Saturday, July 18, 2026
spot_img
Home Blog Page 134

MUI Sumut Akan Menggelar Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah untuk enam Kab/kota di Batubara

muisusmut.or.id, Batu Bara, Guna meningkatkan serta menjalin Ukhuwah Islamiyah di antara umat, Komisi Ukhuwah Islamiyah DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara akan menggelar pengkaderan enam kabupaten/kota di Batubara. Pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah akan mengundang utusan MUI Kabupaten / Kota dan Ormas-Ormas Islam, demikian disampaikan Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah DP MUI Sumut Dr. Abdul Rahim di Aula Kantor Kemenag Batubara, Rabu (15/3/2023).

Hadir dalam pertemuan ini, Kakan Kemenag Batubara Sakoanda Siregar, Ketua MUI Batubara Muhammad Hidayat, Ketua Komisi Ukhuwah MUI Batubara Anwar Azman, Ketua Infokom H. Agusdiansyah Hasibuan.

Abdul Rahim yang juga dosen UIN Sumatera Utara mengatakan “Tujuan utama digelarnya pengkaderan adalah untuk menjalin Silaturahim dan mempererat Ukhuwah, untuk itu kita akan menggelar Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah tahun 2023,” ujarnya dalam pertemuan itu.

Turut serta dalam rombongan DP MUI Sumut yang hadir dalam pertemuan ini T. Darmansyah selaku Ketua Komisi, Irham Jamai Hasibuan, Sekretaris dan Dr. Rusli Halil, Drs. Abdullah Nasution, Hasan Basri dan Abdul Aziz.

Dr. Irwansyah selaku Koordinator Teknis menjelaskan kegiatan pembinaan ini dikemas dalam bentuk pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah, rencananya akan dipusatkan di Batubara, dengan diikuti enam daerah, Asahan, Tanjung Balai, Siantar, Simalungun, Tebing Tinggi dan tuan Rumah Batubara.
Lebih lanjut disampaikannya, persiapan pelatihan kader penggerak Ukhuwah ini akan terus dilakukan, pelaksanaannya pasca Syawal 1444 H.

Himbauan MUI Provinsi Sumatera Utara tentang Bulan Ramadhan 1444H

muisumut.or.od Berkaitan dengan akan masuknya bulan Ramadhan 1444 H mari kita sambut dengan gembira dan bersyukur atas hidayah kesempatan bertaubat dan beramal di bulan Ramadhan. Seiring dengan itu MUI Provinsi Suinatera Utara menyampaikan Himbauan sebagai berikut

  1. Seluruh umat Islam di Sumatera Utara agar melaksanakan ibadah puasa, beserta seluruh amal ibadah pada siang hari serta menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan melaksanakan shalat tarawih, witir, salat tahajjud, ceramah Ramadhan, tadarus Al-Quran, peringatan Nuzul al-Quran, berjamaah, pesantren kilat, safarî Ramadhan, berbuka puasa bersama, memperbanyak zikir, i’tikaf dan berdoa kepada Allah untuk keselamatan agama, bangsa, dan negara.
  2. Untuk terciptanya rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama, dihimbau kepada seluruh masyarakat yang tidak berpuasa untuk memuliakan bulan Ramadhan agar tidak bebas mengkonsumsi makanan/minuman di tempat umum.
  3. Dihimbau kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten/Kota dan Pihak Kepolisian untuk menutup tempat-tempat maksiat dan menertibkan lokasi yang berpotensi menjadi tempat-tempat maksiat seperti perjudian, hiburan malam, dan sebagainya demi untuk memuliakan bulan Ramadhan.
  4. Untuk memelihara kondusititas, stabilitas dan ketertiban masyarakat serta kekhusyukan ibadah Ramadhan, umat Islam diharamkan untuk membakar petasan (Sesuai dengan Fatwa MUI Provinsi Sumatera Utara No. 03 Tahun 2017). Karena itu, untuk terwujudnya maksud tersebut, Pihak Kepolisian diharapkan menertibkan penggunaan petasan selama Ramadhan
  5. Merujuk kepada Fatwa MUI Suıratera Utara Nomor : 02/KF/MUl-SU/V/2017 tentang Tradisi Asmara Subuh di Bulan Ramadhan yang memfatwakan bahwa “Tradisi Asmara Subuh adalah berkumpulnya antara taki-taki dan perempuan yang bukan mahram atau tanpa mahram secara bebas pada pagİ hari di bulan Ramadhan”. Tradisi Asmara Subuh sebagaimana dimaksud hukumnya haram. Karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak melakukan asmara subuh tersebut agar ibadah puasa yang dilakukan tidak dirusak dengan kegiatan-kegiatan yang melanggar syariat.
  6. Kepada MUI Kab/Kota se-Sumatera Utara agar menerbitkan Himbauan yang sama, dengan tetap melihat dan menyesuaikan dengan kondisi daerahnya masing-masing

Demikian Hiınbauan MUI Provinsi Sumatera Utara ini diterbitkan, untuk dipedonani dan dilaksanakan sebagaimana mestinva. Semoga Allah senantiasa memberikan kita pertolongan dalam melaksanakan ibadah khususnya ibadah puasa Ramadhan

Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah: Ketua Pinbas MUI Sumut, Putrama Alkhairi lakukan MoU dengan Kepala Perwakilan BI

muisumut.or.id,Tapanuli Selatan, Ketua Pusat inkubasi syariah MUI Sumut Putrama Alkhairi melalukakan Nota Kesepahaman (MoU) dengan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sobolga Yuliansyah Andiras,  pada Ahad, 12 Maret 2023, bertempat di lapangan Sport Center Pesantren Darul Mursyid. Tapanuli Selatan.

Nota Kesepahaman ini merupakan buah dari seminar nasional yang dilaksanakan pada hari Sabtu 11 Maret di Gedung Pabrik Kopi Terpadu Pesantren Darul Mursyid, Tapanuli Selatan. Seminar Nasional bertajuk “Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” menghadirkan narasumber yakni Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Amirsyah Tambunan, Direktur Pinbas MUI Pusat, Azrul Tanjung, Kepala Perwakilan BI Sibolga, Yuliansyah Andrias, dan CEO Pesantren Darul Mursyid, Ja’far Syahbuddin Ritonga, DBA.

silahkan klik Seminar Nasional Pinbas MUI Sumut, Sinergitas Untuk Bangkitkan Ekonomi Umat

foto setelah penandatangananan MoU

Putrama Alkhairi, menekankan bahwa membangkitkan perekonomian umat menjadi tanggung jawab bersama. Dia menyatakan bahwa kita tidak mampu berjuang sendiri tanpa kerja sama dan sinergi yang kuat. Oleh karena itu, Putrama menggandeng seluruh potensi yang ada di Sumatera Utara untuk memberikan ide dan berkolaborasi guna mendorong kemajuan ekonomi umat

“Kami Pinbas MUI Sumut, tidaklah mungkin bisa mewujudkan keinginan kita untuk membangkitkan ekonomi umat hari ini jika tidak bersinergi, makanya kami ingin selalu bekerjasama dan bergandengan tangan sehingga kita bisa berkolaborasi untuk umat,” ucap Putrama.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pesantren Darul Mursyid ini mengambil moment ulang tahun ke 30 Darul Mursyid yang merupakan pesanteran unggulan terpadu yang memiliki ciri khas penguasaan bidang science dan teknologi dan saat ini mulai menggeliat di bidang ekonomi keummatan. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya pabrik kopi PDM yang menjadi percontohan dalam kebangkitan ekonomi keumatan.

Dalam Nota Kesepahaman tersebut dilakukan Kerjasama dengan perwakilan Bank Indonesia dengan tujuan  memfasilitasi MUI Kabupaten/Kota dan Pondok Pesantren agar mampu mandiri secara ekonomi dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sesuai potensi komoditi masing-masing daerah.

Kerja sama ini bisa dilakukan dalam bentuk tiga hal

  1. Fasilitasi bisnis matching pembiayaan kegiatan usaha UMKM
  2. Penyediaan aplikasi pencatatan keuangan UMKM
  3. Pendampingan dan bantuan manajemen peningkatan kualitas produk UMKM

Sekum MUI Sumut, Prof. Asmuni, MA dampingi Sekjen MUI Tausiyah di Pesantren K.H. Ahmad Dahlan

muisumut.or.id, Sipirok,  Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. Asmuni, MA mendampingi Sekjend MUI Pusat, Dr. Amirsyah Tambunan pada acara  Peringatan Isra’ dan Mikraj sekaligus penyambutan bulan Ramadhan 1444 H di  Komplek Pesantren KH. Ahmad Dahlan Sipirok Tapanuli Selatan Sumatera Utara (12/3/23). Sebelumnya kedua ulama tersebut bersama sama menjadi narasumber dalam kegiatan di Pesantren Darul Mursyid Tapanuli Selatan pada Sabtu (11/3/23)

Dalam acara Tabligh Akbar  Sekjen MUI  Buya Amiryah Tambunan menyampaikan Tausiyah  kepada jamaah yang hadir memadati lapangan dengan  lima poin penting; pertama, sepanjang sejarah berdirinya Muhammadiyah (1912) telah teruji melahirkan kader terbaik untuk mengawal perjalanan bangsa sebagaimana yang dilakukan KH.Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah menjadi Pahlawan Nasional,

Buya Hamka sebagi pendiri sekaligus Ketua Umum MUI juga Pahlawan nasional, Ki Bagus Hadikusumo ikut serta merumuskan Pancasila dan sejumlah tokoh lainnya. Ini menjadi modal sosial (social capital) bagi persyarikatan Muhammadiyah memperkuat martabat dan kedaulatan bangsa. Kedua, bangsa Indoesia sebagai bangsa yang besar terbukti menjadi bangsa perjuang yang telah mampu melewati berbagai ujian di Era Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi, terakhir melawan Pandemi Covid 19 semua komponen bangsa berjibaku sehingga mampu melalui Pandemi dengan  sabar dan kompak.Saat ini dan kedepan kita masih mengahadapi krisis ekonomi karena faktor geopolitik internasional akibat perang antara Ukraina dan Rusia.

Seluruh komponen bangsa harus bersatu dan kompak agar Indonesia lulus dalam menghadapi ujian dan cobaan tersebut. Ketiga, dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa Muhammadiyah terus berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui lembaga pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sejumlah 176 unit.

Buya Amirsyah memuji Muhammadiyah satu-satunya Ormas yang memiliki Amal Usaha terbesar di Indonesia bahkan di dunia untuk mencetak kader umat dan bangsa agar mampu berkiprah di dunia internasional. Keempat, mengikutip pesan Jend Sudirman anak didik Muhammadiyah, kata beliau kalau Indosesia mau  menjadi bangsa pemenang,  harus mejadi bangsa yang kuat, agar kuat maka harus bersatu, untuk bersatu harus bersilaturrahmi.

Buya Amirsyah mengingatkan Pemilu 2024 silaturrahmi harus mampu memperkuat ukhuwah, karena itu ia  mengatakan pilihan politik boleh beda, tapi ukhuwah wajib bukan pilihan. Bahkan ukhuwah harga mati sebagaiman bentuk Negara Indonesia dalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

Kelima, ia menitipkan pesan agar Pesantren KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah)  dapat melahirkan kader umat dan kader bangsa yang menjadi tokoh bersekala Nasional dan internasional seperti Duta Besar Indonesia di Maroko Hasrul Azwar sejak 13 Februari 2019 pungkasnya.

Tausyiah di Acara Ulang Tahun Ke-30 Darul Mursyid, Dr. Amirsyah Tambunan Titipkan Lima Kecerdasan Untuk Para Santri

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Telah berlangsung acara khidmat yang dihadiri oleh keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal serta keluarga besar MUI Sumut, untuk merayakan usia 30 tahun dari Pesantren modern unggulan terpadu Darul Mursyid pada Ahad (12/03). Dr. Amirsyah Tambunan, yang mewakili MUI, memberikan ucapan selamat kepada Pesantren Darul Mursyid atas banyaknya prestasi yang berhasil dicapai di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga Pesantren Darul Mursyid diberikan kekuatan, ma’unah, dan inayah oleh Allah di usia yang ke-30 tahun agar tetap eksis dalam membimbing umat,” ungkap Dr. Amirsyah

Dalam pidatonya, Dr. Amirsyah begitu terharu sehingga air matanya mengalir tatkala ia mengungkapkan rasa syukurnya karena di tengah situasi krisis yang penuh tantangan, umat dan bangsa mampu bangkit dan bertahan. Dalam menghadapi krisis global yang belum sepenuhnya stabil, ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya membangun dan memperkuat bangsa ini.

Sekretaris Jenderal MUI Sumut menyatakan bahwa Pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang kuat, tangguh, dan cerdas. Di Pesantren, selain memperkuat iman, juga terdapat pengasahan kecerdasan. Oleh karena itu, Pesantren dianggap sebagai lembaga yang sangat strategis dalam menghasilkan generasi masa depan yang mampu menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.

Lebih lanjut, Dr. Amirsyah juga mengajarkan kepada para santri untuk menguasai lima jenis kecerdasan yang sangat penting. Pertama, kecerdasan intelektual yang mampu membantu mereka menghadapi berbagai persoalan yang kompleks di masa depan. Kedua, kecerdasan emosional yang dapat membantu mereka mengelola dan mengatasi berbagai macam emosi secara sehat. Ketiga, kecerdasan spiritual yang akan membantu mereka menemukan makna dan tujuan hidup yang lebih tinggi. Keempat, kecerdasan sosial yang sangat penting untuk menjaga keamanan dan kedamaian, karena hak tersebut merupakan hak semua bangsa. Kelima, kecerdasan ekonomi berbasis syariah yang akan membantu mereka mengembangkan kemampuan di bidang ekonomi dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Dengan menguasai lima kecerdasan ini, para santri diharapkan mampu menjadi generasi masa depan yang kuat, cerdas, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di masa depan.

PDM Menjadi Pusat Pergerakan Kebangkitan Ekonomi Syariah Di Sumatera Utara Bagian Tenggara

Setelah acara Seminar Nasional PINBAS MUI Sumut yang mengusung tema “Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” pada Sabtu (11/3), Sekretaris Jenderal menandatangani perjanjian yang telah disepakati di seminar tersebut. Salah satu poin penting dari kesepakatan tersebut adalah PDM akan menjadi pusat pergerakan kebangkitan ekonomi syariah di wilayah tenggara Sumatera Utara. Kesepakatan ini pun diabadikan dengan prasasti yang ditandatangani oleh Dr. Amirsyah Tambunan. (Yogo Tobing)

Kultum Ba’da Subuh: Dr. Amirsyah Tambunan Memotivasi Para Santri Untuk Masa Depan yang Lebih Baik dan Mengingatkan Dampak Buruk Gadget

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Dr. Amirsyah Tambunan sekretaris jenderal MUI Pusat yang juga merupakan Dosen UIN Syarif Hidayatullah memberikan tausyiah usai salat subuh berjamaah di Masjid Hj. Khadijah, Ahad (12/03). Pesantren Darul Mursyid. Dr. Amirsyah membuka tausyiahnya dengan pesan Jenderal Sudirman yakni, “Kamu itu kalau mau menang harus kuat. Kalau mau kuat harus bersatu. Kalau mau bersatu, hidupkan semangat silaturahim,”

Beliau menyampaikan hal tersebut untuk memotivasi para santri karena masa depan bangsa Indonesia bergantung pada mereka. “Jangan malas, buang rasa malas belajar, bersatu untuk sesuatu yang kebaikan, insyaAllah kita menjadi pemenang,” ungkap Dr. Amirsyah.

Di samping itu, Dr. Amirsyah mengajak para santri agar tidak menyia-nyiakan waktu, mengacu pada Firman Allah dalam surat Al-‘Asr yang menyatakan bahwa manusia yang tidak menghargai waktu akan mengalami kerugian.

“Iman yang hanya menjadi hayalan belaka tidak akan mampu membawa umat ini menuju masa depan yang lebih baik. Karena itu, adik-adik harus serius dalam belajar dan menanamkan rasa keimanan di dalam diri. Jangan khawatir dan jangan merasa cemas, karena waktu yang ada saat ini adalah waktu yang sangat berharga dan mulia. Ingatlah bahwa tidak ada jihad yang lebih mulia selain belajar” ungkap Dr. Amirsyah.

Beliau mengharapkan agar para santri menjadi pribadi yang memiliki karakter dan menjadi teladan bagi orang lain, seperti Nabi Muhammad. Kita harus mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj, di mana Nabi Muhammad melewati ujian yang sangat berat namun berhasil melepaskan diri dari semua rintangan dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dengan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut, para santri diharapkan untuk selalu mengingat rahmat Allah yang jauh lebih besar dari ujian-Nya.

Pada akhir tausiyahnya, Dr. Amirsyah menyampaikan peringatan kepada para santri tentang dampak negatif dari perkembangan teknologi, khususnya gadget. Ia menekankan bahwa para santri belum cukup dewasa dalam mengendalikan dan mengontrol penggunaan gadget, sehingga disarankan untuk tidak bergantung pada gadget. (Yt)

Seminar Nasional Pinbas MUI Sumut, Sinergitas Untuk Bangkitkan Ekonomi Umat

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Pusat inkubasi syariah MUI Sumut menggelar seminar nasional yang bertajuk “Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” pada Sabtu, (11/3) di Gedung Pabrik Kopi Terpadu Pesantren Darul Mursyid, Tapanuli Selatan. Dalam ucapan sambutannya, Ketua PINBAS MUI Sumut, Putrama Alkhairi, menekankan bahwa membangkitkan perekonomian umat menjadi tanggung jawab bersama. Dia menyatakan bahwa tidak mampu mewujudkan tema hari ini tanpa kerja sama dan sinergi yang kuat. Oleh karena itu, Putrama mengajak narasumber dan peserta untuk memberikan ide dan berkolaborasi guna mendorong kemajuan umat

“Kami Pinbas MUI Sumut, tidaklah mungkin bisa mewujudkan tema hari ini jika tidak bersinergi, makanya kami memerlukan ide-ide dari para narasumber dan para peserta sehingga kita bisa berkolaborasi untuk umat,” ucap Putrama.

Pembukaan seminar nasional ini dilakukan oleh Prof. Dr. Asmuni, MA yang mewakili Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Dalam pidatonya, Prof. Asmuni menegaskan bahwa seminar ini sangat krusial karena perekonomian umat harus terus didorong dan diperjuangkan. Umat Islam harus memiliki kekuatan ekonomi yang cukup sehingga persaudaraan di antara sesama muslim semakin kuat.

Dalam acara tersebut, Direktur Pinbas MUI Pusat, Azrul Tanjung, juga hadir sebagai pembicara. Dalam pidatonya, Azrul Tanjung mengajak untuk memperhatikan dengan serius pengembangan ekonomi umat.

Penerapan redistribusi aset di Indonesia menjadi suatu upaya untuk mencegah akumulasi kekayaan yang hanya terpusat pada segelintir individu dan kelompok. Menurut Azrul, hal tersebut untuk memastikan agar seluruh umat dapat menikmati keuntungan dari sumber daya ekonomi.

“Pada kenyataannya, mayoritas umat Islam masih tergolong minoritas dalam hal kepemilikan aset dan penguasaan ekonomi, yang menunjukkan adanya ketidakadilan dalam distribusi kekayaan di Indonesia,” Ucap Azrul Tanjung.

Sebagai direktur Pinbas, Azrul memiliki tekad untuk memanfaatkan potensi kopi yang dihasilkan oleh wilayah pegunungan tempat berdirinya Pesantren Darul Mursyid, sehingga kopi tersebut dapat diangkat ke level internasional. Saya ingin bagaimana memajukan desa ini dibidang kopi, saya akan mencoba dan berusaha untuk membawakan kopi di desa Simanosor ini ke ranah Internasional.

Selain Azrul tanjung, Seminar nasional ini juga menghadirkan Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Amirsyah Tambunan untuk menjadi narasumber. Dr. Amirsyah mengungkapkan bahwa Dari segi teori, ekonomi syariah kita memiliki banyak potensi yang sangat besar. Bukti nyata dari potensi tersebut adalah rilis ratusan fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam rangka mengembangkan ekonomi syariah. Hal ini menjadi solusi yang sangat efektif dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi syariah dapat menjadi pilihan yang tepat dan menjanjikan bagi masyarakat dalam mencapai kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi konvensional. Secara teologi, Islam punya kekuatan, Allah menyuruh kita untuk berniaga, belajar untuk bagaimana berniaga yang halal lagi baik.

Dalam praktik dan strategi, Dr. Amirsyah menambahkan, kita masih mengalami keterbelakangan yang signifikan. Kita mengalami kesulitan untuk bersatu karena kekurangan yaitu kepentingan individualistik yang lebih diutamakan daripada kepentingan bersama.

Selain itu, Dr. Amir mengungkapkan bahwa dalam rangka meningkatkan ekonomi syariah, terdapat tiga faktor kunci yang harus dipertimbangkan, yaitu kekuatan manusia, kekuatan sosial, dan kekuatan sumber daya alam. Jika ketiga faktor ini dapat disinergikan dengan baik, maka akan mungkin bagi kita untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengembangan ekonomi syariah. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Selain Azrul Tanjung dan Dr. Amirsyah Tambunan, seminar nasional ini juga mengundang Kepala Bank Indonesia Sibolga yaitu Yuliansyah Andrias yang membahas perihal “Kebijakan Pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah Bank Indonesia”. Setelah pemaparan dari ketiga narasumber tersebut, acara seminar kemudian di isi oleh CEO Pesantren Darul Mursyud Ja’far Syahbuddin Ritonga yang memaparkan tentang “Succes Story dalam mengembangkan bisnis.”

Di akhir acara, Pinbas MUI Sumut memberikan plakat kepada para narasumber. Kegiatan seminar nasional ini juga ditayangkan secara live di kanal YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam. (YT)

Darul Mursyid, Pesantren Modern Pencetak Intelektual Islam

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Tim media majalah ulama berkunjung ke Pesantren modern unggulan terpadu Darul Mursyid yang berada di Desa Simanosor Julu, Kec. Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebagai pesantren modern, Darul Mursyid memiliki empat tujuan pendidikan. Pertama, Memiliki Aqidah yang kokoh dan pelaksanaan Ibadah yang baik. Kedua, memiliki akhlak yang mulia (Akhlakul Karimah). Ketiga, memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi dan wawasan yang luas. Keempat, memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Teknologi Informasi yang aktif.

Adapun strategi Pesantren Darul Mursyid (PDM) diantaranya: Pertama, sistem penyaringan (filterasi) bertahap. Maksudnya ialah Peserta didik akan berlomba dan berkompetisi dengan tujuan untuk meraih prestasi. Kedua, Darul Mursyid menerapkan Kurikulum 2013 yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan mereka, sehingga mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam kebijakan kurikulum mereka. Ketiga, Sistem pendidikan terpadu. Maksudnya adalah Madrasah Aliyah Darul Mursyid hanya menerima siswa yang telah menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursyid, sehingga tidak membuka kesempatan bagi siswa pindahan dari sekolah lain, termasuk Madrasah Aliyah. Dengan kata lain, Madrasah Aliyah Darul Mursyid eksklusif hanya untuk siswa yang telah menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursyid.

Drs. H. Yusri Lubis selaku direktur mengatakan bahwa para pengajar di PDM kami imbau untuk mengajar sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, setelah santri mendapatkan teori maka harus dibarengi dengan praktik.

“Jadi tidak hanya teori saja yang kami berikan, contohnya seperti pelajaran biologi terkait tumbuh-tumbuhan, nah kami langsung ajak ke lapangan atau ke laboratorium, itu rutin dilakukan”. Ucap Drs Yusri.

Dalam upaya menciptakan intelektual yang Islami, Drs. H. Yusri Lubis menyadari bahwa memimpin Pesantren Darul Mursyid (PDM) tentu memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada.

“Kami berkomitmen untuk menyampaikan pemahaman yang jelas dan efektif tentang konsep pesantren sains kepada masyarakat, dengan tujuan utama menciptakan intelektual yang Islami yang dapat menjadi teladan bagi generasi mendatang. Karena kami memiliki tekad dan tujuan untuk membantu Pesantren Darul Mursyid (PDM) mencetak santri yang dapat menjadi tenaga profesional di bidangnya dengan didukung oleh iman yang kuat dan kokoh,” ungkap Drs. Yusri.

Drs. Yusri juga mengakui bahwa pesantren ini memiliki keunikan dalam rekrutmen pengajar, yaitu selalu membuka lowongan bagi fresh graduate sebagai tenaga pengajar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk menjaga konsistensi sistem pendidikan di Pesantren Darul Mursyid (PDM), mengingat kemungkinan terjadinya perbedaan pandangan dan konflik antara guru yang sudah memiliki pengalaman dengan sistem pendidikan yang diterapkan di PDM.

Terkait pesantren ini, Sekretaris Umum MUI Sumut Prof. Dr. Asmuni, MA juga terkesan dengan Pesantren Darul Mursyid. Prof Asmuni mengaku bahwa pada kesempatan pertama saya melihat Pesantren ini, saya sangat terkesan dengan lingkungannya yang asri, tenang, dan kompleks yang bersih dan nyaman, sehingga proses belajar mengajar di Pesantren Darul Mursyid (PDM) dapat berjalan lebih efektif.

“Para santri di PDM menunjukkan manajemen yang sangat baik, di mana segala sesuatunya diatur dengan rapi. Contohnya, pada pagi hari ketika sarapan, perilaku seluruh santri sangat sopan dan teratur, seperti ketika meletakkan sandal saat akan melakukan salat, atau ketika masuk ke kamar mandi,” ungkap Prof. Asmuni. (YT)

Tim Majalah Media Ulama Kunjungi Masjid Sri Alam Dunia, Salah Satu Masjid Bersejarah di Sipirok

0

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Tim majalah media ulama MUI Sumut bertolak ke Tapanuli Selatan pada Jumat pagi (10/3). Rustam MA, pemimpin redaksi Media Majalah Ulama mengatakan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan salah satu daerah yang cukup menarik untuk dieksplorasi. Tempat pertama yang menjadi tujuan tim majalah media ulama adalah mengunjungi Masjid Sri Alam Dunia di Kelurahan Sipirok Godang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Menurut pengakuan Siregar, Jamaah masjid tersebut yang pernah menjadi Ketua BKM selama 30 tahun, Masjid ini dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat setempat pada tahun 1926.

“Ini dibangun oleh masyarakat setempat dulunya, tidak pernah saya dengar ada siapa sosok utama yang mendirikan masjid ini, sepanjang pengetahuan saya, ini hasil dari gotong royong masyarakat setempat dulunya.”

Masjid Sri Alam Dunia memiliki ciri khas yang unik, dengan ornamen arab melayu yang menawan di dalamnya. Keberadaannya menjadi saksi bisu dan bukti sejarah tentang kemegahan dan ketekunan beribadah warga setempat dari generasi ke generasi.

Siregar menambahkan, Masjid Sri Alam Dunia memiliki dimensi kurang lebih 20×20 meter dan dilengkapi dengan 6 menara atau kubah. Selain itu, terdapat 5 pintu masuk yang menandakan kepemilikan dan kebanggaan bersama antara warga setempat selama pembangunan masjid.

Ia juga menyampaikan, masjid ini dibangun oleh beberapa kelompok warga termasuk warga Hutasuhut di Kelurahan Hutasuhut, warga Desa Pangurabaan, warga Desa Bagas Lombang, warga Banjar Toba, dan warga Bagas Nagodang di lokasi pembangunan masjid.
Dulunya, jamaah memiliki tradisi untuk membunyikan gong menjelang waktu salat yang dapat di dengar sampai ke kejauhan.


“Gong yang pertama kali lebih besar dari gong ini, itu sudah hilang tidak tahu kemana, jadi dulu kami memukul gong sebelum dikumandangkannya azan”.
Hal ini bahkan menjadi patokan bagi beberapa warga yang akan menghentikan aktivitasnya untuk menunaikan shalat atau beristirahat saat waktu shalat tiba. (YT)

MUI Sumut dan Ormas Islam Sepakat Muzakarah MPTTI Se-Asean Tidak dilaksanakan di Sumut

muisumut.or.id-Medan, Pada 13-15 Maret 2023 mendatang, Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) berencana akan melaksanakan Acara berzikir untuk Rateeb seribu untuk Indonesia damai serta muzakarah ASEAN KE VII MPTT-I di Istana Maimun Medan yang pada awalnya direncanakan di lapangan benteng Medan.

MPTT-I sebelumnya telah melaksanakan Muzakarah di Asrama Haji Medan pada Rabu, 14 September 2022 yang pada saat acara berlangsung diedarkan selebaran yang salah satu isinya menyatakan bahwa “Muhammad itu Allah” karena Muhammad tidak ada pada wujud pada dirinya, wujudnya adalah limpahan dari wujud Allah.” Acara yang langsung dihadiri langsug 10 orang pengurus MUI SU dan Ketua Umum MUI SU H. Maratua Simanjuntak sebagai Keynote Speaker mempertanyakan langsung kepada Syekh H. Amran Waly al-Khalidy. Acara tersebut dengan selebaran yang muncul menimbulkan kontroversial di masyarakat khususnya yang hadir dari berbagai kalangan.

Hingga akhirnya Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara diminta untuk melakukan kajian terhadap MPTT-I. Salah satu data yang diperoleh ternyata di Aceh MPU telah sejak lama mengeluarkan Taushiyah Nomor: 7 Tahun 2020 tentang Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) pada tanggal 29 September 2022 yang isinya “Meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menghentikan semua kegiatan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) yang diasuh oleh Abuya Syech Haji Amran Waly Al-Khalidy”.  Disamping itu, MUI Provinsi Gorontalo juga telah menerbitkan Rekomendasi juga tentang MPTT-I dengan Nomor: A-010/Rekomendasi/DP-MUI/GTO/IX/2022  tanggal 19 September 2022.

Maka untuk menyikapi itu semua, Pada Rabu 1 Maret 2023 MUI Sumatera Utara menggelar Rapat Bersama dengan Ormas Islam Tingkat Sumatera Utara menyikapi hal tersebut sehingga diperoleh kesepakatan : 

1.         Demi untuk terciptanya masyarakat yang aman, damai serta mencegah  terjadinya hal-hal yang berdampak kepada terganggunya kondusifitas masyarakat, maka Acara Berzikir Untuk Rateeb Seribu Untuk Indonesia Damai Serta Muzakarah Asean Ke VII MPTT-I Pada 13-15 Maret 2023  dan segala kegiatan pengajian MPTT-I lainnya tidak dilaksanakan di Wilayah  Sumatera Utara.

2.         Meminta kepada Gubernur, Kapolda, Kajati Sumatera Utara dan Pangdam I BB untuk tidak memberi izin pelaksanaan acara tersebut sebagai langkah preventif untuk mencegah timbulnya kemafsadatan (kerusakan) yang akan mengganggu ketertiban, ketenteraman, kerukunan, kondusifitas serta stabilitas masyarakat di Sumatera Utara.

Ketua  Umum  MUI Sumatera Utara menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan karena tugas MUI sebagai pelayan umat (khadimul ummah) atas berbagai persoalan umat yang berkaitan dengan Agama serta pada saat yang sama sebagai mitra pemerintah (shadiqul hukumah) untuk bersama-sama menjaga dan memelihara  ketertiban, kerukunan serta kondusifitas masyarakat. Ormas Islam juga punya tanggungjawab yang sama, ungkapnya.

Karena itu lah kita tidak ingin di Sumatera Utara terjadi kericuhan akibat pelaksanaan acara ini karena sudah banyak yang menanyakan ke MUI Sumatera Utara bagaimana sikap MUI tentang acara tersebut. Ujarnya

Ini adalah Langkah preventif agar semua kita damai, rukun, tidak ada kekisruhan di umat. Sebab Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara juga sudah memberikan Laporan Kepada DP MUI Sumatera Utara dengan kesimpulan “  Bahwa untuk menghindari kebingungan, keresahan, serta menjaga kondusifitas masyarakat terkait ajaran yang disampaikan pada pengajian MPTT-I, maka pengajian tersebut direkomendasikan untuk tidak dilaksanakan di Wilayah Provinsi  Sumatera Utara”

Kami menghimbau kepada panitia MPTT-I agar rela untuk tidak melaksanakan acara MPTTI tersebut di Sumatera Utara agar terciptanya kedamaian dan kondusifitas masyarakat. Mari sama sama kita jaga Sumut ini.

Maratua juga menghimbau bahwa masyarakat tidak boleh bertindak sendiri terkait ini, biarlah pihak yang berwenang yang melakukan tugasnya untuk menjaga ketertiban masyarakat. Pungkasnya (Yogo Tobing)