Wednesday, March 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 93

Deklarasi Ulama Sumatera Utara: Pemeliharaan Kesatuan NKRI dan Nilai-Nilai Pancasila

0

muisumut.or.id-Medan, 16 Shafar 1445 H/2 September 2023 M – Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara secara resmi mengeluarkan Deklarasi yang mencerminkan kesatuan dan komitmen mereka terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan kemerdekaan Indonesia. Deklarasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memelihara umat dan bangsa serta memastikan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam Deklarasi ini, ulama Sumatera Utara menyampaikan poin-poin penting, antara lain:

  1. Bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai hasil perjuangan ulama dan segenap anak bangsa adalah sudah final, dan segala tindakan yang berupaya merubahnya adalah tindakan makar dan musuh negara
  2. Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional kehidupan berbangsa dan bernegara sudah final, maka segala bentuk upaya merubahnya juga adalah tindakan makar dan sebagai musuh negara.
  3. TAP MPRS Nomor : XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, pernyataan sebagai organisasi terlarang diseluruh wilayah negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme, sebagai bentuk dari pengamalan ajaran Pancasila, khususnya sila Pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa wajib dipertahankan.
  4. Menolak segala bentuk pemutarbalikan fakta sejarah dan segala usaha untuk menumbuhkan pandangan dan paham yang bertetangan dengan Pancasila dan UUD 1945, dan menuntut agar membatalkan serta mencabut semua kebijakan serta produk hukum yang bertentangan dan terindikasi penyimpangan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
  5. Menyerukan dan meminta kepada seluruh umat Islam khususnya di  Provinsi Sumatera Utara agar berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu Tahun 2024 dengan menggunakan hak pilih sesuai TPS-nya masing-masing dan turut serta mengawal dan mengamankan proses Pemilu agar berlangsung sesuai asas Pemilu yang jujur-adil-langsung-bebas dan rahasia serta tidak ada kecurangan.
  6. Menyerukan dan meminta kepada seluruh umat Islam khususnya di  Provinsi Sumatera Utara agar menggunakan hak pilihnya dengan mempedomani Hasil Ijtimak Ulama Tahun 2009 di Padang Panjang, yaitu memilih calon eksekutif dan legislatif yang beriman dan bertaqwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aspiratif (tabligh), cerdas (fathanah), dan memiliki kepedulian terhadap umat dan berkomitmen menegakkan keadilan, keamanan, kemakmuran  dan kesejahteraan.
  7. Meyerukan dan meminta kepada seluruh umat Islam khususnya di  Provinsi Sumatera Utara agar memedomani dan mengamalkan nilai-nilai Islam Wasathiyah dalam bersikap dan berperilaku di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Deklarasi ini dikeluarkan atas nama Ulama Sumatera Utara Medan, 16 Shafar 1445  H/2 September 2023 M, yang terdiri dari berbagai tokoh ulama dan pemimpin agama di wilayah Sumatera Utara. Diantaranya, Prof. Dr. H. M. Yasir Nasution, MA (Ketua Dewan Pertimbangan MUI SU), Dr. H. Maratua Simanjuntak (Ketua Umum MUI SU), Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., MSP (Ketua PW Al Washliyah Sumut), H. Marahalim Harahap, M.Hum (Ketua PW NU Sumut), Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA (Ketua PW Muhammadiyah Sumut), Dr. M. Hasbie Ashshiddiqi, MM., M.Si (Ketua PW Al Ittihadiyah Sumut. Lebih lanjut, Deklarasi ini juga diketahui oleh Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Musa Rajekshah.

Deklarasi ini mencerminkan komitmen ulama Sumatera Utara untuk mendukung dan menjaga kesatuan, keadilan, dan nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945 demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. (Yogo Tobing)

Pemaparan Materi Tokoh Terkemuka: Menjaga Ukhuwah dalam Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Setelah pembukaan yang sarat makna dan doa yang mendalam, acara silaturahim ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim Sumatera Utara melanjutkan dengan pemaparan materi. Pemaparan tersebut dipandu oleh Dr. Arifinsyah, M.A sebagai moderator.

Narasumber pertama, Dr. H. Dedi Iskandar, Ketua PW Alwashliyah Sumatera Utara, menyampaikan gagasan-gagasannya untuk menjaga ukhuwah dalam umat. Beliau menyoroti pentingnya menghindari perilaku saling mencela dan perdebatan di media sosial yang hanya akan merusak persaudaraan. Dr. Dedi Iskandar menekankan perlunya menggelar forum silaturahim secara rutin sebagai wadah penyelesaian masalah furu’iyah dan khilafiyah. Ia juga memotivasi umat untuk bergabung dalam harakah yang sesuai dengan hati, agar perjuangan untuk Islam dapat teraktualisasi.

Kriteria yang diusung Dr. Dedi Iskandar adalah tegak amar ma’ruf, memerangi kemungkaran, dan beriman sebagai dasar utama yang harus dipegang teguh oleh umat muslim.

Narasumber kedua, Prof. Katimin, perwakilan NU Sumut, sepakat dengan pendapat Dr. Dedi Iskandar tentang pentingnya dialog yang sering diadakan. Beliau menekankan bahwa persaudaraan harus diperkuat, agar umat muslim bisa bersatu, memiliki satu pandangan, dan bersama-sama berjuang untuk mengokohkan umat. Prof. Katimin juga menyoroti bahaya panatisme dan mengajak semua pihak untuk menghindarinya, karena kesempurnaan hanya milik Allah, sementara manusia memiliki kekurangan dan kelebihan.

Narasumber ketiga, Dr. Ali Imran, wakil ketua PW Muhammadiyah, menguraikan makna ukhwah dalam perspektifnya. Bagi beliau, ukhwah adalah kesamaan dalam keyakinan kepada Allah, kesamaan dalam mengikuti ajaran Nabi, kesamaan dalam menjalani ajaran Al-Quran, dan kesamaan dalam menghadap kiblat. Ini adalah fondasi yang kuat untuk mempererat persaudaraan di antara umat Islam.

Pemaparan dari ketiga narasumber ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana menjaga ukhuwah dan persatuan umat Islam di Sumatera Utara. Acara ini berhasil menyuguhkan pemikiran yang kaya dan relevan bagi perkembangan masyarakat muslim di wilayah tersebut. (Yogo Tobing)

Gubernur Sumatera Utara Buka Acara Silaturahim: Peran Ulama dalam Membangun Kesatuan dan Kesejahteraan

0

muisumut.or.id-Medan, Acara silaturahim ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim Sumatera Utara yang bertajuk “Mengokohkan Persaudaraan (Ukhuwah) Menuju Umat yang Bermartabat (Khairah Ummah)” berlangsung meriah pada tanggal 2-3 September 2023. Acara ini dibuka di Aula Raja Inal, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.

Pembukaan acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, Ulama se-Sumatera Utara, Tokoh se-Sumatera Utara, Perwakilan dari berbagai Ormas Islam dan para cendikiawan. Acara dibuka dengan pembacaan alquran oleh Darwin Hasibuan dan doa oleh Ketua Bidang Hukum MUI Sumut, Dr. H Abdul Hamid Ritonga, M.A

Lebih lanjut, Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. Maratua Simanjuntak dan Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, yang memberikan pandangan dan harapannya terkait peran ulama dalam masyarakat Sumatera Utara.

Dr. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya, menekankan pentingnya manhajul halqah selain manhajul fikri. Beliau berbicara tentang ukhuwah, menjelaskan konsep solidaritas dan persaudaraan dalam Islam. Dr. Maratua juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi atas fasilitas yang disediakan untuk acara ini. Selain itu, Dr. Maratua berharap kepara ulama, tokoh dan cendikiawan agar menghasilkan rekomendasi yang diperlukan umat, khususnya relevan dengan tema yang diusung.

Sementara itu, Gubernur Edy Rahmayadi merasa terhormat dapat bersama-sama dengan ulama dalam acara ini. Beliau mengungkapkan bahwa peran ulama sangat penting dalam menjaga keadilan dan kebaikan di Sumatera Utara. Gubernur Edy merasa bahwa dukungan ulama telah membantu dalam meraih berbagai penghargaan selama kepemimpinannya, dan berharap agar ulama terus menjadi panutan dalam menjaga kebenaran.

Gubernur Edy juga menyampaikan harapannya agar ulama selalu memberikan bimbingan kepada para pemimpin, sehingga Sumatera Utara dapat tetap bersatu dan sejahtera di bawah naungan agama Islam.

Di akhir acara, MUI Sumatera Utara memberikan cendramata kepada Gubernur Edy Rahmayadi sebagai ucapan terima kasih telah memberikan perhatian yang lebih kepada MUI Sumatera Utara selama memimpin Sumatera Utara selama 5 tahun.

Acara silaturahim ini menjadi wadah penting dalam memperkuat persatuan dan ukhuwah di kalangan ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim Sumatera Utara, serta memotivasi untuk terus berperan aktif dalam memajukan masyarakat dan umat yang lebih bermartabat. (Yogo Tobing)

MUI Kota Padangsidimpuan Menggelar Seminar ‘Peran Perempuan Dalam Dunia Politik Menurut Pandangan Islam

0

muisumut.or.id-Padangsidimpuan, 2 September – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan mengadakan sebuah seminar yang mempersembahkan pencerahan penting kepada kaum perempuan dalam pemahaman politik Islam. Acara berjudul ‘Peran Perempuan Dalam Dunia Politik Menurut Pandangan Islam’ digelar oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga DP MUI P.Sidimpuan pada hari Sabtu, 2 September.

Dalam upaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran perempuan dalam politik Islam, Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga DP MUI P.Sidimpuan menghadirkan dua pembicara utama yang berkompeten, yakni Ketua BPH UM-Tapsel, Dr. Muksana Pasaribu MA, dan Ustadz Yasir Arafat Nasution LC MA.

Pembukaan seminar ini dimulai dengan penekanan dari Ketua BPH UM-Tapsel, Dr. Muksana Pasaribu MA, yang menjelaskan bahwa tujuan politik dalam Islam adalah untuk menjaga syariat Islam dan kesejahteraan umat. Untuk mencapai tujuan tersebut, perempuan harus memainkan peran yang cerdas dalam berpolitik. Dr. Muksana juga merujuk pada surah An-Nahl ayat 97 yang menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki posisi yang sama dalam melakukan kebaikan dan perbuatan saleh dalam Islam.

Dr. Muksana selanjutnya menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memberikan peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik, yaitu tingkat pendidikan, tren politik nasional, dan kehadiran pemimpin perempuan. Ia juga menyoroti pentingnya peran aktif perempuan dalam politik untuk menentukan masa depan agama Islam, bangsa, dan negara.

Sementara itu, pembicara kedua, Ustadz Yasir Arafat Nasution LC MA, menegaskan bahwa tujuan berpolitik dalam Islam tidak hanya terbatas pada meraih kekuasaan, tetapi juga pada pengaturan urusan umat. Dalam pandangan Islam, berpolitik adalah hak dan kewajiban bagi semua umat, termasuk kaum perempuan.

Ustadz Yasir juga mencatat bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai peran perempuan dalam politik. Beberapa ulama memberikan ruang penuh bagi perempuan untuk menjadi pemimpin negara dan khilafah tanpa batasan, sementara yang lain berpendapat bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin dalam skala kecil maupun besar. Namun, ia menekankan bahwa perbedaan pendapat ini bukan merupakan tanda adanya saling menyalahkan, melainkan merupakan hasil dari situasi dan kondisi yang berbeda serta pemahaman yang beragam terhadap nash-nash dalam Islam.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai organisasi wanita, pengajian akbar, serta kelompok-kelompok perempuan lainnya di Kota Padangsidimpuan. Acara ini merupakan langkah yang signifikan dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada kaum perempuan mengenai peran mereka dalam dunia politik sesuai dengan pandangan Islam. (Yogo Tobing)

Khutbah Jumat: Empat Janji Allah kepada Orang Bertakwa

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh HM. Daud Sagita Putra, M.A. di Masjid Ar-Rahmah, Kompleks MUI Sumatera Utara pada 1 September 2023, beliau mengangkat tema penting tentang janji Allah kepada orang yang bertakwa. Khutbah Jumat tersebut menguraikan empat hal yang dijanjikan Allah kepada mereka yang menjalani hidup dengan takwa.

Dalam awal khutbahnya, HM. Daud Sagita Putra, M.A. memberikan pengingat agar selama pelaksanaan khutbah, jamaah Jumat tetap menjaga keheningan dan tidak melakukan pembicaraan, terutama puisi yang berlangsung di belakang masjid.

Kemudian, beliau mengingatkan agar selama khutbah, jamaah tidak tidur, sesuai dengan ajaran Imam Syafi’i tentang Babul wudhu yang menyatakan bahwa tidur dapat membatalkan wudhu, sehingga Salat Jumat menjadi tidak sah jika diteruskan setelah tidur.

Selanjutnya, dalam isi khutbahnya, HM. Daud Sagita Putra, M.A. menjelaskan makna takwa dalam Islam. Takwa adalah pelaksanaan perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang. Dalam Alquran, kata “takwa” disebutkan sekitar 286 kali, menunjukkan pentingnya menjadi orang yang bertakwa.

Beliau kemudian menguraikan empat janji Allah kepada orang yang bertakwa, berdasarkan ayat dalam Surah At-Talaq ayat 2:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapinya.”

Pertama, bagi mereka yang bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi. HM. Daud menjelaskan bahwa Salat adalah salah satu sarana untuk mendapatkan solusi dari Allah. Allah akan memberikan petunjuk dan Hidayah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Kedua, orang yang bertakwa akan mendapatkan kelancaran rezeki dari berbagai arah, tanpa pandang bulu status sosial atau jabatan. Allah akan memberikan rezeki dari segala penjuru, bahkan dari sumber-sumber yang tidak terduga.

Ketiga, orang yang bertakwa akan mampu bertawakal kepada Allah. Mereka percaya sepenuhnya bahwa Allah akan mendengar doa mereka dan memberikan apa yang mereka butuhkan, bukan hanya apa yang mereka inginkan.

Terakhir, orang yang bertakwa akan mendapatkan kemudahan dalam segala urusannya. Mereka akan merasa bahwa segala sesuatu berjalan dengan lancar, tanpa memakan waktu yang lama, tenaga yang berat, atau biaya yang besar. Ini adalah hasil dari tawakal kepada Allah setelah berusaha.

Dalam penutup khutbahnya, HM. Daud Sagita Putra, M.A. mengingatkan jamaah Jumat agar tidak merasa bahwa Salat adalah sia-sia atau tak berguna. Salat memiliki peran penting dalam mencegah kita dari perbuatan maksiat, dan dengan Salat yang sungguh-sungguh, kita dapat mencapai takwa kepada Allah.

Beliau menegaskan bahwa menjadi orang yang bertakwa adalah nikmat besar, dan mengajak semua jamaah untuk menjaga Salat dan meningkatkan hubungan mereka dengan Allah. Dengan begitu, mereka dapat merasakan janji Allah yang diberikan kepada orang yang bertakwa, yaitu kelancaran, kemurahan rezeki, tawakal, dan kemudahan dalam urusan mereka. (Yogo Tobing)

Sabtu, MUI Sumatera Utara, Adakan Silaturahim Ulama, Tokoh dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, 31 Agustus 2023 – Panitia Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara, yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, akan mengadakan acara pada tanggal 2-3 September 2023. Dengan tema “Mengokohkan Ukhuwah Antarsesama untuk Mewujudkan Umat Bermartabat (Khaira Ummah),” konferensi ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan peran konstruktif umat dalam masyarakat.

Panitia yang dipimpin oleh Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA sebagai Ketua dan Dr. Irwansyah M.H.I sebagai Sekretaris, telah mempersiapkan acara ini semaksimal mungkin. Acara akan dimulai dengan pembukaan oleh Gubernur Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar pada Sabtu, 2 September 2023, dan ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara di Hotel Grand Inna Medan Jl. Balaikota Medan pada hari berikutnya.

Sejumlah lebih dari 150 ulama, tokoh, dan cendekiawan Muslim dari Sumatera Utara telah mengonfirmasi kehadiran dalam konferensi ini. Narasumber terkemuka seperti Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, MSP (Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara), H. Marahalim Harahap, M.Hum (Ketua PW NU Sumatera Utara), Dr. Ali Imran Sinaga, MA (PW Muhammadiyah Sumatera Utara), serta Tuan Guru Babussalam Langkat, Tuan Guru Dr. H. Zikmal Fuad, MA, akan berbicara tentang berbagai aspek yang relevan dengan tema utama.

Materi yang akan dibahas dalam konferensi ini akan menekankan penguatan ukhuwah antarsesama, yang menjadi fokus utama acara ini. Peserta konferensi akan membahas cara-cara nyata untuk memperkuat hubungan harmonis antarumat, dengan berpegang pada prinsip-prinsip Islam yang mendasar.

Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA, yang bertindak sebagai Panitia Pengarah, menyatakan bahwa konferensi ini akan menghasilkan “Deklarasi Ulama Sumatera Utara” yang akan memaparkan pandangan umat Islam dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2024. Deklarasi ini akan berisi panduan mengenai cara umat Islam seharusnya menggunakan hak pilih dengan bijak dalam konteks pemilihan pemimpin dan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA).

Selain itu, hasil konferensi ini akan diwujudkan dalam bentuk Rekomendasi yang akan disusun oleh Tim Perumus. Rekomendasi ini direncanakan akan diumumkan pada acara penutupan pada Ahad, 3 September 2023, dengan harapan dapat memberikan arah yang jelas bagi langkah-langkah selanjutnya dalam mengokohkan nilai ukhuwah dan partisipasi aktif umat Islam dalam proses demokrasi yang bermartabat. (Yogo Tobing)

Komisi Dakwah MUI MADINA Tanamkan Semangat Solidaritas dan Nilai-Nilai Keagamaan melalui Acara Inspiratif

0

muisumut.or.id-Mandailing Natal, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal menggelar serangkaian acara berharga di Masjid Jami’ Nurul Huda, yang terletak di Desa Huta Bangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. Tema yang diusung oleh acara tersebut adalah “Membuka Pintu Rezeki dan Beriman Kepada Qada dan Qadar”, serta melibatkan pelatihan Hadroh untuk remaja perempuan di desa tersebut.

Sekretaris Komisi Dakwah MUI MADINA, Ustadz Syuaib Lubis, dalam sambutannya menegaskan betapa pentingnya mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat terpencil. “Kami memiliki tekad bulat untuk memberikan dukungan dan pembinaan kepada masyarakat terpencil, guna membuat mereka menyadari bahwa fondasi kuat dalam menghadapi ujian dan perjalanan hidup adalah nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Acara ini juga merangkul pelatihan Hadroh yang ditujukan kepada remaja perempuan di desa tersebut. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan minat dan bakat dalam seni musik religi. Pelatih Hadroh, Syamsudin Borotan, S.H.I., menjelaskan, “Melalui pelatihan ini, kami berharap remaja perempuan di Desa Huta Bangun dapat mendalami pemahaman agama sambil mengembangkan kreativitas dalam seni musik Hadroh”, ungkapnya.

Ketua Komisi Dakwah MUI MADINA, KH. Mahyuddin Lubis, hadir sebagai narasumber penceramah dalam acara tersebut. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema tentang keyakinan terhadap qada dan qadar, serta membuka peluang rezeki melalui usaha dan doa yang tulus. Beliau juga memberikan semangat kepada masyarakat untuk terus berjuang menghadapi segala rintangan.

Selain menyelenggarakan acara yang berfokus pada nilai-nilai keagamaan, Komisi Dakwah MUI MADINA juga turut peduli terhadap kebutuhan pokok di Desa Huta Bangun. Beberapa kebutuhan seperti pengelolaan hasil panen, pembangunan menara sinyal, pendirian fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus), pembuatan jalan, dan mendirikan sekolah dasar akan diperjuangkan oleh Komisi Dakwah MUI MADINA guna segera terealisasi.

Acara ini menjadi manifestasi dari komitmen Komisi Dakwah MUI MADINA dalam memberikan dukungan sosial dan spiritual kepada masyarakat terpencil, sekaligus membangun ikatan ukhuwah yang erat. Harapannya, acara ini dapat membawa dampak positif serta perubahan nyata bagi masyarakat Desa Huta Bangun dan sekitarnya. (Yogo Tobing)

MUI Kabupaten Mandailing Natal Sapa Desa Pardomuan dengan Acara Dakwah

0

muisumut.or.id-Mandailing Natal, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal telah menggelar rangkaian acara dakwah yang bertujuan untuk memberikan pencerahan dan pendidikan agama kepada masyarakat di pedalaman desa terpencil. Kegiatan ini menjadi upaya konkret dalam mendekatkan diri dengan warga di daerah pelosok dan meningkatkan semangat keagamaan.

Rangkaian acara yang berlangsung di Masjid Nurul Iman, Desa Pardomuan, ini dimulai dengan ceramah agama bertema “Bersuci dan Keutamaan Menuntut Ilmu.” Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, menunjukkan antusiasme dan dukungan yang kuat terhadap inisiatif ini.

Tokoh masyarakat setempat, H. Khoiruddin Batubara, dalam sambutannya menyambut baik langkah Komisi Dakwah MUI Kabupaten Mandailing Natal dalam menyelenggarakan acara di daerah terpencil. Ia mengapresiasi upaya mereka dalam memberikan pencerahan dan pendidikan agama kepada warga di lokasi yang sulit dijangkau.

KH. Mahyuddin Lubis, Ketua Komisi Dakwah MUI Kabupaten Mandailing Natal, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengenalan agama yang benar serta dorongan kepada masyarakat untuk aktif dalam menuntut ilmu agama. Beliau juga mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen MUI Kabupaten Mandailing Natal dalam merangkul masyarakat dari berbagai sudut negeri, termasuk daerah-daerah yang terpencil.

Ustadz Syuaib Lubis, Sekretaris Komisi Dakwah MUI Kabupaten Mandailing Natal, berbagi pandangannya tentang kebutuhan akan pemahaman agama yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Ia mendorong peserta untuk berpartisipasi aktif dengan bertanya dan berdiskusi, dengan tujuan agar pemahaman mereka semakin diperkaya.

Tak hanya menyajikan ceramah agama, rangkaian acara ini juga memberikan pelatihan hadroh kepada para remaja setempat. Syamsudin Borotan, S.H.I., sebagai pelatih hadroh, memberikan panduan dan bimbingan kepada peserta. Harapannya, melalui pelatihan ini, para remaja dapat mengembangkan bakat seni mereka sambil memperdalam pengetahuan agama.

Acara dakwah ini mewakili komitmen nyata Komisi Dakwah MUI Kabupaten Mandailing Natal dalam membantu daerah terpencil dalam memperoleh pendidikan agama yang berkualitas serta menghidupkan semangat keagamaan di tengah masyarakat. Dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, harapannya inisiatif semacam ini dapat terus dilanjutkan untuk menyebarkan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan ke seluruh pelosok negeri. (Yogo Tobing)

MUI Batubara dan DPRD Bahas Ranperda Budaya Maghrib Mengaji untuk Anak-Anak Muslim

0

muisumut.or.id-Batubara, Kondisi anak-anak Muslim yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis Alquran menjadi perhatian serius bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batubara. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Senin, 28 Agustus, Ketua MUI Batubara, Muhammad Hidayat, Lc, menyampaikan urgensi perlunya sebuah gerakan terstruktur yang didukung oleh aspek hukum untuk mengatasi permasalahan ini. Pertemuan ini dihadiri oleh Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) dengan Usman, SE, MSi, sebagai ketua, serta anggota DPRD lainnya, seperti Rizky Aryetta, Edi Syahputra, dan Heri Suhandani. Adnan Haris, Kabag Kesra, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Hadir juga beberapa tokoh penting, seperti Sekretaris MUI Batubara H Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan Drs Masrof, Ketua Komisi Kominfo H Agusdiansyah Hasibuan, dan staf terkait.

“Hidayat menegaskan, “Dengan maraknya penggunaan gadget oleh anak-anak, diperlukan sebuah gerakan yang sistematis dan luas, dengan dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, kami mengusulkan penyusunan Ranperda Budaya Maghrib Mengaji.”

Menerima saran tersebut, Ketua Bapemperda, Usman, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap usulan MUI Indonesia. “Kami sangat mendukung langkah ini. Jika kita merenungkan secara mendalam, inisiatif ini sangat kami harapkan. Semoga Ranperda ini bisa segera terwujud, demi kebaikan generasi penerus. Di masa lalu, masyarakat di pesisir pantai sering menyaksikan anak-anak berbondong-bondong menuju masjid atau musholla saat waktu Maghrib untuk belajar mengaji,” ujar Usman.

Namun, Usman juga menjelaskan bahwa perjalanan penyusunan Ranperda Budaya Maghrib Mengaji ini masih memiliki jalan yang panjang. Pada awalnya, inisiatif ini tidak bisa dijalankan karena potensi konflik dengan Undang-Undang no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal 10 yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat dalam hal urusan agama.

Meski demikian, sejak UU ini disahkan pada tahun 2014, ada dua daerah yang berhasil mengimplementasikan peraturan daerah serupa, termasuk di antaranya Kabupaten Inderagiri Hilir.

Usman menegaskan semangat untuk menjadikan Ranperda ini sukses. “Kami tetap bersemangat untuk mengupayakan kelahiran Ranperda ini. Apabila masalah ini terkait dengan regulasi pemerintah, kami akan mengikuti tahapan yang ada, mulai dari penyusunan naskah akademik hingga proses harmonisasi,” ujar Usman dengan optimisme. (Yogo Tobing)

MUI Langkat Ajak Ulama Diskusikan Kabupaten Religius dalam Acara Dialog Publik

0

Kesadaran akan pentingnya dimensi keagamaan dalam pembangunan masyarakat menjadi fokus utama dalam acara Dialog Publik yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat. Dengan tema “Kabupaten Religius Dalam Perspektif Ulama,” acara tersebut secara resmi dibuka oleh Penjabat (Plt) Bupati Langkat, H. Syah Afandin SH, di ruang pola Kantor Bupati Langkat pada tanggal 23 Agustus 2023.

Kegiatan yang mendapat perhatian khusus dari warga Langkat ini menjadi ajang untuk merangkul pandangan dan pemikiran para ulama dalam mengartikulasikan peran religius dalam pembangunan Kabupaten. Kabid IKP Diskominfo Langkat, M. Faisal, SE, M.Ikom, memberikan keterangan kepada awak media pada Senin, 28 Agustus 2023, bahwa Dialog Publik ini bertujuan untuk mendalami perspektif ulama terhadap upaya membangun Kabupaten yang religius.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Langkat menegaskan kepentingan peran agama dalam kehidupan manusia. Ia menjelaskan bagaimana para pendiri bangsa telah bijaksana dalam menyematkan prinsip keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pijakan utama dalam ideologi negara. Selain itu, ia menyoroti prinsip-prinsip lain yang menggarisbawahi nilai-nilai universal, termasuk keyakinan akan ketergantungan manusia kepada Tuhan serta rendah hati dalam mengikuti ajaran agama dengan kesetiaan.

“Dialog Publik ini merupakan langkah konkret dalam menggali wawasan tentang bagaimana Kabupaten dapat berperan aktif dalam mewujudkan aspek religiusitas yang kokoh, sesuai dengan pandangan ulama,” ujar Plt Bupati.

Kehadiran berbagai tokoh agama, ulama, akademisi, dan komunitas masyarakat Kabupaten Langkat memberikan nuansa khusus dalam Dialog Publik yang dimoderatori dengan cermat. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang implementasi nilai-nilai religius dalam proses pembangunan dan kehidupan masyarakat.

MUI Langkat, sebagai penyelenggara, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Langkat yang mendukung penyelenggaraan acara ini. Dengan mengambil tema “Kabupaten Religius Dalam Perspektif Ulama,” MUI Langkat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat dan tekad para pendiri negara. (Yogo Tobing)