dan Polres Padangsidimpuan Berkolaborasi untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan di Kota

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Padangsidimpuan, AKBP Dudung Setyawan, beserta rombongannya melakukan kunjungan ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan pada hari Selasa (11/7/2023). Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat kerja sama antara Polres Padangsidimpuan dan MUI Kota Padangsidimpuan.

Kedatangan AKBP Dudung Setyawan disambut hangat oleh Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Zulfan Efendi Hasibuan, beserta pengurus MUI lainnya. Dalam sambutannya, Zulfan Efendi Hasibuan menekankan peran penting Majelis Ulama Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Beliau menekankan bahwa MUI melaksanakan tugasnya melalui cara Tausiyah (pengajaran dan nasihat).

Zulfan juga mengumumkan bahwa pada tanggal 19 Juli 2023, MUI Padangsidimpuan akan menyelenggarakan acara Dzikir dan Tabligh Akbar untuk memperingati tahun baru Islam. Acara ini akan dilaksanakan di Masjid Al-Abror Padangsidimpuan, dan H. Hasan Bakti Nasution, salah satu pengurus MUI Provinsi, akan menjadi penceramah tamu. Beliau berharap agar Polres Padangsidimpuan dapat meminimalisir masalah sosial mengingat Padangsidimpuan dikenal sebagai “Kota Serambi Mekkah” di Sumatera Utara dan merupakan kota dengan populasi pelajar yang besar.

“Kami juga berharap Kapolres Dudung Setyawan dan jajarannya dapat memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kota kita tercinta,” tambah Zulfan.

Menanggapi hal ini, Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dudung Setyawan, mengakui pentingnya kolaborasi antara polisi dan MUI Kota Padangsidimpuan. Beliau menekankan bahwa polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan masyarakat dan meminta masukan yang terus-menerus dari MUI untuk menjaga lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kami berharap ke depannya Polres Padangsidimpuan dan MUI dapat bekerja sama untuk memberikan pelayanan yang baik dan menjaga ketertiban di kota Padangsidimpuan,” tutup Dudung.

Kunjungan ini ditutup dengan adanya diskusi yang produktif antara Polres Padangsidimpuan dan MUI Kota Padangsidimpuan, yang membuka jalan bagi kerja sama yang lebih lanjut dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis bagi penduduk Padangsidimpuan. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melalui Pameran UMKM dan Acara Peringatan Muharram

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah mempersiapkan serangkaian acara dalam menyambut datangnya bulan Muharram. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai Islam dan mengedepankan pentingnya ekonomi syariah serta kesadaran lingkungan. Acara-acara ini direncanakan berlangsung mulai tanggal 18 hingga 20 Juli 2023.

Salah satu acara utama adalah Pameran Produk Unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis syariah. Drs. Putrama Alkhairi, Sekretaris Bidang Komisi Perekonomian dan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Sumut, menyatakan bahwa pameran ini akan menampilkan produk UMKM yang ramah lingkungan. Dari 84 UMKM yang mendaftar, dipilih 25 UMKM terbaik untuk berpartisipasi dalam pameran ini.

KPSAU (Koperasi Pertanian Syariah Amanah Ulama) dan LPPOM MUI Sumut turut serta dalam pameran ini. LPPOM MUI Sumut akan memberikan bimbingan dan konsultasi untuk sertifikasi halal.

Selama tiga hari acara, akan dilaksanakan kegiatan pengumpulan sampah untuk menekankan pentingnya kebersihan dalam ajaran Islam. Jenis sampah yang dikumpulkan meliputi sampah organik, plastik, kertas, dan kaleng, yang akan ditangani oleh petugas yang terlatih. Selain itu, akan ada konsultasi mengenai pengelolaan sampah, termasuk acara talk show tentang energi terbarukan. Kegiatan ini melambangkan komitmen acara dalam meningkatkan kesadaran akan lingkungan.

Drs. Putrama juga menekankan pentingnya sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan sebagai aspek sentral dalam perekonomian Islam. Undangan telah diberikan kepada Gubernur Sumatera Utara, serta Dinas Koperasi, Pertanian, Perdagangan, dan Bank Sumut. Tujuan dari undangan ini adalah untuk menjajaki skema yang dapat memberdayakan UMKM.

Dr. Indra Utama, Ketua Komisi Perekonomian dan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Sumut sekaligus Direktur KPSAU, mengumumkan pendirian biro konsultasi yang berfokus pada pertanian organik yang tidak menggunakan pupuk sintetis. Selain itu, akan dilakukan diskusi dengan PLN terkait energi terbarukan, khususnya penggunaan biomassa untuk pembangkit listrik.

Bersamaan dengan peringatan Muharram pada tanggal 19 Juli 2023, panitia penyelenggara acara di bawah kepemimpinan Dr. Akmaluddin, M.Hum, bertujuan untuk menyiarkan tahun baru Islam. Menyadari perlunya mengatasi tantangan yang dihadapi dalam perekonomian Islam, panitia berencana mengintegrasikan kegiatan Muharram dengan inisiatif ekonomi syariah, terutama melalui kolaborasi dengan berbagai UMKM.

Untuk menyemarakkan acara tersebut, akan diadakan lomba pembuatan konten video. Selain itu, juga akan dilakukan peresmian Kebun Wakaf Urban Farm di lantai empat kantor MUI Sumut. Jika Muharram 1444 P2WP memiliki 120 lubang tanam, di tahun 1445 kami memiliki kurang lebih 10 ribu lubang tanam yang berlokasi di lantai 4.

Dengan adanya berbagai kegiatan ini, MUI Sumut bertujuan untuk melibatkan masyarakat, memperkuat nilai-nilai Islam, dan mendorong perkembangan ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah. (Yogo Tobing)