Wednesday, March 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 92

DP MUI Kabupaten Batubara Siapkan Musyawarah Daerah dan Dukung Pendirian Perguruan Tinggi Kader Ulama

0

muisumut.or.id-Batubara, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Batubara mengakhiri masa periodesasinya pada bulan September 2023 dengan mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda). Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DP MUI Batubara, H. Ahmad Hidayat Lc, saat melakukan kunjungan ke Rumah Dinas Bupati Batubara, Zahir, pada Jumat, 8 September.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Sekretaris MUI Batubara, Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan, Drs. Masrof, serta anggota pengurus harian lainnya. Bupati Batubara, Zahir, juga turut mendampingi kunjungan tersebut, didampingi oleh Asisten I, Rusian Heri, dan Kabag Kesra, Adnan Haris.

Ahmad Hidayat menjelaskan, “Kami ingin menyampaikan kepada Bapak Bupati tentang berakhirnya periode DP MUI Batubara pada bulan September tahun ini. Alhamdulillah, beliau menyatakan bersedia membuka Musda nantinya.”

Selain membahas Musda, dalam pertemuan tersebut juga dibahas persiapan pendirian Perguruan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang direncanakan akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Batubara. Bupati Zahir secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musda dan berkomitmen untuk memfasilitasi acara tersebut di Aula Rumah Dinas Bupati.

Lebih lanjut, Zahir juga menunjukkan peta perencanaan pembangunan Kantor Bupati Batubara yang akan mencakup pembangunan Kantor MUI Batubara. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Batubara untuk mendukung organisasi keagamaan dan menjadikan MUI sebagai mitra yang penting dalam memajukan kehidupan beragama dan sosial di wilayah Kabupaten Batubara.

Musyawarah Daerah DP MUI Kabupaten Batubara diharapkan akan menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan peran MUI dan mengembangkan pendidikan keagamaan melalui pendirian PTKU. Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Batubara, diharapkan langkah-langkah ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan umat Islam di Kabupaten Batubara.

Penulis: Yogo Tobing

Ciri-ciri Orang yang Bertakwa Menurut Al-Quran: Keimanan yang Kokoh dan Ketaatan dalam Solat

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam ceramah Jumat tanggal 8 September 2023, Hakkul Yakin Siregar LC mengajak kita untuk lebih mendalami ciri-ciri orang yang bertakwa, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Quran. Takwa merupakan suatu tingkat yang diidamkan oleh setiap muslim, dan pada kesempatan ini, kita akan menguraikan dua karakteristik utama yang mengidentifikasi individu yang memiliki sifat takwa.

Karakteristik pertama dari orang yang bertakwa adalah keyakinan mereka pada hal-hal yang bersifat ghaib. Mereka sepenuhnya mempercayai keberadaan Allah, malaikat, surga, dan neraka, meskipun tidak dapat melihatnya secara langsung. Keyakinan pada hal-hal ghaib ini menjadi dasar utama dari takwa. Ketika seseorang memiliki keyakinan yang kokoh terhadap hal-hal ghaib, mereka cenderung menjalani kehidupan dengan penuh rasa takut dan penghormatan kepada Allah.

Karakteristik kedua adalah ketaatan dalam menjalankan solat. Solat adalah ibadah fundamental dalam agama Islam. Ketika Allah memberikan nikmat berupa harta kepada kita, solat merupakan cara kita untuk bersyukur dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Namun, takwa juga tercermin dalam cara seseorang memperlakukan harta yang telah Allah titipkan kepada mereka.

Orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak hanya menyisihkan sebagian dari harta mereka untuk beribadah kepada Allah (Hablum minallah), tetapi juga untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan (Hablum minannas). Mereka menyadari bahwa harta yang dimiliki adalah amanah dari Allah, dan dengan sukarela mereka berbagi keberkahan tersebut dengan sesama.

Dengan demikian, ciri-ciri orang yang bertakwa adalah keyakinan yang kuat pada hal-hal ghaib dan ketaatan dalam menjalankan solat, serta sikap bijaksana dalam mengelola harta. Semoga kita semua dapat mengambil teladan dari karakteristik ini dalam kehidupan sehari-hari kita, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas hidup kita, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar. Ini adalah pesan yang disampaikan oleh Hakkul Yakin Siregar LC dalam ceramah Jumat ini, semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk dari-Nya. (Yogo Tobing)

Dr. Abdul Rahim Ungkap Makna Islam Rahmatan lil alamin dalam Konteks Kerukunan Umat

0

muisumut.or.id-Batubara, Pemateri pertama dalam acara pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah angkatan III, yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, adalah Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara, Dr. Abdul Rahim, MA. Dalam sesi ini, Dr. Abdul Rahim membahas tema “Islam Rahmatan lil alamin sebagai Pondasi Ukhuwah Islamiyah dalam Mewujudkan Kerukunan.”

Dalam paparannya, Dr. Abdul Rahim menjelaskan bahwa konsep Islam Rahmatan lil alamin memiliki makna bahwa Islam adalah agama yang hadir dengan membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anbiya ayat 107, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk memberikan rahmat bagi seluruh alam. Konsep ini menjadi pondasi kokoh untuk Ukhuwah Islamiyah, di mana pengimplementasiannya dapat membawa kerukunan yang mengedepankan saling pengertian, kedamaian, kebersamaan yang tak mengenal materi, paham, atau golongan.

Diskusi ini juga membahas peran agama sebagai simbol identitas suci yang bisa menjadi perekat atau pemicu konflik. Dr. Abdul Rahim mengidentifikasi faktor-faktor penyebab konflik internal dalam umat Islam, seperti kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam yang universal, berkembangnya aliran fanatik dan radikal, serta kurangnya peran netral tokoh agama.

Dalam konteks kehidupan sosial, Islam mendorong umatnya untuk hidup bersosial dan bersilaturahim agar Ukhuwah Islamiyah dapat terjaga. Dr. Abdul Rahim juga menguraikan empat asas Ukhuwah dalam Islam, yaitu taaruf (mengenal), tafahum (saling memahami kelebihan dan kekurangan), ta’awun (saling tolong-menolong), dan takaful (saling memberi rasa aman).

Diskusi ini menjadi langkah konkret MUI Sumatera Utara dalam mengedukasi kader-kader Ukhuwah Islamiyah untuk memperkuat kerukunan dan persatuan di tengah-tengah keragaman masyarakat Sumatera Utara. (Yogo Tobing)

MUI Sumatera Utara Gelar Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyah Angkatan III untuk Membangun Kerukunan

0

muisumut.or.id-Batubara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melalui bidang/komisi Ukhuwah Islamiyah menggelar pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah angkatan III yang mewakili 6 Kabupaten Kota di Sumatera Utara. Acara berlangsung dengan tajuk “Melahirkan Generasi Islam sebagai Generasi Penggerak Ukhuwah Islamiyah dalam Membangun Kerukunan di Sumatera Utara” di Banyuwangi Hotel pada Jumat hingga Sabtu, 8 hingga 9 September 2023.Laporan dari Ketua Panitia, Drs. Muhammad Hatta, MSi, menyoroti pentingnya kehidupan yang rukun dan damai di tengah beragamnya agama dan suku di Sumatera Utara.

MUI mengemban tanggung jawab moral untuk mengajak serta melatih kader-kader agar kerukunan dalam masyarakat tetap harmonis. Lebih jauh lagi, kader Ukhuwah Islamiyah diharapkan dapat menjadi rahmat bagi semua. Pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi sekat-sekat konflik yang ada, serta mendorong kader-kader ini untuk turut serta dalam membangun bangsa dan tanah air.

Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan komisi Ukhuwah Islamiyah MUI se-Sumatera Utara dan Organisasi Kepemudaan Islam se-Sumatera Utara dengan total jumlah 40 orang.Sambutan dari Bupati Kabupaten Batubara, Ir. Zahir, Msp, menyiratkan rasa terima kasih kepada MUI Sumut atas pemilihan Kabupaten Batubara sebagai tuan rumah acara ini. Beliau menekankan pentingnya Ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi untuk menjaga kerukunan umat.

Acara ini diresmikan oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Kabupaten Batubara yang turut hadir dalam acara ini. Dr. Maratua menggarisbawahi perlunya keteguhan hati dalam menjalani Ukhuwah Islamiyah, serta mengingatkan akan deklarasi baru-baru ini yang menekankan persatuan umat Islam dalam tindakan dan keputusan.Dr. Maratua berharap agar seluruh peserta menjadi penggerak Ukhuwah Islamiyah untuk menciptakanlingkungan yang lebih damai dan harmonis di Sumatera Utara.

Semangat kerja keras dan dedikasi dari para peserta diharapkan akan membawa perubahan positif dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memajukan masyarakat serta bangsa secara keseluruhan.Pelatihan kader penggerak Ukhuwah Islamiyah ini menjadi bukti konkret dari komitmen MUI Sumatera Utara dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan suku di wilayah ini. Semoga hasil dari pelatihan ini akan terus membawa manfaat dan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat fondasi kerukunan dan persatuan di Sumatera Utara. (Yogo Tobing)

Langkah Strategis Menuju Keluarga Bahagia: Pembelajaran dari MUI Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara MUI Sumut Bidang/Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) telah mengadakan kegiatan bimbingan untuk mempersiapkan para remaja yang akan menikah agar menjadi keluarga sakinah. Acara ini berlangsung pada Kamis, 7 September, di Hotel Madani Medan.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Ketua Umum MUISU, Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua KPRK MUISU Dra. Hj. Rusmini, MA bersama dengan Wakilnya, Dr. Hj. Sukiati, MA, serta Sekretaris Dra. Hj. Wan Khairunnisah, MA dan Wakil Sekretaris Dr. Hj. Siti Mujiatun, SE, MM. Pembicara dalam acara ini termasuk Wakil Ketua Umum III MUI-SU Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA, Mediator BP4 Provinsi Sumatera Utara Dr. Torang Rambe, dan Praktisi yang fokus pada isu-isu perempuan, Kurnia Sari Mulia.

Ketua KPRK MUISU, Dra. Hj. Rusmini, MA, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membantu pasangan yang akan menikah dalam mencapai keluarga yang bahagia, harmonis, sejahtera secara fisik dan spiritual, yang dalam Islam disebut sebagai Keluarga Sakinah. Dalam konteks ini, pemahaman yang memadai tentang prasyarat untuk mencapai keluarga sakinah sangat penting.

Dra. Rusmini menambahkan bahwa banyak pasangan yang menikah tanpa pengetahuan yang memadai, dan inilah yang seringkali menyebabkan masalah dalam rumah tangga, seperti percekcokan, perceraian, dan pertengkaran, bahkan pada pernikahan yang baru saja dimulai. Di Indonesia, pernikahan usia muda dan isu-isu seperti nikah sejenis dan LGBT telah menjadi perhatian nasional, memengaruhi pola kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dan konsep yang dapat membantu para peserta menuju keluarga sakinah. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini mencakup para remaja usia nikah, Remaja Masjid, mahasiswa, pelajar, serta organisasi keagamaan yang peduli terhadap remaja, yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyambut baik kegiatan ini dan berharap peserta dapat mengambil ilmu yang disampaikan oleh para pembicara dan mengaplikasikannya dalam perjalanan rumah tangga mereka. Ia juga mengingatkan para remaja untuk tidak meremehkan masalah yang berkaitan dengan akidah dan tauhid.

Salah satu pembicara, Dr. Ardiansyah, menguraikan 5 langkah strategis menuju keluarga sakinah, yang mencakup membangun suasana Islami dalam setiap aspek kehidupan, menciptakan budaya malu dan pantang, memberikan contoh kebaikan, mendengarkan dan menghargai pendapat anggota keluarga, serta membiasakan kebaikan seperti berdoa, mengucapkan salam, bersedekah, dan membaca al-Qur’an. Semua langkah ini diharapkan dapat membantu para remaja dalam membentuk keluarga yang harmonis dan bahagia. (Yogo Tobing)

MUI Padangsidimpuan dan Polres Bersinergi Melawan Peredaran Narkoba di Kota Padangsidimpuan

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan, 6 September 2023 – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padangsidimpuan, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, bersama dengan Wakil Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, menggarisbawahi pentingnya kerja sama yang erat dengan Kepolisian Resort (Polres) untuk mengintensifkan perang melawan peredaran narkoba di Kota Padangsidimpuan. Kedua tokoh ini menekankan sinergi antara MUI dan Polres sebagai langkah strategis dalam upaya memerangi maraknya penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut.

Dalam pernyataan bersama mereka, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polres yang gigih dalam memerangi narkoba. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya mereka secara lebih aktif. Dalam konteks ini, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan menyoroti urgensi tindakan tegas guna mencegah pemuda Kota Padangsidimpuan terjerumus ke dalam perangkap narkoba, khususnya jenis sabu-sabu yang dikenal merusak kesehatan mental dan fisik.

“Agar generasi muda di Kota Padangsidimpuan terhindar dari godaan narkoba, terutama sabu-sabu yang sangat merusak otak, kita perlu bertindak tegas. Jika diperlukan, kami siap untuk berpartisipasi secara rutin dalam memberantas narkoba. Misi kami adalah menjadikan Kota Padangsidimpuan bebas dari peredaran narkoba,” tegas Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan.

Wakil Ketua MUI Padangsidimpuan, Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, turut mengungkapkan kepedulian MUI terhadap masa depan generasi muda yang harus terhindar dari ancaman narkoba. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan maksimal kepada Polres Padangsidimpuan dalam upaya mereka memerangi narkoba di wilayah ini.

Tidak hanya itu, MUI juga mengajak para ulama dan tokoh masyarakat setempat untuk aktif terlibat dalam perang melawan narkoba di Kota Padangsidimpuan. Mereka memberikan dorongan kepada masyarakat untuk tidak takut menghadapi sindikat peredaran narkoba. Upaya ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari peredaran narkoba dan mendukung tumbuh kembangnya generasi muda yang berkualitas di Kota Padangsidimpuan.

Kerja sama erat antara MUI dan Polres diharapkan akan menjadi kunci sukses dalam memerangi peredaran narkoba dan menjaga masa depan generasi muda Kota Padangsidimpuan dari ancaman narkotika yang merusak. (Yogo Tobing)

MUI Sergai Gelar Muzakaroh Ilmiah: Fokus pada Fiqih Muamalah

0

Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai menggelar sebuah acara Muzakaroh Ilmiah yang berlangsung pada Ahad (3/9). Kegiatan ini dilaksanakan di aula MUI Sergai yang terletak di Jalan Firdaus, Sei Rampah.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ummat, antara lain Bendahara H. Abdul Malik, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ummat H. Nasrul Aziz Siregar, serta dua nara sumber, yaitu Ustaz Zarkasi BA dan Ustaz Zulfanul Halim, S.Pdi.

Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ummat MUI Sergai, H. Nazrul, dalam laporannya menyampaikan bahwa Muzakaroh Ilmiah ini merupakan kegiatan kedua yang diadakan oleh Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat Sergai. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas isu-isu ekonomi yang relevan dengan para pelaku ekonomi dan UMKM di kota Sei Rampah.

Sambutan dari Ketua MUI Sergai, yang diwakili oleh Bendahara H. Abdul Malik, S.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat MUI Sergai atas penyelenggaraan Muzakaroh Ilmiah ini, terutama dalam konteks Fiqih Muamalah.

Nara Sumber, Ustaz Zarkasi BA, memberikan paparan tentang Fiqih Zakat dalam konteks ekonomi Islam. Sementara itu, Ustadz Zulfanul Halim menyampaikan makalah tentang Fiqih Muamalah. Pada akhir sesi penyampaian makalah, peserta acara sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan seputar zakat, hutang piutang, dan topik terkait lainnya.

Ahmad Zaky, Sekretaris Bidang/Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat, menyatakan, “Kami berterima kasih kepada seluruh peserta yang telah aktif berpartisipasi dalam diskusi ini. Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta sangat membanggakan, dan ini menunjukkan betapa pentingnya pembahasan mengenai ekonomi Islam dalam Fiqih Muamalah.”

Muzakaroh Ilmiah ini menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi dan UMKM di Serdang Bedagai untuk memperdalam pemahaman mengenai prinsip-prinsip ekonomi Islam. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan guna memajukan ekonomi ummat dan memperkuat landasan ekonomi berlandaskan nilai-nilai Islam di wilayah ini. (Yogo Tobing)

Pencerahan Agama Islam di Wilayah Terpencil: Pengajian Fiqih di Desa Pardomuan

0

muisumut.or.id-Panyabungan Timur, 05 September 2023 – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) terus mengukuhkan misi mereka dalam membawa pencerahan agama Islam ke daerah terpencil. Komisi Dakwah MUI MADINA menggelar acara pengajian fiqih yang berjudul “Menggali Hikmah dalam Bersuci” di Masjid Desa Pardomuan.

Desa Pardomuan, yang terletak di wilayah terpencil Kabupaten MADINA, dikenal dengan kondisi geografisnya yang sulit dijangkau. Perjalanan ke desa ini melewati bukit-bukit dan jalan yang terjal. Namun, kendala geografis ini tidak menghalangi semangat Komisi Dakwah MUI MADINA untuk menyampaikan ilmu agama Islam.

Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi Dakwah MUI MADINA, KH. Mahyuddin Lubis, seorang ulama terkemuka di Mandailing Natal yang telah lama berdedikasi dalam menyebarkan ajaran Islam. KH. Mahyuddin Lubis menyampaikan pencerahan tentang fiqih, khususnya dalam konteks bersuci, dan menjelaskan hikmah di balik tindakan tersebut.

“Bersuci adalah bagian penting dalam ibadah kita. Dalam setiap tindakan bersuci, terdapat hikmah dan makna yang dalam. Kami berusaha membawa pemahaman ini kepada masyarakat Desa Pardomuan agar mereka dapat menghayati lebih dalam setiap aspek dalam ibadah mereka,” kata KH. Mahyuddin Lubis.

Ustadz Syuaib Lubis, Sekretaris Komisi Dakwah MUI MADINA, memainkan peran penting sebagai moderator dalam acara tersebut. Ia membantu memfasilitasi diskusi dan pertanyaan dari masyarakat Desa Pardomuan, menciptakan suasana yang interaktif dan penuh pengertian.

Masyarakat Desa Pardomuan merespons antusias kehadiran Komisi Dakwah MUI MADINA dan pencerahan yang mereka bawa. Meskipun jauh dari pusat perkotaan dan tanpa akses sinyal telepon seluler, mereka merasa sangat beruntung dapat mengikuti acara ini untuk membawa pemahaman agama yang lebih mendalam.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa Komisi Dakwah MUI MADINA tetap berkomitmen dalam misi mereka untuk menyebarkan ilmu agama Islam, bahkan ke daerah terpencil seperti Desa Pardomuan. Melalui pencerahan fiqih, mereka berharap dapat memperkaya pemahaman agama dan mempererat ikatan keagamaan di tengah masyarakat yang penuh semangat ini. (Yogo Tobing)

Komisi Dakwah MUI MADINA: Menyemai Pemahaman Agama Islam di Desa Huta Bangun

0

muisumut.or.id-Mandailing Natal, 5 September 2023 – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan misi dakwah dan pendidikan agama Islam di daerah terpencil. Kali ini, Komisi Dakwah MUI MADINA kembali menggelar ceramah keagamaan yang mengangkat tema “Memahami Ilmu Tauhid dan Sifat Allah.”

Kegiatan yang berlangsung di Desa Huta Bangun, yang dikenal sebagai daerah terpencil di Kabupaten MADINA, menghadirkan tantangan tersendiri. Daerah ini tidak memiliki akses sinyal telepon seluler dan bahkan sekolah dasar. Warga Desa Huta Bangun harus menempuh perjalanan melalui bukit-bukit dan jalan terjal untuk dapat menghadiri acara ini.

Penceramah pada acara tersebut adalah Ketua Komisi Dakwah MUI MADINA, KH. Mahyuddin Lubis, seorang ulama yang telah lama dikenal sebagai individu yang berkomitmen dalam menyebarkan ilmu agama Islam. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan mengenai Ilmu Tauhid, konsep tentang keesaan Allah, dan Sifat Allah, yang merupakan prinsip-prinsip dasar dalam ajaran Islam.

KH. Mahyuddin Lubis menyampaikan, “Kami menyadari bahwa Desa Huta Bangun adalah salah satu tempat yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal pendidikan agama. Meskipun terpencil, ini bukan alasan bagi kami untuk tidak menyampaikan ilmu agama kepada mereka. Ilmu Tauhid dan pengetahuan tentang Sifat Allah sangat penting dalam memahami ajaran Islam.”

Sekretaris Komisi Dakwah MUI MADINA, Ustadz Syuaib Lubis, memainkan peran penting sebagai moderator dalam acara tersebut. Ia berharap agar acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Huta Bangun dalam memperdalam pemahaman mereka tentang agama Islam.

Dalam acara tersebut, masyarakat Desa Huta Bangun tampak sangat antusias mengikuti ceramah ini. Mereka dengan tulus berterima kasih kepada Komisi Dakwah MUI MADINA atas upaya keras mereka dalam membawa ilmu agama Islam ke daerah yang sulit dijangkau ini.

Kegiatan dakwah ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen untuk menyebarkan ajaran agama Islam tidak mengenal batasan geografis. Meskipun terpencil, Desa Huta Bangun mendapatkan kesempatan langka untuk memperdalam pemahaman agama mereka, berkat upaya keras dari Komisi Dakwah MUI MADINA. Hal ini mencerminkan tekad kuat untuk memberikan pencerahan agama kepada seluruh lapisan masyarakat, bahkan di daerah yang paling terpencil sekalipun. (Yogo Tobing)

DSN Perwakilan Jawa Barat Kunjungi DSN Perwakilan MUI Sumut

0

muisumut.or.id-Medan, 5 September 2023 – Pertemuan antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Perwakilan Jawa Barat yang digelar pada Selasa, 5 September 2023, sebagai momentum penting dalam pengembangan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Pertemuan ini mendapat sambutan hangat dari kepemimpinan MUI Sumut.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan delegasi dari Jawa Barat. Lebih lanjut, Dr. Maratua Simanjuntak yang juga merupakan Penasehat DSN Perwakilan MUI Sumut menyatakan, “Kedatangan ini adalah silaturahim awal dan diskusi antara MUI Sumut dan DSN Perwakilan Jawa Barat dalam upaya mengembangkan muamalah Maliyah dan hukum Islam di Indonesia.”

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Arso, serta anggota DSN perwakilan Sumatera Utara, Dr. Akmaluddin Syahputra, M. Hum. Dalam agenda penting ini, Kyai, Dr. Muhammad Syar’an, Kyai H. Muhamad Fauazan Dannr, dan Wlidan Rauf juga turut hadir.

Salah satu topik sentral yang dibahas adalah fatwa yang telah dibentuk oleh DSN, dengan penekanan pada pelaksanaan operasional dan rencana pembuatan kegiatan sertifikat di Medan. Dalam upaya menjaga kualitas dan validitas sertifikasi, perwakilan dari berbagai daerah diharapkan untuk menjalankan proses sertifikasi dengan baik.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. Maratua Simanjuntak, bercerita terkait peran DSN pusat kepada DSN MUI perwakilan Sumatera Utara. Ia juga menyadari bahwa setiap kegiatan DSN memiliki potensi dalam penghasilan dana yang dapat memberikan manfaat bagi berbagai kegiatan MUI.

Wakil Ketua Umum MUI, Dr. Arso, turut menyampaikan kebahagiaannya atas kedatangan tamu dari Jawa Barat dan berharap pertemuan ini akan melahirkan langkah-langkah penting dalam kerja sama yang lebih lanjut. Ia menegaskan, “Harapan besar terletak pada sinergi yang dapat dihasilkan dari kerjasama antara MUI Sumatera Utara dan DSN Perwakilan Jawa Barat dalam memajukan muamalah Maliyah dan hukum Islam di Indonesia.”

Pertemuan strategis ini menandai komitmen kuat dari MUI Sumatera Utara dan DSN Perwakilan Jawa Barat untuk terus berkolaborasi. (Yogo Tobing)