Wednesday, March 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 96

Tidak Sesuai Konteks: Prof. Fachruddin Azmi Bantah Relevansi Pernyataan Sontang di FGD MUI Sumut

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh KoranMedan.Online pada Sabtu, 19 Agustus 2023, terungkap bahwa Dr. Muhammad Sontang Sihotang S.Si, M.Si diduga telah memberikan pernyataan salah setelah mengikuti Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara. Dalam laporan tersebut, Sontang menyarankan agar MUI Sumut lebih memusatkan perhatian pada langkah-langkah mencegah tindak kriminal, seperti perbuatan begal dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), daripada meneliti/mendalami atau memahami aliran Tarekat.

Prof. Fachruddin Azmi, selaku Ketua Bidang Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Sumut, memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Ia menjelaskan bahwa MUI Sumut memiliki 12 Komisi, salah satunya Komisi Penelitian dan Pengkajian yang bertugas untuk melakukan penelitian dan pengkajian terhadap berbagai aspek, termasuk tarekat-tarekat yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Prof. Dr. Fachruddin Azmi menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara pernyataan yang diberikan oleh Dr. Muhammad Sontang Sihotang dengan tema utama FGD, yaitu “Perkembangan Tarekat di Sumatera Utara”. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut dilontarkan dalam konteks yang berbeda, mengindikasikan kurangnya pemahaman Sontang terhadap esensi FGD yang tengah berlangsung.

Lebih lanjut, Prof. Fachruddin menjelaskan bahwa Sontang sebenarnya tidak termasuk dalam daftar undangan resmi untuk menghadiri FGD MUI Sumut. Namun, Sontang memohon kepada panitia registrasi untuk diizinkan bergabung mengikuti acara tersebut. Penting untuk dicatat bahwa kehadiran Sontang dalam FGD bukanlah dalam kapasitas sebagai pembicara atau narasumber.

Di samping itu, Prof. Fachruddin menyayangkan penyebaran berita tersebut karena dapat mengarah pada pemahaman yang keliru di kalangan masyarakat. Hal ini berpotensi merugikan nama baik MUI Sumut. “Pernyataan yang diulas dalam berita tersebut tidak relevan dengan fokus FGD kami, yang telah ditentukan sebelumnya,” tegas Prof. Fachruddin. Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bersikap kritis dan bijaksana dalam menilai informasi yang mereka terima, guna menghindari pengaruh dari berita yang mungkin memiliki agenda tertentu. (Yogo Tobing)

MUI Langkat dan Pemerintah Kabupaten Sinergi untuk Kembangkan Religiusitas di Masyarakat

0

muisumut.or.id-Langkat, Bupati Langkat H. Syah Afandin SH dengan hangat menerima Audiensi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat. Pertemuan ini digelar di Rumah Dinas Bupati Langkat pada hari Senin, 21 Agustus 2023.

Ketua MUI Langkat, H. Zulkifli A. Dian LC, MA, hadir dalam audiensi ini dan menyampaikan tujuan kunjungannya. Dia mengundang Bapak Plt Bupati Langkat, H. Syah Afandin SH, untuk berpartisipasi dalam acara Komisi Litbang MUI Langkat yang bertajuk “FGD tentang Sinergitas antara MUI, Pemkab, dan Ormas Islam untuk Langkat Religius”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 26 Agustus 2023 di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.

H. Zulkifli A. Dian LC, MA, menyatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Plt Bupati Langkat yang sama-sama antusiasnya dengan kami untuk memajukan visi dan misi membangun masyarakat Kabupaten Langkat yang Religius.”

Dalam tanggapannya, Plt Bupati Langkat H. Syah Afandin SH mengungkapkan apresiasi dan dukungannya terhadap acara tersebut. “Harapan saya adalah agar MUI Langkat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat ke depannya,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan, “Saya sangat mendukung program-program MUI Kabupaten Langkat yang sesuai dengan kaidah dan visi misi Pemerintah Kabupaten Langkat yang religius.”

Dalam audiensi ini, turut hadir beberapa tokoh penting, antara lain Ketua Umum H. Zulkifli A. Dian LC, MA, Sekretaris Umum Dr. Ishaq Ibrahim, MA, Ketua Litbang Ustadz Thantawi Jauhari, MA, Sekretaris Daerah Langkat H. Amril, S.Sos, M.AP, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika H. Syahmadi, S.Sos, M.SP, Kepala Dinas Pendidikan DR. H. Saiful Abdi, SH, SE, M.Pd, Kabag Umum dan Perlengkapan H. Mahardhika Sastra Nasution, S.STP, MAP, Kabag Humas, Protokol, dan Rumah Tangga Winanda Akbar, S.STP, serta Camat Sawit Seberang M. Suhaimi, S.STP, M.SP.

Melalui sinergi antara MUI Langkat dan Pemerintah Kabupaten, diharapkan langkah konkret dapat diambil untuk memperkuat nilai-nilai religiusitas dalam masyarakat Kabupaten Langkat. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Seleksi Peserta Pendidikan Kader Ulama Angkatan III Tahun 2023

0

muisumut.or.id-Medan, Melalui inisiatif dari Bidang/Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK), Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara melanjutkan langkah seriusnya dalam mempersiapkan generasi ulama tangguh melalui program Pendidikan Kader Ulama Angkatan III. Hari ini, Senin, 21 Agustus, ujian seleksi bagi calon peserta yang telah mendaftar digelar dengan khidmat di Aula MUI Sumut.

Jumlah pendaftar sebanyak 18 orang berasal dari beragam Kabupaten dan Kota se-Sumatera Utara. Proses seleksi calon peserta Pendidikan Kader Ulama Perempuan MUI Sumut dibagi menjadi empat bagian yang komprehensif, bertujuan untuk mengukur kualifikasi dan potensi peserta dalam ranah keagamaan dan pengetahuan umum.

Keempat materi ujian yang diujikan kepada calon peserta meliputi:

  1. Qira’atul Kutub (Kitab Fath al Muin: Nahu dan Shorof serta Pemahaman Kitab), diperiksa oleh Dr. Ardiansyah, Lc, M.A. Pengujuan ini bertujuan untuk menilai pemahaman dan penguasaan calon peserta terhadap ilmu bahasa Arab, khususnya dalam kitab Fath al Muin terkait nahu dan shorof.
  2. Alquran dan Pemahaman (Hukum dan Perempuan dalam Alquran), diujikan oleh Dr. Hj. Sukiati, M.A. Materi ini akan menguji kemampuan peserta dalam membaca Alquran serta pemahaman mereka terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum dan perempuan, termasuk interpretasi dan pengetahuan terhadap teks suci.
  3. Pengetahuan Agama (Aqidah, Fiqh Ibadah, Muamalah), diperiksa oleh Dra. Hj. Rusmini, M.A. Bagian ini akan mengukur kedalaman pengetahuan calon peserta terkait aqidah, fiqh ibadah, dan muamalah dalam Islam.
  4. Pengetahuan Umum dan Wawancara (Isu-Isu Aktual Terkait Dakwah, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya), dinilai oleh Dra. Hj. Wan Khairun Nisah, M.A. Peserta akan diuji tentang pemahaman mereka terhadap isu-isu aktual yang mempengaruhi umat dalam berbagai aspek kehidupan, dari dakwah hingga politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Program Pendidikan Kader Ulama MUI Sumut Angkatan III tahun 2023 ini diharapkan akan melahirkan ulama-ulama muda berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman dengan keilmuan dan kebijaksanaan. Hasil ujian seleksi akan diumumkan dalam waktu dekat, dan calon peserta terbaik akan diberikan kesempatan untuk mengikuti program pendidikan intensif yang akan menjadi landasan kuat bagi perkembangan keilmuan dan kepemimpinan mereka di masa depan. (Yogo Tobing).

Workshop MUI Kota Siantar: Dakwah Ekonomi Syariah Sebagai Solusi Pemberdayaan Umat Islam

0

muisumut.or.id-Pematang Siantar, Dalam upaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar menggelar Workshop Sistim Ekonomi Syariah pada hari Minggu, 20 Agustus 2023.

Drs. H. M. Natsyir Armaya Siregar, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI, secara tegas mengajak para ustadz dan ustadzah untuk mengamalkan dakwah ekonomi syariah guna mengatasi kemiskinan yang dapat berpotensi mengakibatkan kemurtadan.

Dalam acara yang berlangsung di aula Gedung MUI Kota Siantar, Drs. H. M. Natsyir Armaya Siregar menyatakan, “Ustadz dan ustadzah harus turut serta dalam memasyarakatkan ekonomi syariah hingga ke lapisan masyarakat terbawah. Tidak cukup hanya berfokus pada pesan tentang surga dan neraka.”

Hadir dalam workshop ini, para ustadz, ustadzah, pengurus Organisasi Masyarakat Islam (Ormas Islam), serta Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) kaum ibu dari seluruh Kota Siantar.

Workshop ini juga mendapat dukungan dari berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya. Drs. H. M. Ali Lubis, Ketua MUI Kota Siantar, menggarisbawahi pentingnya pemahaman tentang ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Beliau menjelaskan bahwa hanya sekitar 6 hingga 8 persen umat Islam di Kota Siantar yang menggunakan fasilitas ekonomi syariah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan sarana dan prasarana serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

Pentingnya peran dunia usaha dan perbankan dalam pengembangan ekonomi syariah juga disoroti dalam workshop ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematang Siantar, Muqorobin, mengungkapkan bahwa BI telah mengambil peran dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah. M Irfans dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI melalui presentasi virtual menjelaskan urgensi dan strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Paparan-paparan selanjutnya mengungkapkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di seluruh dunia. Contohnya adalah Inggris London yang menjadi pusat keuangan syariah di Barat, serta keberhasilan Korea dalam menjadikan pariwisata halal sebagai tujuan utama.

Dalam konteks ini, Bank Muamalat dengan sistem bagi hasil diakui sebagai bank yang sehat, berbanding dengan bank konvensional yang masih melibatkan bunga yang dianggap haram.

Ketua MUI Kota Siantar, Drs. H. M. Ali Lubis, berharap workshop ini dapat merangsang pemahaman dan penerapan ekonomi syariah yang lebih luas di masyarakat. Dalam sesi tanya jawab, peserta workshop dari berbagai latar belakang menunjukkan antusiasme dalam mengajukan pertanyaan serta memberikan ide-ide untuk mendukung penerapan ekonomi syariah dalam berbagai sektor.

Workshop ini berhasil mengedukasi peserta mengenai pentingnya sistem ekonomi syariah dalam pemberdayaan umat Islam dan membangun kesadaran akan manfaatnya bagi seluruh lapisan masyarakat. (Yogo Tobing)

Memahami Tata Cara Mengurus Jenazah: DP MUI Pematang Siantar Luncurkan Pelatihan Bilal Mayit

0

muisumut.or.id-Pematang Siantar, Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematang Siantar terus berupaya dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat. Salah satu bentuk kegiatan yang baru-baru ini dilakukan adalah sosialisasi mengenai Dispensasi Pernikahan di Bawah Umur. Selain itu, DP MUI Pematang Siantar juga mengadakan kegiatan pelatihan bilal mayit yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelajar dalam mengurus jenazah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Acara pelatihan bilal mayit ini diselenggarakan oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Kota Pematang Siantar. Kegiatan ini berlangsung di Aula MUI Kota Pematang Siantar, tepatnya di Jalan RA Kartini Nomor 6 A, pada hari Sabtu (19/8) pagi.

Tidak kurang dari 100 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang setara dari berbagai sekolah di Kota Pematang Siantar ikut serta dalam pelatihan ini. Pelatihan tersebut mengangkat tema “Melalui Bilal Mayit, Kita Tingkatkan Kesadaran dan Keberanian Pelajar untuk Mengurus Jenazah Keluarga dan Kerabat sesuai Syariat Islam.”

Sesi awal kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Shinta Sari Wijaya. Acara ini juga melibatkan tiga narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya, yaitu Ketua Umum DP MUI Kota Pematang Siantar, Drs H M Ali Lubis; Hj Yusnani Nasir SPd MS; dan Drs Hj Rayani Purba.

Dalam penyampaian materi, narasumber pertama, Ketua Umum DP MUI, H M Ali Lubis, menjelaskan empat tahapan penting dalam pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah sesuai dengan syariat Islam. Tahapan tersebut meliputi memandikan, mengafankan, mensholatkan, dan memakamkan atau menguburkan jenazah.

Ali Lubis juga menjelaskan secara rinci tata cara memandikan jenazah, termasuk niat dan prosedur yang harus diikuti. Dia menekankan bahwa idealnya, pelaksanaan mandi jenazah dilakukan oleh keluarga, namun jika hal tersebut tidak dimungkinkan, pelatihan bilal mayit dapat melakukan tugas tersebut.

Pertanyaan dari peserta pelatihan juga mendapat perhatian. Sebagai contoh, Hanafi Pulungan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pematang Siantar bertanya tentang cara pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah yang telah dimangsa oleh harimau. Ali Lubis memberikan penjelasan bahwa dalam kasus ini, sholat ghaib dilakukan berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam sesi ini juga dijelaskan mengenai berbagai tata cara, seperti mengafankan dan mengebumikan jenazah. Pemaparan dari Hj Yusnani Nasir SPd MS melalui materi digital dan praktik langsung oleh Drs Hj Rayani Purba menjadi bagian penting dari acara tersebut.

Kegiatan pelatihan bilal mayit ini tidak hanya memberikan pemahaman praktis bagi peserta mengenai tugas-tugas yang harus dilakukan dalam mengurus jenazah, tetapi juga mengedukasi tentang aspek-aspek keagamaan dan etika yang terkait dengan proses tersebut. (Yogo Tobing)

Pengajian Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Sumatera Utara: Menggali Kriteria Mukmin Sejati dan Aplikasi Iman dalam Kehidupan

0

muisumut.or.id-Medan, Aula MUI Sumut menjadi tempat bagi kelanjutan pengajian rutin bulanan yang diadakan oleh Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara pada Sabtu, 19 Agustus 2023. Kali ini, acara yang mengusung tema “Aplikasi Iman dalam Kehidupan” ini memberikan wawasan mendalam kepada para hadirin mengenai kriteria Mukmin Sejati dan penerapan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam acara tersebut, Dr. H. Arso, MA, Wakil Ketua Umum MUI Sumut, tampil memberikan paparan yang berjudul “Kriteria Mukmin Sejati (Mukmin Haqqan) dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-hari”. Menurut Dr. Arso, konsep Mukmin mengacu pada individu yang tulus mempercayai keenam rukun iman. Sebuah aspek yang tak dapat dipandang remeh, karena kepercayaan terhadap salah satu rukun iman saja sudah mampu menggugurkan esensi iman seseorang.

Dalam paparannya, Dr. H. Arso menguraikan bahwa konsep Mukmin Sejati mengandung tiga unsur esensial yang tidak bisa dipisahkan, yaitu: “Tashdiqun bil qolbi” (keyakinan dalam hati), “Iqrorun bil lisani” (pengakuan dengan ucapan), dan “Amalaun bil jawahiri” (amalan dengan perbuatan fisik). Ia menegaskan bahwa Mukmin Sejati, menurut ajaran Al-Quran, dapat ditemukan dalam Surat Al-Anfal ayat 2-4. Ayat-ayat ini menyajikan lima kriteria Mukmin Sejati, diantaranya:

  1. Ketika menyebut nama Allah, hati mereka gemetar dalam kerendahan.
  2. Saat ayat-ayatNya dibacakan, keyakinan mereka semakin menguat.
  3. Mereka berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
  4. Kehadiran salat dalam kehidupan mereka merupakan bukti nyata ketaatan.
  5. Dari karunia yang telah diberikan Allah, mereka memberikan infak kepada sesama.

Dr. Arso juga menggarisbawahi pentingnya menjaga dan merawat keimanan dari segala bentuk gangguan yang bisa merusaknya. Ia menegaskan bahwa iman senantiasa terhubung dengan amal saleh, dan mengajak para hadirin untuk berdzikir dan berdoa sebagai wujud nyata pengokohan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian ini membuktikan komitmen MUI Sumatera Utara dalam menyediakan platform edukatif yang memberikan pandangan mendalam terkait agama dan kehidupan beriman. Diharapkan, pesan-pesan berharga dari pengajian ini dapat diaplikasikan oleh para peserta dalam kehidupan mereka sehari-hari. (Yogo Tobing)

Komisi Penelitian Pengkajian dan Pengembangan MUI Sumut Gelar FGD untuk Bahas Hasil Penelitian Perkembangan Tarekat di Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Komisi Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) guna membahas hasil penelitian tentang perkembangan dan pemahaman tarekat di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 19 Agustus 2023, di Aula MUI Sumut.

Acara ini dibuka oleh Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua Umum MUI Sumut. Dalam sambutannya, Buya Maratua menyampaikan tujuan dari FGD ini, yaitu untuk mendapatkan saran, masukan, dan ide-ide konstruktif dari para hadirin yang diundang guna memperkaya diskusi terkait hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Komisi Penelitian MUI Sumut.

“Saya sangat menghargai kehadiran semua peserta dalam Focus Group Discussion ini. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mendapatkan berbagai pandangan dan wawasan yang berharga dari para hadirin guna memperkaya diskusi mengenai hasil penelitian terkait perkembangan dan pemahaman tarekat di Sumatera Utara. Kontribusi dan gagasan yang Anda semua bawa akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan langkah-langkah yang relevan dan bermanfaat untuk kemajuan spiritualitas dan pemahaman keagamaan di Sumatera Utara. Terima kasih atas partisipasi dan kerjasama yang baik dalam acara ini,” ungkap Buya Maratua.

Sebelumnya, Komisi Penelitian Pengkajian dan Pengembangan MUI Sumut telah melakukan studi lapangan untuk mengumpulkan data tentang perkembangan tarekat di tiga daerah di Sumatera Utara. Tiga tarekat yang menjadi fokus penelitian adalah Tarekat Satariyah Syahid yang bermarkas di Kabupaten Simalungun, Tarekat Naqsabandiah Indonesia yang berada di Kabupaten Batubara, serta Tarekat Naqsabandiyah Rumah Suluk Syekh Ambia Sri Paduka Maharaja Rambah yang terletak di Kabupaten Serdang Bedagai.

Acara FGD ini dihadiri oleh anggota Dewan Pimpinan MUI Sumut, perwakilan dari berbagai Komisi MUI Sumut, wakil-wakil dari berbagai tarekat yang ada di Sumatera Utara, serta para cendekiawan dan akademisi. Para peserta membahas temuan-temuan dari penelitian lapangan serta mencari solusi-solusi yang dapat mendukung perkembangan dan pemahaman tarekat di daerah ini.

Acara FGD ini merupakan bagian dari upaya MUI Sumut dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan spiritualitas dan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat. Dengan adanya kolaborasi antara para cendekiawan, tokoh agama, dan pemangku kebijakan, diharapkan hasil FGD ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang perkembangan tarekat di Sumatera Utara serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendukung keberlanjutan dan pemahaman yang lebih baik tentang fenomena ini. (Yogo Tobing)

Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Undang Putra/I Terbaik Sumut untuk jadi Direksi

muisumut.or.id, Medan, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Dr. Agus Sudibyo S.I.P, M.Hum menyampaikan undagan terbuka kepada putra/putri terbaik Sumatera Utara untuk mengisi posisi Direksi. Hal ini disampaikannya pada acara Fokus Gruup Discussion “TVRI di Era Digital, Jumat Malam, 18/08, di studio TVRI jalan Putri Hijau. Pada acara yang mengundang Akademisi, Praktisi Media, Budiyawan, Ulama dan tokoh Masyarakat ini juga di hadiri Ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, Dr. Akmaluddin Syahputra.

Dalam penjelasannya Agus mengatakan  TVRI merupakan stasiun televisi milik pemerintah yang tertua, dengan mulai mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962 sedang membutuhkan 6 Direksi periode 2023-2028. Enam lowongan direksi yang dibuka oleh LPP TVRI seperti Direktur Utama, Direktur Program dan Berita, Direktur Keuangan, Direktur Teknik, Direktur Umum, dan Direktur pengambangan dan usaha.

“Untuk itulah tujuan kami ke Medan, untuk menyampaikan undangan terbuka sekaligus menyerap aspirasi dari tokoh yang ada di Medan. Hal ini juga dilakukan di beberapa kota besar lainnya, yakni Jawa Timur, Jogyakarta, Manado” ujarnya

TVRI saat ini mengudara di seluruh wilayah Indonesia dengan menjalankan 3 saluran televisi nasional dan 32 stasiun televisi daerah, serta didukung 361 stasiun transmisi (termasuk 129 stasiun transmisi digital) di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Dari hasil survey bahwa pemirsa atau penonton TVRI adalah usia di atas 48 tahun dan/atau masyarakat pedesaan, bagi Agus ini bukanlah kelemahan, malahan merupakan keunggulan komparatif, karena ternyata untuk dua katagori ini sajapun jumlahnya sangat besar.

Dalam diskusi terfokus ini juga disampaikan pentingnya pemiliha direksi ini karena maju mundurnya lembaga penyiaran salah satunya adalah ditentukan oleh sumber daya manusia yang baik, disamping tentunya juga melihat aspek bisnis serta idiologi TVRI sebagai wadah pemersatu bangsaLPP TVRI membuka lowongan hingga 6 September 2023 sebagai batas akhir pendaftaran. Pengumuman lengkap bisa langsung mengakses di https://seleksi.kominfo.go.id/info-seleksi/pemilihan-dewan-direksi-lpp-tvri-periode-2023-2028

MUI Sumut Dukung MUI Pusat: Desak Pemerintah Cegah Peredaran Konten Merendahkan Agama di Media Sosial

0

muisumut.or.id-Medan, Dr. Akmaluddin, Ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, memberikan dukungan kuat terhadap tindakan tegas yang diambil oleh MUI pusat dalam menekankan kepada pemerintah, terutama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) serta Kepolisian, untuk mengambil langkah konkret dalam menghentikan penyebaran video kontroversial yang meresahkan masyarakat. Dari hasil pemantauan media sosial MUI Sumut dan daerah-daerah lain, muncul beragam komentar yang mendesak dilakukannya penyelidikan serta tindakan hukum terhadap akun yang menyebarkan konten yang merugikan tersebut.

MUI Sumut sepakat untuk bersatu dalam tuntutan agar pemerintah bertindak dengan cepat dalam mengatasi peredaran video yang merusak kedamaian dan kerukunan. Meskipun video tersebut diunggah melalui akun “Sunnah Nabi” yang dikenal sebagai sumber konten merendahkan Islam, pelacakan akun tersebut menjadi sulit hingga saat ini. Namun, pentingnya menghentikan penyebaran video ini tidak bisa diabaikan demi memelihara harmoni dalam masyarakat.

Buya Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI, dalam pernyataannya menegaskan kegentingan penanganan isu ini. Ia menyerukan agar pihak berwenang segera mengamankan pelaku yang diduga bertanggung jawab atas produksi dan penyebaran video tersebut. Langkah ini diambil untuk mencegah meluasnya kegelisahan di kalangan umat Islam. Buya Anwar menekankan bahwa ketidakstabilan dan keretakan dalam tatanan sosial dapat timbul apabila rasa cemas ini terus dibiarkan. “Kita wajib menghindari konsekuensi negatif tersebut,” ungkap Buya Anwar saat berbicara kepada MUIDigital pada Jumat (18/8/2023).

Pernyataan ini sebagai respon atas merebaknya video di platform YouTube dengan menggunakan akun “Sunnah Nabi”. Salah satu segmen animasi di dalam video tersebut berjudul “Nabi Muhammad Perencana Pernikahan” yang menampilkan berbagai adegan yang merendahkan martabat Nabi Muhammad SAW. Video ini menghadirkan tampilan wajah Nabi yang, dalam konteks ajaran Islam, dianggap sebagai penghinaan.

Lebih lanjut, Buya Anwar menjelaskan bahwa puncak dari video tersebut adalah narasi yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang penjahat yang memiliki kekuatan militer. Ia menyoroti kalimat narator yang mempertanyakan kemampuan Nabi untuk membimbing manusia menuju surga.

Dalam pandangan Buya Anwar, pemahaman konten video dari awal hingga akhir, terutama yang melibatkan Nabi Muhammad, menunjukkan penghinaan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Buya Anwar menegaskan bahwa video ini jelas dibuat dengan niat merendahkan Islam dan menistakan Nabi Muhammad SAW. Tindakan ini tidak hanya menyakiti perasaan umat Islam di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Penceramah Dr. H. Syamsul Bahri Membahas Pentingnya Amanah dalam Khutbah Salat Jumat di Masjid Ar Rahmah

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai agama kepada umat Islam, Khutbah Salat Jumat diadakan di Masjid Ar Rahmah yang berlokasi di perkantoran MUI Sumatera Utara pada 18 Agustus 2023. Acara yang dihadiri oleh para jamaah ini mengundang Dr. H. Syamsul Bahri sebagai penceramah, yang dengan lugas membahas tema utama khutbah, yaitu tentang “amanah”.

Dalam ceramah yang disampaikan oleh Dr. H. Syamsul Bahri, beliau menyoroti pentingnya amanah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pribadi maupun sosial. Menurutnya, amanah adalah suatu bentuk tanggung jawab dan kepercayaan yang harus dijunjung tinggi oleh setiap individu. Ia mengingatkan para jamaah bahwa Rasulullah Muhammad SAW merupakan contoh pemimpin yang amat diakui amanahnya, dalam segala aspek kehidupan.

Lebih lanjut, Dr. H. Syamsul Bahri menjelaskan bahwa amanah tidak hanya berlaku dalam hal materi, tetapi juga mencakup aspek moral, etika, dan prinsip-prinsip kejujuran. Beliau menekankan bahwa kejujuran dan amanah adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat, serta menjaga keselarasan dalam hubungan sosial dan berbangsa.

Penceramah yang juga dikenal sebagai seorang ahli agama ini mengaitkan tema amanah dengan zaman modern, di mana tantangan-tantangan dalam mempertahankan integritas dan kejujuran semakin kompleks. Dr. H. Syamsul Bahri mengajak umat Islam untuk senantiasa memperkuat nilai-nilai amanah dalam setiap aspek kehidupan, menjadikannya sebagai landasan utama dalam menjalankan peran sebagai individu dan warga negara yang bertanggung jawab.

Khutbah Salat Jumat kali ini memberikan pelajaran berharga tentang betapa pentingnya menjaga amanah, serta merujuk pada teladan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok pemimpin yang menjadi percontohan dalam hal tersebut. Para jamaah diberi pengertian yang mendalam tentang bagaimana amanah harus menjadi prinsip utama dalam bertindak dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.