Saturday, July 18, 2026
spot_img
Home Blog Page 128

Koperasi Produsen Amanah Ulama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumut Siap Bantu Pemerintah Dalam Tangani Sampah

0

muisumut.or.id-Medan, Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU) MUI Sumut dan PUD Pasar Medan telah menjalin kolaborasi dengan PUD Pasar Medan dalam upaya penanganan dan pengelolaan sampah di pasar. Kehadiran KPSAU MUI Sumut, disambut baik oleh direktur utama PUD Pasar, Suwarno, ketika KPSAU MUI Sumut hadir pada Rabu (10/5/2023) untuk membahas kerja sama tersebut. Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala pasar di bawah naungan PUD Pasar Medan.

Suwarno menyatakan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurai sampah dan bahkan memberikan pendapatan tambahan bagi perusahaan. Selain itu, Ketua KPSAU Indra Utama, Ketua PINBAS MUI Sumut Putrama Alkhairi, dan jajaran mereka menyatakan bahwa pengolahan dan pengelolaan sampah dilakukan dengan menggunakan teknologi Alfimer yang menggabungkan bioteknologi upstream yang diinovasi oleh One Biosyis.

Indra mengaku, Metode ini merupakan solusi efektif, murah, ramah lingkungan, dan mudah digunakan untuk mengatasi masalah sampah domestic. Proses pengolahan hanya memakan waktu 7 sampai 8 hari dan menghasilkan pupuk yang bermanfaat. Selain itu, Indra juga menyatakan bahwa teknologi Alfimer sebelumnya telah sukses diterapkan dalam penanganan sampah di TPA Terjun dengan Pemko Medan. Dengan pengolahan sampah yang efisien, diharapkan pasar-pasar yang dikelola oleh PUD Pasar Medan akan menjadi lebih bersih dan sehat. (Yogo Tobing)

MUI Memperkuat Sistem Keamanan Internal Usai Insiden Penembakan

0

muisumut.or.id-Jakarta, Kasus penembakan yang terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjadi perhatian publik selama hampir satu minggu terakhir. Kejadian tersebut melibatkan seorang pelaku tak dikenal yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan mengharapkan untuk bertemu dengan ketua MUI.

Menyikapi kasus ini, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Arif Fahrudin, mengungkapkan bahwa saat ini MUI tengah fokus untuk memperkuat sistem keamanan internal.

“Kejadian ini membuat kami melakukan introspeksi dan perbaikan terhadap sistem keamanan internal kami. Intinya, kami melakukan evaluasi internal dan melakukan perbaikan sistem internal,” kata Kiai Arif Fahrudin (7/5/23).

Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Kiai Arif menyampaikan bahwa MUI sepenuhnya mengandalkan pihak yang berwenang untuk melakukan investigasi dan upaya lainnya dalam mengungkap kasus ini.

“Kami hanya melakukan introspeksi internal. Untuk investigasi dan upaya di luar, kami mengucapkan terima kasih dan kami mendukung aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan lainnya yang membantu MUI,” tambahnya.

Dalam kasus ini, pelaku penembakan kantor MUI sebelumnya mengirim surat yang berisi permintaan untuk bertemu dengan ketua MUI. Namun, surat yang beredar di media sosial tersebut bukan merupakan surat resmi dari lembaga atau organisasi manapun. Surat tersebut juga mengandung narasi ancaman.

Kiai Arif menegaskan bahwa administrasi adalah dasar bagi MUI dalam melayani tamu yang ingin berkunjung. Namun, surat tersebut memiliki banyak kejanggalan.

“Sistem administrasi surat merupakan jaminan bagi MUI untuk memberikan pelayanan. Jika suratnya jelas, isi suratnya jelas, nomor kontaknya jelas, dan tujuannya jelas, tentu saja kami akan meresponsnya,” tegas Kiai Arif.

“Namun, setelah kami melihat surat-surat tersebut, tidak memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan tanggapan prioritas. Bahkan, kami melihat adanya nada ancaman. Artinya, kami tidak dapat menerima atau mengundang pihak-pihak yang mengancam keamanan di wilayah MUI,” lanjutnya.

Kiai Arif Fahrudin juga menyatakan keprihatinannya atas serangan yang terjadi di kantor MUI, yang merupakan tempat para ulama, zuama, dan cendekiawan Islam berkumpul untuk membimbing, membina, dan memberikan dukungan kepada umat.

Selain itu, beliau juga mendoakan agar pelaku yang telah meninggal mendapatkan ampunan dari Allah SWT sehingga dosa-dosanya diampuni. (Yogo Tobing)

Ormas Islam Menyatakan Dukungan Terhadap Tim Khusus dalam Penyelidikan Penembakan Kantor MUI

0

muisumut.or.id-Jakarta, Insiden penembakan yang terjadi di Kantor Majelis Ulama Indonesia pada Selasa (2/5/2023) telah menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari berbagai pihak. Merespons kekhawatiran dan situasi yang ada, MUI mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh ormas untuk memberikan penjelasan tentang kronologi kejadian dan perkembangan penanganan kasus tersebut, pada Kamis (4/5/2023).

“Kami mengadakan pertemuan ini atas permintaan tokoh-tokoh ormas yang terus menanyakan kejadian dan perkembangan kasus yang menimpa MUI,” ungkap Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis.

Dalam pertemuan tersebut, MUI menyatakan sikapnya setelah kejadian penembakan. Di satu sisi, Kiai Cholil menjelaskan bahwa MUI memandang peristiwa ini sebagai ujian dari Allah SWT. Namun di sisi lain, MUI telah membentuk tim khusus untuk menangani dua hal, yakni aspek hukum dan aspek sosial guna menjaga semangat dakwah bagi umat.

“Kami tetap berada di jalan yang benar, mempertahankan semangat berdakwah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Menurut Kiai Cholil, sejumlah tokoh ormas yang hadir dalam pertemuan tersebut juga merasa khawatir dengan tindakan teror yang terjadi di Kantor MUI. Mereka mengusulkan peningkatan keamanan dan pengawasan ke depan.

Para tokoh yang hadir memberikan saran agar keamanan di MUI melibatkan teknologi keamanan digital, seperti detektor siber atau keamanan siber.

“MUI tetap menjadi rumah bagi semua, menjadi mercusuar bagi ormas-ormas. Keamanan yang ketat tidak akan menghilangkan kenyamanan dan kemudahan akses sebagai rumah bagi semua,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah, menyatakan bahwa pembentukan tim khusus merupakan agenda lanjutan di internal MUI. Tim tersebut terdiri dari sembilan anggota aktif MUI, termasuk wakil ketua, ketua bidang, dan anggota pengurus lainnya.

“Tim ini dipimpin langsung oleh Ketua MUI bidang Hukum dan HAM, Prof. Noor Achmad,” tambahnya.

Ikhsan juga mengungkapkan bahwa selain mencari profil Mustafa sebagai pelaku penembakan, MUI juga sedang menyelidiki beberapa kejanggalan terkait tindakan teror tersebut. Salah satunya adalah kematian pelaku secara tiba-tiba, padahal saksi-saksi menyatakan bahwa saat ditangkap, pelaku dalam kondisi sehat.

“Kami berharap hasil visum yang dilakukan oleh dokter dapat mengungkap penyebab kematian pelaku,” harapnya.

Selain itu, terdapat laporan bahwa pelaku sebenarnya telah mengirim surat kepada Polda Metro Jaya yang berisi ancaman terhadap lembaga negara dan MUI. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan pencegahan terkait hal tersebut.

Lebih lanjut, Ikhsan membantah anggapan publik bahwa pelaku dalam kondisi gangguan jiwa. Dia dengan tegas menyatakan bahwa pelaku secara kuat diidentifikasi sebagai aktor yang memiliki kepentingan tertentu. Bukti-bukti seperti keahlian dalam menembak, jejak rekening dengan jumlah dana yang besar, dan jejak digital yang terhubung dengan beberapa individu menunjukkan hal tersebut.

“Pelaku tidak beroperasi sendirian, dia merupakan bagian dari aktor-aktor tertentu. Hal ini berdasarkan temuan-temuan yang terus kami kembangkan,” ungkapnya. (Yogo Tobing)

Kiai Niam Memastikan MUI Terus Konsisten Menjaga Akidah Umat di Tengah Ancaman Serangan

0

muisumut.or.id-Jakarta, KH Asrorun Niam Sholeh, sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa, menegaskan bahwa MUI akan terus berpegang teguh pada tugasnya untuk menjaga akidah umat dari pemahaman yang menyimpang. Meskipun pada hari Selasa (02/05/2023) terjadi serangan oleh seseorang yang mengaku sebagai nabi, MUI tetap tegar dalam melaksanakan dakwah untuk memelihara keyakinan umat.

Namun, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengharapkan agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara cermat terhadap kejanggalan dalam kasus ini. Hal-hal seperti aliran dana besar yang masuk ke rekening pelaku, status pelaku yang secara tiba-tiba diklaim meninggal meskipun fisiknya terlihat cukup kuat, serta dugaan adanya gangguan kejiwaan pada pelaku.

“Bagaimana dia bisa tiba-tiba membawa senjata? Darimana asalnya? Ini dapat diungkap lebih lanjut dari alamatnya yang jelas. Kemudian, transaksi dana besar yang terlihat mencurigakan padahal pelaku hanya seorang petani, juga sangat mencurigakan. Terlebih lagi, jika pelaku diketahui memiliki gangguan mental,” ujarnya kepada MUIDigital, pada hari Kamis (04/05/2023) di Jakarta.

Selain mempertanyakan kasus tersebut, Kiai Niam juga menegaskan bahwa tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Dalam ajaran Islam, tidak ada legitimasi bagi siapapun yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad.

“Jelas bahwa setiap orang yang mengklaim sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW tidak diakui, karena bagian integral dari agama Islam adalah mengakui bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir, dan tidak ada lagi nabi yang diutus setelahnya,” jelasnya.

Dalam Islam, yang diakui bukanlah nabi berikutnya, tetapi penerus perjuangan Nabi Muhammad SAW. Penerus di sini tidak mengacu pada mereka yang menerima wahyu Allah SWT seperti yang terkadang terjadi di Indonesia. Penerus di sini merujuk pada mereka yang melanjutkan dakwah dan pesan kenabian.

“Ada istilah pewaris nabi. Pewarisan ini bukanlah pewarisan materi seperti menerima wahyu, melainkan pewarisan dalam melaksanakan tugas dakwah dan risalah kenabian,” ungkapnya.

Rasulullah memang mewariskan ilmu, Al-Qur’an, dan Hadis kepada para sahabatnya hingga para ulama saat ini.

Selain mengeluarkan fatwa terkait produk halal, ibadah, dan ekonomi syariah, MUI selama ini sering melakukan penelitian terhadap aliran sesat yang ada di Indonesia. Cap MUI sebagai lembaga yang intoleran banyak muncul karena tugas MUI dalam mengkaji aliran yang menyimpang atau sesat ini. Karena ini berkaitan dengan akidah dan inti ajaran Islam, MUI tidak dapat memberikan ruang bagi penyimpangan.

“MUI selama ini bertugas untuk mengkaji, meneliti, dan membahas berbagai aliran keagamaan yang ada di Indonesia serta memberikan panduan agar masyarakat menjalankan agama sesuai dengan prinsip-prinsip keagamaan. Jika ada penyimpangan, maka akan dinyatakan bahwa itu adalah penyimpangan. Oleh karena itu, tidaklah tepat jika kita memberikan toleransi terhadap penyimpangan dan penodaan dengan dalih toleransi,” jelas Kiai Niam.

Dia menjelaskan bahwa toleransi tidak dapat diterapkan secara universal untuk semua aspek. Ada aspek-aspek inti dalam ajaran agama yang tidak dapat ditoleransi. Namun demikian, MUI selalu mengimbau agar aparat penegak hukum dan masyarakat tidak menggunakan kekerasan terhadap para penganut aliran sesat.

“Ada wilayah tertentu di mana toleransi dapat dibangun, yaitu wilayah yang memungkinkan adanya perbedaan dengan mengikuti prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan pedoman keagamaan,” katanya.

“Namun, ada juga perbedaan yang pada hakikatnya merupakan penyimpangan. Dalam konteks ini, MUI tetap konsisten. Meskipun ada ancaman, tekanan, atau teror yang berusaha mencegah MUI menyampaikan kebenaran, MUI akan tetap menjalankan tugasnya tanpa mengurangi tingkat pelayanan,” paparnya. (Yogo Tobing)

MUI Sumatera Utara Gelar Halal Bi Halal dengan Tema Pemantapan Idul Fitri dan Ukhuwah Islamiyah

0

muisumut.or.id-Medan, Pada Rabu, 12 Syawal 1444 H/03 Mei 2023 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (SU) menggelar acara Halal Bi Halal dengan tema “Pemantapan Idul Fitri dan Ukhuwah Islamiyah” di Aula MUI SU, mulai pukul 09.00 hingga selesai WIB. Acara ini dihadiri oleh berbagai ormas Islam, tokoh agama, serta pejabat pemerintah setempat.

Dalam sambutan pembukaannya, Asisten I Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Basarin Yunus Tanjung, M.Si, menyampaikan harapan agar Idul Fitri menjadi kemenangan bagi umat Islam yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Halal bi halal dijadikan momentum untuk saling memaafkan, menyatukan langkah, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah Sumatera Utara yang dicintai.

Ia juga memohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan yang terjadi kepada MUI Sumatera Utara, serta berharap agar visi dan misi pemerintah provinsi Sumatera Utara yang maju, aman, dan bermartabat dapat terwujud dalam kehidupan masyarakat.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran empat ormas Islam yang memberikan tausyiah pada acara ini. Menurutnya, keberadaan ormas-ormas Islam menjadi modal untuk memelihara ukhuwah Islamiyah yang penting bagi umat Islam.

“Dalam halal bi halal kali ini ada empat yang memberikan tausyiah. Kita bersyukur dari masing-masing ormas Islam memberikan tausyiahnya. Ini menjadi modal kedepan untuk memelihara ukhuwah Islamiyah. Karena MUI tidak ada kalau tidak ada ormas-ormas Islam”, ungkap Dr. Maratua.

Keempat tokoh ormas tersebut ialah Sariman Al Faruq perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Dr. Hasbi perwakilan dari Al Ittihadiyah, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara perwakilan dari Al Washliyah dan yang terakhir Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara.

Dr. Maratua juga menekankan pentingnya tasawuf dalam memperkuat akidah dan syariat Islam. Selain itu, ia menyerukan pentingnya silaturahim yang baik dan harus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Kita sadar Islam itu akarnya iman, islam, dan ikhsan. Kalau bicara sempurna akidah dan syariat saja tanpa tasawuf tidak akan mencapai sempurna. Silaturahim ini tidak bisa hanya sekadar salaman. Kita harus peduli dengan silaturahim karena saat ini silaturahim kita umat Islam bisa dibilang sedang tidak baik-baik saja,” ucap Dr. Maratua.

Di samping itu, Dr. Maratua juga mengungkapkan bahwa acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Sumatera Utara ini diharapkan dapat memperkuat persaudaraan dan kerukunan umat Islam di wilayah tersebut. Semoga silaturahim yang terjalin dapat terus dijaga dan ditingkatkan demi terciptanya masyarakat yang berakhlak mulia dan sejahtera. “Kita wariskan silaturahim yang baik untuk anak-anak kita. MUI harus khawatir meninggalkan anak cucu yang lemah. Lemah dari segi ilmu, segi ekonomi, apalagi lemah dari segi akidah, kita harus khawatir. Semoga Allah memberikan hidayah bagi kita di idul fitri ini,” ucap Dr. Maratua. (Yogo Tobing)

Koperasi Amanah Ulama MUI Sumut Jajaki Peluang Bisnis Pertanian Organik di Desa Semadam Asal, Aceh Tenggara

0

muisumut.or.id-Aceh Tenggara, Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU), PINBAS MUI Sumut telah melakukan kunjungan ke Desa Semadam Asal, Aceh Tenggara pada hari Sabtu, 29 April 2023, guna melihat peluang pertanian organik atau alami. Desa Semadam Asal dipilih karena di sana telah terbukti sukses mengelola pertanian secara alami dan organik. Tim KPSAU yang terdiri dari Ketua KPSAU Dr. H. Indra Utama SE Msi, Wakil Ketua Dr. H. Akmaluddin Syahputra M.Hum, Sekretaris Ali Suman Daulay, Eksekutif Manager Prof Ilmi Abdullah, dan tim pemasaran KPSAU yakni Ir. Jairi Tavip dan Zainal SE, serta Dr. Ir. Muhammad Yani Bas selaku penasehat Teknologi KPSAU dan pembina pertanian organik percontohan Desa Semadam Asal, turut serta dalam kunjungan ini.

Dr. Indra Utama, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan untuk mempelajari bagaimana para petani di Desa Semadam Asal mengelola pertanian secara alami yang dipandu oleh Muhammad Rifai petani pemilik lahan pertanian di desa tersebut yang telah menjadi Mitra KPSAU. Hal ini sangat penting bagi KPSAU, yang memiliki produk utama yakni pupuk organik dgn teknologi YaniSys, karena dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. KPSAU berharap dapat mempelajari sistem pertanian yang telah terbukti sukses di Desa Semadam Asal dan menerapkannya pada binaan pertanian KPSAU.

Mitra KPSAU, Muhammad Rifai, mengungkapkan bahwa pada periode pertama penggunaan pupuk organik padat dan POC, ia menggunakan sekitar 300-400kg pupuk padat dari kotoran sapi untuk 1/4 ha sawah. Setelah diaplikasikan, terjadi penetralisasi pada tanah yang awalnya rusak dan perlahan pulih. Selama masa pertumbuhan, petani aplikasikan pupuk organik cair setiap 10 hari sekali untuk membantu pertumbuhan tanaman. Setelah 3 bulan, pada periode pertama, padi berhasil dipanen dengan kualitas yang baik dan bernilai tinggi, meskipun hasilnya tidak terlihat bergoni-goni namun dalam segi berat, mencapai hasil di atas padi kimia. Total berat pada periode pertama mencapai 5 goni dengan total lebih dari 400 kilogram.

Dalam kunjungan tersebut, KPSAU menemukan tiga poin penting, yaitu pemasaran bibit padi organik dari Desa Semadam Asal, fasilitasi pembentukan kelompok tani organik di Aceh Tenggara, serta persiapan kerja sama pembentukan usaha kontrak pertanian organik di Aceh Tenggara dan Sumatera Utara. KPSAU berharap dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan bisnis pertanian organik di Sumatera Utara dan Aceh Tenggara. KPSAU berkomitmen untuk terus mempelajari dan mengembangkan teknologi pertanian organik guna meningkatkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

KPSAU juga akan terus bekerja sama dengan para petani untuk mempromosikan pertanian organik dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah Sumatera Utara dan Aceh Tenggara. KPSAU percaya bahwa pertanian organik dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi permasalahan pangan dan lingkungan yang sedang dihadapi saat ini. (Yogo Tobing)

Penjelasan MUI tentang Perbedaan Penentuan Awal Syawal 1444 H: Menyikapi dengan Sikap Toleransi

0

muisumut.or.id-Jakarta, Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Profesor KH Asrorun Niam Sholeh, mengemukakan penjelasan mengenai kemungkinan perbedaan penetapan awal Syawal 1444 H dan hukum berpuasa pada Jumat.

Dalam rilis pers yang diterima oleh MUIDigital pada hari Kamis (20/4/2023), Profesor Niam menyampaikan beberapa poin terkait ketidakjelasan informasi dan perspektif keagamaan mengenai hukum berpuasa pada hari Jumat sebagai berikut:

Pertama, penentuan awal bulan dalam kalender Hijriyah, seperti Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, merupakan wilayah penafsiran yang dapat menghasilkan perbedaan di kalangan cendekiawan agama (fuqaha). Oleh karena itu, dalam bidang keilmuan, perbedaan merupakan hal yang bisa terjadi. Profesor Niam menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam ranah perbedaan pandangan atau di tempat-tempat di mana perbedaan mungkin terjadi, harus dihadapi dengan sikap toleransi (tasamuh).

Penetapan 1 Syawal 1444 H berpotensi mengalami perbedaan waktu. MUI mengimbau seluruh umat Islam untuk menghadapi perbedaan tersebut dengan sikap toleransi dan saling menghargai.

Perbedaan yang didasarkan pada pertimbangan ilmu pengetahuan akan menciptakan pemahaman bersama (tafahum) bukan konflik (tanazu‘) dan permusuhan (‘adawah). Oleh karena itu, dalam beragama, diperlukan ilmu agar muncul semangat harmoni dan kebersamaan.

Sikap toleransi sendiri merupakan perintah yang tercantum dalam Alquran surat al-Hujurat ayat 10, yang berbunyi:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, oleh karena itu damaikanlah di antara saudara-saudaramu yang bertengkar dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat-Nya.”

Kedua, penetapan awal Syawal 1444 H sebaiknya menunggu hasil keputusan yang diambil oleh Pemerintah, yang dimulai dengan sidang itsbat dan melibatkan perwakilan organisasi keagamaan Islam, para ahli dalam bidang astronomi dan falak, serta pertimbangan MUI.

Ketiga, dalam menghadapi perbedaan tersebut, bagi mereka yang menggunakan ijtihad berdasarkan kemunculan hilal dan bagi mereka yang meyakini dan mengikuti pandangan bahwa Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, maka mereka tidak boleh berpuasa. Mereka akan melaksanakan shalat Idul Fitri.

Sementara itu, bagi mereka yang menggunakan ijtihad berdasarkan rukat atau hisab imkanur rukyat dengan kriteria ketinggian hilal 3 derajat, dan bagi mereka yang meyakini dan mengikuti pandangan bahwa Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu, maka mereka tetap berpuasa pada hari Jumat.

Hal ini disebabkan oleh pelaksanaan shalat Idul Fitri yang akan dilakukan pada hari Sabtu, sehingga mereka tidak boleh berpuasa pada hari tersebut.

Profesor Niam juga memberikan pesan kepada umat Islam untuk beragama dengan ilmu. Namun, jika mereka tidak memiliki pengetahuan, maka umat Islam harus mengikuti pendapat orang yang berilmu, dalam konteks ini adalah para ulama yang berpengetahuan. (Yogo Tobing)

Talkshow Ramadhan 1444 H MUI Provinsi Sumatera Utara, Bahas Gerhana Matahari dan & Prediksi 1 Syawal

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka menyambut Penghujung Ramadan 1444 H, MUI Provinsi Sumatera Utara menggelar talkshow Ramadhan pada tanggal 27 Ramadhan 1444 H/18 April 2023 M di Studio Kedai Wakaf MUI SU. Acara ini dipandu oleh Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M. Hum., selaku Ketua Bidang Infokom MUI SU, dan dihadiri oleh dua narasumber yaitu Dr. H. Maratua Simanjuntak selaku Ketua Umum MUI SU dan Dr. KH. Arso, SH, M. Ag. selaku Wakil Ketua Umum MUI SU.

Pada awal acara, Dr. H. Akmaluddin Syahputra menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan kesabaran untuk bisa beribadah di bulan suci Ramadan. Ia juga menginformasikan tentang adanya gerhana matahari pada Kamis, 20 April 2023 yang akan terjadi secara hybrid atau gabungan dari gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin. Di hari yang sama, umat Islam juga akan menghadapi hari raya Idul Fitri yang kemungkinan akan berbeda dengan saudara kita yang berada di Muhammadiyah. Oleh karena itu, dalam talkshow ini, MUI Provinsi Sumatera Utara ingin membahas bagaimana MUI menyikapi dua hal tersebut.

Dr. H. Maratua Simanjuntak menjelaskan bahwa gerhana matahari hybrid yang terjadi pada tahun 2023 memang merupakan fenomena yang cukup unik. Menurutnya, gerhana ini terjadi ketika gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin terjadi pada waktu yang bersamaan. Gerhana matahari total biasanya terjadi ketika bulan benar-benar menutupi matahari sehingga menyebabkan kegelapan total. Sedangkan pada gerhana matahari cincin, bulan tidak dapat menutupi matahari secara penuh sehingga terlihat seperti cincin yang terang. Namun, pada gerhana matahari hybrid, terdapat fase dimana sinar matahari masih melingkar di sekitar bayangan hitam yang tercipta sehingga memberikan pengalaman yang unik bagi para pengamat.

Dr. KH. Arso, SH, M. Ag. menambahkan bahwa gerhana matahari hybrid ini dapat diamati dari seluruh Indonesia. Gerhana ini terjadi pada tanggal 20 April 2023 dan memiliki beberapa fase, di antaranya fase kontak penumbra, fase kontak umbra, dan fase maksimum gerhana. Menurut MUI, ketentuan pelaksanaan salat khusuf (salat gerhana matahari) sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, pada tanggal 20 April 2023, sekitar jam 9.30 WIB, disunahkan untuk melaksanakan salat khusuf menjelang gerhana matahari. Namun, pengamatan gerhana matahari harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak langsung melihat matahari karena sinarnya dapat mengganggu mata dan kesehatan. Pengamat dapat menggunakan kacamata khusus atau melihat gerhana matahari melalui proyektor atau layar yang disediakan oleh pihak yang berwenang.

Selain itu, selama gerhana matahari terjadi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti tidak melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama yang membutuhkan penglihatan langsung ke matahari, seperti mengemudi, berkendara sepeda motor, atau bermain olahraga. Selain itu, penggunaan kacamata hitam biasa tidak dianjurkan untuk melihat gerhana matahari karena tidak cukup efektif untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet yang membahayakan.

Sebelum melaksanakan salat khusuf, sebaiknya memperhatikan informasi resmi dari pihak yang berwenang, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau lembaga lain yang memiliki otoritas dalam hal pengamatan dan pelaporan gerhana matahari. Dengan demikian, kita dapat melaksanakan salat khusuf dengan benar dan aman.

Terkait penetapan 1 syawal, Tim Hisab Rukyah MUI telah menetapkan bahwa 1 syawal jatuh pada tanggal 22 April 2023. Dr. H. Arso mengungkapkan bahwa kemungkinan terjadinya perbedaan cukup besar. Hal ini dikarenakan perbedaan metode dalam penentuan 1 syawal. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah, MUI berdasarkan fatwanya nomor 2 tahun 2004 merupakan majelis yang menyuarakan suara Pemerintah RI dalam rangka menjembatani perbedaan di antara ormas-ormas Islam dalam menetapkan awal bulan ramadhan, syawal dan dzulhijjah.

Bagi yang ingin melihat talkshow tersebut, silakan klik di sini (Yogo Tobing)

“P2WP MUI Sumut Salurkan Donasi Senilai Rp 12 Juta Dalam Kegiatan Berbagi Iftar Selama Ramadan 2023”

0

muisumut.or.id-Medan, Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumatera Utara (Sumut) telah melakukan kegiatan berbagi ifthar selama bulan Ramadan 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu dan membagikan rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan. Direktur P2WP MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, mengungkapkan bahwa total donasi yang dikelola oleh P2WP mencapai Rp. 12.350.000. Dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan berbagi ifthar setiap harinya.

Kegiatan berbagi ifthar ini dilakukan dengan cara menyediakan makanan ifthar bagi para santri PTKU MUI Sumut selama bulan ramadan. Selain itu, P2WP juga turun ke jalan untuk langsung membagikan ifthar kepada para pengguna jalan belum lama ini. Pada hari Sabtu, 17 April 2023, P2WP juga berbagi kepada masyarakat di sekitaran kantor MUI Sumut Jalan Majelis Ulama Indonesia, Medan. Berbagai macam bahan makanan yang bergizi diberikan kepada masyarakat.

“Kami membagikan 15 paket seperti beras sebanyak 8 kg, sayuran hidroponik 1 kg, minyak makan 1 kg, dan gula 1kg,” terang Dr. Akmal.

Meskipun barang yang dibagikan sederhana, namun Dr. Akmaluddin mengungkapkan bahwa ia berharap pemberian tersebut bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi yang menerimanya.

“Meskipun yang kami bagikan sederhana, namun insyaAllah bisa memberikan manfaat dan keberkahan dari apa yang telah dibagikan, menjadi pahala bagi donatur dan semangat pula bagi yang mendapatkan ifthar,” ujarnya.

Dr. Akmaluddin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh para donatur yang telah membeli di kedai wakaf MUI Sumut. Belanja di kedai wakaf tersebut memberikan kontribusi bagi P2WP MUI Sumut dalam mengembangkan wakaf produktif.

Tidak hanya menerima donasi berupa uang, namun ada juga yang datang langsung menyerahkan nasi kotak seperti IPHI, Kopi dari Pesantren Darul Mursyid, Bakery dari GOGO Bakery, dan ada juga Dewan Pimpinan yang ikut andil, yakni Ibunda Nani Ayum Panggabean dan Drs. Putrama Alkhairi yang memberikan makanan berbuka puasa melalui P2WP, ujar Dr. Akmaluddin.

Setelah kegiatan berbagi ifthar selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama pengurus P2WP dan pengurus Wakaf Ekonomi Generation. Acara tersebut merupakan moment berkumpul dan mempererat tali silaturahmi dalam rangka membangun kebersamaan dan meningkatkan kualitas kinerja P2WP MUI Sumut.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Akmaluddin juga berharap agar di tahun-tahun berikutnya kegiatan berbagi ifthar bisa terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang bisa dijangkau dengan kegiatan tersebut. Kegiatan berbagi ifthar ini bukan hanya sekadar memberikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan, namun juga memberikan pesan moral dan sosial dalam menghadapi hidup yang tidak selalu mudah. (Yogo Tobing)

Ramadhan Berbagi Sosben MUI SU Dengan Muallaf India dan Ma’had Tahfizh serta Punggahan Bersama Dhuafa

0

muisumut.or.id-Medan, Dengan semangat kemandirian , keikhlasan dan mengharap Ridho Ilahi, BidKom Sosben MUI SU memberikan sembako kepada 40 orang Muallaf India di Masjid Ghaudiyah yang berlokasi di Jalan Zainul Arifin Medan pada Hari Ahad, 25 Ramadhan 1444 H / 16 April 2023.

BidKomSosben MUI SU sekalian berbuka bersama di Masjid tua Ghaudiyah yang sudah berdiri sejak tahun 1887 dengan hidangan Khas India Nasi Biryani dan bubur sup . Diungkapkan oleh Ketua Yayasan South Indian Moeslem Mosque, Mohammad Siddik Saleh “Kalau setiap harinya di sini memang ada berbuka dengan bubur sup khas India dan minuman chai, dan setiap hari Ahad Nasi Biryani” ucap Pak Siddik.

“Ketua Yayasan Pak Siddik Saleh sangat gembira dan menyambut Tim Sosben dengan penuh ukhuwah , tutur Hj.Laila Rohani Ketua Bidang Sosben. Pak Siddik juga mengucapkan terimakasih kepada semua anggota Sosben yang rela ikhlas mengumpul donasi bantuan sembako untuk Muallaf dan Dhuafa di bantaran Sungai Deli .

Di Masjid Ghaudiyah tersebut tim Sosben juga bertemu dan bersilaturahim dengan tamu dari Ma’had Tahfizh Perak Malaysia.

Selain berbagi sembako kepada Muallaf, Tim Sosben juga bersedekah Ifthar ke Ma’had Tahfizh Qur’an Al Qadri di Lau Dendang pada Hari Jum’at, 16 Ramadhan 1444H/ 7 April 2023. Sedekah Ifthar diantar langsung pengurus Komsosben Hj. Sakdiyah Rahman .

Sebelumnya juga BidKomSosben sudah menggelar kegiatan bagi sembako dan punggahan bersama dengan senyum ceria penuh bahagia bersama dhu’afa warga binaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli pada Hari Rabu 30 Sya’ban 1444 H/ 22 Maret 2023 di Jalan Palang Merah Gg Jembatan.

“Punggahan ternikmat, dan perjalanan paling bahagia bagi saya ketimbang tour luar negeri”.Tutur Nani Ayum Panggabean Sekretaris bidang Sosben .”Di bawah tirai pohon bambu kuning seperti berada di Tiongkok, taman indah yang resik, bersih, musholla kecil yang indah membuat kita terpesona”. Lanjut Nani Ayum.

Warga Binaan Sosben MUI SU DAS di bawah Jembatan Jln Palang Merah Medan ini terdiri dari 15 KK, mereka hidup rukun, hidup seadanya, kerja serabutan, pembantu, tapi wajah mereka damai, terpancar bahagia dan ikhlas. Lingkungannya pun sangat terawat bersih dan asri. Biasanya kita melihat daerah bantaran sungai sedikit kumuh.

Ketua Komisi Sosben MUI SU Amelia Zuliyanti Siregar memberi informasi kepada mereka akan kehadiran Sosben membawa sembako dan makanan berupa ayam dan urap untuk punggagahan bersama , mereka pun menyambut gembira , menggelar tikar dan mereka masih bisa bersedekah teh manis hangat, buah potong dan gulai ikan rebung yang nikmat diambil dari pohon bambu di halaman tempat tinggal mereka. Luar bisa dalam tiada , hidup seadanya masih bisa berdekah. Kata Amelia.

“Bersedekah itu sungguh nikmat, membuat orang bahagia dan raga pun bertambah sehat ” tutur Nani diujung pembicaraannya. Laila Ketua Bidang Sosben mengucapkan “Terimakasih atas keikhlasan tim Sosben mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk bersedekah”. (Nani Ayum Panggabean)