Medan, muisumut.or.id, 21 Februari 2026 – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menegaskan pentingnya kehati-hatian dan profesionalisme dalam menyampaikan informasi di era digital saat ini. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Infokomdigi bertema “Media 4.0: Menavigasi Tantangan Baru dalam Dunia Media” yang digelar di Aula MUI Sumatera Utara, Sabtu (21/2/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Umum menjelaskan bahwa FGD tersebut merupakan rangkaian kegiatan ketiga yang telah dilaksanakan MUI Sumut dalam waktu terakhir. Sebelumnya, MUI Sumut mengirimkan Lembaga Dakwah untuk membantu korban banjir serta melaksanakan pengabdian Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) ke Kabupaten Karo dan Serdang Bedagai.
“FGD ini adalah kegiatan ketiga yang kita laksanakan. Sebelumnya kita telah mengirimkan Lembaga Dakwah untuk membantu korban banjir dan melaksanakan pengabdian PTKU ke Kabupaten Karo dan Serdang Bedagai. Ini menunjukkan komitmen MUI Sumut dalam penguatan dakwah dan pelayanan umat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di era Media 4.0, penyampaian informasi tidak lagi bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, terdapat sejumlah prinsip yang harus menjadi pedoman bagi Tim Infokomdigi.
“Pertama, informasi harus aktual, sesuai dengan kondisi terkini. Kedua, informasi tidak cukup hanya berupa kabar, tetapi perlu disertai analisis. Ketiga, dalam penyampaian informasi bisa saja terdapat unsur objektif maupun subjektif, sehingga perlu kebijaksanaan dalam mengelolanya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam media sosial, respons masyarakat pasti beragam. “Di media sosial, kita harus siap menghadapi berbagai respons. Ada yang positif, ada pula yang negatif. Ini adalah konsekuensi dari keterbukaan informasi di era digital,” katanya.
Ketua Umum turut mengaitkan fenomena informasi di era digital dengan tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam ilmu hadis. Menurutnya, tidak semua berita dapat langsung dipercaya tanpa verifikasi.
“Dalam ilmu hadis dikenal istilah hadis shahih dan hadis munkar. Ini mengajarkan kepada kita bahwa suatu kabar bisa benar, tetapi bisa juga keliru. Karena itu, setiap informasi harus diverifikasi sebelum diterima dan disebarkan,” jelasnya.
Melalui FGD tersebut, Ketua Umum berharap Tim Infokomdigi MUI Sumut mampu menjawab tantangan dunia media dengan pendekatan yang bijak, profesional, dan bertanggung jawab, sehingga informasi yang disampaikan benar-benar membawa maslahat bagi umat dan masyarakat luas.
,








