Wednesday, July 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 79

Duka Mendalam, Ketua Umum MUI Labusel H. Maratamin Harahap Tutup Usia di 55 Tahun

muisumut.or.id, Labuhanbatu Selatan – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), H. Maratamin Harahap, telah berpulang ke rahmatullah pada usia 55 tahun. Beliau wafat pada Senin, 19 Agustus 2024, di kediamannya di Jalan Lobu, Gang Bilal, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Rumah duka almarhum H. Maratamin Harahap dipenuhi oleh warga dan tokoh masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok ulama yang dikenal kharismatik dan sangat dihormati di kalangan masyarakat. Kehadiran warga ini menunjukkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan oleh masyarakat atas kepergian beliau.

Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara turut hadir dalam prosesi pemakaman, yang diwakili oleh Ketua Bidang Ukhuwah Drs. Hatta Siregar dan Bendahara Umum MUI Sumut Drs. Sotar Nasution. Mereka juga ikut serta dalam memberangkatkan jenazah dari rumah duka menuju tempat peristirahatan terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, MUI Sumatera Utara menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum H. Maratamin Harahap. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama yang berdedikasi dalam memimpin MUI Labusel selama masa khidmat 2019-2024. Semasa kepemimpinannya, almarhum dikenal dekat dengan pemerintah sekaligus sangat dekat dengan umat Islam. Hal ini membuat peran MUI sebagai mitra pemerintah dan pelayan umat benar-benar dapat dijalankan dengan baik.

Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga di Desa Basilam Baru, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi almarhum di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara Umumkan Hasil Seleksi Calon Mahasiswa PTKU Angkatan VIII Tahun Akademik 2024-2027

0

muisumut.or.id, Medan, 19 Agustus 2024 – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, bersama Panitia Penerimaan Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU), menyampaikan hasil seleksi calon mahasiswa PTKU Angkatan VIII kepada Tim Informasi MUI Sumut dalam rapat resmi yang diadakan di ruang rapat MUI Sumut, Jalan Sutomo, Medan, pada Senin, 19 Agustus 2024.

Berdasarkan Surat Laporan Panitia Pelaksana Penerimaan Calon Mahasiswa PTKU Angkatan VIII Tahun Akademik 2024-2027 yang diterbitkan pada 12 Agustus 2024, dan hasil rapat Dewan Pimpinan bersama Pengurus PTKU MUI Sumatera Utara, diumumkan nama-nama yang dinyatakan lulus ujian seleksi.

Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan untuk melakukan daftar ulang pada 20 hingga 28 Agustus 2024 di Kantor MUI Sumatera Utara, Jalan Majelis Ulama No. 3, Sutomo Ujung, Medan, pada jam kerja mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Daftar ulang harus dilengkapi dengan berkas-berkas seperti ijazah SLTA/Ponpes/SKTL, KTP/KK (asli dan fotokopi), serta menandatangani berbagai surat pernyataan, termasuk kesediaan mengikuti tata tertib PTKU, menyelesaikan perkuliahan, bebas narkoba, dan bersedia dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara.

Peserta yang lulus juga diwajibkan masuk asrama pada Sabtu, 31 Agustus 2024, dan mengikuti kuliah umum serta orientasi mahasiswa baru yang dijadwalkan pada 2 hingga 4 September 2024. Peserta yang tidak melakukan daftar ulang atau tidak memenuhi persyaratan sampai batas waktu yang ditentukan dianggap mengundurkan diri.

Dalam pengumuman tersebut, Dr. H. Maratua Simanjuntak menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan guna memastikan kelancaran proses pendidikan yang akan dijalani. Beliau berharap agar seluruh peserta yang dinyatakan lulus dapat menjalani pendidikan dengan baik dan menjadi ulama yang berkontribusi bagi kemajuan umat di masa mendatang.

“Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah kepada kita semua,” tutup beliau dalam rapat tersebut.

Berikut nama nama yang telah dinyatakan lulus seleksi

MUI Sumut Laksanakan Pembinaan Ukhuwah Islamiyah pada Pelajar MAPN4 Medan

 

muisumut.or.id, Medan, 15 Agustus 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, melalui Komisi Ukhuwah Islamiyah, melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap siswa Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 (MAPN4) Medan pada Kamis (15/8). Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara, Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang mengawali kegiatan dengan membacakan ayat dari Qur’an, Al-Hujurat ayat 10, yang mengingatkan pentingnya persaudaraan (ukhuwah) di antara umat Islam.

Dalam arahannya, Dr. Maratua menjelaskan tentang tiga jenis ukhuwah yang perlu dipahami oleh setiap muslim, yaitu:

  1. Ukhuwah Islamiyah, persaudaraan di antara sesama orang-orang beriman, sesama umat Islam.
  2. Ukhuwah Wathoniyah, persaudaraan sebangsa dan setanah air.
  3. Ukhuwah Insaniyah, persaudaraan sesama umat manusia.

Dr. Maratua juga menyinggung tentang pentingnya menjaga salam lintas agama. MUI melalui Komisi Fatwa menegaskan bahwa ucapan salam adalah bagian dari doa yang mengandung unsur ibadah, sehingga tidak boleh dicampur adukkan dengan salam dari agama lain, karena hukumnya haram. “Salam tersebut bagi penganutnya adalah doa, ibadah,” tegasnya.

Selain itu, Dr. Maratua menjelaskan tugas utama MUI, yaitu sebagai mitra pemerintah dalam memberikan nasihat dan menjaga aqidah serta ibadah umat.

Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut, Drs. H. Hatta Siregar, SH, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membina generasi muda Islam yang progresif dan dinamis. “Pemuda dan pelajar sejatinya adalah tunas bangsa, namun mereka juga rentan terhadap masalah seperti mental illness, dekadensi moral, dan tawuran,” ungkapnya. Melalui tema “Melalui Pembinaan Ukhuwah Islamiyah bagi Pemuda dan Pelajar Islam di Sumatera Utara Kita Wujudkan Masa Depan Indonesia yang Maju dan Damai,” kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi yang kuat dan harmonis.

Kegiatan pembinaan di MAPN4 ini menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama, Dr. H. Irwansyah, MA, memaparkan tentang “Peran Pemuda/Pelajar Islam sebagai Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah dalam Mewujudkan Kerukunan di Sumatera Utara.” Dalam materinya, Dr. Irwansyah menekankan pentingnya persaudaraan dalam Islam yang dapat menumbuhkan sikap saling mengerti, memahami, serta menciptakan hubungan harmonis di antara sesama makhluk Allah.

Narasumber kedua, Ir. Tauhid Ichyar, MT, menyampaikan materi tentang “Tantangan Masa Depan Pemuda/Pelajar dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah di Sumatera Utara.” Ia menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah merupakan salah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam, bersama dengan kekuatan iman dan aqidah, serta kekuatan kepemimpinan.

Di akhir acara, Kepala MAPN4 Medan, Syarifuddin, S. Pd. I, MA, memberikan apresiasi kepada MUI Sumut, khususnya Komisi Ukhuwah Islamiyah, atas pencerahan dan pengetahuan yang diberikan kepada siswa-siswi MAPN4. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan di masa mendatang. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh siswa-siswi yang berpartisipasi serta sesi foto bersama.

 

4o

Usai Kajian Bersama Dr. Ardiansyah, LC, MA, Jamaah Masjid Amaliyah Komplek Citra Wisata Johor Galang Rp. 260 Juta untuk Palestina

muisumut.or.id, Medan, 15 Agustus 2024 — Jamaah Masjid Amaliyah yang terletak di Komplek Citra Wisata Johor menunjukkan solidaritasnya untuk saudara-saudara kita di Palestina dengan menggalang donasi sebesar Rp. 260 juta. Inisiatif penggalangan dana ini dilakukan oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Amaliyah beserta seluruh donatur setelah mendengarkan kajian Ahad Subuh yang disampaikan oleh Dr. Ardiansyah, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara.

Penyerahan donasi secara simbolis dilaksanakan pada Subuh Ahad, 11 Agustus 2024, di Masjid Amaliyah Komplek Citra Wisata Johor. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Ardiansyah atas nama Ketua Umum MUI Sumatera Utara menyampaikan terimakasih yang mendalam atas partisipasi jamaah dalam menggalang donasi untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina, khususnya di Gaza.

Dalam kajiannya, Ustaz Ardiansyah menjelaskan betapa berkahnya tanah Palestina yang dirampas oleh zionis Israel dari bangsa Palestina. Ia menggambarkan penderitaan yang seakan tiada habisnya, di mana setiap saat rakyat Palestina dibombardir, dan puluhan ribu jiwa, termasuk banyak anak-anak dan perempuan, telah menjadi korban.

Selain itu, dalam menyikapi himbauan Fatwa MUI, jamaah Masjid Amaliyah dengan cepat berkoordinasi dan bekerja sama untuk mengumpulkan donasi. Alhamdulillah, terkumpul dana sebesar Rp. 260 juta yang telah ditransferkan ke rekening MUI Sumatera Utara. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi BKM lainnya untuk melakukan hal serupa.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat” (HR. Muslim). Sabda ini menginspirasi dan memotivasi para jamaah untuk terus berbagi dan membantu sesama, terutama mereka yang tengah berada dalam kesulitan seperti saudara-saudara kita di Palestina.

Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) MUI Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024 Berlangsung Sukses

muisumut.or.id, Dolok Sanggul, Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) MUI Kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2024 telah sukses dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Agustus 2024. Acara ini digelar di Aula Hutamas, Komplek Tano Tubu, Kantor Kabupaten Humbang Hasundutan, dengan dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak, Sekretaris MUI Provinsi Sumatera Utara Prof. Dr. H. Asmuni, M.Ag., serta perwakilan dari Bupati Humbang Hasundutan, Kapolres Humbang Hasundutan, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Humbang Hasundutan. Hadir pula para ketua MUI kecamatan se-Kabupaten Humbang Hasundutan, tokoh agama, dan pengurus Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Humbang Hasundutan.

Ketua panitia, Ustadz SR. Hutagalung, B.A., dalam sambutannya menjelaskan bahwa MUKERDA ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas kepengurusan MUI Kabupaten Humbang Hasundutan periode 2022-2027. Ia menekankan bahwa agenda tersebut merupakan langkah strategis untuk menjalankan program kerja lima tahunan, dengan MUI berperan sebagai pembimbing umat Islam dan pendukung program pemerintah dalam menjaga kerukunan masyarakat.

Ketua MUI Kabupaten Humbang Hasundutan dalam sambutannya juga mengingatkan pentingnya dakwah Islam dan pembinaan akhlak mulia dalam menciptakan masyarakat yang berkualitas. MUI, lanjutnya, harus berperan sebagai mediator antara ulama dan pemimpin, guna menciptakan kehidupan harmonis yang mendukung kesejahteraan bersama.

Ayahanda Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkokoh persaudaraan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Menurutnya, MUKERDA bukan hanya sekadar forum untuk membahas program kerja, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar pihak terkait. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga hukum, dan organisasi keagamaan diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif, terutama menjelang Pilkada serentak mendatang.

Dr. Maratua juga mengajak seluruh peserta MUKERDA untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam melaksanakan setiap program yang disusun. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen dan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, ia berharap seluruh anggota MUI Kabupaten Humbang Hasundutan dapat menjalankan tugasnya dengan dedikasi dan integritas tinggi.

Acara ini juga menjadi ajang evaluasi dan refleksi atas kegiatan yang telah dilaksanakan, serta perumusan strategi ke depan yang lebih efektif dan efisien. Diharapkan, MUKERDA MUI Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024 dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan.

4o

Direktur LPPOM MUI Sumut dan Sekretaris Bidang Fatwa Hadiri Peluncuran Sertifikasi Halal RM Kebun Pondok Punokawan di Kota Binjai

 

muisumut.or.id, Binjai, 14 Agustus 2024 – RM Kebun Pondok Punokawan resmi meluncurkan Sertifikat Halal yang telah dinyatakan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (LPPOM MUI SU) pada Rabu, 14 Agustus 2024. Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan peringatan ulang tahun Mataram Grup ke-38 ini, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Direktur LPPOM MUI Sumatera Utara Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin, MS, dan Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara Dr. Irwansyah, M.H.I.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua MUI Kota Binjai, Prof. Dr. Jamil MA, serta para pimpinan organisasi keagamaan lainnya seperti Ketua DP Al Washliyah, NU, dan Muhammadiyah. Perwakilan dari Kemenag, BNN, dan BRI Kota Binjai, serta tokoh masyarakat, termasuk Drs. H. Jaharuddin, MA, turut serta dalam momen penting ini.

Dalam sambutannya, Aan Farhan, Direktur RM Kebun Pondok Punokawan, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian sertifikasi halal yang baru saja diraih. “Ini adalah restoran kuliner lokal pertama di Binjai yang mendapatkan sertifikat halal. Perjuangan kami selama dua tahun untuk memenuhi semua persyaratan ini akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya. Aan Farhan berharap dengan adanya sertifikat halal ini, kepercayaan publik terhadap RM Kebun Pondok Punokawan akan semakin meningkat.

Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin, MS, dalam sambutannya menjelaskan bahwa proses sertifikasi halal dapat memakan waktu yang berbeda-beda, tergantung pada pemenuhan persyaratan syar’i yang harus dipenuhi oleh setiap usaha. “Pertanggungjawaban halal ini bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah di akhirat kelak. Oleh karena itu, LPPOM melakukan audit secara langsung, memeriksa semua bahan, proses pengolahan, dan bahkan alat-alat yang digunakan,” ungkap Basyaruddin. Beliau mencontohkan, kuas yang digunakan untuk mengoles bumbu pada ikan bakar harus dipastikan tidak terbuat dari bulu hewan yang tidak halal.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Irwansyah, M.H.I, Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara, menegaskan bahwa Sertifikasi Halal merupakan jaminan bahwa produk makanan di sebuah restoran telah terkonfirmasi halal secara syar’i. “Setelah LPPOM melakukan audit, hasilnya langsung disidangkan di Komisi Fatwa. Jika semua standar halal terpenuhi, maka kami akan mengeluarkan sertifikat halal. Namun, jika ada yang belum memenuhi kriteria, baik dari segi administrasi maupun proses pengolahannya, maka sertifikat tidak akan dikeluarkan,” jelasnya.

Irwansyah menambahkan, tidak semua produk yang tidak bersertifikat halal otomatis haram, namun yang sudah bersertifikat halal telah melalui proses audit ketat yang memastikan kehalalannya. “Di zaman sekarang, sangat penting untuk memastikan tidak ada bahan atau proses pengolahan yang bersinggungan dengan bahan haram atau tidak suci menurut syariat Islam,” pungkasnya.

Acara ini menandai langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk-produk kuliner halal di Kota Binjai, sekaligus memperingati perjalanan panjang Mataram Grup selama 38 tahun.

Penyuluhan Mitigasi Bencana Sosben MUI SU di Kabupaten Deli Serdang: Langkah Konkret Menghadapi Banjir Rob

muisumut.or.id, Deli Serdang, 11 Agustus 2024 – Sosial dan Bencana (Sosben) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI SU) melaksanakan kegiatan Penyuluhan Mitigasi Bencana tahun 2024 di wilayah banjir rob di Kabupaten Deli Serdang. Acara ini dilaksanakan pada dua lokasi strategis di Kecamatan Percut Sei Tuan, yakni di Masjid Raya Annur Bagan Percut dan Masjid Faidzin Tanjung Rejo.

Banjir rob, yang sering disebut juga sebagai banjir laut pasang, merupakan fenomena bencana yang sering melanda pemukiman di sekitar pinggir laut di Indonesia, termasuk wilayah Deli Serdang. Dampaknya tidak hanya merusak sarana dan prasarana masyarakat, tetapi juga memicu berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, serta bencana lainnya seperti erosi bahkan longsor.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Deli Serdang, Kiyai Haji Amir Panatagama, beserta beberapa pengurus MUI Kecamatan Percut Sei Tuan, termasuk Dr. Imam Muhardi. Narasumber yang hadir memberikan materi penting terkait mitigasi bencana banjir rob di dua lokasi berbeda. Di Masjid Raya Annur Bagan Percut, penyuluhan disampaikan oleh Nani Ayum Panggabean dan Nuryunita Nainggolan, sementara di Masjid Faidzin Tanjung Rejo, materi disampaikan oleh Laila Rohani dan Heri Syahputra.

Para narasumber menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Misalnya, sebelum banjir, masyarakat dianjurkan untuk menjalankan program penghijauan di daerah hulu sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengurangi aktivitas di area sungai yang rawan banjir. Saat banjir terjadi, penting untuk menghindari berjalan di dekat saluran air, mematikan aliran listrik, mengamankan barang-barang berharga, dan waspada terhadap binatang berbisa serta binatang penyebab penyakit.

Selain mitigasi bencana alam, narasumber juga mengingatkan tentang pentingnya waspada terhadap bencana non-alam, seperti degradasi moral dan akhlak remaja yang dapat terjerumus ke dalam pergaulan bebas, narkoba, serta tindakan kriminal lainnya. Hal ini sejalan dengan tausiyah Ketua Umum MUI Kabupaten Deli Serdang, Kiyai Amir, yang menekankan pentingnya menjaga persatuan menjelang Pilkada Serentak, dan menggunakan hak pilih dengan bijaksana.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dusun XI Tanjung Rejo, Adi Muksin Saragih, juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemunculan buaya yang sudah mulai memasuki tambak warga. Bahkan, spanduk peringatan “Hati-hati Ada Buaya” telah dipasang di beberapa titik.

Penyuluhan ini adalah bagian dari upaya Sosben MUI SU untuk secara langsung menyentuh kepentingan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak bencana. Semoga langkah ini membawa keberkahan bagi seluruh warga.

 

4o

Semangat Pemuda dalam Mengisi Kemerdekaan: Refleksi dari Dr. Irwansyah, M.H.I

muisumut.or.id, Medan, 10 Agustus 2024,  Dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia, peran pemuda selalu menjadi sorotan penting. Dr. Irwansyah, M.H.I., dalam sebuah acara Pengajian Bersama Bagi Remaja Muslim Se Sumatera Utara menyampaikan padanngannya mengenai hal ini, Pengajian yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemuda Islam berlangsung di Aula MUI Sumut Jalan Sutomo Ujung pada 10 Agustus 2024. Menurutnya, sejarah mencatat bahwa pemuda berperan signifikan dalam mempersatukan bangsa Indonesia, mengesampingkan perbedaan suku dan kasta, serta mengikrarkan sumpah pemuda dengan tiga poin utama: tanah air satu, bangsa satu, dan bahasa satu, yakni Indonesia.

“Poin-poin sumpah pemuda inilah yang menjadi titik pertemuan anak-anak bangsa yang senasib sepenanggungan dan ingin bebas dari penjajahan,” ungkap Dr. Irwansyah. Ia juga menekankan bagaimana bambu runcing, yang hanya menjadi simbol perjuangan, didukung oleh kekuatan persatuan dan kesatuan lintas generasi, suku, bahkan agama, untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Lebih lanjut, Dr. Irwansyah menegaskan bahwa jika dahulu para pahlawan berperang dengan nyawa dan darah, maka generasi muda saat ini harus bangkit untuk memimpin dan mengendalikan negara. “Jangan biarkan orang asing yang mengelola negara ini. Bumi Nusantara ini kaya akan generasi cerdas, pintar, dan berdedikasi. Kita butuh anak-anak bangsa, khususnya generasi Islam, yang siap memimpin bangsa ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para pemimpin saat ini dulunya adalah anak-anak muda yang berjuang dengan pendidikan dan dedikasi, hingga mampu mencapai posisi tertinggi. Oleh karena itu, Dr. Irwansyah mendorong pemuda masa kini untuk bekerja keras dan bermimpi besar, termasuk untuk menjadi pemimpin bangsa.

“Jangan terpengaruh dengan latar belakang kemiskinan. Pendidikan tidak diukur dari kekayaan, tapi dari keseriusan, perjuangan, dan kerja keras,” tambahnya, sambil mengingatkan bahwa banyak anak bangsa yang sukses meskipun berasal dari keluarga miskin.

Dalam acara yang dipandu oleh Juwinda Azhari tersebut, turut hadir Ketua Bidang Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI, Dra. Hj. Rusmini, MA, serta Sekretaris Dra. Hj. Wan Khairunnisa, bersama para pengurus lainnya. Acara ini diikuti dengan antusias oleh pemuda dan remaja Islam, termasuk mahasiswa dari berbagai organisasi seperti HIMMAH, Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, IMM, serta santri dari berbagai pesantren dan sekolah tingkat SLTA.

Dr. Irwansyah menutup dengan pesan kuat bahwa generasi muda harus memacu diri untuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. “Jangan sia-siakan perjuangan para pahlawan. Lawan kerusakan moral hari ini, dan ingat bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak didapat dengan harga murah,” pungkasnya.

MUI Pusat Inisiasi Program Kurikulum Pondok Pesantren Lansia: Memuliakan Usia Senja

muisumut.or.id – Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Sumut, Dra. Rusmini, MA, mengapresiasi pembentukan Pesantren Lansia yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. hal ini disampaikannya pada Tim Infokom di kantor MUI Sumut pada 09 Agustus 2024.  Program inovatif ini berupa kurikulum khusus untuk pondok pesantren lansia, yang dirancang sebagai bentuk tanggung jawab sosial MUI terhadap masyarakat yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas, sesuai dengan data usia di KTP.

Program Pesantren Lansia ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua Bidang KPRK MUI Provinsi Sumatera Utara. Meskipun KPRK MUI Sumut belum dilibatkan dalam penyusunan program ini, Ketua KPRK MUI Sumut mengapresiasi inisiatif tersebut dan membuka kemungkinan untuk mengadopsi program serupa di wilayah Sumatera Utara. “Sepanjang hidup harus dinikmati dengan kondisi yang sehat, sejahtera, dan bahagia,” ujarnya.

Dalam konteks birrul walidain, Rusmini, menegaskan pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi akhir kehidupan dengan penuh kesadaran dan ketakwaan. “Rasulullah SAW memberi penegasan agar jangan sampai ada yang menjadi orang yang hidupnya sia-sia. Memang mati tidak ada yang tahu, namun kita wajib mempersiapkannya,” ujar Rusmini.

Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kesejahteraan para lansia di Indonesia, serta memastikan bahwa mereka dapat menjalani masa tua dengan penuh makna, kedamaian, dan kebahagiaan. MUI Pusat berharap program ini menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk turut serta memberikan perhatian lebih kepada para lansia di tanah air.

MUI Sumut Hadiri Majelis Tazkirah Kemerdekaan di Konsulat Jenderal Malaysia

muisumut.or.id, Medan, 9 Agustus 2024 – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. Maratua Simanjuntak, didampingi oleh Ketua Bidang Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Sumut, KH Akhyar Nasution, LC, MA, menghadiri Majelis Tazkirah Kemerdekaan yang diselenggarakan di Konsulat Jenderal Malaysia di Medan. Acara tersebut bertempat di Jalan Pangeran Diponegoro No. 43, Medan, pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Majelis Tazkirah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan diadakan dalam rangka menyambut Hari Kebangsaan Malaysia yang ke-63, yang jatuh pada 31 Agustus 2024. Acara tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan persaudaraan antar masyarakat kedua negara, khususnya dalam konteks kerukunan antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau mengungkapkan bahwa di Malaysia, selain suku Melayu, terdapat pula etnis Tionghoa dan India yang hidup berdampingan. “Kita harus bersyukur atas agama yang diberikan Allah dan menjaga keberagaman ini. Jika ada yang kurang, marilah kita bersabar,” ujar Dr. Maratua.

Beliau juga menyinggung tentang insiden di Malaysia yang melibatkan penghinaan terhadap Al-Qur’an. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan ujian bagi umat Islam untuk tetap teguh dalam keyakinan dan menjaga toleransi di tengah keberagaman.

MUI Sumut juga menyampaikan ucapan tahniah kepada Malaysia yang akan merayakan Hari Kebangsaan ke-63 pada akhir bulan ini. “Kami mengucapkan selamat atas pencapaian Malaysia selama ini dalam membangun negara yang kuat dan harmonis,” tambah Dr. Maratua.

Acara ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk saling memperkuat hubungan diplomatik dan mengedepankan nilai-nilai toleransi serta persatuan. MUI Sumut berharap, hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia akan terus terjaga dan semakin erat di masa mendatang.