Sunday, July 19, 2026
spot_img
Home Blog Page 127

Adakan Pelatihan, LDK PAB MUI Sumut Respon Kelangkaan Khatib Jumat di Deli Serdang

0

muisumut.or.id, Deli Serdang, Lembaga Dakwah Khusus Perbaikan AKhlak Bangsa (LDK PAB) MUI Provinsi Sumatera Utara menggelar pelatihan untuk imam masjid di Ruang Serba Guna kantor Kepala Desar Tiga Juhar Kecamatan STM Hulu, Kabuputaen Deli Serdang. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 16-17 Maret 2023 diikuti 21 peserta dari 2 kecamatan yakni STM Hulu dan STM Hilir.

Pelatihan ini dilaksanakan menindaklanjuti berita yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu, diketahui bahwa ada daerah yang sering tidak mengadakan shalat Jumat karena tidak ada khatib. Berita tersebut kemudian viral di grup WhatsApp. Lembaga Dakwah Khusus Perbaikan Akhlak Bangsa (LDK PAB) MUI Provinsi Sumatera Utara dengan cepat merespons berita tersebut dengan mengirimkan para dai relawan yang siap turun ke lokasi untuk mengisi peran khatib dalam shalat Jumat.

LDK PAB MUI SU tidak tinggal diam dan mengadakan program pelatihan untuk khatib dan imam masjid. Harapannya, warga setempat dapat memakmurkan masjidnya dan menghidupkan setiap waktu shalat lima waktu.

Pelatihan ini melibatkan narasumber atau pelatih yang berpengalaman dari Medan, yaitu Drs. H. Arifin Umar, MA yang juga merupakan Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara dan H. Baihaqi Tanjung, MA. Mereka menyampaikan materi tentang rukun dan syarat menjadi khatib dan imam, serta mempraktikkannya di dalam ruang pelatihan. Selain itu, mereka memberikan umpan balik mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki dan menilai yang sudah sesuai.

Tidak hanya itu, setelah pelatihan selesai, setiap peserta diberi tugas untuk menjadi khatib dan imam secara terjadwal di 9 masjid yang telah ditentukan oleh tokoh masyarakat di kecamatan STM Hulu dan Kecamatan STM Hilir selama 7 kali Jumat. Pelaksanaan tugas ini dimulai dari tanggal 24 Maret 2023 hingga 5 Mei 2023. Selama pelaksanaan di setiap masjid, dilakukan pendampingan dan pemantauan oleh tim yang kemudian akan dievaluasi.

Acara penutupan pelatihan dai dan khatib ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 Syawal 1444 H atau 20 Mei 2023 M di Masjid Raya Al Jami’ Tiga Juhar. Setelah menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah ditetapkan, para peserta diberikan sertifikat sebagai penghargaan atas keikutsertaannya.

Pada acara penutupan pelatihan ini, hadir Forkopimca, tokoh masyarakat, tokoh ormas, pengurus BKM Masjid, Ketua Forum Peduli Masjid dan Umat Islam STM Hulu, Fosil BKM Indonesia, serta dihadiri oleh Ketua BKM Masjid Raya Al Jami’ Ust Indra Tarigan, S.Pd, dan Kepala Dusun Tiga Juhar,” ujar Ketua LDK PAB, Dr. Elman Boy.

Selain itu, pada acara penutupan pelatihan imam dan khatib, juga hadir Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara, Abdul Aziz, ST, serta Tim Monev Dr. Sudirman dan Muhammad Soleh Siregar.

Selain pelatihan khatib dan imam masjid, kami juga membagikan Mushaf Al-Qur’an, buku Iqra, buku Yasin, dan buku tuntunan sholat untuk kebutuhan masjid, dengan dukungan dari Sahabat Hijrahkuu.

“Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar atas izin dan rahmat Allah, serta doa dan peran dari semua sahabat. Mari terus saling bahu membahu, saling membantu agar dakwah Islam ini tersebar, karena dakwah ini adalah tugas kita bersama. Bersamamu di jalan dakwah yang berliku. Apapun harakahmu, aku saudaramu,” tutup Elman Boy.

MUI Dorong Kolaborasi Tokoh Agama untuk Menciptakan Geopolitik Dunia yang Aman dan Damai

0

muisumut.or.id-Jakarta, Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 21-23 Mei bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia tentang agama, perdamaian, dan peradaban di Hotel Sultan, Jakarta, telah dibuka oleh Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan. Dalam sambutannya, buya Amirsyah menekankan pentingnya hidup damai sebagai cita-cita bersama bagi seluruh umat manusia.

Dalam pandangannya, semua agama mengajarkan nilai-nilai hidup damai. Namun, kehidupan yang penuh dengan konflik bukanlah akibat langsung dari agama itu sendiri, melainkan lebih merupakan hasil penyalahgunaan agama untuk kepentingan politik dan ekonomi. Untuk itu, buya Amirsyah mengungkapkan harapannya bahwa tokoh-tokoh agama dari berbagai negara dapat menjadi pelopor dalam menciptakan geopolitik yang aman dan damai di seluruh dunia. Dengan menciptakan kehidupan yang aman dan damai, maka peradaban yang berkelanjutan dapat terwujud.

Lebih lanjut, buya Amirsyah menjelaskan bahwa kedamaian global akan tercapai jika setiap individu dan masyarakat berkomitmen untuk hidup dengan damai, memenuhi kebutuhan hidup dengan baik dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan. Dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompleks, persaingan yang didasarkan pada prinsip kesetaraan dan keadilan adalah kunci untuk mencapai kedamaian bersama.

Sebagai contoh nyata, sebagai makhluk sosial, manusia perlu berinteraksi dengan sesama manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi tersebut memerlukan kedamaian yang dapat menjamin kelancaran kehidupan sosial tanpa adanya gangguan. Islam, sebagai sistem kehidupan yang menyebutkan menuju kesempurnaan, telah memberikan berbagai prinsip dan panduan untuk mewujudkan perdamaian dalam kehidupan manusia di dunia. Islam menolak segala bentuk permusuhan dan tindakan zalim yang dapat memecah belah umat manusia.

Konferensi ini diharapkan dapat menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi antara tokoh agama dalam membangun peradaban yang berlandaskan pada perdamaian dan keadilan. Dengan kesamaan tekad dan upaya yang komprehensif, diharapkan dunia dapat mencapai kedamaian yang berkelanjutan untuk kebaikan bersama. (Yogo Tobing)

MUI Berperan Aktif dalam Pembentukan UU 22/1999: Mahfud MD Ungkap Kontribusi Penting dalam Acara Halalbihalal

0

muisumut.or.id-Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof. Mahfud MD, mengungkapkan kontribusi yang signifikan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pembentukan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Pernyataan ini disampaikan oleh Mahfud dalam acara Halalbihalal 1444 H yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Kamis malam (18/5/2023).

Dalam acara dengan tema “Merajut Solidaritas Umat untuk Membangun Bangsa” tersebut, Mahfud menceritakan kisah menarik tentang awal reformasi yang berkaitan dengan demokratisasi daerah. “Pada awal reformasi, ada kisah menarik tentang membangun demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu hal yang paling ditekankan pada saat itu adalah demokratisasi untuk daerah, sehingga muncul gagasan negara federal,” jelasnya.

Namun, usulan negara federal tersebut tidak disetujui karena Indonesia memiliki bentuk negara kesatuan. Namun demikian, akhirnya dibuatlah undang-undang terkait otonomi daerah. “Kita adalah negara kesatuan, tetapi urusan-urusan harus diserahkan kepada daerah, kecuali lima hal: Moneter dan Fiskal, Diplomasi (politik luar negeri), Pertahanan, Keamanan, dan Peradilan (hukum),” ucapnya.

Mahfud menyebutkan bahwa undang-undang tersebut hampir disahkan, namun beberapa hari sebelum sidang pleno, pimpinan MUI mendatangi pemerintah dan DPR untuk mengusulkan bahwa agama juga harus menjadi urusan pusat. “Pak, jika ingin menjaga NKRI ini sebagai urusan pusat, jangan hanya yang lima tadi, tambahkan satu lagi, yaitu urusan agama. Urusan agama harus menjadi urusan pusat dan tidak boleh diberikan otonomi,” kata Mahfud saat menceritakan pengalamannya.

Menurutnya, Indonesia adalah satu-satunya negara yang menambahkan agama sebagai urusan pusatnya. “Kenapa? Karena jika urusan agama diberikan otonomi, negara ini bisa terpecah, setiap daerah bisa memiliki peraturan daerah masing-masing,” lanjutnya. “Inilah sumbangan dari Majelis Ulama Indonesia yang menjadi Undang-Undang No. 22 Tahun 1999,” tambahnya.

Dalam konteks solidaritas umat, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus tetap bersatu dan solid meskipun terdapat perbedaan dan kepentingan yang beragam. “Kita harus menyatukan umat kembali, meskipun ada perbedaan kepentingan, persaingan, dan sebagainya. Persaingan boleh ada, tetapi tetap dalam ikatan kesatuan dan solidaritas untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu membangun bangsa,” ucapnya.

“Sebagai satu bangsa, kita adalah ciptaan Tuhan yang dulunya bersatu, dan kita harus terus bersatu jika ingin maju. Di lingkup geopolitik, kita menjaga NKRI, sedangkan di tingkat global, kita menjaga hubungan antarmanusia,” tegasnya. (Yogo Tobing)

MUI Menggelar Halal Bi Halal Kebangsaan sebagai Upaya Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Tahun Politik

0

muisumut.or.id-Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan acara Halal Bi Halal Kebangsaan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada tanggal 18 Mei 2023. Dalam kesempatan ini, Ketua Panitia Pelaksana, KH M Cholil Nafis, menyampaikan kepada para undangan yang hadir bahwa acara Halal Bi Halal ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan persatuan bangsa menjelang tahun politik pada 2024 mendatang.

“Dalam pertemuan malam ini, kita berharap dapat menjalin hubungan yang tulus, sebagai anak-anak bangsa dan tokoh-tokoh bangsa,” ujar beliau. “Malam ini, kita akan mendengarkan tausiyah dari para tokoh tentang bagaimana menghadapi Pemilu agar terlihat baik dan dirasakan menyenangkan. Salah satu pihak mungkin akan meraih kemenangan, tetapi kita tidak boleh saling merendahkan. Tujuan kita adalah solidaritas dan persatuan bangsa,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa Halal Bi Halal merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh MUI setiap tahunnya pada bulan Syawal, sebagai wujud saling menghalalkan atau memaafkan satu sama lain. Namun, tahun ini Halal Bi Halal diselenggarakan secara istimewa.

“Jika sebelumnya Halal Bi Halal dilakukan setelah pemilihan kepemimpinan pada tahun 1948, kali ini Halal Bi Halal ini dilakukan sebelum pemilihan,” jelasnya.

Acara Halal Bi Halal dihadiri oleh berbagai komponen bangsa, termasuk dewan pimpinan MUI, lembaga negara, ormas agama, pemimpin partai, tokoh agama, serta beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Turut hadir pula duta besar dari Mesir, Malaysia, Palestina, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kiai Cholil Nafis berharap acara Halal Bi Halal ini dapat menyatukan visi, yaitu visi kesatuan bangsa. Dia optimis bahwa Halal Bi Halal dapat memperkuat persatuan dan kesatuan umat di tengah situasi politik yang panas dan dinamis. Dia menganggap bahwa kontestasi pemilu seringkali memecah belah persatuan umat. Oleh karena itu, acara Halal Bi Halal ini sangat penting untuk diselenggarakan.

“Kontestasi politik terus bergerak dan memanas. Kita ingin persaingan itu berada dalam kerangka memajukan umat dan bangsa,” ucapnya. (Yogo Tobing)

Diskusi Koordinasi MUI Sumut dan MUI Mandailing Natal Bahas Peran dan Harapan Umat Islam

0

muisumut.or.id-Panyabungan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara dan MUI Mandailing Natal berdiskusi di Rumah Makan Lia Garden, Panyabungan Pada tanggal 17 Mei 2023. Diskusi tersebut membahas berbagai hal terkait koordinasi dan komunikasi antara kedua lembaga tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan bahwa MUI memiliki peran penting sebagai wadah bagi ulama dan cendikiawan Muslim. MUI diharapkan dapat meneruskan tugas dari para Nabi, memberikan fatwa, membimbing dan melayani umat, serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Dr. H. Maratua Simanjuntak juga mengungkapkan harapannya agar MUI Mandailing Natal dapat memenuhi harapan umat Islam, terutama dalam mengatasi permasalahan hukum Islam dan menyediakan layanan konsultasi syariah.

Dalam diskusi tersebut, Ketua MUI Mandailing Natal, H. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I, turut hadir dan mengungkapkan kebahagiaannya atas bimbingan dan arahan dari Ketua MUI Provinsi Sumut.

H. Muhammad Nasir juga menyampaikan kegembiraannya atas pertemuan singkat ini. Dalam diskusi, banyak hal telah dibahas, termasuk masalah tata rias pengantin yang melibatkan pria berpenampilan seperti wanita. Hal ini menjadi fokus kerja mereka ke depan untuk mengurangi perilaku LGBT di Mandailing Natal.

Selain itu, juga muncul usulan untuk mengembangkan semangat ekonomi umat melalui pembentukan MUI Mart Pusat yang menyediakan oleh-oleh khas Mandailing Natal. Rencananya, MUI Mart Pusat akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Provinsi dengan dukungan dari MUI Provinsi Sumut. (Yogo Tobing)

Seminar dan Kuliah Umum Waqf Goes to Campus ; Wakaf UIN Sumatera Utara Berbenah untuk Perbaiki Peringkat IWN

0

muisumut.or.id, Direktur P2WP MUI Sumatera Utara, Akmaluddin Syahputra menyampaikan harapannya agar Wakaf UIN Sumatera Utara dapat menjadi garda terdepan dalam berbenah dan memperbaiki peringkat Indeks Wakaf Nasional (IWN) 2022, dimana Provinsi Sumatera Utara berada pada urutan terakhir, Hal ini disampaikan pada Seminar dan Kuliah Umum Waqf Goes to Campus di Aula UIN Sumut Jalan Williem Iskandar, Selasa (16/5)

Rektor UIN SU Prof Nurhayati melalui Wakil Rektor IV Dr Maraimbang Daulay, MA menyampaikan, Mahasiswa UIN SU yang sekitar 30 ribu orang siap menjadi duta wakaf Sumut yang ikut menyosialisasikan ke masyarakat pentingnya menggelorakan semangat dan menggerakkan wakaf di Sumut.

Seminar dan kuliah umum tersebut menampilkan dua narasumber yang kompeten yakni Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia, Dr. Yuli Yasin, LC, MA yang membawakan tema “Perkembangan Wakaf di Indonesia dan Luar Negeri” dan Prof. Dr. Achyar Zein, MA dengan tema “Penghimpunan, Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf melalui Kampus”

Sebelum acara seminar dan kuliah umum dilaksanakan penadatanganan MoU antara UINSU dan BWI.

Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA yang menjadi keynote speaker pada acara tersebut menyampaikan bahwa Saat ini penting untuk meningkatkan literasi dan pemahaman tentang perwakafan agar meningkatkan pula kesadaran berwakaf di tengah masyarakat sehingga mampu semakin luas untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

“Perlu meningkatkan literasi pemahaman perwakafan dan meningkatkan kesadaran berwakaf bagi umat. Terima kasih kepada Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) yang berkenan menjadi bagian dari gerakan ini. Sosialisasi di kampus-kampus untuk mengajak kampus menjadi bagian dari ekosistem perwakafan nasional. Karena SDM yang paling bagus itu adanya di kampus, yang nanti kita harapkan sebagai duta-duta wakaf,” jelas Prof Nuh.

Elemen mahasiswa, menurutnya, menjadi penting karena terbentuk di kampus, belajar dan dididik sehingga nanti setelah tamat mengabdi di tengah masyarakat dalam banyak ruang. Sistem yang dijalankan kampus ini kelak menjadi bekal generasi memimpin bangsa dan sebagai pengambil keputusan pada 2045. Dalam konsep wakaf ini, Prof Nuh menjelaskan tentang suatu hadis di mana rasul mengangkat anak yang ayahnya mati berperang dan ibunya menikah lagi sehingga anak tersebut tampak murung dan sedih.

“Rasul mendatangi anak yang termenung, padahal teman-temannya sedang bergembira dengan pakaian baru. Rasul bertanya, maukah engkau aku menjadi pengganti bapakmu, Aisyah sebagai pengganti ibumu, Fatimah sebagai saudaramu dan seterusnya. Hingga anak yang sedih itu menjadi senang dan bahagia, telah diberi pakaian baru dan diberi makan, konsep inilah yang dibutuhkan saat ini di negara ini,” urai Prof Nuh.

Memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi orang lain yang memerlukan inilah yang menjadi landasan dalam konsep wakaf yang dinilai sebagai solusi konkret yang dibutuhkan saat ini dalam rangka meraih kesejahteraan. Karena wakaf akan bermuara dan melekan pada peningkatan kesejahteraan umat. Namun, belum semua tertarik dengan perwakafan. “Wakaf pasti terkait dengan kesejahteraan, terkait dengan dakwah Islam dan martabat manusia serta terkait dengan masa depan. Kami sampaikan terima kasih kepada UIN SU yang turut ikut menggerakkan perwakafan,” tukasnya.

Ia mengharapkan, UIN SU Medan menjadi kampus yang terus bertingkat kualitasnya. Tumbuh dengan pendekatan pemikiran lintas generasi dan harus punya aset lintas generasi. Dengan konsep wakaf dan menyediakan dana abadi secara sadar dan sengaja yang bisa dikembangkan dalam upaya mencapai kesejahteraan. “Kita harus kembali menghidupkan kembali aset-aset yang dulu telah terbukti jaya. Harus punya dana abadi melalui wakaf,” tandasnya.

MUI Gelar Acara Bersama Tokoh Agama dan Pimpinan Partai untuk Memperkuat Persatuan Bangsa

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengadakan acara halal bihalal pada tanggal 18 Mei 2023, pukul 18.00-20.30 WIB, di Hotel Bidakara, Jakarta. Menyadari bahwa tahun ini adalah tahun politik, acara ini akan mengundang ketua umum partai politik.

Acara tersebut juga akan dihadiri oleh undangan dari Dewan Pertimbangan MUI, Pimpinan Harian MUI, Pimpinan Komisi, Badan, dan Lembaga (KBL) MUI, serta disiarkan secara langsung di saluran YouTube resmi TV MUI.

Undangan telah ditujukan kepada Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Gubernur Bank Indonesia, Panglima TNI/Kapolri, Pimpinan Ormas Islam, Pimpinan Organisasi Kepemudaan, Majelis Agama tingkat pusat, dan Kementerian terkait.

MUI ingin memperkuat dan memajukan umat, oleh karena itu dalam tahun politik ini, MUI mengundang pimpinan partai politik untuk hadir. Bahkan, dalam acara ini MUI akan memberikan peran yang penting kepada Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, dan Ketua DPD RI untuk memberikan sambutan. Sambutan juga akan disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Ma’ruf Amin, dan Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, menyampaikan bahwa MUI sebagai wadah umat akan menghadirkan berbagai pihak dalam acara tersebut, termasuk pemerintah, ketua partai politik, menteri terkait, organisasi masyarakat, dan lembaga negara.

“Dengan demikian, persaingan politik pada tahun 2024 akan berjalan seperti turnamen sepak bola, di mana semua pihak ingin meraih kemenangan, namun tetap dalam koridor sportivitas,” harap Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok. (Yogo Tobing)

Studi Banding KPSAU MUI Sumut ke PT Humbahas Bumi Energi, Buka Peluang Kerja Sama di Bidang Pertanian Organik

0

muisumut.or.id-Humbahas, Koperasi Syariah Amanah Ulama (KPSAU) MUI Sumatera Utara melakukan kunjungan studi banding ke PT Humbahas Bumi Energi (HBE) terkait pembangkit listrik tenaga hidro. Kunjungan yang berlangsung pada 12-13 Mei 2023 tersebut dihadiri oleh beberapa peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki keterkaitan dengan industri energi dan koperasi.

Menurut data yang berhasil dihimpun, rombongan tersebut terdiri dari Dr. Ir. Muhammad Yani Bas, salah satu peserta dari Singapura, merupakan Tenaga Ahli Energi, Drs. Putrama Alkhairi, Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumut, hadir dalam rangka memperkuat koneksi antara koperasi dan industri pembangkit listrik.

Selain itu, hadir pula beberapa tokoh dari KPSAU, yakni Dr Indra Utama (Ketua KPSAU), Ali Suman (Sekretaris KPSAU), Dr. Saparuddin Ritonga (Bendahara KPSAU), Prof. Ilmi Abdullah (Manager Eksekutif KPSAU), Tavip (Manager/PIC KPSAU), dan Ramli Lubis (Tim Ahli KPSAU). Seluruh peserta kunjungan memiliki peran penting dalam upaya penjajakan kerja sama antara KPSAU dan PT HBE.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan penjajakan peluang kerja sama antara PT HBE dengan KPSAU. Dr Indra Utama (Ketua KPSAU) mengungkapkan hasil kunjungan yang membuka kemungkinan kerja sama dalam pengelolaan sedimen dan eceng gondok untuk bahan baku pembuatan pupuk organik, guna meningkatkan pertanian organik masyarakat di kabupaten Humbahas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Indra Utama juga menyampaikan bahwa Tim KPSAU dalam waktu dekat akan mempersiapkan rancangan proposal kerja sama yang akan disampaikan pada pimpinan PT HBE sebagai pemilik usaha Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM). Dalam kunjungan ini, KPSAU didampingi oleh Bapak Azman dan tim dari PT. Humbahas Bumi Energi yang merupakan pemilik dan pengelola PLTM tersebut. (Yogo Tobing)

Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Sumatera Utara Selenggarakan Seminar Mengenai Mendidik Anak Ala Rasulullah

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan seminar berjudul “Cara Mendidik Anak Ala Rasulullah” yang diselenggarakan oleh Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) pada hari Sabtu, 22 Syawal 1444 H/13 Mei 2023 M, pukul 09.00 WIB, di Aula MUI Sumatera Utara.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dan mengutip sebuah hadis tentang fitrah setiap anak yang dilahirkan kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. “Anak-anak yang tumbuh berakhlak baik, pastilah peran orangtuanya begitu hebat dalam mendidik, begitu juga sebaliknya,” ungkap Dr. Maratua.

Dalam seminar tersebut, Ummi Khairiah, seorang psikolog, membahas tentang “Mendampingi anak dalam persiapan aqil baligh (Pendekatan Psikologi Islami)”. Ia membahas tentang kehidupan Rasulullah sebelum dan sesudah Aqil Baligh serta memberikan indikator rentang usia Aqil Baligh dan tugas perkembangan dalam kematangan psikologis, kognitif/ideologis, sosial, dan biologis.

Studi kasus juga dibahas mengenai anak remaja yang tumbuh maksimal secara fisik namun tertinggal secara mental. Hal ini disebabkan oleh kurangnya peran orangtua dalam mendampingi perkembangan anak. Selain itu, serangan ideologi, sosial, dan psikologis yang sangat gencar juga menjadi faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak remaja.

Dalam seminar tersebut, juga dibahas tentang fase Aqil Baligh/Pubertas/Remaja dari pendekatan psikologi, baik dari segi fisiologis maupun psikologis/emosi. Beberapa hal yang dibahas meliputi perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi kepercayaan diri anak.

Sebelum acara ditutup, diungkapkan pula oleh Kurniasari Mulia, Penggagas Gerakan Ibu Mengajar, mengenai masalah komunikasi produktif orang tua dan anak pada keluarga. Ia memaparkan beberapa masalah dalam komunikasi orang tua dan anak, seperti tidak adanya kesamaan visi antar anggota keluarga, orang tua cenderung merasa paling tahu dan paling benar sehingga sulit memberi ruang perbedaan pendapat dengan anak, dan orang tua melakukan labeling, comparing, dan bullying.

Namun, Kurniasari Mulia juga memberikan solusi dengan menjelaskan tentang cara komunikasi yang produktif, antara lain dengan menggunakan bahasa positif, memahami lebih dulu, menguasai diri sendiri, dan tenang dalam berkomunikasi.

Selain itu, pemateri yang ketiga juga membahas tentang Parenting Islami berjudul “Membangun Karakter Dengan Karakter” Oleh Muhammad Khairil, S.Ag., M.A.

Bagi seluruh umat Islam yang ingin menyaksikan acara tersebut, silakan klik di sini

Seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan solusi bagi para orangtua dan tenaga pendidik dalam mendidik anak. (Yogo Tobing)

Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama MUI Sumut lakukan MoU dengan Bupati Langkat terkait Pengolahan Sampah dan Limbah

muisumut.or.id, Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU) MUI Sumatera Utara melakukan MoU/ Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Langkat, Kamis (11/5/2023) bertempat di kantor Bupati Langkat. Kesepakatan ini ditandatangi  Syah Afandin, SH selaku Plt Bupati Langkat sebagai pihak Kesatu, dan Dr. Indra Utama, SE, M.Si selaku Ketua Koperasi sebagai pihak kedua. Objek dari Kesepakatan Bersama ini adalah tentang pengolahan sampah dan limbah lainnya untuk bahan baku pembuatan pupuk organik dan pemanfaatannya di Kabupaten Langkat.

Kesepakatan bersama langsung dihadiri  Dr. Muhammad Yani  selaku penasihat koperasi sekaligus  pemilik teknologi Alfimer ™ (Advanced Landfill Management & Mining with Material and Energy Recovery) & YaniSys™ (Yield Acceleration Noble Inception) Technologies & Processes.”

Turut hadir Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum Wakil Ketua Koperasi, Ali Suman Daulay, Sekretaris koperasi, Sekda Kab Langkat serta MUI Kab Langkat.

Indra Utama menyampakan bahwa “kesepakatan bersama ini dilakukan untuk pedoman dalam komunikasi, diskusi, negosiasi, melakukan studi kelayakan yang diperlukan, dan memberikan data dan/atau informasi tentang pengolahan sampah dan limbah lainnya untuk bahan baku pembuatan pupuk organik dengan menggunakan teknologi AlfimerTM dan YaniSysTM, Lisensi Teknologi Dr. Ir. Muhammad Yani bAS dan pemanfaatannya di Kabupaten Langkat.”

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kesepakatan ini akan berlangsung selama tiga (3) tahun.

“karena ini tahap awal yakni kesepakatan bersama, maka kedepan kita akan membuat pengaturan pelaksanaan serta mekanisme dan hubungan kerja yang bersinergi antar kedua belah pihak termasuk dukungan pembiayaan atau anggaran. Ini  semua dilakukan dalam ranga mencapai tujuan kerjasama” ujarnya penuh optimis

KPSAU MUI Sumut pada hari sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi dengan PUD Pasar Medan dalam upaya penanganan dan pengelolaan sampah di pasar. pada Rabu (10/5/2023) untuk membahas kerja sama tersebut. Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala pasar di bawah naungan PUD Pasar Medan.

baca juga https://muisumut.or.id/koperasi-produsen-amanah-ulama-majelis-ulama-indonesia-provinsi-sumut-siap-bantu-pemerintah-dalam-tangani-sampah/