Saturday, July 18, 2026
spot_img
Home Blog Page 130

Ketua PINBAS MUI Sumut, Drs. Putrama Alkhairi Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat di Kanal YouTube Mimbar TV

0

muisumut.or.id-Medan, Dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) memberikan dorongan terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Hal ini disampaikan dalam acara “Mimbar Fokus” yang disiarkan melalui Kanal YouTube Mimbar Tv (08/04).

Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI Sumut, Putrama Alkhairi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut, menjelaskan tentang upaya pemberdayaan ekonomi umat yang dilakukan oleh MUI. Menurut Drs. Putrama, pemberdayaan ekonomi umat harus didasarkan pada konsep-konsep dalam Islam yang mengajarkan prinsip-prinsip keseimbangan proporsional antara dunia dan akhirat.

Drs. Putrama juga menekankan bahwa kekuatan ekonomi yang memadai sangat penting untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun, ia mengakui bahwa implementasi pemberdayaan ekonomi umat masih jauh dari harapan, dan bahwa negara-negara non-Muslim seperti Inggris lebih sukses dalam menerapkan konsep ekonomi syariah daripada negara-negara Timur Tengah.

Selain itu, Drs. Putrama menekankan pentingnya bagi umat Islam untuk berfastabiqul khairat dengan membangun sejumlah korporasi. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan peradaban baru dalam perekonomian umat. Selain itu, ia berharap Sumatera Utara dapat menjadi pusat pertumbuhan perekonomian regional yang berbasis syariah. Seperti yang disampaikan oleh Drs. Putrama, “Ummat harus berfastabiqul khairat membangun sejumlah korporasi untuk terwujudnya peradaban baru perekonomian ummat dan Sumut diharapkan menjadi pusat pertumbuhan perekonomian regional berbasis syariah.”

Lebih lanjut, dalam upaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat, Drs.Putrama berharap agar konsep-konsep dalam Islam dapat diperkuat dan ekonomi syariah dapat lebih berkembang. Dengan begitu, umat muslim dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat sesuai dengan prinsip-prinsip agama Islam.

Diharapkan dengan adanya dorongan pemberdayaan ekonomi umat dari MUI Sumut ini, umat muslim di Sumatera Utara dapat memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk mengembangkan potensi ekonominya dan mencapai keberkahan di dunia dan akhirat. (Yogo Tobing)

Qariah Asal Sumut, Raih Juara III pada MTQ Antar Bangsa DMDI tahun 2023

0


muisumut.or.id, Medan, Musabaqah Tilawatil Quran Antar Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang kali ini Indonesia sebagai tempat pelaksanaan tepatnya dilaksanakan di Masjid al-Mushannif Komplek Cemara Asri Medan Sumatera Utara pada pada 1-4 April 2023.

MTQ tersebut diikuti oleh Tiga Negara yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura. Indonesia sendiri diikuti oleh utusan Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Lampung, Kepri, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Provinsi Banten. Sementara Malaysia mendatangkan utusan Serawak, Perlis, Trengganu, Malaka dan Negeri Sembilan

Hj. Nurjannah, M.H.I yang merupakan istri dari salah seorang Dewan Pimpinan yang membidangi Fatwa di MUI Provinsi Sumatera Utara Dr. Irwansyah, M.H.I mengatakan bahwa Nurjannah dalam even ini mewakili Sumatera Utara, Alhamdulillah dia juara III. Ustaz Irwansyah menyampaikan rasa syukurnya yang tinggi kepada Allah swt. di Ramadhan ini Allah telah memberikan anugerah semoga ini menambah rasa iman dan syukur kami kepada Allah ujarnya.

Ustaz muda yang kerap dipanggil Ustaz Irwan ini menyebut bahwa istrinya ini harus memiliki jiwa petarung, sepanjang ada kesempatan dan Allah masih beri peluang jangan dilewatkan, harus diraih, ujarnya. Dia menambahkan bahwa sampai saat ini istrinya masih bersemangat untuk tetap mengikuti even seni baca Al-Quran ini, walau sepanjang perhelatan MTQ Nasional Nurjannah beberapa kali berada pada posisi II dan III belum sampai pada puncaknya yakni juara I.

Kalau saya sih, sangat support ya… sepanjang istri merasa sanggup dan semangat saya akan terus dukung secara penuh. Saat mengikuti MTQ Internasional ini saja isteri sedang mengandung, namun semangatnya tinggi, ya saya dukung lah namanya juga untuk kebaikan, paling tidak untuk menjadi pelajaran berharga bagi calon anak kami yang masih diperut ibunya, ujar Irwansyah di akhir wawancara.

Di sisi lain, Hj. Nurjannah juga menambahkan bahwa dia akan terus berlatih mandiri maupun dengan guru-gurunya di Sumatera Utara untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Saya akan terus melatih diri dan selagi Allah kasi kesempatan ikut even MTQ saya akan terus berusaha dan berjuang maksimal, toh usia mengikuti MTQ masih cukup Panjang. Kalah menag itu hal biasa, namun semangat tidak boleh kendor, terima kasih atas dukungan semua pihak khususnya keluarga saya, orangtua, suami dan anak kami, Ainayya ujarnya. []

“Menggapai Lailatul Qadr: Memperbanyak Ibadah dan Doa di Malam-Malam Ramadan”

0

muisumut.or.id-Medan, Ceramah dengan tema “Menggapai Lailatul Qadr” yang disampaikan oleh Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA telah ditayangkan di kanal YouTube MUI Sumut pada tanggal 6 April 2023. Dalam ceramah tersebut, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA mengupas tuntas tentang Lailatul Qadr, malam yang dianggap suci bagi umat muslim. Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan, dimana pada saat itu malaikat turun dari langit dan juga Jibril ikut turun di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka untuk menyampaikan dan melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lailatul Qadr secara umum benar-benar tersembunyi dari kita, waktunya tidak dipastikan. Dalam ceramahnya, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA menjelaskan bahwa menggapai Lailatul Qadr berarti berusaha untuk mendapatkan kesempatan datangnya Lailatul Qadr dan mencapainya. Karena Lailatul Qadr benar-benar tersembunyi, maka kaum muslimin harus bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah dan berusaha sekuat tenaga pada malam-malam Ramadan untuk dicatatkan sebagai orang Islam yang bisa mendapatkan keberkatan Lailatul Qadr. Meskipun tidak pasti waktunya, para ulama memberikan beberapa pendapat tentang waktu Lailatul Qadr.

Menurut Imam Fahrul Rozi, Lailatul Qadr disembunyikan maknanya adalah supaya kita bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah berusaha sekuat tenaga melaksanakan amal pada malam-malam Ramadan untuk dicatatkan kita sebagai orang Islam yang bisa mendapatkan keberkatan Lailatul Qadr. Namun, di antara banyak pendapat para ulama, ada juga yang menyatakan bahwa Lailatul Qadr akan bisa dijumpai pada malam ke-21 atau malam ke-23.

“Ada juga ulama yang mengutamakan malam ke-27 Ramadan. Oleh karena itu, kaum muslimin harus berusahalah untuk menjaga kehadiran Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari 10 akhir bulan Ramadan. Imam Al Ghazali di dalam Kitab Tholibin Juz 2 Halaman 257 memberikan penjelasan tentang kaidah yang dapat membantu kita mendapatkan Lailatul Qadr. Menurutnya, apabila awal Ramadan puasa kita jatuh pada hari Ahad, Rabu, Senin, atau Sabtu, maka biasanya Lailatul Qadr akan datang pada malam ke-29,” Ucap Dr. Abdul Hamid.

Sedangkan, jika hari puasa kita diawali dengan hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadr akan terjadi pada malam ke-27. Dalam kesimpulannya, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA menekankan pentingnya menggapai Lailatul Qadr sebagai kesempatan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Kaum muslimin harus memanfaatkan malam-malam Ramadan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan keberkahan tersebut, serta berusaha untuk memperbanyak amal ibadah dan memperbanyak doa di malam-malam terakhir Ramadan.

Lebih lanjut, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati dan berusaha meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan. Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk beribadah di bulan yang penuh berkah ini. Kesimpulannya, Lailatul Qadr merupakan malam yang sangat istimewa dan penuh dengan keberkahan. Oleh karena itu, sebagai umat muslim, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk meraih keberkahan tersebut dengan memperbanyak ibadah dan doa serta menjaga kebersihan hati. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan dan meraih keberkahan Lailatul Qadr. (Yogo Tobing)

Panduan Fidyah Puasa oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara

0

muisumut.or.id-Medan, Fidyah puasa adalah pengganti atau kompensasi bagi umat Muslim yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan karena alasan tertentu seperti sakit atau kehamilan yang membahayakan kesehatan. Fidyah ini dapat diwakilkan dengan memberi makan orang miskin atau diberikan sebagai uang yang setara dengan harga beras yang digunakan sebagai pengganti dari hari-hari puasa yang tidak dilaksanakan.

Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara telah menayangkan Video di Kanal Youtube MUI Sumut terkait panduan Fidyah Puasa sebagai pengganti bagi umat Muslim yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu seperti sakit atau kehamilan.

Menurut panduan tersebut, Fidyah adalah pengganti dari ibadah puasa yang tidak dapat dilaksanakan karena alasan tertentu. Ukuran Fidyah ini sebesar 0,7 kg atau 7 ons beras yang dapat diberikan kepada orang miskin atau diganti dengan uang setara dengan harga beras tersebut.

Panduan ini ditujukan agar umat Muslim yang mengalami alasan tertentu yang menghalangi mereka untuk berpuasa dapat memahami bagaimana cara menggantinya dengan Fidyah. Sebagai contoh, wanita hamil atau orang yang menderita penyakit menahun dapat menggantinya dengan Fidyah seperti yang dijelaskan dalam panduan tersebut.

Fidyah puasa sesuai dengan ajaran agama Islam dan dinyatakan dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 184-185, bahwa Allah SWT memberikan kelonggaran bagi umat Muslim yang mengalami halangan untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Dalam pandangan Islam, Fidyah puasa bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban berpuasa dan kebutuhan manusia dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara berharap panduan ini dapat membantu umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik meskipun mereka mengalami alasan tertentu yang menghalangi mereka untuk berpuasa. (Yogo Tobing)

MUI Sumut Gelar Safari Ramadan di Pematangsiantar, Imbau Awasi Gerakan Aliran-Aliran yang Tidak Sesuai Ajaran Rasulullah

0

muisumut.or.id-Medan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) telah melaksanakan safari Ramadan pada hari Rabu, 5 April 2023. Safari Ramadan kali ini dilakukan di Kota Pematangsiantar. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI Pematangsiantar, Drs. H. Muhammad Ali Lubis, menyampaikan ucapan terima kasih kepada DP MUI Provinsi atas kunjungannya ke Kota Pematangsiantar. Beliau menyatakan bahwa silaturahim seperti ini sangat penting sebagaimana yang dijelaskan dalam ajaran Rasulullah bahwa silaturahim akan memperpanjang umur dan memperluas rizki. Kedatangan DP MUI Sumut diharapkan dapat membawa rahmat dan berkah bagi umat Islam di Pematangsiantar.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, juga memberikan tausiyahnya dalam acara tersebut. Beliau menyatakan rasa syukurnya karena bisa melaksanakan safari Ramadan setelah beberapa tahun tidak bisa dilakukan karena pandemi Covid-19. Selain itu, Buya Maratua juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk mengawasi gerakan aliran-aliran yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.

“Belakangan ini, MUI Sumut telah menegaskan bahwa MPTTI tidak diperbolehkan menggelar acara di Sumatera Utara. Hal tersebut karena ajaran yang disebarkan oleh MPTTI tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah. “Ada kegagalan tafsir oleh MPTTI pada surat Al-Ikhlas, yang menurut mereka bahwa Muhammad menyatu dengan Allah,” terang Buya Maratua.

Pada tanggal 1 Maret 2023, MUI Sumatera Utara telah menggelar rapat bersama dengan Ormas Islam tingkat Sumatera Utara untuk menyikapi gerakan aliran-aliran yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah. MUI Sumut dan Ormas Islam sepakat untuk tidak mengadakan acara berzikir untuk Rateeb Seribu Untuk Indonesia Damai serta Muzakarah Asean Ke VII MPTT-I Pada 13-15 Maret 2023 dan segala kegiatan pengajian MPTT-I lainnya di wilayah Sumatera Utara. Mereka juga meminta kepada Gubernur, Kapolda, Kajati Sumatera Utara dan Pangdam I BB untuk tidak memberikan izin pelaksanaan acara tersebut sebagai langkah preventif untuk mencegah kemafsadatan yang akan mengganggu ketertiban, ketenteraman, kerukunan, kondusifitas serta stabilitas masyarakat di Sumatera Utara.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan karena tugas MUI sebagai pelayan umat atas berbagai persoalan umat yang berkaitan dengan agama serta sebagai mitra pemerintah untuk bersama-sama menjaga dan memelihara ketertiban, kerukunan serta kondusifitas masyarakat. Ormas Islam juga memiliki tanggung jawab yang sama. Lebih lanjut, Dr. Maratua juga mengatakan bahwa kita harus terus membicarakan tentang Islam, jangan malu menunjukkan identitas keislaman kita dimanapun kita berada, terutama menjelang Pemilu 2024.

Acara safari Ramadan dihadiri oleh Dewan Pimpinan MUI Sumut, diantaranya Dr. Arso, SH, M.Ag, Dr. Akmaluddin Syahputra, M. Hum, Drs. H. Sotar Muda Nasution, MHB, Dr. H. Arifinsyah, M.Ag, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, Prof. Dr. Asmuni, MA, KH. Akhyar Nasution Lc, MA, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, Dr. Saparuddin Siregar, MA, Drs. H. Arifin Umar. Nama-nama tersebut juga akan memberikan ceramah di 10 Masjid Pematangsiantar.

Selain itu, hadir juga beberapa tokoh penting, di antaranya adalah Wali Kota Pematangsiantar yang diwakili oleh Bapak Manurung, Kakan Kemen ag Pematangsiantar Bapak Drs. HM HASBI MH, Dewan Pertimbangan MUI Sumut, Ketua-Ketua Komisi MUI Siantar, dan Ketua-Ketua MUI Kecamatan. Semua peserta acara menyambut dengan antusias kehadiran DP MUI Sumut dalam acara safari Ramadan tersebut.

Safari Ramadan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahim antara DP MUI Sumut dan umat Islam di Kota Pematangsiantar. Selain itu, dengan mengambil tema untuk memperkuat akidah dan memperkuat ukhuwah, safari Ramadan ini diharapkan dapat memperkuat iman dan memupuk rasa solidaritas antar umat Islam di Sumatera Utara. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam dan masyarakat Sumatera Utara secara umum. (Yogo Tobing)

Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA: Pentingnya Zakat Fitrah

0

muisumut.or.id-Medan, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc, MA, memberikan ceramah tentang hukum zakat fitrah dengan uang dalam acara yang disiarkan di Kanal YouTube MUI Sumut pada Selasa, 4 April 2023. Dalam ceramahnya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman menjelaskan bahwa zakat fitrah adalah bagian dari paket ibadah puasa Ramadan yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam setiap tahunnya. Zakat fitrah harus dikeluarkan setelah selesai berpuasa, dan waktu wajibnya adalah pada satu Syawal setiap tahun. Namun, pada awal Ramadan, zakat fitrah masih dianggap mubah.

Dalam penjelasannya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman menyatakan bahwa zakat fitrah bisa dikeluarkan dalam bentuk benda makanan pokok atau dengan nilai uang, dan jumlahnya adalah 2,7 kilogram makanan pokok sehari-hari. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai cara pelaksanaannya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman menyarankan umat Islam untuk mengeluarkan zakat fitrah dengan benda makanan pokok untuk lebih selamat dan ikhtiar.

Lebih lanjut, Dalam ceramahnya, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman juga menekankan pentingnya zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan menutupi kekurangan dalam pelaksanaan puasa. Ia berharap zakat fitrah yang dilaksanakan oleh umat Islam dapat menjadi penebus kekurangan dalam pelaksanaan puasa dan sekaligus memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang membutuhkan.

Ceramah Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi umat Islam mengenai pelaksanaan zakat fitrah. Umat Islam diharapkan dapat melaksanakan kewajiban ini dengan baik agar puasa yang mereka jalankan dapat diterima oleh Allah SWT. (Yogo Tobing)

Safari Ramadan, Dewan Pimpinan MUI Sumut Kunjungi Kabupaten Langkat

0

muisumut.or.id-Medan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan safari Ramadan ke Kabupaten Langkat dengan mengirimkan rombongan pada Senin, 3 April 2023. Rombongan tersebut terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka seperti Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA, Dr. H. Arso, SH, M.Ag, Prof. Dr. Mohammad Hatta, Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, MA, Prof. Dr. Hasan Bakti Nst, MA, Dr. Tohir Ritonga, Lc, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, Drs. H. A. Sanusi Lukman, Lc, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Dr. H. Arifinsyah, M.Ag, Dr. Irwansyah, M.H.I, Drs. Ahmad Darwis Ritonga.

Dr. Ardiansyah, selaku Wakil Ketua Umum III MUI Sumut, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan dari Ketua Umum MUI, yakni berkaitan dengan permasalahan akidah dan ukhuwah baik internal umat Islam maupun eksternal. Kabupaten Langkat termasuk daerah yang memiliki banyak permasalahan akidah seperti kampung kasih sayang. Belakangan ini, MUI Sumut juga telah memberikan fatwa bahwa ajaran yang disampaikan oleh MPTTI tidak sejalan dengan ajaran Rasulullah. MUI Sumut menyoroti tafir mereka tentang surat Al-Ikhlas yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah Allah.

Dr. Ardiansyah juga mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia organisasi yang tidak bersifat struktural, melainkan koordinatif, maknanya ialah MUI Provinsi tidak berstatus lebih tinggi dibandingkan dengan MUI Kabupaten/Kota.

“Pada intinya, kita sebagai pengurus MUI Provinsi baik Kabupaten/Kota haruslah berkomunikasi secara efektif sehingga dapat mengetahui perkembangan yang terjadi. Salah satu fungsi safari ramadan ini ialah agar komunikasi kita selalu terjalin, lebih dari itu, silaturahim kita tetap terjaga agar mendapatkan keberkahan dari Allah,” Ucap Dr. Ardiansyah

Ketua Umum MUI Kabupaten Langkat, H. Zulkifli A. Dian, Lc menyatakan kepada Dewan Pimpinan MUI Sumut bahwa MUI Kabupaten Langkat menjadi pengawal dalam bidang akidah dan kerukunan. Ia berharap acara tersebut berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi langkah baik untuk menauladani Rasulullah.

Pelaksana Tugas Bupati Langkat, yang kali ini diwakilkan oleh Syaiful Abdi, yang juga merupakan salah satu Ketua MUI Kabupaten Langkat hadir dalam acara tersebut. Syaiful Abdi mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan MUI Sumut yang memperhatikan pengurus MUI di Kabupaten Langkat. Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan sehingga seluruh masalah dapat diatasi. Selain itu, ia juga menyampaikan salam dari Kakankemenag yang saat ini sedang berada di Jakarta. Selain itu, Baznas dan FKUB Kabupaten Langkat juga turut hadir dalam acara tersebut.

Pada acara tersebut, Dewan Pimpinan MUI Sumut juga memberikan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian mereka. Diharapkan, kegiatan ini dapat mempererat silaturahim dan meningkatkan keberkahan di Kabupaten Langkat. (Yogo Tobing)

Tayang di YouTube MUI Sumut, Dr. H. Arifinsyah, M. Ag Bahas Keistimewaan Bulan Ramadan

0

muisumut.or.id-Medan, Dr. H. Arifinsyah, M. Ag. memberikan ceramah mengenai keistimewaan Bulan Ramadan pada hari Senin 3 April 2023 di Kanal YouTube MUI Sumut. Dalam ceramahnya, Dr. Arifinsyah menjelaskan betapa banyak keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam pada bulan suci ini.

“Dalam Bulan Ramadan, banyak doa yang diijabah dan amal ibadah kita dilipatgandakan, baik perbuatan maupun perkataan kita menjadi dzikir kepada Allah. Selain itu, dosa-dosa kita pun diampuni, baik yang lalu maupun yang akan datang,” terang Dr. Arifinsyah.

Selain itu, Dr. Arifinsyah juga menekankan pentingnya berinfak dan bersedekah, serta peduli terhadap orang lain di waktu lapang maupun waktu sempit. Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melatih diri dalam memperbanyak rasa syukur kepada Allah dengan peduli kepada orang lain, dan memperbanyak frekuensi sedekah kita.

Ciri orang-orang yang disediakan Allah surga yang luasnya Seluas Langit Dan Bumi adalah selain alladzina menahan amarah dan bisa memaafkan saudaranya. Sabar adalah salah satu ajaran Islam yang paling tinggi nilainya, karena orang yang tak mampu menahan amarah berakibat fatal menjadi penyesalan dan kerugian bagi dirinya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa puasa di Bulan Ramadan juga melatih kita untuk tetap menjadi orang-orang yang Taqwa, yaitu tetap menjaga perilaku baik dan sabar terhadap hal-hal maksiat, menjaga lisan, menjaga hati, dan berbuat baik. Dr. Arifinsyah menekankan betapa pentingnya nilai-nilai kebaikan dan ketakwaan yang ditanamkan pada Bulan Ramadan, dan mengajak kita untuk mempertahankan nilai-nilai ini pasca Ramadan, sehingga kita menjadi orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat kelak. Ceramah tersebut dapat kita lihat di sini (Yogo Tobing)

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara Terima Kunjungan Konjen Singapura DR. Edmund Chia

muisumut.or.id, Medan (HLNKI MUI SU). Konsul Jenderal Singapura Medan DR. Edmund Chia dan stafnya Vincent Lorintus berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Senin (3/4/2023) 

Kehadiran Konsul Singapura ini diterima  langsung oleh Ketua Umum MUI-SU  Buya DR. H. Maratua Simanjuntak didampingi Sekretaris Umum Prof. DR. H Asmuni, MA., Ketua Bidang Fatwa Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc., MA., Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Akhyar Nasution, Sekretaris Bidang Ahmad Azlisyah, S.Ag., SPd. I dan ketua Komisi HLNKI DR. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc., MA.

Dalam sambutan perkenalannya Konsul Jenderal Singapura menyampaikan bahwa ini merupakan kunjungan yang keempat di Indonesia. Pertama di Denpasar Bali, dua kali di Jakarta dan saat ini di Medan, namun ini merupakan penempatan pertamanya di Indonesia Sebelumnya beliau juga pernah bertugas di Kota Muskat Kesultanan Oman dan Riyadh Kerajaan Arab Saudi. Dalam bincang-bincangnya konjend banyak bercerita tentang pengalamannya ketika berada di sana.

Mr. Chia mengatakan ia sangat senang bertugas di Kota Medan karena disamping dekat dengan hampir semua negara Asia Tenggara, Medan juga mempunyai penduduk yang cukup beragam baik dari segi suku dan agama. Hal ini juga yang membuatnya merasa penting sekali untuk berkunjung ke MUI-SU karena di dalam Islam perbedaan dan keanekaan bisa menjadi rahmat, tegasnya.

Pada pertemuan Konjend Singapura juga menawarkan kepada MUI-SU, kerjasama kesehatan, bedah rumah, pendidikan, dan bantuan buku-buku berbahasa Inggris ke sekolah dan pesantren. Hal ini langsung disambut baik oleh KH Akhyar Nasution, karena menurutnya ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk membangun jaringan dan kerjasama internasional, terutama dari negara-negara Asia Tenggara.

KH Akhyar menyebutkan bagi Komisi HLNKI MUI-SU sangat penting membangun kerjasama jejaring internasional, karena dengan jejaring ini kita mendapatkan berbagai informasi dan peluang untuk dilakukannya kerjasama internasional. Hal ini sudah kita lakukan dengan melakukan penjajakan berkunjung ke berbagai Konsulat di Medan dan Kedutaan Besar di Jakarta, ujarnya,

Sementara itu Ketua Umum MUI-SU menjelaskan tentang tugas dan fungsi MUI sebagai partner pemerintah (shadiq al-hukumah) dan pelindung umat (himayah al-ummah). Buya juga menjelaskan tentang keberagaman agama di Indonesia dan menjelaskan bahwa ketentuan awal Ramadhan dan awal Hari Raya merupakan kewenangan pemerintah melaui Kementerian Agama (Kemenag). Sejak dua tahun ini, Indonesia mulai menggunakan kriteria baru penentuan awal bulan Hijriyah. Kriteria itu mengacu hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021.

Selama ini, kriteria hilal (bulan) awal Hijriyah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan surat bersama ad referendum pada 2021 terkait penggunaan kriteria baru MABIMS di Indonesia mulai 2022.

“Kriteria MABIMS Baru ini merupakan hasil Muzakarah Rukyah dan Takwim Islam MABIMS pada tahun 2016 di Malaysia yang diperkuat oleh Seminar Internasional Fiqh Falak di Jakarta yang menghasilkan Rekomendasi Jakarta tahun 2017. Oleh karena itu, Kementerian Agama menetapkan untuk menggunakan kriteria baru yang disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS,” ujarnya

Pada akhir acara Konjen Singapura menyerahkan secara simbolik 90 paket hadiah untuk pengurus MUI-SU dan bantuan bagi kaum dhuafa. Acara yang berlangsung sekitar satu jam dengan penuh keakraban ditutup dengan bertukar cenderamata dan sesi foto bersama.

Kontributor: KH Akhyar Nasution

Ceramah Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc, MA: Menjaga Kemurnian Hadits Nabi Muhammad SAW Dalam Menyambut Bulan Ramadan

0

muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut menayangkan sebuah ceramah mengenai status hadits yang populer di kalangan masyarakat ketika Ramadan Pada Ahad, 2 April 2023. Ceramah ini disampaikan oleh Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc, MA. Acara ini dapat disaksikan di kanal YouTube resmi MUI Sumut. Dalam ceramah tersebut, Dr. Tohir Ritonga membahas tentang beberapa hadits yang populer di kalangan masyarakat, terutama pada awal Ramadan.

Menurut Dr. Tohir, hadits-hadits tersebut memiliki status yang lemah dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar hukum dalam menetapkan halal dan haram, maupun dalam bertauhid. Beberapa hadits yang dibahas antara lain hadits mengenai umat yang tidak makan kecuali setelah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, hadits mengenai bulan Ramadan yang disebut sebagai bulan yang tergantung di antara langit dan bumi, hadits mengenai doa mustajab untuk orang yang berpuasa, dan hadits mengenai syahru Ramadan yang dianggap tergantung pada pembayaran zakat fitrah.

Lebih lanjut, Dr. Tohir Ritonga menjelaskan bahwa hadits-hadits tersebut memiliki sanad atau rangkaian perawi yang tidak kuat dan diragukan kebenarannya. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya menjaga kemurnian hadits Nabi Muhammad SAW dari hadits-hadits palsu atau munkar. Beliau juga mengingatkan bahwa hadits-hadits yang memiliki status lemah hanya dapat digunakan untuk kepentingan fadilah amal, bukan sebagai pegangan dalam tauhid atau untuk menghalalkan yang haram dalam ajaran agama Islam.

Ceramah yang disiarkan oleh MUI Sumut ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat mengenai status hadits yang populer di kalangan umat Islam, sehingga tidak terjadi penyebaran informasi yang salah atau tidak benar. (Yogo Tobing)