Saturday, July 18, 2026
spot_img
Home Blog Page 135

PINBAS MUI Sumut Hadirkan Sekjen MUI dan Direktur PINBAS Pusat Pada Acara Seminar Nasional di Pesantren Darul Mursyid

0

Muisumut.or.id-Medan, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) akan mengadakan seminar nasional bertajuk “Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” bertempat di Pesantren Darul Mursyid, Sipirok, pada Sabtu 11 Maret 2023. Putrama Alkhairi, selaku ketua PINBAS mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mendapatkan gagasan penguatan UMKM dan pengembangan Ekonomi Syariah di wilayah Sumatera Bagian Tenggara (Sumateng).

“Setidaknya ada tiga tujuan intinya, yaitu untuk medapatkan informasi tentang kebijakan nasional pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan umkm mui pusat, mendapatkan model penguatan UMKM berbasis syariah di wilayah Sumateng dan yang terakhir untuk membangun kalaborasi penguatan UMKM berbasis syariah di wilayah Sumatera Bagian Tenggara.


Tampak serius, PINBAS MUI Sumut menghadirkan langsung Sekjen MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan MA, Direktur PINBAS MUI Pusat M. Azrul Tanjung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga dan CEO Pesantren Darul Mursyid sebagai narasumber. Putrama juga mengatakan ada tiga agenda penting dalam seminar tersebut. Pertama, tetang seminar penguatan UMKM, dilanjutkan dengan Bazar UMKM, Pencanangan pusat kebangkitan ekonomi syariah di Sumatera Tenggara.


PINBAS MUI Sumut juga mengundang sembilan tamu penting pada acara tersebut, meliputi Ketua Umum MUI Sumut, Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Sekretaris Umum MUI Sumut, Bendahara Umum MUI Sumut, Pengurus PINBAS MUI Kab/Kota, Ketua MUI Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera Bagian Tenggara, Sekretaris MUI Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera Bagian Tenggara, Rektor Perguruan Tinggi Wilayah Tabagsel, Ketua/Sekretaris Komisi Ekonomi MUI Sumut dan Pimpinan Ormas Islam Wilayah Tabagsel. Selain itu, PINBAS MUI Sumut juga akan menyiarkan secara langsung acara seminar nasional ini di YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam agar bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.


Di samping itu, Putrama Alkhairi menambahkan bahwa PINBAS berperan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis syariah, dengan tujuan untuk menciptakan ekosistem dunia usaha muslim yang berbasis syariah.
Langkah-langkah yang diambil meliputi pembinaan, pelatihan, pemberdayaan, manajemen, penciptaan sarana dan prasarana, serta pengembangan teknologi. Selain itu, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah juga diharapkan dapat menginspirasi sejarah dan memberikan motivasi bisnis yang lebih kuat bagi UMKM dan Koperasi yang ingin menjalankan bisnis berbasis syariah dengan lebih terukur dan sukses. Tujuan utama dari gerakan ini adalah fokus pada produksi yang berkualitas dan dapat diterima oleh pasar.


Pada dasarnya, upaya untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat manusia bukanlah hal yang baru. Namun, diperlukan kreativitas dan kecerdasan dalam mengatasi tantangan ini agar dapat menemukan solusi yang memadai. (Yogo Tobing)

Ketibaan Tim Majalah MUI Sumut di Sambut Hangat Oleh MUI Padang Sidempuan

0

Muisumut.or.id-Padang Sidempuan, Tim Majalah MUI tiba di kantor MUI Padang Sidempuan pada Kamis, pukul 08.00 WIB (9/3). Kedatangan tersebut disambut hangat oleh enam pengurus MUI Padang Sidempuan yakni Drs. H. Syahid Muammar Pulungan, SH, Firmansyah Pasaribu, SH.i, Dra. Hj. Wasliah Lubis, S.Pd, MA. Ir.H. Abdul Rahim Nasution, Romi Iskandar, SH., Ganti Tua Siregar, SKP Ns, MPH, Andri Mulyadi Sihite, S.Pdi.

Pada awal pertemuan, Rustam Pakpahan selaku pemimpin redaksi majalah media ulama mengatakan ingin meliput seputar situs, tokoh, bahkan kendala yang dihadapi oleh umat Islam di kota Salak tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Drs. Syahid Muammar mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim media majalah ulama yang telah menjadikan Kota Padang Sidempuan menjadi objek liputan. “
Kami melihat bahwa majalah ini sebetulnya anak dari ibunya ilmu. Perpustakaan merupakan ilmu, anaknya diantaranya majalah. kami sangat bersyukur daerah kami ini menjadi objek. tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ucapnya.

Belakangan ini, Padang Sidempuan dihebohkan dengan viralnya video di facebook terkait perayaan ulang tahun dari sekelompok LGBT di salah satu cafe. Syahid Muammar mengaku, bahwa seluruh yang terlibat dalam acara tersebut sudah dipanggil oleh Kepolisian setempat.

“Terkait itu kami sudah berkumpul, baik tokoh agama yang Islam maupun yang jok Islam, sudah kami berikan nasihat secara persuasif kepada mereka agar tidak melakukan hal serupa,” ungkapnya.
Usai berdiskusi, MUI Kota Padang Sidempuan mendampingi tim media majalah ulama untuk melakukan peliputan ke dua tempat situs Islam yakni makam Syekh Zainal Abidin dan mendatangi Masjid peninggalan beliau, serta mengunjungi masjid peninggalan syekh Islam Maulana yang didirikan pada tahun 1889.

Rustam Pakpahan, MA mengatakan hasil peliputan akan diolah dengan sebaik mungkin untuk disajikan dalam liputan majalah media ulama edisi kelima “Kami tim majalah akan mengolah hasil liputan dengan maksimal, termasuk tentang biografi tokoh-tokoh Islam yang ada di Padang Sidempuan”. Ucap Rustam.

PAK MARATUA SIMANJUNTAK: MATANG DALAM ORGANISASI

0

Dr. Irwansyah, M.H.I, Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sumut, Sekretaris Lembaga Hisab dan Rukyah Pengurus Besar  Al Jam’iyatul Washliyah, Wakil Bendahara Dewan Fatwa  Al Jam’iyatul Washliyah Pusat. Email:irwansyah.mui@gmail.com

Dahulu, penulis pernah bincang-bincang dengan almarhum Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, guru penulis mambahas sosok tokoh-tokoh di Sumatera Utara yang tergabung di jajaran MUI Sumatera Utara. Muncul beberapa tokoh yang cukup dianggap punya pengaruh dan pernah menempati posisi-posisi penting di level Provinsi. Satu persatu Ustaz Ramli waktu itu mengulas dan memperkenalkan kepada penulis selaku muridnya. Sampailah pada nama Pak Maratua yang pada saat itu posisinya sebagai Wakil Ketua Umum di MUI Sumatera Utara. Terhadap Pak Maratua Ustaz Ramli bilang  diakhir kalimatnya “Pak Maratua itu, matang dalam organisasi”, sebelum di MUI dia pernah menjadi anggota Dewan, pernah menjadi politisi, menjabat di BAZDA Sumatera Utara (Sekarang-BAZNAS). Itu adalah kalimat yang langsung terlontar dari bibir almarhum Ustaz Ramli ketika itu.  

Hal ini semakin terlihat jelas bagi penulis ketika pak Maratua menjabat sebagai Ketua Umum MUI Sumatera Utara. Dimana penulis sendiri sebagai salah seorang unsur Sekretaris yang membidangi Fatwa. Kelihatan dalam berbagai Rapat dan Sidang-sidang Pleno bahwa dalam mengambil kebijakan khususnya dalam bidang tatakelola organisasi, Pak Maratua selalu menonjolkan kefahamannya tentang aturan organisasi sebagai pedoman dasar yang harus diikuti dan dipatuhi.

Penulis sejujurnya tidak terlalu banyak bergaul dengan beliau, mengingat usia penulis yang masih dini dan relatif baru bergabung di MUI sebagai pengurus, sementara beliau sudah sangat senior sekali tentulah tidak banyak pengalaman yang bisa disampaikan. Sebagai generasi muda, saya tahu bahwa Pak Maratua itu seorang tokoh yang pernah menduduki jabatan-jabatan strategis “Lintas Dimensi”. Mengapa penulis menyebutnya “Lintas Dimensi”, sebab sebahagian jabatan yang diembannya murni tidak dibidang Agama seperti Partai Politik dan Wakil Rakyat di DPR. Tentu posisi ini nuansanya akan sangat jauh berbeda dengan suasana dalam ormas Islam yang potret luar dalamnya adalah berbasis Agama. Saat menduduki posisi itu, dia tergolong suskes dan ketika menduduki   posisi murni Agama seperti di BAZDA Sumatera Utara dan kemudian akhirnya menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, ini tidak mudah untuk menyesuaikan diri, baik secara managerial maupun dalam bersikap. Tercatat, bahwa pak Maratua lama dipercaya sebagai Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama(FKUB) Level Sumatera Utara, yang ini juga tidak lah mudah bagi seorang Muslim untuk bisa memimpin orang-orang/tokoh Lintas Agama yang tentu beda prinsip dan keyakinan. Melihat dari posisi lintas dimensi yang bisa diembannya, maka wajar jika almarhum Ustaz Ramli Abdul  Wahid menyebutnya “matang dalam organisasi”. Matang dalam organisasi bukan berarti hanya kemampuan managerial saja, namun bagaimana memposisikan diri serta penyesuaian  dalam suasana yang mungkin berbeda prinsip, beda karakter, adalah satu kemampuan yang belum tentu dimiliki semua orang.

Sebagai generasi muda diusia dini seperti penulis yang masih 30-an, jejak kemampuan Pak Maratua dalam organisasi, perlu menjadi contoh untuk penulis bisa menata masa depan yang kelak diusia tua juga mungkin punya peluang yang sama. Semoga beliau sehat selalu. Amin []

Medan, 30 Januari 2023

Irwansyah

Tim Majalah MUI Sumut Berangkat Ke Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan

muisumut.or.id, Medan – Tim majalah Media Ulama MUI Sumut yang berada di bawah naungan bidang Infokom MUI Sumut kembali melaksanakan kegiatan liputan untuk majalah edisi ke-5, Rabu (8/3).

Peliputan yang dilakukan dari 8-13 Maret ini bertujuan untuk meliput berbagai situs sejarah Islam yang ada di wilayah Tapanuli.

Diketuai oleh Rustam Pakpahan MA, selaku Pimpinan Redaksi, didampingi oleh Sekretaris Komisi Infokom Ali Suman Daulay, Yogo Pamungkas L. Tobing, S. Ikom, Mulyo Ponconiti, Spd, Ari Syahputra, S.Kom.

Rustam menyampaikan bahwa dipilihnya wilayah Tapanuli selatan dan Padang Sidempuan sebagai lokasi peliputan karena daerah tersebut memiliki kultur keislaman yang menarik.

“Masyarakat di Kedua daerah tersebut terbilang heterogen, serta memiliki kultur keislaman yang menarik,” ucapnya.

Di samping itu, Ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, Akmaluddin menyampaikan bahwa Bidang Infokom memiliki program liputan ke daerah kab/kota se-Sumatera Utara yang dilaksanakan secara periodik sesuai dengan kebutuhan.

“Peliputan majalah merupakan agenda rutin Bidang Infokom, hingga saat ini, bidang infokom sudah menerbitkan majalah sebanyak empat kali terhitung dari tahun 2020” ucapnya.

Akmaluddin berharap tim majalah dapat mengolah hasil liputan tersebut untuk disajikan sebagai liputan utama pada majalah edisi kelima. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Kirimkan Donasi untuk Korban Gempa ke Keduataan Republik Arab Suriah

muisumut.or.od, Medan, Selasa 7 Maret 2023, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara Kirimkan Donasi untuk korban gempa ke Kedutaan Republik Arab Suriah di Jakarta. Bantuan untuk Korban Gempa Suriah disampaikan oleh Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara DR H Maratua Simanjuntak ke rekening Kedutaan Besar Republik Arab Suriah Bank BRI Kantor Cabang Warung Buncit Nomor rekening : 0341.01.001248.56.8

Donasi bantuan kemanusiaan dari MUI tersebut dikoordininir oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (HLNKI MUI-SU) KH Akhyar Nasution.

Mewakili MUI-SU, KH Akhyar yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Alumni al-Syam Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Koordinator Al-Syam Pulau Sumatera, dan didampingi Ketua Komis HLNKI MUI-SU H Abdi Syahrial Harahap Lc MA dan Sekretaris Komisi DR H Muhammad Irsan Nasution, SE.Ak. CA. M.Ak CIPSAS, melakukan sambungan seluler kepada Duta Besar Republik Arab Suriah di Jakarta Mr. Abdulmonem ‘Annan.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Arab Suriah secara resmi menyampaikan nota diplomatik permohonan bantuan kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia terkait gempa Suriah, Senin 6 Februari 2023 dini hari.

Dalam sambungan telephon Duta Besar mengatakan pemerintah Suriah sangat mengapresiasi pemberian bantuan tersebut.
Beliau menyatakan bantuan ini sangat bermanfaat dan menunjukkan persaudaraan muslim yang erat antara kedua negara, meskipun secara geografis letak kedua negara berjauhan.
Pembicaraan antara Pengurus HLNKI dan Duta Besar selama lebih kurang sepuluh menit sangat akrab, disamping sudah saling kenal Komisi Luar Negeri juga sudah berkunjung ke Kedutaan Suriah pada 17 November 2022 yang lalu.

Bantuan ditransfer langsung oleh Bendahara Umum MUI-SU, Drs H Sotar Nasution M.HB berupa uang tunai sebesar Rp. 35.750.000,- (tiga puluh lima juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) terkumpul dari pengurus MUI-SU, dan berbagai sumber terutama dari Keluarga Besar Haji Dhuyufur Rahman Kota Medan.

Gempa yang mengguncang bagian utara Suriah merenggut korban jiwa lebih dari 5.000 orang. Sejauh ini terkonfirmasi tidak ada WNI yang menjadi korban gempa di sana.

Kontributor: KH Akhyar Nasuion / Kabid HLNKI MUI-SU

Ketua Umum MUI Sumatera Utara Serahkan Buku Biografinya Kepada Gubernur Sumatera Utara

muisumut.or.id, Medan, Biografi Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak resmi dilaunching pada Sabtu, 4 Maret 2023 di Pesantren al-Azhar as-Syarif Deli Serdang. Buku Biografi Ustaz Maratua Simanjuntak langsung diberi Kata Sambutan oleh Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, Kapolda Sumatera Utara R.Z Pancaputra Simanjuntak dan Plt. Rektor UIN SU Prof. Abu Rokhmat.

Pada Senin, 6 Maret 2023 Ketua Umum menyambangi Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk bersilaturahim dengan Edy Rahmayadi sekaligus menghadiahkan buku Biografinya kepada orang nomor satu di Sumatera Utara itu.

Gubernur Sumatera Utara mengapresiasi penerbitan buku tersebut dan menyampaikan selamat (tahniah) kepada Ustaz Maratua Simanjuntak atas umur yang sudah memasuki usia 75 Tahun. Edy menyampaikan bahwa tidak banyak orang yang bisa sampai pada umur tersebut dan diumur itu masih dipercaya umat mengemban Amanah dan tugas sebagai Ketua Umum MUI Sumatera Utara dalam membina umat Islam khususnya.

Edy malanjutkan semoga dengan hadirnya buku ini dengan judul “Biografi Maratua Simanjuntak (Menggapai Ridha Ilahi : Dari Anak Muallaf Hingga Ketua MUI) ini menjadi rujukan dalam studi maupun bahan bacaan bermutu bagi pelajar, mahasiswa, birokrat, maupun masyarakat umum lainnya.” Ujar Edy

Ustaz Maratua Simanjuntak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur telah berkenan memberikan sambutan dan ucapan doa. Maratua Simanjuntak menyampaikan bahwa buku ini juga bentuk rasa syukur kepada Allah atas usianya yang memasuki 75 tahun. Semoga dengan bertambahnya usia saya, menambah keberkahan dan bermanfaat bagi umat. ini harapan saya Bapak Gubernur. Ujar maratua disela-sela menutup pertemuannya dengan Gubernur tersebut.

Sekretaris MUI Sumatera Utara Dr. Irwansyah, M.H.I yang mendampingi Ketua Umum MUI Sumatera Utara itu sempat mengabadikan photo penyerahan buku tersebut di ruang kerja Gubernur di lantai 10 Jl. Pangeran Dipenegoro No. 30 Medan.

Malam Nisfu Sya’ban, apa yang harus kita lakukan?

0

Malam Nisfu Sya’ban jatuh pada malam ke-15 di bulan Sya’ban yang ditahun ini jatuh pada Selasa malam Rabu tanggal 7 malam 8 Maret 2023.

Pada malam ini dianjurkan untuk membaca doa Nisfu Sya’ban. Boleh juga membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali. Sebelum membaca Surah Yasin dianjurkan untuk melakukan shalat sunat mutlaq sebanyah dua rakaat, dengan niat:

اصلي سنة ركعتين لله تعالى

Sengaja aku shalat sunat dua rakaat lillahi Ta’ala

Adapun niat membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Sya’ban adalah sebagai berikut:

  1. Pada saat membaca surah Yasin pertama berdoa agar diberikan panjang dan keberkahan umur supaya dapat lebih banyak beribadah kepada Allah.
  2. Pada saat membaca surah Yasin kedua berdoa menolak bala dan banyak rezeki yang halal.
  3. Pada saat membaca surah Yasin ketiga berdoa dikayakan hati, harta dan mati dalam keadaan husnul khatimah.

Anjuran tersebut didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Bakar. Nabi Muhammad SAW bersabda:

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR al-Baihaqi).

Dalam riwayat lain dari riwayat Ali bin Abi Thalib juga menyebutkan hal serupa dengan redaksi yang berbeda. Berikut bunyi haditsnya,

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Apabila tiba malam Nisfu Syaban maka salatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena rahmat Allah SWT akan turun ke langit dunia pada saat tersebut sejak terbenam matahari dan Allah SWT berfirman,
‘Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni, adakah yang meminta rezeki, maka akan kuberikan rezeki untuknya, adakah orang yang terkena musibah maka akan Aku lindungi, adakah sedemikian, hingga terbit fajar.'” (HR Imam Ibn Majah)

Doa Nisfu Sya’ban
Melansir dari kitab Maslakul Akhyar karangan Sayyid Utsman bin Yahya, berikut ini merupakan doa yang dapat dilafazhkan ketika malam Nifsu Sya’ban.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ*
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ
اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ
اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ
يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ*

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaika, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.
Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhu
Allâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât.
Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb”
wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.”

“Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.”

“Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’”

“Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Doa Nisfu Sya’ban versi pendek

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كريم تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ والمعافة الدائمة في الدين والدنيا والاخرة

Allaahumma innaka ‘afuwwun- kariimun-tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Allaahumma innii asalukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaatad daimata fiddiini waddunyaa wal akhiroh.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama dan dunia serta akhirat.”

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq
Wallahu a’lam

Dinukil oleh KH Akhyar Nasution

75 Tahun Dr. H. Maratua Simanjuntak; Memberikan yang Terbaik untuk Umat

0

muisumut.or.id, Ketua Bidang Infokom MUI Sumut, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, mengucapkan selamat Milad ke 75 tahun kepada Buya Maratua Simanjuntak, Semoga diberikan kesehatan dan keberkahan usia. Tulisan ini telah dimuat dibuku “Biografi Maratua Simanjuntak Menggapai Ridha Ilahi Dari Anak Muallaf Hingga Ketua MUI” yang diterbitakan CV Manhaji 2023

Dr. Maratua Simanjutak saat ini sudah mencapai usia 75 tahun, dengan usia yang melampaui hadis nabi “bahwa usia umatku antara 60 hingga 70 tahun” tentu menjadi sebuah kesyukuran karena diberikan Amanah menjadi Ketua Umum MUI Sumatera Utara. Dalam 2 tahun kepemimpinannya yang disebutnya dengan “bukan menggantikan tetapi meneruskan” perjuangan kepemimpinan yang lalu telah melaksanakan tugasnya dengan baik. MUI Sumut masih mendapat peringkat ke dua terbaik pada hasil monitoring dan evaluasi Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indoneisa Provinsi se Indonesia tahun 2022. Dalam kepemiminannya juga bertekad mendapat sertifikat Manajemen Tata Kelola ISO 9001:2015.

Di MUI Sumatera Utara beliau bukanlah orang baru, paling tidak sejak saya (Akmaluddin) berada di MUI tahun 2005 beliau sudah menjadi salah satu Ketua Dewan Pimpinan MUI Sumut. Kemudian pada periode selanjutnya menjadi salah satu Wakil Ketua Umum. Dalam kegiatannya di MUI Sumut selalu memberikan yang terbaik ketika diberikan amanah untuk melaksanakan kegiatan misalnya menjadi ketua panitia, ataupun sejenisnya.

Salah satu ide besar yang digagas beliu di MUI Sumut adalah safari Ramadan ke daerah kabupaten/kota. Berbeda dengan safari yang biasa dilaksanakan yakni mengunjungi satu masjid dengan cara rombongan, MUI Sumut memilih memecah rombongan ke banyak masjid, biasanya 5 masjid tergantung Dewan Pimpinan yang berangkat. Meski pada awalnya dilakasanakan tanpa dukungan dana yang cukup, namun hasil dan manfaatnya begitu dirasakan oleh umat, hingga program Safari Ramadan terus berlanjut, sebelum berhenti karena Covid. Manfaat yang begitu terasa adalah munculnya kedekatan emosional antara MUI Provinsi dengan masyarakat di daerah serta  MUI Sumut mendapatkan masukan dari masyarakat terkait peristiwa dan kebutuhan umat yang mendesak. Kita berharap kegiatan ini kembali dilaksanakan pada tahun ini dan seterusnya.

Beliau juga selalu mensosilaisasikan “Panca Tertib Diwal” (tertib diri, ibadah, waktu, administrasi dan lingkungan), Demi menjaga nama baik organisasi, serta mewujudkan Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, ia selalu menekanan kepada seluruh pengurus untuk taat asas organisasi serta menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pengurus MUI dengan tugas pokok pelindung umat (Himayah al-Ummah) dan Mitra Pemerintah (Shadiqul Hukumah).

Pada masa kepemimpinan beliau juga Tim Infokom diberikan kebebasan untuk mengeksplore Islam di daerah kab/kota sehingga majalah Media Ulama semakin “bergizi” dalam isi  dan menarik dari tampilan. Di samping itu video terkait Islam di daerah juga dapat dilaksanakan. Kami (Infokom) akan terus berbenah dan istiqomah dalam menyiarkan kebaikan ditengah tengah masyarakat.

Teruslah Memberikan yang Terbaik untuk Umat Buya Maratua

Syukuran 75 Tahun & Peluncuran Buku Biografi DR. H. Maratua Simanjuntak

muisumut.or.id, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Buya DR. Maratua Simanjuntak melaksanakan syukuran 75 tahun sekaligus Peluncuran Buku Biografi di Mafasa Building IBS Sekolah Islam al Azhar Asy Syarif Sumatera Utara, Jl Mahoni Pasar II Timur Bandar Klipa-Percut Seituan, Deli Serdang, Sabtu, (04/03/23).

Muhammad Adyan   Simanjuntak selaku Ketua panitia menyampaikan bahwa ada dua agenda pada hari ini, pertama, syukuran 75 tahun dan peluncuran buku biografi Dr. H Maratua Simanjuntak

Adyan yang juga merupakan anak kandung dari pasangan H. Maratua Simanjuntak dan Almarhumah Rosmawati Pulungan memperkenalkan keluarga besar H Maratua Simanjuntak. “Beliau menikah dengan ibunda Dra. Hj. Rosmawati Pulungan yang merupakan teman satu organisasi di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Februari 1977 di Padang Sidempuan, dari pernikahnnya lahirlah 5 orang anak, yaitu dr. Hj. Lainatusy Syifa Simanjuntak, MM, Muhammad Adyan Simanjuntak ST, MM, dr. Hj. Syarifah Yusriani Simanjuntak Sp.M, dr, Amarwati Khairina Putri Simanjuntak, M.Ked (Neu) dan Ahmad Alauddin Sultoni Simanjuntak, S.Kom. Dari pernikahan kedua bersama Hj. T Faridah Yafizham, M.Hum diberikan amanah seorang putri  Siti Nur Aisyah MS”   

  “Beliau bagi kami adalah merupakan inspirator dan bapak  tauladan, saya banyak meniru terutama sebagai peran seorang ayah, seorang ayah yang disiplin dalam mendidik anak, hampir semua kami disekolahkan di Pesantren, dan beliau sangat romantis dengan anak-anaknya, setiap kami pergi sekolah ia antar dan selalu melambaikan tangan melepas kepergian kami ke sekolah” ucapnya

Buku Biografi Maratua Simanjuntak Menggapai Ridho Ilahi Dari Anak Muallaf higgga Ketua MUI ditulis oleh Dedi Sahputra Napitulu, M.Pd menyampakan sangat bersyukur dipercaya menulis buku tersebut

“saya merasa mendapat kehormatan, karena dipercaya menulis biografi tokoh sekaliber Ustaz Maratua Simanjuntak, seorang tokoh yang multi talenta”

Dedi yang juga sedang menulis disertasi tentang Regenerasi Ulama di Sumatera Utara menyampaikan kesan “ingatan beliau masih tajam, beliau mampu mengingat peristiwa masa lalu dengan baik”

Dalam kesempatan tersebut Buya Maratua meyampaikan rasa syukurnya tak terhingga diusianya yang ke 75 tahun diberikan karunia tak terhingga dari Allah. “Saya sangat bersyukur diberikan kesehatan dan usia hingga 75 tahun, diberikan keluarga yang baik, kolega dan sahabat” ucapnya

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu terselenggarannya acara ini. Hadir pada acara tersebut, pemerintahan Provinsi Suamtera Utara, Wakapolda, Utusan Kodam 1 BB, Pengurus MUI Sumatera Utara, Ormas Islam, Pimpinan Pesantren, dan lainnya.

Mengenang Direktur LADUI MUI Sumut, Almarhum Hamdani Harahap

0

muisumut.or.id, Medan, Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara mengikuti Haul ditahun ke-3   Allahyarham H. Hamdani Harahap Jum’at malam Sabtu 3 Maret 2023 bertempat di Masjid Burhanudin di Jl. Purnawirawan, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kegiatan ini diawali dengan khataman al Quran oleh mahasiswa PTKU MUI Sumut dan ditutup dengan tausiyah dari Ketua Umum MUI Sumut, H. Maratua Simanjutak. Tampak hadir kolega seperjuangan Prof. Dr. Hasyim Purba, Direktur LADUI, H Marasamin Ritonga, serta unsur Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, KH.Akyar Nasution, Akmaluddin Syahputra, Hatta Siregar,  Darwis Ritonga dan lainnya.

Untuk mengenang perjuangannnya Infokom MUI Sumut menyempatkan mewawancarai Direktur LADUI, H. Marasamin Ritonga, dan Wakil Direktur, Raja Makayasa

H. Marasamin Ritonga, Direktur LADUI MUI Sumatera Utara

“Saya kenal dengan alm H Hamdani Harahap, SH.M. Hum, sejak tahun 1992,  karena sama-sama terlibat dalam pembelaan terhadap buruh dan masyarakat Petani, beliau adalah seorang pribadi yang ulet, pemberani, teguh dalam pendirian dan suka menolong sesama rekan advokat dan pada akhir hayatnya secara penuh mengabdikan dirinya utk membela Islam terutama dalam mempertahankan tanah-tanah wakaf dan Mesjid khususnya di Sumatera Utara dan penggusuran-penggusuran yang dilakukan oleh pengusaha/pengembang.”

bersama mempertahankan tanah wakaf

“Sebagai seorang advokat suka berdiskusi dan sering ide-ide yg dicetuskan beliau sangat berilian dan beliau memiliki logika hukum yg kuat dan kalau di simultan. Beliau sangat tdk suka dan setuju melihat ketidak adilan di sektor apapun terutama apabila menyangkut dan menimpa rakyat miskin.”

Raja Makayasa, Wakil Direktur LADUI MUI Sumut, Penerus Perjuangan

H. Hamdani Harahap dalam definisi Saya merupakan figur yang menjadi tauladan,bersahaja dalam tampilan, memberikan contoh yang mulia, menasehati dan memberi masukan kehidupan yang mana hak dan batil, menjadi sumber inspirasi untuk tetap semangat dan jangan mudah putus asa dalam menjalani roda hidup dan kehidupan. Pernah suatu hari Ayah sakit opname di Rumah Sakit namun karena sibuknya dengan kerjaannya Ayah pun melakukan aktiftasnya di Rumah Sakit, infrastruktur kantor sebahagian di pindahkan ke Rumah Sakit untuk membantu Ayah bekerja, hal tersebut Ayah memberi pesan kepada Kami bahwa ketika sakitpun Ayah tetap bekerja demi tanggungjawabnya kepada klien, Ayah berpendapat hidup ini jangan gampang menyerah dan Ayah berkata …”Raja, jika kamu lemah maka dunia akan keras, Baik jadi orang penting namun lebih penting jadi orang baik ”.. sehingga Saya mereduksi Ayah sebagai petarung kehidupan yang memiliki religius, nasionalis, integritas, konsisten, komitmen, bermoralitas, jujur dan bertanggungjawab.

Bukan hal baru seorang Hamdani Harahap memodifikasi dirinya sebagai Aktor hukum yang akan mengeluarkan pedangnya (ilmu dan keberanian) dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat lemah. Figurnya sebagai Direktur Kantor Pengacara Hukum CITRA KEADILAN tentu telah mengimplementasikan makna keadilan yang ber-CITRA keadilan ialah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hak, baik dan menyangkut kemasalahatan rakyat. Dan figurnya sebagai Direktur Lembaga Advokasi Ummat Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam membela dan mendampingi terhadap perjuangan Izzah Islam menyangkut kezoliman kepada Ummat Islam sudah menjadi pikiran dan tanggungjawab nya sehari hari, pergaulannya kepada Pimpinan Ormas Islam yang selalu menjadi rekan kerja tidak luput dari implementasinya dalam mereduksi rangkaian Advokasi kepada Ummat. Ayah memandang pentingnya keadilan hukum agar masyarakat mendapatkan kepastian, keadilan dan kemanfaat hukum bagi seluruh elemen masyarakat, ungkapan tersebut tidak lain “semua sama dimata hukum dan semua sama dimata penegak hukum”.

Di antara semua anaknya Saya yang sangat dekat dengan Ayah, Terlalu banyak kenangan Saya dengan Ayah, sangking banyaknya Saya sulit untuk mengurai dan mengurutkan nasehat-nasehat Ayah, sebab kami bukan hanya sebatas antara anak dengan Orang tua namun juga antara Senior dan Junior dalam rekan profesi Advokat Kantor Hukum, setiap waktu kami habiskan dengan bersama menjalankan profesi Pengacara sampai menghadiri acara keluarga dll sampai keluar istilah ..”antara Saya dengan Ayah hanya ke kamar tidur dan ke kamar mandi saja tidak bersama”..

Ayah telah mempersiapkan Saya sebagai anaknya yang akan menggantikannya dalam kehidupan dan pergaulannya kelak, baik dalam pekerjaan Pengacara dan silaturahmi terhadap sahabat-sahabat dan keluarga.

H. Hamdani Harahap telah membuat sistim hidup untuk menjadi sukses dan selamat dalam Islam. Sepenggal kalimat yang sering Ayah sampaikan ..”Anakku Raja Agusty Makayasa Harahap, kamu harus bermakna dalam kehidupan sebelum kamu berikan makna kehidupan bagi orang lain, karena yang kamu bantu itu adalah hamba Allah. Kata Allah jangan harap bantuanku jika tidak kamu bantu hambaku. Itulah makna kehidupan bagi H. Hamdani Harahap.”