Tuesday, March 10, 2026
spot_img
Home Blog Page 91

Mukerda MUI Kabupaten Tapanuli Utara: Dr. H. Arso Dorong Peran Ulama dan Perkukuh Persatuan Umat

0

muisumut.or.id-Tapanuli Utara, 10 September 2023 – Dr. H. Arso, Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, membuka secara resmi kegiatan MUKERDA MUI Kabupaten MUI Kabupaten Tapanuli Utara. Dr. Arso mengungkapkan bahwa acara ini menjadi momen penting dalam upaya memperkuat peran ulama dalam mengemban amanah dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat di Tanah Utara.

Selain itu, Dalam sambutannya, Dr. H. Arso menekankan betapa beratnya perjalanan yang telah dilakukan oleh MUI Kabupaten Tapanuli Utara dalam mencapai tahap ini, dengan segala pengorbanan yang telah diberikan. Namun, beliau merasa optimis bahwa para ulama dan mujahid yang memiliki hati yang teguh dalam perjuangan Islam masih memiliki semangat untuk berkontribusi lebih lanjut.

Dr. H. Arso juga menggarisbawahi pentingnya MUKERDA ini sebagai langkah amal saleh dan upaya untuk memenuhi undangan yang diajukan oleh Kabupaten Tapanuli Utara. Beliau menyampaikan harapannya agar semua langkah yang diambil dalam acara ini menjadi pengejawantahan dari peran penting Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tapanuli Utara sebagai ormas Islam yang besar.

Mengingat sejarah panjang MUI Kabupaten Tapanuli Utara, Dr. H. Arso merasa bangga dengan dedikasi para ulama yang telah melibatkan diri dalam perjuangan ini. Beliau juga menyebutkan pentingnya menjaga persatuan umat Islam dan merawat akidah dari pemahaman yang menyimpang.

Dr. H. Arso juga membahas hasil pertemuan MUI tingkat provinsi dan pesan-pesan penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. Rekomendasi dan pesan-pesan tersebut akan menjadi pedoman bagi MUI Kabupaten Tapanuli Utara dalam melaksanakan tugas-tugasnya di masa depan.

Dalam penutup sambutannya, Dr. H. Arso menyampaikan doa kepada Allah agar memberikan kenikmatan dan keberkahan pada peran ulama dalam mengemban tugas mereka. Beliau mengingatkan para ulama yang hadir akan tanggung jawab besar yang mereka bawa sebagai pemimpin agama dan penjaga akidah umat.

Mukerda ini menjadi bukti nyata komitmen para ulama dalam memajukan dakwah dan keumatan di Tanah Tapanuli Utara. Dr. H. Arso berharap, peran ulama akan terus menginspirasi dan membimbing masyarakat dalam menjalani kehidupan beragama yang bermakna. Acara Mukerda ini adalah langkah awal yang berarti dalam perjalanan panjang menuju pencerahan dan perubahan positif bagi masyarakat dan umat Islam di Kabupaten Tapanuli Utara. (Yogo Tobing)

MUI Kabupaten Tapanuli Utara Gelar Musyawarah Kerja Daerah Pertama Tahun 2023

0

muisumut.or.id-Tapanuli Utara, 10 September 2023 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) pertama tahun 2023 dengan penuh semangat dan antusias. Acara ini diawali dengan bismillah dan ucapan syukur kepada Allah yang dipanjatkan oleh para hadirin.

Pada acara tersebut, turut hadir ketua umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum 1 Dr. Arso. Selain itu, ketua umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tapanuli Utara Syamsul Pandiangan, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Tapanuli Utara, dan ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Utara.

Acara dimulai dengan pembacaan protokol, ayat suci al-Qur’an, dan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, ketua panitia memberikan laporan pertama, diikuti oleh kata sambutan dari ketua umum MUI Kabupaten Utara. Ayat suci al-Qur’an juga dibacakan oleh Al Ustadz Muhammad R alhafiz.

Dalam laporan ketua panitia, tema Musyawarah Kerja Daerah pertama tahun 2023 dibahas, yaitu “Mengokohkan dan Menguatkan Dakwah Keumatan Menuju Tanah Tapanuli Utara yang Lebih Berkembang.” Poin-poin lain yang dibahas antara lain adalah peserta dan sumber dana pelaksanaan musyawarah kerja daerah.

Syamsul Pandiangan, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan doa kepada Allah, serta menghormati para ulama yang hadir. Ia juga mengajak semua hadirin untuk memikirkan langkah-langkah guna meningkatkan peran Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tapanuli Utara dalam masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa organisasi ini memiliki sejarah yang panjang, telah berdiri sejak 43 tahun yang lalu. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan umat Islam dan merawat akidah dari pemahaman yang menyimpang.

Hasil pertemuan MUI tingkat provinsi dan pesan-pesan penting juga dibahas dalam Rakerda ini. Rekomendasi dan pesan-pesan tersebut akan menjadi pedoman bagi Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tapanuli Utara dalam melaksanakan tugas-tugasnya di masa depan.

Rakerda ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berarti dalam memajukan peran ulama dan mempererat persaudaraan umat Islam di Kabupaten Tapanuli Utara. Acara ini juga diwarnai dengan semangat kebersamaan dan kerja keras panitia dalam menjalankannya.

Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan MUI Kabupaten Tapanuli Utara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat Islam di wilayah ini. Acara ini merupakan bukti nyata komitmen para ulama dalam memajukan dakwah dan keumatan di Tanah Tapanuli Utara. (Yogo Tobing)

Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) MUI Sumut Gelar Pelatihan Pendidik Sebaya

0

muisumut.or.id-Medan, 13 September 2023 – Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) MUI Sumut telah sukses menggelar acara pelatihan pendidik sebaya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Acara ini digelar di Aula LPPOM MUI Sumut selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 hingga 15 September 2023.

Ketua Panitia Acara, Dr. Arifinsyah, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba. Para peserta yang merupakan para pendidik diharapkan akan menyampaikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama acara kepada generasi muda sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dr. Arifinsyah juga berharap agar peserta dapat mengikuti acara ini hingga selesai dengan penuh semangat.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran MUI dalam menjaga umat, terutama dalam menjaga akidah, ibadah, dan muamalah. Dr. Maratua Simanjuntak menjelaskan, “Salah satu tugas MUI adalah menjaga umat, memupuk kaum muslimin dari aspek Akidah, ibadah dan muamalah sesuai dengan tuntunan syariah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Maratua Simanjuntak mengungkapkan bahwa salah satu perintah Allah yang dituangkan dalam syariat Islam adalah menjaga akal, pikiran, dan cara berpikir. Oleh karena itu, penyalahgunaan narkoba dianggap merusak akal dan pikiran. Beliau menjelaskan, “Narkoba termasuk dalam merusak akal dan pikiran. Anak membunuh orang tua, menjadi begal, mencuri, dan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan dan mengonsumsi narkoba. Akal mereka menjadi rusak.”

Dr. Maratua Simanjuntak juga mendorong para peserta dan MUI untuk mengkampanyekan agar orang tidak mau menggunakan narkoba dengan mengarahkan manusia untuk menguatkan iman, sehingga mereka tidak mau melakukan tindakan yang tercela.

Dalam penutupan sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak mengapresiasi kehadiran para peserta sebagai bagian dari upaya membantu MUI, khususnya dalam konteks Gannas Annar, menjadi mujahid-mujahid anti narkoba. Beliau berharap agar kegiatan pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan dampak positif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Acara pelatihan ini juga menampilkan sejumlah narasumber terkemuka, antara lain Prof. Dr. Asmuni, MA, Dr. H. Zulkarnaen Nasution, MA, ICAP, Fitriyanti S.Sos, MA, Eka Parahadian Abdurrahman, S.Ikom, ICAP I, CP, NLP, yang memberikan wawasan dan pengetahuan yang berharga kepada para peserta.

Semoga acara ini dapat menjadi langkah konkret dalam memerangi penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkoba di Sumatera Utara. (Yogo Tobing)

MUI Batubara Dukung Rencana Pembangunan Kampus PTKU Baru Bersama Bupati Zahir

0

muisumut.or.id-Batubara, Bupati Batubara, Zahir, menyatakan bahwa rencana pembangunan kampus baru merupakan langkah penting yang berpotensi memberikan dampak positif signifikan bagi perkembangan pendidikan di daerah tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Batubara, Rusian Heri, dalam acara di Aula Buffett Mangga pada Selasa, 12 September.

Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh penting, antara lain Ketua DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batubara, H. Muhammad Hidayat Lc, Sekretaris Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan MUI Batubara, Drs. Muhamad Masrof, serta Ketua MUI Kecamatan Se Batubara.

Bupati Zahir menjelaskan pentingnya sebuah perguruan tinggi sebagai sarana yang sangat krusial dalam pembangunan dan kemajuan suatu daerah, terutama sejalan dengan perkembangan zaman. Beliau menekankan bahwa menjaga eksistensi perguruan tinggi bukanlah satu-satunya hal yang perlu diperhatikan, melainkan juga perlu memastikan bahwa fasilitas dan infrastruktur pendidikan senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Ketua MUI Batubara, H. Muhammad Hidayat, menjelaskan bahwa salah satu motivasi pendirian lembaga pendidikan agama ini adalah karena adanya kekurangan dalam pelajaran agama yang disampaikan langsung dari sumbernya. Ia juga menyoroti minimnya jumlah guru yang memiliki kemampuan untuk mengajar kitab kuning (turos).

“Dari mereka yang mampu mengajar kitab kuning, jumlahnya sangat terbatas. Bukan sedikit yang berpendidikan di Timur Tengah, tetapi tidak ingin berkontribusi di daerah asal mereka. Ini adalah fakta yang perlu diakui,” ujar Hidayat.

Dalam konteks ini, Hidayat menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi yang ada, bukan untuk bersaing dengan yang sudah ada, tetapi untuk membangun relasi yang saling mendukung dalam meningkatkan pendidikan dan pengajaran agama di Batubara. (Yogo Tobing)

Gempa Moroko, Ketua Bidang HLNKI MUI-SU menyampaikan ucapan Belasungkawa kepada Drs.H Hasrul Azwar, MM, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Maroko

0

muisumut.or.id-Medan, Gempa Maroko: lebih dari seribu orang tewas
Banyak orang tewas di Marrakesh dan beberapa daerah di selatan.
Banyak orang tewas di Marrakesh dan beberapa daerah di selatan, kata pemerintah Maroko.

Menurut Kementerian Dalam Negeri gempa bumi berkekuatan 6,8 melanda Maroko tengah dan menewaskan sedikitnya 1000 orang dan lebih dari 600 orang terluka.

Pusat gempa berada di Pegunungan Atlas Tinggi, 71 km sebelah barat daya Marrakesh, pada kedalaman 18,5 km, menurut Survei Geologi AS.

Gempa terjadi pada Jumat (08/09) pukul 23:11 waktu setempat (Sabtu, 9 September, pukul 05:11 WIB). Gempa susulan berkekuatan 4,9 terjadi 19 menit kemudian.

Banyak orang tewas di Marrakesh dan beberapa daerah di selatan, kata pemerintah Maroko.

Sebagian korban diyakini berada di daerah terpencil.

Dalam sambungan whatsapp dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Maroko, Kabid HLNKI MUI-SU mengucapkan turut berduka cita atas terjadinya gempa di Maroko.
KH Akhyar juga mendoakan semoga semua korban yang tewas diampunkan Allah dosa-dosa mereka dan bagi korban yang selamat diberikan-Nya kesabaran.

Menurut Duta Besar Alhamdulillah staf kedutaan di Rabat dan seluruh masyarakat WNI yang menetap diberbagai kota di Morocco selamat dari musibah gempa dan kondisi sehat walafiat. Di akhir pembicaraan Dubes mengucapkan Terima kasih atas perhatian dan empati Komisi HLNKI MUI-SU terhadap korban gempa di Maroko.

Kontributor KH Akhyar Nasution

Dr. Abdul Rahim Tutup Acara Pelatihan: Membumikan Konsep Ukhuwah Islamiyah di Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Batubara, Kegiatan pelatihan kader penggerak ukhuwah angkatan III perwakilan dari 6 Kabupaten/Kota yang diadakan di Hotel Banyuwangi, Lima Puluh Kota, Kabupaten Batubara, pada tanggal 8 hingga 9 September 2023, resmi ditutup. Acara penutupan ini merupakan momen berharga untuk meresapi semua pembelajaran dan diskusi yang telah berlangsung selama dua hari penuh.

Dr. Abdul Rahim, selaku Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara, mengawali sesi penutupan dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemateri yang telah memberikan wawasan dan pemahaman yang berharga kepada peserta. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Dr. Abdul Rahim mendorong peserta untuk mengimplementasikan konsep-konsep ukhuwah Islamiyah yang telah mereka pelajari sebagai ujung tombak dalam menghadapi tantangan dan permasalahan di masyarakat. Beliau menekankan pentingnya menyampaikan dakwah secara santun dan persuasif, serta memulainya dari lingkungan keluarga masing-masing.”Dengan dakwah dan dialog yang baik, kita mulai dari keluarga kita sendiri, kemudian kita bergerak setapak demi setapak untuk menyebarkan konsep ukhuwah Islamiyah disekitar kita,” kata Dr. Abdul Rahim.

Beliau juga mengingatkan peserta bahwa ketika suatu daerah telah berhasil membangun konsep ukhuwah Islamiyah, hal ini akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek. Kekompakan dan kerukunan antarumat beragama akan menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai kesejahteraan bersama.

Dalam penutupan yang penuh semangat ini, Dr. Abdul Rahim mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga ukhuwah mereka, merawat silaturahim, dan bersama-sama membangun ukhuwah basyariah dan wathaniyah. Dengan kerjasama yang erat dan semangat ukhuwah yang tinggi, peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya.

Acara penutupan ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan dan keberkahan dalam menerapkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persaudaraan dan tekad untuk membangun kerukunan tetap menyala di hati para peserta saat mereka meninggalkan acara ini, siap untuk berkontribusi positif dalam masyarakat mereka masing-masing. (Yogo Tobing)

Pemuda Islam: Kunci Utama Mewujudkan Kerukunan di Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Batubara, 9 September 2023 – Dalam sesi pemaparan terakhir acara pengkaderan Ukhuwah Islamiyah di Batubara, Dr. H. Irwansyah, S.HI, M.H, mengupas tuntas peran penting pemuda Islam dalam menciptakan kerukunan di Sumatera Utara. Dengan tajuk “Peran Pemuda Islam Sebagai Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah dalam Menciptakan Kerukunan di Sumatera Utara,” Dr. Irwansyah memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana pemuda Islam dapat menjadi agen perubahan yang krusial dalam memperkuat kerukunan di daerah ini.

Dalam pemaparannya, Dr. Irwansyah menggarisbawahi beberapa peran kunci yang harus diemban oleh pemuda Islam. Pertama, mereka harus bertindak sebagai pemersatu, menghubungkan umat beragama yang berbeda dan mengubah perbedaan tersebut menjadi kekuatan yang mendukung kerukunan. Dalam era di mana perbedaan sering kali menjadi penyebab konflik, pemuda Islam diharapkan dapat menjembatani divisi dan mempromosikan dialog antarumat beragama.

Selanjutnya, Dr. Irwansyah menyoroti peran sebagai pemberdaya. Pemuda Islam harus memberikan edukasi, pelatihan, dan wawasan kepada masyarakat untuk mengembangkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan memahami nilai-nilai Islam. Dengan memahami nilai-nilai agama secara lebih mendalam, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam memerangi prasangka dan ketidakpahaman.

Pemuda juga harus berperan sebagai pengayom, memberikan dukungan moral dan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang agama atau suku. Dengan sikap empati dan kepedulian mereka, pemuda Islam dapat membantu membangun jaringan kebersamaan yang kokoh dan saling mendukung dalam masyarakat Sumatera Utara.

Dalam konteks kontribusi pemuda Islam dalam menciptakan kerukunan di Sumatera Utara, Dr. Irwansyah mencatat beberapa program yang dapat mereka jalankan. Ini termasuk Musyawarah Pemuda Muslim, kuliah umum tentang kerukunan, serta rapat koordinasi lintas agama. Selain itu, ia juga mencatat beragam program seperti bakti sosial, pelatihan keterampilan, penyuluhan keagamaan, dan tausyiah online yang dapat diembangkan oleh pemuda Islam.

Dengan pemahaman mendalam tentang peran dan tanggung jawab mereka, pemuda Islam di Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan positif dalam membangun kerukunan yang kuat dan berkelanjutan dalam masyarakat yang beragam ini. (Yogo Tobing)

Ketua MUI Kab. Batubara, Ahmad Hidayat Lc, Membahas Tantangan dan Solusi Bagi Pemuda Muslim

0

muisumut.or.id-Batubara, Ketua MUI Kabupaten Batubara, Ahmad Hidayat Lc, menjadi narasumber dalam acara pelatihan kader Ukhuwah Islamiyah, memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejumlah isu krusial yang dihadapi pemuda Muslim saat ini.

Dalam pemaparannya, Ustadz Hidayat menyoroti beberapa masalah yang tengah memengaruhi para pemuda, seperti lemahnya pendidikan dan kesadaran agama, pergaulan bebas yang tidak selaras dengan tuntunan Syariat Islam, perjudian/game online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan kelompok motor.

Ia menekankan bahwa tantangan ini sebagian besar muncul karena kurangnya pendidikan agama yang kuat. “Maka dari itu, penanaman agama harus ditanamkan sejak dini, agar bisa menjadi pemuda yang hidup dijalan Allah,” ungkapnya.

Ustadz Hidayat juga berbicara tentang tantangan yang dihadapi pemuda Islam masa kini dan yang akan datang. Ia menekankan pentingnya mengikuti kemajuan teknologi dengan tetap menjaga iman agar bisa mengendalikan pengaruh negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Selain itu, ia menyoroti beberapa isu seperti individualisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, kapitalisme, dan terorisme yang perlu diwaspadai dan dihadapi oleh pemuda Islam.

Dalam konteks membangun nilai-nilai ukhuwah di kalangan pemuda, Ustadz Hidayat memberikan penekanan khusus pada pentingnya berorganisasi. Menurutnya, berorganisasi dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan antara pemuda Muslim. Ia menyatakan, “Melalui berorganisasi, kita dapat membentuk jaringan yang kuat dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan beragama dan sosial.”

Dengan pandangan dan pemahaman yang dalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pemuda Islam, ustadz Hidayat memberikan wawasan berharga kepada peserta pelatihan tentang bagaimana mereka dapat menghadapi dan mengatasi berbagai masalah dalam upaya membangun ukhuwah Islamiyah yang kuat di tengah masyarakat yang beragam. (Yogo Tobing)

Dr. Muhammad Yafiz M.Ag Bahas Peran Ekonomi Syariah dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah

0

muisumut.or.id-Batu Bara, 9 September 2023 – Dr. Muhammad Yafiz M.Ag, menjadi pemateri unggulan dalam acara pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Batu Bara. Dalam paparannya yang informatif, Dr. Yafiz mengangkat tema “Membangun Ukhuwah Islamiyah Melalui Ekonomi Syariah.

“Dalam pemaparannya, Dr. Yafiz menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah tidak hanya sekadar persaudaraan pasif, melainkan harus menjadi hubungan yang saling memperkuat secara aktif. Ia mendorong peserta untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh sesama umat Islam. Menurutnya, hal ini akan menghasilkan empati dan hubungan emosional yang kuat antara individu dalam komunitas Islam.

Dr. Yafiz juga memberikan penjelasan mendalam tentang tiga indikator penting dalam menciptakan ukhuwah Islamiyah yang aktif dan kuat. Pertama, kepedulian, yang mengacu pada kemampuan individu untuk memahami dan merasakan perasaan serta kebutuhan saudara-saudara seiman mereka. Kedua, saling berbagi, yang menunjukkan pentingnya berbagi sumber daya, baik itu dalam bentuk materi maupun non-materi, untuk mendukung kesejahteraan bersama dan pertumbuhan komunitas. Ketiga, kerelaan berkorban, yang menggambarkan kesiapan seseorang untuk mengorbankan waktu, tenaga, atau harta benda demi kepentingan yang lebih besar, yaitu ukhuwah Islamiyah itu sendiri.

Selanjutnya, Dr. Yafiz menyoroti empat aspek kunci yang harus diperhatikan dalam membangun kekuatan ukhuwah Islamiyah. Pertama, aspek keagamaan, yang mencakup pemahaman dan praktik agama yang mendalam. Ini menciptakan dasar yang kuat untuk membangun persaudaraan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, aspek pendidikan, yang menekankan pentingnya pengetahuan dan pendidikan sebagai sarana untuk memahami kompleksitas dunia saat ini dan memperkuat akar keagamaan. Ketiga, aspek politik, yang melibatkan partisipasi aktif dalam ranah politik untuk memastikan perlindungan hak-hak Islam. Terakhir, aspek ekonomi, yang dilihat sebagai instrumen penting dalam menjaga kemandirian dan kesejahtera serta sebagai sarana untuk berbagi dengan yang membutuhkan.

Dalam konteks membangun ukhuwah Islamiyah melalui aspek ekonomi, Dr. Yafiz memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya peran ekonomi syariah. Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah memegang peran sentral dalam menjaga kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat Islam.

Dr. Yafiz mengungkapkan, “Ekonomi syariah memungkinkan kita untuk menjalankan pekerjaan dengan tangan kita sendiri atau melalui bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Fakta menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki terletak dalam bisnis. Bahkan, Alquran banyak menggunakan terminologi bisnis dalam berinteraksi dengan manusia.

“Pemaparan Dr. Yafiz juga mencakup potensi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah. Ia memberikan wawasan yang kuat tentang bagaimana ekonomi syariah dapat menjadi instrumen penting dalam memajukan ukhuwah Islamiyah yang kuat dan berkelanjutan di tengah masyarakat Sumatera Utara yang beragam. (Yogo Tobing)

Moderasi Beragama dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah: Membangun Kerukunan di Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Batubara, 8 September 2023 – Dr. Rusli Halil Nasution, MA, sebagai narasumber dalam acara Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah yang digelar di Kabupaten Batu Bara. Dalam pemaparannya, Dr. Rusli menyoroti pentingnya moderasi beragama dalam konteks Indonesia yang beragam suku, ras, adat istiadat, dan agama.

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar dan majemuk, dengan beragam keberagaman dalam masyarakatnya. Keberagaman ini, yang meliputi suku, ras, adat istiadat, dan agama, adalah salah satu nilai indah dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, menjaga keberagaman ini tidak selalu mudah, terutama ketika perbedaan pemahaman agama atau pandangan hidup memicu perselisihan.

Dalam konteks ini, moderasi beragama menjadi solusi yang sangat penting untuk menjaga integritas dan kelangsungan negara yang kita cintai. Dr. Rusli menggarisbawahi perlunya umat Islam di Indonesia, yang merupakan mayoritas penduduk, untuk mengamalkan dan mengimplementasikan ajaran tentang persaudaraan dalam Islam, yang dikenal dengan istilah “ukhuwah,” serta konsep Islam Wasatiyah (moderat).

Ukhuwah Islamiyyah, menurut Dr. Rusli, adalah lebih dari sekadar persaudaraan antara penganut Islam. Ini adalah persaudaraan kemanusiaan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Dalam masyarakat yang beragam seperti Sumatera Utara, di mana berbagai agama diakui, menjaga kerukunan antarumat beragama menjadi isu yang sangat aktual.

Implementasi nilai-nilai persaudaraan ini termasuk proses ta’aruf (mengenal mengenal sesama manusia), tasamuh (saling menghargai atau toleransi), serta tarahun dan ta’awun (saling berkasih sayang dan tolong-menolong dalam kebaikan). Semua ini adalah langkah-langkah konkret untuk menciptakan perdamaian dan menjaga kerukunan di Sumatera Utara.

Dr. Rusli juga menekankan sinergitas umat Islam dalam menciptakan perdamaian di Sumatera Utara dengan menjaga prinsip “Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku,” menjaga inklusifitas, dan menghindari eksklusifitas. Dengan pendekatan moderasi beragama dan semangat ukhuwah Islamiyah, Sumatera Utara dapat terus menjadi contoh harmoni antarumat beragama di Indonesia. (Yogo Tobing)