Monday, March 9, 2026
spot_img
Home Blog Page 76

Pelantikan Pengurus UPZ MUI Sumut: Komitmen Baru untuk Mengentaskan Kemiskinan

0

muisumut.or.id-Medan, 06 Februari 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan pelantikan pengurus Unit Pelayanan Zakat (UPZ) pada hari Selasa, 06 Februari 2024. Pengurus ini akan bertugas selama periode 2024-2029.

Pengurus UPZ MUI Sumut yang dilantik terdiri dari:

Penasehat: Dr. H. Maratua Simanjuntak

Ketua: KH. Akhyar Nasution, Lc., MA

Sekretaris: Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc., MA

Bendahara: Dr. H. Saparuddin Siregar SE., Ak., MA., CA., SAS

Anggota: Muhammad Puadi Harap, SH., M.Pd, Ali Suman Daulay, S.Ag, dan Elfika Anggraini, SE.

Dengan kerendahan hati, KH. Akhyar Nasution, Lc., MA, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai Ketua UPZ MUI Sumut. Dalam sambutannya, beliau dengan tegas menegaskan komitmennya untuk bekerja secara optimal dalam menjalankan tugas yang diamanahkan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin UPZ MUI Sumut. Ini merupakan amanah yang sangat besar, dan saya akan berusaha menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Saya percaya, dengan kerja keras dan dukungan dari seluruh anggota pengurus dan elemen-elemen yang memiliki visi sama, kita dapat bersama-sama mengentaskan kemiskinan di wilayah ini,” ucap KH. Akhyar.

Beliau juga menekankan bahwa kerjasama yang harmonis antara UPZ MUI Sumut dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama tersebut. KH. Akhyar menyatakan kesiapannya untuk menerima bimbingan dan masukan dari berbagai pihak demi mengoptimalkan peran UPZ MUI Sumut dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Saya tidak akan berjalan sendirian dalam melaksanakan tugas ini. Saya siap bekerja sama dengan elemen-elemen yang memiliki visi sama, yakni mengentaskan kemiskinan. Mari bersama-sama kita wujudkan impian ini untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Di samping itu, Dewan Penasehat sekaligus Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. Maratua Simanjuntak, dalam arahannya, menggarisbawahi pentingnya peran UPZ MUI Sumut sebagai langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan. Beliau menyampaikan, “Pelantikan pengurus UPZ ini adalah momentum penting bagi MUI Sumut untuk lebih aktif dalam berperan serta dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam hal penyaluran zakat. Kami yakin, dengan kekompakan dan kolaborasi yang baik, UPZ MUI Sumut dapat memberikan kontribusi signifikan untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dr. Maratua.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada KH. Akhyar Nasution sebagai Ketua UPZ MUI Sumut yang baru. Dalam sambutannya, beliau menyatakan, “Selamat kepada KH. Akhyar dalam memimpin UPZ MUI Sumut. Saya memahami bahwa tugas ini tidaklah ringan, karena seringkali zakat menjadi hal yang terabaikan. Orang seringkali takut berdosa jika tidak melaksanakan salat, namun jika tidak berzakat, dianggap biasa saja. Oleh karena itu, literasi zakat perlu terus dikembangkan agar umat tidak hanya mengetahui zakat fitrah, tetapi juga zakat mal,” ungkapnya.

Ketua Baznas Sumatera Utara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung UPZ MUI Sumut dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan. “Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya zakat dalam menjaga keadilan sosial dan meredam kesenjangan ekonomi di tengah-tengah masyarakat kita,” pungkasnya.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Ketua Baznas Sumatera Utara dan jajaran, Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, Pengurus MUI Sumatera Utara, serta perwakilan Ormas Islam di Sumatera Utara. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam upaya MUI Sumut untuk lebih aktif dalam pengentasan kemiskinan melalui UPZ. (Yogo Tobing)

MASJID LAMA GANG BENGKOK ANTARA PADUAN ARSITEKTUR DAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

0

Tim Majalah Media Ulama MUI SU sampai di Masjid Lama Gang Bengkok di Jalan Masjid Kelurahan Kesawan. Suasana masih sepi. Deru bengkel kenderaan tak jauh dari lokasi Masjid itu, belum terdengar. Cahaya matahari kekuningan masuk ke kaki masjid yang sejuk ini.

Masjid yang didominasi warna kekuningan sebagai identitas Melayu terasa begitu kental. Kami duduk ngobrol sembari mengamati arsitektur masjid yang dibangun pada tahun 1874 itu. Inilah masjid tertua kedua di kota Medan, setelah Masjid Al-Osman berdiri tahun 1854, berlokasi di Jalan Yos Sudarso KM 17,5 arah Belawan. Sedangkan Masjid tertua ketiga, Masjid Al-Mahsun didirikan tahun 1909 yang sekarang dikenal sebagai Masjid Raya Medan, berlokasi di Jalan Mahkamah.

Nama masjid Lama Gang Bengkok terasa unik. Nama ini seakan tidak memiliki identitas khusus, misalnya identitas Arab, atau nama tokoh -tokoh tertentu sebagaimana lazimnya masjid-masjid di Indonesia. Lihat saja nama masjid Al-Osmani atau masjid Al-Mahsun. Nama Gang Bengkok mungkin untuk memudahkan ingatan saja. Masjid ini berada di salah satu gang di Jalan Masjid Kelurahan Kesawan, dengan jalan menikung persis di depannya.

Percampuran Arsitek Cina,Persia dan Melayu

Matahari mulai tinggi dan suhu di dalam masjid mulai terasa panas. Kamipun mulai menjelajahi bagian sudut masjid itu untuk mendapatkan sesuatu yang mungkin beda dengan masjid lain. Masjid ini memiliki ruang utama 18 x 18 M. Ada mihrab  untuk khatib menyampaikan khutbahnya

Mihrab berwarna kuning keemasan berjenjang dengan 13 anak tangga. Seperti dibanyak masjid dengan ornamen Melayu, mihrab di Masjid Lama ini pun tampak ukiran Melayu yang kental. Bedanya, di mihrab bagian atas sebelah kiri ada bendera berwarna hijau. Kami menanyakan makna simbol bendera tersebut kepada Wakil BKM Masjid Lama Gang Bengkok, Nasrul Tanjung, yang menemani kami, namun beliau tak memberi jawaban.

Selain itu, ada gambar bulan dan bintang yang terbalik. Biasanya bulan (sabit) dibagian bawah kemudian ada bintang di atasnya dan tidak ada tulisan apapun. Menurut Nasrul, anak dari Hubban Tanjung, salah seorang imam masjid itu, bendera itu sudah ada sejak ia hadir dimasjid itu. Bendera yang terpasang saat ini adalah duplikat bendera aslinya.”Yang asli disimpan kenazira karena sudah lapuk,” paparnya

Arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok memiliki percampuran artsitektur Cina, Parsia Melayu. Pertapakan masjid ini diwakafkan oleh Datuk Kesawan, Datuk H. Mohammad Ali. Pembangunannya sumbangan dari Tjong A. Fie salah seorang pengusaha di Medan. Setelah selesai masjid tersebut diserahkan kepada Sultan Deli Makmun Arrasyid

Jika dilihat arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok, seperti atap tanpa kubah, merupakan gambungan dari arsitek Cina, Persia dan Melayu. Masjid ini menjadi bagian

dari saksi sejarah bahwa kerukunan umat beragama Tjong A. Fie ( Cina), Persia dan Melayu (Sultan Deli) sudah terjalin pada masa itu.

“Kader Ulama Bersama Umat” PTKU MUI Sumut mengabdi di 5 Kab/kota di Sumut

muisumut.or.id, Pendidikan Tinggi Kader Ulama MUI Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Pengabdian Masyarakat di 5 (lima) Kab/kota, yakni  Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Pakpak Bharat. Pengabdian masyarakat yang mengangkat tema “Kader Ulama bersama umat” berlangsung dari 10 Januari hingga 10 Februari 2024.

Dr. Irwansyah selaku ketua Panitia pelaksana menyampaikan bahwa Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu tugas wajib mahasiswa kader ulama sebelum menyelesaikan perkuliahan. “Diharapkan kegiatan ini mampu membina mahasiswa calon-calon ulama masa depan, dalam peningkatan kualitas mahasiswa PTKU MUI Sumatera Utara.” ujarnya sebelum keberangkatan

“Hal ini perlu untuk melatih diri mahasiswa agar bisa bergaul dengan masyarakat luas dengan menyampaikan dakwah Islam ditengah-tengah masyarakat. Selain itu, meningkatkan kreatifitas dakwah mahasiswa PTKU MUI SU sebagaimana tujuan Pendidikan Tinggi Kader Ulama MUI Sumatera Utara untuk melahirkan ulama yang ahli agama, pengamal agama dan pembela agama.” lanjutnya

Oleh karena itu, kegiatan ini akan dilaksanakan di beberapa tempat di Sumatera Utara yaitu di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Pakpak Bharat hal ini sesuai dengan hasil Rapat Pengurus PTKU MUI SU tanggal 02 Januari 2024 tentang persiapan pengabdian masyarakat mahasiswa PTKU MUI SU.

Adapun waktu kegiatan pengabdian masyarakat Tanggal 10 Januari 2024 s/d 10 Februari 2024 yang bertempat di Desa X Kec. Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, Darul Madani Desa Bandar Setia Kec. Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Pesantren Zakiyun Najah Desa Firdaus Kec. Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, Yayasan Pendidikan Islam Balige Kabupaten Toba, Desa Tambun Sungkean Kec. Onanrunggu Kabupaten Samosir dan Kabupaten Pakpak Bharat dengan jumlah 21 orang Mahasiswa, 7 Orang Pendamping/Pengawas.

Sebelum Pelaksanaan Kegiatan tersebut, maka telah dilaksanakan Pembekalan Mahasiswa yang dilaksanakan pada tanggal 08 Januari 2024 di Aula MUI Provinsi Sumatera Utara dengan menghadirkan 4 orang Narasumber, hal ini agar mahasiswa lebih percaya diri ketika berhadapan dengan umat

Kegiatan Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah terbagi pada 3 bagian sebagai berikut : 1. Bidang Ibadah diantaranya Pelatihan praktek Wudhu, Salat Rawatib, Ralat Sunnah, Zikir Sebelum dan Sesudah Salat dll. 2. Bidang Ceramah/Pengajian/Tausyiah 3. Bidang Mengajar diantaranya Pelatihan membaca Alquran, Iqro’, Tahsin, Qiraáh, Tahfiz Surah-Surah Pendek, Taktim Tahlil dll

199 Meter Menara Masjid Agung Kota Medan

0

Dibangun di pusat kota Medan persis di samping kantor gubernur Sumatera Utara, Masjid Agung bakalan menjadi salah satu ikon kota Medan. Pembangunan Masjid Agung Medan melibatkan berbagai tokoh yang sangat berpengaruh di daerah Sumatera Utara. Sebut saja Edy Ramayadi (Gubernur Sumatera Utara), alm. Haji Anif, H. Ijek (Wakil Gubernur Suma- tera Utara), dan H. Maslin Batubara. Mesjid Agung Medan sudah beberapa kali direnovasi dan dipugar. Peletakan batu pertama untuk renovasi tahun 2016 dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Hingga saat ini proses renovasi masih terus berjalan untuk meningkatkan kemegahan, daya tampung dan kenyamanan jamaah. Masjid yang sekarang hanya bisa manampung 1.200 jamaah, nantinya akan bisa mengakomodasi 10.000 jamaah setelah direnovasi. Dengan alokasi dana 400an miliar rupiah, renovasi Masjid Agung yang sedang berjalan saat ini akan termasuk pembangunan menara setinggi 199 meter, salah satu menara tertinggi di Asia. Ada beberapa tradisi menarik di Mesjid Agung Medan. Salah satunya buka puasa bersama BKM dan masyarakat sekitar untuk puasa sunnah Senin dan Kamis. Di Masjid Agung Medan disediakan menu makanan ringan sampai berat, semua dihidangkan dengan menarik. Selain itu Masjid Agung memfasilitasi berbagai kegiatan sosial keagamaan seperti muzakarah, pengajian rutin, dialog keagamaan, bimbingan manasik haji, serta pengumpulan zakat, infak sadakah dan wakaf. Dengan renovasi masif yang dilakukan, ditambah dengan pengembangan berbagai kegiatan sosial keagamaan, Masjid Agung ini nantinya tak sekedar menjadi tempat ibadah saja. Masjid ini juga akan menambah daya tarik kota Medan, dan menjadi salah satu alternatif wisata religi yang layak dikunjungi.

Ada beberapa tradisi menarik di Mesjid Agung Medan. Salah satunya buka puasa bersama BKM dan masyarakat sekitar untuk puasa sunnah Senin dan Kamis. Di Masjid Agung Medan disediakan menu makanan ringan sampai berat, semua dihidangkan dengan menarik. Selain itu Masjid Agung memfasilitasi berbagai kegiatan sosial keagamaan seperti muzakarah, pengajian rutin, dialog keagamaan, bimbingan manasik haji, serta pengumpulan zakat, infak sadakah dan wakaf. Dengan renovasi masif yang dilakukan, ditambah dengan pengembangan berbagai kegiatan sosial keagamaan, Masjid Agung ini nantinya tak sekedar menjadi tempat ibadah saja. Masjid ini juga akan menambah daya tarik kota Medan, dan menjadi salah satu alternatif wisata religi yang layak dikunjungi.

Refleski Akhir Tahun 2023 MUI Sumut Hasilkan 20 Point

0

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, menggelar Refleksi Akhir Tahun 2023, Sabtu dan Ahad 30/31, Desember. Dalam sambutannya, Maratua Simajuntak menyebutkan tahun 2023 berbagai capaian program telah dilaksanakan berbagai kegiatan..

Di tahun 2023, MUI Sumut mendapat tantangan yang begitu hebat hingga ke ranah pengadilan terkait gugatan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI), karena MUI Sumut bertahan tidak setuju dengan Kalimat Muhammad adalah Allah dan MUI berhasil memenangkannya di Pengadilan Negeri Medan.

Hal yang sungguh membuat MUI Sumut sebagai Tenda Besar Umat Islam, mampu memberi dukungan terhadap rakyat Palestina dengan mengumpulkan donasi lebih dari 3 milyar. Bahkan kita masih optimis tahun 2024 bisa mengirimkan donasi lebih dari 700 juta rupiah untuk Palestina.

“Maka dengan Refleksi Akhir Tahun 2023 ini, sesungguhnya kita harus merancang program kerja yang lebih baik. Masa kerja periode ini akan berakhir tahun 2025, maka sepatutnya dalam menjalankan kegiatan kita tetap berharap bisa lebih baik dari periode sebelumnya,” kata Maratua yang mengapresiasi kehadiran pengurus dalam kegiatan ini mencapai 80 persen.

Selain itu sambung Maratua, dilaksanakan juga Safari Dakwah Subuh bersama Assoc Prof.Dr.H.Arifinsyah MAg selaku Sekretaris Bidang Pendidikan MUI Sumut yang digelar pada Minggu(31/12) di Masjid Raya Almahsun Medan.

Refleksi Akhir Tahun Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di hotel Madani Medan pada Sabtu-Ahad, 17-18 Jumadilakhir 1445 H bertepatan dengan 30-31 Desember 2023:

  1. Pada prinsipnya, program kerja yang telah dilaksanakan sudah baik, namun perlu penajaman program yang lebih bersifat langsung dirasakan umat secara umum di Sumatera Utara.
  2. Demi untuk wujudnya kaderisasi ahli agama, pengamal Agama dan pembela Agama serta generasi penerus di jajaran MUI Sumatera Utara, alumni Pendidikan Kader Ulama MUI perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan Bidang/komisi/Badan/Lembaga di lingkungan MUI Sumatera Utara;
  3. Melihat Kompleksnya persoalan masyarakat perkotaan seperti masih berlangsungnya penutupan jalan, Komisi Fatwa perlu memaksimalkan sosialisasi fatwa yang berkaitan dengan Hukum Menutup Jalan Umum sampai kepada pemangku kebijakan seperti pemko/camat/kepling dll. Sebagai tindaklanjutnya, Komisi Fatwa perlu menyusun buku Pedoman Fikih Perkotaan/Fikih Lingkungan;
  4. Seiring dengan perkembangan industri dan perusakan hutan yang semakin marak yang memiliki dampak bagi lingkungan, MUI diharapkan mengadakan langkah-langkah nyata pendirian Pusat Kajian dan Pelatihan Lingkungan Hidup Islami bekerjasama dengan berbagai pihak.
  5. Bencana alam yang kerap kali terjadi di berbagai tempat di Indonesia ditemukan banyaknya korban dan relawan penaggulangan bencana yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah pada saat-saat genting, maka Komisi Fatwa perlu menyusun Fikih Bencana Alam sebagai pedoman ibadah masyarakat khsususnya yang berkaitan dengan masyarakat yang terkena bencana;
  6. Inventarisasi, akses data dan sosialisasi terhadap hasil-hasil kajian MUI diperlukan oleh berbagai pihak dan pemangku kebijakan di masyarakat, karenanya Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Perlu Pengadaan Database hasil-hasil kajian dan penelitian se-Sumatera Utara dan ada unit khusus Pusat Data di MUI Sumatera Utara;
  7. Dalam rangka untuk melaksanakan tugas dan fungsi koordinasi dilingkungan MUI, perlu dijalin sinergitas dengan komisi penelitian, pengkajian dan pengembangan daerah dan komisi-komisi lain di jajaran MUI, dan terhadap Daerah yang belum ada Komisi-komisinya agar MUI Sumut/Daerah di Sumatera Utara membentuknya;
  8. Sehubungan dengan banyak kasus-kasus kecanduan narkoba yang membutuhkan rehabilitasi, kiranya MUI mengadakan langkah-langkah nyata pendirian lembaga rehabilitasi syariah (Syariah Thrapeutic Community) khusus pria dan wanita bekerjasama dengan berbagai pihak.
  9. Pusat rehabilitasi Narkoba di masyarakat sangat penting sebagai bentuk solusi dalam mengatasi masalah Narkoba di masyarakat dan sampai saat ini belum tercipta model Rehabilitasi berbasis syariah, untuk itu diperlukan langkah konkret untuk meneliti tempat-tempat Rehabilitasi Narkoba di Sumatera Utara dan daerah lainnya untuk merumuskan model rehabilitasi berbasis syariah;
  10. Dalam rangka penaganganan dini dampak narkoba di Sumatera Utara, maka MUI Perlu membuat unit konseling reahabilitasi syariah di MUI Sumatera Utara.
  11. Demi mengatasi kelangkaan ulama wanita, maka Pendidikan Kader Ulama Perempuan sebagai salah satu wadah untuk menciptakan generasi ulama wanita, maka MUI perlu untuk mengagendakan maksimalisasi PKU perempuan dan yang sudah berjalan agar dilanjutkan.
  12. Persoalan daerah minoritas Muslim diantaranya adalah pemurtadan. Maka Komisi Dakwah/Lembaga Dakwah Khusus dan Pembinaan Akhlak Bangsa (LDK-PAB), perlu memprogramkan Dai/Penguatan SDM ke Daerah Minoritas dalam rangka untuk penguatan/melindungi akidah umat Islam khususnya di Daerah Minoritas;
  13. Sehubungan dengan masih munculnya sikap dan prilaku intoleransi terhadap umat Islam didaerah minoritas, seperti hambatan pembangunan dan rehab masjid, hambatan pembangunan madrasah, dan lain-lain, DP MUI perlu mengadakan langkah-langkah advokasi sehingga keberadaannya sebagai himayatul ummah semakin dirasakan oleh masyarakat.
  14. Wawasan Luar Negeri menjadi bagian penting dari cara pandang dan inovasi kegiatan/program kerja, karenanya Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara perlu mengagendakan studi banding ke Luar Negeri di tahun 2024;
  15. Komisi Infokom adalah sentral informasi dan publikasi Informasi di MUI maka keberadaan Komisi Infokom perlu diperkuat.
  16. Penguatan Ekonomi umat penting sebagai bagian dari tugas MUI khususnya bidang ekonomi, maka MUI perlu membentuk Unit Pengumpul Zakat MUI Sumatera Utara;
  17. Dalam rangka peningkatan semangat kemandirian ekonomi umat, MUI Sumatera Utara diminta terus menggelorakan semangat enterpreneur dengan menjadikan Kedai Wakaf MUI Sumatera Utara sebagai Prototipe pengembangan ekonomi umat, untuk itu diharapkan Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara mengajak semua pengurus untuk berbelanja di kedai wakaf tersebut dimulai dari kebutuhan primer. Dari kedai wakaf ini kemudian disebarkan ke seluruh masjid-masjid di Sumatera Utara;
  18. Dalam rangka menjamin implementasi kehalalan dalam semua aspek kehidupan, MUI diharapkan mendorong Pemeritah setempat agar memberikan penguatan kepada lembaga keuangan, lembaga bisnis dan unit usaha lainnya agar memberikan labelisasi halal.
  19. Efektivitas kerja Lembaga di jajaran MUI tidak terlepas dari keaktifan pengurus dan anggotanya, karena itu pengurus yang sudah tidak aktif, perlu ditinjau ulang kepengurusannya dan dilakukan evaluasi (PAW);
  20. Rentenir yang merupakan praktek riba terus berkembang di masyarakat dan sudah masuk pada taraf merusak, karenanaya perlu dilakukan penelitian lanjut terkait dampak sosial-ekonominya di masyarakat.

Medan, 31 Desember 2023
TIM PERUMUS

1. Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA 1.

2. Prof. Dr. H. Fakhruddin Azmi, MA 2.

3. Dr. H. Muhammad Nasir, Lc., MA 3.

4. Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., MA 4.

5. Dr. Irwansyah, M.H.I 5.

Mengetahui
DEWAN PIMPINAN
MUI SUMATERA UTARA
Ketua Umum,

Dr. H. Maratua Simanjuntak

Fokus Capai ISO MUI Sumut Kunjungi MUI Pusat, Jawa Timur dan Banten

muisumut.or.id, MUI Sumut kunjungi MUI Pusat, MUI Banten dan MUI Jawa Timur, pada 26 s/d 28 Desember. Kunjungan yang  bertujuan untuk mendapatkan informasi praktek terbaik (Best Practices) Tata Kelola Manajemen (kelembagaan, SDM, keuangan, aset dan inventaris, dan penyelenggaraan program) melalui kunjungan langsung MUI Provinsi yang meraih peringkat pertama (MUI Jawa Timur) dan yang meraih peringkat ke-empat (MUI Banten).

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi proses ISO ISO 9001:2015 (ISO), mulai dari Persiapan, tahap implementasi, tahap sertifikasi dan tahap Pasca Sertifikasi, melalui kunjungan ke MUI Pusat yang telah berhasil menerapkan ISO.

Sebagaimana diketahui bahwa Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) pusat telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 (ISO) sejak 2018 dan telah memperoleh sertifikat dari lembaga sertifikasi dunia, Worldwide Quality Assurance (WQA). Melalui penerapan ISO ini telah terjadi peningkatan kualitas organisasi DP MUI dalam berbagai aspek, antara lain: pelayanan, kepemimpinan, manajemen, sumber daya manusia, regulasi dan SOP, sarana dan prasarana, anggaran, dan kepegawaian. Dengan demikian diharapkan terbentuk organisasi DP MUI yang modern, profesional, transparan, responsif dan ramah serta memiliki kinerja yang tinggi yang memenuhi aspirasi masyarakat.

Pada Rakernas IV MUI di Raja Ampat, Papua, diputuskan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 hendaknya dapat diterapkan di lingkup DP MUI Provinsi. Rencana penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 di MUI Provinsi telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Antara DP MUI dengan 5 MUI Provinsi pada Januari 2019 di kantor DP MUI, Jakarta. 5 DP MUI Provinsi tersebut adalah yang terkategori A dan B dari hasil monev pada 2017, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Aceh, Jawa Barat, dan Sumut.

Temuan Utama dan Rekomendasi.

  1. Temuan dari hasil kunjungan.
  2. Implementasi ISO bagi MUI Pusat telah mewujudkan Tata Kelola yang baik dan menghasilkan outcome berupa kinerja yang terukur, kepatuhan terhadap peraturan dan kepercayaan stakeholders.
  3. Proses implementasi ISO dapat diselesaikan dalam 4 bulan dan proses sertifikasi dalam waktu 2 bulan.
  4. Tim ISO MUI Pusat akan melakukan pendampingan terhadap MUI Sumut dalam proses pelatihan, penyusunan dokumen dan menyiapkan tenaga auditor internal. Proses pendampingan dilakukan melalui kehadiran di MUI Sumut dengan akumulasi durasi selama 16 hari. Jumlah Tim pendamping sebanyak 1 sampai 2 orang.

MUI Sumut perlu mengimplementasikan ISO agar dapat mewujudkan Tata Kelola yang baik dan menghasilkan outcome berupa kinerja yang terukur, kepatuhan terhadap peraturan dan kepercayaan stakeholders. Untuk itu MUI Sumut akan memastikan komitmen seluruh unsur pengurus untuk mengimplementasikan ISO

 

MUI Sumut Gelar Munajat Untuk Indonesia Rukun Dan Damai

Majelis Ulama Indonesia(MUI) Sumatera Utara, menggelar munajat bersama untuk Indonesia rukun dan damai.

Acara berlangsung,Sabtu (30/12) di Gelanggang Mahasiswa UINSU Jalan Sutomo Medan. Kegiatan munajat dengan berzikir dipimpin Jumana Nasution dan doa oleh Abdul Hamid Ritonga. Kegiatan tausiyah dan doa bersama berlangsung khidmat.

Hadir, Ketua Umum MUI Sumut, Dr.Maratua Simajuntak, Sekretaris Umum Prof.Asmuni, Bendahara Umum Sotar Nasution. Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Plt Gubsu Hassanudin diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provsu Drs.Basarin Yunus Tanjung, MSi. Perwakilan Ormas Muhammadiyah, Al Washliyah dan Nahdathul Ulama(NU), mewakili Kodam I/BB, Badan Kontak Majelis Taklim Sumut dan undangan lainnya.

Ketua Panitia yg juga merupakan Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah Dr.H.Abdul Rahim M.Hum bersama Sekretaris Drs. H. M. Hatta Siregar, SH, M.S menyebutkan, kegiatan ini difasilitasi MUI Sumut ini bertemakan melangitkan doa dan menguatkan ukhuwah Islamiyah untuk Indonesia rukun dan damai. Sedangkan tujuan kegiatan terbangunnya silaturrahim dan sinergi antara organisasi masyarakat (Ormas) dan umat Islam.

Terbangunnya kesadaran akan pentingnya makna persaudaraan (ukhuwah Islamiyah). Terbinanya sikap toleran dan suasana yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.Terbangunnya visi dan kesadaran bersama akan pentingnya makna ukhuwah Islamiyah sebagai kekuatan umat.

Ketua Umum MUI Sumut, Dr.Maratua Simajuntak menyebutkan kegiatan ini diharapkan meningkatkan kebersamaan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Maratua berharap ukhuwah bukan hanya semboyan tetapi direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Turut memberi sambutan Perwakilan Ormas Islam.

Pentausiyah Abdul Latif Khan mengajak umat Islam untuk tidak henti menyuarakan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

Dia juga mengingatkan sekaitan Pemilu pada Februari 2024 mendatang agar umat Islam tidak terpecah belah akibat beda pilihan.

Komisi Fatwa MUI Sumut Buka Konsultasi Syariah

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesian (MUI) Sumatera Utara, membuka konsultasi syariah.

Hal itu sekaitan banyaknya masalah dan persoalan umat Islam, yang membutuhkan jawaban hukumnya.

“Untuk menjawab berbagai masalah itu, maka Komisi Fatwa MUI Sumut akan membuka konsultasi syariah. Agar umat yang ingin mendapatkan jawaban dari orang yang tepat,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut, Sanusi Lukman, Sabtu (30/12).

Disebutkannya, untuk mempermudah menyampaikan permasalahan, masyarakat bisa bertanya melalui sistem online http://muisumut.or.id maupun sistem online di kantor MUI Sumut.

“Sejak dibukanya konsultasi syariah. Alhamdulillah banyak pertanyaan dan ada juga yang berasal dari anggota MUI Sumut sendiri masalah masalah yang muncul di tengah tengah masyarakat,” ujarnya.

Hal lain disebutkannya, masalah masalah tersebut sebelum dijawab disidangkan dulu di Komisi Fatwa.

Diantara masalah yang ditanyakan masyarakat adalah tentang hukum kurban dengan uang, bagaimana hukum talak, golput dalam pemilu dan lain lain.

“Semoga dengan adanya Rubrik Konsultasi Syariah ini dapat menjadi media bagi umat Islam khususnya di Sumatera Utara untuk menanyakan masalah masalah Agama kepada MUI. Harapan kami masalah masalah umat bisa kita selesaikan atau paling tidak kita bisa memberikn panduan keagamaan kepada masyarakat. Semoga Allah merahmati kita semua,” pungkasnya.

Program Dakwah MUI Sumatera Utara Cegah Pemurtadan di Daerah-daerah Minoritas Muslim

Sumatera Utara, 29 Desember 2023 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara berhasil menjalankan program dakwah di daerah rawan pemurtadan. Program ini, yang dilaksanakan oleh Bidang/Komisi Dakwah, berlangsung dengan sukses pada 27-28 Desember 2023 di enam daerah minoritas Muslim di Sumatera Utara.

Tim dari MUI Sumatera Utara mengunjungi Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Barat, Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara. Setiap daerah dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing fokus pada dua masjid sebagai pusat kegiatan dakwah.

Berikut adalah rincian masjid dan tokoh yang terlibat di setiap daerah:

Kabupaten Karo
1. Masjid Desa Tigapancur, Kec. Simpang Empat (Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, MA)
2. Masjid Desa Budaya Lingga, Kec. Simpang Empat (Amri Susanto, MA)

Kabupaten Pakpak Barat
1. Masjid Attawabin Sosor Salak (Dr. Fuji Rahmadi, MA)
2. Masjid Nurul Iman Salak (H. Susanto, S.Th.I., S.Pd.I)

Humbang Hasundutan
1. Masjid Barangan Desa Sihite II, Kec. Doloksanggul (Dr. Soiman, MA)
2. Masjid Raya Doloksanggul (Untung Aulia Safri Sitorus, S.Ag)

Kabupaten Tapanuli Utara
1. Masjid Raya Tarutung (Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si)
2. Masjid Syuhada (H. M. Safii Sitepu, S.Ag,. SH., MH)

Kabupaten Dairi
1. Masjid Al Muhajirin Perumnas Kalang Simbara (Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., M.Ag)
2. Masjid Telaga Zam-Zam Batang Berruh Sidikalang (Fadlan Khoiri, S.Th.I., M.Ag)

Kabupaten Toba
1. Masjid Al Muhajirin, Balige (Dr. Syafruddin Syam, MA)
2. Masjid Al Hidayah, Porsea (Muhammad Irsyad, S.Pd., M.Ag)

Antusiasme masyarakat dan jamaah di setiap daerah sangat tinggi. Mereka merasa senang dan bahagia bisa menerima kunjungan dari tim DP MUI Sumatera Utara serta mendapatkan ilmu yang bermanfaat, terutama dalam penguatan aqidah untuk menghindari pemurtadan.

Program ini diharapkan dapat menguatkan niat dan tujuan MUI Sumatera Utara dalam mencegah pemurtadan dengan efektif. Dengan memberikan pemahaman yang kuat tentang aqidah, diharapkan masyarakat di daerah-daerah tersebut dapat terhindar dari godaan atau ajakan untuk berpindah agama dari Islam ke agama lain (Murtad).

Stiker Promosi Lingkungan Hidup Sosben MUI SU Go Internasional Sampai ke India dan Sydney Australia

Penyerahan Kepada Prof. Rao JNU

Prof. Upendher Rao dari Universitas Jawaharlal Nehru (JNU) India Mengapresiasi Stiker Lingkungan Hidup Sosben MUI SU.
“Outstanding Ulama promoting the environment”, kata Prof Upendher Rao ketika Nani Ayum Panggabean Sekretaris Bidang Sosben MUI SU menyerahkan Souvenir Siker Promosi Lingkungan Hidup Sosben MUI SU dalam kunjungan FKUB Provsu ke India pada tanggal 3 -7 Oktober 2023 yang dipimpin lansung oleh Ketua FKUB SU Dr. H. Abdurrahim, M.Hum.

“When our guests enter our university, we welcome you with greenery and thick trees” lanjut Prof.Upendher Rao yang menyatakan ketika tamu kami datang ke Area Universitas kami. Kami sudah menyambut kamu samua dengan banyaknya pepohonan hijau yang rimbun. Hal itu menunjukkan kami mencintai lingkungan.

Dr. Shasi Bala Sekretaris Bersama Antar Rashtriya Sahayog Parishad (ARSP) atau Dewan Kerja Sama Internasional India didirikan pada tahun 1978 sebagai organisasi nirlaba, non-pemerintah dan non-politik untuk mempromosikan persaudaraan dan keharmonisan universal, yang mempunyai motto
“Vasudhaiva Kutumbakam” or ‘the world is one family’ , beliau menyampaikan apresiasi dan rasa gembiranya menerima stiker sosben MUI SU, bahwa kita satu frekuensi tentang cinta lingkungan hidup. Saya gembira dan salut bahwa Majelis Ulama Indonesia ikut juga kampanye tentang pelestarian Lingkungan Hidup. “We are one frequency in loving the environment”
“We are happy that the Indonesian Ulama Council is also campaigning for the environment”


Penyerahan Kepada Riyanto (Pegawai Bidang Humas Kedubes RI New Delhi)

Tak lupa Nani Ayum juga menyerahkan Stiker kepada Riyanto Pegawai bidang HumasKedubes RI New Delhi India yang beralamat 50-A Kautilya Marg, Chanakyapuri, New Delhi 110021. FKUB SU disambut Dubes RI untuk India dan Kerajaan Bhutan Ibu Ina Krisnamukti

Alhamdulillah Nani Ayum juga menyerahkan Stiker Promosi Lingkungan Hidup Sosben MUI SU ke Masjid Surry Hill ,Masjid King Faisal Mosque. Terletak di 175-177 Commonwealth St, Surry Hills, Sydney, Australia. Nani Ayum mengatakan, kebetulan saya menghadiri Wisuda Putra kedua kami bersama Alm. H. Darul Aman Nasution yang pernah menjabat Ketua Komisi Fatwa MUI SU yaitu Ahmad Munif Hannani Nasution mendapat gelar Master of Applied Economics Macquarie University with Double Degree Universitas Brawijaya Malang Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) pada Hari Rabu tanggal 6 Desember 2023 Macquarie University di Sydney. Tapi sayang tidak bisa berfoto bersamsa karena BKM Masjid tidak ada di tempat, yang ada hanya petugas kebersihannya yang berkebangsaan Bangladesh . Masjid Buka tutup sesuai jam waktu Sholat.

Data dari Australia Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan bahwa Sydney adalah rumah bagi komunitas Muslim yang besar. Menurut sensus 2021, sekitar 813.000 umat Muslim tinggal di Australia, dengan 42,9% di antaranya berdomisili di New South Wales, yang mencakup Sydney.

Muslim Indonesia di Sydney juga tidak banyak. Ada Masjid Indonesia di antaranya :
Masjid Al Hijrah, Tempe, New South Wales (NSW), Australia, ada Masjid Iqro, 39 McCourt St, Wiley Park NSW 2195, Australia. Nani Ayum mengatakan ,
“Sebenarnya saya dimintai ceramah pada komunitas Muslimah Indonesia Sydney oleh Ustazah Ulya sahabat medsos saya, orang Lombok keturunan Yaman di Masjid Iqra Masjid Indonesia , bertepatan pengajiannya setiap Rabu. Tapi sayang hari Rabu, tanggal, 6 Desember 2023 itu bertepatan Wisuda putra saya. Dan Rabu depannya 13 Desember 2023 kami sudah pulang tanggal 12 Desember 2023 Ungkap Nani.

Alhamdulillah Stiker kecil sederhana Sosben MUI SU kali ini sudah go Internasional. Sengaja dikemas tiga bahasa dengan latar belakang foto Kaldera Toba destinasi wisata kebanggaan Sumatera Utara.

ان تعتني بالأرض والأرض ستعتني بك.

Protect Nature, Nature will Protect You
“Jagalah Alam, Alam akan Menjagamu.”