Wednesday, July 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 76

Peringatan Maulid Nabi Muhammad di MUI Sumut Ditandai dengan Santunan Anak Yatim dan Penandatanganan MoU

0

muisumut.or.id, Medan, 18 September 2024 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan acara yang penuh makna, ditandai oleh penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MUI Sumut dengan Universitas Al Washliyah (Univa) terkait program Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut. Acara berlangsung di Aula MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan, pada Rabu (18/9).

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dan Rektor Universitas Al Washliyah, Prof. Dr. HM Jamil, dengan disaksikan langsung oleh Pj Gubernur Sumatera Utara, Dr. Drs. H. A. Fatoni. Hadir juga perwakilan dari Kapolda, Pangdam, Kajatisu, serta unsur pimpinan PTKU MUI dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Sumut, A. Fatoni, menyampaikan apresiasi atas kontribusi MUI Sumut dalam mendukung pembangunan daerah. “Sumatera Utara merupakan provinsi besar yang menjadi rujukan nasional dalam berbagai bidang strategis. Kita harus bangga dengan peran kita dalam membawa kemajuan daerah ini,” ujarnya.

Fatoni juga menekankan pentingnya peran ulama dalam menyebarkan pesan kebaikan dan solusi bagi masyarakat. Ia mengajak para ulama untuk terlibat aktif dalam mendukung agenda nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada November mendatang. “MUI sebagai tenda besar umat memiliki peran penting dalam memastikan pesan yang disampaikan kepada masyarakat dapat membawa manfaat bersama,” tambahnya.

Ketua Umum MUI Sumut, H. Maratua Simanjuntak, menjelaskan bahwa kerjasama antara MUI Sumut dan Univa bertujuan untuk mencetak ulama yang memiliki pemahaman mendalam tentang Islam, terutama dalam menguasai Kitab Turast. “Kerjasama ini sangat penting dalam menyiapkan generasi ulama yang berintegritas dan mampu menjelaskan aspek-aspek penting dalam Islam sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadis,” jelas Maratua.

Program PTKU MUI Sumut memberikan pendidikan berasrama selama enam semester, di mana setelahnya para peserta akan melanjutkan pendidikan jenjang S1 dengan fokus pada penguasaan Kitab Turast.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan dan pemberian bingkisan kepada 120 anak yatim dari Kota Medan dan sekitarnya, menambah kehangatan dan keberkahan dalam momentum bersejarah ini.

DSN MUI Perwakilan Sumatera Utara Serahkan Laporan Tahunan ke DSN MUI Pusat

0

muisumut.or.id, Jakarta, 11 September 2024 – Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Perwakilan Sumatera Utara resmi menyerahkan laporan tahunan kepada DSN MUI Pusat. Laporan tersebut diserahkan langsung oleh Koordinator DSN MUI Perwakilan Sumatera Utara, Dr. Ardiansyah, LC, MA, kepada Sekretaris Badan Pelaksana Harian (BPH) DSN MUI Pusat, Prof. Dr. H. Jaih Mubarok, S.E., M.H., M.Ag, dalam acara Workshop Pra-Ijtima Sanawi (Annual Meeting) DPS IX Tahun 2024.

Prof. Jaih Mubarok menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DSN MUI Perwakilan Sumatera Utara, terutama dalam hal sosialisasi fatwa-fatwa DSN MUI. “Kami sangat menghargai upaya DSN MUI Sumatera Utara dalam menyosialisasikan fatwa-fatwa yang menjadi pedoman bagi perkembangan ekonomi syariah di daerah. Ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menguatkan prinsip-prinsip syariah di tengah masyarakat,” ungkap Prof. Jaih.

Dalam penyerahan laporan tersebut, Dr. Ardiansyah menegaskan bahwa penyampaian laporan ini merupakan bagian dari tanggung jawab DSN MUI Perwakilan. “Setiap tahun, kami selalu memberikan laporan kepada DSN MUI Pusat, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilakukan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tahun ini, laporan disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan Workshop Pra-Ijtima Sanawi DPS IX yang digelar pada Rabu, 11 September 2024.

Dr. Ardiansyah berharap, melalui kegiatan-kegiatan yang dilaporkan ini, DSN MUI Sumatera Utara dapat terus berperan aktif dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis syariah. “Kami berharap DSN MUI Perwakilan Sumut mampu mendorong penerapan ekonomi syariah dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Setiap kekuatan keumatan harus bersatu padu untuk terus menggaungkan prinsip-prinsip ekonomi syariah,” jelasnya.

Laporan kegiatan ini mencakup berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DSN MUI Sumatera Utara, khususnya dalam hal kolaborasi dengan bank-bank syariah dalam upaya memasayakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat, termasuk upaya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya ekonomi syariah serta implementasi fatwa DSN MUI di Sumatera Utara. DSN MUI Sumut berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

 

4o

Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Armai Arief, Kunjungi PTKU MUI Sumatera Utara

0

Medan, muisumut.or.id – Prof. Armai Arief, MA, Guru Besar UIN Jakarta yang juga Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia serta Ketua Komisi Pendidikan MUI Pusat, melakukan kunjungan ke Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara, Sabtu 7 September 2024. Dalam kunjungannya, Prof. Armai menyampaikan berbagai hal penting terkait program PKU (Pendidikan Kader Ulama) yang telah lama diinisiasi oleh MUI Pusat.

Prof. Armai menjelaskan bahwa terdapat dua model PKU yang dilaksanakan oleh MUI. “Model reguler memberikan sertifikat dari MUI serta ijazah dari perguruan tinggi yang bekerjasama dengan MUI. Sementara itu, model non-reguler hanya memberikan sertifikat dari MUI tanpa kerjasama dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Beliau juga mengungkapkan adanya program lanjutan berupa S2 dan S3, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Di Pusat, kami juga menyelenggarakan program S2 yang bekerjasama dengan BAZNAS, sementara untuk program S3, tersedia peluang studi ke Maroko, Al Azhar, atau tiga perguruan tinggi di Indonesia yang telah bekerjasama dengan MUI, khususnya dalam bidang Islamic Studies,” jelasnya. Prof. Armai menekankan pentingnya bagi alumni PKU untuk melanjutkan studi ke jenjang Strata II dan III, dengan memanfaatkan kesempatan beasiswa yang tersedia bagi pengurus MUI.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya alumni Kader Ulama memahami tugas pokok dan fungsi MUI dalam pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam menyebarkan pemahaman Islam Washatiyah yang diusung oleh MUI. “Moderasi beragama adalah langkah yang baik untuk menjaga keharmonisan antaragama. Jika ada perbedaan, cukup didialogkan tanpa saling menghujat,” tambahnya. Beliau juga menekankan bahwa Pancasila, terutama sila pertama, memiliki nilai-nilai Islami yang kuat.

Prof. Armai mengakhiri kunjungannya dengan menekankan peran alumni PKU sebagai desiminator, pembimbing, dan pendamping keagamaan di tengah masyarakat. “Sebagai MUI, kita harus menjadi tempat bertanya dan memberikan solusi bagi umat,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Direktur PTKU MUI Sumut, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA, Wakil Direktur Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., MA, dan Sekretaris PTKU, Dr. Irwansyah, M.H.I.

4o

Tingkatkan Layanan dan Pengelolaan Administrasi, MUI Pusat Laksanakan Monitoring & Evaluasi di MUI Sumut

muisumut.or.id, Medan, 1 Jumadil Awal 1446 H – Tim Monitoring & Evaluasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang dipimpin oleh Buya Drs. Pasni Rusli, didampingi Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si dan Trisna Ningsih Juliati, SM, MM, melaksanakan kunjungan kerja ke MUI Sumatera Utara (Sumut), Rabu (4/09-2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau capaian program kerja dan evaluasi layanan yang diberikan oleh MUI Sumut kepada umat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Sumut, Dr. H Maratua Simanjuntak, menyambut baik kedatangan Tim Monitoring & Evaluasi dari MUI Pusat. Dalam sambutannya, Maratua menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut yang dinilai sangat penting dalam peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan program di MUI Sumut. “Kegiatan ini merupakan bagian penting dari evaluasi MUI Sumut, sehingga kami dapat meningkatkan kualitas untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” ujar Maratua.

Dr. Maratua juga menyoroti beberapa program prioritas yang telah sukses dilaksanakan, termasuk program Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU), yang dirancang sebagai program pendidikan khusus kader ulama selama tiga tahun penuh secara berasrama. “Tujuan utama dari PTKU adalah agar mahasiswa mampu membaca dan memahami Kitab Kuning sebagai standar penting bagi ulama. Setelah menyelesaikan program ini, mereka juga diberi kesempatan untuk meraih gelar Sarjana Strata-1 di Universitas Al Washliyah Medan,” jelas Maratua, seraya menambahkan bahwa banyak alumni program ini kini telah mengabdi di berbagai sektor masyarakat.

Selain itu, Maratua menjelaskan perkembangan terkait penerbitan fatwa oleh MUI Sumut dalam menjawab problematika keumatan, salah satunya fatwa mengenai Nabi Muhammad sebagai Allah. “Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh elemen umat, MUI Sumut berhasil memenangkan proses peradilan terkait kasus tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur Sumut, Dr. A. Fatoni, yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Sumut, Dr. H Asren Nasution, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring & evaluasi ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan gambaran jelas mengenai sejauh mana program yang telah dicanangkan berjalan. “Monitoring ini juga memberi kesempatan untuk memperbaiki kekurangan serta merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan ke depan,” ungkap Asren.

Menurut Pj Gubernur, evaluasi yang menyeluruh sangat penting untuk menyelesaikan permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus. “MUI berperan sebagai pilar dalam menjaga moralitas umat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Buya Drs. Pasni Rusli dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan utama dari monitoring & evaluasi ini adalah untuk menilai dan mendalami seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh MUI di daerah, sekaligus memastikan ketertiban dalam pengelolaan administrasi serta pelayanan kepada masyarakat. Buya Pasni juga memberikan apresiasi kepada MUI Sumut yang berhasil menempati posisi kedua terbaik secara nasional. “Saya berharap MUI Sumut dapat menerapkan standar ISO dalam layanan sebelum akhir tahun 2024,” pesannya.

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan MUI Sumut dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan administrasi, sehingga dapat menjadi model bagi MUI di wilayah lain dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat.

4o

Pertemuan MUI Sumut dengan Pj Gubernur A Fatani Bahas Monev MUI Pusat & Kolaborasi Strategis

muisumut.or.id, Medan, 3 September 2024, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) mengadakan pertemuan penting dengan Pj Gubernur Sumatera Utara, A Fatani, yang didampingi oleh beberapa pejabat seperti Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Bappeda. Pertemuan ini berkaitan dengan datangnya Tim Monev dari MUI Pusat pada Rabu 4 September 2024. Pertemuan yang bertempat di kantor Gubernur lantai 10 juga  membahas kolaborasi strategis antara MUI Sumut dan Pemerintah Provinsi dalam berbagai program, serta menyampaikan pesan dari Gubernur. Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Umum, Dr. H. Arso, Sekretaris Umum, Prof. Asmuni, MA, Bendahara Umum, H. Sotar Nasution, dan beberapa Dewan pimpinan lainnya

Dalam sambutannya, Pj Gubernur mengucapkan terima kasih kepada MUI Sumut atas peran pentingnya dalam mengayomi umat dan memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan daerah. “MUI merupakan mitra penting dalam menjaga keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat. Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan yang berkolaborasi dengan berbagai dinas di Pemprov,” ungkap A Fatani.

Pj Gubernur juga menekankan pentingnya Sumatera Utara sebagai barometer nasional dengan keragaman etnis yang mencerminkan kohesi sosial. “Sumut merupakan wilayah multi-etnis, dengan delapan suku asli serta pendatang, dan menjadi kota terbesar kedua di Indonesia. Kita harus menjaga keamanan dan kesejahteraan daerah ini,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan pula bahwa MUI Sumut pernah meraih peringkat pertama secara nasional dan pada mendapat peringkat kedua tahun 2022, salah satunya berkat hubungan baik dan kemitraan yang terjalin dengan pemerintah.

Wakil Ketua Umum MUI Sumut, H Arso, menyampaikan bahwa program pendidikan kader ulama yang sedang berjalan merupakan hasil kerjasama erat dengan Pemprov. “Kami baru saja menggelar acara silaturrahim ulama, di mana salah satu visinya adalah mendukung program pemerintah,” ujar H Arso.

Sekretaris Umum MUI Sumut juga menambahkan, bahwa MUI Sumut kini tengah mempersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi ISO. “Kami sudah memulai pelatihan menuju ISO, yang menuntut digitalisasi, transparansi, dan profesionalisme. Kami akan terus berkonsultasi dengan Biro Kesra untuk mendukung proses ini,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, Pj Gubernur menyampaikan harapan agar MUI turut mendukung kesuksesan PON yang akan segera berlangsung. “Ini momen yang jarang terjadi, dan kami berharap dukungan dari MUI, masjid-masjid serta berbagai tempat lainnya,” ucapnya.

Pj Gubernur juga berpesan agar MUI membantu mendorong partisipasi masyarakat dalam Pilkada yang akan datang. “Kami ingin memastikan bahwa semua datang ke TPS dan berperan aktif dalam demokrasi,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi yang kuat antara MUI dan Pemerintah Provinsi, diharapkan MUI Sumatera Utara kembali mendapat ranking pertama sehingga Sumatera Utara terus menjadi wilayah yang aman, makmur, dan harmonis bagi semua etnis dan agama.

Dr. H. Maratua Simanjuntak: Persiapan Menjadi Ulama Pewaris Nabi

muisumut.or.id, Medan, 2 September 2024 – Pada momen Kuliah Umum dan Orientasi Mahasiswa Program Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumatera Utara Angkatan VIII, Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan ceramah berjudul “Tugas dan Tanggung Jawab Ulama”. Acara ini bertempat di Aula MUI Sumut pada 28 Shafar 1446 H atau bertepatan dengan 2 September 2024.

Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Maratua Simanjuntak membuka dengan kutipan Al-Qur’an Surah Al-Fatir ayat 28, yang menegaskan bahwa hanya para ulama yang memiliki rasa takut yang mendalam kepada Allah, sebagaimana terjemahannya: “Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama.” Beliau menegaskan pentingnya peran ulama sebagai penjaga agama dan pemandu umat dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Ulama dan Perannya

Dalam paparannya, Dr. Maratua menjelaskan bahwa ulama adalah mereka yang memiliki pemahaman mendalam tentang akidah, syariah, muamalah, dan akhlak. Ulama tidak hanya memimpin dalam urusan agama, tetapi juga membimbing umat dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Mengutip pernyataan Imam Hasan Al-Bashri, “Andai bukan karena ulama, manusia akan seperti binatang,” beliau menegaskan bahwa ulama adalah cahaya yang menerangi umat di tengah kegelapan dunia.

Dr. Maratua menyebutkan lima fungsi utama ulama, mengutip pandangan Syekh Abu’Abdillah Muhammad bin Haji Isa al-Jazairiy:

  1. Mursyid ke Jalan Allah: Ulama adalah pewaris para nabi yang membawa ilmu dan syariat Allah kepada umat.
  2. Pilar Kehidupan Dunia: Ulama juga menjadi panduan dalam urusan duniawi seperti muamalah, pernikahan, dan interaksi sosial, memastikan bahwa umat tidak hanya sukses dalam ibadah tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Penjaga Aqidah Islam: Ulama bertindak sebagai benteng dalam menjaga kemurnian aqidah dan menolak segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak Islam.
  4. Penjaga dari Penyakit Sosial: Kehadiran ulama di tengah masyarakat mampu mengurangi penyebaran penyakit sosial seperti narkoba, miras, dan perilaku menyimpang lainnya.
  5. Pemersatu Umat: Ulama berperan dalam menjaga persatuan umat dengan mengajak untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali-Imran ayat 103.

Tanggung Jawab Mahasiswa PTKU

Di akhir kuliah umum, Dr. Maratua menekankan bahwa mahasiswa PTKU harus siap mengemban tanggung jawab besar sebagai kader ulama di masa depan. Mereka diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga memiliki akhlakul karimah, meneladani sifat-sifat Rasulullah, dan menjadi pelayan umat (khodimul ummah) dengan niat yang ikhlas hanya untuk Allah.

Beliau berharap mahasiswa PTKU MUI Sumut mampu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi penerus yang menjaga dan membimbing umat menuju kebaikan, serta membangun masyarakat yang lebih baik. “Semoga Allah memberi taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua,” tutup Dr. Maratua Simanjuntak dalam kuliah umumnya.

Acara ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru PTKU dalam memahami peran strategis yang akan mereka emban di masa depan sebagai ulama pewaris nabi.

 

4o

Perkuliahan Perdana Mahasiswa PTKU MUI Sumut Angkatan VIII Resmi Dimulai

muisumut.or.id, Medan, -Perkuliahan Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Angkatan VIII secara resmi dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, di Aula MUI Sumut. Acara yang berlangsung pada Senin 2 September 2024 ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum MUI Sumut sekaligus Pengarah PTKU, Dr. H. Arso, MH, Direktur PTKU, Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA, Sekretaris PTKU, Dr. Irwansyah, M.H.I., serta para dosen dan pengurus MUI Sumut lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. H. Maratua Simanjuntak menekankan rasa syukur atas dimulainya perkuliahan bagi angkatan ini. “Pertama, kita harus bersyukur bahwa seleksi tahun ini benar-benar berdasarkan nilai yang ketat, memastikan kualitas mahasiswa yang diterima. Kedua, kami bersyukur karena para mahasiswa yang terpilih mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui APBD selama tiga tahun untuk biaya akomodasi dan konsumsi. Ini adalah amanah dari rakyat yang harus kita syukuri dalam ucapan dan perbuatan,” ujar Maratua.

Beliau juga menyampaikan bahwa PTKU MUI Sumut adalah satu-satunya program di Indonesia yang memiliki sistem perkuliahan penuh selama tiga tahun, bekerja sama dengan perguruan tinggi hingga tingkat S1. “Mahasiswa PTKU harus bertanggung jawab atas apa yang diberikan Allah dan MUI. Mereka juga harus berterima kasih kepada orang tua yang telah mendukung sejak kecil hingga mereka mencapai tahap ini,” tambahnya.

Dalam orientasi kampus, para mahasiswa dikenalkan dengan berbagai ketentuan yang harus mereka patuhi, termasuk larangan menikah, berpacaran, merokok, serta kegiatan lain yang dapat mengganggu proses akademik. “Ikutilah semua peraturan dengan tekad yang kuat dan ikhlas hanya karena Allah. Kalian akan menjadi kader ulama yang berperan penting di masa depan,” tutup Maratua.

Acara ini menandai langkah awal mahasiswa PTKU Angkatan VIII dalam menjalani pendidikan yang intensif selama tiga tahun ke depan.

Rumusan dan Rekomendasi Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara Tahun 2024

muisumut.or.id, Medan – Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara yang diselenggarakan pada Jumat-Sabtu, 30-31 Agustus 2024, di Hotel Grand Inna Medan, menghasilkan rumusan setelah mendengarkan paparan narasumber, yaitu:

  1. Buya Dr. H. Anwar Abbas, MM., MM (Wakil Ketua Umum MUI) mengenai Sinergitas Ukhuwah Islamiyah dan Kebangsaan dalam Membangun Peradaban Profetik;
  2. Dr. H. Maratua Simanjuntak (Ketua Umum MUI Sumut) mengenai Urgensi Silaturahim untuk Merajut Kebersamaan dan Kekuatan Bangsa;
  3. Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag (Tokoh Akademisi Sumatera Utara) mengenai Ukhuwah Islamiyah dan Kebangsaan dalam Perspektif Tokoh Politik Sumut;
  4. Dr. H. Ali Imran Sinaga (Tokoh Cendekiawan Muslim) mengenai Ukhuwah Islamiyah dan Kebangsaan dalam Perspektif Cendekiawan Muslim;
  5. Prof. Dr. dr. Arlinda Sari Wahyuni, M.Kes (Tokoh Perempuan Sumut) mengenai Peranan Dakwah Wanita dalam Membangun Sinergitas Ukhuwah Islamiyah dan Kebangsaan.

Setelah mencermati paparan narasumber, pertemuan ini menghasilkan Rumusan dan Rekomendasi sebagai berikut:

A. Rumusan:

  1. Ukhuwah Islamiyah harus diperkuat dengan prinsip ta’aruf, tafahum, ta’awun, tasamuh, takaful, serta membangun kemaslahatan dan ukhuwah wathaniyah untuk mengentaskan kemiskinan.
  2. Ukhuwah Wathaniyah telah terbukti melahirkan NKRI, dan harus dilanjutkan dengan memperkuat sistem kepemimpinan nasional yang berpihak kepada kepentingan rakyat, kebenaran, dan kebajikan.
  3. Sinergitas ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan harus ditingkatkan melalui 12 potensi strategis, khususnya dalam memperkuat ekonomi syariah melalui dakwah ekonomi dan silaturahmi produktif.
  4. MUI dan cendekiawan harus menjadi pilar utama dalam merajut silaturahim antar ormas Islam menuju Indonesia Maju 2045, memperkuat ukhuwah sebagai kekuatan bangsa.
  5. Perlu upaya konkret dalam memperkuat nilai-nilai moral dan etika, menolak produk hukum yang merendahkan derajat kemanusiaan seperti PP No. 28 Tahun 2024, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, serta basyariyah.
  6. Umat Islam harus bersatu mengatasi dominasi oligarki yang mempengaruhi politik dan ekonomi, dengan memperkuat ukhuwah di semua lini kehidupan.
  7. Gerakan dakwah perlu dilakukan secara masif untuk mempertahankan dan memperluas ajaran Islam, melibatkan semua elemen umat dengan berbagai metode dakwah yang sinergis dan berkesinambungan.
  8. Politik Islam harus beretika dan beradab untuk menjaga keutuhan bangsa, mengisi visi misi Indonesia Maju 2045.
  9. Partisipasi umat Islam dalam politik penting untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

B. Rekomendasi:

  1. Membentuk Forum Silaturahim Umat Islam Sumatera Utara yang terdiri dari lintas ormas Islam, untuk memperkuat ukhuwah.
  2. Umat Islam harus meneguhkan ukhuwah dengan menganggap perbedaan sebagai rahmat, tidak sebagai perpecahan, serta meningkatkan ukhuwah ekonomi dan politik sesuai rekomendasi Kongres Ekonomi Umat 2017 dan Ijtimak Ulama 2009.
  3. Dakwah Islamiyah perlu lebih diperhatikan, terutama di daerah terpencil yang rawan pemurtadan.
  4. Umat Islam harus mengubah paradigma konsumtif menjadi produktif melalui pendidikan kewirausahaan kepada generasi muda.
  5. Kaum wanita dan organisasi perempuan diharapkan lebih aktif dalam berbagai gerakan keagamaan dan sosial, serta memperkuat peran dalam mengukuhkan ukhuwah.
  6. Pemerintah diharapkan merevisi PP No. 28 Tahun 2024, terutama pasal-pasal kontroversial yang melibatkan MUI dan ormas keagamaan.

Rumusan dan Rekomendasi ini diterbitkan sebagai hasil Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara Tahun 2024, demi memperkuat persatuan dan ukhuwah umat.

Medan, 31 Agustus 2024
Tim Perumus:

  1. Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA
  2. Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA
  3. Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, MA
  4. Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum
  5. Dr. Irwansyah, M.H.I

Mengetahui:
Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara
Dr. H. Maratua Simanjuntak

Silaturahmi Ulama Sumut: Putrama Alkhari Soroti Pentingnya Ekonomi sebagai Kunci Kesejahteraan Umat

muisumut.or.id, Medan – Sekretaris Bidang, Putrama Alkhari, dalam acara Pertemuan Silaturahmi Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Sumatera Utara yang berlangsung di Hotel Dharma Deli pada Jumat dan Sabtu, 30-31 Agustus 2024, menekankan pentingnya fokus umat Islam dalam memperkuat sektor ekonomi. Menurutnya, persoalan ekonomi adalah masalah terbesar yang dihadapi umat Islam saat ini, dan semua ormas sepakat bahwa masalah ini tidak memicu perbedaan pandangan (khilafiah), sehingga bisa menjadi bidang yang harus diperbaiki bersama.

Putrama menyoroti ceramah Buya Anwar Abbas bahwa ekonomi juga merupakan faktor utama dalam menentukan kepemimpinan bangsa. Buya memberikan contoh pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, di mana para pengusaha dikendalikan untuk menjaga kekuasaan. “Pada awalnya, Soeharto mendapat dukungan penuh dari tokoh-tokoh Islam. Namun, seiring waktu, melalui partai-partai Islam seperti Masyumi dan NU, dukungan tersebut mulai menjauh, sementara kelompok nasionalis justru mendekat. Akibatnya, partai-partai nasionalis terus mendominasi perolehan suara dalam pemilu, dan partai Islam tidak pernah menang,”

Buya Anwar Abbas  juga menyinggung bagaimana, pada masa akhir kepemimpinan Soeharto, tokoh-tokoh Islam kembali mendekat melalui organisasi seperti ICMI, yang terkenal dengan ‘ijo royo-royo’. Namun, setelah reformasi, strategi penguatan umat Islam dinilai lemah. “Perubahan UUD tidak menguntungkan umat Islam, malah lebih fokus pada demokrasi yang cenderung liberal, melahirkan oligarki di bidang politik dan ekonomi,” ujar Putrama.

Putrama Alkhari mengusulkan pembentukan struktur ekonomi yang ideal berbentuk ketupat, bukan piramida. “Saat ini, ekonomi dikuasai segelintir orang yang bukan dari kalangan umat Islam. Sebagai langkah strategis, pertama, kita harus memperbesar jumlah pengusaha Muslim. Kedua, umat harus bersatu dalam menentukan pemimpin melalui silaturahmi yang kuat, sehingga lahir pemimpin yang menggunakan hak prerogatifnya untuk membuat kebijakan afirmatif yang menguntungkan umat Islam,” tambahnya.

Dalam pandangan global, Putrama menyebut bahwa berbagai negara dan tokoh dunia memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu dari empat besar negara maju dunia dengan kesuksesan ekonomi yang besar. “Masih ada harapan bagi umat Islam untuk mengambil langkah strategis ke depan,” katanya.

Ia juga menyoroti perlunya kesatuan pandangan ulama, tokoh, dan cendekiawan Muslim Sumut dalam melihat perbankan syariah sebagai sistem terbaik. “Umat lain dan negara-negara non-Muslim melihat kelebihan perbankan syariah ini sebagai sistem yang unggul. Karena itu, diperlukan silaturahmi yang produktif untuk menyatukan pandangan ini demi kepentingan umat,” pungkasnya.

Acara silaturahmi ini dihadiri oleh berbagai ulama, tokoh, dan cendekiawan Muslim dari seluruh Sumatera Utara yang bersama-sama membahas peran strategis mereka dalam membangun kesejahteraan umat melalui penguatan ekonomi dan kepemimpinan.

4o

Kuliah Subuh Silaturahim Ulama MUI Sumut “Tujuh Kekuatan Besar Harus Jadi Milik Umat”

muisumut.or.id, Medan, 26 Shafar 1446 H – Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Abdullah Jamil, M.Si., menyampaikan kuliah subuh usai salat Subuh berjemaah dalam rangkaian kegiatan silaturahim ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim Sumatera Utara di Masjid Grand Inna, Medan, pada Sabtu (26 Shafar 1446 H/31 Agustus 2024 M).

Mengawali tausiyahnya, Guru Besar Ilmu Komunikasi Islam UIN Sumatera Utara ini mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 110 yang mengingatkan bahwa umat Islam ditakdirkan sebagai umat terbaik di muka bumi, yakni dengan menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Namun, menurut Prof. Abdullah, meskipun umat Islam mayoritas di dunia, kenyataannya kita belum menjadi yang terbaik dan tidak memimpin kemajuan dunia. “Justru sebaliknya, di hampir semua sektor umat Islam gagal menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Beliau menyoroti bahwa di sektor ekonomi, umat Islam hanya sedikit yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. “Pada sektor lain, peran strategis umat juga semakin kurang signifikan,” lanjutnya.

Hadir dalam acara ini Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, Wakil Ketua Umum Dr. H. Arso, S.H., M.H., serta para peserta silaturahmi ulama.

Tujuh Kekuatan Besar Umat

Dalam tausiyahnya, Prof. Abdullah mengutip pandangan Sayyid Sabiq, seorang cendekiawan muslim, tentang tujuh kekuatan besar yang harus dimiliki umat Islam. Pertama adalah kekuatan akidah, yang menjadi pondasi utama. Kekuatan akidah ini penting sebagai dasar dari semua penguatan lainnya.

Kedua, kekuatan ibadah yang menjadi kebutuhan rohani dan nutrisi spiritual bagi umat, memperkuat iman dan memperkokoh kedudukan umat di mata Allah.

Ketiga, kekuatan akhlak. “Akhlak yang baik harus dikampanyekan oleh umat sehingga kemajuan yang diraih akan membawa kemaslahatan bagi seluruh manusia,” jelas Prof. Abdullah.

Keempat, kekuatan ilmu. Umat Islam harus terus belajar dan mencari ilmu. Bahkan, ayat pertama yang diturunkan Allah dalam Al-Qur’an adalah perintah untuk membaca.

Kelima adalah persatuan umat, salah satu kunci utama kemajuan. “MUI hadir sebagai tenda besar yang menghimpun 58 organisasi kemasyarakatan Islam untuk menyatukan potensi umat demi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Keenam, kekuatan ukhuwah sebagai perekat persatuan dan solidaritas umat yang menjadi penguat persatuan bangsa.

Terakhir, ketujuh adalah kekuatan ekonomi. “Hanya dengan ekonomi yang kuat, umat Islam akan diperhitungkan dalam pergaulan dunia,” tegas Prof. Abdullah, mengakhiri tausiyahnya dengan ajakan agar umat mulai memperkuat posisi ekonominya dalam segala aspek kehidupan.